cover
Contact Name
Hero Patrianto
Contact Email
jurnal.atavisme@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.atavisme@gmail.com
Editorial Address
Balai Bahasa Jawa Timur, Jalan Siwalanpanji, Buduran, Sidoarjo 61252, Indonesia
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA
ISSN : 1410900X     EISSN : 25035215     DOI : 10.24257
Core Subject : Education,
Atavisme adalah jurnal yang bertujuan mempublikasikan hasil- hasil penelitian sastra, baik sastra Indonesia, sastra daerah maupun sastra asing. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Atavisme diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Juni dan Desember.
Articles 284 Documents
HIKAYAT SITI MARIAH: ESTETIKA PERSELINGKUHAN PRAMOEDYA ANANTA TOER Muslifah, Siti
ATAVISME Vol 13, No 1 (2010): ATAVISME, Edisi Juni 2010
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v13i1.150.131-132

Abstract

Judul buku : Hikayat Siti Mariah: Estetika Perselingkuhan Pramudya Ananta Toer Penulis : Dwi Susanto Penerbit : INSIST PRESS Jumlah halaman : xii + 219 Ukuran : 15 x 21 cm Cetakan Pertama : Mei 2009
MENEMUKAN KEINDONESIAAN DALAM NOVEL-NOVEL PRAMOEDYA ANANTA TOER Sariban, Sariban; Marzuqi, Iib
ATAVISME Vol 18, No 2 (2015): ATAVISME, Edisi Desember 2015
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v18i2.112.159-169

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi usaha penemuan nilai-­nilai keindonesiaan dalam novel-­novel Pramoedya Ananta Toer (Pram). Masalah penelitian meliputi nilai multikulturalisme, modernisme, dan nasionalisme keindonesiaan dalam novel-novel Pram. Tujuan penelitian ini menemukan nilai multikulturalisme, modernisme, dan nasionalisme keindonesiaan dalam karya Pram. Teori yang digunakan adalah konsep keindonesiaan sebagai bangsa bekas jajahan yang bermasyarakat plural. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel-­novel Pram memberikan kontribusi besar dalam membangun keindonesiaan. Terdapat tiga nilai keindonesiaan dalam novel-novel Pram. Ketiga nilai keindonesiaan tersebut adalah nilai multikulturalisme, modernisme, dan nasionalisme. Multikulturalisme keindonesiaan dalam novel-novel menggambarkan penghargaan perbedaan, kesukuan, toleransi, dan keragaman warga bangsa. Modernisme keindonesiaan dalam novel Pram tergambar melalui filosofi belajar sepanjang hayat. Modernitas Indonesia dibangun melalui tradisi terus belajar pada semua jenjang usia, pada semua suasana, yang tidak mengenal batas tempat dan waktu. Dengan belajar selamanya, tokoh-tokoh novel Pram berupaya mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan berkontribusi di tengah-­tengah bangsa lain yang lebih dahulu memiliki peradaban maju. Nasionalisme keindonesiaan dalam karya Pram terlihat melalui sikap mandiri dan berani tokoh-­tokohnya untuk tidak bergantung bangsa lain untuk menjadi bangsa beridentitas. Abstract: This research attempts to find out the value of Indonesia in Pramoedya Ananta Toer?s (Pram) novels. Research problems including multiculturalism value, modernism value, and Indonesia nationalism in Pram?s novels. The aim of this research is to find out the values of multiculturalism, modernism, and Indonesia nationalism in Pram?s masterpiece. The theory that is used in this research is Indonesia concept as excolony. This research uses the descriptive method. The result of the research shows that novels by Pram made a major contribution in building the Indonesianness. There are three grades the Indonesianness in the novels by Pram. The tree of the Indonesianness values are the values of multiculturalism, modernism, and nationalism. The respect of multiculturalism of the Indonesianness in novels by Pram is implied in the differences, ethnicity, tolerance, and diversity of the citizens of the nation. The Modernism of the Indonesianness in Pram?s novel illustrated by the philosophy of lifelong learning. Indonesian modernity was built through the tradi­tion endure learning at all age levels, in all the atmosphere, that knows no boundaries of place and time. By learning forever, the characters of Pram?s novels seeks to realize a better Indonesia and contribute in the midst of other nations that previously had an advanced civilization. The Indonesianness nationalism of Pram?s work in is grasped through independent attitude and the heroism of characters not to rely on others to get the nation's identity. Key Words: the Indonesianness; multiculturalism; modernism; nationalism
RESEPSI ESTETIS PEMBACA TERHADAP NOVEL SUPERNOVA KARYA DEE Saraswati, Ekarini
ATAVISME Vol 14, No 2 (2011): ATAVISME, Edisi Desember 2011
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v14i2.66.156-169

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil resepsi pembaca terhadap novel Supernova. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori estetika resepsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Metode penelitian menggunakan metode terbuka dan retrospektif. Data bersumber dari novel Supernova. Data utama berasal dari dokumen tertulis para kritikus sastra dan pembaca umum yang dimuat di internet. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, variabel pembaca berjumlah 79 orang dengan strata pendidikan paling banyak SMA dan S1. Jenis pekerjaan lebih banyak bekerja di bidang keterampilan daripada bidang keilmuan. Novel Supernova lebih diterima oleh pembaca yang berpendidikan SMA dan S1 dengan pekerjaan di bidang keterampilan. Kedua, unsur tekstual yang khas yang paling menentukan resepsi pembaca terutama pola pengaruh sains yang dianggap memberikan angin segar bagi khazanah kesusatraan Indonesia. Unsur tekstual lainnya kurang mendapatkan resepsi yang baik, misalnya unsur tokoh yang tidak digarap secara mendalam, alur yang meloncat-loncat, serta bahasa yang rumit dan sulit dipahami. Abstract: The general aim of this study is to describe reader reception to the novel Supernova. Research method used in this study is qualitative method because this method is appropriate with the characteristics of this research which produces written data from its study subject. The method used is of open and retrospective type. The data are from the novel Supernova with the main data taken from written documents from literary critics and general readers that have been published in the internet. The findings of this research indicate, firstly, that the readers are varying; they consists of 79 readers with the majority educational background of senior high school and college. In terms of profession, more come from vocational field than from academic field. The novel Supernova are more highly received by the readers with senior high school and college background with the work in vocational field. Secondly, it is found that the textual aspect of the novel pertaining to the scientific topic is the part that gets most of the receptions from the readers. This has some impact on the reception of the other elements of the novel like characters which is said to be not so much refined, the plot to leap up and down, and the language to be delicate and difficult to understand. Key Words: reader reception, literary text, reader variable, text elements
UNSUR DIDAKTIS DALAM SYAIR LAGU RAKYAT PAPUA Lestari, Ummu Fatimah Lia
ATAVISME Vol 15, No 2 (2012): ATAVISME, Edisi Desember 2012
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v15i2.64.247-259

Abstract

Penelitian ini mengkaji unsur didaktis dalam lagu rakyat (daerah) di Papua. Tujuan pe­ nelitian ini adalah mendeskripsikan unsur didaktis yang terdapat dalam syair lagu rakyat Papua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh dari metode pustaka. Cara analisis dimulai dengan memeriksa kembali data­data dan kemudian memilah­milahnya berdasarkan jenis dan tipenya. Dalam pemilahan ini, ada delapan belas lagu rakyat Papua yang dianalisis. Unsur-unsur didaktis yang terdapat di dalamnya adalah a) unsur intelektual, dalam hal ini adalah sikap tekun atau bersungguh­sungguh dalam menuntut ilmu dan sikap gotong royong (kerja sama); b) unsur etika dan agama, dalam hal ini adalah sikap menghormati orang tua dan sikap bersahabat; dan c) unsur filosofis, dalam hal ini adalah sikap cinta kepada kampung (tanah air). Abstract: This research analysis about didactic substance in Papua folksongs. We have known that the Papua folksongs are the part of Papua culture. This research uses the descriptive method. The data was collected by library research. The analyze process start from recheck the data, then to select it based on its varieties and types. This research have 18 titles of Papua folksongs was analyzed. The researcher found their didactic substances are: a) intellectually substance, such as the diligent attitude; b) ethic and religion substance, such as cooperate attitude; and c) philosophic substance, such as patriotic attitudes. Key Words: didactic substance, folksong, Papua
KRITIK ATAS MODERNITAS DALAM NOVEL BILANGAN FU KARYA AYU UTAMI Bramantio, Bramantio
ATAVISME Vol 18, No 1 (2015): ATAVISME, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v18i1.28.1-14

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap kritik atas modernitas dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Dengan memanfaatkan naratologi Tzvetan Todorov, dapat dipahami aspek verbal Bilangan Fu, yaitu sudut pandang, pencerita, dan tuturannya. Berdasarkan penceritaannya, novel ini merupakan novel polifonik, karnivalistik, sekaligus metafiksi. Berdasarkan kontennya, novel ini menghadirkan sejumlah kritik atas modernitas, khususnya berkaitan dengan semangat modernitas yang cenderung melihat segala sesuatu secara monodimensional, hanya ada satu kebenaran, dan liyan diabaikan. Bilangan Fu merupakan novel yang merefleksikan zamannya. Novel ini berhasil menyegarkan cara pandang masyarakat Indonesia, atau setidaknya menghadirkan sesuatu untuk dipikirkan dan dipertimbangkan kembali, berkaitan dengan diri, lingkungan, dan semesta raya. Novel ini mengembalikan manusia ke hakikatnya, yaitu kemanusiaan. Abstract: This article aims to reveal criticism on modernity in Ayu Utami?s novel Bilangan Fu. Tzvetan Todorov?s theory of narrative provided a framework to understand the novel?s verbal aspects, which are point of view, narrator, dan its voice. Based on its narrative, this novel is polyphonic, carnivalistic, and metafictional. Based on its content, it presents criticism on modernity, particularly on spirit of modernity that tends to see everything in monodimensional; there is only one truth, and the other is ignored. Bilangan Fu is a novel that reflects its time. It successfully refreshes the perspective of Indonesian society, or at least brings something to think about, related to the self, environment, and the universe. In the end, it brings back human being to their core, their humanity. Key Words: novel; point of view; narrator; criticism; modernity
THE PORTRAYAL OF GENDER AND RACE IN CARS TRILOGY Rahayu, Nurhadianty
ATAVISME Vol 22, No 1 (2019): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v22i1.532.75-87

Abstract

As the most commercially successful animated film, Cars trilogy, produced by Pixar Animation Studios, are opted to be analysed due to its impact on formulating perception of gender and race. Considering that intolerance and gender-based injustice still happens within our society, any discussion about gender and race portrayal, particularly through films, becomes urgent. The study aims at investigating how gender and race are portrayed in Cars trilogy. Gender portrayal is analysed through Beauvoir?s concept of immanence and transcendence and Finklea?s themes about masculinities. The portrayal of race is investigated using McLaren?s critical multiculturalism. The study uses the descriptive analytical interpretative method. The data analyzed are the characters, dialogue, and plot. The result shows that men and women are portrayed as equal but the stereotypes are still visible. Men are portrayed not only brave but also confident. Males? romantic interest is manifested in heterosexual desire and male bosses are driven by profit. Women can be successful in racing if she dares to intervene the bureaucracy or is given opportunity by men. Different accent of English is seen as less capable and white characters are not always portrayed unproblematic.
KERUSAKAN ALAM KALIMANTAN TIMUR DI MATA SASTRAWAN LOKAL Utomo, Imam Budi
ATAVISME Vol 17, No 1 (2014): ATAVISME, Edisi Juni 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v17i1.16.17-28

Abstract

This study aims to identify and expose the opinion of local writers of East Kalimantan on various environmental devastations and their causes in East Kalimantan. Using sociology of literature, it can be identified that the writers of East Kalimantan are closely related to and care about their neighborhood environment which is now suffering from devastation. Those writers actually hold a truly crucial role in publicizing that environment may turn into a ?hell? for a human being if it is not well taken care and preserved. This study aims to identify and expose the opinion of local writers of East Kalimantan on various environmental devastations and their causes in East Kalimantan. Using sociology of literature, it can be identified that the writers of East Kalimantan are closely related to and care about their neighborhood environment which is now suffering from devastation. Those writers actually hold a truly crucial role in publicizing that environment may turn into a ?hell? for human being if it is not well taken care and preserved. Key Words: environmental devastation; writers of East Kalimantan; sociology of literature Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkapkan pandangan sastrawan lokal Kalimantan Timur terhadap berbagai kerusakan alam dan penyebab kerusakan alam di Kalimantan Timur. Dengan menggunakan teori sosiologi sastra dapat diketahui bahwa sastrawan Kalimantan Timur sangat akrab dan peduli dengan lingkungan hidup di sekitar mereka yang pada saat ini tengah mengalami kerusakan. Para sastrawan Kalimantan Timur tersebut sesungguhnya mempunyai peran yang sangat vital dalam mengampanyekan betapa lingkungan hidup dapat menjadi ?neraka? bagi umat manusia jika tidak dipelihara dan dilestarikan.
DIMENSI ALAM KEHIDUPAN DAN MANUNGGALING KAWULA­GUSTI DALAM SERAT JATIMURTI Asmara, Andi
ATAVISME Vol 16, No 2 (2013): ATAVISME, Edisi Desember 2013
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v16i2.90.153-167

Abstract

Artikel ini bertujuan memahami dimensi alam kehidupan dan proses pencapaian manunggaling kawula­Gusti menurut Serat Jatimurti. Terpahaminya dimensi alam kehidupan tersebut diharapkan mampu menuntun pelaku mistik kejawen mencapai tujuan mistiknya. Puncak laku mistik orang kejawen adalah manunggaling kawul ­Gusti. Metode yang digunakan adalah metode analisis wacana dan interprestasi. Teori yang dmanfaatkan ialah teori pragmatik. Teori pragmatik diterapkan karena berkait erat dengan manfaat karya sastra bagi pembaca dan masyarakat. Hasil pengkajian ini adalah terungkapnya berbagai dimensi alam kehidupan dan makna manunggaling kawula­ Gusti, yaitu menyatunya gesang sejati atau urip sejati dengan Kang Maha Gesang atau Kang Maha Urip, Tuhan Yang Maha Esa. Abstract: The aim of this article is to comprehend the dimension of natural life and the achievement process of manunggaling kawula Gusti ?the unity of human soul and God? according to Serat Jatimurti. It is expected that comprehending the natural life dimensions can lead the performer of mystic of kejawen to get his mystical goal. The ultimate mystical goal of the kejawen people is manunggaling kawula Gusti. The data was analyzed by using discourse analysis and interpretation method. The pragmatic theory was applied because it was closely related with the benefit of the literary works for the reader and the society. This study has found various dimensions of natural life and the meaning of manunggaling kawula Gusti, which is the unity of true gesang or true urip ?life? with God, Kang Maha Gesang or Kang Maha Urip ?the eternal?. Key Words: natural life dimension, manunggaling kawula­Gusti, Serat Jatimurti
PERKEMBANGAN KORUPSI DALAM NOVEL INDONESIA Anwar, M. Shoim
ATAVISME Vol 15, No 2 (2012): ATAVISME, Edisi Desember 2012
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v15i2.55.133-146

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan korupsi yang terepresentasikan dalam novel Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori sosiologi, kajian budaya, jaringan, dan pasca­kolonial. Sumber datanya adalah novel Korupsi (1954) karya Pramoedya Ananta Toer, Senja di Jakarta (1970) karya Mochtar Lubis, Ladang Perminus (1990) karya Ramadhan K.H., Orang-­Orang Proyek (2002) karya Ahmad Tohari, dan Memburu Koruptor (2009) karya Urip Sutomo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sesuai dengan latar waktu dalam novel, waktu penyelesaian, serta waktu diterbitkan, perkembangan korupsi dalam novel Indonesia dapat dirumuskan dengan periode tahun: 1945-1954, 1954-1957, 1966-1976/1982, 1991-1992/2001, 1998-2009. Korupsi dalam teks novel Indonesia berkembang semakin luas baik dari segi pelaku, penyebab, modus, maupun sifatnya. Abstract: This paper is aimed at describing the development of corruption in Indonesian novels. This paper uses theories of sociology, cultural studies, network, and postcolonial. The sources of data are Korupsi (1954) by Pramoedya Ananta Toer, Senja di Jakarta (1970) by Mochtar Lubis, Ladang Perminus (1990) by Ramadhan K.H., Orang­Orang Proyek (2002) by Ahmad Tohari, and Memburu Koruptor (2009) by Urip Sutomo. The result of the research shows that in accordance with the background of the time in the novels, completion time, and publication time, the development of corruption in Indonesian novels can be formulated by the way of periods of years: 1945-1954, 1954-1957, 1966-1976/1982, 1991-1992/2001, 1998-2009. Corruption in the texts of Indonesian novels has developed widely in terms of actors, causes, modes, and nature. Key Words: corruption, period, development, Indonesian novels
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL UPACARA, API AWAN ASAP, DAN BUNGA KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN Herawati, Yudianti
ATAVISME Vol 16, No 1 (2013): ATAVISME, Edisi Juni 2013
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v16i1.80.43-56

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah perkembangan isu gender yang mewarnai tiga novel karya Korrie Layun Rampan terutama dalam mempresentasikan peran gender laki-­?laki dan perempuan. Masalah ini lebih ditujukan pada peran perempuan di bidang domestik dan ruang publik. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan keberadaan karya sastra dan persoalan?persoalan yang terjadi dalam masyarakat, khususnya yang timbul dalam konteks gender. Kajian ini menggunakan teori feminisme sebagai acuan dalam mengungkap citra perempuan. Pengumpulan data menggunakan metode pustaka, sedangkan analisisnya menggunakan teknik analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiga novel Korrie Layun Rampan itu memenuhi prinsip-­?prinsip karya yang berjenis feminisme karena tokoh perempuan dalam ketiga novel itu adalah perempuan Dayak yang sudah tercitrakan sebagai perempuan tradisional dan modern. Namun, sosok mereka masih berbenturan dengan tradisi budaya Dayak yang menganut paham patriarkat. Selain itu, terjadi kekerasan terhadap perempuan di ruang domestik maupun publik sehingga terdapat perbedaan antara perempuan dan laki?laki yang membentuk stereotip atau pelabelan negatif. Abstract: This research focuses on the growth of gender issues colouring three masterpiece novels of Korrie Layun Rampan, especially in presenting the role of gender among women and men. This problem is addressed more on the role of women in the domestic area and also public space. This paper aims to describe the existence of belles-lettres and problems happening in a society, especially those emerging in the context of gender. The study uses feminism theory in revealing the woman image so that feminism studies used for the elaboration. Librarian method was used in collecting the data. The analysis used the analytical technique so that the role of woman in novels of Upacara, Api Awan Asap, and Bunga in the form of gender can be depicted clearly. The result of this research is that the three novels can be considered as or have fulfilled the principles of being feminism type. It is because the roles of figures in those novels are women of Dayak imaged as modern and traditional women. However, their figures still oppose the cultural tradition of Dayak which still practices patriarchalism. Besides, violence still happen to women in public and also domestic area so that there are differences among men and women which form negative labels or stereotypes. Key Words: novel; role; feminism; domestic; public