cover
Contact Name
Teguh Triyono
Contact Email
teknik@unwiku.ac.id
Phone
+6281804888643
Journal Mail Official
teknik@unwiku.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Beji KarangsalamPurwokerto 53152, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Teodolita: Media Komunikasi Ilmiah di Bidang teknik
ISSN : 14111586     EISSN : 27226204     DOI : -
Teodolita adalah jurnal imiah Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang merupakan wadah informasi berupa hasil penelitian, studi literatur maupun karya ilmiah terkait. Jurnal Teodolita terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat materi yang membahas tentang ilmu-ilmu teknik seperti sipil, arsitektur, elektro dan informatika. Pembahasan yang diberikan diharapkan dapat menambah wawasan bagi siapa saja yang membacanya. Kontribusi makalah dari berbagai pihak baik di dalam lingkungan kampus maupun di luar lingkungan kampus sangat redaksi harapkan agar dapat memberikan pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada
Articles 274 Documents
RE-DESAIN TAMAN KOBER DI PURWOKERTO MENJADI TAMAN DESA DENGAN PENDEKATAN BUDAYA DINDA KARTIKA SARI; KHOIRUR ROZIQIN; WITA WIDYANDINI
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 22, No 1 (2021): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v22i1.400

Abstract

ABSTRACT Currently in Kober Village in West Purwokerto District, Banyumas Regency has a village park called Taman Kober. However, there are concerns over the facilities being poorly maintained and not being technologically efficient. The garden design tends to be the same as other village park, as in they don’t display the uniqueness of the region. For this reason, it is necessary to do a unique theme with a new approach. The new plan should represent a special, distinctive, intelligent plan that is able to accommodate the community’s need for an adequate public space, namely a village park. This study delves into the background for the re-design in Taman Kober, the goal is to produce research in a qualitative and accurate manner. Data collection is done in the following ways: field observations, interviews, and documentation. Afterwards, the data was analyzed using qualitative analysis and comparative analysis. Both used for the purpose of determining the ideal conditions for the village park. The conclusion drawn from the results is that re-designing Taman Kobe is a necessity. Improvements have to be implemented. Several facilities such as: a traditional children's play area, a cultural area, an educational area, and a socializing space should be prioritized. Key Words : Cultural, Taman Kober, Village Park ABSTRAK Saat ini di Kelurahan Kober di Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas telah memiliki taman desa yang bernama Taman Kober. Namun kondisinya cukup memprihatinkan dimana fasilitas yang ada tidak dipelihara dengan baik dan terkesan seadanya saja. Selain itu juga desain taman yang cenderung sama dengan taman desa lainnya, kurang menampilkan citra atau kekhasan yang dimiliki oleh Taman Kober. Untuk itu perlu dilakukan suatu desain ulang dengan menampilkan tema yang khusus dengan pendekatan atau konsep tertentu, sehingga dihasilkan suatu desain baru yang unik dan khas, serta mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat akan adanya suatu public space, yaitu taman desa. Penelitian ini membahas tentang fenomena yang menjadi latar belakang dilakukannya re-desain di Taman Kober, sehingga metode penelitian yang kami gunakan adalah metode kualitatif. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara : observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis perbandingan, yang digunakan untuk mengetahui kondisi ideal dari taman desa. Kesimpulan yang didapat dari hasil analisis adalah perlu dilakukannya re-desain Taman Kober, dengan perbaikan terhadap beberapa fasilitas di dalam Taman Kober serta penambahan beberapa fasilitas lainnya seperti : area permaianan tradisional anak, area kebudayaan, area edukasi, dan ruang untuk bersosialisasi. Kata-kata Kunci : Budaya, Taman Desa, Taman Kober.
PENGARUH SUNGAI BENGAWAN SOLO TERHADAP SEJARAH PERKEMBANGAN KOTA SURAKARTA WAHYU PRABOWO; RULLY RULLY
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 21, No 2 (2020): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v21i2.371

Abstract

Abstrak Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo yang bermata air di Wonogiri dan bermuara hingga ke laut Jawa ini memiliki panjang kurang lebih 600 km dan memiliki 2200 anak sungai yang mengalir ke berbagai daerah baik di sebagian Provinsi Jawa Tengah hingga ke sebagian Provinsi Jawa Timur. Dalam sejarahnya daerah aliran sungai merupakan lokasi yang vital bagi arus transpotasi menuju ke daerah – daerah pedalaman, mengingat pada jaman dahulu transportasi air merupakan sarana transportasi utama dari hulu sungai menuju hilir sungai, pun juga sebaliknya. Hal ini menyebabkan daerah yang memiliki komoditi lokal, mempersiapkan sebuah fasilitas berupa dermaga (bandar) guna menunjang proses bongkar muat atau jual-beli komoditi di daerah tersebut. Dermaga-dermaga inilah yang kemudian menjadi embrio sebuah perkembangan kota baik dari segi perekonomian, sosial, dan kultural di daerah-daerah tersebut, khususnya kota Surakarta. Surakarta yang merupakan daerah hulu dan mempunyai kerajaan pada saat itu, menjadi obyek vital dalam proses ekspedisi daerah aliran sungai bengawan solo. Hal ini mempengaruhi perkembangan kota Surakarta menjadi kota yang lebih variatif dari segi kultural dan lebih maju dari segi ekonomi jika dibandingkan dengan daerah-daerah sekitarnya. Kata kunci: daerah aliran sungai; bengawan solo,; sejarah,; perkembangan kota
KAJIAN PURA PEDALEMAN GIRI KENDENG MENJADI TUJUAN WISATA DESA DI DESA KLINTING KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS DWI JATI LESTARININGSIH; BASUKI BASUKI
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 21, No 1 (2020): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v21i1.347

Abstract

ABSTRACT Pedaleman Giri Kendeng Temple is located in Klinting Village in Somagede District, Banyumas Regency. Its presence is interesting because of the many cultural activities that accompany the Hindu religious worship series. If the activities are well packaged, it will be an attractive destination for the village. A tourist attraction will be difficult to develop if it is not equipped or supported with adequate facilities and infrastructure. This study aims to identify the potential of tourism objects in Klinting Village as a supporter of Pura Pedaleman Giri Kendeng Temple. This study used descriptive qualitative method. The results of the study are: to arouse tourism in the village of Klinting, the cultural potential and natural potential of the village of Klinting need to be processed and arranged to attract visitors. In managing village tourism it is necessary to involve existing community institutions as drivers of village tourism. Accessibility facilities and infrastructure as important elements in tourism need to be improved in quality and quantity.Key words : Pura Pedalaman Giri Kendeng, Wisata Desa  ABSTRAK Pura Pedaleman Giri Kendeng terletak di Desa Klinting di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Keberadaannya menjadi menarik karena banyak kegiatan budaya yang menyertai rangkaian peribadahan Agama Hindu tersebut. Jika kegiatan dikemas dengan baik maka akan menjadi tujuan wisata desa yang menarik. Suatu obyek wisata akan sulit berkembang jika tidak dilengkapi atau didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi obyek  wisata di Desa klinting sebagai pendukung  Pura Pedaleman Giri Kendeng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah: untuk membangkitkan wisata desa Desa Klinting maka potensi budaya dan potensi alam desa Klinting perlu diolah dan ditata agar menarik pengunjung. Dalam mengelola wisata desa perlu melibatkan lembaga masyarakat yang ada sebagai penggerak pariwisata desa. Sarana dan prasarana aksesibitas sebagai unsur penting dalam pariwisata perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.Kata-kata Kunci: Pura Pedalaman Giri Kendeng, Wisata Desa
PERENCANAAN RESORT DENGAN ARSITEKTUR TROPIS DI NEW KAWASAN PANGANDARAN Faryd Achmad Maulana; DWI JATI LESTARININGSIH; YOHANA NURSRUWENING
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 22, No 1 (2021): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v22i1.395

Abstract

ABSTRACT Pangandaran, with the support of infrastructure, accommodation, promotional activities, and development of tourist areas, has made the economic area around the Pangandaran area increase. However, Pangandaran Beach tourism objects have not been packed properly with the absence of adequate accommodation facilities in the area. Then the increase in accommodation facilities will be developed properly in order to increase the number of tourists staying. The concept of tropical architecture is an architectural concept that is currently being developed by using modern materials such as industrial steel and glass to define interior spaces to create an architecture with a structural framework that is balanced with the freedom of free flowing open space. The desired design is able to apply the concept of climate response to sites and buildings through building orientation, openings, lighting and ventilation. Keywords: Pangandaran; Resort; Tropical Architecture ABSTRAK Pangandaran dengan dukungan infrastruktur, akomodasi, kegiatan promosi, dan pengembangan kawasan wisata menjadikan kawasan ekonomi di sekitar kawasan Pangandaran meningkat. Akan tetapi obyek wisata Pantai Pangandaran ini belum di kemas dengan baik dengan tidak adanya sarana akomodasi yang memadai di kawasan tersebut. Maka peningkatan sarana akomodasi akan di kembangkan dengan baik guna lebih memperbanyak jumlah wisatawan yang menginap. Konsep arsitektur tropis merupakan konsep arsitektural yang sedang berkembang pada saat ini dengan menggunakan material modern seperti baja industri dan kaca untuk menentukan ruang interior sehingga menciptakan arsitektur dengan kerangka struktur yang di seimbangkan dengan kebebasan ruang terbuka yang mengalir bebas. Desain yang di harapakan yaitu mampu menerapakan konsep respon terhadap iklim pada tapak dan bangunan melalui orientasi bangunan, bukaan, pencahayaan dan penghawaan. Kata kunci : Pangandaran; Resort; Arsitektur Tropis
STUDY PERILAKU RESPON STRUKTUR SDOF AKIBAT BEBAN INPUT GETAR HARMONIK HORISONTAL REMIGILDUS CORNELIS; ANDI HIDAYAT RIZAL; WILHELMUS BUNGANAEN; ELSY HANGGE
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 21, No 2 (2020): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v21i2.366

Abstract

 AbstrakPenggunaan sistim struktur bangunan gedung berlantai banyak (highrise building) dan langsing menyebakan sistem struktur berperilaku lebih fleksibel walaupun redaman internalnya relatif kecil. Potensi kegagalan dapat terjadi ketika goncangan besar disebabkan oleh gempa atau angin. Untuk itu diperlukan pemahaman perilaku getar struktur baik sistem SDOF atau MDOF. Penelitian ini bertujuan menganalisa secara numerik respon struktur SDOF terhadap input getaran horizontal harmonik. Informasi perilaku respon struktur ini selanjutnya sebagai informasi awal perancangan sistem peredam pada bangunan.Dalam penelitian ini, model struktur SDOF memiliki dimensi real yaitu ukuran balok 30 x 40, ukuran kolom 20 x 30, Modulus Elastisitas adalah 2,2 x 105 cm4, tinggi struktur adalah 3 m, rasio redaman yaitu 5% dan beban merata adalah 2,5 t/m. Beban input dinamik harmonik berupa beban sinusoidal bekerja pada pondasi. Untuk mengetahui respon struktur maka dilakukan variasi terhadap kekakuan yaitu (1) kekakuan struktur SDOF dikalikan 0.5 kekakuan acuan, (2) kekakuan struktur SDOF  dua kali kekakuan acuan, variasi terhadap  massa yaitu (3) massa struktur SDOF dikalikan 0.5 kekakuan acuan, (4) massa struktur SDOF  dua kali massa acuan. Parameter yang dikaji adalah respons struktur yaitu defleksi, kecepatan dan percepatan lantai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa defleksi lantai semakin besar ketika massa struktur semakin besar berbanding terbalik dengan peningkatan kekakuan struktur. Defleksi yang terjadi ketika kekakuan struktur semakin kecil (langsing) atau massa struktur diperbesar menunjukkan pola bergelombang pada puncak defleksi menyebabkan trend peningkatan defleksi mengikuti pola eksponensial atau tidak linier.  Hal ini karena efek inersia dari massa struktur yang semakin besar menambah defkleksi pada struktur. Respon kecepatan dan percepatan juga menunjukan pola yang sama dan memiliki nilai negatif atau berlawanan dengan arah datangnya beban getar.  Luaran dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi para perancangan struktur tahan gempa terutama didaerah NTT.Kata Kunci: Respon dinamik, SDOF, Getaran Horisontal
SMART SISTEM ANTI REM BLONG PADA SISTEM REM TROMOL BERBASIS RASBERRY PI TEGUH PRIYANTO; DODY WAHJUDI; PRIYONO YULIANTO
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 21, No 2 (2020): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v21i2.375

Abstract

ABSTRACTKejadian tidak berfungsinya sistem pengereman akan mengakibatkan kecelakaan., faktor yang menjadi penyebab adalah karena brake fade. Brake fade merupakan  feeding temperatur dan over loading, oleh karena itu perlu upaya untuk mengurangi gegagalan dalam fungsi pengereman sistem rem tromol. Dalam upaya meminimalkan resiko  fungsi pengereman pada sistem rem tromol tahap awal yaitu melakukan eksperimen pengaruh temperatur tromol dan beban muatan terhadap efisiensi pengereman kendaraan. Hasil dari eksperimen ini berupa data batas aman temperatur rem tromol dan beban muatan maksimal yang digunakan peneliti sebagai dasar pembuatan alat smart sistem anti rem blong pada sistem rem tromol berbasis raspbarry pi. Sensor yang digunakan adalah sensor suhu LM35 dan sensor beban Load cell, hasil pembacaannya akan di proses oleh raspberry pi untuk di tampilkan pada layar LCD 16x2 dan menyalakan indikator lampu LED, alarm buzzer sebagai tanda peringatan serta mengaktifkan relay yang berfungsi sebagai saklar untuk menghidupkan selenoid lock. Pengujian sistem secara keseluruhan, menunjukan bahwa sistem telah berjalan dengan baik, Hasil pembacaan sensor suhu LM35 dan sensor beban load cell dapat ditampilkan pada layar LCD dengan Tingkat error pada sensor suhu LM35 adalah 1,3% sedangkan tingkat error pada sensor beban load cell adalah 0,7%. Hasil output atau keluaran juga berfungsi dengan baik sesuai dengan program yang dimasukan pada alat. Kata kunci : Brake fade, Raspberry pi, Sensor suhu LM35, Sensor beban load cell.
ANALISIS EFISIENSI SISTEM METERISASI LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM UNDERPASS PURWOKERTO RIAN ARIF SETIAWAN; KHOLISTIANINGSIH KHOLISTIANINGSIH; ISRA' NUUR DARMAWAN
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 22, No 1 (2021): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v22i1.399

Abstract

ABSTRACT Public Street Lighting (LPJU) is one of the needs of the community. With the LPJU, it is expected to increase the sense of security, increase the safety of road users and environmental lighting. There are two ways to calculate electricity bills for LPJUs, First using a KWH meter, Second using a subscription system, according to Presidential Decree No. 89 of 2002 dated December 21, 2002, by counting the number of light points without counting whether the lights are on or not. The total electricity bill for the metering system for 19 months is Rp 44,210,594, while if you use the subscription system it is Rp 73,180,590. Savings of IDR 28,969.996. The Regional Government of Banyumas Regency is right to use the metering system for the General Sudirman Underpass Street Lighting which is proven to be more efficient than the subscription system. The percentage of savings for 19 months is 39.58%. Keywords: public street lighting, saving, efficient ABSTRAK Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) merupakan salah satu kebutuhan masyarakat. Dengan adanya LPJU diharapkan meningkatkan rasa aman, meningkatkan keamanan pengguna jalan maupun penerangan lingkungan. Perhitungan tagihan listrik untuk LPJU ada dua cara, Pertama menggunakan KWH meter, Kedua dengan sistem langganan, sesuai Keppres No. 89 tahun 2002 tanggal 21 Desember 2002, yaitu dengan menghitung jumlah titik lampu tanpa menghitung melihat apakah lampu menyala atau tidak. Total tagihan listrik sistem meterisasi selama 19 bulan adalah Rp 44.210.594, sedangkan jika menggunakan sistem abonemen Rp 73.180.590. Penghematan sebesar Rp 28.969.996. Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas sudah tepat menggunakan sistem meterisasi untuk Lampu Penerangan Jalan Umum Underpass Jendral Sudirman yang terbukti lebih Efisien dibanding sistem abonemen. Persentase penghematan selama 19 bulan adalah 39,58 %. Kata kunci: lampu penerangan jalan umum, penghematan, efisien
ANALISIS POTENSI SUNGAI KAMPUNG BATIK LAWEYAN SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA RULLY RULLY; BAMBAN YUUWONO
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 21, No 2 (2020): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v21i2.370

Abstract

AbstractThe city of Surakarta as a cultural city has several areas that are unique and have historical heritage requirements, one of these areas is Kampung Batik Laweyan, where there are still many ancient buildings and is one of the oldest batik-producing micro-industrial villages in Surakarta. The development of the batik tradition in Laweyan is supported by the existence of the Bengawan tributaries (Pelemwulung river and Jenes river), making it a source of water and water transportation infrastructure. Analysis of the potential of the Laweyan Batik Village area has been widely developed, but studies on the potential of the Laweyan river from the aspect of urban tourism are still minimal. The discussion guidelines that will be used in this research are: identifying the drainage system around the river, community activities around the river, Law no. 63 of 1993 regarding the benefits of river and river area boundaries, and the potential and tourism activities in urban areas. Recommendations for natural irrigation systems for area development activities should provide protection for river basins so that the riverbanks function optimally. Based on observations in the Kampung Batik Laweyan River Area, the development around the river, the function of the river as a natural irrigation system, was not responded optimally. From the analysis of this research, it is found that the Kampung Batik Laweyan area still has a natural river environment and is still suitable for use as a river border according to Law number 63 of 1993. So that the border area can be used as a tourism activity. Analysis of river potential is based on the concept of conservation and revitalization. An analytical presentation of the Laweyan river resources produces many alternative natural tourism activities. The response that should be done is to take strategic planning steps, pilot activities, monitor and assess through integrated activities with local communities, related agencies, academics and the city government.Keywords: Potential Laweyan river; City tourism AbstrakKota Surakarta sebagai kota budaya memiliki beberapa kawasan yang memiliki keunikan dan syarat akan peninggalan sejarah  , salah satu kawasan tersebut adalah Kampung Batik Laweyan, di kampung tersebut   masih banyak terdapat bangunan kuno dan  merupakan salah satu kampung industri mikro penghasil kerajinan batik tertua di Surakarta.     Berkembangnya komoditas tradisi batik di Laweyan didukung oleh keberadaan anak sungai Bengawan (sungai Pelemwulung dan sungai Jenes), menjadikannya sumber air dan prasarana transportasi air. Analisis mengenai potensi kawasan Kampung Batik Laweyan telah banyak dikembangkan, namun kajian mengenai potensi sungai Laweyan dari aspek parwisata kota masih minim diobservasi. Pedoman pembahasan yang akan dipakai pada penelitian ini adalah : mengidentifikasi sistem drainase di sekitar sungai, kegiatan masyarakat di sekitar sungai, Undang-undang No. 63 tahun 1993 tentang manfaat garis sempadan sungai dan daerah sungai, dan potensi dan kegiatan wisata di kawasan perkotaan. Rekomendasi sistem pengairan alami terhadap  aktifitas pembangunan kawasan sebaiknya memberi proteksi terhadap daerah aliran sungai agar kawasan tepian sungai berfungsi optimal. Berdasarkan observasi di Kawasan Sungai Kampung Batik Laweyan pembangunan  di sekitar sungai tersebut fungsi sungai sebagai sistem pengairan alami tidak direspon secara optimal. Dari analisis penelitian ini diperoleh temuan kawasan Kampung Batik Laweyan masih memiliki lingkungan alami sungai dan masih layak digunakan sebagai sempadan sungai sesuai Undang-undang nomor 63 tahun 1993. Sehingga di kawasan sempadan tersebut dapat di fungsikan sebagai kegiatan pariwisata. Analisis potensi sungai didasarkan atas konsep konservasi dan revitalisasi. Pemaparan analisa dari sumber daya sungai Laweyan menghasilkan banyak  alternatif  aktifitas wisata alam. Respon yang sebaiknya dilakukan adalah melakukan langkah strategis perencanaan, kegiatan percontohan, memantau dan menilai melalui keterpaduan aktifitas bersama masyarakat setempat, instansi terkait, akademisi dan pemerintah kota. Kata kunci: Potensi sungai Laweyan; Pariwisata kota
Pembangunan Infrastruktur Berwawasan Lingkungan SUSATYO ADHI PRAMONO; PRIYONO YULIANTO
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 21, No 1 (2020): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v21i1.348

Abstract

AbstrakSebagai penentu kebijakan pemerintah, diharapkan Kementerian Pekerjaan Umum akan mengembangkan NSPM (Norma, Standar, Pedoman dan Manual) berdasarkan peraturan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang berwawasan lingkungan. Dengan memprioritaskan pengembangan bentuk pembangunan ramah lingkungan dari rencana "green construction", pemerintah berharap dapat mengurangi dampak negatif lingkungan.Banyak konstruksi infrastruktur (dalam hal ini, jalan dan jembatan) dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, setiap kegiatan Perencanaan, pengelolaan, dan pemantauan diperlukan di semua tahap, dan dampaknya terhadap lingkungan harus mendukung pengelolaan lingkungan dari kegiatan pembangunan jalan dan jembatan dengan memperkuat kemampuan kelembagaan dan sumber daya manusia berkualitas tinggi.Kata-kata kunci : Pembangunan, Infrastruktur, LingkunganAbstractAs a determinant of government policy, it is hoped that the Ministry of Public Works will develop NSPM (Norms, Standards, Guidelines and Manuals) based on environmentally sound road and bridge infrastructure development regulations. By prioritizing the development of an environmentally friendly form of development of the "green construction" plan, the government hopes to reduce the negative environmental impacts. Many infrastructure constructions (in this case, roads and bridges) can cause environmental damage. Therefore, all planning, management and monitoring activities are needed at all stages, and their impact on the environment must support the environmental management of road and bridge development activities by strengthening institutional capacity and high quality of human resources.Key words: Development, Infrastructure, Environment
PERENCANAAN KAWASAN WISATA BUDAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNACULAR DI BANJARNEGARA DINDA KARTIKA SARI; DWI JATI LESTARININGSIH; YOHANA NURSRUWENING
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 22, No 1 (2021): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v22i1.394

Abstract

ABSTRACT (ABSTRAK) The cultural diversity possessed by each region in Indonesia is the main capital in tourism in Indonesia, culture with its uniqueness has several potentials that deserve to be raised in the wider community as a cultural tourism destination. These cultural potentials include the daily lives of residents, crafts and performances, as well as the beauty of the environment and architecture. This cultural tourism area is a place for cultural diversity, the utilization of cultural heritage potential, as a tourist attraction in line with the purpose of cultural development, namely cultural tourism. The planning of this cultural tourism area uses a neovernacular architectural approach that brings back traditional elements (local forms) into new buildings with more modern technology. Neo-vernacular architecture does not apply any of the principles of vernacular architecture or modern architecture but rather applies cultural elements and vernacular architectural traditions with technology in modern architecture into new works but emphasizes the visual appearance of buildings. Key words : Banjarnegara, Culture, Neo-Vernakuler, Tourism ABSTRAK Keragaman budaya yang dimiliki setiap daerah di Tanah Air Indonesia menjadi modal utama dalam kepariwisataan di Indonesia, budaya dengan keunikannya memiliki beberapa potensi yang layak untuk diangkat pada masyarakat luas sebagai destinasi wisata budaya. Potensi budaya tersebut antara lain keseharian warga, kerajinan dan pertunjukan, serta keasrian lingkungan dan arsitekturnya. Kawasan wisata budaya ini sebagai wadah dari keaneka ragaman budaya, pemanfaatan potensi warisan budaya, sebagai daya tarik wisata sejalan dengan tujuan pengembangan kebudayaan yaitu kepariwisataan budaya. Perencanaan kawasan wisata budaya ini menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernakuler yang membawa kembali unsur tradisional (bentuk lokal) ke dalam bangunan baru dengan teknologi yang lebih modern. Arsitektur neo-vernakular tidak menerapkan salah satu prinsip arsitektur vernakular maupun arsitektur modern melainkan menerapkan unsur kebudayaan dan tradisi arsitektur vernakular dengan teknologi pada arsitektur modern ke dalam karya baru namun lebih ditekankan pada penampilan visual bangunan. Kata Kunci : Banjarnegara, Budaya, Neo-Vernakuler, Wisata