cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Perbandingan pertumbuhan tanaman kangkung pada media hidroponik dan media tanah Lala Nita Sari; Baiq Farhatul Wahidah
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.16000

Abstract

Kangkung tergolong tanaman yang cepat panen. Dengan pemberian nutrisi yang cukup dan perawatan yang teratur tanaman ini sangat cocok untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir.) dengan 2 media yang berbeda. Yaitu dengan media air/hidroponik sederhana dan media tanah. Percobaan dilakukan mulai dari perkecambahan biji hingga minggu kedua setelah tanam. Nutrisi yang digunakan ialah AB mix untuk hidroponik dan pupuk NPK untuk media tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah desain RAL terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing 2 ulangan, yaitu pada hidroponik sederhana terdiri dari 2 perlakuan kontrol (air biasa) dan 2 perlakuan pupuk AB mix. Pada media tanah terdiri dari 2 perlakuan kontrol (tanah disiram air) dan 2 perlakuan pemberian pupuk NPK. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah biji yang tumbuh dan jumlah daun. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa media air dengan penambahan pupuk AB mix lebih cepat tumbuh dengan hasil rata-rata tertinggi untuk parameter jumlah daun dan juga tinggi tanaman.
Perbandingan pelarut kloroform dan etanol terhadap rendemen ekstrak daun lidah mertua (Sansevieria trifasciata. Prain) menggunakan metode maserasi Whika Febria Dewatisari
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15638

Abstract

Sansevieria trifasciata Prain. selain bermanfaat sebagai tumbuhan hias juga bermanfaat sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan ini banyak ditemui dan mudah tumbuh serta mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, fenol, saponin, dan steroid. Untuk mendapatkan zat aktif dengan sifat fisik dan kimia yang baik, perlu dilakukan optimasi pembuatan ekstrak, salah satunya dengan optimasi pelarut. Jenis pelarut akan menentukan jenis zat yang diekstraksi sesuai dengan polaritasnya. Pada penelitian ini, ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut kloroform dan etanol dengan masing-masing tiga kali ulangan. Selain itu juga dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam hasil ekstrak daun S. trifasciata Prain. dengan 2 perlakuan dan tiga pengulangan. Hasil rendemen rata-rata yang diperoleh dari ekstrak dengan pelaut kloroform sebesar 2,9% dan etanol sebesar 27%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kloroform daun lidah mertua mengandung triterpenoid, steroid, fenol, flavonoid, dan alkaloid sedangkan ekstrak etonal mengandung saponin, fenol, flavonoid, dan alkaloid.
Minireview: Lendir keong darat Indonesia sebagai sediaan nutricosmeceutical: peluang dan tantangan Pamungkas Rizki Ferdian
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15900

Abstract

Sediaan nutricosmeceutical menjadi salah satu komoditas sumber daya hayati yang saat ini sedang berkembang dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Komoditas ini diprediksi akan tumbuh sebesar 5,0% compound annual growth rate (CAGR) pada rentang tahun 2017-2025 atau sekitar USD 7,93 miliar atau sekitar Rp112,67 triliun. Lendir keong darat saat ini menjadi salah satu komoditas nutricosmeceutical yang digunakan industri kecantikan dan kesehatan kulit karena khasiatnya sebagai antimikrobial, antijerawat, pelembab kulit, membantu meregenerasi sel kulit, peremajaan kulit, dan sebagainya. Lendir keong yang sudah banyak digunakan adalah dari spesies Lisachatina fulica, Hemiplecta spp. dan Helix aspersa karena sudah didukung oleh banyak penelitian dan informasi ilmiah. Indonesia sebagai negara megabiodiversity memiliki keberagaman keong darat yang tinggi, contohnya di Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat ditemukan 48 spesies, di Sumatera tercatat 280 spesies dan di Jawa tercatat 205 spesies, termasuk spesies L. fulica dan beberapa spesies dari marga (genus) Elaphroconcha dan Hemiplecta. Penelitian untuk mengungkap senyawa aktif pada marga Elaphroconcha dan Hemiplecta menjadi peluang dan tantangan riset yang menarik.
Deteksi methicillin resistant Staphylococcus aureus pada perokok melalui pemeriksaan kultur apus tenggorokan Ni Wayan Desi Bintari; Putu Ayu Parwati
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15310

Abstract

Perilaku merokok berkorelasi positif dengan meningkatnya angka kejadian infeksi oleh Methicillin Resistant Staphylococcus aureus atau dikenal dengan MRSA. Perokok dilaporkan memiliki tingkat kolonisasi MRSA lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Hal tersebut akan sangat berbahaya karena infeksi MRSA dapat menyebabkan infeksi parah seperti infeksi aliran darah, infeksi paru-paru atau necrotising fasciitis (kerusakan jaringan). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan deteksi awal keberadaan MRSA yang berasosiasi dengan perokok aktif. Responden pada penelitian ini adalah perokok aktif yang secara rutin melakukan konseling di Klinik Berhenti Merokok (KBM) Puskesmas 1 Denpasar Utara yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengujian bakteriologi dilakukan di Laboratorium STIKES Wira Medika Bali dengan melakukan kultur terhadap spesimen apus tenggorokan responden. Identifikasi MRSA dilakukan dengan melakukan pengujian sensitivitas dengan metode Kirby Bauer menggunakan cakram antibiotik oxacillin OX 1 µg. Hasil isolasi dan identifikasi S. aureus pada sampel apus tenggorokan 13 responden didapatkan hasil sebanyak 4 isolat (30,8%) teridentifikasi sebagai S. aureus sedangkan sebanyak 9 (69,2,8%) sampel menunjukkan hasil negatif. Hasil uji sensitivitas terdapat 2 isolat yang memiliki daya hambatan intermediate yaitu SA1 dan SA2 dengan diameter daya hambatan rata-rata sebesar 12 mm dan 11,83 mm. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa tidak ditemukan bakteri MRSA pada sampel usap tenggorokan perokok aktif pasien konseling di KBM Puskesmas 1 Denpasar. 
Review: analisis studi in silico chrisophanol, phiscion, hesperidin dan curcumin sebagai kandidat obat potensial kanker HEPG2 jalur MAPKs Fitri Lianingsih; Shabrina Syifa Ghaissani; Awik Puji Dyah Nurhayati
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15876

Abstract

Kanker hepar merupakan salah satu jenis kanker dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Salah satu jalur yang berperan dalam kanker hepar adalah MAPKs. Beberapa kandidat senyawa dari bahan alam dibutuhkan untuk pengobatan kanker hepar yang lebih efektif dan rendah toksisitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi senyawa chrisopanol, phiscion, hesperidin dan curcumin secara in silico sebagai inhibitor jalur MAPKs, untuk mengetahui peran masing-masing senyawa dalam menghambat jalur MAPKs pada kanker hepar dan interaksi asam amino antara senyawa dan jalur MAPKs. Metode yang dilakukan adalah screening virtual menggunakan FlexX score pada software LeadIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa chrisopanol, phiscion, hesperidin dan curcumin berpotensi sebagai inhibitor jalur MAPKs pada kanker hepar melalui jalur apoptosis. Residu asam amino yang berperan pada masing-masing komponen adalah metionin yang berfungsi sebagai regulator sel.
Uji angka lempeng total (ALT) pindang tongkol (Euthynnus affinis) di pasar tradisional Kabupaten Klungkung, Bali Purwaningtyas Kusumaningsih
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15089

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan salah satu ikan yang mudah didapatkan di perairan Bali. Kandungan air dan protein tongkol cukup tinggi sehingga baik bagi media pertumbuhan bakteri. Beragam teknologi pengawetan digunakan untuk memperpanjang daya simpan ikan tongkol, salah satunya melalui teknik pemindangan. Penambahan garam dimaksudkan untuk mengurangi kadar air sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Namun di sisi lain kontaminasi dapat memunculkan permasalahan lain terhadap pencemaran bakteri pada pindang. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui tingkat pencemaran bakteri pada pindang tongkol (Euthynnus affinis) melalui uji Angka Lempeng Total (ALT). Lima belas sampel diambil dari 5 pedagang pindang di pasar Inpres Kabupaten Klungkung. Metode penelitian yang digunakan purposive random sampling dengan penjelasan analisis data secara deskriptif. Pengujian cemaran mikroba menggunakan jumlah total bakteri yang tumbuh pada nutrient agar. Pada penelitian ini diperoleh angka lempeng total bakteri terendah 4.2 x 105 CFU/mL dan tertinggi 1.03 x 108 CFU/mL. Hasil tersebut masih di atas standar cemaran mikroba yang dianjurkan pada SNI 2717:2017. Cemaran mikroba dapat disebabkan kontaminasi dari food handler, bahan-bahan yang digunakan dalam pengolahan pindang, lingkungan dan bakteri yang berkembang saat pindang dijual di suhu ruang dan tahan terhadap salinitas. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlu pengolahan lebih lanjut untuk mengatasi cemaran mikroba pada pindang agar tidak menimbulkan masalah kesehatan disertai pengawasan terhadap sentra pengolahan pindang di Kabupaten Klungkung.
Syria golden hamster sebagai hewan model untuk penelitian SARS-CoV-2 Risqa Novita
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15842

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit emerging baru yang telah menjadi pandemik di dunia pada tahun 2020 ini. COVID-19 telah menimbulkan berbagai kerugian di bidang kesehatan dengan banyaknya kejadian angka penularan dan kematian, dan juga di bidang ekonomi yang menyebabkan jutaan penduduk dunia kehilangan pekerjaannya. Menurut data WHO, angka kasus konfirmasi dan kematian akibat COVID terus meningkat, termasuk di Indonesia. COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang tidak dapat diobati dengan obat, namun dicegah dengan vaksinasi dan menghindari sumber penularan. Penelitian pengembangan vaksin membutuhkan hewan model untuk dapat mengetahui patogenesis virus dan memahami bagaimana infeksi virus tersebut. Pemilihan hewan model yang tepat sangat penting agar vaksin yang dikembangkan dapat menghasilkan kekebalan tubuh yang optimal. Hamster Suriah telah dipakai di dalam beberapa penelitian SARS-CoV-2 dan memberikan hasil signifikan. Tulisan ini merupakan review artikel untuk mengkaji hamster Suriah sebagai hewan model yang ideal pada penelitian SARS-CoV-2. Hasil tulisan menunjukkan bahwa ada beberapa penelitian yang menggunakan hamster Suriah dan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hewan model lainnya. Berdasarkan hal ini dapat disimpulkan bahwa hamster Suriah dapat dijadikan hewan model untuk SARS-CoV-2 karena memiliki gejala klinis dan gambaran patologi yang mirip dengan manusia.
Peran generasi milenial di era teknologi 4.0 dalam mengungkap pemanfaatan potensi tanaman obat masyarakat Sukabumi pada masa pandemi Deasyca Yolanda; Laila Rahmah; Ai Halimatus Salamah; Billyardi Ramdhan
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.16827

Abstract

Berbagai aspek pengobatan atau pelayanan kesehatan yang modern di Indonesia sudah sangat berkembang. Namun, mayoritas masyarakat Indonesia masih memanfaatkan pengobatan atau pelayanan kesehatan tradisional. Hal tersebut disebabkan karena Indonesia memiliki budaya pengobatan dengan memanfaatkan tanaman obat secara turun-temurun di setiap daerahnya. Salah satu daerah yang mayoritas masyarakatnya memanfaatkan tanaman obat ialah Kota/Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran generasi muda dalam penelitian yang memanfaatkan teknologi di masa pandemi serta mengetahui potensi dan manfaat tanaman yang sering digunakan sebagai obat oleh masyarakat Sukabumi. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan 47 orang mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Sukabumi sebagai reponden yang mewawancarai informan kunci dari setiap daerah atau domisili mahasiswa yakni di Daerah Sukabumi. Hasil dari wawancara yang terdiri dari nama daerah, pengobatan penyakit, cara meracik/menggunakan, ciri tumbuhan, dan foto tumbuhan dimasukan ke dalam Google Form sebagai instrument penelitian. Teknologi digital sangat menunjang dalam menghimpun data penelitian seperti halnya Google Form. Dari hasil data tersebut, ditemukan sebanyak 47 informan, 56 spesies tumbuhan dan 12 famili tumbuhan obat yang biasanya digunakan oleh masyarakat Kota/Kabupaten Sukabumi sebagai obat tradisional.
Uji pendahuluan perbaikan kadar hidrasi kulit dengan intervensi minyak klentiq pada lansia Sukmawati Tansil Tan; Yohanes Firmansyah
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15759

Abstract

Penuaan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari yang berdampak pada menurunnya fungsi organ. Salah satunya adalah organ kulit yang kemampuannya dalam mempertahankan hidrasi kulit cenderung menurun dikarenakan berkurangnya ekspresi dari aquaporin-3 dan rusaknya lipid bilayer penyusun stratum corneum. Salah satu alternatif sederhana untuk memperbaikinya yaitu dengan menggunakan minyak klentiq yang merupakan minyak khas masyarakat Jawa dan berasal dari bahan alami. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Intervensi yang dilaksanakan berupa intervensi minyak klentiq dengan komposisi berupa virgin coconut oil 20% dan virgin olive oil 30% dan esens bunga mawar 1%. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 responden dengan kadar hidrasi kulit yang rendah mengalami peningkatan kadar hidrasi kulit yang cukup signifikan dengan kenaikan tertinggi yaitu pada sampel 1 yaitu dari 27,8 menjadi 34,8 dan sampel 7 dari 32,6 menjadi 39,4. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pelembab dari minyak klentiq terbukti dapat peningkatkan kadar hidrasi kulit lansia setelah pemakaian selama 3 minggu.
Harapan baru pengobatan penyakit tidak menular dengan memanfaatkan sel punca Ariyani Noviantari; Khariri Khariri
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15898

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari seorang penderita kepada orang lain di sekitarnya. Dominasi penyakit tidak menular telah menggeser keberadaan penyakit menular dan saat ini menjadi masalah utama kesehatan masyarakat global termasuk Indonesia. Data dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization-WHO) menyebutkan bahwa PTM merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 mendapatkan data prevalensi beberapa PTM yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013. Beberapa penyakit tersebut antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Salah satu alternatif terapi yang saat ini sedang berkembang adalah sel punca. Sel punca banyak dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit di antaranya PTM. Tulisan ini menguraikan tentang mengenai pengobatan penyakit tidak menular dengan memanfaatkan sel punca. Tulisan ini berupa review literatur yang didapatkan melalui penelusuran pustaka yang didapatkan dari internet. Sel punca dilaporkan dapat dimanfaatkan dalam terapi pengobatan PTM. Keberhasilan sel punca dalam banyak penelitian memberikan harapan baru terhadap alternatif pengobatan PTM di Indonesia.