cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2026): April" : 13 Documents clear
Analisis Integrasi Transportasi Publik Di Kota Tangerang: Tinjauan Organisasi, Operasional, Dan Fisik Ariani, Syifa Fazria; Fadli, Yusuf; Setiawan, Slamet; Chumaedy, Ahmad; Ginanjar, Arif
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3607

Abstract

Public transportation plays an important role in supporting community mobility and creating an inclusive and sustainable urban system. This study aims to analyze the integration of the public transportation system in Tangerang City by reviewing three main aspects: organizational, operational, and physical. The problem of fragmentation of services between modes and the limitation of coordination between institutions are the main background of this study. The research uses a qualitative case study approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and review of city transportation policy documents. The results of the study show that institutional integration between the Transportation Agency, transportation operators, and third parties such as PT TNG (Tangerang Nusantara Global) is still not optimal due to overlapping authority and lack of coordination platforms. From an operational perspective, service schedules and routes between modes have not supported each other in an integrated manner. Meanwhile, physically, integration between transportation nodes such as bus stops, terminals, and pedestrian paths is inadequate. These findings underscore the need for collaborative approaches and cross-sectoral planning to strengthen integrated public transport systems. This research makes a conceptual and practical contribution to the development of an efficient urban transportation system, especially in metropolitan areas with complex governance challenges such as Tangerang City.Transportasi publik berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta menciptakan sistem perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi sistem transportasi publik di Kota Tangerang dengan meninjau tiga aspek utama: organisasi, operasional, dan fisik. Permasalahan fragmentasi layanan antar moda serta keterbatasan koordinasi antar lembaga menjadi latar belakang utama studi ini. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen kebijakan transportasi kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kelembagaan antara Dinas Perhubungan, operator transportasi, dan pihak ketiga seperti Perseroan Terbatas Tangerang Nusantara Global (PT. TNG) masih belum optimal karena tumpang tindih kewenangan dan kurangnya platform koordinasi. Dari sisi operasional, jadwal layanan dan rute antar moda belum saling mendukung secara terpadu. Sedangkan secara fisik, integrasi antar simpul transportasi seperti halte, terminal, dan jalur pedestrian belum memadai. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan kolaboratif dan perencanaan lintas sektor untuk memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis terhadap pengembangan sistem transportasi perkotaan yang efisien, khususnya di wilayah metropolitan dengan tantangan tata kelola yang kompleks seperti Kota Tangerang.
Strategi Internalisasi Ideologi Pancasila oleh Staf Komando Menwa Raden Intan dalam Membangun Nasionalisme di Kalangan Anggota Menwa, Provinsi Lampung Wati, Yulia; Sobby Kesuma, Arsyad; Arini, Isti
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i3.3979

Abstract

This study aims to analyze the internalization strategy of Pancasila ideology carried out by the Raden Intan Student Regiment (Menwa) Command Staff in building nationalism among Menwa members of Lampung Province. This research is motivated by ideological challenges among youth who demand the strengthening of national values through student organizations based on national defense. The research approach used in this study is a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, in-depth interviews with Command Staff administrators and active Menwa members in the Student Regiment organization in Lampung Province, and documentation studies. The study was conducted for two days by analyzing organizational documents, activity guidelines, archives, and supporting literature as secondary data. Data validity was carried out through source triangulation techniques to ensure the validity of the research findings. The results of the study indicate that the internalization strategy of Pancasila ideology is implemented through a tiered coaching process integrated into basic education activities (diksar). Based on the perspective of the theory of internalization of values of persons and shils, the process takes place through the mechanism of role socialization, the formation of value orientations and member identification with the norms and values of the organization's nationality. The Menwa Basic Education (Diksar) serves as the primary instrument for instilling the values of loyalty, discipline, and national spirit, thus serving as an ideological filter for members in dealing with ideological influences that conflict with Pancasila. The implementation of this strategy contributes to strengthening Menwa members' nationalist attitudes both in organizational and social life.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi internalisasi ideologi Pancasila yang dilakukan Oleh Staf Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Raden Intan dalam membangun nasionalisme di kalangan anggota Menwa Provinsi Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan ideologis di kalangan pemuda yang menuntut penguatan nilai kebangsaan melalui organisasi kemahasiswaan berbasis bela negara. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus Staf Komando dan anggota Menwa aktif dalam organisasi Resimen Mahasiswa di Provinsi Lampung, serta studi dokumentasi. Penelitian dilaksanakan selama dua hari dengan menganalisis dokumen organisasi, pedoman kegiatan, arsip, serta literatur pendukung sebagai data sekunder. Keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber guna memastikan validitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi internalisasi ideologi Pancasila dilaksanakan melalui proses pembinaan berjenjang yang terintegrasi dalam kegiatan Pendidikan dasar (diksar).  Berdasarkan perspektif teori internalisasi nilai persons dan shils, proses tersebut berlangsung melalui mekanisme sosilisasi peran, pembentukan orientasi nilai serta identifikasi anggota terhadap norma dan nilai kebangsaan organisasi. Diksar Menwa berperan sebagai instrument utama dalam menanamkan nilai loyalitas, disiplin, dan semangat kebangsaan sehingga berfungsi sebagai filter ideologis bagi anggota dalam menghadapi pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Implementasi srtategi ini berkontribusi dalam memperkuat sikap nasionalisme anggota Menwa baik dalam kehidupan organisasi maupun sosial masyarakat.
Glokalisasi UMKM melalui BUMN: Studi Kasus PT Pos Indonesia sebagai Media Diplomasi Ekonomi Indonesia Lagena, Ageu; Ramadhan, Rizki Ananda; Alam, Gilang Nur
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3794

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises make a significant contribution to the national economy; however, their competitiveness at the global level remains relatively limited due to various structural constraints, including restricted access to capital, low digital literacy, and logistical barriers. This study aims to analyze how the concept of glocalization can be applied as a strategy to encourage micro, small, and medium enterprises to enter the global market, positioning State-Owned Enterprises, particularly PT Pos Indonesia as the primary facilitator within an economic diplomacy framework. The study employs a qualitative approach with a case study design, in which data were gathered through semi-structured in-depth interviews with internal actors at PT Pos Indonesia who have access to policies and practices related to the empowerment of micro, small, and medium enterprises, and were subsequently analyzed interactively. The findings reveal that PT Pos Indonesia's national and international logistics network, digital infrastructure support, and cross-institutional collaboration enable it to function as an integrated solution, particularly through export facilitation initiatives. The novelty of this research lies in its analytical framework, which integrates the concept of glocalization with an economic diplomacy approach through the role of State-Owned Enterprises, which is a perspective that has received limited scholarly attention in the existing literature. This study concludes that optimizing the role of PT Pos Indonesia has the potential to strengthen the global competitiveness of micro, small, and medium enterprises while simultaneously supporting the advancement of Indonesia's economic diplomacy on the international stage.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional, namun daya saing mereka di tingkat global masih relatif terbatas akibat berbagai kendala struktural, antara lain keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi digital, serta hambatan logistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konsep glokalisasi dapat diterapkan sebagai strategi dalam mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah memasuki pasar global, dengan menempatkan Badan Usaha Milik Negara, khususnya PT Pos Indonesia, sebagai fasilitator utama dalam kerangka diplomasi ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan aktor internal PT Pos Indonesia yang memiliki akses terhadap kebijakan dan praktik pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan logistik nasional dan internasional, dukungan infrastruktur digital, serta kolaborasi lintas lembaga memungkinkan PT Pos Indonesia berfungsi sebagai solusi terpadu, terutama melalui inisiatif fasilitasi ekspor. Kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka analisis yang memadukan konsep glokalisasi dengan pendekatan diplomasi ekonomi melalui peran Badan Usaha Milik Negara, sebuah perspektif yang belum banyak dikaji dalam literatur sebelumnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran PT Pos Indonesia berpotensi memperkuat daya saing global usaha mikro, kecil, dan menengah sekaligus mendukung penguatan diplomasi ekonomi Indonesia di panggung internasional. 
The Role of Electronic Word of Mouth in Constructing Consumer Loyalty through Digital Social Legitimacy for Culinary MSMEs Fadhillah, Muhammad iffan; Hariyanto, Didik
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3987

Abstract

 Digital transformation in the culinary sector has shifted marketing communication from conventional word-of-mouth (WOM) to platform-based electronic word-of-mouth (e-WOM). This shift establishes online reviews as socially constructed spaces that fundamentally influence consumer perceptions and loyalty. This study aims to analyze how e-WOM shapes consumer loyalty toward Hanaraya Chicken Noodle, a prominent local culinary MSME. A qualitative descriptive case study was employed, utilizing data from in-depth interviews, field observations, and the documentation of 2,580 online reviews posted throughout 2024 on Google Reviews, ShopeeFood, and GrabFood. The data were analyzed through thematic analysis and validated via source triangulation. The findings reveal that e-WOM constructs loyalty by integrating cognitive, affective, and conative dimensions. Specifically, narratives emphasizing taste consistency generate satisfaction and emotional attachment, while perceptions of price fairness reinforce trust and value evaluation. The interaction of these dimensions produces digital social legitimacy, which serves as a collective reputation-building mechanism that triggers repurchase intentions and active recommendations. This study highlights that for culinary MSMEs, sustaining long-term loyalty in digital marketplace ecosystems depends on the synergy between consistent sensory quality and perceived price equity as reflected in peer-generated digital discourse.Transformasi digital dalam sektor kuliner telah mengubah pola komunikasi pemasaran dari word of mouth (WOM) konvensional menjadi electronic word of mouth (e-WOM) berbasis platform. Pergeseran ini memperkuat peran ulasan daring sebagai ruang konstruksi sosial yang secara fundamental memengaruhi persepsi dan loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana e-WOM membentuk loyalitas konsumen pada Mie Ayam Hanaraya, sebuah UMKM kuliner lokal yang sedang berkembang. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi terhadap 2.580 ulasan daring selama tahun 2024 pada platform Google Reviews, ShopeeFood, dan GrabFood. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dan divalidasi melalui triangulasi sumber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa e-WOM membangun loyalitas melalui integrasi dimensi kognitif, afektif, dan konatif. Secara spesifik, narasi yang menekankan konsistensi rasa menghasilkan kepuasan dan ikatan emosional, sementara persepsi keadilan harga memperkuat kepercayaan dan evaluasi nilai. Interaksi dimensi-dimensi tersebut menghasilkan legitimasi sosial digital yang mendorong niat pembelian ulang dan rekomendasi aktif. Penelitian ini menegaskan bahwa bagi UMKM kuliner, menjaga loyalitas jangka panjang dalam ekosistem pasar digital sangat bergantung pada sinergi antara kualitas sensorik yang konsisten dan keadilan harga yang tercermin dalam diskursus digital antarkonsumen. 
Pengaruh Penggunaan Game Online Mobile Legends terhadap Perubahan Perilaku Sosial Remaja di Kabupaten Tegal Anugrah, Deka Idhar; Edy, Sarwo; Muyassaroh, Inas Sany
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3759

Abstract

This study is motivated by the growing popularity of Mobile Legends  among adolescents, which may influence their social behavior. The purpose of this study is to examine the effect of  online game usage on changes in adolescents’ social behavior in Lebeteng Village, Tarub District, Tegal Regency where phenomena such as juvenile delinquency and the misuse of social media have emerged in relation to the game. This research employed a descriptive quantitative approach using $S-$R. Data were collected through Likert scale questionnaires distributed to 232 adolescents and analyzed using simple linear regression. The normality test indicated that the data were normally distributed, meeting the assumptions for parametric analysis. The results indicate a significant effect of  usage on changes in adolescents’ social behavior, showing a strong and positive relationship. These findings suggest that higher intensity of online game usage is associated with greater changes in social behavior. The study concludes that  functions as a stimulus that directly shapes adolescents’ social behavior responses, highlighting the importance of managing online game usage to maintain healthy social interactions.Penelitian ini dilatarbelakangi dari tingginya minat remaja terhadap game online Mobile Legends yang diduga berdampak pada perilaku sosial mereka. Studi ini bertujuan menguji seberapa besar pengaruh penggunaan Mobile Legends terhadap perubahan perilaku sosial remaja di Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal yang memiliki fenomena kenakalan remaha dan penyalahgunaan media akibat dari Mobile Legends. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan landasan teori S R sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang dibagikan kepada 232 remaja, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal sehingga layak dianalisis secara parametrik. Temuan penelitian membuktikan adanya pengaruh signifikan antara intensitas bermain Mobile Legends dan perubahan perilaku sosial dengan hubungan yang kuat serta searah dengan nilai R Square sebesar 0.832 hal ini atau 83,2% perubahan sosial remaja dipengaruhi oleh Mobile Legends. Artinya, semakin sering remaja bermain, semakin besar kecenderungan perubahan perilaku sosial yang muncul. Penelitian ini menegaskan bahwa Mobile Legends berfungsi sebagai stimulus yang memicu respons perilaku sosial remaja, sehingga penggunaan game perlu dikendalikan agar tidak mengganggu interaksi sosial dalam kehidupan sehari hari. 
Pengelolaan Informasi Privat dan Mitigasi Risiko Sosial pada Mahasiswa Kos Pelaku Perilaku Seksual Pranikah di Kota Madiun Ardianingsih, Neni Utami; Magdalena, Maria; Hasan, Fikri
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3989

Abstract

This study explores the privacy communication management of boarding house students in Madiun engaged in premarital sexual behavior through the lens of Communication Privacy Management (CPM). Using a qualitative case study approach, the research focuses on how these individuals manage information ownership, construct privacy boundaries, and navigate turbulence within interpersonal relationships. Data were gathered through in-depth interviews with three students and analyzed using CPM’s core pillars: privacy ownership, boundaries, rules, and turbulence. The findings reveal that students perceive their sexual behavior as highly sensitive private property under their absolute control as information owners. Disclosure is executed selectively, dictated by levels of interpersonal trust, relationship context, and potential social risks. Consequently, students establish situational and flexible privacy rules while designating specific confidants as "co-owners" of the information. When these rules are breached, leading to information leakage, informants experience privacy turbulence that triggers significant emotional responses. However, such turbulence does not invariably result in a total communication breakdown; instead, it prompts students to recalibrate their privacy boundaries and tighten future communication patterns. This research contributes to interpersonal communication studies by demonstrating the resilience of CPM theory in explaining the complex privacy dynamics of students facing intense social stigma and moral risks within a conservative environment.Penelitian ini mengeksplorasi manajemen komunikasi privasi mahasiswa kos di Madiun yang terlibat dalam perilaku seksual pranikah melalui perspektif Communication Privacy Management (CPM). Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, fokus penelitian diarahkan pada bagaimana individu mengelola kepemilikan informasi, mengonstruksi batasan privasi, serta menavigasi turbulensi dalam hubungan interpersonal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga mahasiswa dan dianalisis menggunakan pilar utama CPM: kepemilikan, batasan, aturan, dan turbulensi privasi. Temuan mengungkapkan bahwa mahasiswa memandang perilaku seksual mereka sebagai properti pribadi yang berada di bawah kendali penuh mereka sebagai pemilik informasi. Pengungkapan dilakukan secara selektif, yang ditentukan oleh tingkat kepercayaan interpersonal, konteks hubungan, dan potensi risiko sosial. Akibatnya, mahasiswa menetapkan aturan privasi yang situasional dan fleksibel sambil menunjuk orang kepercayaan tertentu sebagai "pemilik bersama" (co-owners) informasi tersebut. Ketika aturan ini dilanggar dan memicu kebocoran informasi, informan mengalami turbulensi privasi yang memicu respons emosional yang signifikan. Namun, turbulensi tersebut tidak selalu berujung pada pemutusan komunikasi total; sebaliknya, hal itu mendorong mahasiswa untuk melakukan rekalibrasi batasan privasi dan memperketat pola komunikasi di masa depan. Penelitian ini berkontribusi pada studi komunikasi interpersonal dengan menunjukkan ketahanan teori CPM dalam menjelaskan dinamika privasi kompleks mahasiswa yang menghadapi stigma sosial dan risiko moral di lingkungan konservatif. 
Presentasi Diri Antara Tubuh Privat dan Tubuh Sosial Perempuan Generasi Z dalam SmartChallenge Le Sserafim di TikTok Valensia, Amara; Fajar, Fajar
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3970

Abstract

This study aims to explore the negotiation of self-presentation between the private body and the social body of Generation Z women in SmartChallenge Le Sserafim on TikTok. The approach used is qualitative, employing Erving Goffman’s dramaturgical theory as the theoretical analysis framework. The research location is in Sekaran Village, Gunungpati District, Semarang City, which was chosen because of the high use of TikTok among Generation Z, especially female students of the Faculty of Social and Political Sciences, Semarang State University. Data were collected through interviews with nine main informants, namely female students who were actively involved in the SmartChallenge trend, and five supporting informants, namely female students who only knew about the trend. Data validity was tested through triangulation, while data analysis was conducted using the Miles, Huberman, and Saldana model, namely, data condensation, presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that SmartChallenge Le Sserafim on TikTok has become a space for Generation Z women to present themselves socially and privately. There is a conscious negotiation between the desire for recognition and concerns about public judgment, so Generation Z women tend to use a second account to maintain privacy and avoid body shaming. Body representation on TikTok is a conscious negotiation between the front and backstage, in accordance with the concept of dramaturgy. This phenomenon demonstrates that Generation Z women actively strategize self-presentation to maintain safety, comfort, and identity amidst the pressures of algorithms and social norms.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana negosiasi presentasi diri antara tubuh privat dan tubuh sosial perempuan generasi Z dalam SmartChallenge Le Sserafim di TikTok. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menempatkan teori dramaturgi Erving Goffman sebagai kerangka analisis teoritis. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, yang dipilih karena tingginya penggunaan TikTok di kalangan generasi Z, khususnya mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan sembilan informan utama yaitu mahasiswi yang aktif terlibat dalam tren SmartChallenge, dan lima informan pendukung yaitu mahasiswi yang hanya mengetahui tren tersebut. Validitas data diuji melalui triangulasi, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yaitu kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SmartChallenge Le Sserafim di TikTok menjadi ruang bagi perempuan generasi Z untuk menampilkan diri secara sosial maupun privat. Ditemukan adanya negosiasi aktif antara keinginan untuk diakui dan kekhawatiran terhadap penilaian publik, sehingga perempuan generasi Z cenderung menggunakan akun kedua untuk menjaga privasi serta menghindari body shaming. Representasi tubuh di TikTok menjadi bentuk negosiasi sadar antara panggung depan dan belakang sesuai konsep dramaturgi. Fenomena ini membuktikan bahwa perempuan generasi Z secara aktif mengatur strategi presentasi diri supaya  tetap aman, nyaman, dan sesuai identitas pribadi di tengah tekanan algoritma dan norma sosial.
Kesenjangan Struktural antara Penegakan Represif dan Rehabilitasi Sosial Berkelanjutan dalam Penanganan Kelompok Perkotaan yang Terpinggirkan di Kabupaten Banyumas Celesta, Araska Arkananta; Wijayanti, Tutik
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3782

Abstract

The increasing number of beggars, vagrants, and homeless people (BVH) in Banyumas Regency highlights the limitations of social welfare policies in addressing these issues sustainably. Previous studies have tended to focus on aspects of enforcement, control, or partial rehabilitation, while policy evaluations that integrate implementation performance and inter-agency governance at the local level remain limited. This study aims to evaluate the effectiveness, adequacy, responsiveness, and equity of BVH management policies for the 2020–2024 period and to analyze governance between the Social Affairs Office and the Civil Service Police Unit (Satpol PP). The study employs a descriptive qualitative method using a case study approach in South Purwokerto Subdistrict, selected due to high community mobility and the intensity of BVH presence. There were five informants, consisting of two functional officials for social rehabilitation from the Social Affairs Office, one section head from the Community Police Unit, one shelter manager, and one community member selected through purposive sampling. Data collection was conducted through in-depth interviews and field observations over a seven-day period. Research data included Banyumas Regency Regulation No. 16 of 2015 as well as BVH statistical data from the publication Banyumas in Figures for the 2020–2024 period. Analysis utilized William N. Dunn’s policy evaluation framework and Edwards III’s (1980) implementation model. Results indicate that implementation remains dominated by a temporary repressive approach, while rehabilitation efforts are limited due to resource constraints and insufficient service capacity. Policy performance is also influenced by weak inter-agency governance, particularly structural fragmentation, communication barriers, and the absence of integrated technical regulations.Meningkatnya jumlah Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) di Kabupaten Banyumas menunjukkan keterbatasan kebijakan kesejahteraan sosial dalam menangani permasalahan secara berkelanjutan. Penelitian terdahulu cenderung menitikberatkan aspek penertiban, pengendalian, atau rehabilitasi secara parsial, sementara evaluasi kebijakan yang mengintegrasikan kinerja implementasi dan tata kelola antarinstansi daerah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas, kecukupan, responsivitas, dan perataan kebijakan penanganan PGOT periode 2020–2024 serta menganalisis tata kelola antara Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di Kecamatan Purwokerto Selatan yang dipilih karena tingginya mobilitas masyarakat dan intensitas PGOT. Informan berjumlah lima orang, terdiri dari dua pejabat fungsional rehabilitasi sosial Dinas Sosial, satu kepala seksi Satpol PP, satu pengelola rumah singgah, dan satu anggota masyarakat yang dipilih purposive. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan selama tujuh hari. Data penelitian meliputi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2015 serta data statistik PGOT dalam publikasi Banyumas dalam Angka periode 2020–2024. Analisis menggunakan kerangka evaluasi kebijakan William N. Dunn dan model implementasi Edwards III (1980). Hasil menunjukkan implementasi masih didominasi pendekatan represif temporer, sedangkan rehabilitasi terbatas akibat keterbatasan sumber daya dan kapasitas layanan. Kinerja kebijakan juga dipengaruhi lemahnya tata kelola antarinstansi, terutama fragmentasi struktural, kendala komunikasi, dan belum tersedianya regulasi teknis terintegrasi.  
Soft Masculinity dan Female Gaze pada Iklan Mirael Sugar Wax x Jefri Nichol “Waxing Itu Enak, Waxing Itu Mirael, Nagih Kan?” Sandi, Rifki Aris; Lomanto, Reiner Christlouvie; Narendra, Rama; Gusma, Favian Daffa
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3639

Abstract

 This study explores how the Mirael Sugar Wax x Jefri Nichol advertisement titled “Waxing Itu Enak, Waxing Itu Mirael, Nagih Kan?” constructs soft masculinity while mobilizing the female gaze as a commercial strategy. The analysis focuses on a single video advertisement, examining frame composition, gaze direction, bodily gestures and facial expressions, vocal intonation, lighting, background color, and the interaction between visual and audio elements in producing meaning. Using Multimodal Discourse Analysis, the study finds that Jefri Nichol’s body is presented as sensual and aesthetically appealing, open to being looked at, yet still maintaining symbolic control through his athletic physique and carefully managed performance. This representation does not fully challenge patriarchal structures; instead, it offers a softer and more flexible form of masculinity that remains within the same framework of power. In this context, the female gaze does not operate as a reversal of dominance but as a contemporary way of packaging and marketing the male body within visual consumer culture. The study contributes to masculinity and advertising scholarship in Indonesia by demonstrating how male objectification can function as a market strategy that reshapes masculine imagery without fundamentally disrupting dominant gender arrangements.Penelitian ini membahas bagaimana iklan Mirael Sugar Wax x Jefri Nichol berjudul “Waxing Itu Enak, Waxing Itu Mirael, Nagih Kan?” membangun representasi soft masculinity sekaligus memanfaatkan female gaze sebagai strategi komersial. Analisis dilakukan terhadap satu video iklan dengan menelaah komposisi gambar, arah tatapan, gestur dan ekspresi tubuh, intonasi suara, pencahayaan, warna latar, serta hubungan antar unsur visual dan audio yang membentuk makna. Melalui pendekatan Multimodal Discourse Analysis, penelitian ini menunjukkan bahwa tubuh Jefri Nichol ditampilkan sebagai sosok yang sensual dan estetis, terbuka terhadap tatapan, tetapi tetap memegang kendali simbolik melalui tubuh yang atletis dan performa yang terkontrol. Representasi ini tidak benar benar menggugat struktur patriarki, melainkan menampilkan bentuk maskulinitas yang lebih lembut dan lentur namun tetap berada dalam kerangka kuasa yang sama. Female gaze dalam iklan ini bekerja bukan sebagai pembalikan dominasi, tetapi sebagai cara baru untuk mengemas dan menjual tubuh laki laki dalam budaya konsumsi visual. Temuan ini memberi sumbangan pada kajian maskulinitas dan periklanan di Indonesia dengan menunjukkan bahwa objektifikasi laki laki dapat menjadi strategi pasar yang memperbarui citra maskulinitas tanpa sepenuhnya menggeser tatanan gender yang dominan. 
Public Attitudes Toward Green Energy During the Russia-Ukraine War: Social Media Sentiment Analysis Ali, Suaad Yahya Mohammed; Majeed, Muhammad Kashif; Amzat, Ismail Hussein
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3949

Abstract

 The Russia-Ukraine war, beginning in February 2022, profoundly disrupted global energy markets and forced European nations to reconsider their long-standing dependence on Russian fossil fuels. This geopolitical crisis intensified public debate regarding the role of green energy in ensuring energy security and national sovereignty. This study examines public attitudes toward green energy during the first five months of the conflict through a sentiment analysis of 153,515 Facebook posts. By applying emotional intensity measurements and statistical techniques, the research identifies shifting discourse patterns across two distinct phases: Phase 1 (February–March) and Phase 2 (April–June). Findings reveal that public engagement increased substantially, with Phase 2 containing 59% more content than Phase 1. Overall sentiment shifted from slightly negative (-0.02) to positive (+0.03), characterized by a significant rise in hope and urgency alongside a marked decrease in fear. Most significantly, the framing of green energy as a tool for energy independence increased by 60%, as support grew from 21.6% to 25.9%. These results indicate that the war fundamentally reframed public discourse, positioning renewable energy as a strategic security imperative rather than a purely environmental concern. This shift presents new opportunities for accelerating energy transitions, provided that persistent concerns regarding reliability and cost are addressed.

Page 1 of 2 | Total Record : 13