cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Intizar
ISSN : 14121697     EISSN : 24773816     DOI : -
Intizar Journal (ISSN: 1412-1697) and (E-ISSN: 2477-3816) is a peer-reviewed journal which is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang publishes biannually in June dan December. This journal publishes current concept and research papers on Islamic Studies and Muslim Communities from interdisciplinary perspective, especially in Education; Culture; Politic; Law; Tafsir; Sufism; and Fiqh.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 31 No 2 (2025): Intizar" : 9 Documents clear
Manifestasi Keberagamaan dalam Etos Ekonomi Pedagang Muslim Pasar Kliwon di Era Disrupsi Digital Melisa Diah Maharani
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/yjfgd028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi keberagamaan dalam pembentukan etos ekonomi pedagang Muslim Pasar Kliwon Kudus di tengah disrupsi ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap pedagang Pasar Kliwon yang dipilih secara purposif untuk menggali pengalaman subjektif, pemaknaan, dan praktik keberagamaan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai religius Islam berperan signifikan dalam membentuk sikap dan etos ekonomi pedagang di tengah keterbatasan adaptasi terhadap teknologi digital. Keberagamaan memberikan rasa tenang dan aman secara psikologis, serta menjadi landasan moral dalam menghadapi tekanan ekonomi. Manifestasi religiusitas tersebut tercermin dalam beberapa sikap utama, yaitu penerimaan terhadap kemajuan teknologi sebagai keniscayaan, keteguhan untuk tetap berdagang secara offline meskipun minim kemampuan digital, serta sikap tawakal dengan menyerahkan hasil usaha dan rezeki kepada kehendak Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberagamaan tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi spiritual, tetapi juga sebagai sumber etos kerja dan strategi moral pedagang dalam merespons disrupsi ekonomi digital, khususnya pada konteks pasar tradisional di kota santri.
Kampung Moderasi Beragama: Model Pencegahan Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan Niimmasubhani; Novi Hendri; Syafwan Rozi
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.29064

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi dan dampak positif Kampung Moderasi Beragama di Kelurahan Balai Panjang Payakumbuh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, dan warga setempat, serta observasi langsung terhadap kegiatan kampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA mensosialisasikan moderasi beragama dengan pembentukan kampung moderasi beragama kepada tokoh-tokoh agama kelurahan Balai Panjang. Kehadiran Kampung Moderasi Beragama di Balai Panjang mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai. Kegiatan sosial antaragama, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keharmonisan atau ketahanan social yang baik menjadi faktor utama keberhasilan program ini. Dengan demikian, Kampung Moderasi Beragama berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan sosial yang inklusif, toleran, dan tangguh terhadap isu-isu sensitif keagamaan.
Perspektif Moderasi Beragama Melalui Seni: Analisis Fisika Bentuk Ruang pada Bangun Masjid Agung Demak Della Indana Mas'udatur Rizqiyah; Nur Khoiri
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.29327

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai moderasi beragama diaktualisasikan melalui arsitektur Masjid Agung Demak dengan pendekatan fisika bentuk ruang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, study dokumentasi, dan kajian literature. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Demak merepresentasikan moderasi beragama melalui perpaduan harmonis arsitektur tradisional Jawa dan nilai-nilai keislaman. Struktur bangunan seperti tajug berbentuk limas segi empat melambangkan prinsip iman, Islam, dan ihsan. Maksuroh berbentuk balok yang kokoh serta saka guru yang berbentuk tabung mencerminkan kekuatan, kestabilan, dan nilai spiritual. Konsep fisika bangun ruang tidak hanya memperkuat struktur fisik masjid, tetapi dibalik itu juga mengandung nilai simbolik yang sejalan dengan ajaran moderasi beragama. Kesimpulannya, arsitektur Masjid Agung Demak menjadi bukti nyata bagaimana seni dan budaya lokal dapat menjadi media efektif dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama yang inklusif dan toleran di Indonesia.
Dilema Pinjaman Online di Kalangan Mahasiswa Islam: Solusi Ekonomi atau Ancaman Etika Azizah, Nur; Ahmad Abrori; Salwa Malahayati; Siti Zahraturrahma; Siti Fajri Yulyani; Satria Elang Nugroho
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.31453

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perspektif mahasiswa Islam terhadap penggunaan pinjaman online sebagai solusi ekonomi yang praktis dan cepat serta kesesuaiannya dengan nilai-nilai syariah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, berdasarkan data yang diperoleh dari 74 mahasiswa Islam Program Studi Sosiologi UIN Jakarta yang berpartisipasi dan mengisi kuesioner penelitian. Data dianalisis menggunakan SPSS IBM 20 melalui analisis frekuensi, crosstabs, dan regresi linier untuk menggambarkan kecenderungan data serta pola hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,2% mahasiswa menyatakan nilai-nilai agama mempengaruhi keputusan mereka dalam menggunakan pinjaman online, yang mengindikasikan bahwa aspek religiusitas berperan penting dalam pembentukan sikap dan pengambilan keputusan keuangan mahasiswa.
Kontekstualisasi Nusyuz di Era Digital: Kajian Hermeneutika Surat al-Nisā ayat 34 dan 128 Perspektif Abdullah Saeed Moh Hanif Adzhar; Nabila An’imatul Maula; Fatwah Inna Aulisaina
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.31921

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami fenomena transformasi digital yang menimbulkan berbagai tantangan baru dalam hubungan suami istri, termasuk potensi konflik nusyuz yang diakibatkan oleh komunikasi, privasi, dan penggunaan media sosial yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengkontekstualisasikan al-Qur’an melalui pendekatan hermenutika Abdullah Saeed dalam empat tahap, yaitu analisis teks, analisis kritis aspek kebahasaan, pandangan sahabat, dan kontekstualisasi. Temuan utama menunjukkan pemahaman kontemporer tentang nusyuz tidak lagi harus dilihat sebagai dominasi patriarki seperti saat masa lampau, melainkan sebagai panduan etis yang mendorong perdamaian, dialog, dan keadilan dalam rumah tangga. Solusi terhadap nusyuz tidak bisa hanya bergantung pada otoritas suami, tetapi juga harus mempertimbangkan hak-hak istri, termasuk kebebasan berekspresi dalam ruang publik dan media sosial. Hasil signifikansi temuan memberikan pemahaman baru mengenai relevansi atas reinterpretasi nusyuz dalam ayat al-Qurr'an terhadap era digital, sehingga pemahaman nusyuz dapat dikontekstualiasikan dengan perkembangan zaman dan perubahan sosial.
Relevansi Konsep Spiritual dalam Kimiya’ Al-Sa’adah Imam Al-Ghazali untuk Mengatasi Krisis Mental dan Kesejahteraan Psikologis Generasi Z Hasmi Nur Bayhaqi; M. Syafrany Surya Permadi; Muhammad Fahmi; Moch. Hasan Sidqi; Moch. Chafid Dhuha
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.32243

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi relevansi konsep-konsep spiritual dalam Kimiya’ al-Sa‘adah karya Imam Al-Ghazali bagi kesehatan mental generasi Z. Menggunakan metode library research kualitatif, penelitian ini menelaah prinsip spiritual Al-Ghazali, seperti tazkiyatun nafs, riyadhah, dan as-sa‘adah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga konsep tersebut membentuk kerangka spiritual-psikologis yang relevan untuk mengatasi problem mental kontemporer. Tazkiyatun nafs berfungsi sebagai terapi batin untuk meredakan kecemasan dan stres akibat tekanan sosial-digital. Riyadhah mengajarkan disiplin spiritual yang melatih kontrol diri terhadap godaan instan dunia maya. Sementara itu, as-sa‘adah memberikan orientasi hidup yang mendalam dengan menekankan kebahagiaan sejati melalui kedekatan dengan Allah SWT. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya menghubungkan literatur tasawuf klasik dengan krisis psikologis generasi Z. Implikasi praktisnya menegaskan bahwa pendidikan, khususnya pendidikan Islam, merupakan sarana paling efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai spiritual tersebut melalui kurikulum, pembinaan akhlak, dan praktik muhasabah. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam membangun ketahanan mental dan kesejahteraan psikologis generasi muda di era digital.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Qur’ani Husnul Yamil; Iwan Fitriani; Lubna
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.32374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menginternalisasikan nilai-nilai Qur’ani kepada santri di MA Plus Pondok Pesantren Abu Hurairah Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologis, melibatkan guru PAI, santri, pimpinan pesantren, dan musyrif asrama sebagai informan. Data dihimpun melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI meliputi keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan, pendekatan kontekstual, motivasi spiritual, serta pendampingan personal. Strategi ini diimplementasikan melalui kegiatan pembelajaran, pembinaan karakter, program tahfizh, dan pengawasan kehidupan asrama. Faktor pendukung meliputi kultur pesantren yang religius, struktur kurikulum yang berbasis Al-Qur’an, serta kedekatan emosional guru–santri. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan intelektual santri, latar belakang pendidikan, serta dinamika lingkungan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa peran strategis guru PAI sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter Qur’ani santri.
Konsep Mawaddah dalam Al-Qur'an: Studi Tafsir Maudhu'i tentang Transformasi Makna dan Relevansinya dalam Konteks Sosial Kontemporer Nur Hidayat Muhammad
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.32420

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna konsep mawaddah dalam Al-Qur'an, transformasi penafsirannya, serta relevansinya sebagai paradigma etika sosial kontemporer. Metode utama yang digunakan adalah tafsir maudhu’i (tematik) yang dipadukan dengan analisis semantik-leksikal dan pendekatan historis-transformatif terhadap khazanah tafsir dan pemikiran Islam dari masa ke masa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mawaddah bukan sekadar sinonim cinta, melainkan konsep unik yang menekankan aspek aktif, timbal balik, dan perwujudan nyata dalam tindakan. Analisis terhadap tujuh ayat Al-Qur’an mengungkap spektrum maknanya yang luas, mencakup ikatan personal (suami-istri), solidaritas komunal, loyalitas politik, hingga parameter hubungan dengan non-Muslim. Kajian historis membuktikan dinamika pemaknaannya yang terus berkembang, dari basis kesukuan pra-Islam menuju basis akidah, lalu dikembangkan dalam diskursus fikih dan tasawuf klasik, wacana kebangsaan modern, hingga kajian ilmu humaniora kontemporer. Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa mawaddah merupakan prinsip relasional Qur’ani yang dinamis dan multifaset. Kelenturannya sepanjang sejarah menunjukkan relevansi abadinya sebagai sumber nilai yang dapat menjawab tantangan kekinian, seperti krisis keluarga, polarisasi sosial, dan distorsi relasi digital. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengayaan metode tafsir tematik integratif, tetapi juga menawarkan kerangka etis berbasis teks suci untuk memperkuat kohesi sosial di tengah fragmentasi dunia modern.
Menjaga Identitas di Era Globalisasi: Respons dan Strategi Pelestarian Budaya Melayu Islam Nilawati; Munir; Izomiddin; Mohammad Syawaludin; Areza, Chelsea Zia Areza; Ria Astina
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.33086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi budaya Melayu Islam dengan arus globalisasi, mengidentifikasi bentuk perubahan budaya yang terjadi, mengkaji respons masyarakat, serta merumuskan strategi penguatan identitas budaya Melayu Islam agar tetap relevan dan berkelanjutan di era global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan perspektif fenomenologis dan sosiokultural. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen, dan observasi non-partisipatif terhadap perkembangan budaya Melayu Islam, khususnya pada aspek bahasa, praktik adat, kesenian, pola komunikasi digital, dan aktivitas budaya yang terdokumentasi pada media daring periode 2023–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi, perubahan budaya, respons sosial, dan strategi pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi memengaruhi budaya Melayu Islam melalui intensifikasi penggunaan teknologi digital, media sosial, dan mobilitas informasi yang mempercepat pertukaran nilai global. Perubahan budaya tampak pada pergeseran nilai sosial, penggunaan bahasa daerah, ekspresi seni, praktik keagamaan, serta struktur sosial masyarakat. Meskipun menghadapi tekanan budaya global, masyarakat Melayu Islam menunjukkan respons selektif dengan menerima nilai-nilai positif dan menolak nilai yang bertentangan dengan adat dan syariat. Strategi penguatan identitas budaya dilakukan melalui digitalisasi budaya, revitalisasi tradisi, penguatan pendidikan budaya, serta peran lembaga adat sebagai penjaga nilai lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya Melayu Islam tidak hanya bertahan, tetapi terus beradaptasi melalui proses negosiasi identitas yang memungkinkan keberlanjutan budaya di tengah arus globalisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 9