cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 477 Documents
Pengaruh Variasi Arus pada Pengelasan GMAW Terhadap Kekuatan dan Kekerasan Baja ST60 Abdul Lutdfi Pratama; Slamet Supriyadi; Hisyam Ma’mun
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i1.4396

Abstract

Berkembangnya dunia industri yang semakin maju tidak dapat dipisahkan dengan proses pengelasan. Pengelasan merupakan teknik menyambung dua logam atau lebih dengan memanfaatkan energi panas untuk mencairkan logam induk. Dalam pengelasan banyak faktor yang mempengaruhi salah satuya adalah kuat arus pengelasan. Studi kekuatan dan kekerasan pada sambungan las telah ditentukan pada plat baja ST60 tebal 6 mm dengan menggunakan pengelasan GMAW dan menggunakan arus 90, 100, dan 110 Ampere dan tujuan studi ini menguji kekuatan tarik dan kekerasan pada sambungan las. Dari arus 95, 100, dan 110 Ampere diperoleh Rata-rata hasil uji 333,2 HV, 464,1 HV, dan 558,1 HV. Nilai kekerasan rata-rata tertinggi ialah pada arus 110 Ampere. Kemudian pada pengujian tarik, nilai uji tarik pada arus 90, 100, dan 110 Ampere diperoleh rata-rata hasil uji 418,3 MPa, 545,5 MPa, dan 633,3 MPa. Nilai kekuatan tarik tertinggi ialah pada arus 110 A. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi arus pengelasan yang dipakai, maka semakin tinggi nilai kekerasan dan kekuatan tarik baja ST 60.
Pengaruh Pengontrolan Emisi Buang Terhadap Peningkatan Efisiensi Pembakaran Pada Oven Norman Iskandar; Ambo Ardy Pranowo
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i1.3670

Abstract

Penggunaan oven dalam proses produksi di suatu perusahaan industri sangat bermanfaat terutama dalam proses pengeringan atau pemanasan produk. Penggunaan oven selain menguntungkan juga dapat membawa dampak negatif bagi lingkungan jika pengoperasiannya tidak dilakukan dengan benar. Proses pembakaran yang terjadi di dalam oven menghasilkan emisi buang seperti karbon monoksida, nitrogen, karbondioksida, dan oksigen. Beberapa komponen emisi buang tersebut jika memeiliki kadar melebihi standar yang telah ditentukan akan berdampak pada buruknya kualitas udara di lingkungan dan dan merupakan indikasi kemungkinan adanya ketidakefisiensian kerja oven karena adanya proses pembakaran yang tidak sempurna. Banyak perusahaan industri di Indonesia menggunakan oven hanya melakukan kontrol temperatur saja tetapi belum melakukan proses kontrol emisi dari oven yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui emisi yang dihasilkan oleh salah satu oven pada sebuah perusahaan kemudian dilakukan proses standarisasi emisi buang oven dengan melakukan optimasi pengaturan rasio perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang digunakan. Selanjutnya dilakukan analisa seberapa besar perubahan efisiensi yang didapat dan penghematan yang dapat diperoleh industri dari tindakan ini. Dari hasil analisa yang dilakukan diperoleh bahwa efisiensi pembakaran dapat dinaikkan
DESAIN TURBIN ANGIN POROS VERTIKAL UNTUK PENGGERAK POMPA AIR Slamet Riyadi; Sendie Yuliarto Margen
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3768

Abstract

Potensi energi angin di indonesia sangat melimpah. Sumber energi dari angin merupakan salah satu sumber energi bersih. Pengembangan turbin angin sangat sesuai dengan kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan turbin angin vertical dengan jari-jari 70 cm, tinggi 150 cm, dengan dua buah sudu lebar 40 cm. Untuk mempermudah dalam pengambilan data antara sudu dan lengan turbin di buat seperti sendi agar mudah untuk mengatur sudut sudu. Hasil data yang didapatkan dari penelitian ini adalah daya terbesar turbin angin poros vertikal yaitu 9,2 watt yang menghasilkan debit air sekitar 0,086 m3/s, dengan daya teoretis 0,0002334 watt. Karakter dari turbin angin poros vertikal ini dapat berputar jika di kenai kecepatan angin yang rata-rata 3 m/s, sehingga turbin angin poros vertikal ini membutuhkan tempat yang lapang atau tinggi untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal sehingga sudu dapat berputar dengan baik pula. Dalam pengambilan data mencari debit air yang maksimum dari pengujian kecepatan angin 1 s/d 4 m/s diperoleh debit air yng paling tinggi. Kata Kunci : debit air, pompa hidran, turbin angin.
Pengaruh Variasi Tekanan Compression Moulding Terhadap Kekuatan Plastik Daur Ulang dari Bahan Polypropylene Muhammad Dzulfikar; Muhammad Attho’illah
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i1.4349

Abstract

Mesin compression moulding plastik adalah inovasi baru untuk mengolah limbah plastik dengan cara mendaur ulang, pada umumnya yang diketahui mesin compression moulding dalam skala besar, inovasi yang ditemukan membuat mesin compression moulding dalam skala kecil. Penelitian kali ini bertujuan mengurangi limbah plastik, mengetahui variasi tekanan cetak limbah plastik jenis polypropelene dalam uji tarik, uji makro dan uji densitas. Spesimen yang dibuat dengan menggunakan bahan yang sama polypropelene dengan variasi tekanan 5 kg/cm2, 7 kg/cm2, 10 kg/cm2, 12 kg/cm2, dan 15 kg/cm2. Hasil pengujian pada variasi tekanan 5, 7, 10, 12, 15 kg/cm2 ini mendapatkan hasil bahwa tekanan yang di berikan semakin besar akan mempengaruhi kekuatan tarik yang di hasilkan yaitu pada tekanan 15 kg/cm2 dengan kekuatan tarik sebesar 441,496 MPa, karena semakin besar tekanan yang diberikan maka semakin kecil kerapatan maka semakin besar pula daya tarik yang dihasilkan, uji makro yang dilakukan dengan variabel tekanan yang sama yaitu 5, 7, 10, 12, 15 kg/cm2 mendapatkan hasil yang sempurna pada tekanan 15 kg/cm2 pori yang terbentuk sangat minim/kecil, berpengaruhnya tekanan pada kerapatan pori yang terbentuk dan mempengaruhi sekali terhadap daya tarik yang dihasilkan, karena semakin besar tekanan yang di berikan maka semakin kecil udara yang ada di dalam spesimen sehingga terbentuk sempurna kerapatan pori yang terbentuk. Pengaruh variasi tekanan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap hasil densitas/berat jenis pada penelitian ini.
STUDI PEMODELAN OPTIMASI TUAS HANDLE REM DEPAN SEPEDA MOTOR YAMAHA V-IXION BERBASIS SIMULASI ELEMEN HINGGA Supriyanto Supriyanto; Imam Syafa’at; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3773

Abstract

Sepeda motor merupakan salah satu pilihan masyarakat dalam berpergian. Sepeda motor merupakan salah satu jenis kendaraan yang banyak dipilih masyarakat sebagai moda transportasi di zaman modern saat ini. Salah satu jenis sepeda motor tersebut adalah produk Yamaha V-Ixion yang memiliki tampilan bagus. Handle merupakan komponen pada sepeda motor Yamaha V-Ixion yang berfungsi sebagai tuas pengereman terbuat dari material aluminium. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tegangan von mises, defleksi, faktor keamanan dan optimasi pada handle. Pada pemodelan menggunakan bantuan Autodesk Inventor Profesional 2014. Material yang digunakan Aluminium 6061 AHC. Pada simulasi dilakukan pembebanan motor jatuh kesamping, setelah melakukan simulasi pembebanan motor jatuh kesamping berisiko besar rawan patah. Pemodelan asli didapatkan tegangan von mises 474,3 MPa, defleksi 2,314 mm, faktor keamanan 0,58. Setelah dilakukan optimasi ketebalan menjadi 2 mm pada area yang rawan kegagalan (patah) untuk mendapatkan hasil faktor keamanan menjadi 1.21 maka handle aman digunakan. Kata kunci: defleksi, faktor keamanan, handle,optimasi, tegangan
ANALISIS KEAUSAN BESI COR DENGAN LAPISAN HARDCHROME TANPA PELUMAS MENGGUNAKAN PENGUJIAN PIN-ON-DISC Feri Adi Prayitno; Imam Syafa’at; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3764

Abstract

Gesekan merupakan faktor penting dalam mekanisme operasi sebagian besar peralatan atau mesin. Akibat gesekan antara komponen maka akan timbul adanya pengikisan permukaan komponen atau sering disebut keausan (wear). Hardchrome plating sering dipakai untuk melapisi peralatan atau komponen mesin industri yang bergerak, karena lapisan hardchrome memiliki kekerasan yang tinggi dan lebih tahan terhadap keausan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai keausan permukaan besi cor dengan hardchrome plating. Dua buah spesimen besi cor FCD 50 (disc A) dan FCD 60 (disc B) berbentuk disc diberi perlakuan permukaan hardchrome plating. Kemudian dilakukan pengujian point contact (pin-on-disc) dengan pin identor sesuai standar AISI 52100 berbentuk bola berdiameter 9,5 mm dengan menggunakan pembebanan 10 N dan 20 N tanpa pelumas. Dari hasil penelitian nilai volume keausan terbesar yaitu 8,5387 mm³ dan volume keausan terkecil yaitu 0,2083 mm³. Koefisien keausan terbesar yaitu 7,1156 ×〖10〗^(-7) mm3/N.mm dan koefisien keausan terkecil yaitu 1,48985 ×〖10〗^(-7) mm3/N.mm. tinggi keausan menggunakan penurunan metode Archard (1953) didapat tinggi keausan terbesar yaitu 0,071125222 mm, dan tinggi keausan terkecil yaitu 0,004248622 mm. Kata kunci : Hardchrome, plating, koefisien, wear.
Pengaruh Variasi Media Pendingin pada Proses Pengelasan GMAW Terhadap Kekerasan dan Ketangguhan Baja AISI 1045 Alvin Ardian Pradana; Carsoni Carsoni; Hisyam Ma’mun
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i1.4398

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mendorong berkembangnya dunia industri dan tidak dapat dipisahkan dengan proses pengelasan. Pengelasan merupakan teknik menyambung dua logam atau lebih dengan memanfaatkan energi panas untuk mencairkan logam induk. Dalam pengelasan banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah proses quenching. Proses quenching proses dimana baja AISI 1045 yang termasuk baja karbon sedang mendapatkan perlakuan panas dengan suhu 830oC kemudian dilakukan pendinginan secara cepat dengan media pendingin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pendingin dalam proses quenching baja AISI 1045. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen. Dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis didapat nilai ketangguhan yang diperoleh dari media quenching udara sebesar 2.88 Joule/mm², oli sebesar 1.25 Joule/mm², solar sebesar 1.23 Joule/mm², air sebesar 0.63 Joule/mm², dan yang terendah adalah air garam sebesar 0.59 Joule/mm². Sedangkan nilai kekerasan yang diperoleh dari media quenching air garam sebesar 62.47 HRC, air sebesar 56.67 HRC, solar sebesar 52.43 HRC, oli sebesar 49.1 HRC dan yang terendah yaitu udara 43.2 HRC. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa spesimen yang di lakukan quenching dengan media yang memiliki massa jenis rendah maka laju pendinginannya lambat dan berpengaruh pada nilai ketangguhan yang tinggi namun nilai kekerasan rendah, begitu juga sebaliknya.
Pengaruh Pengelasan Besi Cor FC dengan Metode Preheat dan Post Weld Heat Treatment Menggunakan Elektroda Paduan Nikel Rendah Darul Iman; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i1.4345

Abstract

Dalam pengelasan ada beberapa logam yang mempunyai sifat mampu lasnya kurang baik. Besi cor putih contohnya, ini tidak disarankan untuk di las karena bersifat sangat keras dan tidak mempunyai grafit melainkan hanya besi karbida. Lain halnya dengan besi cor putih, besi cor kelabu termasuk kategori logam yang dapat dilas walaupun sifat mampu lasnya rendah. Besi cor kelabu dapat dilas dengan baik apabila sebelum pengelasan diberi pemanasan mula (preheat) dan setelah pengelasan diberikan postheat atau post weld heat treatmen (PWHT) untuk memperlambat laju pendinginan maka dilakukan penelitian dari hasil pengelasan besi cor kelabu atau besi cor FC menggunakan elektroda paduan nikel rendah dengan preheat 600°C dan PWHT tujuannya adalah menemukan metode preheat dan PWHT yang baik, dari hasil penelitian didapat, semua spesimen A mengalami retakan kawah, terdapat nilai kekerasan yang kurang seragam pada spesimen A yaitu sebesar 114.75 HRB yang dimana seharusnya kekerasannya melebihi kekerasan pada HAZ spesimen B yaitu 118.75HRB .Nilai kekersan tertinggi di capai pada spesimen A pada inti las sebesar 120.5HRB Semakin lama waktu waktu PWHT akan mengurangi perubanan sudut hasil lasan dan semakin bertumbuh struktur ferit mengakibatkan berkurang nilai kekerasannya.
Uji Eksperimental Penggunaan Jenis Elektroda Las Terhadap Laju Korosi Baja ASTM A36 Muhammad Sihabudin
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5176

Abstract

Kontruksi Baja yang dilas dapat terkena korosi. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui dan menganalisa pengaruh media pengkorosi HCl terhadap laju korosi pada baja mild steel A36 yang diberi perlakuan pengelasan dengan elektroda las yang berbeda dengan metode celup (diam) dan celup (putar. Penelitian laju korosi pada baja dalam larutan hidro klorida (HCl) dengan metode celup (diam) dan dengan metode celup (putar) / mengalir selama 10, 20, dan 30 menit dengan diberi perlakuan las menggunakan flux elektroda las E7016, E7018 dan E8016. Hasil penelitian dan pengamatan diperoleh bahwa semakin lama perendaman akan semakin bertambah besar laju korosi baja. Perhitungan laju korosi ini dihitung dengan metode pengurangan berat. Percobaan pengkorosian dalam keadaan berputar/mengalir mendapatkan nilai laju korosi yang paling besar adalah 1,08 mm⁄tahun dengan elektroda las E8016 dan waktu pencelupan 30 menit. Pada baja yang di las menggunakan elektroda E8016 yang di celup (putar) selama 30 menit terjadi korosi erosi dan korosi sumur.
Analisis Sifat Fisik Daur Ulang Limbah Plastik Jenis High Density Polyethylene Arif Riyanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5517

Abstract

Plastik sangat lazim digunakan  untuk keperluan rumah tangga.  Sebagai contoh  pembungkus makanan, botol air mineral, kabel, pipa, mainan anak dan sebagainya. Kegunaan plastik setiap harinya limbah plastik yang paling banyak adalah high density polyethylene (HDPE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur kerja mesin injection molding terhadap densitas, kekuatan tarik dan bentuk makro patahan pada limbah plastik HDPE. Limbah plastik dicacah dan dimasukkan ke dalam hopper mesin injection molding dengan temperatur 150°C, 175°C, 200°C, 250°C dan 275°C kemudian diinjeksikan ke dalam cetakan standar ASTM D638. Adapun hasil yang diperoleh adalah semakin tinggi temperatur injection molding maka semakin rendah densitasnya, tetapi pada pengujian tarik semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi kekuatan tariknya. Pada pengujian foto makro diperoleh hasil semakin tinggi temperatur injection molding maka semakin tinggi tingkat kematangannya dan semakin ulet.