cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
ANALISIS USAHA TERNAK ITIK PENGHASIL TELUR RASA UDANG DI DESA KEJAPANAN KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR Sanjaya, Hary; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Rofiatin, Umi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik yang disebut bebek dalam bahasa Jawa berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar (Anas Moscha) atau wild mallard ini terus dijinakkan menjadi itik yang dipelihara sekarang yang disebut anas domesticus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan, biaya dan pendapatan, kelayakan pengembangan usaha itik ternak petelur di Desa Japanan Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang situasi sekarang dan interaksi lingkungan pada unit penelitian berlangsung. Dari perhitungan tercatat bahwa R / C dari 1,09 peternakan itik petelur dari upaya dalam ternak, karena peternakan memiliki R / Ratio C> 1 dengan arti mengalami keuntungan. Peritungan atas bahwa payback period (PBP) dari usaha pemeliharaan itik milik petelur dari bapak hasan basri di desa sub-provinsi kejapanan dari pasuruan dengan jumlah ternak 1000 ekor 15,14 per periode.
SUBTITUSI PARSIAL TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG KELADI TERMODIFIKASI DALAM PEMBUATAN ROTI TAWAR Paranggi, Ferdinan Landu; Ahmadi, KGS; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yam is a tuber plant that has long been known and can be found in various places. But the utilization of yam has been used for animal feed or limited to snack foods. The aim of this research was to get the partial substitution of wheat flour with modified yam flour in bread. The experimental design used in the study was Randomized Complete Random (RAL) of one factor with 3 replications, the factor being substitution of wheat flour with modified yam flour. The substitutions were as follows: 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%. The results showed that the best treatment was by the substitution of wheat flour with 10% of modified yam flour. The bread had a moisture content characteristic of 40%, 8.93% of protein content, texture 21.6 N, ash content of 1.71%, color preference 4.09 (like), scent preference 3.91 (like), texture prefence 3, 91 (like), taste prefence 3.68 (Neutral). Keladi merupakan tanaman umbi yang telah lama dikenal dan ditemukan diberbagai tempat. Namun pemanfaatan keladi selama ini digunakan untuk pakan ternak atau sebatas makanan kudapan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan subtitusi parsial tepung terigu dengan tepung keladi termodifikasi yang tepat pada roti tawar. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 3 kali ulangan, faktornya yaitu substitusi tepung terigu dengan tepung keladi termodifikasi. Adapun substitusi sebagai berikut: 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu dengan substitusi tepung terigu dengan tepung keladi termodifikasi 10%. Roti tawar yang dihasilkan mempunyai kerakteristik kadar air 40%, kadar protein 8.93%, tekstur 21,6 N, kadar abu 1,71%, kesukaan warna 4,09 (suka), kesukaan aroma 3,91 (suka), kesukaan tekstur 3,91 (suka), kesukaan rasa 3,68 (Netral).
EVALUASI RESIDU JENIS BIOCHAR DAN WAKTU PEMUPUKAN NITROGEN DAN KALIUM PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) MUSIM TANAM KEDUA Sombo, Yusvina; Astutik, Astutik; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan Komoditas utama yang banyak dibudidayakan petani Indonesia. Masalah tanah degradasi, salah satunya dapat diatasi dengan pemberian biochar. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi efek residu biochar dan waktu pemupukan (NK) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan bulan Maret - Juni 2016, di Desa Bawang, KecamatanTunggulwulung, Kota Malang, Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, faktor 1: Jenis Biochar yaitu: Tanpa (B0), Sekam (BS), Tempurung (BT ), Kayu (BK). Faktor 2 : Waktu Pemupukan NK yaitu: Minggu ke-3 (NK3), Minggu ke-4 (NK4), dan Minggu ke-5 (NK5). Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, berat kering (batang, akar, daun dan berat total tanaman), panjang tongkol, diameter tongkol, berat jagung tanpa klobot, berat tongkol dan berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jenis biochar dan waktu pemupukan NK terhadap luas daun. Jenis biochar berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada umur 5 minggu, berat kering tongkol, 100 biji, dan Jagung pipilan. Sedangkan waktu pemupukan NK berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada umur 3, 5, dan 7 minggu. Residu Jenis biochar dapat meningkatkan hasil tanaman jagung sebesar 94 % dari 102 g/tanaman menjadi 198 g/tanaman. Pemupukan NK pada waktu 3-5 minggu tidak berpengaruh terhadap hasil tanaman jagung.
KAJIAN POTENSI DAN PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA COBAN RONDO SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA KABUPATEN MALANG Kogoya, Wes; Setyabudi, Irawan; Alfian, Rizki
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is an agrarian country with all its natural and cultural resources. Indonesia's strategic location is a major factor that is very influential on the development of the nation and state. Currently, tourism is growing rapidly along with the increasing number of visitors visiting. In addition, tourism is also an important sector for economic growth in Indonesia. In this research is done by collecting data by direct observation to the object to know the daily activities of the local community. The management in Coban Rondo area development as ecotourism. From the results of research on the potential assessment and development of Coban Rondo area as an ecotourism area of Malang Regency. Can be concluded in the form of sustainable development strategy of Coban Rondo natural tourist area. The main one is an aggressive management strategy that is a very profitable strategy because it addresses opportunities and strengths so that it can take advantage of existing opportunities in the form of local government policy in the implementation of natural ecotourism area management Coban Rondo. Indonesia merupakan negara agraris dengan segala potensi sumber daya alam dan budaya yang dimiliki. Letak Indonesia yang strategis merupakan faktor utama yang sangat berpengaruh pada pembangunan bangsa dan negara. Saat ini pariwisata berkembang pesat seiring meningkatnya jumlah wisatan yang berkunjung. Selain itu pariwisara juga merupakan sektor penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dalam penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung ke objek untuk mengetahui aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Pihak pengelola dalam pengembangan kawasan Coban Rondo sebagai ekowisata. Dari hasil penelitian tentang kajian potensi dan pengembangan kawasan Coban Rondo sebagai kawasan ekowisata Kabupaten Malang. Dapat di simpulankan berupa strategi pengembangan secara berkelanjutan kawasan wisata alam Coban Rondo. Yang utama yaitu strategi pengelolaan yang agresif yaitu strategi yang sangat menguntungkan karna menujukan peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada berupa kebijakan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan kawasan ekowisata alam Coban Rondo.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT (Capsicum frutescents L.) Sapri, Sapri; Indawan, Edyson; Sumiati, Astri
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chilli pepper (Capsicum frutescens L.) is vegetables with high economic value and suitable to be developed, and has a relatively high nutrient. Vermicompost is an organic fertilizer produced from digestion in the intestines and feces discharged as a worm that has been fermented and dried as solid fertilizer. destination of research to study and determine the effect of organic fertilizers vermicompost on the growth and yield of chilli pepper. Research conducted at the Business Incubation Courses in Tlogomas, Lowokwaru District, Malang Regency, during from May until September 2016, by using a randomized block design Single (RAK) Factorial ie the dose of organic fertilizer Vermicompost (K). Date were analyzed by analysis of variance (ANOVA). the observation results showed that the organic fertilizer with a dose Vermicompost at 2500 gram/plant to treatment (K5) is dose optimal for plant growth while the chili on the plant height variable 17,18 cm and leaf 40,75 (sheet) at age 49 days after planting. Giving dose 2500 gram/plant to treatment (K5), can increase the amount of fruit as much as 19,17 fruit at age 49 days after planting, and weight fruit/plant 5,88 ons/plant equal to 166,69 gram/plant (3,22 ton/ha). Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan jenis sayuran yang bernilai ekonomi tinggi dan cocok dikembangkan, serta memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Kascing adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses pencernaan dalam tubuh cacing dan dibuang sebagai kotoran cacing yang telah terfermentasi dan dikeringkan sebagai pupuk padat. Tujuan penelitian untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik Kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Inkubasi Bisnis Lapangan di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur, Berlangsung sejak bulan Mei sampai dengan September 2016, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Tunggal (RAK) Faktorial yaitu dosis pupuk organik Kascing (K). Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of varians (ANOVA). Hasil pengamatan menunjukan bahwa Pemberian pupuk organik Kascing dengan dosis 2500 g/tanaman pada perlakuan (K5) merupakan dosis yang optimal untuk sementara bagi pertumbuhan tanaman cabai rawit pada variabel tinggi tanaman 17,18 cm dan daun 40,75 (helai) pada umur 49. Pemberian dosis 2500 g/tanaman pada perlakuan (K5), adalah dosis yang optimal untuk sementara terhadap hasil jumlah bunga sebanyak 5,92 bunga/tanaman pada umur 63 hst. Pemberian dosis 2500 g/tanaman pada perlakuan (K5), dapat meningkatkan jumlah buah sebanyak 19,17 buah pada umur 91 hst, dan berat buah/tanaman 5,88 ons/tanaman setara dengan 166,69 g/tanaman (3,22 ton/ha).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Sistem Penyuluhan Pertanian Terhadap Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Tichi, Agrek Fissia; Suwasono, Son; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Developed elucidation wanita tanigroup need supported by some factor system effectiveness agriculture like knowledge factor, skill, factor attitude of who provides elucidation, facility factor, distance of place to live factor, tue age factor. The purpose of this investigation to know factor that influenced effectiveness system of elucidaton agriculture and connection of effectivitass elucidation agriculture toward profitgrop of Wanita Tani (KWT) Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang This investigation did constitude descriptive qualititative research the sample this research used purposive sampling method was about 49 samples. Technigue of data convection used by rescarcher were interview questionnaire, and observation. Method analysis data used was regression liniear led by the hand used SPSS program. This research proved the factors of effectiveness elucidation system agriculture here connections toward profit group of Wanita Tani (KWT) with value connection knowledge factor was about 5,191, skill factor was about 5,629, attitude of who provides elucidation factor was about 5,411, facility factor was about 4,358, distance place of lving factor was about 4,304 and age factor was about 9,322. To developed group Wanita Tani (KWT) need increasing effectiveness system elucidation agriculture in order to result of agriculture can increasing profit the group of Wanita Tani (KWT) Mengembangkan pemberdayaan kelompok wanita tani maka perlu didukung oleh beberapa faktorefektivitas sistem penyuluhan pertanian seperti faktor pengetahuan, faktorketerampilan, faktorsikap penyuluh, faktorfasilitas, faktorjarak tempat tinggal, dan faktor umur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem penyuluhan pertanian dan hubungan efektivitas penyuluhan pertanian terhadap pendapatan kelompok wanita tani (KWT)Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebanyak 49 sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara, kuesioner dan observasi. Metode analisa data yang di gunakan adalah Regresi Linier Berganda dengan mengunakan program SPSS. Penelitian membuktikan bahwa faktor-faktor efektivitas sistem penyuluhan pertanian memiliki hubungan terhadap pendapatan kelompok wanita tani (KWT)dengan nilai hubungan faktorpengetahuan sebesar 5,191, faktorketerampilan sebesar 5,629, faktorsikap penyuluhsebesar 5,411, faktorfasilitas sebesar 4,358, faktorjarak tempat tinggal sebesar 4,304, dan faktorumur sebesar 9,322. Untuk mengembangkan kelompok wanita tani (KWT) maka perlu meningkatkan sistem penyuluhan pertanian yang efektif sehingga hasil pertanian bisa meningkatkan pendapatan kelompok wanita tani (KWT).
PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KELOR DAN TURI SEBAGAI PAKAN KONSENTRAT TERHADAP INCOME OVER FEED COST NILAI EKONOMIS PAKAN PADA BUDIDAYA KELINCI NEW ZEALAND WHITE Wandal, Defrini Konga; Marhaeniyanto, Eko; Santoso, Erik Priyo
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research studies flour aims to use leaves Moringa oleifera, Lamk (MOL) and Sesbania grandiflora as feed concentrates To iofc economic value feed on cultivation rabbits New Zealand White. The feed material used was corn flour, soybean meal, rice bran, mineral, MOL and Sesbania grandiflora leaf meal. The use of MOL and Sesbania grandiflora leaf meal as much as 7-11% in the concentrate. Twenty male New Zealand White rabbits at the average body weight of 1650,75 ± 370,94 g arranged in Randomized Block Design (RBD) with 4 treatments and 5 groups. The treatments applied were P14(basal diet+concentrate without leaf meal; 14% crude protein/CP), PD14 (basal diet+concentrate with leaf meal;14%CP), P18 (basal diet+concentrate without leaf meal;18%CP), PD18 (basal diet+concentrate with leaf meal; 18%CP). Basal diet given was a cabbage leaf. The result showed the positive on iofc economic value feed and found in treatment pd18 ( rp .8373,34 , not with standing the differ across treatment. Influence on both caused consumption feed and extra weight good agency said. We can conclude that the use of feed formulations have a positive impact on iofc economic value feed. We can conclude that the use of feed formulations have a positive impact on iofc economic value feed. Can be advised use flour and leaves kelor turi with a mixture of materials different feed or with the price of feed materials cheaper so can reduce the cost of feed. Penelitian bertujuan menentukan penggunakan tepung daun kelor dan turi sebagai pakan konsentrat terhadap IOFC nilai ekonomis pakan pada budidaya kelinci New Zealand White. Materi yang digunakan terdiri dari 20 ekor kelinci New Zealand White, rata ? rata bobot badan 1650,75±370,94 gram, jagung giling, bungkil kedelai, bekatul, mineral, tepung daun kelor dan turi. Tepung daun kelor dan turi digunakan sebanyak 7-11% dalam konsentrat. Metode yang digunakan adalah metode percobaan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 kelompok. Perlakuan yang diuji yaitu P14(pakan basal+pakan konsentrat tanpa tepung daun; protein kasar/PK 14%), PD14(pakan basal+pakan konsentrat dengan tepung daun; PK 14%), P18(pakan basal+pakan konsentrat tanpa tepung daun; PK 18%), PD18 (pakan basal+pakan konsentrat dengan tepung daun; PK 18%). Pakan basal yang diberikan berupa daun kol. Hasil penelitian menunjukkan dampak yang positif terhadap IOFC nilai ekonomis pakan dan terdapat pada perlakuan PD18 (Rp. 8373,34), meskipun terdapat pengaruh yang berbeda antar perlakuan. Pengaruh yang baik diakibatkan pada konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan yang baik atau meningkat. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pakan formulasi memberikan dampak positif terhadap IOFC nilai ekonomis pakan. Disarankan menggunakan tepung daun kelor dan turi dengan campuran bahan pakan yang berbeda atau dengan harga bahan pakan yang lebih murah sehingga dapat menekan biaya pakan.
PERENCANAAN LANSKAP EKOWISATA KAWASAN PANTAI BALEKAMBANG DESA SRIGONCO, KABUPATEN MALANG Dasmasela, Daniel; Nurlaelih, Euis Elih; Budiyono, Debora
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Balekambang dimulai pengembangan dengan pembangunan pura pada tahun 1987. Pantai Balekambang mempunyai beberapa keungulan antara lain view yang alami dan memiliki budaya lokal yang unik. Pantai Balekambang juga memiliki kendala yaitu belum adanya penataan lanskap yang baik dan kurangnya masyrakat menjaga lingkungan. Penelitian bertujuan untuk membuat konsep perencanaan ekowisata Pantai Balekambang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi terdiri dari data primer dan sekunder. Sedangkan tahapan penelitian yaitu: commission (tahap persiapan), sresearch (inventarisasi), analysis (analisis), synthesis (sintesis), dan perencanaan lanskap. Hasil penelitian menunjukan kawasan Pantai Balekambang memiliki luas 30.12 ha yang terdiri dari zona inti dengan luas 6.42 ha (21.37%), zona penyangga dengan luas 11.69 ha (39.38), dan zona pemenfaatan 11.81 ha (39.25). Konsep dasar pengembangan ekowisata Pantai Balekambang adalah sebagai kawasan ekowisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep perencanaan terdiri dari konsep ruang, vegetasi, sirkulasi, fasilitas dan aktivitas. Dilanjutkan dengan rencana lanskap berupa gambar blok plan dan site plan.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PADA PEMBUATAN MUFFIN DENGAN PEMANFAATAN BUBUK TERUNG UNGU (Solanum molongena L.) Primasari, Maria; Tantalu, Lorine; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muffins are a type of snack that is used by the public because of its delicious taste and relatively affordable price. Personal size muffins have a dense texture and are very lumpy in the contents. Increased preliminary process of feasibility in making muffins using purple eggplant powder. The analytical study of making muffins with balanced flour with purple eggplant powder uses calculations to find the total investment and depreciation costs. Then look for Cost of Production, Cost of Goods Sold (HPP), Break Event Point (BEP), Revenue Cost Ratio (RCR). And calculate production profit in one day. The results of this study using a form of muffin business is feasible because the production HPP is Rp. 4,101 / pack, the sales HPP with a 15% interest is Rp. 4,717 / pack. With a BEP of Rp 72,032,723, and a 1.15 Inch RCR, the business is feasible. Muffin adalah jenis jajanan yang disukai masyarakat karena rasanya enak dan harganya yang relative terjangkau. Muffin dengan ukuran personal memiliki tekstur padat dan agak menggumpal di bagian isinya. Mendapatkan prthitungan analisis kelayakan usaha pada pembuatan Muffin dengan memanfaatkan bubuk terung ungu. Penelitian analisa usaha pembuatan Muffin dengan proporsi tepung terigu dengan bubuk terung ungu ini menggunakan perhitungan untuk mencari total biaya investasi investasi dan depresiasi. Kemudian mencari Harga Pokok Produksi, Harga Pokok Penjualan (HPP), Break Event Point (BEP), Revenue Cost Ratio (RCR). Dan menghitung keuntungan produksi dalam satu harinya. Hasil penelitian ini menggunakan bentu usaha muffin ini layak diusahakan karena HPP produksi Rp 4.101/bungkus, HPP penjualan dengan bunga 15% adalah Rp 4.717/bungkus. Dengan BEP Rp 72.032.723, dan RCR 1,15 sehingga usaha layak dijalankan.
PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP ALUN-ALUN KOTA MALANG Taty, Delviany Lisonio; Alfian, Rizki; Soelistyari, Hesti Triana
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A city developed not only in its physical form but also will grow with its people. The urban center is often regarded as a public place, where the center of all urban activities, whether political, social or economic, with a high physical development, it can be utilized by all interested people freely. Malang town square consists of locations that hasits own uniqueness. The conditions created in the town square give a perception and preference for the visitors in assessing the aspects to give an opinion about the location whether it is liked or disliked. This study aimed to (1) explain the perceptions and preferences of the community to Malang Town Square; (2) explain the design of the square based on perceptions and preferences. This research was carried out in Malang Town Squarefrom July to August 2016. The method used in this research was quantitative descriptive/calculation. The questionnaire data analysisused the Chi-Square Analysis. Based on the result, it can be concluded that there is a significant effec on perception and visitor preference towards beautyaesthetic and recreation place, flowering plant element, pondelement, and round crop shape. The recommendation for the management of Malang Town Square based on the equation value are: 1) 75% of respondents wanted Malang Town Square in order with regular or with different types of plants. 2) 73.33% of respondents wanted the square with a garden that has plants / flowering trees. 3) 61.67% as a place of recreation. Suatu kota tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi akan berkembang bersama dengan masyarakatnya. Kawasan pusat kota seringkali dianggap sebagai tempat publik/ruang publik, yaitu tempat berpusatnya segala aktivitas masyarakat kota, baik yang bersifat politik, sosial maupun ekonomi, dengan perkembangan fisik yang tinggi, dapat dimanfaatkan oleh semua orang yang berkepentingan secara bebas. Alun-alun kota malang terdiri dari lokasi yang memiliki keunikan tersendiri antara satu sama lain. Kondisi yang tercipta di Alun alun menimbulkan persepsi dan preferensi bagi pengunjung dalam menilai aspek-aspek untuk memberikan suatu pendapat mengenai lokasi yang dianggap disukai dan tidak disukai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan persepsi dan preferensi masyarakat terhadap Alun-alun Kota Malang; (2) menjelaskan desain Alun-alun berdasarkan persepsi dan preferensi. Penelitian ini di laksanakan di Alun-alun Kota Malang pada bulan Juli sampai Agustus 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif/hitungan, Pengolahan dan analisis data kuesioner responden menggunakan Ujianalisis Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara jenis kelamin pada persepsi dan preferensi pengunjung terhadap keindahan estetika dan tempat rekreasi, elemen tanaman berbunga, elemen kolam, dan bentuk tajuk tanaman bulat. Rekomendasi untuk pengelolaan Alun-alun Kota Malang di lihatdari nilai persamaan adalah: 1) 75% responden menginginkan Alun-alun Kota Malang di tata dengan teratur atau dengan jenis tanaman yang beragam. 2) 73,33% responden menginginkan Alun-alun dengan taman yang memiliki tanaman/pohon berbunga. 3) 61,67% sebagai tempat rekreasi.