cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Bangsa Pelestari Pancasila
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP HAK ANAK DI RUMAH DAN DI SEKOLAH DENGAN MEDIA GAMBAR KELAS I SD NEGERI 138 PEKANBARU DELILAWATI, DELILAWATI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemahaman pada siswa kelas I SD Negeri 138 Pekanbaru tentang konsep hak dan kewajiban seorang anak dengan menggunakan media kartu gambar. Variabel yang menjadi sasaran perubahan dalam penelitian ini adalah kemampuan pemahaman anak, sedangkan variabel tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah media kartu gambar. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sebagai teknik sampling adalah siswa kelas I/b SD Negeri 138 Pekanbaru yang berjumlah 37 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pencatatan arsip, dokumentasi, tes dan perekaman. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang mempunyai tiga buah komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan pemahaman setelah diadakan tindakan kelas dengan menggunakan media kartu gambar. Hal itu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan siswa dari sebelum dan sesudah tindakan. Peningkatan kemampuan berhitung tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya nilai kemampuan pemahaman siswa pada setiap siklusnya, yaitu: pra siklus rata-rata 68,42 atau 35,13%, sedangkan siklus I ketuntasan siswa rata-rata 74,47 atau 62,16%. Pada tindakan siklus II ketuntasan siswa yang diperoleh adalah rata-rata 78,42 atau 83,78%. Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa pembelajaran hak dan kewajiban anak di rumah dan di sekolah dengan media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan pada siswa kelas I SD Negeri 138 Pekanbaru.
MODEL PRESENTASI SECARA UNDIAN DALAM PERKULIAHAN Rosmawati, Rosmawati
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran tanggapan mahasiswaFKIP Universitas Riau tentang model perkuliahan presentasi secara undian. Secarakhusus tujuannya untuk mengetahui keterlaksanaan membaca literature pokok danliterature pendukung, keberanian mengajukan pertanyaan, keberanian mengungkapkanpemikiran atau ide, merasa kemampuan teraktualisasi, keterlaksanaan kekompakan,merasa bermanfaat untuk pribadi, merasa termotivasi untuk belajar, peningkatankemampuan penguasaan materi perkuliahan. Populasi dan sampel penelitian adalahmahasiswa FKIP Universitas Riau tahun ajaran 2011-2012. Hasil penelitianmenunjukkan sebagian besar mahasiswa menanggapi bahwa model presentasi tersebutdapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek yang telah disebutkan diatas
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU BULLYING REMAJA SYOFIYANTI, DESSY
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tugas orang tua ialah mendidik anak dengan berbagai bentuk pola asuh. Jika pola asuh yang diterapkan baik kepada anak, maka karakter anak akan menjadi lebih baik. Sebaliknya, jika pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anak seperti memaksa anak, menyuruh anak melakukan sesuatu di luar kemampuan, terlalu memanjakan anak dan tidak peduli dengan segala urusan anak, maka hal tersebut akan membentuk karakter anak menjadi berkuasa, menentang, pemurung, sulit mengendali-kan emosi, yang karakter tersebut akan mengarah kepada perilaku bullying. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap perilaku bullying remaja. Perilaku bullying merupakan perbuatan yang menyakiti seseorang atau sekelompok orang seperti bentuk kekerasan fisik, verbal ataupun psikologis. Salah satu penyebab bullying adalah faktor keluarga, pergaulan, dan lainnya (seperti lingkungan sekolah, media televisi).
URGENSI MODEL PEMBELAJARAN JURISPRUDENTIAL INQUIRY DALAM KEBERAGAMAN BANGSA INDONESIA Hendrizal, Hendrizal
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengulas urgensi model pembelajaran telaah Jurisprudential Inquiry atau Yurisprudensi Inkuiri dan aplikasinya dalam keberagaman bangsa Indo-nesia, serta bagaimana analisis kritis, penerapan, kelebihan dan kekurangan model telaah Yurisprudensi Inkuiri dalam pembelajaran. Hal ini dengan tujuan memberi wa-wasan kepada warga bangsa – khususnya yang berkiprah di dunia pendidikan – dalam hal: (1) Memahami deskripsi model Yurisprudensi Inkuiri melalui sintaksnya, sistem pendukung, sistem sosial, prinsip reaksi, dampak instruksional, serta dampak pen-dukung. (2) Mengaplikasikan model Yurisprudensi Inkuiri dalam pembelajaran. (3) Menganalisis secara kritis model Yurisprudensi Inkuiri. Mengingat aspek kemanfaatan-nya, simulasi model pembelajaran telaah Yurisprudensi Inkuiri ini bisa melatih siswa berpikir kritis, rasional, belajar berorganisasi, mau mengakui kelebihan orang lain jika ternyata dirinya kalah, dan mau menghargai orang lain walaupun dirinya yang menang. Dengan demikian simulasi pembelajaran seperti ini perlu dikembangkan untuk menuju warga negara yang lebih baik, terlebih dalam bangsa Indonesia yang beragam.
ASPEK PSIKOLOGI PENDIDIKAN DALAM PEMILIHAN BAHAN BACAAN SASTRA ANAK IRWANDI, IRWANDI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selecting an appropriate text is one of important steps in teaching children literature. Thus, it is needed a scientific consideration especially based on the concept of educational psychology. As an applied psychology, educational psychology concerns on understanding of learning and teaching process and provides certain concepts to help education practitioners in solving learning and teaching problems. The concept of educational psychology is applicable for children literature teaching. This article discusses theoretically and practically the dimension of educational psychology in selecting text for teaching children literature in elementary school. Such dimension encompasses children development in terms of cognition, moral, personality, language, and story concept.
ANALISIS KONSEP DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Kosassy, Siti Osa
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan analisis konsep dan implementasi Kurikulum 2013 (K-13). Indonesia sudah beberapa kali mengalami perubahan kurikulum. Kurikulum pertama Indonesia adalah Rencana Pelajaran 1947. Ketika itu istilah kurikulum belum digunakan. Kemudian Rencana Pelajaran 1947 ini dirubah menjadi Rencana Pelajaran 1950. Selanjutnya diganti dengan Rencana Pelajaran 1958. Setelah itu rencana pelajaran ini diganti menjadi Rencana Pelajaran 1964. Setelah itu rencana pelajaran ini diganti menjadi Kurikulum 1968. Sejak inilah istilah rencana pelajaran yang sudah digunakan selama bertahun-tahun berganti menjadi kurikulum. Kemudian kurikulum ini dirubah menjadi Kurikulum 1975. Selanjutnya Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2016 dan terakhir Kurikulum 2013. Perubahan atas dasar ini didukung oleh teori pengembangan kurikulum bahwa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak terhadap sistem pengajaran, sehingga pembelajaran mengalihkan pendekatan-nya dari pendekatan tradisional ke pendekatan mutakhir. Kurikulum 2013 ini dilaksana-kan oleh beberapa sekolah yang ditunjuk oleh pemerintah atau disebut juga dengan “sekolah piloting” di seluruh Indonesia berdasarkan SK Nomor: 374/KEP/D/KR/2016 tanggal 11 Juli 2016.
MENELISIK IMPLIKASI PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN SOSIOEMOSIONAL DALAM PEMBELAJARAN ', HENDRIZAL
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan implikasi perkembangan kognitif dan sosioemosi-onal siswa dalam pembelajaran. Dalam hubungannya dengan siswa, pendidik memang penting mengetahui hakikat perkembangan anak sehingga bisa mengerti bagaimana anak dan remaja tumbuh dan berkembang, misalnya dalam kognitif dan sosioemosional (sosial dan moral). Dua hal ini saling berkaitan, yaitu perkembangan kognitif akan memacu perkembangan sosioemosional anak. Dengan memahami perkembangan kognitif dan sosioemosional siswa, pembelajaran yang disuguhkan bisa penuh kebermaknaan.
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN IKAN DI WILAYAH PERAIRAN KABUPATEN PESISIR SELATAN ARIZAL, HENDRIKO
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu bisnis perikanan (Pasal 1 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keseriusan pemerintah dalam menangani dan melakukan penindakan terhadap pelaku tindak pidana pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia pada umumnya dan wilayah perairan Sumatera Barat yang terfokus di Kabupaten Pesisir Selatan khususnya. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk menjaga kelestarian serta pemanfaatan sumber daya perikanan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap tindak pidana pencurian ikan serta menganalisis kendala-kendala dalam melakukan penegakan hukum di wilayah perairan Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen, wawancara dan pengamatan. Data dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan penegakan hukum tindak pidana perikanan dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan baik serta belum terselesaikannya kendala-kendala di dalam penegakan hukum tindak pidana perikanan di wilayah Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan.
Depolitisasi Birokrasi di Era Reformasi Suleman, Zulfikri
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas birokrasi di era reformasi. Titik tolaknya adalah pengertian birokrasi sebagai organisasi modern yang bersifat netral dan obyekitif serta berorintasi kepada pelayanan masyarakat. Melalui studi kepustakaan, dilakukan penelusuran sejarah keberadaan birokrasi di mana sebelumnya, khususnya di masa Orde Baru serta dampak politiknya. Ditemukan fakta sejarah bahwa birokrasi di masa Orde baru tidak bersifat netral sebagaimana semestinya dan lebih banyak melayani kepentingan politik penguasa pada masa itu ketimbang melayani kepentingan masyarakat. Akibatnya, pelaksanaan peraturan perundang-undangan menjadi manipulatif dan maraknya KKN ( Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme ) yang akibat-akibatnya masih dirasakan sampai sekerang. Era reformasi merupakan momentum untuk merobak kehidupan  berbangsa, bernegara dan bermasyarakat secara mendasar. Dalam hubungannya dengan birokrasi, era fepormasi berarti momentum untuk merformasikan birokrasi pemerintahan secara mendasar agar terciptanya birokrasi yang efisien, netral dan obyektif.
PERBEDAAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI KONSELING FORMAT KELASIKAL lase, Famahato; Marjohan, Marjohan; Syahniar, Syahniar
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims at disclosing and explicating the differences and comparison the students’ concentration prior to and after being given the service of the classical format counseling. The data were 6th Primary School Children of Pembangunan Lab School Universitas Negeri Padang totaling 20 participants. The instruments made uses of collecting the data were observation sheets. The data analysis is undertaken using paired sample t statistics whilst for the pair samples is to test the difference the mean of the two samples. The method used is One – Group Pretest-Posttest Design.

Page 4 of 10 | Total Record : 91