cover
Contact Name
Hero Patrianto
Contact Email
jurnal.atavisme@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.atavisme@gmail.com
Editorial Address
Balai Bahasa Jawa Timur, Jalan Siwalanpanji, Buduran, Sidoarjo 61252, Indonesia
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA
ISSN : 1410900X     EISSN : 25035215     DOI : 10.24257
Core Subject : Education,
Atavisme adalah jurnal yang bertujuan mempublikasikan hasil- hasil penelitian sastra, baik sastra Indonesia, sastra daerah maupun sastra asing. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Atavisme diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Juni dan Desember.
Articles 284 Documents
DISEMINASI ISU LINGKUNGAN MELALUI KETIDAKSADARAN KOLEKTIF: NASKAH DRAMA MATA AIR MATA KARYA LABORATORIUM TEATER CIPUTAT Pusposari, Wulan
ATAVISME Vol 27, No 2 (2024): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v27i2.1026.144--164

Abstract

Masyarakat dapat terpelajar dengan berbagai cara. Salah satunya melalui bacaan karya sastra, seperti naskah drama. Imitasi kehidupan melalui kreativitas, dapat seseorang lakukan dalam sebuah karya. Problematika kerusakan alam menjadi topik yang tidak pernah kadaluwarsa. Karya sastra sebagai media untuk menyebarluaskan nilai-nilai dan moral baik dalam kehidupan. Salah satunya naskah drama Mata Air Mata (MAM) karya Laboratorium Teater Ciputat yang mengangkat isu lingkungan. Deseminasi pesan baik ini dapat dilakukan karena sebuah karya sejatinya kumpulan ketidaksadaran kolektif yang perlu ditelusuri petanda dari tokoh-tokoh yang dihadirkannya. Pada penelitian kali ini akan membahas ketidaksadaran kolektif berupa arketipe-arketipe; petanda/semiotik arketipe; dan ideologi tokoh dalam perspektif ekokritik; dalam naskah drama MAM. Pembatasan masalah dibuat hanya berfokus pada tokoh manusia di dalam naskah drama MAM yaitu tokoh Nyi Dara dan Tuamata; dan arketipe (ketidaksadaran kolektif) yang dominan. Metodologi penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pembahasan akan menggunakan pendekatan ketidaksadaran kolektif Carl Gustav Jung dan semiotik Chales Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukan tokoh Tuamata didapati kemunculan; 7 kesadaran personal; 1 ketidaksadaran personal; ketidaksadaran kolektif berupa arketipe; 1 the lover; 12 the shadow; 3 anima/animus; 13 the wise old man; 2 the explorer; 5 the hero. Tokoh Nyi Dara didapati kemunculan; 2 kesadaran personal; ketidaksadaran kolektif berupa arketipe; 2 the cargiver; 21 the shadow; 5 anima/animus; 5 the mother; 9 the wise old man; 1 the explorer. Arketipe dominan dari tokoh Tuamata yaitu the wise old man menunjukan semiotik; 3 indeks; 2 ikon; dan menunjukan ideologi antroposentrisme. Arketipe dominan dari tokoh Nyi Dara yaitu the shadow menunjukan semiotik; 1 indeks; 2 ikon; dan menunjukan ideologi ekosentrisme.
HILANGNYA ALAM SEBAGAI EPIFANI YANG SUCI DALAM BUKU PUISI KORPUS OVARIUM KARYA ROYYAN JULIAN: KRISIS EKOLOGI DAN SPIRITUALITAS MANUSIA Mu'tashim, Yohan Fikri; Saryono, Djoko; Karkono, Karkono
ATAVISME Vol 27, No 2 (2024): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v27i2.954.74--96

Abstract

Abstrak: Tulisan ini mengkaji hubungan antara krisis ekologi dan spiritualitas manusia dalam buku puisi Korpus Ovarium (2022) karya Royyan Julian. Kajian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan ancangan semiotika puisi Michael Riffatere, berfokus pada simbol-simbol yang mewacanakan hubungan antara alam, krisis ekologi, dan spiritualitas manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) alam memiliki hubungan yang erat dengan spiritualitas masyarakat, khususnya masyarakat adat seperti di Mollo, Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur karena alam dipandang sebagai epifani yang suci, (2) fenomena krisis ekologi yang disebabkan oleh paradigma pembangunan yang destruktif, tidak hanya mengancam stabilitas ekonomi, melainkan juga identitas dan spiritualitas masyarakat di Mollo, Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Dari hasil pembacaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bagi masyarakat Mollo, alam diyakini tidak hanya sebagai sumber penghidupan, melainkan juga diyakini sebagai entitas yang sakral sehingga juga menyangkut simbol-simbol kebudayaan. Oleh karena itu, ketika degradasi alam menjadi ancaman niscaya, fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada dimensi spiritual masyarakat, tetapi juga pada identitas komunal mereka.   Abstract: This paper examines the relationship between ecological crisis and human spirituality in the poetry book Korpus Ovarium (2022) by Royyan Julian. This study utilizes a qualitative method with Michael Riffatere's semiotics of poetry approach, focusing on symbols that discourse the relationship between nature, ecological crisis, and human spirituality. The results of this study show: (1) nature has a close relationship with the spirituality of society, especially indigenous peoples such as in Mollo, South Central East, East Nusa Tenggara because nature is seen as an epiphany of the Holy, (2) the phenomenon of ecological crisis caused by a destructive development paradigm, not only threatens economic stability, but also the identity and spirituality of the people in Mollo, South Central East, East Nusa Tenggara. From the results of these readings, it can be concluded that for the Mollo community, nature is believed not only as a source of livelihood, but also believed to be a sacred entity so that it also involves cultural symbols. Therefore, when natural degradation becomes an inevitable threat, the phenomenon not only impacts on the spiritual dimension of the community, but also on their communal identity.  
RESISTANSI MITOS DAN TRADISI: ANALISIS REALISME MAGIS TERHADAP CERPEN JAWA POS DAN KOMPAS TAHUN 2022 Arisandi, Isep Bayu
ATAVISME Vol 27, No 2 (2024): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v27i2.965.97--111

Abstract

Abstrak: Lima cerpen yang terbit di media massa Jawa Pos dan Kompas tahun 2022 berjudul “Obsesi, Model, dan Mitos Babi”, “Mimpi-Mimpi Bissu”, “Mimpi Buruk Talita”, “Ada Tanda di Lehermu”, dan “Mimpi Jurai” memiliki kesamaan karena berpijak pada mitos dan tradisi. Oleh karena itu, dilakukan kajian untuk menemukan unsur karakteristik realisme magis dalam cerpen. Tulisan ini difokuskan untuk menjawab pertanyaan bagaimana hubungan tokoh dan latar dalam cerita realisme magis cerpen Jawa Pos dan Kompas tahun 2022. Untuk itu, kajian ini menekankan penggunaan teori realisme magis meliputi lima karakteristik, yaitu tak tereduksi, dunia fenomenal, keraguan tak berakhir, penggabungan dunia, serta kekacauan waktu, ruang, dan identitas. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh dan latar dalam cerpen berdampak signifikan terhadap karakteristik realisme magis karena cerita berada di posisi antara yang realis dan yang magis.   Abstract: Five short stories published in the Jawa Pos and Kompas in 2022 entitled "Obsesi, Model, dan Mitos Babi", "Mimpi-Mimpi Bissu", "Mimpi Buruk Talita", "Ada Tanda di Lehermu", and "Mimpi Jurai" have similarities because they are based on myth and tradition. Therefore, a study was carried out to find the characteristic elements of magical realism in short stories. This article is focused on answering the question of how the characters relate to the setting in the magical realism short stories Jawa Pos and Kompas in 2022. This study emphasizes the use of magical realism theory including five characteristics, irreducible element, the phenomenal world, unsetting doubt, merging realm, and disruptions of time, space and identity. The results of the analysis show that the existence of characters and the setting of the story have a significant impact on the characteristics of magical realism because the story is in a position between realism and magic
STRUKTUR NARATIF NOVEL CARA TERBAIK MENULIS KITAB SUCI KARYA YUDI HERWIBOWO Alifian, Muhammad Afnani
ATAVISME Vol 27, No 2 (2024): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v27i2.1042.112--125

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pada struktur naratif dalam novel Cara Terbaik Menulis Kitab Suci karya Yudi Herwibowo dengan pendekatan naratologi Gérard Genette yang difokuskan pada elemen modus (mood) dan suara (voice) naratif. Metode kualitatif dan teknik close reading digunakan untuk menganalisis narasi dan elemen-elemen cerita. Dalam penelitian ini,  terungkap bahwa novel ini memiliki struktur naratif kompleks dengan narator yang tidak stabil, bingkai cerita yang berlapis, dan penonjolan sifat metafiksi sebagai fiksi yang sadar diri. Metafiksi dalam novel ini terlihat melalui transisi narator dari heterodiegetis ke homodiegetis dan perpindahan fokalisasi nol ke internal, yang menggambarkan fiksi di dalam fiksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penceritaan Yudi Herwibowo yang mengintegrasikan cerita-cerita pendek menjadi narasi utuh menjadikan novel ini contoh khas karya kontemporer yang merefleksikan kesadaran terhadap konstruksi fiksi yang bernama metafiksi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada studi sastra Indonesia dan pemanfaatannya dalam pembelajaran sastra.   Abstract: This study aims to analyze the narrative structure of Yudi Herwibowo’s novel Cara Terbaik Menulis Kitab Suci using Gérard Genette's narratology approach, focusing on the elements of narrative mood and voice. Using qualitative method and close reading technique, this study examines the narrative and story elements. The findings reveal that the novel has a complex narrative structure with an unstable narrator and layered story frames, highlighting the nature of metafiction as a self-conscious fiction. Metafiction  is explored through the narrator's transition from heterodiegetic to homodiegetic and the shift from zero to internal focalization, protraying fiction within fiction. The results demonstrate Yudi Herwibowo's storytelling strategy which integrates short stories into a single narrative, making this novel a typical example of contemporary works that reflect awareness of the construction of fiction. This research contributes to the study of Indonesian literature and its application in literature learning.