cover
Contact Name
Teguh Triyono
Contact Email
teknik@unwiku.ac.id
Phone
+6281804888643
Journal Mail Official
teknik@unwiku.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Beji KarangsalamPurwokerto 53152, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Teodolita: Media Komunikasi Ilmiah di Bidang teknik
ISSN : 14111586     EISSN : 27226204     DOI : -
Teodolita adalah jurnal imiah Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang merupakan wadah informasi berupa hasil penelitian, studi literatur maupun karya ilmiah terkait. Jurnal Teodolita terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat materi yang membahas tentang ilmu-ilmu teknik seperti sipil, arsitektur, elektro dan informatika. Pembahasan yang diberikan diharapkan dapat menambah wawasan bagi siapa saja yang membacanya. Kontribusi makalah dari berbagai pihak baik di dalam lingkungan kampus maupun di luar lingkungan kampus sangat redaksi harapkan agar dapat memberikan pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada
Articles 289 Documents
PERSEPSI MAHASISWA DAN KARYAWAN TERHADAP PENGARUH BENTUK RUANG SIRKULASI TERHADAP KENYAMANAN PADA KAMAR KOS Dwi Istiningsih; Eddy Poerwodihardjo
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 27, No 1 (2026): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v27i1.771

Abstract

Abstrak The circulation system in boarding houses plays an important role in creating occupant comfort, particularly in tropical climates where natural ventilation and daylight significantly influence indoor environmental quality. This study aims to examine the effect of circulation space design on the comfort level of boarding house occupants in Purwokerto, Indonesia. A mixed-method approach was employed by combining quantitative and qualitative methods. Quantitative data were collected through questionnaires distributed to 30 boarding house occupants and analyzed using validity and reliability tests, descriptive statistics, normality tests, and simple linear regression. Qualitative data were obtained through field observations and semi-structured interviews to strengthen the interpretation of the quantitative findings. The results indicate that the research instrument is valid and reliable, with a Cronbach's Alpha value of 0.891. The Shapiro–Wilk normality test confirmed that the data were normally distributed (Sig. = 0.605). Simple linear regression analysis produced the equation Y = 9.356 + 0.262X, indicating that circulation quality has a positive effect on occupant comfort. Hypothesis testing showed a statistically significant influence of circulation quality on comfort (Sig. = 0.010 < 0.05). Furthermore, 56.67% of respondents preferred open circulation systems over closed circulation, primarily due to better natural ventilation, daylight access, and thermal comfort. Ventilation was identified as the most influential factor affecting occupants' comfort, followed by privacy and natural lighting. The findings suggest that circulation design should be considered a key element in boarding house planning. Incorporating open circulation, cross ventilation, adequate natural lighting, and balanced privacy can significantly improve occupant comfort and support healthier, more sustainable residential environments. Kata kunci: boarding house, circulation design, occupant comfort, thermal comfort Abstract Sistem sirkulasi pada rumah kos memegang peranan penting dalam menciptakan kenyamanan penghuni, terutama di daerah beriklim tropis yang sangat dipengaruhi oleh ventilasi alami dan pencahayaan alami terhadap kualitas lingkungan dalam ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain ruang sirkulasi terhadap tingkat kenyamanan penghuni rumah kos di Purwokerto, Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 penghuni rumah kos, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, statistik deskriptif, uji normalitas, serta analisis regresi linear sederhana. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur untuk memperkuat interpretasi terhadap hasil analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang baik, dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,891. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (Sig. = 0,605). Hasil analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 9,356 + 0,262X, yang menunjukkan bahwa kualitas sirkulasi berpengaruh positif terhadap kenyamanan penghuni. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kualitas sirkulasi berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kenyamanan penghuni (Sig. = 0,010 < 0,05). Selain itu, sebanyak 56,67% responden menyatakan lebih menyukai sistem sirkulasi terbuka dibandingkan sistem sirkulasi tertutup, terutama karena mampu memberikan ventilasi alami, akses pencahayaan alami, dan kenyamanan termal yang lebih baik. Ventilasi alami diidentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan penghuni, diikuti oleh aspek privasi dan pencahayaan alami. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa desain sirkulasi perlu menjadi salah satu aspek utama dalam perencanaan rumah kos. Penerapan sistem sirkulasi terbuka, ventilasi silang (cross ventilation), pencahayaan alami yang memadai, serta keseimbangan antara kenyamanan dan privasi dapat secara signifikan meningkatkan kenyamanan penghuni sekaligus mendukung terciptanya lingkungan hunian yang lebih sehat dan berkelanjutan. Keywords: Rumah Kos, Desain Sirkulasi, Kenyamanan penguin, Kenyamanan termal.
ANALISIS LUAS GENANGAN BANJIR MENGGUNAKAN HEC-RAS PADA DAERAH BENA AKIBAT LUAPAN SUNGAI NOELMINA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Yakob A Basen; Wilhelmus Bunganaen; John H Frans
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.716

Abstract

Abstrak Bena merupakan salah satu desa di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdampak beberapa kali banjir sejak tahun 2021 sampai 2024 akibat luapan sungai Noelmina. Penelitian ini menganalisis luas genangan banjir yang terjadi menggunakan aplikasi HEC-RAS. Analisis luas genangan banjir yaitu mengetahui berapa luas genangan banjir yang terjadi disetiap kala ulang. Analisis curah hujan yang digunakan dalam penulisan ini yaitu distribusi normal, distribusi log normal, distribusi gumbel, dan distribusi log person type III, uji keco-cokan distribusi menggunakan chi-kuadrat dan Smirnov Kolmogorov untuk debit banjir yang menggunakan HSS Nakayasu dengan kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100, 200, 300, 500 tahun. Luasan banjir dianalisis dengan aplikasi HEC-RAS kemudian di overlay dengan batas administrasi desa Bena di aplikasi Arc-Gis untuk mendapatkan berapa besar luasan banjir di desa Bena. Hasil luas banjir kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100, 200, 300, 500 di dapat sebesar 20.59 km2, 25.64 km2, 30.52 km2, 37.11 km2, 41.56 km2, 44.66 km2, 46.93 km2, 47.56 km2, 49.03 km2. Kata kunci: Analisis Luapan Banjir, HEC-RAS Abstract Bena is a village in the South Amanuban District, South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province, which was affected by several floods from 2021 to 2024 due to the overflow of the Noelmina River. This study analyzed the extent of flood inundation that occurred using the HEC-RAS application. The analysis of the extent of flood inundation is to find out how much flood inundation occurs at each re-turn period. The rainfall analysis used in this paper is the normal distribution, log normal distribution, gumbel distribution, and log person type III distribution, the distribution goodness of fit test uses chi-square and Smirnov Kolmogorov for flood discharge using HSS Nakayasu with return periods of 2, 5, 10, 25, 50, 100, 200, 300, 500 years. The flood area was analyzed using the HEC-RAS application and then overlaid with the administrative boundaries of Bena village in the Arc-Gis application to obtain the extent of flooding in Bena village. The results of the flood area for return periods of 2, 5, 10, 25, 50, 100, 200, 300, 500 were 20.59 km2, 25.64 km2, 30.52 km2, 37.11 km2, 41.56 km2, 44.66 km2, 46.93 km2, 47.56 km2, 49.03 km2. Keywords: Flood Overflow Analysis, HEC-RAS
KLASIFIKASI PARU-PARU PADA CITRA SINAR-X COVID-19 MENGGUNAKAN SEGEMENTASI OTSU, EKSTRAKSI FITUR GLCM, DAN SUPPORT VECTOR MACHINE Irawan Dharma Sukowati; Dody Wahjudi; Isra&#039; Nuur Darmawan; Rahardian Luthfi Prasetyo
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.724

Abstract

Lung damage due to Covid-19 can be analyzed through chest X-ray images, but manual interpretation is subjective. This study aims to classify lung damage in Covid-19 X-ray images using Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) texture feature extraction and machine learning methods. The dataset consists of 100 labeled X-ray images stored in Excel and CSV formats. The research stages include image preprocessing, GLCM feature extraction, model training, and evaluation using precision, recall, f1-score, and accuracy. The results show that the model is capable of classifying with fairly good accuracy even though the test data used is only a portion of the dataset. The SVM model used produces an accuracy of 57% on the test data with fairly stable classification performance. This approach has the potential to be used as a support system for diagnosing lung damage due to Covid-19.
PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOMORFIK PADA REDESAIN GOR DI KEBUMEN Sigit Pamungkas; Wita Widyandini; Yohana Nursruwening
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.712

Abstract

Abstrak Minat masyarakat Kebumen terhadap olahraga, khususnya sepak bola, bulu tangkis, dan voli, terus meningkat. Namun, kondisi fasilitas olahraga seperti Stadion Chandradimuka masih belum memenuhi standar nasional. Permasalahan yang ada meliputi kualitas lapangan yang tidak sesuai standar FIFA, drainase buruk, kapasitas tribun terbatas, dan minimnya fasilitas pendukung. Penelitian ini merancang ulang Gelanggang Olahraga (GOR) di Kebumen agar memenuhi standar Kemenpora 2014, menggunakan pendekatan arsitektur biomorfik yang menekankan keselarasan bangunan dengan lingkungan. Metode perancangan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui studi literatur, observasi, wawancara, dokumentasi, analisis tapak, serta perhitungan kebutuhan ruang. Hasil perancangan menampilkan tata massa organik terinspirasi aliran Sungai Luk Ulo, tribun reguler, VIP, dan VVIP, fasilitas ramah disabilitas, area atlet, ruang pengelola, parkir, dan zona komersial. Penerapan prinsip biomorfik meningkatkan estetika, kenyamanan, efisiensi energi, dan keberlanjutan, sekaligus memperkuat identitas GOR Kebumen sebagai pusat olahraga modern yang harmonis dengan alam. Kata kunci: Redesain, Gelanggang Olahraga, Arsitektur Biomorfik, Kebumen. Abstract Public interest in sports in Kebumen, particularly football, badminton, and volleyball, continues to increase. However, the condition of sports facilities such as Chandradimuka Stadium still does not meet national standards. Problems include a pitch that does not meet FIFA standards, poor drainage, limited spectator capacity, and a lack of supporting facilities. This study redesigns the Sports Arena (GOR) in Kebumen to meet the 2014 standards of the Ministry of Youth and Sports (Kemenpora), using a biomorphic architectural approach that emphasizes harmony between the building and the environment. The design method combines qualitative and quantitative approaches through literature studies, observations, interviews, documentation, site analysis, and calculation of space requirements. The design results present an organic massing inspired by the flow of the Luk Ulo River, regular stands, VIP and VVIP stands, disability-friendly facilities, athlete areas, management rooms, parking areas, and commercial zones. The application of biomorphic principles improves aesthetics, comfort, energy efficiency, and sustainability, while strengthening the identity of the Kebumen Sports Arena as a modern sports center that is in harmony with nature. Keywords: Redesign, Sports Hall, Biomorphic Architecture, Kebumen.
ANALISIS JARINGAN PERPIPAAN DISTRIBUSI AIR BERSIH MENGGUNAKAN SOFTWARE EPANET 2.2 (STUDI KASUS PADA KECAMATAN LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR) Wilhelmus Bunganaen; Hermanus Louis Diaz; Yunita Messah
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 27, No 1 (2026): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v27i1.772

Abstract

Abstrak Pemenuhan kebutuhan air bersih di Kecamatan Larantuka dikelola oleh PERUMDA Ina Gelekat Kabupaten Flores Timur. Permasalahan yang dihadapi adalah permasalahan fluktuasi ketersediaan air dan kompleksitas jaringan. Tujuan penelitian untuk mengetahui besar kebutuhan air serta kondisi sistem jaringan dalam memenuhi kebutuhan air 20 tahun mendatang menggunakan software EPANET 2.2. Metode proyeksi penduduk adalah metode aritmatik, geometrik dan eksponensial. Hasil proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Larantuka tahun 2041 yaitu 55.214 jiwa dengan kebutuhan air harian maksimum sebesar 71,873 l/dt. Simulasi EPANET 2.2 pada jam 00.00 menunjukkan tekanan terendah pada J780 yaitu 10,04 m dan tertinggi pada J2102 yaitu 189 m, kecepatan terendah pada PT28 yaitu 0,06 m/dt dan tertinggi pada PT17 serta PT18 yaitu 2,15 m/dt. Pada jam 06.00 (jam puncak daerah pelayanan 1) diperoleh tekanan terendah pada J842 yaitu 10,38 m dan tertinggi pada J2633 yaitu 206,24 m, kecepatan terendah pada PT211 serta 43 pipa lainnya yaitu 0,01 m/dt dan tertinggi pada PT60 yaitu 2,65 m/dt. Sedangkan pada jam 18.00 (jam puncak daerah pelayanan 2) diperoleh tekanan terendah pada J2518 dan J2519 yaitu 10,09 m dan tertinggi pada J2633 yaitu 174,52 m, kecepatan terendah pada PT9 serta 77 pipa lainnya yaitu 0,01 m/dt dan tertinggi pada PT60 yaitu 1,79 m/dt. Kata kunci: Jaringan pipa, EPANET 2.2, Tekanan, Kecepatan. Abstract The clean water supply in Larantuka District is managed by PERUMDA Ina Gelekat, Flores Timur Regency. Challenges include water availability fluctuations and network complexity. This study aims to determine water demand and assess the network for the next 20 years using EPANET 2.2 software. Population projections used arithmetic, geometric, and exponential methods. The 2041 projection estimates a population of 55,214 and a maximum daily water demand of 71,873 l/s. EPANET 2.2 simulations at 00:00 show the lowest pressure at J780 as 10.04 m and the highest at J2102 as 189 m. The lowest velocity at PT28 with 0.06 m/s and the highest at PT17 and PT18 with 2.15 m/s. At 06:00 (peak hour for service area 1), the lowest pressure at J842 is 10.38 m and the highest at J2633 is 206.24 m. The lowest velocity at PT211 and 43 other pipes with 0.01 m/s, and the highest at PT60 with 2.65 m/s. At 18:00 (peak hour for service area 2), the lowest pressure at J2518 and J2519 is 10.09 m and the highest at J2633 is 174.52 m, with the lowest velocity at PT9 and 77 other pipes at 0.01 m/s, and the highest at PT60 with 1.79 m/s. Keywords: Pipeline network, EPANET 2.2, Pressure, Velocity.
ANALISIS STABILITAS LERENG SUNGAI MENGGUNAKAN METODE FELLENIUS DAN BISHOP DENGAN PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH (STUDI KASUS: LONGSOR DAERAH ALIRAN SUNGAI PELUS - ARCAWINANGUN PURWOKERTO) Nurul Latifah; Eddy Poerwodihardjo; Citra Pradipta Hudoyo
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.717

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian untuk mengetahui nilai faktor keamanan stabilitas lereng di Sungai Pelus, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur. Perhitungan faktor keamaan lereng menggunakan perhitungan manual metode fellenius dan metode bishop. Perkuatan lereng dilakukan dengan menggunakan dinding kantilever dan sheet pile. Hasil Analisis dengan metode fellenius diperoleh faktor keamanan lereng sebesar 0,959 < 1.5 (lereng kritis/labil) dan perhitungan dengan metode bishop diperoleh faktor keamanan sebesar 1,14 < 1.5 (lereng kritis/labil). Solusi penanggulangan yang diperoleh yaitu dengan perkuatan menggunakan dinding kantilever dan sheet pile.Perkuatan dinding penahan tanah kantilever menggunakan tulangan diameter 25 dengan tinggi 12 m, sedangkan penulangan sheet pile menggunakan tulangan pokok 6D28 dengan tinggi 13,170 m. Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk dinding penahan tanah tipe kantilever sebesar Rp 3.450.356.816,24 sedangkan sheet pile sebesar Rp 3.945.537.161,62. Kata kunci: Petunjuk penulisan, template dokumen, format, style. Abstract This study is a study to determine the value of the slope stability safety factor in the Pelus River, Arcawinangun Village, East Purwokerto District.. Calculation of the slope safety factor using manual calculations using the fellenius method and the bishop method. Slope reinforcement was carried out using cantilever walls and sheet piles. The results of the analysis using the Fellenius method obtained a slope safety factor of 0.959
PERENCANAAN PENANGGULANGAN LERENG LONGSOR MENGGUNAKAN DINDING PENAHAN TANAH TIPE GABION DAN PERKUATAN SOIL NAILING (STUDI KASUS : LERENG LONGSOR JALAN DESA KLINTING – KEMAWI, KEC. SOMAGEDE, KAB. BANYUMAS, JAWA TENGAH) Lintang Jati Asmara; Eddy Poerwodihardjo; Dwi Sri Wiyanti
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.722

Abstract

Abstrak Tanah longsor merupakah salah satu bencana alam yang sering terjadi pada lereng – lereng alami maupun buatan manusia. Tanah longsor pada lereng kebanyakan terjadi pada saat musim penghujan. Kecamatan Somagede sebagian besar adalah dataran tinggi yang memiliki medan jalan yang naik turun dan juga berkelok yang pada sisi jalannya banyak terdapat lereng yang beberapa tahun terakhir sering mengalami longsor sehingga perlu adanya perencanaan konstruksi dinding penahan tanah. Pada perencanaan ini untuk menganalisis stabilitas lereng digunakan metode fellenius. Dimana nilai stabilitas lereng dibagian atas jalan memiliki nilai FK = 1,23 < 1,5 dan lereng pada bagian bawah jalan memiliki nilai FK = 1,80 > 1,5. Setelah diketahui nilai kemanan lereng tersebut maka perencanaan penahan tanah hanya akan dilakukan pada lereng bagian atas jalan dengan mencoba 2 tipe perkuatan gabion dan soil nailing. Pada perencanaan gabion didapatkan hasil penerapan kontruksi yang aman dimensi 3 x 1 x 1 m dipasang panjangnya ke arah dalam, ditumpuk sebanyak 12 trap dengan lebar 30 m. Anggaran biaya yang diperlukan sebesar Rp 1.019.299.000,00. dengan lama waktu pengerjaan 7 minggu. Pada perencanaan soil nailing didapatkan penerapan konstruksi yang aman dengan menggunakan nail bar D32 dengan panjang 12 meter, jarak horizontal dan vertikal 1,5 meter, kemiringan 15 derajat, lalu dinding ditutup beton shotcrete setebal 10 cm fc’ = 20 Mpa. Dengan anggaran biaya yang diperlukan sebesar 1.117.186.000,00 dengan lama waktu pengerjaan 8 minggu. Dapat disimpulkan konstruksi yang lebih efektif dan efisien adalah dinding penahan tanah tipe gabion. Kata kunci : Stabilitas Lereng Metode Fellenius, Dinding Penahan Tanah Gabion dan Soil Nailing. Abstract Landslides are a natural disaster that frequently occurs on slopes, both natural and man-made. Landslides on slopes mostly occur during the rainy season. Somagede District is largely a plateau with steep, winding terrain. Many of the roads have slopes that have experienced frequent landslides in recent years, necessitating the construction of retaining walls. In this planning, the Föllenius method was used to analyze slope stability. The slope stability value at the top of the road is FK = 1.23 < 1.5, and the slope at the bottom of the road is FK = 1.80 > 1.5. Once the slope safety value is known, the soil retaining design will only be carried out on the upper slope of the road, by testing two types of reinforcement: gabion and soil nailing. In gabion planning, the results of the implementation of safe construction with dimensions of 3 x 1 x 1 m were obtained, installed inward in length, stacked as many as 12 traps with a width of 30 m. The required budget is Rp 1,019,299,000.00. with a construction time of 7 weeks. In soil nailing planning, the implementation of safe construction was obtained using a D32 nail bar with a length of 12 meters, a horizontal and vertical distance of 1.5 meters, a slope of 15 degrees, then the wall was covered with 10 cm thick shotcrete concrete fc '= 20 Mpa. With a required budget of 1,117,186,000.00 with a construction time of 8 weeks. It can be concluded that a more effective and efficient construction is a gabion type retaining wall. Keywords : Slope Stability Fellenius Method, Gabion Retaining Walls and Soil Nailing.
PENGUATAN TATA KELOLA PROYEK KONSTRUKSI INDONESIA MELALUI EVALUASI 10 KNOWLEDGE AREAS Heru Bayuaji Sanggoro; Ladika .
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.713

Abstract

Abstrak Konstruksi sebagai sektor industri yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional membutuhkan suatu konsep baru yang lebih adaptif untuk menghadapi tantangan dalam era teknologi dan digital. Keterlambatan proyek, pembengkakan biaya, rendahnya kualitas dokumen serta lemahnya koordinasi dan pengendalian sumber daya merupakan tantangan yang harus dihadapi ditengah kuatnya persaingan di era pasar bebas. Salah satu faktor yang berkontribusi pada kondisi tersebut adalah belum optimalnya pemahaman dan penerapan area pengetahuan manajemen proyek yang selama ini telah dijadikan rujukan dalam pelaksanaan proyek modern. Terdapat sepuluh area pengetahuan yang secara umum dikenal dan diterapkan dalam pelaksanaan proyek saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dari tingkat pemahaman dan kinerja sepuluh area pengetahuan dasar manajemen proyek sebagai dasar empiris bagi pengembangan area pengetahuan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri konstruksi di Indonesia dengan menggunakan metode Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh area yang diuji memiliki kinerja yang lebih rendah dibandingkan dengan tingkat kepentingannya dengan kesenjangan tertinggi ada pada area Manajemen Sumber Daya. Analisis kuadran IPA menemukan bahwa area Manajemen Waktu, Kualitas, Komunikasi dan Pengadaan berkinerja baik dan perlu dipertahankan. Sementara itu, Manajemen Risiko dan Pemangku Kepentingan menunjukan kinerja baik namun rendah dalam tingkat kepentingannya, sehingga perlu reposisi strategis untuk meningkatkan pemahaman para pelaku konstruksi tentang aspek penting area tersebut. Temuan ini menegaskan perlunya penyempurnaan kerangka area pengetahuan yang lebih ideal dan adaptif terhadap kondisi ekosistem industri konstruksi di Indonesia. Kata kunci: Manajemen proyek, area pengetahuan, konstruksi, IPA. Abstract Construction industry, significant contributor to national economic growth, requires novel, more adaptable concept to address challenges in technological and digital era. Project delays, cost overruns, substandard document quality, and inadequate coordination and resource control are challenges that must be addressed in the context of intense competition in the era of free markets. One factor contributing to this condition is insufficient understanding and application of project management knowledge areas that have been used as reference in modern project implementation. There are ten areas of knowledge that are generally recognized and applied in current project implementation. The objective of this study is to assess the comprehension and execution of ten fundamental domains of project management knowledge. This empirical investigation will serve as foundation for development of knowledge areas that are more aligned with the needs of construction industry in Indonesia. The study will employ the Importance-Performance Analysis (IPA) method to achieve this objective. Findings indicate that across all domains assessed, performance falls short of their respective importance ratings. The Resource Management domain exhibits the most pronounced disparity. The IPA quadrant analysis revealed that the domains of Time Management, Quality, Communication, and Procurement exhibited strong performance and necessitated preservation. Conversely, Risk Management and Stakeholder Management exhibited commendable performance yet were assigned low importance levels. This necessitated strategic realignment to enhance construction practitioners' comprehension of the pivotal elements within these domains. These findings emphasize the need to refine more ideal and adaptive knowledge area framework for conditions of construction industry ecosystem in Indonesia. Keywords: Project Management, knowledge area, construction, IPA.
KAJIAN PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA DESAIN PASAR TRADISIONAL Dwi Jati Lestariningsih; Yohanes Wahyu Dwi Yudono
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.718

Abstract

Abstrak Pasar tradisional merupakan ruang publik yang memiliki intensitas interaksi sosial tinggi dan karakter aktivitas yang kompleks. Namun, banyak pasar tradisional dirancang tanpa mempertimbangkan perilaku pengguna, sehingga menimbulkan permasalahan kenyamanan, keteraturan, dan efisiensi ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur perilaku dalam perancangan pasar tradisional melalui pendekatan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap teori arsitektur perilaku, perilaku ruang, dan konsep perancangan pasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan konsep proxemics, territoriality, behavior setting, dan compatibility mampu menjadi dasar dalam perancangan ruang pasar yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Konsep-konsep tersebut berperan penting dalam pengaturan zonasi, sirkulasi, dan pembentukan ruang interaksi yang nyaman. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual dalam perancangan pasar tradisional yang fungsional, manusiawi, dan berkelanjutan. Kata kunci: Pasar tradisional; Arsitektur Perilaku; Perilaku Pengguna Abstract Traditional markets represent public spaces characterized by intensive social interaction and dynamic activities. However, many traditional markets are designed without sufficient consideration of user behavior, resulting in spatial inefficiency and discomfort. This study aims to examine the application of behavioral architecture concepts in traditional market design through a literature review approach. The research analyzes theories related to behavioral architecture, spatial behavior, and market design. The findings indicate that the application of proxemics, territoriality, behavior setting, and compatibility plays a crucial role in shaping spatial arrangements that respond to users’ needs. These concepts contribute to improving spatial organization, circulation, and interaction quality within traditional markets. This study provides a conceptual foundation for designing traditional markets that are functional, humane, and sustainable. Keywords: Traditional market; Architectural behavior; User Behavior.