cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JIA (Jurnal Ilmu Agama)
ISSN : 24430919     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Agama merupakan jurnal yang mengkaji tentang doktrin, pemikiran dan fenomena agama.
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Mugiyono Mugiyono
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.457

Abstract

Lajunya perkembangan pemikiran Islam sepanjang sejarah, karena adanya sikap terbuka, toleran dan akomodatif  kaum muslimin terhadap hegemoni pemikiran dan peradaban asing, cinta ilmu, budaya akademik, kiprah cendikiawan muslim dalam pemerintahan dan lembaga  sosial kemasyarakatan, berkembangnya aliran yang mengedepankan rasio dan kebebasan berpikir, meningkatnya kemakmuran negeri-negeri Islam, dan permasalahan yang dihadapi umat Islam dari masa ke masa semakin kompleks dan memerlukan solusi. Semua bidang keilmuan dijadikan objek kajian oleh para tokoh pemikir Islam, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Dari perkembangan pemikiran Islam ini berimplikasi pada perkembangan peradaban Islam di seluruh penjuru dunia Islam. Perkembangan pemikiran dan peradaban Islam ini ditandai dengan berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan, pada masa Dinasti Umayah dan Dinasti Abbasiyah dan didukung oleh dinasti-dinasti lainnya seperti di Cordova Andalusia, Afrika Utara, Turki dan India Islam. Hal ini berdampak signifikan terhadap kehidupan umat Islam dan berpengaruh kuat terhadap kemajuan peradaban dunia internasional pada umumnya, dari masa klasik hingga era modern. Dalam tulisan ini dikaji tentang faktor pendukung perkembangan pemikiran dan peradaban Islam, proses perkembangan pemikiran dan peradaban Islam sepanjang sejarah, bidang keilmuan yang dikembangkan dan para tokohnya, dan dampak perkembangan pemikiran dan peradaban Islam terhadap kehidupan umat Islam dan dunia internasional.
KRITIK NALAR ISLAM SEBAGAI METODE IJTIHAD : MEMBAHAS PEMIKIRAN MOHAMMED ARKOUN Jamhari Jamhari
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.458

Abstract

Rational criticism of Islam that developed Arkoun in studying a problem or not text other is to get the "real substance" which may be knocked out, forgotten, or even not at all unthinkable, with the approach of linguistic, psychological, historical, and social and cultural anthropology. By referring to the style of thought Derrid, Paul Ricour, Michael Foucault, Pierre Bordue, in the field of language, Arkoun reveal diversity not previously seen and not said in the text. With the demolition was he trying to find the meaning of which is lost or created by the freezing process that afflicts thought Islam.Dengan deconstruction allows the things that have not occurred or even unthinkable to be revealed can be revealed. By restoring the purity of the teachings in accordance with the objectives desired by God (author). The primary objective reasoning criticism of Islam is to free thought of all sorts of images and imagery narrow, because it is not possible for Islamic reason to think clearly for such images still lingering in their reasoning. Rational criticism of Islam also aims to distinguish between revelation and history, transcendent revelation to restore the position of the original. This refund because they said there was a reduction in the value it contains after experiencing intermingling with human history (ideological, political, and interests). Here we need the critical stance, against all kinds of teologisme Islam (including all branches epistimologi like: fiqh, tafsir, the science of kalam, Aqeedah, and so on). Because after all, all it is a human creation as well, and we are entitled to put it on the table criticism.
PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK OLEH ORANG TUA : TINJAUAN PSIKOLOGI ISLAM Ahmad Yani
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.459

Abstract

This paper attempts to discuss the things that can be done by parents in providing the religious education to their children  in the period of childhood (age 0-12 years). Parents as primary educators in the family have a function and a strategic role in providing religious education to their children. Providing the religious education to children in family must be done by parents seriously because a child is a mandate given to parents from Allah Almighty. In providing religious eduation to  children must go through the stages in accordance with the growth and the development of the children physically and mentally. Thus, providing religious education to their children  in the period of childhood is very important. It will influence the character and personality of children for the future.
DINAMIKA JIWA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM Ema Yudiani
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.460

Abstract

Jiwa, dalam bahasa Arab disebut Nafs, dan dalam bahasa Yunani disebut Psyche yang diterjemahkan dengan jiwa atau Soul dalam bahasa Inggris. Sedangkan Roh biasanya diterjemahkan dengan Nyawa atau Spirit. Jadi, sebenarnya sejak manusia mengalami proses kejadian sampai dengan sempurna menjadi janin dan dilahirkan ke atas dunia, telah ada unsur lain yang bukan fisik material yang ikut menyusun semua peristiwa penciptaan itu. Justru adanya unsur non-fisik inilah yang membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya sebagai satu kelebihan. Kelebihan ini akhirnya tampak nyata pada norma-norma nafsiyah (psikologis) dengan segala kegiatannya. Tulisan ini akan memaparkan sekilas pembahasan mengenai jiwa menurut paradigma psikologi Islam di Indonesia dimulai pada periode pra-psikologi Islam (Hamka) sampai dengan periode psikologi Islam berkembang (Mujib & Muzakir).
Al-Firqah An-Najiah Muhammad Arfah Hidayat
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.461

Abstract

إشتهر على ألسنة العلمـــاء, الحديث حول الفرـق الإســـلامية والفرقة الناجية واتخذ  بعض الناس هذا الحديث طريقة للتكفير على من يخالف مذهبهم وفرقتهم وهذا الحديث هو قول رسول الله صلى الله عليه وسلم :إفترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة وتفرقت النصارى على اثنتين وسبعين فرقة وتفترق أمتى على ثلاث وسبعين فرقة. وقد حصر البعض هذه الفرق  ووصلوا إلى العدد ألنهائى وهو ثلاث وسبعون فرقة بعد عمليات التحلــيل والتركيب والقبـض والبسـط حتى يحـــــــــافظوا على العدد الوارد ونسوا أن الليالى حبلى بالمذاهب والأراء والفرق والمعتقدات وأن الإجتهـــــــادات لم تتوقف فيزداد الفرق يوما بعد يوم فبطل العدد. وقد رأينا أن هناك إحتمال أخر يبعد تكفير المسلم لأخيه نقدمه  إنشاء الله في نقاط مهمة وهى خطأ الحصر  وتفسير كلمة الأمة ومفهوم الفرق الناجية ومن هو الكافر على معنى الشرع
SURAH PALSU ANALISA TERHADAP SURAH AL-TAJASSUD Deddy Ilyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.462

Abstract

Surah al-Tajassud adalah merupakan satu dari surah-surah yang tersebar di kalangan masyarakat era globalisasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi, yang menjadikan dunia  tanpa batas melaui internet dan alternatif lainnya yang menyuburkan aktifitas penyelewengan seperti ini dapat dilakukan ke publik dengan mudah. Diantara surah-surah palsu yang terditeksi penyebarannya melalui internet ialah al-Iman, al-Tajassud, al-Nurayni
KEPRIBADIAN TAHAN BANTING (HARDNESS PERSONALITY) DALAM PSIKOLOGI ISLAM Listya Istiningtyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.463

Abstract

Tidak ada individu yang bebas dari masalah dan tekanan hidup.Adaorang yang mudah mengeluh dan mudah menyerah dalam menghadapi tekanan hidup.Adapula yang begitu tegar, optimis, dan memandang tekanan hidup sebagai tantangan yang dapat dihadapi. Individu yang dapat bertahan itu dalam bahasa psikologi disebut memiliki kepribadian tahan banting (hardiness personality). Secara literatur hal ini dapat diartikan sebagai ketahanan, ketabahan hati atau daya tahan. Kepribadian tahan banting ternyata memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan fisik dan mental. Topik ini masih jarang dibicarakan dalam psikologi. Tulisan ini berisi tentang wacana kepribadian tahan banting dari sudut pandang psikologi kontemporer dan dari sudut pandang Islam guna memperkaya pembahasan topik ini. 
KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA Muhammaddin Muhammaddin
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.464

Abstract

Secara naluri, manusia mengakui kekuatan dalam kehidupan ini di luar dirinya. Ini dapat dilihat ketika manusia mengalami kesulitan hidup, musibah dan berbagai bencana. Ia mengeluh dan minta pertolongan kepada sesuatu yang serba maha, yang dapat membebaskannya dari keadaan itu. Ini dialami oleh setiap manusia. Naluriah ini membuktikan bahwa manusia perlu beragama dan membutuhkan Tuhannya. Untuk itu manusia diperintahkan mengagungkan dan mensucikan-Nya.
ULUL ALBAB DALAM TAFSIR FI ZHILALI AL-QURAN Sri Aliyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.465

Abstract

Uulul Albaab dalam Al-Quran ada 16 ayat, para intelektual muslim memahami, memberikan definisi dan karakteristik أُولُو الْأَلْبَابِ secara berbeda-beda. sebab diterjemahkan “orang-orang yang berakal” saja masih belum sepenuhnya tepat. Kata uulu berarti orang yang mempunyai, sedang kata albaab adalah jamak dari kata lubb yang berarti intisari yang dapat digunakan untuk menyebut akal, hati (cita rasa), dan lain-lain. Sedangkan Sayyid Qutb adalah salah seorang ulama terkemuka di kalangan Ikhwan al-Muslimin yang fenomenal dan tokoh pergerakan yang pernah hadir memberikan warna tafsir yang berada di jamannya. Karena dari segi metodologi Sayyid Qutb mencoba untuk mempresentasikan tafsirnya itu sebagai petunjuk dan manhaj kehidupan bagi manusia dengan menggunakan pendekatan bahasa perenungan dan pemikiran, dan dengan metode tashwir yaitu suatu gaya penghampiran yang berusaha menampilkan pesan Al-Quran sebagai gambaran pesan yang hadir, yang hidup dan konkrit sehingga dapat menimbulkan pemahaman “aktual” bagi pembacanya dan memberinya dorongan yang kuat untuk berbuat. Oleh karena keunggulan inilah, kajian terhadap penafsiran Sayyid Qutb tentang uulul albaab menjadi sangat menarik. 
KONSEP EKONOMI ISLAM DALAM MENGENTASKAN KESENJANGAN SOSIAL : Studi atas Wacana Filantropi Islam dalam Syari’at Wakaf Ahmad Soleh Sakni
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.466

Abstract

Fokus tulisan ini membahas tentang konsep pengentasan kesenjangan sosial– ketimpangan ekonomi- dalam perspektif  ekonomi Islam. Sebagai sebuah problem, kesenjangan sosial – ketimpangan ekonomi- memiliki ruang terbuka untuk didekati dalam perspektif manapun. Sepanjang sejarah peradaban manusia, selalu saja ada upaya untuk mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran dengan menggunakan berbagai pendekatan.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 2 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015) Vol 16 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama More Issue