cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@ubb.ac.id
Phone
+628117119676
Journal Mail Official
lppm@ubb.ac.id
Editorial Address
Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung, Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 33172
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
ISSN : 24075027     EISSN : 26226448     DOI : -
1. Penerapan Teknologi Tepat guna; 2. Edukasi dan Pendidikan; 3. Teknik dan Kejuruan; 4. Sosial ; 5. Bisnis dan Ekonomi; 6. Bahasa, Budaya dan Kesenian; 7. Hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 179 Documents
PENDAMPINGAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN KOTORAN TERNAK DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN TERNAK SAPI POTONG ALTERNATIF DI DESA PANCA TUNGGAL KABUPATEN BANGKA SELATAN Yulia Yulia; Iwan Setiawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v5i2.745

Abstract

Pendampingan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian merupakan salah satu alternatif strategi untuk mendukung program pencapaian swasembada daging. Salah satu usaha di bidang peternakan ini menggunakan konsep agribisnis dalam usahanya berupa transfer berupa teknologi dan edukasi pada peternak dengan bentuk pendampingan masyarakat melalui pemanfaatan kotoran ternak dan teknologi pengolahan pakan alternatif ternak sapi potong. Pendampingan masyarakat menuju desa berbasis kearifan lokal (peternakan, pertanian, perkebunan dan wisata) menjadi penting untuk dilakukan karena berguna untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya salah satunya berupa dapat membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan masyarakat desa panca tunggal. Desa Panca Tunggal disebut juga desa ternak karena rata-rata profesi yang digeluti masyarakat di desa panca tunggal adalah beternak, karena dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakatnya Jawa yang dominan lebih sering beternak dan berkebun. Desa panca tunggal juga dicanangkan sebagai salah satu desa swasembada daging di Kabupaten Bangka Selatan. Kata kunci : Pendampingan, pemanfaatan, teknologi PENDAHULUAN Pendampingan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian merupakan salah satu alternatif strategi untuk mendukung program pencapaian swasembada daging. Salah satu usaha di bidang peternakan ini menggunakan konsep agribisnis dalam usaha guna meningkatkan pendapatan masyarakat desa Panca Tunggal berupa transfer berupa teknologi dan edukasi pada peternak dengan bentuk pendampingan masyarakat melalui pemanfaatan kotoran ternak dan teknologi pengolahan pakan alternatif ternak sapi potong. Keberhasilkan suatu usaha peternakan ditentukan oleh beberapa faktor pendukung diantaranya pakan, tatalakasana pemeliharaan (manajemen) dan lingkungan. Dari beberapa faktor pendukung tersebut, pakan merupakan faktor utama yang Tunggal disebut juga desa ternak karena rata-rata profesi yang digeluti masyarakat di desa panca tunggal adalah beternak, karena dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakatnya Jawa yang dominan lebih sering beternak dan berkebun. Desa panca tunggal juga dicanangkan sebagai salah satu desa swasembada daging di Kabupaten Bangka Selatan
UPAYA PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN POLA KRPL (KEBUN RUMAH PANGAN LESTARI) SEBAGAI UNIT PRODUKSI BIBIT LADA DAN KEBUN SUMBER PESTISIDA NABATI RAMAH LINGKUNGAN DI DESA NAMANG – KAB. BANGKA TENGAH Tri Lestari; Rion Apriyadi; Deni Pratama
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v5i2.747

Abstract

Pasokan lada Indonesia salah satunya berasal dari Provinsi Bangka Belitung dengan produk lada putih yang terkenal secara populer dengan muntok white pepper. Pengendalian hama terpadu belum menjadi fokus utama karena sebagian besar petani lada masih menerapkan pengendalian hama menggunakan pestisida / insektisida kimia sintetik. Penggunaan insektisida sintetik yang berlebihan menjadikan lingkungan tercemar dan berdampak buruk pada keseimbangan ekosistem bahkan kesehatan petani. Untuk itu, pengendalian secara terpadu menggunakan pestisida nabati perlu dimaksimalkan dalam rangka menjaga stabilitas produksi komoditas lada sekaligus mempertahankan kondisi lingkungan yang bebas bahan pencemar kimia. Pestisida nabati memiliki prospek yang baik sebagai teknologi alternatif pengganti pestisida sintetik. Optimalisasi program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) merupakan upaya intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, pekarangan rumah, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya (sekolah, rumah ibadah), serta lahan terbuka hijau. Selain kendala pemanfaatan pekarangan untuk menanam tanaman sumber pestisida nabati masih belum pernah dilakukan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Namang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan yang telah dilakukan dipusatkan dirumah kediaman Bapak Wahid, Bapak Rozi dan Kantor Kepala Desa Namang. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi pelatihan petani mitra mengenai teknik produksi bibit lada sehat, produksi pestisida nabati berbasis tanaman pekarangan dan optimalisasi pekarangan sebagai unit usahatani berskala mikro
SOCIETY EMPOWERMENT MELALUI CAPACITY BUILDING GUNA MENCIPTAKAN COMPETITIVE ADVANTAGE DESA BARU SEBAGAI DESA BISMILLAH (BERSIH, IMAN, SEHAT, MANDIRI, INDAH, LESTARI, AMAN DAN HARMONIS) Christianingrum Christianingrum; Hidayati Hidayati; Dian PW Mustafa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v5i2.748

Abstract

Masalah yang ditemukan di Desa Baru yaitu masih kurangnya pengetahuan dan keahlian masyarakat dalam mengolah potensi hasil laut yang dimiliki, sehingga banyak sekali potensi yang belum dioptimalkan. Oleh karena itulah perlu dilakukan sosialisasi untuk menambah wawasan serta pemberian keterampilan tambahan bagi masyarakat sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat pula. Maka tema yang diangkat yaitu “Society Empowerment Melalui Capacity Building Guna Menciptakan Competitive Advantage Desa Baru Sebagai Desa Bismillah”. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan. Hasil evaluasi dari kegiatan adalah masyarakat sangat terbuka dan menerima saran dan pengetahuan dari Mahasiswa KKN
GERAKAN INDONESIA MELAYANI “MEMPERBAIKI SISTEM PENGADUAN MASYARAKAT” DI DESA BATU BERIGA KECAMATAN LUBUK BESAR KABUPATEN BANGKA TENGAH Saparin Saparin; Eka Sari Wijianti; Rodiawan Rodiawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v5i2.749

Abstract

Gerakan Indonesia Melayani merupakan salah satu implementasi dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016. Tujuan Inpres ini untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.Gerakan Indonesia Melayani ini difokuskan kepada peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara(ASN), peningkatan penegakan disiplin aparatur pemerintah dan penegak hukum,penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (egovernment). Tiga hal yang menjadi target dari Gerakan Indonesia Melayani, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas manusianya, bagaimana memperbaiki sistem dan aturannya, serta bagaimana meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan publiknya. Gerakan Indonesia Melayani ini dilaksanakan oleh mahasiswa didampingi dosen pembimbing lapangan melalui Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM). Subtema yang dilaksanakan dari gerakan Indonesia melayani yaitu “ sistem pengaduan masyarakat” di desa Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah. Targetnya adalah tercapainya sistem pelayanan terbaik dari pemerintah desa, dengan segala informasi yang yang menyangkut tata kelola pelayanannya. Oleh karena itu kelompok KKN-RM desa Batu Beriga melakukan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya untuk mengetahui prosedur layanan pengaduan masyarakat dan mempermudah masyarakat dalam memberi saran dan informasi penting kepada pemerintah desa sehingga informasi tersebut cepat ditanggapi oleh pemerintah desa
EDUKASI PENCEGAHAN ZAT ADITIF BERBAHAYA PADA BAHAN PANGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP SEHAT BAGI MASYARAKAT SE-KECAMATAN MERAWANG Verry Andre Fabiani; Nurhadini Nurhadini; Ristika Oktavia Asriza
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v5i1.671

Abstract

Tumbuh kembangnya anak- anak yang optimal tergantung pada pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar. Banyaknya asupan makanan pada anak menjadi hal utama yang patut diperhatikan. Namun demikian, pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan maraknya peredaran bahan pangan dengan zat aditif berbahaya masih sangat rendah. Adapun permasalahan ini timbul karena kurangnya pengetahuan dan kepedulian warga terhadap peredaran zat aditif yang berbahaya pada bahan pangan serta jenis yang sering dijumpai; kurangnya pengetahuan dan kepedulian warga terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan bahan tambahan yang berbahaya pada makanan; belum adanya pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara mengidentifikasi adanya zat aditif berbahaya pada bahan pangan. Untuk memecahkan persoalan ini, maka pengusul program memberikan wawasan melalui informasi dan diskusi ke mitra program tentang zat aditif berbahaya pada bahan pangan. Selain itu telah dilakukan praktik identifikasi adanya bahan tambahan pangan berbahaya yang bekerjasama dengan BPOM Kepulauan Bangka Belitung. Setelah dilakukan penyampaikan informasi dan diskusi, serta praktik maka diharapkan masyarakat mampu meningkatkan pengetahuannya mengenai bahan tambahan pangan berbahaya yang akan dievaluasi melalui pemberian angket sehingga program ini dapat meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat di Kecamatan Merawang
PENGEMBANGAN OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI DESA TANJUNG LABU KECAMATAN LEPAR PONGOK BANGKA BELITUNG Guskarnali Guskarnali; Irvani Irvani; Delita Ega Andini
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v6i1.1421

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai macam wisata dan budaya yang patut untuk dikembangkan. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengembangkan wisata lokal yang ada di indonesia khususnya di desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok. Di daerah ini salah satu wisata yang terkenal dan sedang dalam proses pengembangan yaitu wisata Pantai Lampu. Pantai ini berada di bagian sebelah ujung desa tanjung labu tidak jauh dari pemukiman warga. Pantai ini memiliki air yang jernih dan pasir yang putih dan bersih. Melihat potensi yang ada dari pantai tersebut, sudah selayaknya pemerintah melakukan pengembangan terhadap wisata Pantai Lampu. Mahasiswa KKN TEMATIK UBB XIII yang mengabdi di Kecamatan Lepar Pongok ikut turut serta membantu dalam proses pengembangan pantai tersebut bekerja sama dengan pemerintah sekitar. Pantai ini sempat di kembangkan sebelumnya namun karena tidak di rawat dengan baik maka pantai tersebut kembali ditinggalkan dan jarang dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Pengembangan Pantai Lampu yang dilakukan berupa pembangunan beberapa infrastuktur serta pembersihan pantai. Ada beberapa program yang dilaksanakan di pantai tersebut yaitu pembuatan spot bakar – bakar, gapura pembuatan spot foto, pagar pembatas, serta arena bermain untuk para pengunjung.
PENDAMPINGAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN SEKTOR PARIWISATA DI DESA PASIRPUTIH MELALUI PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DI BIDANG HUKUM Reko Dwi Salfutra; Darwance Darwance
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v6i1.1422

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang menjadi prioritas utama hampir seluruh pemerintah daerah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Desa Pasirputih di Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan merupakan salah satu daerah di Negeri Junjung Besaoh yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Dalam tahap implementasi, penarikan retribusi yang dilakukan semata-mata sebagai upaya untuk mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang ada di tempat wisata. Hanya saja, usaha ini kemudian menemui beberapa persoalan, salah satunya setelah terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Oleh karenanya, kegiatan ini berupaya untuk melakukan pendampingan dalam pengembangan dan pengelolaan sektor pariwisata melalui pengingkatan kesadaran masyarakat di bidang hukum. Beberapa hal yang sudah dilakukan di antaraya adalah sosialisasi dan pelatihan pengelolaan tempat wisata dan pembangunan fasilitas wisata di lokasi percontohan, pendampingan.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS POWERPOINT BAGI TENAGA PENDIDIK PAUD HIMPAUDI KECAMATAN GABEK KOTA PANGKALPINANG Feri Ardiansah; Diah Rina Miftakhi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v6i1.1423

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah hendaknya disertai dengan media pembelajaran. Media pembelajaran yang paling banyak berkembang pada saat ini yaitu media pembelajaran berbasis komputer. Salah satu contoh media pembelajaran berbasis komputer yang paling sederhana dan mudah untuk dibuat guru adalah media pembelajaran berbasis Powerpoint. Aplikasi yang digunakan dalam pengabdian ini adalah microsoft powerpoint. Target kegiatan ini adalah peserta dapat membuat media pembelajaran interaktif berbasis powerpoint serta dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran ini maka akan menarik perhatian siswa dan membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan.
IBU RUMAH TANGGA BERDAYA DENGAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KERAJINAN MACRAME Dian Prihardini Wibawa; Duwi Agustina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v6i1.1424

Abstract

Desa Labu Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka sebagian besar mata pencaharian penduduknya mengandalkan alam. Salah satu sektor yang sangat besar untuk dikembangkan adalah sektor perkebunan berupa kelapa sawit. Pekerjaan yang menjadi andalan pencaharian didesa ini dilakukan dominan oleh para suami/lelaki. Sementara didesa ini masih banyak ibu-ibu rumah tangga yang aktif namun kurang produktif, sehingga tidak memiliki penghasilan sendiri untuk menunjang kebutuhan keluarga. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di Desa Labu Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka dalam upaya pemberdayaan ibu rumah tangga dengan memberikan motivasi tentang pengetahuan berwirausaha dan memberikan keterampilan kerajinan Macrame yaitu pembuatan tas dari bahan tali kur. Pelaksanaan kegiatan mulai dari penyuluhan sampai memberikan pelatihan keterampilan kerajinan macramé dilakukan sejak bulan juni sampai oktober 2019. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga usia produktif yang tergabung dalam ibu-ibu PKK sebanyak 30 orang. Melalui program Iptek bagi Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan melalui sosialisasi dan penyuluhan tentang berwirausaha dan memberikan pelatihan kerajinan macramé (tali kur) kepada ibu-ibu rumah tangga. Dengan bekal pengetahuan wirausaha dan keterampilan kerajinan diharapkan ibu rumah tangga bisa menghasilkan sebuah produk yang dapat dijual dan meningkatkan penghasilan mitra.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN WISATA SUNGAI UPANG DAN PERIKANAN BUDIDAYA SEBAGAI SEKTOR UNGGULAN DI DESA TANAH BAWAH KABUPATEN BANGKA Andi Gustomi; Arthur M Farhaby; Irma Akhrianti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v6i1.1425

Abstract

Desa Tanah Bawah merupakan salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka. Desa Tanah Bawah memiliki potensi sumberdaya hayati perairan dari Sungai Upang yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sungai Upang menyimpan keanekaragaman sumberdaya ikan air tawar yang cukup beragam dengan jumlah spesies yang sudah teridentifikasi sebanyak 14 jenis. Pemanfaatan Sungai Upang hingga saat ini baru sebatas pada penangkapan ikan sekala kecil dan tradisional untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat dan wisata mancing. Kondisi Sungai Upang yang masih alami membuat arah pengembangan sungai ini tidak hanya terbatas pada wisata mancing saja melainkan dapat dikembangkan dengan wisata edukasi biodiversitas flora dan fauna yang ada di kawasan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema optimalisasi pengelolaan wisata Sungai Upang dan perikanan budidaya sebagai sektor unggulan Desa Tanah Bawah merupakan tahap awal perintisan dan pengembangan potensi Sungai Upang. Untuk mengoptimalkan potensi Sungai Upang sebagai kawasan wisata dan perikanan budidaya dilakukanlah beberapa kegiatan antara lain, 1) Membuat pusat informasi biodiversitas flora dan fauna Sungai Upang sebagai objek pendukung wisata edukasi. 2) Branding wisata sungai upang dengan kemasan lebih milenial, 3) Membangun kesadaran masyarakat untuk mengutamakan K3 dalam beraktivitas di Sungai Upang bagi keselamatan wisatawan maupun pelaku pengelola Sungai. 4) Edukasi potensi pengembangan budidaya ikan dalam bentuk penangkaran ikan-ikan lokal Sungai Upang. Hasil pengabdian mendapat respon dan dukungan yang baik oleh seluruh stageholder antara lain Pemerintah Desa Tanah Bawah, Komunitas Pecinta Sungai Upang, Bangka Flora Society, dan masyarakat calon pembudidaya maupun pengelola Sungai Upang. Kegiatan pengabdian telah menghasilkan pusat informasi flora dan fauna Sungai Upang, adanya kesadaran masyarakat terkait branding wisata Sungai Upang dan K3, adanya keinginan masyarakat untuk melakukan kegiatan penangkaran ikan-ikan lokal Sungai Upang sebagai .penunjang ekonomi pribadi maupun calon kelompok pembudidaya. Adanya sinergitas antara pemerintah desa, komunitas pecinta Sungai Upang, dan akademisi dalam pengelolaan Sungai Upang maka untuk mewujudkan konsep wisata Sungai Upang berbasis ekologi dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu bukan hal yang sulit.

Page 9 of 18 | Total Record : 179


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 2 No 02 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 1 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat UBB Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung More Issue