cover
Contact Name
Dr. Zamsir, M.Pd
Contact Email
zamsir@uho.ac.id
Phone
+6285228082375
Journal Mail Official
jppm@uho.ac.id
Editorial Address
Alamat Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari,Sulawesi Tenggara – Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 23386843     EISSN : 25990101     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo dan terbit tiga kali setahun yaitu Januari, Mei, dan September ditambah edisi khusus jika diperlukan.
Articles 376 Documents
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL KELAS X 1 SMA NEGERI 10 KENDARI Alham Syukman Siasa; Mohammad Salam; Suhar Suhar
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.826 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v6i1.7333

Abstract

Penelitian ini ialah penelitian eksploratif  bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi kesulitan belajar  matematika siswa pada materi sistem persamaan linear tiga variabel kelas X 1 SMA Negeri 10 Kendari dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kelas X 1 sebanyak 19 orang dan subjek yang diwawancarai berjumlah 6 orang diperoleh dari hasil tes tertulis. Data respon siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ialah letak kesulitan siswa kelas X 1 SMA Negeri 10 Kendari dalam mempelajari sistem persamaan linear tiga variabel yakni pada bagian operasi (keterampilan), yaitu siswa tidak dapat melanjutkan dalam penyelesaian soal atau tidak menuliskannya. Siswa mengerti konsepnya, tetapi tidak sedikit siswa masih mengalami kesalahan yang dilakukan dengan persentase 92,54% dan itu dominan dipengaruhi oleh minat dan motivasi dalam melatih kemampuan (internal).
PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMP NEGERI 9 KENDARI YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KONVENSIONAL Sadaria .; La Ode Ahmad Jazuli
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.433 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v4i1.3056

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menggambarkan kemampuan komunikasi matematik siswa SMP Negeri 9 Kendari dengan model pembelajaran TSTS. (2) Untuk menggambarkan kemampuankomunikasi matematik siswa SMP Negeri 9 Kendari dengan pembelajaran konvensional. (3) Untuk menganalisis perbedaan kemampuan komunikasi matematik siswa dengan pembelajaran TSTS dan konvensional. Hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan, (1) kemampuan komunikasi matematik siswa SMP Negeri 9 Kendari dengan pembelajaran TSTS pada materi SPLDV diperoleh nilai minimum 62,5, nilai maksimum 100, nilai median 79,17, nilai modus 91,67, nilai rata-rata 79,30, standar deviasi 12,61 dan varians 159,12, (2) kemampuan komunikasi matematik siswa SMP Negeri 9 Kendari dengan pembelajaran konvensional pada materi SPLDV diperoleh nilai minimum  54,17, nilai maksimum 87,5, nilai median 70,83, modus 75, nilai rata-rata 70,20, standar deviasi 9,4dan varians 88,36. (3) Kemampuan komunikasi matematik siswa SMP Negeri 9 Kendari dengan model pembelajaran TSTS berbeda secara nyata dengan kemampuan komunikasi matematik siswa dengan pembelajaran konvensional.  Kata Kunci: two stay two stray, kemampuan komunikasi matematik, konvensional
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 KENDARI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Rai Sujana; Utu Rahim
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.419 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v1i1.2953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional, (2) Perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional.  Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan. (1) Peningkatan  kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang menggunakan pembelajaran berbasis masalah adalah sebesar 0,80 tergolong klasifikasi tinggi, dimana 90,62% siswa memperoleh peningkaran lebih dari 0,70. (2) Peningkatan kemampuan berpikirkritis matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional adalah sebesar 0,66 tergolong klasifikasi sedang, dimana 72,73% siswa memperoleh peningkatan dari 0,30 sampai 0,70. (3) Kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah lebih baik secara signifikan peningkatannya dari kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional.  Kata Kunci: pembelajaran berbasis masalah; kemampuan berpikir kritis
PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Abidin .; Mohamad Salam
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.926 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v1i1.2958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif dan inferensial: (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write (TTW), (2) Kemampuan Komunikasi matematissiswa setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperaatif tipe think talk write, (3) Pengaruh model pembelajaran kooperaatif tipe think talk write terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Berdasarkan hasil analisis  kesimpulan: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum pembelajaran menggunakan model pembelajaran pembelajaran kooperaatif tipe think talk write tergolong cukup dimana 40,54% memperoleh nilai antara 64,539 sampai 77,478.siswa dengan nilai rata-rata 67,748. (2) kemampuan komunikasi matematis siswa setelah pembelajaran menggunakan modelpembelajaran kooperaatif tipe think talk write  tergolong tinggi dimana 82,05% siswa memperoleh nilai antara 64,539 sampai 90,417 dengan nilai rata-rata 74,10. (3) kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperaatif tipe think talk write lebih baik dibandingkan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa yangdiajar dengan pembelajaran konvensional.  Kata Kunci: pembelajaran kooperatif; komunikasi matematis
DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI GARIS DAN SUDUT DI KELAS VII-d SMP NEGERI 7 KENDARI Ketut Samsur Rohman; Arvyati Arvyati; Ikman Ikman
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.886 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v6i1.7396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa pada materi garis dan sudut di kelas VII-d SMP Negeri 7 Kendari. Metode Penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 siswa yang mengikuti tes diperoleh keterangan: (1) 3 atau 12% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis kriteria sangat kritis, (2) 8 atau 32% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis kriteria kritis, (3) 10 atau 40% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis kriteria kurang kritis; dan (4) 3 atau 12% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis kriteria sangat kurang kritis. Dimana indikator kemampuan berpikir kritis yang dapat diselesaikan siswa diantaranya: (1) 12 siswa mampu menyelesaikan soal yang indikatornya mengidentifikasi, (2) 9 siswa mampu menyelesaikan soal yang indikatornya menghubungkan, (3) 6 siswa mampu menyelesaikan soal yang indikatornya menganalisis, (4) 11 siswa mampu menyelesaikan soal yang indikatornya memecahkan masalah, dan (5) 2 siswa yang mampu menyelesaikan soal yang indikatornya mengevaluasi
DESKRIPSI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL UJIAN SEMESTER MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 KENDARI ., Andar; ., Ikman
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.551 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v4i2.3061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal ujian semester matematika. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Kendari Tahun Ajaran 2015/2016 pada kelas VIII. Hasil penelitian ini adalah: (1) kesalahan konsep yaitu siswa salah menggunakan konsep menggambar garis pada diagram cartesius, siswa salah menggunakan konsep menentukan persamaan garis, siswa salah menuliskan himpunan penyelesaian, siswa salah menggunakan rumus mencari himpunan penyelesaian dari system persamaan linear dua variabel, siswa salah menggunakan teorema Pythagoras dan siswa salah menggunakan konseppenyederhanaan aljabar; (2) kesalahan prinsip yaitu siswa salah dalam menggunakan metode gabungan untuk menentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel; dan(3) kesalahan algoritma yaitu siswa salah memahami perintah soal, siswa salah menuliskan soal, siswa salah melakukan perhitungan, siswa tidak melanjutkan proses penyelesaian dan siswa menjawab dengan menebak jawaban. Persentase kesalahan yang dilakukan oleh siswa adalah 15%kesalahan konsep, 5,71% kesalahan prinsip dan 35% kesalahan algoritma. Kata Kunci: deskripsi kesalahan, hasil belajar matematika, ujian semester
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI POKOK LINGKARAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KENDARI Ernasari Sudjito; Muchtar Ibrahim; Suhar .
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.413 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v1i2.2963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan  model PBM, (2) Hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional dan (3) Perbedaan hasil belajar matematika siswa ditinjau dari model PBM dan pembelajaran konvensional. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini yaitu jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak. Penelitian ini menyimpulkan: (1) Hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model PBM memiliki rata-rata 75,86, (2)Hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional memiliki rata-rata 69,08 dan (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah (kelas eksperimen) dan model pembelajaran konvensional (kelas kontrol), dengan nilai t hitung = 2,461 > t = 1,993.Kata Kunci: hasil belajar; pembelajaran berbasis masalah; konvensional tabel 
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 KENDARI Risa Nurmala; Hafiludin Samparadja; Mohammad Salam
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.36 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v6i1.7406

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kendari tahun pelajaran 2017/2018 yang berdistribusi dalam 10 kelas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling, kemudian dipilih 2 kelas sebagai sampel. Data hasil penelitian dikumpulkan melalui pemberian instrumen berupa lembar observasi dan tes  kemampuan penalaran matematis. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan: 1) persentasekeaktifan siswa dengan menggunakan model discovery learning pada 5 kali pertemuan, yaitu 70,59% sampai 88,24%, (2) Rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar dengan model discovery learning 79,16 (3) Rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional 71,59 dan (4) Berdasarkan uji t, menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar dengan model discovery learning lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TSTS (TWO STAY TWO STRAY) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA KONTEKSTUAL POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 KENDARI Rahmawati .; Mustamin Anggo
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppm.v1i2.2968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara deskriptif dan inferensial: (1) peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Kontekstual (KPMMK) siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS pada materi SPLDV, (2) peningkatan KPMMK siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan konvensional pada materi pokok SPLDV, (3) perbedaan KPMMK siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajarankooperatif tipe TSTS lebih baik daripada menggunakan pendekatan konvensional pada pokok materi SPLDV. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan secara purposive. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara random.Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: kemampuan pemecahan masalah matematika kontekstual siswa tergolong pada kategori kurang dan sangat kurang Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Kontekstual siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran TSTS lebih baik secara signifikan kualitas peningkatannya dari KPMMK siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan konvensional Kata Kunci: model pembelajaran; pemecahan masalah; pembelajaran kooperatif
HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMAN 4 KENDARI Muhamad Syukur; La Misu
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.573 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v4i2.3071

Abstract

Penelititan ini adalah penelititan ex post facto yang bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan diantara gaya belajar siswa dan hasil belajar matematika siswa kelas XI SMAN 4 Kendari. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan dipilih 125 siswa yang tersebar ditiga kelas dan mewakili tiga juruan yang berbeda. Pengambilan data dilakukan dengan dua cara yaitu kuesioner  dan dokumentasi. Secara deskriptif diperoleh dari 125 siswa, sebanyak 30 siswa dominanmemiliki gaya belajar auditori, sebanyak 26 siswa memiliki gaya belajar kinestetik, sebanyak 58 siswa memiliki gaya belajar grup, sebanyak 30 siswa memiliki gaya belajar visual, sebanyak 9 siswa memiliki gaya belajar taktil, sebanyak 17 siswa memiliki gaya belajar individual, serta sebanyak 37 siswa memiliki lebih dari satu gaya belajar yang dominan. Secara inferensial diperoleh pada koefisien determinasi sebesar 12%, hasil analisis ini berarti bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi sebesar 12% oleh gaya belajar dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Diperoleh kesimpulan adanya hubungan positif dan signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar matemaika siswa. Kata Kunci: gaya belajar, hasil belajar matematika, ex post facto

Page 3 of 38 | Total Record : 376