cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Bangsa Pelestari Pancasila
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
PEMBERIAN MOTIVASI BELAJAR KEPADA PESERTA DIDIK SEBAGAI BENTUK APLIKASI DARI TEORI-TEORI BELAJAR SUSANTI, LUSI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat besarnya tujuan dan fungsi pendidikan, maka pendidikan menjadi suatu hal yang mutlak ditempuh oleh setiap peserta didik. Pendidikan mengandung proses belajar dan pembelajaran. Sederhananya, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku, pemahaman dan memanusiakan manusia. Suatu hal yang amat penting dalam belajar ialah adanya motivasi. Motivasi dan belajar tidak dapat dipisahkan. Motivasi merupakan daya pendorong. Rendahnya motivasi dalam belajar akan menyebabkan sulitnya peserta didik dalam mencapai kesuksesan dalam belajar. Pemberian motivasi dalam belajar sebagai bentuk aplikasi dari teori belajar, yaitu: 1) menjelaskan tujuan kepada peserta didik, 2) membangkitkan minat belajar peserta didik, 3) memberikan angka/penilaian, 4) memberikan hadiah dan pujian, 5) memberikan hukuman, 6) menciptakan persaingan dan kerjasama. 
PENDIDIKAN DARI HATI MENUJU PADA GENERASI EMAS 2045 UNTUK TERCIPTANYA MASYARAKAT MADANI SUMETRY, RASYDI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan metode konstruktivis merupakan petode pendidikan yang didasarkan pada kemampuan peserta didik untuk merekonstruksi pengetahuannya. Bakat merupakan kemampuan dasar yang telah dibawa peserta didik sejak lahir. Pendidikan dengan metode konstruktivis yang didasarkan pada bakat peserta didik akan memudahkan dalam mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Masyarakat madani yang diharapkan adalah mampu untuk mandiri dan kreativitas yang tinggi, hal ini dapat dicapai dengan usaha yang jelas dan konkrit. Pendidikan konstruktivis dengan memperhatikan bakat/potensi yang dimiliki peserta didik akan membantu terbentuknya generasi emas di tahun 2045 dan pada akhirnya cita-cita masyarakat madani akan terwujud.
Inventarisasi Simbol-Simbol Adat Limo Koto di Tongah Rantau Nan Kurang Oso Duo Puluah Hakim, Nursal
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui simbol-simbol adat di Limo Koto di Tongah Rantau Nan Kurang Oso Duo Puluah Kabupaten Kuantan Singingi. Simbol-simbol adat dalam masyarakat Kuantan Singingi merupakan pijakan dan dasar-dasar dalam melaksanakan hukum adat dan tata nilai hang berlaku di tengah masyarakat. Namun saat ini simbol-simbol tersebut sudah banyak ditinggalkan, dan bahkan sudah dilupakan.
PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP NORMA DAN ETIKA SERTA APLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN MUSLIM, MUSLIM
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Norms and ethics are formed because of the wide range of individual differences among students. As an individual creature, students have personality, interest, desire, life purpose which different from one another. In order, for all these differences do not lead to hostility, argument, disorder then be made to the rule or norm. The purpose of this research was to analyze the level of students comprehension of FKIP Bung Hatta University about the norms and ethics, describe about norms and ethics application of FKIP students in life, as well as to analyze the causes and consequences that arised when student of FKIP not comprehend about norms and ethics. This research is a descriptive exploratory research with a qualitative approach. Descriptive exploratory research served to see, know and reveal what their circumstances at the time of the research. This research was conducted of FKIP Bung Hatta University. The population of this research were all FKIP students majors are PING, PINDO, PPKn, PGSD, PTIK, P.Biologi, and PMAT where located on the second campus of the Bung Hatta University. This research concluded that students of FKIP Bung Hatta University in Padang generally has been comprehend about the norms and ethics at the college, which is 95.37% knew the rules, norms, ethics, morals are both in attitude and in the dress code. Students need to comprehend the rules of norms and ethics that apply on campus, because in that way become good campus atmosphere and quiet, could impact both on the study load of students are 86.11%, so, create a conducive atmosphere and was reached ideals them, can form a personality that is honest, polite, and noble that is 88.89%. Comprehension about the norms and ethics for student of FKIP need to know in depth and must be applied in life, due to the comprehension of the norms and ethics of the students will be better and will achieve his goal and his life will be a blessing and a devout and obedient to the existing rules and avoid wrong deed. In general, students have to apply the norms and ethics in their life that is 90.74% have to apply.
PENINGKATAN MUTU DAN KOMPETENSI GURU Jas, Jaspar
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berhasil atau tidaknya pendidikan terletak pada berbagai komponen dalam prosespendidikan guru. Apakah LPTK berhasil mendidik para pada calon guru akan ditentukanoleh berbagai komponen, salah satu komponen tersebut adalah kurikulum. Pertama,Komitmen semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, sekolah, orang tua, dan muridsendiri, untuk bersama-sama meningkatka mutu pendidikan. Kedua, menimplementasikanManajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam rangka memberika otonomisasi kepadasekolah secara penuh. Ketiga, mengangkat tenaga guru, karena saat ini Riau sajakekurangan guru . Keempat, meningkatkan kualifikasi guru, di semua jenjang dan jenispendidikan, baik melalui penyetaraan pendidikan, maupun berupa diklat-diklat. Kelima,menciptakan iklim dan suasana kompetitif dan kooperatif antar sekolah dalam rangkameningkatkan mutu pendidikan sekolah masing-masing. Keenam, pengadaan inprastruktursekolah, terutama berkenaan dengan penyediaan sarana pembelajaran, sepertilaboratorium, pustaka, UKS, dan ruang belajar yang memadai. Ketujuh, membenahimanajemen sekolah dan manajemen kelas, dan ini secara langsung akan berkaitan denganmutu pendidikan. Kedelapan, pemberdayaan secara maksimal keberadaan komite sekolahsebagai mitra sekolah.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PROFESIONAL LASE, FAMAHATO
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru serta telah menjadi bagian dalam dirinya untuk menjalankan tugas keprofesionalannya. Perangkat ini merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan dan penerapan dalam melaksanakan tugas di lapangan kerja. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, berwibawa serta menjadi teladan bagi peserta didik, mantap, stabil, dewasa, arif dan bijaksana, mengevaluasi kinerja sendiri, serta mengembangkan diri secara berkelanjutan. Kepribadian ini mengacu pada standar nasional pendidikan.
MEMBUMIKAN LITERASI SEKOLAH MENUJU PRESTASI YANG CEMERLANG DAN GEMILANG DI SMA NEGERI 4 PEKANBARU Nurhafni, Nurhafni
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya literasi yang tertanam pada diri peserta didik akan mempengaruhi tingkat keberhasilannya baik disekolah maupun dimasyarakat. Sekolah melakukan keiatan sosialisasi dan seminar sehari pada siswa dan guru sebagai peserta Gerakan Literasi Sekolah sekaligus sebagai launching  project. Seminar literasi ini dilaksanakan selama satu hari dengan mengundang pembicara dari pusat dan daerah. Workshop dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi warga sekolah. Hasil yang akan dicapai melalui penumbuhan budaya literasi sekolah di SMA Negeri 4 Pekanbaru ini adalah Terwujudnya masyarakat sadar literasi yang ditunjukkan dengan meningkatnya budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar maupun guru. Meningkatkan prestasi peserta didik melalui peningkatan wawasan dan ilmu pengetahuan akibat minat baca yang tinggi.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI KEGIATAN BERMAIN PERAN DAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Suhartiwi, Suhartiwi
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan gejala yang terjadi di sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Surya Bahari, di mana keterampilan sosial siswa sangat rendah. Permasalahan dalam penelitian ini, apakah kegiatan bermain peran (role playing) dan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa Kelompok B TK Surya Bahari. Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah diharapkan kegiatan bermain peran dan layanan bimbingan kelompok anak dapat terkembang sesuai dengan potensi siswa sehingga dapat meningkatkan keterampilan sosial anak yang masih rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui siklus I dan siklus II. Namun sebelum masuk ke siklus I, peneliti menjajagi kondisi awal keterampilan sosial siswa, dan mendapatkan 20 anak masih rendah keterampilan sosialnya. Metode pengumpulan data dengan pedoman observasi model chek list dengan pernyataan sebanyak 15 item yang digunakan untuk mengamati kemajuan keterampilan sosial siswa. Sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Setelah diberikan siklus I, keterampilan sosial siswa meningkat menjadi 48,1 dan meningkat lagi setelah diberikan siklus II menjadi skor 64,1 dalam kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain peran dan layanan bimbingan kelompok dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa.
TEORI BELAJAR ALIRAN BEHAVIORISTIK SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN FAMILUS, FAMILUS
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan teori belajar menurut aliran psikologi behavioristik serta implikasinya dalam proses belajar dan pembelajaran. Dalam hubungannya dengan siswa, pendidik memang penting mengetahui teori belajar menurut aliran psikologi behavioristik serta implikasinya dalam proses belajar dan pembelajaran. Teori behavioristik merupakan teori belajar yang lebih menekankan pada perubahan tingkah laku serta sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon serta sangat cocok untuk diterapkan dalam proses belajar dan pembelajaran untuk mewujudkan pendidikan karakter.
IMPLEMENTASI UU NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP PENCEMARAN AIR OLEH PABRIK KARET DI KOTA PADANG Darwianis, Darwianis
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah dalam rangka meneliti pelaksanaan (implementation) penegakkan hukum (law enforcement) pengelolaan lingkungan hidup oleh Pemerintah Kota Padang, khususnya penerapan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup terhadap pencemaran sungai oleh pabrik-pabrik karet yang ada di Kota Padang, yaitu dilihat dari aspek sosialisasi undang-undangnya, kategorisasi kasus pencemaran (pelanggaran hukum) oleh pabrik-pabrik karet, dan penerapan sanksi hukum terhadap penyelenggaraan hukum tersebut. Melalui metode kualitatif dengan pengumpulan data dokumenter dan wawancara tentang limbah buangan pabrik-pabrik karet yang ada di Kota Padang, hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa sosialisasi UU No. 32 Tahun 2009 sudah dijalankan oleh Pemerintah Kota Padang, namun pelanggaran tetap ada. Pelanggaran yang terjadi umumnya bersifat pelanggaran administrative. Sedangkan pengenaan sanksinya belum sepenuhnya dapat ditegakkan secara konsisten.

Page 2 of 10 | Total Record : 91