cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
Strategi Intelijen dalam Menghadapi Ancaman Penyelundupan Narkoba di Wilayah Perairan Provinsi DKI Jakarta Pratama, Adhira Dodo
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i1.3243

Abstract

Narcotics smuggling through DKI Jakarta waters is a serious threat to public security and comfort. BIN, Polri and TNI have an important role in preventing and dealing with these criminal acts. However, in its implementation it faces several obstacles, including limited budget, personnel, facilities and infrastructure, as well as cooperation with related agencies. However, there are several challenges in carrying out their duties, including the large area of marine waters in DKI Jakarta, the technology used, and cooperation with related agencies. To increase their contribution, BIN and related agencies need to carry out intelligence strategies in dealing with these problems, so that the security of the Republic of Indonesia can be maintained. The research method uses descriptive qualitative with data collection techniques in the form of interviews and literature studies. The research results show that efforts to eradicate narcotics smuggling can be proven by designing active defensive resilience. If the threat is not explored due to the gap between the targets to be achieved, the expertise and resilience of resources will also behave strategically. Through this explanation, it can be concluded that the method used uses 3 elements, namely mobilizing all the resources available at maritime institutions in DKI Jakarta, aligning targets, mission and vision (Ends), holding meetings to study the topic of discussion (Ways). So that the threat of inequality that we want to reduce is small between the domains of DKI Jakarta and the meritorious institutions, so that this problem can be eradicated by sea, it can be controlled optimally so that the desired targets can be achievedPenyelundupan narkotika lewat perairan DKI Jakarta merupakan ancaman serius terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat. BIN, Polri dan TNI memiliki peran penting dalam mencegah dan menanggulangi tindak pidana tersebut. Namun, dalam pelaksanaanya menghadapi beberapa hambatan, antara lain keterbatasan anggaran, personel, sarana dan prasarana, serta kerja sama dengan instansi terkait. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam melaksanakan tugasnya, antara lain luas wilayah perairan laut di DKI Jakarta yang besar, teknologi yang digunakan, dan kerja sama dengan instansi terkait. Untuk meningkatkan kontribusinya, BIN dan instansi terkait perlu dilakukan strategi intelijen dalam menghadapi permasalahan tersebut, sehingga keamanan NKRI dapat terjaga. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi pustaka. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberantasan penyelundupan narkotiba ini bisa dibuktinya secara merancang ketahanan defensive aktif. Bila tidak didalami ancaman sebab kesenjangan antar target yang hendak diraih, keahlian serta ketangguhan sumber daya juga berperilaku strategis. Melalui penjabaran ini simpulanya bila cara yang diselenggarakan memakai 3 unsur ialah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersaji di lembaga maritim di DKI Jakarta, keselarasan target, misi serta visinya (Ends), menyelenggarakan perjumpaan guna mengkaji hal yang menjadi tema bahasan (Ways). Guna ancaman kesenjangan yang hendak dirasangan kecil disebabkan antar ranah DKI Jakarta lembaga meritim untuk diberantasnya hal ini melalui laut bisa terkontrol secara optimal maka bisa diraih target yang dihendakinya
Pengaruh Paparan Konten Cyber Victimization, dan Kontrol Sekolah terhadap Perilaku Cyberbullying pada Remaja SMA di Kota Depok Dewi, Evie Ariadne Shinta; Aully, Marfa; Prihandini, Puji
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i1.2926

Abstract

Cyberbullying is an act of violence on the internet that is still rampant, especially affecting students. Not only as victims, these students can also act as perpetrators. There are several factors that influence cyberbullying behavior, including the influence of content exposure, cyber victimization, and school control. This Quantitative study aims to analyze the influence of content exposure, cyber victimization, and school control on cyberbullying behavior in adolescents, especially high school students in Depok City. The hypothesis of this study is compiled based on the concept of cyberbullying factors proposed by Bae Sungman, into 3 hypotheses, namely, H1 Content exposure has an impact on cyberbullying behavior, H2 Cyber Victimization has an impact on cyberbullying behavior and H3 School Control has an impact on cyberbullying behavior. The results show that content exposure has an influence on cyberbullying behavior, where more exposure will increase the likelihood of someone committing cyberbullying. In addition, someone who has been a victim or exposed to cyber victimization will be more likely to become a perpetrator of cyberbullying. However, in this study, School Control has no influence on cyberbullying behavior among high school adolescents in Depok City, or H0 can be accepted and H3 is rejected. In this study, school control includes school regulations related to cyberbullying and regulations on the use of cellphones and social media at school. Some factors that make school control not influential include almost 50% of students not knowing that their school has regulations regarding cyberbullying and the use of social media. In addition, there is no supervision from teachers in the use of student social media, meaning that schools have not been optimal in enforcing these cyberbullying rules.Cyberbullying merupakan tindakan kekerasan di internet yang masih marak terjadi terutama menimpa para pelajar. Tidak hanya sebagai korban, para pelajar ini juga bisa bertindak sebagai pelaku. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi perilaku Cyberbullying, antara lain  pengaruh paparan konten, cyber victimization, dan kontrol sekolah. Penelitian kuantitatif ini ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan konten, cyber victimization, dan kontrol sekolah terhadap perilaku cyberbullying pada remaja, khususnya siswa SMA di Kota Depok. Hipotesis penelitian ini disusun berdasarkan konsep faktor cyberbullying yang dikemukakan oleh Bae Sungman, menjadi 3 hipotesis yaitu, H1 Paparan konten memiliki dampak terhadap perilaku cyberbullying, H2 Cyber Victimization memiliki dampak terhadap perilaku cyberbullying dan H3 Kontrol Sekolah memiliki dampak terhadap perilaku cyberbullying. Hasil riset menunjukkan paparan konten memiliki pengaruh terhadap perilaku cyberbullying, dimana semakin banyak paparan akan meningkatkan kemungkinan seseorang melakukan cyberbullying. Selain itu, seseorang yang pernah menjadi korban atau terkena cyber victimization akan lebih mungkin menjadi pelaku cyberbullying. Namun demikian, dalam penelitian ini, Kontrol Sekolah tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku cyberbullying pada remaja SMA di Kota Depok, atau H0 dapat diterima dan H3 ditolak. Dalam penelitian ini, kontrol sekolah meliputi peraturan  sekolah terkait cyberbullying dan regulasi penggunaan handphone serta media sosial di sekolah. Beberapa faktor yang membuat kontrol sekolah tidak berpengaruh, antara lain hampir 50% siswa tidak mengetahui bahwa sekolah mereka memiliki peraturan mengenai cyberbullying dan penggunaan media sosial. Selain itu, tidak ada pengawasan dari guru dalam penggunaan media sosial siswa, artinya sekolah belum optimal dalam menegakkan aturan cyberbullying ini.
Perempuan dalam Komunikasi Pembangunan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut, Indonesia Elsan, Helena Zaskia; Suseno, Novie Susanti; Yatnosaputro, Rosanti Utami Dewi Suyatman
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i1.3339

Abstract

This study examines the role of women in development communication for the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Garut Regency. Despite their significant contribution, women face various challenges, including limited access to capital, training, and technology. This study aims to analyze the role of women in implementing development communication to support MSME growth, identify key barriers hindering their participation, and evaluate the effectiveness of the diffusion of innovation approach in MSME training. A qualitative approach is employed, using in-depth interviews, observations, and literature reviews to collect data. The concept of development communication, particularly the participatory approach, is applied to analyze women's active roles in economic activities and decision-making. The findings indicate that effective communication and inclusive training can enhance women's empowerment in the MSME sector, although structural barriers remain. Improvements in training delivery and better access to resources are needed to support women's active participation in MSMEs.Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam komunikasi pembangunan untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut. Meskipun kontribusi mereka cukup besar, perempuan menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan akses terhadap modal, pelatihan, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam penerapan komunikasi pembangunan yang mendukung pengembangan UMKM, mengidentifikasi hambatan utama yang menghambat partisipasi mereka, serta mengevaluasi efektivitas pendekatan difusi inovasi dalam pelatihan UMKM. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka untuk mengumpulkan data. Konsep komunikasi pembangunan, khususnya pendekatan partisipatoris, diterapkan untuk menganalisis peran aktif perempuan dalam kegiatan ekonomi dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif dan pelatihan yang inklusif dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan di sektor UMKM, meskipun hambatan struktural masih ada. Diperlukan perbaikan dalam penyampaian pelatihan serta akses yang lebih baik terhadap sumber daya untuk mendukung partisipasi aktif perempuan dalam UMKM.
Efektivitas Pelatihan Manajemen Komunikasi Privasi dalam Menangani Konflik Rumah Tangga Widiantari, Maria Magdalena; Abdat, Fikri Hasan; Sejati, Veny Ari
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i1.3236

Abstract

This study examines the effectiveness of training in communication skills and privacy communication management in dealing with domestic conflicts. Data was taken from female informants, giving this study a female perspective. The research was conducted experimentally with a pre-test and post-test design, plus a control group. Some of the participants were training participants in communication skills and privacy communication management in the family, while others were the control group. Using Knapp's relational model instrument as an indicator, data was collected through questionnaires for the control group and pre-test and post-test questionnaires for the test group that participated in the training. Post-test data was collected after the first data collection to determine the effectiveness of communication skills training. The results showed that, compared to the control group, communication training significantly reduced domestic conflicts; communication training influenced aspects of cooperation, emotional reactions, personal relationships, and family communication with relatives and friends. Therefore, this study recommends providing communication training for women in dealing with domestic conflicts. The results of this study can be used to develop criteria for communication skills and privacy communication management, as well as to create a model of privacy communication management strategy as a solution to domestic conflicts.Penelitian ini menguji efektivitas pelatihan keterampilan berkomunikasi dan melakukan manajemen komunikasi privasi dalam menghadapi konflik rumah tangga. Data diambil dari narasumber perempuan sehingga penelitian ini berperspektif perempuan. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan desain pre-test dan post-test ditambah dengan kelompok kontrol. Sebagian partisipan merupakan peserta pelatihan keterampilan berkomunikasi dan manajemen komunikasi privasi dalam keluarga, sebagian yang lain merupakan kelompok kontrol. Dengan menggunakan instrumen model relasional Knapp sebagai indikator, data diambil melalui kuesioner untuk kelompok kontrol dan kuesioner pre-test dan post-test untuk kelompok uji yang mengikuti pelatihan. Data post-test diambil setelah pengambilan data pertama untuk mengetahui efektivitas pelatihan keterampilan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibanding kelompok kontrol, pelatihan komunikasi secara signifikan mengurangi konflik rumah tangga; pelatihan komunikasi mempengaruhi aspek-aspek kerja sama, reaksi emosional, hubungan personal, dan komunikasi keluarga dengan relasi dan teman. Oleh karena itu penelitian ini merekomendasikan diberikannya pelatihan komunikasi bagi perempuan dalam menghadapi konflik rumah tangga. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menyusun kriteria-kriteria keterampilan komunikasi dan manajemen komunikasi privasi, serta membuat model strategi manajemen komunikasi privasi sebagai solusi konflik rumah tangga.
Social Interaction Patterns of Former Indonesian Female Migrant Workers: The Role of Cultural Adaptation and Social Conflict in Community Reintegration Nurhajati, Nunun
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i2.3381

Abstract

The large population but not linear with the number of job opportunities and not accompanied by the level of education of the community gives rise to the phenomenon of the high number of migrant workers in Indonesia, especially female migrant workers. Social conflicts often arise when these migrant workers return to their homeland and interact with their environment. The existence of cultural differences and living habits makes changes in the lifestyle of migrant workers create friction of interests between communities when they interact. The purpose of this study is to analyze the impact of social interaction patterns of former female migrant workers who bring positive or even negative values to their environment and the differences with women who have never been migrant workers along with the factors that influence these social interaction patterns. The method used is a qualitative descriptive research method where researchers obtain data through observation, interviews and documentation. Data analysis uses data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on field research, it was found that these female former migrant workers have different interaction patterns from women who have never worked as migrant workers which can be seen from the way they behave and respond to a problem. Female former migrant workers have more open thinking even though they also become individualists which ultimately causes social conflict in their environment. There are several factors that influence including: communication, differences in perspective or mindset and also habits so that it takes time to re-adapt to the culture and interaction patterns with the local community so as not to cause social conflict in the community.Jumlah penduduk yang besar, namun tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan dan tidak diimbangi dengan tingkat pendidikan masyarakat, menimbulkan fenomena tingginya jumlah pekerja migran di Indonesia, terutama pekerja migran perempuan. Konflik sosial sering muncul ketika para pekerja migran ini kembali ke tanah air dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perbedaan budaya dan kebiasaan hidup menyebabkan perubahan gaya hidup pekerja migran yang menimbulkan gesekan kepentingan antara masyarakat saat berinteraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pola interaksi sosial mantan pekerja migran perempuan yang membawa nilai positif maupun negatif bagi lingkungan mereka serta perbedaan dengan perempuan yang tidak pernah menjadi pekerja migran, beserta faktor-faktor yang mempengaruhi pola interaksi sosial ini. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, di mana peneliti memperoleh data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian lapangan, ditemukan bahwa mantan pekerja migran perempuan ini memiliki pola interaksi yang berbeda dari perempuan yang tidak pernah bekerja sebagai pekerja migran, yang terlihat dari cara mereka berperilaku dan merespons suatu masalah. Mantan pekerja migran perempuan cenderung memiliki pola pikir yang lebih terbuka meskipun juga menjadi individualis, yang pada akhirnya menyebabkan konflik sosial di lingkungan mereka. Beberapa faktor yang mempengaruhi termasuk komunikasi, perbedaan perspektif atau pola pikir, dan kebiasaan, sehingga dibutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan budaya dan pola interaksi di masyarakat lokal agar tidak menimbulkan konflik sosial di komunitas tersebut.
Interpersonal Communication Strategies for Conflict Management and Relationship Maintenance in Lesbian Couples Wijaya, Vionita; Subandi, Zera Edenzwo; Rachmad, Teguh Hidayatul
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i2.3393

Abstract

This study aims to examine how lesbian couples manage conflict through interpersonal communication by analyzing the strategies they use to maintain healthy relationships between them. The approach used is a qualitative case study based on Relationship Rules Theory. The data was gathered over a period of two months through semi-structured interviews, observations, and field notes, capturing both verbal and non-verbal cues. The informants included two lesbian couples, along with insights from a close friend and a relationship counselor. Findings indicate that successful conflict management often depends on open and honest dialogue, willingness to compromise, and a deep understanding of each partner's emotional needs and values. Many couples emphasize the importance of creating a safe space for vulnerability, where both partners feel heard and respected. Additionally, external challenges—such as discrimination or lack of family support—sometimes influence how conflicts are handled, requiring couples to develop additional resilience. By highlighting these communication dynamics, this study contributes to a deeper understanding of how lesbian couples maintain their relationships despite facing social barriers. This research also provides practical insights for relationship counselors, educators, and LGBTQ+ advocates who wish to support healthy conflict resolution in same-sex relationships.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pasangan lesbian mengelola konflik melalui komunikasi interpersonal dengan menganalisis strategi yang mereka gunakan untuk mempertahankan hubungan yang sehat di antara mereka. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif berdasarkan Teori Aturan Hubungan. Data dikumpulkan selama dua bulan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan catatan lapangan, yang menangkap isyarat verbal dan non-verbal. Informan yang terlibat terdiri dari dua pasangan lesbian, bersama dengan wawasan dari seorang teman dekat dan seorang konselor hubungan. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan konflik yang sukses seringkali bergantung pada dialog yang terbuka dan jujur, kesediaan untuk berkompromi, serta pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan emosional dan nilai-nilai masing-masing pasangan. Banyak pasangan menekankan pentingnya menciptakan ruang aman untuk kerentanan, di mana kedua pasangan merasa didengar dan dihormati. Selain itu, tantangan eksternal—seperti diskriminasi atau kurangnya dukungan keluarga—kadang-kadang memengaruhi cara konflik ditangani, sehingga pasangan perlu mengembangkan ketahanan tambahan. Dengan melihat dinamika komunikasi ini, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pasangan lesbian mempertahankan hubungan mereka meskipun menghadapi hambatan sosial. Penelitian ini juga memberikan wawasan praktis bagi konselor hubungan, pendidik, dan advokat LGBTQ+ yang ingin mendukung resolusi konflik yang sehat dalam hubungan sesama jenis.
Understanding the Communication Pattern Between Doctors and Indonesian Student Patients in Turkey Through the Use of the 'Halodoc' Telemedicine Application Wahidar, Tutut Ismi; Özdemir, Sefika
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i2.3389

Abstract

This study aims to explore the communication patterns between doctors and patients using the Halodoc application, particularly among Indonesian students in Turkey. The research uses Computer-Mediated Communication (CMC) Theory to analyze how these interactions occur in a digital health setting. Through interviews, observations, and document reviews, the study finds that communication on Halodoc relies heavily on both verbal and nonverbal cues, with the shared language and cultural background of users playing a significant role in facilitating smoother consultations. Despite challenges like time zone differences, occasional internet disruptions, and the inability to perform physical exams, Halodoc remains the preferred choice for Indonesian students in Turkey. The app’s convenience, time efficiency, and alignment with their fast-paced, practical lifestyle make it an accessible and reliable option. Positive user experiences also contribute to their ongoing loyalty, reflecting a broader trend where consumers prioritize overall satisfaction over just the service itself. However, the study highlights some key limitations, such as the over-reliance on verbal descriptions, which can lead to inaccurate diagnoses, especially in more complex cases. Future research could focus on improving telemedicine communication strategies, like enhancing video consultations and addressing digital infrastructure issues. The study underscores the potential of platforms like Halodoc to bridge geographical gaps in healthcare, while also recognizing the need for continuous improvements in telemedicine technology.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola komunikasi antara dokter dan pasien melalui aplikasi Halodoc, khususnya di kalangan mahasiswa Indonesia di Turki. Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi yang Dimediasi Komputer (Computer-Mediated Communication/CMC) untuk menganalisis bagaimana interaksi tersebut terjadi dalam konteks layanan kesehatan digital. Melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, penelitian ini menemukan bahwa komunikasi di Halodoc sangat bergantung pada isyarat verbal dan nonverbal, dengan latar belakang bahasa dan budaya yang sama antar pengguna berperan penting dalam memperlancar proses konsultasi. Meskipun menghadapi tantangan seperti perbedaan zona waktu, gangguan internet, dan ketidakmampuan melakukan pemeriksaan fisik, Halodoc tetap menjadi pilihan utama bagi mahasiswa Indonesia di Turki. Kemudahan akses, efisiensi waktu, serta kesesuaian dengan gaya hidup yang cepat dan praktis membuat aplikasi ini menjadi opsi yang andal dan mudah dijangkau. Pengalaman pengguna yang positif juga mendorong loyalitas berkelanjutan, mencerminkan tren yang lebih luas di mana konsumen lebih mengutamakan kepuasan menyeluruh dibandingkan sekadar layanan yang diberikan. Namun demikian, penelitian ini juga menyoroti beberapa keterbatasan utama, seperti ketergantungan berlebih pada deskripsi verbal yang dapat menyebabkan kesalahan diagnosis, terutama dalam kasus yang lebih kompleks. Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada peningkatan strategi komunikasi telemedisin, seperti optimalisasi konsultasi video dan perbaikan infrastruktur digital. Penelitian ini menegaskan potensi platform seperti Halodoc dalam menjembatani kesenjangan geografis dalam layanan kesehatan, sekaligus menekankan perlunya pengembangan berkelanjutan dalam teknologi telemedisin.
Strategi Komunikasi dalam Program CSR PT Indofood Sukses Makmur (ISM) Tbk Divisi Bogasari Flour Mills untuk Meningkatkan Kesadaran Merek dan Keterlibatan Masyarakat Avellina, Yoacline Cascia; Isnaini, Muhamad
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i2.3269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam meningkatkan brand awareness melalui program kunjungan industri di PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari Flour Mills. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma post-positivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan staf Public Relations yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan program CSR, observasi langsung terhadap pelaksanaan program, serta dokumentasi terkait kegiatan CSR dan materi promosi yang digunakan. Teori yang digunakan adalah teori Fungsional dari Randy Hirokawa, yang menganalisis proses pembentukan strategi komunikasi dalam kelompok secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kunjungan industri sebagai bagian dari CSR mampu memberikan edukasi langsung kepada masyarakat dan konsumen potensial, meningkatkan pemahaman dan kedekatan publik terhadap brand Bogasari, dengan fokus pada produknya. Strategi komunikasi yang digunakan oleh Public Relations Bogasari bersifat dua arah dan partisipatif, bertujuan untuk memperkuat top of mind awareness terhadap produk mereka. Kreativitas dan dampak menjadi acuan utama dalam membentuk strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan brand awareness.This study aims to analyze the Corporate Social Responsibility (CSR) communication strategy in increasing brand awareness through the industrial visit program at PT Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills Division. This research uses a descriptive qualitative approach with a post-positivist paradigm. Data collection techniques include in-depth interviews with Public Relations staff involved in the planning and implementation of the CSR program, direct observation of the program's execution, and documentation of related CSR activities and promotional materials. The theory used is Randy Hirokawa's Functional Theory, which analyzes the process of forming communication strategies within groups systematically. The research findings show that the industrial visit program, as part of the CSR strategy, effectively educates the public and potential consumers, enhancing understanding and connection to the Bogasari brand, focusing on its products. The communication strategy employed by Bogasari's Public Relations is two-way and participatory, aimed at strengthening top-of-mind awareness of their products. Creativity and impact are the main references in developing effective communication strategies to increase brand awareness.
Impact Analysis of the Israel-Hezbollah Conflict on the Security of Lebanese Civil Society: A Case Study of the 2024 Beeper Explosion in South Lebanon Putri, Aullya Ananda; Rahmadan, Yanuar
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i2.3316

Abstract

Israel and Hezbollah have been in conflict since 1982, followed by another conflict in 2006. In 2024, there was a pager explosion in Lebanon, with Israel reportedly behind it, placing explosives in pagers and walkie talkie communication devices used by Hezbollah members. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach to analyze the impact of the 2024 pager explosions in Lebanon on the security of civilians in Southern Lebanon. Using the Human Security Theory, this study discusses the human rights of individuals and the legal basis in armed conflict. This research shows that the security of civilians in Lebanon is   threatened in the occurance of pagers and walkie talkie explosions. individuals have been granted on their human rights through various human rights legal frameworks, although in reality violations continually occur especially during conflicts, hence human security could not be fully ensured.Konflik antara Israel dan Hezbollah telah berlangsung sejak tahun 1982, kemudian berlanjut dengan konflik berikutnya pada tahun 2006. Pada tahun 2024, terjadi ledakan pager di Lebanon, di mana Israel diduga bertanggung jawab dengan menempatkan bahan peledak pada pager dan perangkat komunikasi walkie talkie yang digunakan oleh anggota Hezbollah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis dampak ledakan pager 2024 di Lebanon terhadap keamanan masyarakat sipil di Lebanon Selatan. Dengan menggunakan Teori Keamanan Manusia, studi ini membahas hak asasi individu dan dasar hukum dalam konflik bersenjata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan masyarakat sipil di Lebanon terancam akibat ledakan pager dan perangkat komunikasi tersebut. Meskipun hak asasi manusia telah dijamin melalui berbagai kerangka hukum hak asasi manusia, pelanggaran terus terjadi, terutama selama masa konflik, sehingga keamanan manusia tidak dapat sepenuhnya terjamin.
Japan's Policy Rationality in Cooperation with Myanmar Amidst Humanitarian Conflicts Post 2021-2023 Aini, Fauzia Latifah; Rembulan, Putri Mayang; Fachrurreza, Ahmad Mujaddid; Ramadhani, Zahra Suci; Gunawan, Jesha Yemima
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i2.3500

Abstract

This study aims to elucidate the underlying factors driving Japan’s cooperation with Myanmar during the humanitarian crisis following the military coup. This study aims to uncover Japan’s unexpressed interests in maintaining its relationship with Myanmar, particularly as Japan becomes increasingly criticized. By applying rational choice theory, which is based on calculating the cost and benefit of each policy option, in addition to the logic of Neoclassical Realism to incorporate the interpretation of domestic institutions such as corporate interest and public opinion, it contains the rational choice dimensions of why Japan decided to adopt hedging strategy in Myanmar. The study employs a qualitative case study methodology incorporating process tracing to chart the evolution of Japan’s Southeast Asia policy through analysis of primary Ministry of Foreign Affairs documents, Official Development Assistance (ODA) data, and policymakers’ public speeches. The results provide evidence that Japan values long-term benefits in terms of resource access and strategic leverage to counterbalance China’s influence in Southeast Asia, while minimizing its reputational costs through limitations on direct assistance to the Tatmadaw. Moreover, the survey’s findings also suggest that, following the coup, boundedly rational decision-making under conditions of limited information led Japan not to impose humanitarian sanctions but to opt for a mixture of economic engagement and soft balancing. This research fills a gap in literature by demonstrating how state actors engage in rationalist calculations and thereby manage the tension between human values and national interests.Studi ini bertujuan untuk mengungkap minat Jepang yang tidak diungkapkan untuk menjaga hubungannya dengan Myanmar, khususnya, karena Jepang menjadi lebih dikritik. Dengan menerapkan teori pilihan rasional, yang didasarkan pada perhitungan biaya dan manfaat dalam setiap opsi kebijakan, selain logika Realisme Neoklasik untuk memasukkan interpretasi tentang institusi domestik seperti kepentingan perusahaan dan opini publik, ini mengandung dimensi pilihan rasional mengapa Jepang memutuskan untuk mengadopsi strategi lindung nilai di Myanmar. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan penelusuran proses yang digunakan untuk melacak perkembangan kebijakan Jepang yang ditujukan untuk Asia Timur dan Tenggara, dengan menganalisis dokumen kebijakan primer dari Kementerian Luar Negeri Jepang, data Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), dan pidato publik yang dibuat oleh pembuat kebijakan. Hasilnya memberikan bukti bahwa Jepang menghargai manfaat jangka panjang dalam hal akses sumber daya dan pengaruh strategis untuk mengimbangi pengaruh Tiongkok di Asia Tenggara sambil meminimalkan biaya reputasinya melalui pembatasan bantuan langsung kepada Tatmadaw. Selain itu, temuan survei juga menunjukkan bahwa setelah kudeta, pengambilan keputusan yang sangat rasional dalam kondisi informasi terbatas membuat Jepang tidak menjatuhkan sanksi kemanusiaan, tetapi memilih campuran keterlibatan ekonomi dan penyeimbangan halus. Penelitian ini mengisi celah dalam literatur dengan menunjukkan bagaimana aktor negara terlibat dalam perhitungan rasionalis dan dengan demikian menangani ketegangan antara nilai-nilai kemanusiaan dan kepentingan nasional.