cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro
ISSN : -     EISSN : 24077933     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro aims to provide a forum for researches on agrotechnology science to publish the articles about plant/crop science, agronomy, horticulture, plant breeding - tissue culture, hydroponic/soil less cultivation, soil plant science, and plant protection issues.
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
Efektivitas bintil akar kedelai edemame (Glycine max (L.) Merr.) dengan pemberian TKKS di tailing pasir pasca tambang timah Ratna Santi; Sitti Nurul Aini; Alfajri Alfajri
Jurnal Agro Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/5524

Abstract

Efektivitas bintil akar kedelai edamame dipengaruhi oleh penggunaan pupuk sebagai sumber energi mikroba. Pemanfaatan kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan solusi alternatif pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos TKKS terhadap efektivitas bintil akar dan perkembangan fase generatif edamame di tailing pasca tambang timah. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan kompos terdiri atas tujuh taraf, yaitu: K0 (tanpa kompos TKKS dan legin), K1 (10 t ha-1), K2 (15 t ha-1), K3 (20 t ha-1), K4 (25 t ha-1), K5 (30 t ha-1)dan Legin. Hasil penelitian penggunaan kompos tandan kosong kelapa sawit dapat meningkatkan efektivitas bintil akar dan perkembangan fase generatif edamame di tailing pasir pasca tambang timah. Persentase bintil akar efektif, jumlah polong dan bobot polong terbanyak pada perlakuan 20 t ha-1. ABSTRACT Edamame soybean nodule effectivity was influenced by the optimalization of fertilizer as a microbial energy sources. Utilization of palm oil empty fruit bunch compost (POEFBC) is an alternative solution for organic fertilizer. This study was to determine the effect of POEFBC on root nodules effectivity and edamame soybean generative stage in sandy tailing post tin mining. Experimental method used Randomized Block Design with three replications. The treatments consist of seven levels i.e. K0 (without POEFBC and legin), K1 (10 t ha-1), K2 (15 t ha-1), K3 (20 t ha-1), K4 (25 t ha-1), K5 (30 t ha-1) and Legin. The results showed that the use of palm oil empty fruit bunches compost can increase the activity of edamame soybean root nodules and develop the generative stage of edamame in sandy tailing post tin mining. The treatment 20 t ha-1 showed the best treatment for the effective percentage of root nodules, number of pods and pod weight.
Penapisan isolat rizobakteri indigenos untuk pengendalian (Ganoderma boninense) di pre nursery kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yulmira yanti; Imam Rifai; Yogie Aditya Pratama; Muhammad Ihsan Harahap
Jurnal Agro Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/4665

Abstract

Rizobakteri merupakan kelompok bakteri yang aktif mengkolonisasi akar tanaman, meningkatkan pertumbuhan dan mengendalikan patogen tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat rizobakteri indigenous  terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan kelapa sawit dan mengendalikan penyakit busuk pangkal batang di pre-nursery kelapa sawit secara in planta serta karakterisasi kemampuan antagonisnya secara in vitro. Penelitian bersifat eksperimental terdiri atas 3 tahap dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL): (1) Isolasi dan karakterisasi isolat rizobakteri indigenous  di Kabupaten Pasaman Barat, (2) Pengujian isolat rizobakteri indigenous  (RBI) sebagai plant growth promoting rihzobacteria (PGPR), dan untuk pengendalian G.boninense di pre-nursery kelapa sawit terdiri dari 29 perlakuan (27 isolat RBI, tanpa inokulasi G. boninense sebagai kontrol positif, dan inokulasi G. boninense sebagai kontrol negatif) dengan masing-masing 5 ulangan, serta (3) Pengujian aktivitas antagonisme isolat RBI terhadap G. boninense. Data dianalisis dengan sidik ragam, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Least Significance Different (LSD) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh tiga isolat terbaik (R10 2.2, R9 2.1, dan R10 2.3) yang mampu meningkatkan pertumbuhan kelapa sawit dan menekan perkembangan penyakit busuk pangkal batang G.boninense secara in planta dan in vitro.ABSTRACTRhizobacteria is a group of bacteria that actively colonize plant roots, increase growth and control plant pathogen. The objective of the research was to obtain indigenous rhizobacteria isolate (RBI) to increase growth and control basal stem rot on oil palm seedlings in in planta and characterize of antagonistic ability in in vitro. Experimental research consisted of 3 stages by using Completely Randomized Design (CRD): (1) Isolation of indigenous rhizobacteria in West Pasaman region, (2) Indigenous rhizobacteria isolate testing as a plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) and to control of G. boninense on pre nursery of oil palm consisted of 29 treatments (27 RBI isolates, without G. boninense inoculation as positive control, and G. boninense inoculation as negative control) with 5 replications each. (3) Testing of RBI isolate antagonism activity towards G. boninense. Data were analyzed by variance, if the result significantly different, it was continued by using Least Significance Different (LSD) at 5% level. The results showed that best three isolates (R10 2.2, R9 2.1 and R10 2.3) were able to increase growth of palm oil and to suppress the development of G.boninense basal stem rot in in planta and in in vitro.
Penampilan padi gogo pada sistem tanam padi-rumput dengan aplikasi asap cair tempurung kelapa pada kondisi kekeringan yugi r ahadiyat; Okti Herliana; Ida Widiyawati Widiyawati; Aprian Aji Santoso
Jurnal Agro Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/6134

Abstract

Peningkatan produksi padi lahan kering dapat dilakukan dengan sistem tumpang sari dan pemanfaatan asap cair tempurung  kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tumpangsari padi gogo-rumput dengan aplikasi asap cair tempurung kelapa terhadap karakter pertumbuhan, fisiologis, dan hasil padi gogo serta tingkat serangan hama dan patogen pada kondisi kekeringan. Penelitian menggunakan rancangan petak petak terbagi dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri atas varietas padi gogo; Situ Bagendit, Inpago Unsoed 1 dan Situ Patenggang. Anak petak merupakan konsentrasi asap cair tempurung kelapa yaitu tanpa aplikasi, konsentrasi 1:100 dan konsentrasi 1:200. Anak-anak petak terdiri atas tanpa rumput, rumput gajah, sereh dan rumput gajah+sereh. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah dan luas daun, jumlah anakan, kandungan prolin, kadar klorofil a dan b, jumlah gabah isi, bobot gabah petak efektif, bobot gabah ha-1, indeks panen, serta intensitas serangan hama dan patogen. Hasil menunjukkan bahwa padi gogo yang ditanam pada kondisi kekeringan dengan penanaman rumput dan aplikasi asap cair tempurung kelapa belum mampu menghasilkan produksi yang optimal. Tumpangsari padi gogo-sereh lebih memberikan dampak terhadap karakter pertumbuhan dan hasil padi gogo dibandingkan dengan aplikasi asap cair tempurung kelapa. Secara umum, hasil padi gogo < 1 t ha-1, namun varietas Situ Patenggang menunjukan hasil lebih baik dibandingkan varietas lainnya. Intensitas serangan walang sangit lebih rendah pada sistem tumpangsari padi gogo varietas Situ Patenggang-sereh. ABSTRACTRice production in the upland can be increased by multiple cropping system and coconut shell wood vinegar application. The objectives of this study was to know the effects of intercropped rice–grass with application of coconut shell wood vinegar on characters of growth, physiological, and yield of upland rice as well as intensity of pest and disease under drought condition. Split split plot design with main plot of upland rice varieties i.e. Situ Bagendit, Inpago Unsoed 1 and Situ Patenggang, sub plot consist of coconut shell wood vinegar concentration i.e. 0, 1:100 and 1:200, sub sub-plot of rice–grass intercropped i.e. no grass, Pennisetum purpureum, lemongrass and Pennisetum purpureum+lemongrass were tested with three replications. Observed variables were plant height, leaf number, leaf area, number of tillers, contents of proline, chlorophyll a and b, weight of grain in effective plot, weight of grain ha-1, harvest index and intensity of pest and disease. The results showed that rice-grass intercropped and application of coconut shell wood vinegar in drought condition has not been able to produce the optimal production. Under drought condition, intercropped rice-grass had significantly impact on the character of growth and yield of the upland rice. Generally, all upland rice varieties gained low yield (<1 t ha-1), but Situ Patenggang variety showed higher yield than other varieties and low intensity of brownhopper attack as well as in rice-lemongrass intercropped.
Pengaruh dosis bokashi jerami padi sebagai sumber silika (Si) terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas padi sawah (Oryza sativa L.) Suryaman Birnadi; Budy Frasetya; Eko Prastio Sundawa
Jurnal Agro Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/4817

Abstract

Penurunan ketersediaan unsur silikon (Si) di dalam tanah berdampak terhadap produktivitas padi, padahal jerami padi merupakan sumber pupuk Si yang memiliki kandungan silika 5-6%. Respons pemupukan silika pada setiap varietas padi berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan dosis rekomendasi bokashi jerami padi untuk setiap jenis varietas padi yang diteliti. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu dosis bokashi jerami (J) terdiri dari 4 taraf yaitu: j0=tanpa bokashi jerami, j1= 7,5 t ha-1 bokashi jerami padi (Si=961,5 kg ha-1), j2=15 t ha-1 bokashi jerami padi (Si=1923 kg ha-1), j3=22,5 t ha-1 bokashi jerami padi (Si=2884,5 kg ha-1). Faktor kedua varietas padi (V) yaitu: v1= Inpari 19, v2= Inpari 13 dan v3= Ciherang. Parameter yang diamati: tinggi tanaman, jumlah anakan, berat gabah 1000 butir, berat gabah per rumpun dan berat gabah per hektar. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varians pada taraf 5%, dilanjutkan dengan uji beda jarak Duncan pada taraf 5%. Hasil analisis varians menunjukkan terdapat interaksi antara dosis bokashi jerami padi dengan jenis varietas padi pada berat gabah 1000 butir dan pengaruh mandiri terhadap parameter lainnya. Aplikasi bokashi jerami 15 t ha-1 meningkatkan produktivitas tiga varietas padi.ABSTRACTDeclining silicon availability in the soil affects paddy productivity, meanwhile paddy straw as a source of silica contains 5-6% silica. Response of application silica fertilizer is different for each paddy cultivar. This study aimed to determine the interaction and dosage recommendations of paddy straw bokashi for each type of paddy varieties observed. This study used a factorial randomized block design two factors with three replications. The first factor was bokashi paddy straw dose (J) consisted of 4 levels, namely: j0 = without bokashi straw, j1 = 7.5 t ha-1 bokashi rice straw (Si = 961.5 kg ha-1), j2 = 15 t ha- 1 bokashi straw rice (Si = 1923 kg ha-1), j3 = 22.5 t ha-1 bokashi rice straw (Si = 2884.5 kg ha-1). The second factor was paddy cultivar (V), i.e: v1 = Inpari 19, v2 = Inpari 13 and v3 = Ciherang. Parameters observed were plant height, number of tillers, 1000 grains weight, weight of grain per clump, and weight of grain per hectare. The data were analyzed with analysis of variance at the significance level of 5%  than continued with Duncan multiple range test at a significant level of 5%. The results showed that there was an interaction between the bokashi doses of paddy straw and the rice varieties on the grain weight of 1000 grains, yet independent effects occured on the other parameters. The application of 15 t ha-1 bokashi straw increases the productivity of three rice varieties.
Efektivitas air cucian beras dan air rendaman cangkang telur pada bibit anggrek dendrobium Tini Sudartini; Fitri Kurniati; Ade Nining Lisnawati
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/1676

Abstract

Air cucian beras masih mengandung karbohidrat cukup tinggi yang berasal dari kulit ari beras yang terkelupas. Disamping itu, air cucian beras mengandung nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, sulfur, besi dan vitamin B1 yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.  Cangkang telur juga mengandung fosfor, magnesium, kalium, seng mangan dan besi yang merupakan unsur hara penting bagi tanaman. Percobaan dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Waktu percobaan dimulai pada bulan Februari sampai bulan September 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 8 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan yaitu: tanpa aplikasi/kontrol, aplikasi pupuk daun lengkap Gandasil D 10 hari satu kali, aplikasi air cucian beras 3 hari satu kali, aplikasi air cucian beras 5 hari satu kali, aplikasi air cucian beras 7 hari satu kali, aplikasi air rendaman cangkang telur 3 hari satu kali, aplikasi air rendaman cangkang telur 5 hari satu kali, aplikasi air rendaman cangkang telur 7 hari satu kali. Air cucian beras dan air rendaman cangkang telur  yang diaplikasikan pada 3, 5 dan 7 hari satu kali belum efektif terhadap peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot brangkasan segar tanaman sampai umur 84 HST.                                                    ABSTRACTRice-washed water contains quite high carbohydrates from the peeled seeds epidermis. It also contains nitrogen, phosphorus, potassium, magnesium, sulfur, iron, and vitamin B1 needed for plant growth. Eggshells contain phosphorus, magnesium, potassium, zinc manganese and iron, which are essential elements for plants. The experiment was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Siliwangi University, Tasikmalaya. The experiment started from February 2017 to September 2017. The research method used Randomized Block Design consists of eight treatments and three replications. The treatments are without application/control, complete application of Gandasil D fertilizer once in ten days,
Respon pertumbuhan vegetatif semaian akibat aplikasi mikroba potensial pada rehabilitasi pohon kakao tanpa penebangan Marliana S. Palad; Aminah aminah
Jurnal Agro Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/9098

Abstract

Usaha yang dapat dilakukan untuk megatasi penurunan produksi pohon kakao tua dan rusak adalah penerapan inarching grafting atau penyambungan tanaman kakao muda unggul berumur minimal 6 bulan yang ditanam di sekitar pohon tua. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh aplikasi Trichoderma asperellum dan Azotobacter chroococcum terhadap pertumbuhan vegetatif semaian kakao yang akan disambungkan ke pohon kakao tua menggunakan metode inarching grafting. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga ulangan. Petak Utama yaitu aplikasi T.asperellum sebanyak 4 g L-1 setiap tanaman, dengan empat taraf: tanpa T.asperellum (T0), satu kali (T1), dua kali (T2), dan tiga kali (T3) aplikasi. Anak Petak adalah inokulasi A.chroococcum sebanyak 40 ml x 108 cfu setiap tanaman, dengan 3 taraf: tanpa A.chroococcum (A0), satu kali (A1) dan dua kali (A2) aplikasi. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat interaksi antara aplikasi T.asperellum dengan A.chroococcum, tetapi terdapat pengaruh tunggal dari kedua mikroba potensial yang diaplikasikan. Pada umur semaian 90 hst, aplikasi dua kali A.chroococcum menghasilkan rata-rata tinggi tanaman 155,25 cm, total daun 41 helai dan diameter batang 13,10 mm. Pemberian tiga kali T.asperellum menghasilkan rata-rata tinggi tanaman 150,89 cm,  total daun 41,22 helai dan diameter batang 12,86 mm. Semaian yang diberi mikroba potensial digunakan untuk rehabilitasi pohon kakao tua. An efforts that can be done to overcome the decline in production of old and damaged cocoa trees are the application of inarching grafting or grafting of superior young cocoa plants with a minimum age of 6 months planted around old trees. The purpose of this study was to examine the effect of the application of Trichoderma asperellum and Azotobacter chroococcumon the vegetative growth of cocoa seedlings which was grafted to old cocoa trees using the inarching grafting method. The research used a Split Plot Design with three replications. The main plot was application of T.asperellum of 4 g L-1 for each seedling and cocoa tree, consisted of four levels. i.e: without T.asperellum (T0), one time application (T1), two times application (T2), and three times application (T3). The subplot factor was A.chroococcum as much as 40 ml x 108 cfu on each seedling and cocoa tree, consisted of three levels, i.e.: without A. chroococcum (A0), one time application (A1) and two times application (A2).  The analysis of variance results showed that no interaction between applications of T.asperellum  with  A.chroococcum, but it had a singular effect for both potential microbial applied. At 90 days after planting, the application of A.chroococcum twice resulted in an average plant height of 155.25 cm, a total of 41 leaves and a stem diameter of 13.10 mm. Application of T.asperellum three times resulted in an average plant height of 150.89 cm, the number of leaves 41.22 sheets and a stem diameter of 12.86 mm. The seedlings that inoculated with potential microbes can be used for rehabilitation of old cacao trees.
Antagonism potency of dark Septate endophytes against Pyricularia oryzae for improving health of rice plants Dini Yuliani; Bonny P. W. Soekarno; Abdul Munif; Surono Surono
Jurnal Agro Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/9589

Abstract

Blast disease caused by Pyricularia oryzae (Po) is the main disease affecting rice production. Dark septate endophytes (DSEs) is known to improve plant performance and suppress disease. This study evaluated DSEs antagonism potency against P. oryzae in improving the rice plant's health. The research stages consisted of: (1). DSE and Po growth rate; (2). Antagonism of DSEs against Po; (3). Chitinase; (4). DSEs Viability; (5). DSEs application to rice seeds in nurseries. The results showed the growth of APDS 3.2 colonies had fulfilled Petri (d = 9 cm) at three days after incubation (DAI), while 4.1 BTG and TKC 2.2.a at 7 DAI.  Po had slow colony growth required 20 DAI. Inhibition of APDS 3.2 against Po was 43.75%, higher than of 4.1 BTG (38.60%) and of TKC 2.2.a (39.76%). The rice plants inoculated with APDS 3.2 had a relatively higher at seedling height, root length, wet weight, and dry weight than those inoculated with TKC 2.2.a and 4.1 BTG. The highest DSEs colonization was found in APDS 3.2 at 50.56%, followed by TKC 2.2.a (46.67%) and 4.1 BTG (40%). DSEs fungus has the potential to suppress rice blast pathogens by improving the health of rice plants, especially APDS 3.2.Key words: Colonization, Growth Rate, Viability  Penyakit blas yang disebabkan oleh Pyricularia oryzae (Po) merupakan penyakit utama yang memengaruhi produksi padi. Dark septate endophyte (DSE) diketahui mampu meningkatkan performa tanaman dan menekan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antagonisme DSE terhadap P. oryzae dalam meningkatkan kesehatan tanaman padi. Tahapan Penelitian terdiri atas: (1). Kecepatan tumbuh DSE dan Po; (2). Antagonisme DSE terhadap Po; (3). Kitinase; (4). Viabilitas DSE; (5). Aplikasi DSE pada benih padi di persemaian. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan koloni APDS 3.2 telah memenuhi petri (d= 9 cm) pada 3 hari setelah inkubasi (HSI), sedangkan 4.1 BTG dan TKC 2.2.a pada 7 HSI. Pertumbuhan koloni Po lambat membutuhkan 20 HSI. Penghambatan APDS 3.2 terhadap Po sebesar 43,75% lebih tinggi dibandingkan 4.1 BTG (38,60%) maupun TKC 2.2.a (39,76%). Tanaman padi yang diinokulasi APDS 3.2 memiliki tinggi, panjang akar, bobot basah, dan bobot kering relatif lebih tinggi dibandingkan yang diinokulasi TKC 2.2.a dan 4.1 BTG. Kolonisasi DSE tertinggi dijumpai pada APDS 3.2 sebesar 50,56%, diikuti TKC 2.2.a (46,67%) dan 4.1 BTG (40%). Cendawan DSE memiliki potensi untuk menekan patogen blas padi dengan cara meningkatkan kesehatan tanaman padi, khususnya APDS 3.2.
Aplikasi agens hayati dari perakaran bamboo dan rumput gajah untuk mengendalikan penyakit hawar daun dan peningkatan hasil tanaman pada sawi (Brassica rapa) A. Marthin Kalay; Adelina Siregar; Alexander Sesa; Abraham Talahaturuson
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/6548

Abstract

Penyakit Damping Off dan hawar daun merupakan penyakit yang sering ditemukan pada tanaman sawi (Brassica rapa) dan tanaman hortikultura sayuran lainnya. Kedua penyakit ini disebabkan oleh jamur Rizoctonia solani. Penggunaan bahan alam berbasis agens hayati mikroba merupakan solusi penanganan penyakit tanaman yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, selain untuk pengendalian penyakit juga berpotensi meningkatkan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek aplikasi agens hayati dari perakaran bambu dan rumput gajah terhadap serangan penyakit hawar daun dan hasil tanaman sawi. Perlakuan yang dicobakan adalah agens hayati dari ekstrak akar bambu (EAB) dan akar rumput gajah (EARG), dan pupuk hayati konsorsium (PHK) dengan konsentrasi : PHK 1% , EAB 1%, EAB 1,5% , EAB 2%, EARG 1% , EARG 1,5%, EARG 2%, dan tanpa agens hayati sebagai kontrol. Percobaan dirancang menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian adalah pemberian agens hayati dari EAB, EARG dan PHK dapat mengendalikan penyakit hawar daun, dan meningkatkan tinggi tanaman, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Agens hayati dengan konsentrasi terbaik adalah PHK 1%, EAB 2% dan EARG 2%. Hasil penelitian yang terbaik dapat direkomendasikan kepada petani untuk meningkatkan produksi tanaman sawi. ABSTRACT Damping off and leaf blight diseases are often found in mustard (Brassica rapa) and other vegetable horticultural crops. Both diseases are caused by a fungal pathogen Rizoctonia solani. The use of natural materials based on biological agents is a sustainable environmentally friendly solutions, besides controlling crop diseases, it also has the potential to increase crop yields. This study aims to determine the effect of application of biological agents from bamboo roots and elephant grass on leaf blight and mustard. The treatments involved biological agents extracted from bamboo roots (EAB) and elephant grass roots (EARG), and consortium bio-fertilizers (PHK) with concentrations of 1% layoff, EAB 1%, EAB 1.5%, EAB 2%, EARG 1%, EARG 1.5%, EARG 2%, and without biological agents as a control.  The experimental design was a randomized block design with three replications. The results of the study showed that the the application of biological agents from bamboo roots (EAB), elephant grass roots (EARG) and consortium bio-fertilizers (PHK) can control the leaf blight disease, and can increase the plant height, and the fresh and plant dry weight. The best concentration of biological agents is PHK 1%, EAB 2% and EARG 2%. The best results of this study can be recommended to farmers to increase the production of mustard plants. 
Efek inokulasi PGPR terhadap pertumbuhan tanaman padi fase vegetative di media salinitas tinggi Eka Junianti; Elly Proklamasiningsih; Purwanto Purwanto
Jurnal Agro Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/8057

Abstract

Rhizobakteria merupakan kelompok bakteri yang hidup di perakaran tanaman yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman melalui kemampuan menghasilkan IAA. Rhizobakteria dapat hidup di berbagai kondisi lingkungan, salah satunya di lahan salin. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji efek Plant-Growth Promoting Rhizobacteria bagi tanaman padi pada fase vegetatif di media dengan silinitas tinggi, dan mendapatkan isolat yang paling efektif meningkatkan pertumbuhan vegetatif padi varietas Inpari Unsoed 79 Agritan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, dan Screenhouse Experimental Farm Fakultas Pertanian UNSOED pada bulan Oktober 2019-Januari 2020. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 6 perlakuan dan diulang 4 kali. Perlakuan pada penelitian ini antara lain kontrol, JA2, JB1, JB2, JD1, dan JE1 pada medium cair AB Mix dengan tingkat salinitas 5 dSm-1. Inokulasi PGPR meningkatkan pertumbuhan tanaman padi pada fase vegetatif. Bobot kering tanaman, panjang akar, kehijauan daun, luas daun, tinggi tanaman masing-masing meningkat sebesar 130%, 108%, 19%, 50%, 21% dengan inokulasi PGPR pada medium dengan salinitas tinggi.   Rhizobacteria are a group of bacteria that live in rhizozphere of plant which are beneficial for plant growth through the ability to produce IAA. Rhizobacteria can live in various environmental conditions, one of which is in saline fields. The research goal was to study the effect of PGPR for rice plants in the vegetative phase in high salinity media and to find the most effective isolates in increasing vegetative growth of Inpari Unsoed 79 Agritan rice. This research was conducted at the Agronomy and Horticulture Laboratory, and the screenhouse of Experimental Farm, Faculty of Agriculture, UNSOED in October 2019-January 2020. This research was arranged by using a Randomized Complete Block Design and repeated 4 times. The treatments in this study included control, JA2, JB1, JB2, JD1, and JE1 in AB Mix liquid medium with a salinity level of 5 dSm-1. The inoculation of rhizobacteria can increase the rice plant growth at vegetative phase. The plant biomass, root length, leaf greenness, leaf area, plant height increased by 130%, 108%, 19%, 50%, 21% respectively by PGPR inoculation of medium with high salinity.
Pengaruh aplikasi ekstrak kasar daun Sphagneticola trilobata terhadap pertumbuhan dan perkembangan larva Spodoptera litura Efrin Firmansyah; Selvy Isnaeni
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/7409

Abstract

Spodoptera litura merupakan serangga polifag yang menyerang banyak komoditas tanaman budidaya. Pengendalian dengan menggunakan insektisida nabati merupakan upaya yang dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan insektisida kimia sintetik. Tumbuhan S. trilobata diketahui memiliki potensi untuk dijadikan sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan S. litura. Aktivitas insektisida tidak hanya ditunjukkan oleh tingkat mortalitas dan penghambatan makan, suatu ekstrak tumbuhan dapat pula memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari serangga sasaran sehingga dapat dikembangkan menjadi insektisida nabati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak kasar daun S. trilobata terhadap pertumbuhan dan perkembangan larva S. litura. Penelitian terdiri dari tahap pemeliharaan serangga, ekstraksi bagian tumbuhan, dan uji hayati serta analisis fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kasar daun S. trilobata yang diaplikasikan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan larva S. litura namun tidak memengaruhi ukuran panjang dan berat pupa yang terbentuk. Hasil analisis fitokimia menunjukkan ekstrak daun S. trilobata mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, triterpenoid, steroid, flavonoid, tanin dan saponin.                                                                 ABSTRACTSpodoptera litura is a polyphagous insect that attacks many commodities of crops. Control using plant-based insecticides is an effort made to minimize the negative effects of using synthetic insecticides. S. trilobata plant is known to have potential as plant-based insecticides to control S. litura. The effectiveness of an insecticide is not only demonstrated by the level of mortality and feeding inhibition activity, a plant extract can also affect the growth and development of the target insect so that it can be developed into a botanical insecticide. The purpose of this study was to determine the effect of S. trilobata leaf crude extract application on growth and development of S. litura larva.  The study stages consisted of insect rearing, extraction of plant parts, bioassay and phytochemical screening. The results showed that S. trilobata leaf extract which was applied affected the growth and development of S. litura larvae but did not affect the length and weight of the pupae formed. The results of phytochemical analysis showed that S. trilobata leaf extract contained several secondary metabolite compounds including alkaloids, triterpenoids, steroids, flavonoids, tannins and saponins.

Page 8 of 28 | Total Record : 276