cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM
ISSN : -     EISSN : 24600059     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Gigi Klinik or abbreviated to MKGK is a scientific periodical written in Indonesian language published by Dentistry Faculty of Gadjah Mada University twice a year on every June and December. The process of manuscript submission is open throughout the year
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Teknik mencetak neutral zone pada pembuatan overdenture dengan kombinasi tiga jenis penyangga Kevin Christopher Kawilarang; Titik Ismiyati; Murti Indrastuti; Herijanti Amalia Kusuma
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.44384

Abstract

Resorpsi residual ridge yang parah sering kali menyebabkan kegagalan perawatan gigi tiruan lengkap akibat rendahnya stabilitas dan retensi. Terdapat beberapa cara untuk dapat meningkatkan residual ridge, antara lain dengan modifikasi teknik mencetak dan menggunakan sisa gigi asli sebagai penyangga untuk perawatan overdenture. Teknik mencetak neutral zone dapat meningkatkan stabilitas gigi tiruan. Teknik ini memungkinkan penyusunan anasir gigipada daerah keseimbangan otot. Penggunaan sisa gigi asli sebagai penyangga untuk perawatan overdenture terbukti efektif dalam menambah stabilitas, retensi, mencegah resorpsi residual ridge, dan memberikan proprioseptif yang lebih baik. Pemilihan jenis penyangga disesuaikan dengan keadaan sisa gigi dan pada beberapa kasus dilakukan kombinasi beberapa jenis penyangga. Tujuan penulisan ini untuk melaporkan teknik mencetak neutral zone padapembuatan tooth supported overdenture dengan kombinasi tiga jenis penyangga. Kasus pasien wanita 50 tahun, tersisa gigi 13, 14, 33, 34, 35, 47, serta sisa akar gigi 32 dan 38. Perawatan yang dipilih adalah tooth supported overdenture menggunakan kombinasi penyangga koping pendek pada gigi 13 dan 14, magnet pada gigi 33, dan bare root pada gigi 34 dan 35. Pencabutan dilakukan pada gigi 47 serta sisa akar gigi 32 dan 38. Pada rahang bawahdilakukan pencetakan dengan teknik neutral zone menggunakan bahan polyether medium body yang diletakkan di atas base plate rahang bawah dengan bantuan retensi kawat, kemudian pasien diinstruksikan untuk menggerakkan bibir, menelan, dan mengucapkan huruf vokal. Pencetakan neutral zone dalam pembuatan tooth supported overdenture pada residual ridge yang resorpsi dapat memudahkan operator dalam menentukan posisi penyusunananasir gigi pada harmonisasi otot, sehingga tekanan otot di sekitar gigi tiruan dapat membantu meningkatkan retensi, stabilitas, dan kenyamanan gigi tiruan pada saat berfungsi.
Hubungan indeks massa tubuh dengan kesehatan gigi dan mulut: studi pada usia lanjut di Daerah Istimewa Yogyakarta Fitrina Rachmadanty Siregar; Lisdrianto Hanindriyo; Elastria Widita; Rini Widyaningrum; Bambang Priyono; Dewi Agustina
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.77112

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk usia lanjut dan semakin bervariasinya jenis makanan menjadi tantangan bagi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Aspek gizi seperti frekuensi dan jumlah asupan makanan yang memengaruhi berat badan dapat pula memengaruhi kesehatan gigi dan mulut terutama pada usia lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan kesehatan gigi dan mulut. Studi ini merupakan studi potong lintang dengan partisipan sebanyak 186 orang berusia 60-84 tahun yang terdiri dari 87 laki-laki dan 99 perempuan dilakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut yaitu jumlah gigi dalam mulut, indeks kebersihan mulut (OHI), indeks karies (DMFT), perdarahan saat probing (BOP), kedalaman poket (PPD), dan kehilangan perlekatan (CAL). Uji korelasi Pearson dilakukan pada IMT dan enam variabel pemeriksaan gigi dan mulut. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara IMT dengan jumlah gigi (r = 0,233, p < 0,05), kebersihan mulut (r = -0,384, p < 0,05), perdarahan saat probing (r = -0,249, p < 0,05), kedalaman poket ≥ 4 mm (r = 0,177, p < 0,05), dan kehilanganperlekatan (r = -0,167, p < 0,05). Tidak terdapat hubungan antara IMT dengan status karies gigi (r = -0,137, p > 0,05).
Aplikasi Platelet Rich Fibrin dan Gel Rosuvastatin 1.2% sebagai Perawatan Adjuvan pasca Open Flap Debridement pada Periodontitis Stage III Grade B pada pasien dengan kondisi premenopause Nur Rahman Ahmad Seno Aji; Tissa Rahadianti; Dahlia Herawati
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.77575

Abstract

Periodontitis merupakan penyakit inflamasi jaringan pendukung gigi yang menimbulkan gangguan mastikasi, permasalahan estetika serta fonasi. Gangguan-gangguan permanen akibat periodontitis telah terbukti mempengaruhi kualitas hidup secara negatif. Periodontitis terjadi karena proses dysbiosis mikroorganisme rongga mulut dan respon inang yang inadekuat yang menyebabkan inflamasi persisten sehingga timbul destruksi jaringan periodontal. Berdasarkan tingkat keparahan dan kecepatan progresinya, periodontitis diklasifikasikan dalam stage dan grade tertentu. Periodontitis stage III Grade B merupakan kondisi penyakit periodontal tahap lanjut yang umumnya disertai poket infraboni dan kegoyangan gigi. Kondisi sistemik seperti hormon berpengaruh pada jaringan periodontal. Menjelang menopause terjadi perubahan hormon progesterone dan estrogen yang mempengaruhi integritas dan kesehatan jaringan periodontal. Modifikasi perawatan berupa penambahan bahan adjuvan pasca bedah periodontal berpengaruh positif pada periodontitis yang disertai kondisi premenopause. Platelet Rich Fibrin (PRF) merupakan salah satu olahan konsentrat platelet yang mampu menyediakan faktor pertumbuhan pada area operasi. Gel Rosuvastatin (RSV) 1,2% merupakan obat dari golongan statin yang memiliki efek pleiotrofik dan dapat berperan sebagai agen host modulation therapy (HMT) untuk mengendalikan inflamasi di jaringan periodontal. Artikel ini menyajikan sebuah alternatif perawatan fase korektif dengan aplikasi PRF dikombinasikan dengan gel rosuvastatin pada periodontitis stage III grade B sehingga diharapkan terjadi regenerasi jaringan periodontal.
Pelaksanaan protokol kesehatan, masalah, dan solusinya dalam perawatan pasien ortodonti di Kota Bandung selama masa pandemi COVID-19 Noor Firda Novianti Putri; Yuliawati Zenab; Warta Dewi
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.78169

Abstract

Wabah pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) menempatkan ortodontis menjadi salah satu profesi dengan risiko tinggi untuk tertular dan menularkan infeksi COVID-19. Oleh sebab itu, diperlukan penerapan protokol kesehatan yang berdasar pada upaya pencegahan dan pengendalian infeksi agar dapat menekan risiko terjadinya infeksi silang. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pelaksanaan protokol kesehatan, masalah yang dihadapi dan solusinya dalam perawatan pasien ortodonti di Kota Bandung selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif untuk mengetahui gambaran pelaksanaan protokol kesehatan, masalah yang dihadapi dan solusinya dalam perawatan pasien ortodonti di Kota Bandung selama masa pandemi COVID-19. Metode dan teknik pengambilansampel menggunakan metode sampling jenuh dan non-probability sampling dari 32 ortodontis yang melakukan praktik pribadi di Kota Bandung selama masa pandemi COVID-19. Analisis statistik dengan uji validitas product moment Pearson dan uji reliabilitas Alpha Cronbach. Hasil penelitian diperoleh dokter gigi spesialis ortodonti di Kota Bandung selalu (66,67%) dan sering (28,125%) melaksanakan protokol kesehatan sebelum pandemic COVID-19, selalu (54,083%)dan sering (12,583%) menghadapi masalah protokol kesehatan terhadap perawatan pasien ortodonti disertai komitmen untuk selalu (87,946%) dan sering (11,38%) melaksanakan protokol kesehatan, selalu (66,295%) dan sering (33,04%) menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi COVID-19 sebagai solusi atas masalah tersebut. Sehingga dapat disimpulkan lebih dari setengah populasi ortodontis menyatakan selalu melaksanakan protokol kesehatan sebelum pandemi COVID-19, sadar akan masalah yang dihadapi dan selalu menerapkan peningkatan protokol kesehatan sebagai solusi untuk mencegah potensi terjadinya infeksi silang selama masa pandemi COVID-19. Masih ada sebagian kecil responden lain menyatakan sering melaksanakan protokol kesehatan sesuai yang sudah ditetapkan.
Kekuatan kompresi semen alpha tricalcium phosphate dengan komposisi larutan sodium yang berbeda Ruslin Ruslin; Sri Larnani; Priztika Widya Nursalim; Mayu Winnie Rachmawati; Anne Handrini Dewi
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.80838

Abstract

Calcium phosphate cement (CPC) merupakan campuran dari cairan dan serbuk yang mengandung calcium phosphate. Kelebihan CPC dibandingkan dengan bone graft lain adalah dapat menyesuaikan defek tulang, mengeras pada in vivo, dan biokompatibel. Kekurangan dari CPC adalah kekuatan mekanik yang rendah. Reaksi setting dan mengerasnya CPC dikarenakan adanya ikatan antar kristal apatite yang berpresipitasi. Cairan yang mengandung ion fosfat biasanya digunakan sebagai campuran untuk mempercepat reaksi setting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kekuatan kompresi semen alpha tricalcium phosphate (α-TCP) dengan penggunaan larutan disodium hydrogen phosphate (Na2HPO4) dan sodium dihydrogen phosphate (NaH2PO4). Sebanyak 12 sampel semen α-TCP dibuat dengan ukuran diameter 3 mm dan tinggi 6 mm. Sampel penelitian dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan, kelompok pertama campuran serbuk dan larutan Na2HPO4 dan kelompok kedua campuran serbuk α-TCP dan larutan NaH2PO4. Sampel kemudian direndam dalam larutan saline selama 24 jam pada suhu 37 °C. Setelah perendaman selesai, sampel diuji dengan menggunakan universal testing machine (UTM). Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam rumus untuk mengetahui kekuatan kompresinya. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan independent sample t-test dengan tingkat signifikansi 95%. Rerata kekuatan kompresi semen α-TCP dengan penggunaan larutan Na2HPO4 dan NaH2PO4 adalah 44,51 ± 4,22 MPa dan 21,52 ± 1,85 MPa. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada penggunaan kedua larutan (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan kekuatan kompresi yang signifikaan antara semen α- TCP dengan penggunaan larutan Na2HPO4 NaH2PO44. Kekuatan kompresi semen α-TCP dengan penggunaan larutan Na2HPO4 lebih tinggi daripada semen α-TCP dengan penggunaan larutan NaH2PO4. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5