cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal
ISSN : 25285149     EISSN : 24607819     DOI : -
Core Subject : Science,
Journal of Business and Management Application (JABM) published articles in the field of business and management applications such as business strategy management, financial management, human resources and organization, business value chain and other issues in the field of business and management. This scientific journal is published by School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB) associated with Indonesian Alliance of Magister Management Program (APMMI). JABM began the publication in August 2015 with a frequency of three times a year. Starting in 2016, JABM will be published in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
Strategi Bersaing Industri Madu (Studi Kasus: CV Madu Apiari Mutiara) Debi Sarah; Rita Nurmalina Suryana; Kirbrandoko Kirbrandoko
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.71

Abstract

The amount of imported honey in Indonesia has been increasing since 2013. Import of honey has increased because due to high honey demands on industries of beverage, health, and beauty. The objectives of this research were to determine the internal and external environment factors of CV Madu Apiari Mutiara, to formulate alternative strategies and priorities in developing the company competitive strategy, and to map the recommendation of program and alternative strategy in developing competing strategy CV Madu Apiari Mutiara. The analytical tools used in this research were the internal and external corporate environment analysis, A'WOT integration between hierarchy process analysis (AHP) and SWOT, and the strategy architecture to determine the company's long-term plan. These six alternative strategies are used to determine strategic priorities. The three highest priority strategies are (1) expansion of the marketing area, (2) optimizing market penetration for all honey derivative products, (3) improving product quality and corporate credibility. The designs of the strategic architecture are to improve marketing in the first year, to make a mapping of marketing distribution channels the second year, and to innovate honey derivative products in the third year.Keywords: architecture strategy, A’WOT, CV Madu Apiari Mutiara, honey, competitive strategyAbstrak: Impor madu di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2013 hingga saat ini. Impor meningkat karena banyaknya permintaan madu pada industri minuman, kesehatan dan kecantikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan faktor lingkungan internal dan eksternal CV Madu Apiari Mutiara, merumuskan alternatif strategi serta prioritasnya dalam pengembangan strategi bersaing perusahaan, dan memetakan blue print strategi dalam pengembangan strategi bersaing CV Madu Apiari Mutiara. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan, A’WOT integrasi antara analisis proses hierarki (AHP) dan SWOT, arsitektur strategi untuk menentukan rencana jangka panjang perusahaan. Terdapat enam alternatif strategi yang dapat direkomendasikan kepada CV Madu Apiari Mutiara. Enam alternatif strategi tersebut digunakan untuk menentukan prioritas strategi. Tiga prioritas strategi tertinggi, yaitu (1) perluasan wilayah pemasaran, (2) optimalisasi penetrasi pasar untuk semua produk turunan madu, (3) peningkatan kualitas produk dan kredibilitas perusahaan. Rancangan arsitektur strategi di tahun pertama yaitu melakukan peningkatan pemasaran, tahun kedua membuat pemetaan saluran distribusi pemasaran dan pada tahun ketiga membuat inovasi produk turunan madu.Kata kunci: arsitektur strategi, A’WOT, CV Madu Apiari Mutiara, madu, strategi bersaing
Analisis Atribut Produk Pada Manajemen Mutu Proses Produksi Daging Sapi di RPH PT. Elders Indonesia, Bogor Asep Hapidin; Abdul Basith; Jono M. Munandar
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.84

Abstract

This study aimed to identify and analyze product attributes that affect the quality management of the beef production process in PT. Elders Indonesia, as well as to evaluate the quality management system and food safety management system, and formulate alternative improvement strategies on product attributes that are in line with consumer desires and expectations. The research method used brainstorming to identify product attributes, QFD analysis to determine the specifications of consumer needs and desires, self-assessment for the assessment of the application of SMM and SMKP, HACCP for identification of hazards in the production process, and AHP for the formulation of alternative priority improvement strategies. The results of the study showed that there were 15 attributes that the consumers considered when buying beef in PT. Elders Indonesia. Meanwhile the elements of ISO 9001: 2008 quality management in the production and HACCP food safety management system as a whole have been fulfilled and have been applied well. Based on the identification of critical control points at the process stage, there are 4 critical control points that must be considered by PT. Elders Indonesia. AHP analysis results showed that fat thickness (0.457) is the main improvement priority that must be conducted by the company.Keywords: quality management, product attributes, beef, slaughterhousesAbstrak: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis atribut-atribut produk yang berpengaruh pada manajemen mutu proses produksi daging sapi di RPH PT. Elders Indonesia, serta mengevaluasi sistem manajemen mutu dan sistem manajemen keamanan pangan, merumuskan alternatif strategi perbaikan pada atribut produk yang sesuai dengan keinginan dan harapan konsumen. Metode penelitian menggunakan brainstorming untuk identifikasi atribut produk, analisis QFD untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, self Assessment untuk penilaian penerapan SMM dan SMKP, HACCP untuk identifikasi bahaya pada proses produksi, AHP untuk perumusan alternatif strategi prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli daging sapi PT. Elders Indonesia sebanyak 15 atribut. Sementara itu unsur-unsur manajemen mutu ISO 9001:2008 pada bagian produksi dan sistem manajemen keamanan pangan HACCP secara keseluruhan telah dipenuhi dan telah diaplikasikan dengan baik. Berdasarkan identifikasi titik kendali kritis pada tahapan proses diperoleh empat titik kendali kritis yang harus diperhatikan oleh PT. Elders Indonesia. Hasil analisis AHP menunjukan bahwa ketebelan lemak (0,457) merupakan prioritas perbaikan utama yang harus dilakukan perusahaan.Kata kunci: atribut produk, manajemen mutu, daging sapi, rumah pemotongan hewan 
Customer Development Model Dalam Bisnis Jasa Pembelajaran Program English as Second Languange (ESL) Niken Dyah Wanodyanti; Idqan Fahmi; Agus Maulana
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.95

Abstract

The purpose of study is to test the application of Customer Development Model (CDM) in a language service business called English as Second Language (ESL). This study uses CDM approach by incorporating business model canvas and SERVQUAL. The study uses qualitative and quantitative approaches by involving corporate clients (headmaster and ESL teacher implementers) and corporate management to perceive consumer perceptions. The results of this study indicate that the company has passed the stage of customer discovery and customer validation for two years. The next stage is the customer creation with the results of a new marketing strategy formulation. The new marketing strategy formulation is a result of the improvement of the business model canvas and the evaluation of the old marketing strategy. The improvement of the canvas business model is derived from customer perception with SERVQUAL method. Formulation of marketing strategy will be conducted using the main strategy of providing holistic services and 7P (product, promotion, price, place, people, process, dan physical evidence) marketing mix strategy. The managerial implications that need to be carried by PT Pendidikan Prima Utama are the improvement of tools, service improvement, and ESL program development.Keywords: business model canvas, CDM, ESL, service business, SERVQUALAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah menguji penerapan Customer Development Model (CDM) dalam bisnis jasa dengan kasus program English as Second Languange (ESL). Pendekatan penelitian ini melalui CDM dengan menggunakan model bisnis kanvas dan SERVQUAL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan melibatkan klien perusahaan (kepala sekolah dan guru implementor ESL) dan manajemen perusahaan untuk melihat persepsi konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan sudah melewati tahapan customer discovery dan customer validation selama dua tahun. Tahapan selanjutnya adalah customer creation dengan hasil rumusan strategi pemasaran yang baru. Rumusan strategi pemasaran yang baru merupakan hasil perbaikan model bisnis kanvas dan evaluasi strategi pemasaran yang lama. Perbaikan model bisnis kanvas diperoleh dari hasil persepsi pelanggan dengan metode SERVQUAL. Rumusan strategi pemasaran yang akan dilakukan dengan strategi utama memberikan pelayanan holistik dan strategi bauran pemasaran 7P (product, promotion, price, place, people, process, dan physical evidence). Implikasi manajerial yang perlu dilakukan pada tahap customer creation ini adalah perbaikan perangkat, perbaikan pelayanan, dan pengembangan program ESL.Kata kunci: bisnis jasa, CDM, ESL, model bisnis kanvas, SERVQUAL
Strategi Peningkatan Keberlanjutan Daya Saing Teh Organik Titah Haritul Ichwani; Arief Daryanto; Anas Miftah Fauzi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.109

Abstract

Tea industry is a promising industry, especially with its global awareness about organic tea. The purpose of this study is to identify the best alternative strategies for PT Harendong Green Farm to survive and sustainable. Technique of data collecting was conducted by interviewing the experts and distributing the questioners to five respondents, consisting of CEO, Plantation Head and Production Head of PT Harendong Green Farm, Head of Promotion Board of Indonesia, and Tea Master. The data analysis was carried out using Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine strategy in detail and priority development activity for the company. AHP results show that the procurement of premium tea products, competitive pricing, attractive packaging and cultural orientation through education and understanding to the community become an alternative offered. The recommended strategy is to establish a premium tea product from a competing company with a distinctive fragrance and flavor.Keywords: competitiveness, organic certificates, organic tea, premium tea, AHPAbstrak: Industri teh merupakan salah satu industri yang menjanjikan, terutama dengan kesadaran masyarakat global tentang teh organik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan alternatif strategi yang terbaik bagi perusahaan agar dapat bertahan serta berkelanjutaan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara pakar dan pengisian kuesioner oleh lima responden yaitu CEO, Kepala Perkebunan dan Kepala Produksi PT Harendong Green Farm, Kepala Promosi Dewan Teh Indonesia dan Tea Master. Analisis data menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi secara detail dan prioritas utama pengembangan kegiatan perusahaan. Hasil AHP menunjukkan bahwa pengadaan produk teh premium, harga yang kompetitif, kemasan yang menarik dan orientasi budaya melalui edukasi dan pemahaman kepada masyarakat menjadi alternatif yang ditawarkan. Strategi yang disarankan adalah dengan mengadakan produk teh premium yang berbeda dari perusahaan pesaing dengan menonjolkan aroma dan rasa yang khas.Kata kunci: daya saing, sertifikat organik, teh organik, teh premium, AHP
Significant Impact of Working Capital and Macroeconomic Condition on Profitability in Property Industry Achmad Rizki; Lukytawati Anggraeni; Arief Tri Hardiyanto
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.121

Abstract

Working capital management is important for managers to manage business operations smoothly and efficiently. This study investigates impact of working capital management and macroeconomic condition on profitability in Indonesian property industry. This study used data from the quarter financial report of 19 property firms listed in Indonesia Stock Exchange over the period 2011-2015 quarterly, while GDP, inflation, and interest rate data were obtained from Statistic Indonesia and Bank of Indonesia. The data were analyzed using panel data regression analysis. This study found that accelerating Cash Conversion Cycle (CCC) and being more aggressive in working capital policy would improve profitability. Furthermore, the result showed that macroeconomic condition, firm size, sales growth, and capital structure have significant effects on the profitability.Keywords: corporate finance, working capital, macroeconomic, profitability, propertyAbstrak: Manajemen modal kerja sangat penting bagi manajer dalam mengelola operasional bisnis agar berjalan secara lancar dan efisien. Studi ini meneliti dampak dari manajemen modal kerja dan kondisi makroekonomi terhadap profitabilitas di industri properti Indonesia. Penelitian ini menggunakan data dari laporan keungan secara kuartalan dari 19 perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2011–2015, sementara data PDB, inflasi, dan suku bunga didapatkan dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis regresi data panel. Penelitian ini menunjukan bahwa mempercepat siklus konversi kas dan lebih agresif dalam kebijakan modal kerja akan meningkatkan profitabilitas. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekonomi makro, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, dan struktur modal berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.Kata kunci: keuangan perusahaan, modal kerja, makroekonomi, profitabilitas, properti
Implementation of Branchless Banking in Bogor: a Figure of New Financial Service in Rural Area Ktut Silvanita Mangani; Yusman Syaukat; Bustanul Arifin; Mangara Tambunan
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.131

Abstract

Branchless Banking (BB) is a limited financial service provided by financial service providers, such as banks to the customers without having to come to their office. The banks use the third-party called BB Agent and Information Technology. This study aims to provide an overview of the implementation of the BB program in rural areas. This research was carried out in a bank that implemented a BB program. The unit analysis is the BB Agents as an extension of the limited banking services in rural areas and household micro and small businesses conducting financial transactions through the Agents. The method used in this study is descriptive analysis using primary data source through questionnaire.This study was conducted in Bogor District, at 13 Sub-districts. The samples were the BB agents and business households involved in the BB program chosen purposively and analyzed by a descriptive method. The results show that most transactions were in cash and for payment transactions, while savings and cash withdrawal transactions, which are related to production activities, are still minimal. In addition, transactions using digital money (T-Bank) and BSA (Basic Saving Account) as financial products which aims to reach the unbanked communities have not run. Therefore, this study recommends to the Bank to provide adequate education and information to increase public confidence in BB agents. In addition, OJK and BI need to encourage the penetration of BSA products and bring up the culture of digital money in rural areas and encourage the society to utilize the services of financial transactions through BB agents.Keywords: branchless banking, types of transaction, instruments of transaction, digital money, bsaAbstrak: Branchless Banking (BB) adalah jasa keuangan terbatas yang disediakan oleh penyedia jasa keuangan, seperti bank kepada pelanggan, tanpa harus datang ke kantor mereka. Bank menggunakan pihak ketiga (Agen BB) dan Teknologi Informasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang implementasi program BB di daerah pedesaan. Penelitian ini dilakukan di bank yang menerapkan program BB. Unit analisis adalah Agen BB sebagai perpanjangan dari layanan perbankan terbatas di daerah pedesaan, serta usaha mikro dan kecil rumah tangga yang melakukan transaksi keuangan melalui Agen BB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan menggunakan sumber data primer melalui kuesioner. Studi dilakukan di Kabupaten Bogor di 13 Kecamatan. Sampel agen BB dan rumahtangga usaha yang terlibat dalam BB dipilih secara ‘purposive’. Hasilnya menunjukkan bahwa transaksi paling banyak menggunakan uang tunai dan untuk transaksi pembayaran. Transaksi tabungan dan penarikan tunai, yang berkaitan dengan kegiatan produksi masih minimal. Selain itu transaksi menggunakan uang digital (T-Bank) atau BSA (Basic Saving Account) sebagai produk keuangan yang ditujukan kepada masyarakat unbanked belum berjalan. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan kepada Bank untuk melakukan edukasi dan memberikan informasi yang memadai untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada agen. Selain itu memberi rekomendasi kepada OJK dan BI untuk mendorong penetrasi produk BSA dan memunculkan budaya uang digital di daerah perdesaan, selanjutnya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan jasa transaksi keuangan melalui agen BB.Kata kunci: branchless banking, jenis transaksi, instrumen transaksi, uang digital, BSA
Komisaris Keluarga, Komisaris Wanita dan Pengungkapan Modal Intelektual: Studi Pada Peristiwa Penawaran Saham Perdana Doddy Setiawan; Harviana Anggraini Putri
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.142

Abstract

This study aims at examining the effect of family commissioners and female commissioners on intellectual capital disclosure using Indonesian context. There were three independent variables in the study: percentage of family commissioners on board of commissioners, family chairman of the board of commissioners, and female commissioners. The sample of the study consisted of non-financial firms that conducted Initially Public Offering (IPO) at Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2001 – 2016 period. The final sample of the study consisted of 175 firms. This study used multiple regression to test the effect of family commissioners and female commissioners on intellectual capital disclosure. The result of the study shows that female commissioners and percentage of family commissioners have positive effects on intellectual capital disclosure. Female commissioners have positive effects to push the company to provide more information to the investors. Therefore, gender diversity in the board of commissioners has a positive effect to the firms. Furthermore, family commissioners also push management to provide better disclosure on intellectual capital. However, this study did not find significant effects of family chairman on the board of commissioners on intellectual capital disclosure.Keywords: intellectual capital disclosure, IPO, female commissioner, board of commissioners, family commissionersAbstrak: Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh komisaris yang berasal dari keluarga pemilik perusahaan dan komisaris wanita terhadap pengungkapan modal intelektual. Variabel independen pada penelitian ini terdiri dari tiga variabel, yaitu proporsi komisaris keluarga di dewan komisaris, komisaris utama yang berasal dari keluarga dan komisaris wanita. Sampel penelitian ini terdiri dari perusahaan non-keuangan yang melakukan penjualan saham perusahaan untuk pertama kali di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2001–2016. Perusahaan yang menjadi sampel berjumlah 175 perusahaan. Penelitian ini menggunakan regresi berganda untuk menguji dampak komisaris keluarga dan komisaris wanita terhadap pengungkapan modal intelektual. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi komisaris keluarga dan komisaris wanita berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan modal intelektual. Komisaris wanita mampu memberikan dampak kepada manajemen untuk lebih banyak mengungkapkan informasi kepada investor. Hal ini menunjukkan diversitas gender di perusahaan mempunyai pengaruh yang positif terhadap perusahaan. Selanjutnya, komisaris keluarga juga menginginkan perusahaan mengungkapkan informasi mengenai modal intelektual lebih banyak. Akan tetapi, penelitian ini tidak menemukan dampak signifikan komisaris utama yang berasal dari keluarga terhadap pengungkapan modal intelektual.Kata kunci: pengungkapan modal intelektual, IPO, komisaris wanita, dewan komisaris, komisaris keluarga
The Price Determinants of West Texas Intermediate Crude Oil Abitur Asianto
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.153

Abstract

The crude oil West Texas Intermediate (WTI) price shock affects the international trade as well as the domestic economy of a country and becomes one of the central issues in today's international economic assessment. This study analyzed the determinants of WTI price to predict the percentage price change as result of determinant changes. It employed vector error correction model (VECM) and used the monthly data of WTI price, supply, demand, gold, S&P 500, T-Note, US dollar index and US GDP from February 1990 to July 2017. Empirical results indicated that WTI supply and demand were the determinants of WTI prices. The supply variable was a major determinant of WTI price. An increase in growth of WTI supply would lead to a decrease in growth of price. On the other hand, an increase in growth of WTI demand would lead to an increase in growth of price.Keywords: crude oil WTI, price determinants, VECM, WTI supplyAbstrak: Guncangan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) memengaruhi perdagangan internasional dan juga ekonomi domestik suatu negara dan menjadi salah satu isu sentral dalam pembahasan ekonomi internasional saat ini. Studi ini menganalisis beberapa determinan harga WTI untuk memprediksi perubahan persentase harga sebagai akibat perubahan determinan. Studi ini menggunakan vector error correction model (VECM) dan menggunakan data bulanan harga WTI, supply, demand, emas, S&P 500, T-Note, indeks dolar AS dan PDB AS dari bulan Februari 1990 sampai Juli 2017. Hasil empiris menunjukkan bahwa supply dan demand WTI adalah faktor determinan dari harga WTI. Variabel supply merupakan determinan utama harga WTI. Kenaikan pertumbuhan supply WTI akan menyebabkan penurunan pertumbuhan harga. Sebaliknya, kenaikan pertumbuhan demand WTI akan menyebabkan kenaikan pertumbuhan harga. Kata kunci: minyak mentah WTI, determinan harga, VECM, supply WTI
Strategic Choice of Technology Transfer in Indonesia Syafrizal Maludin; Rizal Syarief; Amzul Rifin; Nurul Taufiqu Rochman
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.163

Abstract

Research shows technology development is one key element of economic growth. The race in innovation technology leads the government to issue policies in order to enhance competitiveness based on innovation technology. This commitment is mostly followed by allocating some amount of budget in science and technology development. On the other side, it should be comprehended that innovation creates its own arteries which encourage the government to create an appropriate strategic choice which meets the expectation based on the unique competence of a nation. This article measures the strategic choice for policy maker in establishing an appropriate technology transfer system based on the opinion of actors that involve in technology transfer utilizing analytical hierarchy process (AHP) that analyzes the individual variables in three hierarchies. The variables were derived from the first discussion with experts as the higher level of decision maker. Additionally, research problems were based on the first process of discussion of AHP with experts enriched by literature study. The choices of strategy in this research include developing technology & business incubator at 0.50414, establishing science attaché at 0.24344, strengthening existing public research institution at 0.16648 and increasing gross expenditure on research and development at 0.08594.Keywords: AHP, policy maker, technology transfer, strategic choicesAbstrak: Riset menunjukan peran perkembangan teknologi sebagai salah satu elemen penting dalam pertumbuhan ekonomi. Kompetisi dalam arena inovasi teknologi berpengaruh pada pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan dalam penguatan daya saing bangsa berbasis inovasi teknologi. Komitmen ini seringkali diikuti dengan alokasi anggaran untuk kegiatan riset dan teknologi. Namun, penguatan ini harus diikuti dengan pemahaman bahwa inovasi menciptakan alur prosesnya sehingga pemerintah diharapkan mampu menciptakan pilihan strategi yang searah dengan tujuan yang berakar dari nilai lokal. Tulisan ini mengukur pilihan strategi yang dapat digunakan oleh pembuat kebijakan dalam menciptakan alih teknologi yang didasarkan pada visi pakar pada bidang alih teknologi dengan menggunakan pendekatan analytical hierarchy process (AHP) yang terbagi dalam tiga struktur hirarki. Variabel yang digunakan diturunkan dari interview pertama dengan pakar dan pengambil keputusan. Masalah riset pada kajian ini juga diturunkan dari interview dengan pakar yang diperkaya dengan penelaahan literatur. Pilihan strategi pada kajian ini adalah pengembangan inkubator dan taman sains dan teknologi 0,50414, pembukaan attaché iptek 0,24344, penguatan litbang 0,16648 dan peningkatan anggaran riset 0,08594. Kata kunci: AHP, alih teknologi, pembuat kebijakan, pilihan strategi
Pengembangan Bisnis Media The Jakarta Post Digital Dandy Indriawijaya Koswaraputra; Bonar M. Sinaga; Trias Andati
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 2 (2019): JABM Vol. 5 No. 2, Mei 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.2.177

Abstract

This research aimed to identify the existing business model implemented by The Jakarta Post Digital by using Business Model Canvas (BMC) approach in order to create a new business model after being analyzed by the SWOT method. The results of the analysis showed that the company's strength is on Key Resources and its weaknesses are on Key Activities and Value Proposition. Based on the results, it is necessary to improve the nine elements of the Business Canvas Model, especially for the three blocks. Therefore, this research concluded that there is a need for improvement in the business model of The Jakarta Post Digital on Value Proposition block by improving Multimedia products, such as infographic and short videos. The Key Activities block also need to be changed by focusing on multimedia development. The Key Resources need to be improved; including the studio, multimedia equipment and human resources. Therefore, the production process becomes more efficient, and the quality and quantity of the outputs are increasing, which implicate in the change of Revenue Stream.Keywords: digital, media, business model canvas, SWOT, the jakarta postAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model bisnis yang saat ini digunakan oleh The Jakarta Post Digital dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) untuk kemudian menciptakan model bisnis baru atau perbaikan setelah dianalisis dengan metode SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan perseroan ada pada sumber daya kunci (Key Resources) dan kelemahannya ada pada kegiatan produksi (key activities) dan produk atau jasa yang ditawarkan (value proposition). Hasil idenfikasi tersebut, maka diperlukan perbaikan pada kesembilan elemen yang terdapat pada model bisnis kanvas terutama pada 3 blok tersebut. Dengan demikian, penelitian menyimpulkan perlu adanya perbaikan pada model bisnis The Jakarta Post Digital pada blok value proposition, yaitu dengan meningkatkan produk Multimedia. Pada blok key activities juga mengalami perubahan dengan penambahan fokus pada pengembangan multimedia. Selain itu, key resources juga diperbaiki pembangunan studio beserta peralatan penunjang produksi multimedia, termasuk SDM. Dengan demikian, proses produksi menjadi lebih efisien yang berimplikasi pada perubahan revenue stream.Kata kunci: digital, media, business model canvas, SWOT, the jakarta post

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JABM Vol. 11 No. 3, September 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): JABM Vol. 11 No. 2, May 2025 Vol. 11 No. 1 (2024): JABM, Vol. 11 No. 1, Januari 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): JABM, Vol. 10 No. 3, September 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): JABM, Vol. 10 No. 2, Mei 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): JABM, Vol. 10 No. 1, Januari 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): JABM Vol. 9 No. 3, September 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): JABM Vol. 9 No. 2, Mei 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JABM Vol. 9 No. 1, Januari 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JABM, Vol. 9 No. 1, Januari 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): JABM Vol. 8 No. 3, September 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): JABM Vol. 8 No. 2, Mei 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): JABM Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): JABM Vol. 7 No. 3, September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): JABM Vol. 7 No. 2, Mei 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): JABM Vol. 7 No. 1, Januari 2021 Vol. 6 No. 3 (2020): JABM Vol. 6 No. 3, September 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): JABM Vol. 6 No. 2, Mei 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020 Vol. 5 No. 3 (2019): JABM Vol. 5 No. 3, September 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): JABM Vol. 5 No. 2, Mei 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019 Vol. 4 No. 3 (2018): JABM Vol. 4 No. 3, September 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): JABM Vol. 4 No. 1, Januari 2018 Vol. 3 No. 3 (2017): JABM Vol. 3 No. 3, September 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): JABM Vol. 3 No. 2, Mei 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): JABM Vol. 3 No. 1, Januari 2017 Vol. 2 No. 3 (2016): JABM Vol. 2 No. 3, September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): JABM Vol. 2 No. 2, Mei 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JABM Vol. 2 No. 1, Januari 2016 Vol. 1 No. 2 (2015): JABM Vol. 1 No. 2 Desember 2015 Vol. 1 No. 1 (2015): JABM Vol 1. No 1, Agustus 2015 More Issue