Articles
179 Documents
IPTEK BAGI MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI MELALUI PEMANFAATAN BARANG BEKAS MENJADI PRODUK BERNILAI JUAL
Hidayati Hidayati;
Sumar Sumar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33019/jpu.v4i2.171
Masalah klasik yang dihadapi banyak lulusan setiap tahunnya adalah sulitnya mendapatkan pekerjaan karena lapangan pekerjaan yang terbatas sedangkan jumlah pencari kerja sangat banyak. Hal ini menuntut lulusan untuk memiliki kemampuan dan kreativitas yang tinggi serta mampu melihat peluang. Peluang yang ada saat ini dan harusnya dimanfaatkan oleh lulusan adalah banyaknya barang bekas yang belum diolah di lingkungan sekitar. Dengan kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh lulusan maka barang bekas tersebut dapat diolah dan memiliki nilai jual sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh lulusan.
PENDAMPINGAN KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA
Novendra Hidayat;
Herdianti Herdianti;
Izma Fahria
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33019/jpu.v4i2.172
Kebijakan publik (Public Policy) merupakan bidang kajian yang amat penting dalam ketatalaksanaan kenegaraan, terlebih dalam proses pembuatan kebijaksanaan yang melibatkan masyarakat, maka kajian public policy ini menjadi suatu keniscayaan dalam melaksanakan roda pemerintahan. Kebijakan yang belakangan ini makin santer terdengar di sisi pembangunan pedesaan adalah Kebijakan Tata Kelola Desa melalui UU Desa No. 6 tahun 2014 dan PP Desa No 43 tahun 2014. Kebijakan Tata Kelola Desa ini dikenal dengan Alokasi Dana Desa (ADD), yang diharapkan dapat mendorong produktivitas masyarakat pedesaan. Dalam rangka mensukseskan program dana desa ini, tim pengabdian kepada masyarakat dalam kegiatan Iptek bagi Masyarakat Jurusan lmu Politik FISIP UBB menyelenggarakan “Pendampingan Kebijakan Alokasi Dana Desa : Sosialisasi dan Workshop Penyusunan Laporan Dana Desa Bagi Perangkat Desa Se Kecamatan Merawang”. Tujuan dari penyelengaraan Program IbM Dana Desa di Kecamatan Merawang ini untuk: 1). Memberikan pengetahuan yang memadai mengenai penyusunan laporan keuangan dana desa, dan 2). Memberikan pelatihan untukmenyusun laporan keuangan dana desa. Kegiatan pelatihan ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus September 2017, dengan melibatkan Perangkat Desa yang ada di Kecamatan Merawang, Kab. Bangka. Adapun pelaksanaan kegiatan pendampingan kebijakan ini meliputi sosialisasi dan workshop penyusunan laporan keuangan desa yang dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, dan diskusi. Kegiatan pelatihan penyusunan laporan keuangan dana desa bagi perangkat desa Se Kecamatan Merawang berjalan dengan baik.. Pelatihan ini penting dan sangat diperlukan bagi perangkat desa guna terciptanya Pemerintahan Desa yang mengedepankan prinsipprinsip Good Governance and Clean Government.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CENGKONG ABANG MENUJU DESA MANDIRI
Irwan Dinata;
Wahri Sunanda;
Mardiah Mardiah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33019/jpu.v4i2.173
Pemberdayaan masyarakat desa merupakan kegiatan yang memanfaatkan semua sumber daya yang ada pada suatu desa agar dapat mengembangkanpotensi desa untuk kemajuan desa.Sasaran dalam program pemberdayaan masyarakat ini mencakup semua bidang, diantaranay pemerintahan, kelembagaan, kesehatan, ekonomi, teknologi, dan pendidikan.Lokasi kegiatan yang dipilih dalam kegiatan tesebut yakni Desa Cengkong Abang, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.Letak Desa Cengkong Abang yang strategis tentunya memiliki banyak potensi terutama di bidang pertanian dan perkebunan.Dengan potensi tersebut desamampu menyelesaikan permasalahan yang ada dan dapat memberikan solusi atas permasalahan tersebut sehingga Desa Cengkong Abang dapat berkembang menuju desa mandiri.
SENTRA PRODUKSI KERICU DI DESA BATU BELUBANG KECAMATAN PANGKALAN BARU KABUPATEN BANGKA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN MESIN PENCETAK KERICU
Saparin Saparin;
Eka Sari Wijianti;
Yudi Setiawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33019/jpu.v4i2.174
Batu Belubang merupakan desa pesisir yang berada di wilayah Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan yaitu kurang lebih 62,5 % (buku profil desa, 2015). Nelayan menjual hasil laut yang melimpah di tempat pelelangan ikan desa setempat, selain itu ada juga yang menjual di bawa ke kota pangkalpinang. Kericu merupakan salah satu olahan hasil laut yang di produksi insdustri rumah tangga. Kericu adalahan makanan khas bangka yang digemari masyarakat. Pembuatan kericu dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan. Pengabdian kepada masyarakat melalui KKN Tematik dilakukan di desa ini bertujuan untuk membantu masyarakat setempat dalam membuat kericu dengan menggunakan mesin pencetak kericu. Adapun mesin pencetak kericu merupakan hasil dari tugas akhir mahasiswa Teknik Mesin UBB yang di bimbing oleh Dosen Teknik Mesin dan bekerjasama dengan pak Suarno (guru dari SMK N 2 Pangkalpinang)
PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA UNTUK PEMBUATAN BRIKET ARANG SEBAGAI POTENSI ENERGI BARU PENGGANTI BAHAN BAKAR GAS DI DESA ZED KABUPATEN BANGKA
Fardhan Arkan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33019/jpu.v4i2.175
Desa zed merupakan salah satu desa penghasil batok kelapa di Kabupaten Bangka. Tetapi sangat disayangkan jika dengan jumlah yang banyak tetapi tidak dimanfaatkan sebagai nilai tambah bagi masyarakat. Briket tempurung kelapa atau orang bangka menyebutnya lebih terkenal dengan batok kelapa. Nilai pemanfaatan briket ini sangat menjadi impian jika memang dilakukan dengan baik dan bisa menjadi alternatif bahan bakar pengganti bahan bakar gas yang harganya semakin mahal. Briket tempurung kelapa merupakan bagian kecil dari energi baru yang saat ini menjadi tren dunia dalam hal pengelolaan energi baru untuk masyarakat. Dibeberapa daerah di Indonesia pemberdayaan tempurung kelapa sudah lama dilakukan khususnya di Daerah Istimewah Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Bantul dengan skala industri rumah tangga. Hasilnya pembuatan dengan skala besar dan sudah menjadi komoditi ekspor ke luar negeri. Bukan hal yang mustahil jika usaha ini juga bisa dilakukan didaerah kita sendiri. Dalam KKN ini, penekanan yang hendak diambil dalam kegiatan KKN Tematik ini adalah pemanfaatan tempurung kelapa sebagai briket arang bakar pengganti gas elpiji di desa Zed kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Serta identifikasi potensi energi barudan terbaharukan di Propinsi Bangka Belitung, khususnya di daerah desa Zed kecamatan Bangka Belitung.
PENGEMBANGAN WISATA HUTAN MANGROVE BERBASIS ECOTOURISM DI DESA PENAGAN KECAMATAN MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA PROVINSI BANGKA BELITUNG
Ririn Amelia;
Revy safitri;
Ferra Fahriani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33019/jpu.v4i2.176
Salah satu desa yang berpotensi untuk wisata Hutan Mangrove di Kecamatan Mendo Barat adalah Desa Penagan. Desa ini memiliki luas daerah sebesar 44,71 km2 dengan jarak 60 km dari pusat kecamatan. Desa Penagan memiliki kawasan Hutan Mangrove yang terletak di Pantai Tanjung Raya dan berpotensi untuk dijadikan kawasan wisata. Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan wisata Mangrove berbasis ecotourism diharapkan menjadi solusi dalam permasalahan masyarakat dan merupakan kegiatan yang berkelanjutan. Berbagai kegiatan dilakukan untuk pengembangan wisata hutan Mangrove di Desa Penagan antara lain: penanaman 200 pohon Cemara Laut dan Bakau di kawasan Pantai Tanjung Raya, pembangunan Jembatan di kawasan hutan Mangrove, mengidentifikasi flora dan fauna disekitar kawasan, pembuatan spot selfie untuk mengundang daya tarik wisatawan, pembuatan cinderamata dari bahan baku lokal yaitu limbah cangkang kepiting, dan membuat media sosial instagram guna mempromosikan kegiatan yang ada di Desa Penagan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari baik dari warga sekitar maupun pemerintah daerah. Hal ini ditunjukan oleh pernyataan Camat Mendo Barat dalam sambutannya pada acara peresmianwisata Hutan Mangrove untuk segera mengusulkan dan membuat peraturan desa mengenai pelestarian Hutan Mangrove di Desa Penagan. Selain itu, terdapat potensi lainnya yang dapat dikembangkan dari Desa Penagan, yaitu limbah cangkang kepiting yang dapat dijadikan souvenir sebagai cri khas dari Desa Penagan
PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN MENJADI PUPUK ORGANIK DI PULAU SELIU, KABUPATEN BELITUNG
Kurniawan Kurniawan;
Anggraeni Yunita;
Christianingrum Christianingrum
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33019/jpu.v4i2.177
Produksi rajungan di Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi berbanding lurus dengan limbah yang dihasilkan. Tingginya kandungan hara makro dan mikro serta produksi limbah rajungan di kabupaten Belitung memberikan potensi yang besar untuk dijadikan kompos sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pembuatan pupuk kompos dan pembelajaran bagi masyarakat terkait tahapannya dengan memanfaatkan limbah cangkang rajungan dalam sistem budidaya pertanian. Metode yang digunakan dalam pembuatan kompos rajungan yaitu dengan menerapkan teknologi pembuatan pupuk organik menggunakan mikroba secara anaerob. Kegiatan dalam pembuatan kompos rajungan ini dilaksanakan selama 35 hari. Tempat yang digunakan adalah rumah kompos di Desa Seliu Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Parameter yang diamati pada proses pengomposan yaitu parameter fisika dan parameter kimia. Kematangan kompos ditandai dengan warna bahan kompos setelah kompos matang menjadi hitam kecoklatan menyerupai warna tanah, suhu kompos yaitu telah sama dengan suhu air tanah (28 0 C–300C), bau kompostidak lagi menyengat dan pH menjadi netral yaitu 7. Peranan kompos rajungan dalam sistem budidaya pertanian yaitu untuk memberikan nutrisi bagi tanaman dan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Pupuk yang telah dibuat kemudian dikemas dan dibagikan ke petani, masyarakat dan perangkat Desa P. Seliu Kab. Belitung
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP KOSITEM PESISIR (MANGROVE ) DAN SOSIALISASI PERPRES NO 73 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI DESA TANAH BAWAH KAB.BANGKA
Arthur M Farhaby;
Andi Gustomi;
Kurniawan Kurniawan;
Wahyu Adi;
Siti Aisyah;
Okto Supratman;
M.Rizza Muftiadi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33019/jpu.v5i1.674
Desa Tanah Bawah merupakan salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Kab.Bangka., Kepulauan Bangka Belitung. Desa Tanah Bawah memiliki potensi besar di ekosistem pesisir seperti ekosistem mangrove yang terdapat di muara sungai upang, Ekosistem-ekosistem pesisir ini, menujang kehidupan masyarakat Desa Tanah Bawah dimana sekitar 30% masyarakat hidup bergantung ke ekosistem tersebut yang berprofesi sebagai penangkap ikan di sepanjang sungai upang. Saat ini masyarakat juga belum mengerti dan mengetahui adanya aturan Perpres No 73 Tahun 2012, yang melarang melakukan penebangan di area hutan mangrove sekaligus mengatur mengenai pelaksanaan dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Karena keberadaan ekosistem mangrove merupakan habitat tempat tinggal berbagai macam sumberdaya yang bernilai ekonomis. Selain itu sudah terdapat aturan mengenai sanksi yang akan dikenakan ketika masyarakat terbukti tertangkap sedang melakukan kegiatan penebangan mangrove. Sungai upang yang mengalir di daerah Desa Tanah Bawah menyimpan potensi jenis ikan yang sangat tinggi baik itu yang dapat digunakan untuk ikan konsumsi maupun untuk ikan hias. Masyarakat Desa Tanah Bawah mayoritas belum begitu mengetahui ikan apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian warga. Sungai upang menyimpan potensi jenis ikan sebanyak 14 spesies, terdiri dari ikan konsumsi 7 spesies, hias 3 spesies dan konsumsi-hias 4 spesies
PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DI DESA BALUNIJUK MENJADI USAHA MIKRO KOMPETITIF HALALAN TOYYIBAN
Occa Roanisca;
Robby Gus Mahardika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33019/jpu.v5i1.675
Halal Products merupakan salah satu divisi pada kerjasama Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Keberadaan divisi tersebut dalam rangka memenuhi tuntutan konsumen akan tersedianya produk yang memenuhi standar halal. Pemerintah Bangka Belitung mendukung program halal products dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah No.16 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Jaminan Pangan Aman dan Halal. Desa Balunijuk berada dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Beberapa lembaga pendidikan tingkat perguruan tinggi terdapat di Desa Balunijuk, sehingga masyarakat sekitar banyak membuka warung makanan dan minuman. Pemilik usaha makanan dan minuman di Desa Balunijuk rata-rata berpendidikan rendah ≤ SMA. Hal tersebut berdampak pada lemahnya pengelolaan manajemen yang dilakukan pada usaha yang dikelola, kurangnya informasi mengenai produk yang memenuhi standar bersih dan halal, serta kurangnya informasi mengenai prosedur pengajuan sertifikasi Laik Hyegene Sanitasi (HS) dan halal LPPOM MUI. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mempersiapkan sumber daya manusia dalam mengelola manajemen keuangan dan organisasi pada usaha yang dikelola, dan meningkatkan pengetahuan pemilik usaha mengenai standar dan prosedur pengajuan sertifikasi halal LPPOM MUI dan bersih (Laik Hyegene Sanitasi). Metode yang digunakan untuk mendukung kegiatan ini meliputi sosialisasi kepada pemilik usaha warung makanan dan minumam mengenai tata kelola manajemen, kriteria produk yang memenuhi standar bersih dan halal LPPOM MUI, dan prosedur pengajuan sertifikasi HS dan halal LPPOM MUI. Hasil dari kegiatan ini adalah Kegiatan sosialisasi dapat diterima dengan baik oleh peserta dan antusiasme peserta sangat tinggi hal ini tercermin dengan adanya keinginan dari aparat Desa Balunijuk dan peserta untuk mewujudkan Desa Balunijuk sebagai Kampung Halal. Melalui kegiatan sosialisasi ini peserta mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pengelolaan manajemen keuangan dan organisasi pada usaha mikro, prosedur untuk memproduksi produk yang memenuhi standar bersih dan halal, serta prosedur pengajuan sertifikasi HS dan Halal LPPOM MUI
INDUSTRI RUMAH TANGGA SEBAGAI USAHA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DAN KETAHANAN RUMAH TANGGA
Wenni Anggita;
Dian Prihardini Wibawa;
Dony Yanuar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33019/jpu.v5i1.677
Pada tahun 2005, di bidang pendidikan, kesenjangan gender terlihat dari angka buta huruf perempuan umur 15 tahun ke atas sebanyak 11% yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki sebesar 5%. Selain itu, jenjang pendidikan yang ditamatkan perempuan jauh lebih rendah daripada laki-laki. Melalui intensifikasi pelaksanaan kelompok belajar Paket A, Paket B, dan Paket C kesenjangan itu diharapkan semakin sempit sehingga pada tahun 2006 angka buta huruf perempuan umur 15 tahun ke atas diperkirakan menurun menjadi 10%. Pengembangan lokal terkait erat dengan keberadaan industri kecil yang dapat memanfaatkan potensi lokal berupa penyerapan tenaga kerja, terutama perempuan. Perempuan dalam industri kecil, banyak mengalami persoalan yang terkait dengan peran jender yang menyebabkan marginalisasi (pemiskinan ekonomi) dan pelabelan negatif (stereotype) terhadap kaum perempuan. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan peran mereka sebagai kekuatan industri kecil. Industri kecil juga dikatakan sebagai upaya pengembangan lokal di Indonesia, hal ini dikarenakan bahwa industri rumahan atau industri kecil adalah pondasi ekonomi keluarga. Terlebih dalam hal ini industri rumahan yang dikawangi oleh perempuan-perempuan. Walaupun sebenarnya pada industri rumahan bukan hanya perempuan yang berperan, namun juga anggota keluarga atau bahkan melibatkan warga sekitar