cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
TEORI WALTER BENJAMIN: TEORI MIMPI GANDA FENOMENA KEBAHARUAN YANG SELALU LAGI-LAGI SAMA (THE ALWAYS-AGAIN-THE-SAME): TELEVISI DAN PONSEL CERDAS Eka Dana Afriza
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.05 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i2.2282

Abstract

Technological developments produce many novelties, but if we are careful, the same repeating patterns will emerge. Long before the advent of smart phones, Walter Benjamin (1892-1940) had reflected the distinctive characteristics of capitalism, the novelty phenomenon which is always the same again (the always-again-the-same). The focus of this article lies in the concept and phenomenon of this repetition. This article reviews some of the experts' understandings of the same novelty concept and its application to studies in the literature. Furthermore, the authors reflect on their own using television and smartphone cases and the communication behavior of parents and children. The author argues that the communication behavior of parents and children induced by smartphones today is a repetition of what actually happened at a time when the capitalistic object or product that was consumed was television, screened media that parents and children consumed before the invention of the smartphone.Keywords: communication behavior, novelty which is again the same, Walter Benjamin, double dream theory, smartphonePerkembangan teknologi menghasilkan banyak kebaharuan, namun jika kita teliti akan muncul berbagai pola berulang yang sama. Jauh sebelum munculnya ponsel cerdas, Walter Benjamin (1892-1940) telah merefleksikan karakteristik khas dari kapitalisme, fenomena kebaharuan yang selalu lagi-lagi sama (the always-again-the-same).  Fokus dari artikel ini terletak pada konsep dan fenomena pengulangan ini. Artikel ini meninjau sejumlah pemahaman para ahli mengenai konsep kebaharuan yang sama serta penerapannya dalam studi dalam literatur. Selanjutnya penulis merefleksikan sendiri menggunakan kasus televisi, ponsel cerdas, dan perilaku komunikasi orang tua dan anak. Penulis berargumen bahwa perilaku komunikasi orang tua dan anak yang diinduksi oleh ponsel cerdas di masa kini adalah pengulangan atas apa yang sebenarnya telah terjadi pada masa dimana objek atau produk kapitalistik yang dikonsumsi adalah televisi, media berlayar yang dikonsumsi orang tua dan anak sebelum ditemukannya ponsel cerdas.Kata kunci: perilaku komunikasi, kebaharuan yang lagi-lagi sama, Walter Benjamin, teori mimpi ganda, ponsel cerdas
MENJALIN KOMUNIKASI PUBLIK : STRATEGI HUMAS UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI DALAM MENJAGA RELASI INTERNAL DAN EKSTERNAL Liborius Benny Renggo; Aizun Najih; Fathul Qorib
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.35 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i2.2222

Abstract

This study aims to understand management strategies to build good relations with the community and increase the university's reputation. Because basically, a good public relations management strategy is fundamental in conveying valid information to individuals, organizations, and the public. As an educational institution, Tribhuwana Tunggadewi University needs to understand and implement a good public relations management strategy. Its duties and responsibilities in providing information, educating, convincing, and attracting public sympathy are effectively achieved. This study indicates that the public relations management strategy of Tribhuwana Tunggadewi University includes two ways, namely internal and external activities. Internally, public relations can create a comfortable atmosphere in good relations with the internal public by improving services and strengthening public relations programs. Externally, campus public relations use outdoor communication media, take advantage of mass media, and activate social media to reach the entire community.Keywords: Management Public Relations, Universitas Tribhuwana Tunggadewi, university's reputationPenelitian ini merupakan upaya untuk memahami dan menerapkan strategi manajemen yang benar demi membangun hubungan baik dengan masyarakat dan meningkatkan citra universitas. Sebab pada dasarnya strategi manajemen humas yang baik sangat penting dalam menyampaikan informasi yang sah dan valid, baik kepada individu maupuan organisasi dan masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan, Universitas Tribhuwana Tunggadewi perlu memahami dan menerapkan strategi manajemen humas yang baik, sehingga tugas dan tanggung jawabnya dalam hal memberikan informasi, mengedukasi, meyakinkan dan menarik simpati publik tercapai secara efektif. Hasil penelitian menyatakan, strategi manajemen humas Universitas Tribhuwana Tunggadewi meliputi dua cara yaitu aktivitas secara internal dan eksternal. Secara internal, humas mampu menciptakan suasana nyaman dalam melakukan hubungan baik dengan public internalnya dengan cara meningkatkan pelayanan serta penguatan program-program kehumasan. Secara ekternal, humas kampus menggunakan media komunikasi luar ruang, memanfatkan media massa, dan mengaktifkan media sosial guna menjangkau seluruh masyarakat.Kata Kunci: Manajemen public relations, Universitas Tribhuwana Tunggadewi, reputasi universitas
STRATEGI KOMUNIKASI KRISIS SEBAGAI BENTUK PENGUATAN HUBUNGAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA Rosalia Nurdiarti; Kristina Andryani
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.557 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2363

Abstract

The role of public relations of universities is required to be able to foster synergistic communication between educational institutions and the community. One of the dynamics experienced when students as stakeholders experience dissatisfaction over the policies delivered by the University so as to cause potential conflict even extending to the crisis. The case to be raised in this study is a demonstration conducted by students of Universitas Gadjah Mada Yogyakarta because of the single tuition fee that rose. The purpose of this research is to understand and map the crisis communication strategy carried out by UGM in order to strengthen relations with students. The method used is with a qualitative approach, by observing information systems and public aspirations on ugm website, and collecting data through semistructured interviews in the public relations and protocol sections. This research concept uses situational theory of the public that explains the perceptions, attitudes and behaviors of public communication. The result of this study is, student behavior tends to be actively involved in seeking information related to tuition increases. Second, students' perception of the situation is realizing that something is wrong in the policy, they have involvement in the issue of tuition increases and the form of their attitude to protests. Third, UGM as an institution opened access for students to express their aspirations and disappointments through demonstrations.Keywords : Demonstration; higher education public relations; Student; Crisis management; Single tuitionPeran Humas perguruan tinggi dituntut mampu menumbuhkan komunikasi yang sinergis antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Salah satu dinamika yang dialami ketika mahasiswa sebagai stakeholder mengalami rasa tidak puas atas kebijakan yang disampaikan Univeritas sehingga menimbulkan potensi konflik bahkan meluas hingga krisis. Kasus yang hendak diangkat dalam penelitian ini adalah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta karena Uang Kuliah Tunggal yang naik. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami dan memetakan strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh UGM dalam rangka untuk menguatkan kembali relasi dengan para mahasiswa. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif, dengan melakukan observasi pada sistem informasi dan aspirasi publik di website UGM, serta mengumpulkan data-data melalui wawancara semiterstruktur pada bagian Humas dan protokol. Secara konsep penelitian ini menggunakan teori situational of the public yang menjelaskan terkait persepsi, sikap dan perilaku komunikasi publik. Hasil dari penelitian ini adalah, perilaku mahasiswa cenderung terlibat aktif mencari informasi terkait kenaikan uang kuliah. Kedua, persepsi mahasiswa terhadap situasi tersebut yaitu menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dalam kebijakan, mereka memiliki keterlibatan dalam isu kenaikan uang kuliah dan bentuk sikap mereka melakukan aksi demontrasi. Ketiga, UGM sebagai institusi membuka akses pada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan kekecewaan mereka melalui aksi demo.Kata kunci : Demonstrasi; Humas pendidikan tinggi; Mahasiswa; Manajemen krisis; Uang kuliah tunggal
TEORI KRITIS DAN DIALEKTIKA PENCERAHAN MAX HORKHEIMER Anna Kurniawati; Alexander Seran; Ridzki Rinanto Sigit
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.669 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i2.2281

Abstract

This research wants to know the thoughts of one of the critical figures of the first generation of the Frankfurt School, namely Max Horkheimer. This study uses a qualitative method with a literature review study. Based on the literature review study, there are several works of Max Horkheimer’s thought. However, this research intends to discuss are Max Horkheimer’s two prominent thoughts, namely the Dialectic of Enlightenment and Critical Theory. Dialectic of Enlightenment is a book by Adorno and Horkheimer published in 1947 with the title Dialectic der Aufklarung which contains criticism of modern society. This book develops the claim that the systematic search for reason and enlightened freedom has a long-term ironic effect in producing new forms of rationality and oppression. The various essays collected in “Critical Theory” contain not only an acute rejection of positivism but also a denial of the scientific tendencies of orthodox Marxism. According to Horkheimer, the task of critical theory is to penetrate the world of matter and show the basic relationship between persons.Keyword: critical theory, enlightenment dialectic, frankfurt schoolPenelitian ini ingin mengetahui pemikiran dari salah seorang tokoh kritis generasi pertama dari Mazhab Frankfurt, yaitu Max Horkheimer. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan studi literatur review. Berdasarkan studi literatur review, terdapat beberapa hasil karya pemikiran Max Hoekheimer. Namun, yang ingin dibahas dalam penelitian ini adalah dua pemikiran Max Horkheimer yang menonjol, yaitu: Dialectic of Enlightenment (Dialektika Pencerahan) dan Teori Kritis. Dialectic of Enlightenment merupakan buku karangan Adorno dan Horkheimer yang terbit pada tahun 1947 dengan judul Dialektik der Aufklarung yang berisi kritik terhadap mayarakat modern. Buku ini mengembangkan klaim bahwa pencarian sistematik dari akal budi dan kebebasan yang tercerahkan mempunyai pengaruh ironis jangka panjang dalam melahirkan bentuk-bentuk rasionalitas dan penindasan baru. Berbagai esai yang dikumpulkan dalam “Critical Theory” tidak hanya berisi penolakan akut terhadap positivisme, namun juga berisi penyangkalan terhadap tendensi keilmuan Marxisme ortodoks. Menurut Horkheimer, tugas teori kritis adalah untuk menembus dunia benda dan menunjukkan hubungan dasariah antar pribadi.Kata Kunci: dialektika pencerahan, mazhab frankfurt, teori kritis
PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH (BMD) KABUPATEN ROKAN HILIR (STUDI KASUS KOMPLEKS PERKANTORAN KAWASAN BATU ENAM) Mutia Mariam; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.29 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2366

Abstract

This study aims to determine: (1) Management of Regional Property (BMD) of Rokan Hilir Regency, especially the management of buildings and buildings belonging to the regional government in the Batu Six office complex (2) Inhibiting Factors in the Management of Regional Property of Rokan Hilir Regency. In this study, the researcher uses the theory of (Hindawan, et al 2006:119) in which the asset life cycle has four phases, namely planning, procurement, operation and disposal. The findings in this study are that there are still many local government buildings that have stopped being activated, causing several buildings and buildings to be abandoned, starting from buildings that are still fit for use to buildings whose physical condition is no longer usable. From another phenomenon, researchers see that there is still less emphasis on local government policies in procuring regional property. The inhibiting factors in the management of regional property are the lack of quality human resources and the lack of emphasis on the government in implementing regional regulations, resulting in a lack of optimization of the management of Regional Property by the regional government.Keywords: Management; Regional Property Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Kabupaten Rokan Hilir khususnya pengelolaan pada gedung dan bangunan milik pemerintah daerah di kompleks perkantoran kawasan batu enam (2) Faktor Penghambat Pengelolaan Barang Milik Daerah Kabupaten Rokan Hilir. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori (Hindawan, dkk 2006:119) yang mana siklus hidup asset memiliki empat fase yaitu perencanaan, pengadaan, pengoperasian dan penghapusan. Temuan pada penelitian ini adalah masih banyaknya bangunan pemerintah daerah yang berhenti difungsikan sehingga menyebabkan beberapa gedung dan bangunan terbengkalai, dimulai dari bangunan yang masih layak pakai hingga bangunan yang kondisi fisiknya sudah tidak dapat digunakan. Dari fenomena lain peneliti melihat masih kurang tegasnya pemerintah daerah dalam pemberlakuan kebijakan dalam melakukan pengadaan barang milik daerah. Faktor-faktor penghambat dalam pengelolaan barang milik daerah tersebut ialah kurangnya kualitas sumber daya manusia dan tidak tegasnya pemerintah dalam menjalankan peraturan daerah, sehingga mengakibatkan kurangnya pengoptimalisasian pengelolaan Barang Milik Daerah oleh pemerintah daerah.Kata Kunci: Pengelolaan; Barang Milik Daerah
KONVERGENSI MEDIA DALAM PROGRAM “AFTER HOURS WITH HELMY YAHYA” DI INEWS Irmawati Oktavianingtyas; Udi Rusadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.73 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2360

Abstract

After Hours with Helmy Yahya is a talk show program produced by Inews TV, under the auspices of the MNC Group. But unfortunately the program was terminated after airing for no more than 2 months. Convergence as a strategy for media companies to survive in the digital era has been applied to the program, but apparently this does not affect the success of the program. Therefore, the author wants to know the application of media convergence in the "After Hours with Helmy Yahya" program and also to know the extent to which convergence contributes to the success of the program, especially in terms of the political economy of the media. The results of the study indicate that most of the program's income comes from After Hours with Helmy Yahya which broadcasted via analog TV. It can be concluded that the convergence strategy has not contributed significantly to the success of the program, especially in terms of income for the company.Keywords: The Political economy of media, Media Convergence, Inews.Abstrack: After Hours with Helmy Yahya merupakan program talkshow besutan Inews TV, dibawah naungan MNC Group. Namun sayangnya program tersebut diberhentikan setelah tayang tidak lebih dari 2 bulan. Konvergensi yang digadang-gadang sebagai sebuah strategi perusahaan media untuk bertahan di Era digital telah diterapkan pada program tersebut, namun tampakhnya hal ini tidak mempengaruhi keberhasilan program. Oleh karena itulah penulis ingin mengetahui penerapan konvergensi Media Dalam Program “After Hours with Helmy Yahya” dan sejauh mana konvergensi berkontribusi pada keberhasilan program, terutama dari sisi ekonomi politik media. Hasil penelitian menunjukkah bahwa Sebagian besar pendapan program masih berasal dari tayangan After Hours with Helmy Yahya yang disiarkan melalui TV analog, dengan begitu strategi konvergensi yang dilakukan belum berkontribusi secara signifikan dalam keberhasilan program tersebut, terutama dari sisi pemasukan untuk perusahaan.Kata Kunci: Ekonomi Politik Media, Konvergensi Media, Inews.
MAKNA DAN IDENTITAS BUDAYA BAJAWA NUSA TENGGARA TIMUR DALAM FILM SAHABAT KECIL EPISODE 2 Apolonius Kristoforus Ga’a; Fathul Qorib; M Abd Ghofur
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.9 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v11i1.2464

Abstract

The film “Childhood Friend episode 2” is a film telling the story about the love of a couple who had to run aground because of the differences in social caste between the two families. The reason for choosing the film " Childhood Friend episode 2" is because in the film it displays elements of Bajawa (East Nusa Tenggara) culture. The purpose of this research is to find out the meaning of Bajawa cultural symbols contained in the scenes in the film. This study uses a qualitative research method using the method of semiotic analysis of the meaning triangle of Charles Sanders Pierce. Based on the results of this study, there is the meaning of the Bajawa cultural symbol like a traditional house Ngadhu, Bagha, traditional clothes like Boku, Kasa sese and the Bajawa traditional marriage system. For readers to be able to understand and tolerate each other with friends from different cultures so that there are no misunderstandings and miscommunications so that conflicts do not occur.Film “Sahabat Kecil episode 2” merupakan film yang bercerita tentang cinta sepasang kekasih yang harus kandas karena perbedaan kasta sosial antara kedua keluarga. Alasan memilih film “Sahabat Kecil episode 2” karena dalam film tersebut menampilkan unsur kebudayaan Bajawa (Nusa Tenggara Timur). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui makna simbol-simbol budaya Bajawa yang terdapat dalam scene-scene dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis semiotika segitiga makna Charles Sanders Pierce. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat makna simbol budaya Bajawa seperti rumah adat Ngadhu, Bagha, pakaian adat seperti Boku, kasa sesedan sistem perkawinan adat Bajawa. Bagi para pembaca agar mampu memahami dan saling bertoleransi dengan teman yang berbeda budaya agar tidak terjadi kesalahpahaman dan miskomunikasi sehingga tidak terjadinya konflik.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM HUBUNGAN PERTEMANAN Roro Irene Ayu Cahyaning Marchellia; Chontina Siahaan
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2351.746 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v11i1.2357

Abstract

In the digital era, social media holds essential functions for humans' social life, especially their relation to friends on social media. This study aims to explain how social media can establish a human friendship. The qualitative method was used by existing sources such as previous journals related to the research themes, doing observations, and providing questions through interviews. The results of this research show that social media can help humans to establish a friendship with some people whom they already know. It also resulted in some users using social media to find a friend or make a relationship with someone new or someone they have never known before. In addition, many features presented on social media encourage the users to be able to have closer friendships, as well as help them to find new friends in their life.Media sosial di era digital ini memegang fungsi penting dalam kehidupan bersosialisasi. Khususnya, bagaimana manusia berhubungan dengan teman-temannya dalam media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana suatu media sosial yang digunakan, mampu untuk menjalin suatu hubungan pertemanan manusia. Metode kualitatif digunakan dengan memakai sumber-sumber yang ada, seperti jurnal-jurnal terdahulu yang berkaitan dengan tema penelitian, melakukan pengamatan, serta memberikan pertanyaan yang penulis sajikan melalui wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial mampu membantu manusia untuk bisa menjalin hubungan pertemanan dengan orang yang sudah mereka kenal. Beberapa pengguna menggunakan media sosial untuk menemukan atau menjalin pertemanan dengan seseorang yang baru atau seseorang yang tidak mereka tahu sebelumnya. Selain itu, banyaknya fitur yang disajikan dalam media sosial tersebut, mendorong pengguna untuk dapat membuat hubungan pertemanan mereka semakin erat dan membantu mereka yang akan mencari teman baru dalam kehidupan mereka.
KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DALAM WEBSITE PEMERINTAH KOTA BAUBAU L.M. Azhar Sa'ban
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.112 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v11i1.2438

Abstract

This research focuses on Public Information Disclosure in the Baubau City Government Website. The method used in this research is descriptive qualitative method. Sources of research data are using primary sources and secondary sources. Data analysis techniques in this study are data collection, data reduction, identification and category. The results show that in general, the quantity of public information content displayed on government websites is still low. Public Information Disclosure has not been effective, it can be seen from the information content in the website portal that there are still parts in the portal that do not have information data. Information must be provided and published regularly through the official government website. Information Management and Documentation Officers should be more active in improving public information disclosure services, so that the public is more aware of public information disclosure.Penelitian ini mengambil fokus pada Keterbukaan Informasi Publik dalam Website Pemerintah Kota Baubau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Teknik analisa data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, indentifikasi dan Kategori.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, kuantitas muatan informasi publik yang ditampilkan dalam website pemerintah masih rendah. Keterbukaan Informasi Publik belum berjalan efektif terlihat dari isi informasi dalam portal website masih terdapat bagian-bagian dalam portal yang tidak memiliki data informasi. Informasi wajib disediakan dan dipublikasikan secara berkala melalui website resmi pemerintah. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi hendaknya lebih aktif meningkatkan layanan keterbukaan informasi publik, sehingga masyarakat lebih mengetahui tentang keterbukaan informasi publik.
PERAN BALAI LATIHAN KERJA KOTA PROBOLINGGO DALAM MENGURANGI PENGANGGURAN DIMASA COVID-19 Jefri Tri Kristiyono; Imam Sucahyo
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.319 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v11i1.2369

Abstract

In Probolinggo City because of this pandemic and also PPKM which rose to level 4 this has caused the rate of layoffs to increase this applies to job seekers due to policies from the government many companies disable companies and temporarily do not open job vacancies this causes an increase in unemployment in Probolinggo City This study aims to determine the role of the Probolinggo City Job Training Center to reduce unemployment during the pandemic. With this training, it is hoped that it will reduce unemployment due to this pandemic. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. The focus of the research discussion is the implementation of job training during the pandemic with 2 indicators, namely training methods and training objectives. The research was conducted at the Probolinggo City Job Training Center, with the interview method to collect data. The results of this research are that in the implementation of job training carried out by the Probolinggo City Job Training Center, it succeeded in reducing unemployment by applying 60% practice training methods, 40% theoretical training participants could Practicing what the training instructor teaches, the goal of the Probolinggo City Job Training Center is achieved by collaborating with PT Eratex, the participants are competent, one of which is sewing, modes can immediately get a job, this indicator has succeeded in reducing unemployment in the pandemic Di Kota Probolinggo  karena pandemi ini dan juga PPKM yang naik ke level 4 ini hal ini menyebabkan tingkat Pemutusan Hubungan Kerja meningkat hal ini berlaku untuk para pencari kerja dikarenakan kebijakan dari pemerintah banyak perusahaan menonaktifkan perusahaan dan sementara tidak membuka lowongan pekerjaan hal ini menyebabkan adanya peningkatan pengangguran di Kota Probolinggo Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Balai Latihan Kerja Kota Probolinggo untuk mengurangi pengangguran di masa pandemi. Deangan adanya pelatihan ini diharapkan bisa mengurangi adanya pengangguran karena adanya pandmei ini. .Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Fokus pembahasan penelitian yaitu pelaksanaan pelatihan kerja dimasa pandemi dengan 2 indikator yaitu Metode pelatihan dan tujuan pelatihan. Penelitian dilakukan di Balai Latihan Kerja Kota Probolinggo, dengan metode wawancara untuk mengambil data.Hasil Penelitian ini yaitu dalam pelaksanaan pelatihan kerja yang dilakukan pihak Balai Pelatihan Kerja Kota Probolinggo berhasil mengurangi pengangguran dengan penerapan metode pelatihan 60% praktek, 40% teori para peserta pelatihan bisa mempraktekkan apa yaang diajarkan oleh Instruktur platihan, tujuan Balai Latihan Kerja Kota Probolinggo tercapai dengan kerjasama dengan PT Eratex para peserta kompeten salah satunya kejuruan menjahit, modes bisa langsung mendapat pekerjaan indikator tersebut berhasil mengurangi pengangguran di pandemi