cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Bangsa Pelestari Pancasila
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERTUKAR PASANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR HUKUM PERDATA DI PRODI PPKn FKIP UNRI Zahirman, Zahirman; Erlinda, Sri
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan, mengetahui dan mendeskripsikan hasilbelajar Hukum Perdata di Prodi PPKn dengan menggunakan model pembelajaranBertukar Pasangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester IV yang berjumlah 35orang. Pelaksanaan proses perbaikan pembelajaran ini di laksanakan sebanyak dua siklusyang di nilai oleh seorang observer. Sedangkan jenis data dan teknik pengumpulan datasebagai berikut ; data aktivitas dosen dan mahasiswa di kumpulkan melalui lembarobservasi, data hasil belajar di peroleh melalui post test. Setelah data terkumpul,selanjutnya dikelompokkan, baru dianalisa berdasarkan metode deskriptif dimana datadiperoleh dan diberi penjelasan yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenerapan model pembelajaran bertukar pasangan dapat meningkatkan hasil belajarHukum Perdata di Prodi PPKn FKIP UNRI.
TEORI BELAJAR ALIRAN BEHAVIORISTIK SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN IMPROVISASI JAZZ ', IRWAN
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan implikasi teori belajar behavioristik terhadap pem-belajaran improvisasi jazz. Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami mahasiswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Jazz adalah musik yang mencakup kualitas seperti berayun, improvisasi, interaksi kelompok. Pada musik jazz dalam melakukan improvisasi dikenal dengan istilah “pancingan”. Salah satu pemain melakukan semacam stimulus terhadap pemain yang lain untuk melakukan perubahan style maupun perubahan modus. Dengan stimulus yang berulang-ulang, maka pemain yang lain dengan spontan melakukan respon.
NILAI-NILAI PANCASILA DALAM TRADISI PACU JALUR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Supentri, Supentri
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalur adalah tradisi masyarakat Kuantan Singingi yang sudah ada dari zaman dahulu sebagai alat transportasi, selain dari alat transfortasi pacu jalur juga mengandung banyak nilai, yaitu nilai adaptasi, nilai kedekatan dengan alam, nilai ekonomi, nilai seni, nilai social, nilai pariwisata begitu juga dengan nilai pancasila. Adapun nilai-nilai pancasila tersebut yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai permusyawaratan, dan nilai keadilan sosial. nilai pancasila yang paling dominan didalam tradisi pacu jalur yaitu nilai persatuan. Nilai persatuan yang terdapat dalam tradisi pacu jalur, mulai dari proses perencanaan pencarian kayu jalur sampai kepada pelaksanaan pacu jalur tersebut.
NGO ATAU LSM SEBAGAI SARANA MEMBANGUN BUDAYA POLITIK INDONESIA Arianto, Jumili
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak sipil dan hak politik bukan berarti dengan sendirinya dapat langsung dimanfaatkan dengan optimal oleh masyarakat. Tetapi hal ini haruslah dipahami sebagai proses awal dari demokratisasi. Berbicara tentang demokrasi, kita tidak dapat melepaskan dari pembicaraan keterlibatan masyarakat sipil. Oganisasi non pemerintahan atau NGO/LSM sebagai bentuk organisasi gerakan sosial memiliki peran besar dalam melakukan mobilitas sumber daya tersebut. Gerakan sosial tidak akan mungkin berjalan tanpa wadah formal yang diberi nama organisasi non pemerintah atau NGO/LSM. Budaya politik di Indonesia merupakan perwujudan dari nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia sebagai pedoman dalam kegiatan-kegiatan politik kenegaraan. Budaya politik Indonesia terus mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman. Namun berubahnya terjadi di daerah perkotaan dan pedesaan yang telah maju, sementara di daerah-daerah terpencil tidak terjadi perubahan yang berarti. Hal ini disebabkan kurangnya pendidikan politik dan informasi mengenai perpolitikan yang berkembang di republik ini.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI SMA FIDA, AHMAD NOOR
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi kebutuhan pendidikan multi-kultural berdasarkan KTSP dalam pembelajaran Sosiologi terhadap siswa di SMA Negeri 3 Klaten, Provinsi Jawa Tengah, tahun ajaran 2011/2012. Pendekatan penelitian dari studi ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Data dikumpulkan melalui tiga teknik, yakni wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan melibatkan guru dan peserta didik. Metode pemeriksaan kriteria keabsahan datanya adalah: (1) validitas internal atau kredibilitas, (2) transferabilitas atau validasi eksternal, (3) dependabilitas atau realibilitas, (4) konfirmabilitas atau objektivitas. Untuk mencapai tingkat kredibilitas data, langkah-langkah yang diikuti adalah triangulasi, member check, penggunaan bahan referensi, dan peer debriefing. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif meliputi tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
KARAKTER DAN KOMPETENSI REMAJA MENJADI PEMAHAMAN KOMPREHENSIF BAGI DUNIA PENDIDIKAN Suhartiwi, Suhartiwi
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud membahas aspek karakter dan kompetensi remaja dalam pemahaman komprehensif bagi dunia pendidikan. Aspek karakter dan kompetensi remaja perlu menjadi pemahaman komprehensif bagi dunia pendidikan, karena dua hal itu menjadi faktor paling mendukung untuk mencapai tujuan atau cita-cita tersalurkan dengan baik. Pembentukan karakter atau kepribadian sangat diperlukan bagi individu atau pribadi dalam menghadapi tantangan dan kondisi terkini. Agar berkompeten dalam bidang tertentu harus melalui beberapa proses, yang membutuhkan tahap-tahap dalam mencapai sebuah kompetensi atau menjadi orang yang dianggap memiliki kompetensi. Keterampilan atau kompetensi itu tercermin dalam setiap mata pelajaran yang dipelajari di tingkat sekolah, sedangkan di perguruan tinggi sudah menjurus kepada masing-masing jurusan atau program studi. Pengembangan kecakapan untuk menuju kompe-tensi tertentu melalui tahap-tahap kecakapan dalam tiga ranah berikut ini: kognitif, afektif dan psikomotorik. Semua itu untuk mengkaver kecakapan yang perlu dimiliki anak sesuai tuntutan dunia masa depan, yakni kecakapan berpikir dan belajar (thinking and learning skills), dan sebaiknya dunia pendidikan mampu mewujudkan pandangan itu secara komprehensif.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL PARA SISWA SMA ANGGRAENI, AISYAH; HENDRIZAL, HENDRIZAL
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk meneliti seberapa besar pengaruh gadget terhadap kehidupan sosial siswa kelas XI SMA Negeri 1 Padang. Di era perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi, gadget sudah berkembang dengan pesat. Gadget saat ini tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga dapat dipergunakan sebagai multimedia dan salah satunya bisa dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode berupa menyebarkan angket, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan dari penggunaan gadget bagi para siswa. Sekitar 80% siswa tidak mengabaikan lingkungan sosial sekitarnya, walaupun mereka sedang menggunakan gadget. Hal ini bisa disimpulkan bahwa masih banyak siswa SMA yang masih peduli dengan keadaan sekitar. Namun para pelajar saat ini banyak yang kurang memahami bagaimana dan kapan gadget digunakan dengan semestinya. Diperlukan pembatasan serta arahan dari dalam diri masing-masing selama menggunakan gadget.
SIKAP MAHASISWA TERHADAP MATA KULIAH PANCASILA DI FKIP UNIVERSITAS RIAU supentri, supentri; Syamsurizal, Syamsurizal
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap mahasiswa terhadap mata kuliah Pancasiladi FKIP Universitas Riau. Mata kuliah pancasila merupakan mata kuliah yang wajibdiambil oleh setiap mahasiswa dan merupakan bagian dari mata kuliah pengembangankepribadian namun demikian sikap mahasiswa kurang menerima mata kuliah pancasilayang disebabkan oleh beberapa faktor yakni; materi yang diberikan, dosen yang mengajar,dan lingkungan belajar, yang dapat menyebabkan mahasiswa kurang antusias untukbelajar. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa FKIP Universitas Riau yang sudahmengambil mata kuliah Pancasila. Data dikumpulkan dengan menyebarkan angket,ditambah wawancara untuk memperkuat hasil angket. Setelah terkumpul data kemudiandikelompokan, selanjutnya dianalisa berdasarkan metode deskriftif kualitatif. Berdasarkanhasil analisis penelitian menunjukan bahwa 60% sikap mahasiswa terhadap mata kuliahPancasila adalah baik.
MEMBANGKITKAN KEMBALI TRADISI DOLANAN ANAK SEBAGAI UPAYA PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER DI SEKOLAH DASAR SARI, MAYA KARTIKA
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalization and modernization has eroded the culture and traditions dolanan children are replaced by gadgets and other online games. Dolanan traditional children who are increasingly missing swallow the changing times, actually save a uniqueness, artistry and have usefulness for teamwork, motor skills, increase endurance and power of the brain, and cultivate positive moral values. Dolanan traditional children develop character values that are noble and moral messages such as shared values, cooperation, self-reliance, creative, love peace, honesty, responsibility, attitude gracefully (if you lose), communicative, encouragement of achievement, and obey the rules, social care and care for the environment. Therefore dolanan traditional children need to be developed and revived its existence so that the values of positive traits that lead to the noble personality.
TINDAK LANJUT KEBIJAKAN KEMBALI KE NAGARI DAN KE SURAU SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL ADAT KEAGAMAAN MASYARAKAT Darwianis, Darwianis
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa dua kebijakan (kembali ke nagari dan gerakan kembali ke surau) merupakan dua sisi mata uang yang memiliki substansi nilai yang sama yaitu tatanan kehidupan yang berbasiskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandikan Kitabullah (ABS-SBK). Kebijakan pertama berorientasi pada penataan sistem pemerintahan (otonomisasi) nagari, sedangkan kebijakan yang kedua merupakan penataan sistem sosial. Namun kedua tataran tersebut dijiwai oleh nilai-nilai adat keagamaan. Sebagai penelitian kualitatif, penelitian ini menggunakan dua sub-populasi yaitu pemerintah nagari dan masyarakat nagari. Sub-populasi pertama dilihat dari aspek/variabel “tindak lanjut kebijakan kembali ke nagari dan ke surau”, sedangkan sub-populasi kedua dilihat dari aspek/variabel “kehidupan sosial adat keagamaan”. Dalam hubungan substansial yang saling mencakup antara keduanya, penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer. Dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Temuan yang diperoleh bahwa: (1) walaupun kebijakan kembali ke nagari dan ke surau disambut baik oleh masyarakat, tetapi sikap setuju atau mendukung kebijakan tersebut bersifat pasif dan belum ada upaya nyata yang signifikan; dan (2) adanya perubahan positif pada segi tertentu dari kehidupan sosial adat-keagamaan, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Page 5 of 10 | Total Record : 91