cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Perbedaan Efektivitas Penambahan Bubuk Cangkang Telur Ayam Ras dengan Ayam Kampung Terhadap Durasi Perdarahan (In Vivo) Muhammad Aminullah Majedi; Erlina Sih Mahanani; Dyah Triswari
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i1.562

Abstract

Latar belakang : Kandungan terbesar pada cangkang telur ayam ras dan adalah kalsium. Kalsium sangat berperan dalam proses hemostasis. Cangkang telur yang selama ini hanya sebagai bahan yang dibuang akan dimanfaatkan untuk mengurangi limbah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antara pemberian bubuk cangkang telur ayam ras dengan ayam kampung terhadap durasi perdarahan pada ekor tikusRattus norvegicus. Metode : Rattus norvegicus jantan umur 3 bulan, berat 150-200 gr diberikan perlukaan padaekornya sepanjang 1cm, kedalaman 0,1 cm dengan blade dan diberikan penambahan bubuk cangkang telur ayam ras atau kampung pada daerah bekas sayatan, kemudian dihitung durasi perdarahannya. Hasil : Rata-rata durasi perdarahan pada kelmpok penambahan bubuk cangkang telur ayam ras yaitu 5,471 menit, ayam kampung 8,096 menit sedangkan adalah tanpa perlakuan 12,234 menit. Uji analitik dengan menggunakan one way Anova α=0,05 diperoleh P=0,000 yang berarti ada pengaruh penambahan bubuk cangkang telur ayam ras dan ayam kampung terhadap durasi perdarahan pada ekor tikus Rattus norvegicus. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah bubuk cangkang telur ayam ras dan ayam kampung berpengaruh terhadap durasi perdarahan dan bubuk cangkang telur ayam ras yang paling cepat menghentikan perdarahan.
Perubahan Profil Wajah Sesudah Perawatan Ortodontik Cekat Ardianysah, M. Shulchan; Pudyani, Pinandi Sri; Suparwitri, Sri
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7192

Abstract

Pertumbuhan wajah perlu mendapat perhatian karena wajah merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat berhubungan dengan nilai-nilai estetika dan penampilan. Penampilan wajah yang kurang menarik karena susunan gigi geligi yang tidak rapi atau posisi dan hubungan rahang yang kurang serasi dapat menimbulkan masalah psikososial. Tujuan: Mengetahui hubungan perubahan sudut bidang oklusal dan perubahan indek tinggi wajah pada kasus maloklusi Klas II divisi 1 sebelum dan sesudah perawatan ortodontik cekat teknik Begg. Metode penelitian: Observasional klinik pre and post control group design menggunakan data sekunder berupa 17 pasang sefalogram lateral sebelum dan sesudah perawatan, dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok I overjet 2 – 4 mm dan kelompok II overjet 4,1 – 6 mm usia antara 18 – 35 tahun kemudian dilakukan pengukuran linier dan anguler dengan penapakan sefalogram untuk mengetahui perubahan sudut bidang oklusal dan perubahan indek tinggi wajah dengan acuan garis Ar-Go, Me- PP. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan sudut bidang oklusal sebelum dan sesudah perawatan sebesar 2– 5 dan perubahan indek tinggi wajah sebelum dan sesudah perawatan sebesar 0,018 – 0,084 mm. Hasil uji korelasi Spearman perubahan sudut bidang oklusal dan perubahan indek tinggi wajah sebelum dan sesudah perawatan untuk kelompok I dan kelompok II menunjukkan hubungan negatif bermakna (P0,05). Hasil dari Mann-Whitney test antara kelompok I dan II menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (P0,05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian terdapat hubungan negatif antara perubahan sudut bidang oklusal dengan perubahan indek tinggi wajah pada perawatan ortodontik maloklusi kelas II divisi 1 dengan teknik Begg.
Efektivitas Topikal Aplikasi Dadih terhadap Inflamasi Gingiva Mulyadi, Vanny Fergiana; Wesha, Nurul Syifa Putri; Yandi, Satria; Ningrum, Valendriyani
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9110

Abstract

Dadih adalah produk fermentasi susu kerbau dengan menggunakan bambu dan merupakan makanan khas Sumatera Barat. Dadih mengandung Lactobacillus casei yang merupakan probiotik yang memiliki kemampuan untuk menghambat perlekatan bakteri patogen, merusak reseptor toksin dan menghancurkan toksin. Kandungan antioksidan dan probiotik tersebut mampu mengatasi peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas topikal aplikasi dadih pada inflamasi gingiva. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan hewan uji tikus wistar. Tiga puluh tiga tikus galur Wistar yang mengalami inflamasi gingiva setelah diinduksi secara traumatik dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok 1 diberi perlakuan aplikasi dadih topikal, kelompok 2 kontrol positif dengan aplikasi Kenalog dan kelompok 3 kontrol negatif dengan menggunakan plasebo. Perubahan klinis dievaluasi dengan indeks gingiva Loe dan Silness dengan mengamati penyembuhan inflamasi gingiva selama sebelas hari. Hasil penelitian menunjukkan jumlah gingiva hewan uji yang sembuh pada kelompok topikal aplikasi dadih (8 ekor), kontrol positif (8 ekor) dan kontrol negatif (3 ekor). Hasil uji Kruskal Wallis (p 0,04) secara signifikan menunjukkan adanya perbedaan efektivitas dari ketiga kelompok tersebut dan analisis post hoc dengan uji Mann Whitney (p 1,00) menunjukkan efektivitas yang sama pada kelompok topikal aplikasi dadih dan kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa topikal aplikasi dadih memiliki efek signifikan dalam penyembuhan inflamasi gingiva yang setara dengan kontrol positif.
Permainan Ular Tangga Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Disabilitas Rungu Dini, Nabilah Nur; Agustin, Erna Dwi; Amurwaningsih, Musri
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.9566

Abstract

Anak disabilitas rungu memiliki keterbatasan pendengaran sehingga mengalami hambatan dalam perkembangan bahasa. Keterbatasan tersebut mempengaruhi tingkat pengetahuan anak terhadap informasi yang didapatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan permainan ular tangga dalam peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak disabilitas rungu di SLB Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan rancangan Experimental dengan pre and post test group design. Sampel diambil dengan teknik total sampling yaitu seluruh siswa disabilitas rungu di SLB Negeri Semarang berjumlah 45 anak. Penelitian ini dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan. Data dinalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p0,05) pada data sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan menggunakan permainan ular tangga yang artinya terdapat pengaruh pada penyuluhan menggunakan permainan ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak disabilitas rungu. Kesimpulan penelitian ini adalah penyuluhan menggunakan permainan ular tangga berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak disabilitas rungu.
Pengaruh Ekstrak Antanan (Centella Asiatica) Dibandingkan Dengan Ibuprofen Terhadap Kadar Hcl Gaster Tikus Perwira Putra, Yudha; Reni Yuslianti, Euis
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i1.516

Abstract

Ibuprofen merupakan salah satu obat anti inflamasiyang diketahui memiliki efek samping terhadap peningkatan kadar HCl lambung.Salah satu obat tradisional yang memiliki efek anti inflamasi adalah antanan(Centella asiatica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrakantanan dibandingkan dengan ibuprofen terhadap kadar HCl gaster tikus. Bahandan Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorikdengan 30 ekor tikus wistar jantan. Kelompok perlakuan terbagi atas kelompokyang diberi ektrak antanan 20 mg/200 gr berat badan/oral, kelompok yang diberiibuprofen 21,6 mg/200 gr berat badan/oral dan kelompok kontrol. Perlakuandiberikan selama 7 hari dan setelah pemberian perlakuan (hari ke-8), tikusdipuasakan selama 24 jam kemudian dilakukan pengangkatan lambung dandilanjutkan dengan pengambilan getah lambung untuk mengetahui kadar pHdengan menggunakan metode pH meter serta metode titrasi. Hasil dan Analisis:Hasil penelitian didapatkan kelompok yang diberikan ekstrak antanan (Centellaasiatica) meningkatkan asam lambung dengan rata-rata acidity pH 1,15sedangkan pada kelompok yang diberikan ibuprofen meningkatkan asam lambungdengan rata-rata acidity pH 1,06. Hasil analisis statistik menggunakan metodeOne Way ANOVA dan dilanjutkan uji lanjut Duncan (p ≤ 0.05) menunjukan bahwaekstrak antanan dan ibuprofen mempunyai pengaruh terhadap penurunan kadarasam lambung (p = 0.00). Kelompok perlakuan ibuprofen memberikan pengaruhyang berbeda dibandingkan dengan yang lainnya, sedangkan pada kelompokperlakuan kontrol memberikan pengaruh yang sama dengan kelompok perlakuanekstrak antanan. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberianekstrak antanan mempunyai pengaruh lebih rendah dibandingkan denganpemberian ibuprofen dalam meningkatkan kadar HCl lambung tikus.
Efektivitas Antara Scaling Root Planing (Srp) Dengan Dan Tanpa Pemberian Ciprofloxacin Per Oral Pada Penderita Periodontitis Andriani, Ika
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i2.534

Abstract

Periodontitis adalah suatu penyakit infeksi pada jaringan pendukung gigi disebabkan mikroorganisme menyebabkan kerusakan progresif pada ligamen periodontal dan tulang alveolar, jika tidak dilakukan perawatan yang tepat dapat mengakibatkan kehilangan gigi.Perawatan periodontitis adalah menghilangkan patogen periodontal dengan scaling rootplaning (SRP) yaitu menghilangkan deposit keras dan lunak serta bakteri yang menempelpada permukaan gigi dan dalam subgingiva, sehingga mengeliminasi bakteri. Pembersihan patogen periodontal dan produknya dengan SRP kadang-kadang tidak maksimal karena terdapat bagian yang tidak dapat diakses oleh alat SRP, sehingga pemberian antimikroba secara sistemik ataupun lokal dianjurkan untuk meningkatkan hasil terapi SRP. Ciprofloxacin adalah generasi kedua derivat fluroquinolon, aktif dengan jangkauan yang luas pada bakteri gram negatif dan gram positif fakultatif patogen periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas hasil perawatan antara scaling root planing (SRP) tanpa dan dengan pemberian ciprofloxacin per oral pada penderita periodontitis diukur dari parameter hitung jenis leukosit terdiri dari neutrofil, basofil,eosinofi, limfosit dan monosit pada cairan sulkus gingiva. Penelitian dilakukan pada 20 kasus periodontitis kronis kedalaman poket 5 mm, subyek dibagi dalam dua kelompok yaitu 10 penderita periodontitis dilakukan scaling root planing (SRP) tanpa ciprofloxacin per oral dan 10 penderita periodontitis dengan pemberian ciprofloxacin per oral. Pengambilan dan pengukuran hitung jenis leukosit terdiri dari neutrofil, eosinofil, basofil, monosit dan limfosit cairan sulkus gingiva dilakukan sebelum SRP dan hari ke 8 sesudah SRP. Hasil analisis uji non parametrik Mann Whitney menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna (p0,05) pada hitung jenis leukosit pada neutrofil, limfosit dan eosinofil. Jumlah neutrofil pada SRP tanpa dan dengan ciprofloxacin menunjukkan kenaikan, jumlah limfosit dan eosinofil pada SRP dengan dan tanpa ciprofloxacin mengalami penurunan, Jumlah basofil dan monosit 0 (nol) sehingga tidak dapat dihitung secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan hasil perawatanscaling root planing (SRP) tanpa ciprofloxacin per oral sama efektifnya dengan SRP dengan pemberian ciprofloxacin per oral pada penderita periodontitis diukur dari parameter hitung jenis jumlah leukosit yaitu jumlah neutrofil, limfosit dan eosonofil dalam cairan sulkus gingiva.
Karsinoma Sel Skuamosa Sebagai Salah Satu Kanker Rongga Mulut Dan Permasalahannya Medawati, Ana
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i1.565

Abstract

Jenis kanker di jaringan lunak rongga mulut yang memiliki angka kejadian terbanyak adalah jenis karsinoma sel skuamosa. Karsinoma sel skuomosa bisa terjadi di berbagai tempat, seperti di bibir, dasar mulut, lidah, maupun bagian lainnya di rongga mulut. Penyakit kanker inijika tidak ditangani secara serius dapat mengakibatkan kematian penderitanya, sehingga diperlukan tindakan nyata untuk menanggulangi penyakit ini. Gambaran kanker ini sangat bervariasi, untuk itu perlu dipastikan penegakan diagnosis dan terapi yang tepat untuk keberhasilan penyembuhannya.
Perbandingan Kekuatan Tekan Resin Komposit Hybrid Menggunakan Sinar Halogen Dan LED Pasril, Yusrini; Ade Pratama, Wahyu
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.580

Abstract

Resin komposit sinar tampak merupakan bahan restorasi gigi yang sering digunakan saat ini karena sifatnya yang mudah dibentuk dan kuat. Light Curing Unit yang sering digunakan untuk mengaktifkan resin komposit adalah sinar QTH (Quartz Tungste Halogen) yang menghasilkan panas dan LED (Light Emitting Diode) yang menghasilkan intensitas sinar yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan tekan resin komposit hybrid yang dihasilkan antara keduasumber sinar Halogen (QTH) dan Light EmittingDiode (LED). Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris, dengan jumlah seluruh sampel 10 buah yang dibagi dalam 2 kelompok sampel yang dicetak pada cetakan akrilik. Masing-masing kelompok sampel disinar menggunakan sinar QTH (Litex 682, Dentamerica, USA) dan sinar LED (LED.P, Woodpecker, China) selama 20 detik. Pengukuran kekuatan tekan menggunakan Universal Testing Machine. Uji statistik yang digunakan adalah independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan data hasil pengujian dengan rata-rata tertinggi pada sampel Halogen sebesar 106,42 MPa dan pada sampel LED sebesar 98,11 MPa, dari data hasil uji statistikmenunjukkan nilai p = 0.411 (p0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan terhadap kekuatan tekan resin komposit hybrid dari 2 kelompok sampel yang disinar menggunakan Halogen dan LED. Kelompok sampel Halogen relatif sedikit lebih kuat dibanding dengan kelompok sampel LED.
Pengaruh Kebiasaan Menyikat Gigi Sebelum Tidur Malam Terhadap Skor Indeks Plak dan pH Saliva Triswari, Dyah; Pertiwi, Agnimas Dian
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6282

Abstract

Latar belakang: Kegiatan menyikat gigi dapat membersihkan sisa makanan dan mengangkat plak gigi. Waktu yangpaling penting bagi seseorang untuk menyikat gigi adalah sebelum tidur malam, sebab aliran saliva menurun selamatidur dan efek protektif saliva menjadi berkurang. Malam hari menjadi waktu paling berisiko untuk terbentuknyaplak gigi, maka diperlukan perlakuan untuk mencegah tingginya akumulasi plak gigi yang dapat menyebabkanmenurunnya pH saliva. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebiasaan menyikatgigi sebelum tidur malam terhadap skor indeks plak dan pH saliva. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitianklinis laboratoris dengan rancangan post-test only control group design pada siswa berusia 15-17 tahun yang sudahmemenuhi kriteria inklusi, subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diinstruksikan untukmelakukan kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam selama 30 hari, sedangkan kelompok yang lain tidakdiinstruksikan melakukan kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam. Setelah 30 hari, dilakukan pengukuranskor indeks plak menggunakan metode O’leary dan pengukuran pH saliva menggunakan pH meter digital MettlerToledo SevenEasy S20 lalu dianilisis hasilnya menggunakan uji statistik independent t-test untuk membandingkanskor indeks plak dan pH saliva antara kelompok yang mempunyai kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam danyang tidak memiliki kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam. Hasil: Terdapat perbedaan skor indeks plak danrerata pH saliva yang bermakna antara kelompok yang mempunyai kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam danyang tidak mempunyai kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis statistik dapatdisimpulkan bahwa terdapat pengaruh kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam terhadap skor indeks plak danpH saliva
Perdarahan Gingiva Sebagai Indikator Penyakit SistemikKasus pada Individu yang Sebelumnya Tak Terdeteksi Menderita Demam Berdarah Dengue Erawati, Satrya Ayu; Tampoma, Selviana; Hendarti, Hening Tuti
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6285

Abstract

Latar belakang: Perdarahan gingiva dapat disebabkan oleh trombopati. Kondisi medikokompromais seperti DBDmerupakan salah satu faktor predisposisinya. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit sistemik yang seringterlambat terdiagnosis dan berisiko kematian, banyak dijumpai pada daerah tropis seperti Indonesia. Insidensi DBDdi Jawa Timur sebesar 29,25/100.000 dengan risiko kematian sebesar 0,88%. Tujuan: Penulisan laporan kasusini bertujuan untuk melaporkan perdarahan gingiva pada pasien yang sebelumnya tidak terdeteksi DBD. Kasus:Seorang laki-laki 26 tahun dirujuk untuk melanjutkan pembersihan karang gigi dengan diagnosis gingivitis akut.Pada awalnya, pasien mengeluhkan perdarahan gingiva selama seminggu terakhir saat menyikat gigi dan bau mulut.Pasien merasakan badan lelah dan lemah sejak 1 bulan yang lalu. Tiga minggu sebelum datang, pasien terdiagnosis fludengan gejala demam dan pusing. Ekstra-oral tampak konjungtiva dan kuku pucat serta petechiae pada lengan kanansaat pemeriksaan tekanan darah. Intra-oral terlihat perdarahan gingiva spontan dan ekimosis pada mukosa labial dangingiva. Penanganan: Pemeriksaan darah dilakukan pada hari yang sama dan diketahui adanya trombositopenia yangparah. Hasil anamnesis mengacu pada dugaan adanya penyakit sistemik. Pasien dirujuk ke spesialis penyakit dalamdan terdiagnosis DBD. Kesimpulan: Temuan klinis perdarahan gingiva dapat digunakan sebagai indikator penyakitsistemik, pada kasus ini adalah DBD tanpa gejala demam. Identifikasi dini lesi mulut terkait penyakit sistemik dapatmembantu penderita untuk memperoleh perawatan lebih awal dan mengurangi angka kematian akibat keterlambatanpenanganan.