cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
TEORI PERHITUNGAN UNTUK JARINGAN FUZZY Maududy, Ivan
POROS TEKNIK Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti yang kita ketahui bersama ada beberapa Metode Komputasi yang digunakanoleh beberapa peneliti dalam mengatasi suatu permasalahan yang berada disekitar kitamisal Neural Network, Fuzzy, algoritma genetika, Artificial Intelegent dan Adaptive NeuroFuzzy (ANF) yang akan menjadi pembahasan kita. Dengan adanya gabungan antaraneural network dan fuzzy mempunyai kemampuan untuk membangun model denganmenggunakan beberapa data sample yang digunakan dari system target. Secara kasatmata, system target membantu untuk membangun inisial dari struktur modelMetode Komputasi dapat digunakan dalam berbagai cara termasuk system kontrolfeedback klasik, fuzzy controller dan JST dengan melihat berbagai faktor. Secarakonseptual metode ANF tidak lebih dari teknologi yang menggabungkan beberapa ide danparadigma untuk memecahkan persoalan. Bagaimanapun juga ANF sangat berguna untukmenyelesaikan permasalahan yang ada sehingga persoalan dapat dibedakan lebihspesifik lagi.
IDENTIFIKASI DAN PROBLEMATIKA PENGGUNAAN LAHAN LINGKUNGAN BANTARAN SUNGAI TERHADAP PERATURAN PEMERINTAH DAN DAERAH DI KOTA BANJARMASIN Mukhlis, Adriani; ., Darmawani
POROS TEKNIK Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Banjarmasin dan sekitarnya umumnya merupakan tanah rawa, yang banyak dila-lui oleh sungai-sungai, sehingga dikenal dengan nama Kota Seribu Sungai. Tetapi pada kenyataanya, sungai-sungai tersebut kurang terawat dan kotor, pada bantaran sungai tumbuh rumah-rumah penduduk tanpa adanya izin untuk membangun tempat tinggal.Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dari identifikasi kondisi daerah bantaran atau pesisir sungai yang dijadikan tempat bermukim masyarakat dan penggu-naan lainnya hubungannya dengan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin dan Peraturan Lainnya, serta mendapatkan faktor-faktor yang menyebabkan kesesuaian dan ketidaksu-aian bantaran Sungai di Banjarmasin dengan kebijakan Pemerintah dalam menjaga dan menata wilayah sekitar bantaran sungai.Metode penelitian dimulai dari persiapan, pengumpulan data primer dan sekunder, iden-tifikasi sungai, hasil dan pembahasan, dan kesimpulan akhir penelitian.Dari hasil yang didapat, ternyata perbandingan antara panjang sungai yang diteliti de-ngan permukiman yang ada di bantaran sungai, pemukiman di bantaran menempati 46,78 %., sedangkan bantaran kosong termasuk di sini adalah lahan hijau (RTH) sungai, yang dianggap tidak mengganggu fungsi sungai, mencapai 38,13 % saja. Sehingga jika permukiman ditambah fasilitas umum dan perusahaan / industri, serta perkantoran me-rupakan hal yang mempengaruhi fungsi sungai, maka didapat 61,87 % dari keseluruhan.Berdasarkan lamanya menempati rumah lebih dari 30 tahun berjumlah 52,40 % dan u-mur rumah yang ditempati tersebut berumur lebih dari 30 tahun mencapai 80 %. Rata-rata hampir 82,8 % penduduk yang bermukim di bantaran tersebut  tidak mengetahu ten-tang peraturan bahwa mendirikan bangunan di bantaran atau sempadan sungai tersebut tidak diperbolehkan dan sewaktu-waktu akan dilakukan penggusuran.Faktor-faktor yang menyebabkan adanya tersebut ketidaksesuaian antara Peraturan Da-erah dan peraturan lainnya dengan kondisi sesungguhnya di lapangan, adalah permu-kiman banyak terjadi sebelum adanya peraturan tersebut, dan kurangnya sosialisasi dan pengawasan serta penindakan dari petugas / pemerintah.Penanggulangan kerusakan lingkungan khususnya sempadan sungai berbasis masya-rakat diharapkan mampu menjawab persoalan yang terjadi di suatu wilayah berdasarkan karakteristik sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang dimiliki. Dalam hal ini, prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat menjadi hal krusial yang harus dijadikan dasar pengelolaan berbasis masyarakat. Peranan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam hal ini menjadi bagian terpenting yang tidak terpisahkan dalam upaya mengelola sempa-dan sungai.
EFISIENSI PEMAKAIAN DAYA LISTRIK MENGGUNAKAN KAPASITOR BANK Noor, Syamsudin; Saputera, Noor
POROS TEKNIK Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya beban pada jaringan listrik adalah beban induktif seperti motor listrik, heater,neon ( yang menggunakan trafo ), lampu mercury dan lain-lain, jadi beban listrik kebanyakan adalahbeban induktif yang membutuhkan daya reaktif. Jika beban rekatif ini dipikul oleh pembangkit tenagalistrik, maka arus yang mengalir dijaringan juga semakin besar yang berakibat factor dayanyamenurun dan jatuh tegangan pada ujung saluran ( ke konsumen ) meningkat.Salah satu langkah efesiensi penggunaan energi listrik di konsumen adalah dengan memasangperalatan penghemat energi listrik ( energy server ) yang digunakan baik disektor industri, bisnis /komersial maupun rumah tangga. Peralatan penghemat energy listrik tersebut adalah kapasitor bankyang berguna untuk menginjeksi daya reaktif pada titik-titik dimana terjadi tegangan jatuh, sehinggadiperoleh profil tegangan yang baik dan rugi daya yang lebih kecil.Kapasitor bank dapat memperbaiki power factor( Cos phi ) untuk meningkatkan kwalitas dayasekaligus meningkatkan effesiensi pemakaian peralatan listrik konsumen dan akhirnya effesiensienergi listrik yang disediakan oleh penyedia tenaga listrik.
ANALISIS PEMILIHAN MATERIAL BETON DAN MATERIAL BAJA SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL PENGGANTI KAYU ULIN UNTUK KOLOM/TIANG Kartadipura, Retna Hapsari
POROS TEKNIK Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangkaan kayu ulin saat ini dihadapi oleh industri konstruksi khususnya untuk pekerja-an yang menggunakan konstruksi kayu. Kendala yang dihadapi saat ini selain langka ka-yu ulin harganya pun kian hari mengalami kenaikan yang cukup tinggi akibat kelangka-annya.Permasalahan ini membuat kita harus mencari alternatif material lain yang tentunya da-pat berfungsi sesuai spesifikasi teknis yang diinginkan.Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor menggunakan Meto-de Zero-one. Pemilihan variabel dikemukakan untuk menentukan alternatif pemilihan ma-terial beton dan baja. Masing-masing faktor memiliki variabel yang spesifik berkaitan dengan material beton dan baja.Penilaian faktor sebagai dasar pengukuran untuk menentukan alternatif penilaian menun-jukan bahwa untuk faktor pengadaan beton dan baja sama sama memiliki nilai 139.70, untuk faktor teknis bahan beton memiliki nilai 360.29 dan baja memiliki nilai 485.29. Se-dangkan untuk faktor finansial/ekonomi beton memiliki nilai 175 dan baja memiliki nilai 125.
PENANGANAN LONGSORAN DENGAN PENDEKATAN GEOLOGI DAN GEOTEKNIS PADA KM 51+760 RUAS JALAN WAMENA – ELELIM PROVINSI PAPUA Awaluddin K., Duha
POROS TEKNIK Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi topografi wilayah Papua, sangat bervariasi. Menurut catatan statistik yang ada, sebagian besar penduduk asli Provinsi Papua tinggal di kawasan pegunungan. Aksesi-bilitas menjadi syarat utama untuk lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi demi kese-jahteraan mayarakat di pegunungan. Sebagian besar ruas jalan yang melewati kawasan pegunungan, dengan kelandaian yang sangat ekstrim banyak mengalami kerusakan. Sa-lah satu faktor dominan yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada ruas jalan adalah akibat pergeseran dan pergerakan tanah. Penanggulangan longsoran baik di tebing atas, di daerah badan jalan maupun di lereng bawah jalan, sehingga dapat mencegah terpu-tusnya jalan maupun terjadinya kerusakan jalan yang lebih berat, menjadi target utama. Pendekatan secara geologis dan geoteknis menjadi syarat mutlak untuk mendesain sua-tu bangunan struktur yang digunakan dalam penanganan longsoran. Secara teknis, fak-tor utama penyebab longsoran yang terjadi di KM 51+760 (ruas jalan Wamena – Elelim) adalah aliran air permukaan di kiri jalan dari arah Elelim melimpas badan jalan dan me-nggerus lereng bawah jalan. Berdasarkan kondisi geologi regional diketahui bahwa kon-disi perlapisan tanah/batuan di lokasi longsoran adalah kelompok kembelangan tak ter-pisahkan (JKK) yang terdiri dari batu lempung, batu sabak, sedikit sisipan batu lanau: se-tempat batu gamping lumpuran dan batu pasir. Dengan kondisi tersebut salah satu al-ternatif penanganan yang direkomendasikan adalah badan jalan lama yang jenuh air di-bongkar sampai ditemukan lapisan tanah padat, kemudian timbunan badan jalan baru menggunakan sistem encapsulated dengan geotekstil woven..
PERMASALAHAN DAN SOLUSI KONSTRUKSI BALIHO DI BANJARMASIN Irawan, Joni
POROS TEKNIK Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir seluruh jalan di Kota Banjarmasin banyak sekali dipasang baliho-baliho yang digunakan untuk mengiklankan dan mempromosikan suatu produk. Bahkan juga digunakan untuk kampanye suatu partai politik dan kandidat kepala daerah. Baliho yang terpasang dengan bermacam-macam bentuk, model dan ukuran. Terkadang pemilik dan pihak yang terkait pada saat memasang baliho, hanya melihat dari segi keindahan tata kota dan artistik model baliho. Tetapi tidak memperhatikan dari segi kekuatan dan keamanan pengguna jalan disekitar baliho tersebut. Baliho yang ada dengan berbagai macam ukuran, dari ukuran kecil hingga terdapat baliho dengan ukuran besar yang dipasang melintang di jalan, yang biasa disebut bando, tetapi pada penelitian ini hanya meninjau perhitungan baliho dari ukuran 4x6 m sampai ukuran terbesar yaitu bando. Hal ini yang menjadi tujuan dari penelitian ini, yaitu meninjau konstruksi baliho yang ada di Kota Banjarmasin dari segi keamanan, baik dari ukuran rangka dan tiang yang terpasang, maupun konfigurasi pemasangan rangka dan tiang. Dari hasil tinjauan tersebut, akan dihasilkan koreksi hasil perhitungan terhadap konstruksi baiho. Apabila setelah dilakukan perhitungan ternyata konstruksi baliho tersebut tidak aman, maka akan dikeluarkan suatu rekomendasi perbaikan. Perbaikan yang dilakukan tidak harus dibongkar atau diganti konstruksi yang baru, tetapi tergantung dari hasil pengecekan terhadap tegangan yang terjadi pada konstruksi baliho tersebut. Perbaikan dilakukan dengan berbagai macam pilihan, bisa perkuatan rangka dengan penambahan profil yang baru atau perkuatan penambahan tiang disekitar tiang eksisting. Dengan perkuatan tersebut, konstruksi menjadi lebih kaku dan tegangan yang terjadi lebih kecil dari tegangan ijin. Sehingga pengguna jalan disekitar dan yang melintasi di bawah baliho akan menjadi aman dan nyaman.
ANALISA KARAKTERISTIK MARSHALL PADA ASPAL CAMPURAN PANAS UNTUK LAPIS PERMUKAAN JALAN TANJUNG SELOR Rozi, Fathur; Noor, Adderian
POROS TEKNIK Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal campuran panas ini merupakan salah satu material dalam pembuatan konstruksi pembuatan jalan dapat diperuntukan sebagai lapisan permukaan (Wearing Coarse), da-pat juga sebagai lapis pondasi atas beraspal (Base Coarse). Untuk mendapatkan nilai struktur yang tinggi, maka pada proses pengolahan material ini diperlukan syarat-syarat kualitas dan metodologi pelaksanaan yang baik dan benar sesesesuai dengan standar spesifikasi teknis Bina Marga. Dengan bahan agregat kasar, medium , halus dan abu ba-tu berasal dari Tawau Kalimtan Utara. Sampel pasir menggunakan pasir sungai dari mu-ara sungai Bulungan. Sampel aspal minyak Pen 60/70. Pengujian bahan dasar dan cam-puran percobaan laboratorium dilaksanakan dalam tiga langkah dasar sebagai berikut: a)seleksi suatu resep campran nominal yang akan digunakan sebagai suatu data refe-rensi untuk campuran percobaan; b)Pelaksanaan campuran-campuran percobaan untuk memilih suatu resep campuran yang optimum; c)Konfirmasi campuran optimum dengan pengujian, dengan penyesesesuaian dari resep campuran yang dipilih. Dengan melaku-kan rancangan dan pemadatan Marshall sampai membal (refusal). Perkiraan awal kadar aspal rancangan dapat diperoleh dari rumus dibawah ini : Pb=0,035 (% CA) + 0,045 (% FA) + 0,18 (% Filler) + Konstanta. Dan Membuat Formula Campuran Rancangan (DMF) untuk campuran yang akan digunakan dalam pelaksanaan. Dari dua belas benda uji yang memenuhi ketentuan dirata-ratakan untuk menjadi Kepadatan Standar Kerja (Job Standard Density), yang selanjutnya digunakan sebagai rujukan kepadatan campuran beraspal terhampar dalam pelaksanaan. Percobaan campuran di Unit Pencampur Aspal (UPA) dan percobaan pelaksanaan yang memenuhi ketentuan disetujui sebagai Formula Campuran Kerja (JMF). Data dalam pembahasan didasarkan pada pelaksanaan yang mengacu pada Formula Campuran Kerja (JMF)
STUDI DEBIT ALIRAN PADA SUNGAI ANTASAN KELURAHANSUNGAI ANDAI BANJARMASIN UTARA Norhadi, Ahmad; Marzuki, Akhmad; Wicaksono, Luki; Yacob, Rendi Addetya
POROS TEKNIK Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Banjarmasin dikenal sebagai kota seribu sungai yang terdapat banyak anak sungaiyang mempunyai karakteristik berbeda setiap sungai salah satunya sungai Antasan yangterletak pada titik koordinat S 3º187,4232" dan T 114º372,3916" kelurahan Sungai Andai,Kecamatan Banjarmasin Utara. Sungai Antasan merupakan sungai tersier yang terpengaruholeh pasang surut ganda dari Sungai Martapura yang merupakan sungai primer dan berfungsisebagai drainase.Aliran di daerah Sungai Antasan terdapat beberapa hambatan seperti tumbuhan air,limbah perumahan dan limbah perkebunan yang mengakibatkan terganggunya aliran,sehingga akan berdampak kurang baik terhadap daerah aliran Sungai Antasan yang mengalirmasuk dari Sungai Martapura ke daerah pemukiman sekitar maupun sebaliknya. Berdasarkanhal tersebut ada sesuatu yang bisa diambil untuk merencanakan agar aliran air sungai masukke pemukiman sesuai dengan kebutuhan. Hal ini jelas berdampak pada kecepatan aliran dankarakteristik sungai oleh karena itu perlu dilakukan studi penelitian untuk mengetahuikecepatan aliran dan karakteristik Sungai Antasan.Dalam pelaksanaan penelitian digunakanalat ukur kecepatan aliran air sungai yaitu current meter dengan metode SNI 03-2819-1992.Kecepatan aliran rata-rata sangat bervariasi selama 10 hari, kecepatan minimum dengannilai 0.068 m/detik dan kecepatan maksimum dengan nilai 0.0983 m/detik dan memilikikecepatan aliran rata-rata dengan nilai 0.0831 m/detik. Hasil debit aliran sangat terpengaruhdari hasi kecepata naliran dengan debit aliran minimum 0.047 m³/detik, debit aliran maksimum0.065 m³/detik dan debit aliran rata-rata 0.0558 m³/detik. Sungai Antasan mengalami pasangsurut terjadi dua kali dalam satu hari, pasang pertama pada jam 9 pagi – 3 siang, pasangkedua pada jam 9 malam – 3 pagi, sungai Antasan berbentuk denditrik bercabang seperti akarkalau dilihat dari tampak atas, sungai Antasan bertipe sungai kecil karena memiliki lebar 5,5mete rdan panjang sungai yang bisa dilewati adalah2,5 km. Hasil penelitian in idapat menjadiacuan awal sebagai data untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan SumberDaya Air.
BEDAH PAPER: MEMETAKAN LAHAN TERIRIGASI PADA SKALA 250-M DENGAN MENGGABUNGKAN DATA MODIS DAN STATISTIK AGRIKULTUR NASIONAL Indrasary, Yoenie
POROS TEKNIK Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaturan irigasi yang buruk dapat memberikan dampak besar pada produksi pertanian dan lingkungan, paper ini bergantung pada tiga hipotesis yang akan didiskusikan lebih lanjut : sementara pengaturan yang baik dapat mengurangi limbah tanah dan air dan membantu petani memaksimumkan keuntungannya. Dalam paper ini dipaparkan model geospasial yang robust namun sederhana dan mudah untuk membuat peta areal teririga-si, yang kemudian disebut sebagai MODIS Irrigated Agriculture Dataset for United States (MirAD-US). Metode ini menggunakan tiga input data utama:a.   Statistik area irigasi pada level kota milik USDA untuk 2002b.   Puncak tahunan MODIS Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) (sebuah pendekatan untuk pertumbuhan maksimum vegetasi [2])c.   Mask land cover untuk lahan agrikultur yang diperoleh dari NLCD 2001
PERBAIKAN KUALITAS MINYAK PELUMAS DENGAN ADDITIVE Sudiar, Asrul
POROS TEKNIK Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu minyak pelumas selalu mengalami perubahan dan berkembang menurutkebutuhannya. Banyak faktor yang telah mendorong terjadinya perubahan mutu pelumasantara lain perubahan desain dan konstruksi mesin serta kemajuan teknologi bahan kimiatambahan (additive) dalam memenuhi kebutuhan mesin. Dewasa ini adanya keinginan untukmernperpanjang masa pergantian pelumas motor, kebijaksanaan dalam penghematanenergi dan peraturan-peraturan yang semakin ketat tentang pencemaran udara akibat gasbuang kendaraan bermotor, juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadapperubahan mutu dan formulasi pelumas.Kekentalan oli atau minyak pelumas yang tidak sesuai dengan yang diisyaratkan pada suatumesin, ataupun oli atau minyak pelumas bekas yang sering mengandung partikel kecil asingakan menimbulkan kerusakan atau aus pada bagian mesin yang bersentuhan. Tentu hal diatas tidak kita kehendaki terjadi pada barang atau peralatan milik kita. Banyak caramemastikan atau paling tidak meyakinkan kita akan keaslian oli atau minyak pelumas.Misalnya dengan menggosok- gosokkan oli atau minyak pelumas ditangan,yang seringdilakukan oleh para sopir. montir, atau masyarakat awam lainnya. Mereka akan kenal tingkatkekentalannya walaupun tanpa melihat kaleng kemasannya. Sebagai masyarakat ilmiah,tingkat kekentalan oli atau minyak pelumas perlu diuji di laboraturium.

Page 4 of 37 | Total Record : 367