cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
The Effect Of Celery (Aipum Graveolens L) Juice In Blood Pressure and Serum Cholesterol Supono, Supono; Orbayinah, Salmah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Celery juice has been developed as an herbal therapy cheaply to decrease blood pressure and cholesterol. The aim of this study is to know the effect of celery juice in blood pressure and serum cholesterolThe research is a cross sectional which are the students live in Sonosewu and it’s around as a subject of research. They are 19-25 years old. A choice of the subject of research is randomly. The subjects of research have health conditioned, don’t have liver, heart, gastrointestinal disease and neuron brain nervous. The research subjects are 14 peoples for blood pressure and 13 peoples for serum cholesterol. The research divided in to 2 phase, the first is a phase which before drink celery juice (control) and the second phase is after (sample). A research subjects have check their blood pressure before and 15-20 minutes after drink placebo or celery juice everyday. The research as long as 20 days, 10 days control (giving placebo) and 10 days sample (giving celery juice), The cholesterol measurements were taken lstday before given placebo, llrddays (after given placebo) and 2Tddays (after given celery juice), then check its total value by use cholesterol KIT reagents with using spectrophotometer methods. Analysis data is done by statistic T-test and also use SPSS 12 W version.The results showed with T-Test statistic that placebo don ’t show exchange significantly on blood pressure and cholesterol (a > 0.05). The giving celery juice will cause decrease significantly on blood pressure and cholesterol (a <0.    05). The results indicate that the giving celery juice will decrease blood pressure and cholesterol.Jus seledri dikembangkan sebagai suatu terapi pengobatan yang murah untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jus seledri terhadap tekanan darah dan kolesterol serum.Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional, dengan subyek penelitian mahasiswa di daerah sonosewu dan sekitarnya, dengan umur 19-25 tahun. Pemilihan subyek penelitian secara acak, dengan kondisi sehat tidak memiliki gangguan fungsi hati, jantung, ginjal, gangguan gastrointestinal dan penyempitan pembuluh darah otak. Jumlah subyek penelitian yang digunakan adalah 14 orang untuk tekanan darah dan 13 orang untuk kadar kolesterol darah. Subyek penelitian dibagi dalam 2 tahap: tahap pertama; sebelum diberikan jus seledri (kontrol) dan tahap kedua; setelah diberikan jus seledri (perlakuan). Masing-masing subyek penelitian diukur tekanan darahya sebelum dan 15-20 menit setelah diberikan plasebo atau jus seledri sehari sekali. Hal ini dilakukan selama 20 hari, yaitu 10 hari kontrol (pemberian plasebo) dan 10 hari sampel (pemberian jus seledri). Pada pengukuran kadar kolesterol, subyek diambil darahnya 1 hari sebelum diberikan plasebo, hari ke-11 (setelah diberikan plasebo) dan hari ke-21 (setelah diberikan jus seledri), kemudian diperiksa kadarnya menggunakan reagen KIT kolesterol dengan metode spektrofotometer. Data dianalisis dengan uji statistik T-Test berpasangan menggunakan SPSS versi 12 W.Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian plasebo tidak memberikan perubahan yang bermakna terhadap tekanan darah dan kolesterol (a > 0,05). Sedangkan pemberian jus seledri menyebabkan penurunan yang bermakna terhadap tekanan darah dan kolesterol (a < 0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa pemberian jus seledri dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
Efek Penggunaan Minyak Kelapa Murni yang Beredar di Pasaran terhadap Nafsu Makan Tikus (Rattus norvegicus Belinda, Febri Akhmad; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (s) (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, obesity being public ’s enemy which makes people try to against it effectively, one of the way is by consuming virgin coconut oil to press on appetite. Whether virgin coconut oil can press on rat ’s appetite, needs to be studied. Objectives of this research is to determine effect of market products of virgin coconut oil related to white rat appetite Design of this research is an experimental research in vivo on animal test which uses 20 rats winstar strain 2 months age, 138-212 gram body weight as subject. Rats divided into 4 groups; 3 groups as treatment and 1 group as control. Treatment group given virgin coconut oil from 3 different products per oral in 30 days in converse dosage of human 50cc/hari x 0,018 x rats bodyweight /200 gr. Then measuring the bodyweight each 5 days and measuring the pigswill everyday in 30 days. Result of this research showed that the bodyweight in totally and specially the feed intake in treatment groups lower than control group. It could concluded that virgin coconut oil can decrease the appetite of white rat (Rattus norvegicus) which can be measured from the bodyweight in totally and specially the feed intake.Akhir-akhir ini obesitas menj adi musuh masyarakat, dimana kemudian masyarakat berlomba- lomba untuk melawannya dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengkonsumsi minyak kelapa murni untuk menekan nafsu makan. Apakah minyak kelapa murni dapat menekan nafsu makan pada tikus putih perlu diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan minyak kelapa murni (VCO) yang beredar di pasaran Desain penelitian adalah eksperimental laboratori in vivo pada hewan uj i, menggunakan 20 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar usia ± 2 bulan dengan berat antara 138-212 gram. Dibagi menjadi 4 kelompok dengan 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diasup minyak kelapa murni dengan 3 merek berbeda per oral setiap hari selama 30 hari dengan dosis konversi dari manusia 50cc/hari x 0,018 x berat badan tikus/ 200 gr. kemudian ditimbang berat badannya tiap 5 hari sekali dan ditimbang sisa pakannya setiap hari. Setelah 30 hari kemudian dianalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberi perlakuan dengan minyak kelapa murni mempunyai intake pakan dan berat badan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa minyak kelapa murni dapat menurunkan nafsu makan tikus putih (Rattus norvegicus) diukur dari intake pakan dan berat badan secara menyeluruh.
Analisis Faktor Minat Lansia Datang ke Posyandu Retnaningsih, Dwi; Tamrin, Tamrin; Restuning, Dyah; Fitrianingsih, Fitrianingsih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16 No 2: July 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu lansia merupakan program pemerintah untuk melayani kesehatan lansia, namun demikian tidak semua lansia memanfaatkan pelayanan ini. Kurangnya minat lansia datang ke Posyandu menyebabkan pelayanan kesehatan lansia kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan minat lansia datang ke Posyandu Lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelatif, dengan desain cross sectional. Sampel adalah seluruh lansia yang ada di RW 3 Kelurahan Cangkiran Kecamatan Mijen Semarang yang berjumlah 43 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Rank Spearman (± = 0,05). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang 14 (33,33%) lansia menempuh jarak jauh 21 (49,9%) dan kurang mendapat dukungan keluarga 14 (33,32%). Berdasarkan analisis bivariat dari tiga variabel yaitu pengetahuan (p-value = 0,049), jarak ( p-value = 0,046) dan dukungan keluarga (p-value = 0,047) terdapat hubungan antara pengetahuan, jarak tempat tinggal dan dukungan keluarga terhadap minat lansia.Posyandu elderly is a government program to serve the health of the elderly. However not all elderly people take advantage of this service. Lack of interest in the elderly the elderly come to Posyandu  cause less than optimal elderly health care. This research aimed to knowing factors associated with elderly interests come to Posyandu elderly. The method research is correlative, with cross sectional design. The population of research was all elderly in RW 3 village Cangkiran Mijen district of semarang amounted to 43 respondents. Data were collected using a questionnaire and analysi using spearman rank test (± = 0,05). The majority of respondents lack knowledge 14 (33,33%) elderly over long distances 21 (49,9%) elderly family support lack 14 (33,32%). Based on nivariate analysis of thee variables : knowledge (p-value= 0,049), distance (p-value= 0,046), and family support (p-value= 0,047). There was associated between knowledge, the distance of residence, and family support against the interests of the elderly.
Gambaran Rekam Medik Gigi sebagai Posisi Sentral bagi Dokter Gigi di Yogyakarta Dewanto, Iwan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dan kendala utama dari pelaksanaan rekam medis pada pelayanan kesehatan adalah dokter dan dokter gigi tidak menyadari sepenuhnya manfaat dan kegunaan rekam medis pada sarana pelayanan kesehatan. Akibatnya, rekam medis seringkali dibuat tidak lengkap, tidak jelas dan tidak tepat waktu. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan bentuk survey. Cara pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan limitasi sampel yaitu dokter gigi praktek swasta mandiri di wilayah Kota Yogyakarta, dengan masa pengalaman buka praktek dokter gigi 0 sampai dengan 10 tahun. Cara penelitan sampel menggunakan teknik observasional dengan instrumen checklist yang diisi oleh surveyor. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Subyek penelitian adalah 40 dokter gigi praktek sore di kota Yogyakarta. Seorang dokter gigi tidak menggunakan rekam medik pada saat praktek swasta mandiri. Terdapat 12 dokter gigi (30%) yang menggunakan media buku sebagai rekam medik dan 19 dokter gigi (47,5%) yang menggunakan rekam medis sederhana, yaitu hanya berisi data pasien dan terapi. Standar rekam medis nasional yang mengharuskan menulis odontogram (gambar skema gigi dengan penomoran khusus sesuai FDI World Dental Federation) hanya dilakukan oleh 2 dokter gigi (5%). Hasil penelitian ini menunjukkan masih banyak rekam medis dokter gigi yang harus diperbaiki sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini menggambarkan rentannya profesi kedokteran gigi di bidang regulasi hukum di Indonesia.The main problem and obstacle of the implementation of medical/ dental record in the health care services is that medical doctors and dentists do not have sufficient understanding about the importance and functions of medical/ dental records in health care facilities. Consequently, health care providers often write incomplete, unclear and untimely medical/ dental records. This research was a cross sectional study done in a survey. The sampling method used was a random sampling with sample limitation i.e. independent private-practicing dentists in Yogyakarta with practice length of 0-10 years. Research instrument used in this research was a checklist completed by a surveyor. Data collected was analyzed descriptively. Research subjects were 40 independent private-practicing dentists in Yogyakarta. One dentist did not use dental record in his private practice. There were 12 dentists (30%) who used books as media for dental record and 19 dentists (47.5%) us/ed simple dental record consisting of patient data and treatment. National standard of medical record, which obliges writing odontogram (teeth diagram with special numbering in accordance to FDI World Dental Federation) was only done by 2 dentists (5%). The findings revealed that the writing of dental record needed to be improved in accordance with the prevailing standard. This shows the vulnerability of dental profession in the field of law regulation in Indonesia.
Gambaran Kesiapsiagaan Perawat Puskesmas dalam Manajemen Bencana di Puskesmas Kasihan I Bantul Yogyakarta huriah, titih; Farida, Lisnawati Nur
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study offers exploration about nurses ’ role on disaster preparedness in sub district level andprovides implementation strategiesfor health care professionals to adopt in preparation for and in response to disaster. A Qualitative-study with phenomenological approach was chosen to guide this study. In-depth interview and observation was used in data collection. The in-depth interview narrative was transcribed verbatim and thematically analyzed. Nurses ’ preparedness in sub district level in Puskesmas Kasihan I Bantul remains low. In this study, most of the participants were not implement their role in disaster preparedness, since there was no institutional preparation facing disastrous event. Although all of the participants have been prepared with emergency training, there were no family preparedness that can greatly inhibit the ability and willingness of participant to be available in emergency response. Puskesmas in the basic level area of disaster risk reduction effort should be prepared with the disaster plan and supported with nurses ’preparedness in disaster management.Penelitian ini memberikan gambaran tentang peran perawat pada kesiapsiagaan bencana di tingkat kecamatan dan memberikan informasi terkait strategi implementasi yang dapat dilakukan tenaga kesehatan baik dalam persiapan maupun merespon bencana. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan perawat di tingkat kecamatan khususnya di Puskesmas Kasihan I Bantul masih rendah. Dalam penelitian ini, sebagian besar peran tidak dijalankan sebagaimana mestinya, dikarenakan belum adanya persiapan dari pihak institusi dalam persiapan bencana. Meskipun seluruh partisipan telah dibekali pelatihan penanganan kegawatdaruratan, tidak adanya perencanaan bencana dalam keluarga akan menjadi faktor penghambat kesiapan perawat dalam merespon bencana. Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pada tingkat dasar dalam upaya pengurangan resiko bencana harus disiapkan dengan disaster plan yang didukung dengan peran serta perawat dalam manajemen bencana.
Uji Toksisitas Kurkumin pada Kultur Sel Luteal Noor, Zulkhah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/1907

Abstract

Cur cumin, an active substance of turmerics (Curcuma domestica Val.; Cur-cuma xanthorhiza Robx.), is found to be an anti-fertility substance. The re¬search was aimed to examine the toxicity of curcumin to ovarian cell, espe¬cially luteal cell and to investigate the threshold of curcumin toxicity to luteal¬cell culture.The sample used were luteal cell cultures of 3-day-old corpus luteum of immature Sprague-Dawley rats which received ovulation induction of 8 iu PMSG. Luteal cell cultures were divided into 7 groups (n-10), each of which was given curcumin (mg/ml) 0 (vehicle); 0.075; 0.15; 0.3; 0.6; 1.2; 2.4, and incubated for 24 hours. Toxicity effect of curcumin was counted by hemocy- tometer with trypan blue. The difference of alive-cell number of each group was tested statistically with student t-test and Cythopatic Effect (CPE.J is counted with Reed & Muench formulation.Student t-test of mean data of alive cell showed significant difference (p<0.05) between the control group and groups which were given curcumin the same or greater than 0.15 mg/ml. Cythopatic Effect (CPE30) of curcumin to cell luteal culture is 0.55 mg/ml.Kurkumin zat aktif yang terdapat dalam rimpang kunyit (curcuma domestica Val), temulawak (Curcuma xanthorriza Robx) dan beberapa marga curcuma, ditemukan memiliki efek anti fertilitas. Penelitian ini dilakukan untuk uji toksisitas kurkumin pada sel ovarium untuk mengetahui ambang batas kurkumin yang menyebabkan kematian sel (toksis).Sampel penelitian adalah kultur sel luteal dari korpus luteum umur tiga hari dari tikus Sprague Dawley prepubertal yang mendapat induksi ovulasi dengan 8 iu PMSG. Kultur sel luteal dikelompokkam menjadi 7 kelompok (n=10), masing-masing kelompok mendapat kurkumin kadar bertingkat(mg/ml) 0; 0,075,0,15; 0,3; 0,6; 1,2; dan 2,4; kemudian diinkubasi selama 24 jam . Efek toksis kurkumin (kematian sel) dihitung menggunakan hemositometer dengan zat warna tripan blue. Perbedaan jumlah sel hidup tiap kelompok di uji dengan student t-test. Sedangkan Cythopatic Effect (CPE50) dihitung dengan rumus Reed & Muench.Student t-test rerata data sel luteal hidup menunjukkan perbedaan bermakna p<0,05) antara kelompok kontrol dengan kelompok yang mendapat kurkumin mulai konsentrasi 0,15 mg/ml. Perhitungan Cythopatic Effect (CPE50) kadar kurkumin sintesis mumi dalam metanol yang menyebabkan kematian sel luteal umur tiga hari sebanyak 50% adalah 0,55 mg/ml.
Tinjauan Keluarga tentang Tempat Terakhir Perawatan pada Pasien di Saat Terakhir Kehidupan Puspitosari, Warih Andan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lebih dari seabad yang lalu, perawatan di rumah dan rumah sakit meningkat menjadi tempat kematian, walaupun demikian belum ada penelitian secara nasional yang mengamati kecukupan atau kualitas perawatan pasien stadium terminal di institusi kesehatan dibandingkan dengan perawatan di rumah.
SF-36 sebagai Instrumen Penilai Kualitas Hidup Penderita Tuberkulosis (TB) Paru Tinartayu, Seshy; Riyanto, Bambang Udji Djoko
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/10.18196/

Abstract

Short Form-36 (SF-36) merupakan instrumen baku untuk menilai kualitas hidup kasus penyakit kronis. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronis yang masih menjadi masalah kesehatan dunia karena merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas dengan kematian berkisar 1 juta jiwa setiap tahunnya dan Indonesia ranking kelima negara dengan beban TB tertinggi di dunia (WHO, 2009). Penggunaan SF-36 pada kasus tuberkulosis belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  kesesuaian SF-36 sebagai penilai kualitas hidup penderita tuberkulosis (TB) paru. Metode penelitian deskriptif analitik. Data diperoleh dari hasil wawancara langsung pada penderita TB paru. Hasil penelitian menunjukkan 54 orang penderita TB paru terbanyak laki-laki (53,7%), kelompok umur terbanyak usia produktif 16-29 tahun (46,3%). Mayoritas pendidikan menengah kebawah, 72,2% tidak bekerja, dan status gizi mayoritas kurang. Rerata nilai total kualitas hidup pada awal dan setelah terapi fase intensif mengalami peningkatan (43,58 menjadi 76,76). Hasil perhitungan statistik diperoleh nilai p disemua dimensi SF-36 adalah 0,001 sehingga p < 0,05, artinya terdapat perbedaan kualitas hidup pasien TB paru pada awal dengan akhir terapi OAT fase intensif. Kesimpulan penelitian adalah SF-36 dapat digunakan sebagai instrumen penilai kualitas hidup pasien tuberkulosis (TB) paru.Short Form-36 (SF-36) is a standard instrument for assessing quality of life of chronic disease cases. Tuberculosis (TB) is a chronic disease and Indonesia has fifth rank with the highest TB burden in the world (WHO, 2009). Use of SF-36 in the case of tuberculosis has not been done. The purpose of this study was to determine the suitability of the SF-36 quality of life as assessor for tuberculosis. Descriptive analytic method. Data obtained from interviews directly in pulmonary tuberculosis patients. The results showed 54 patients most of them are men (53.7%), the largest age group of productive age of 16-29 years and having middle education, did not work, the nutritional status of the majority less. The mean value of the total quality of life at baseline and after the intensive phase of treatment has increased. Statistical calculation results obtained by value p in all dimensions of the SF-36 is 0,001, there is a difference in the quality of life of patients with pulmonary tuberculosis at the beginning of the end of the intensive phase of treatment. Conclusion of the study is the SF-36 can be used as an instrument appraiser quality of life of patients of tuberculosis.
Ekspresi Cyclooxygenase-2 dan angiogenesis pada kanker colorectal: Penelitian di Wuhan University, China Tasminatun, Sri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cyclooxygenase-2 (COX-2) penting pada berbagai fungsi seluler antara lain pertumbuhan dan deferensiasi sel, invasi sel kanker, angiogenesis dan fungsi imun. Angiogenesis sangat berperan pada perkembangan sel-sel kanker. Hubungan antara COX-2 sebagai faktor angiogenik pada kanker colorectal belum diketahui dengan jelas.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ekspresi COX-2 dalam kanker colorectal dengan vascular endothelial growth factor (VEGF) dan microvascular density (MVD).Metode :Ekspresi cyclooxygenase-2 ,VEGF dan MDV dianalisa dengan tehnikimunohistokimia pada 128 kasus kanker colorectal. Selanjutnya dilakukan analisis hubungan antara ekspresi COX-2 , ekspresi VEGF dan MVD.
Efikasi Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) terhadap Kadar Alkaline Phosphatase Orbayinah, Salmah; Kartyanto, Adhita
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i2 (s).1630

Abstract

Role of Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) leaves as hepatoprotector and antioxidant was identified on CCl4 - induced white rats. Unrandomized control trial method was used in this study. Ten male Wistar white rats with 200 - 250 gr of body weight were divided into two groups. Group I as a control group was treated with standard food and 1 ml aquadest orally for 12 days. Group II as a treatment group was given standar food and daily single dose pre treatment of Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) leaves juice 289,8 mg/200 gr of body weight for 12 days. Carbon tetrachloride (1 ml/kg body weight, i.p.) injected into rats in the day 13th to induce liver cells damage. ALP test used ALP KIT reagent had been done twice, 1st day and 14th day. The result shows mean of ALP level before and after treatment in control group were 95,94+1,52 and 110,15+1,07; in treatment group were 92,65+3,05 and 92,91+0,68. Paired T-test shown significant difference before and after treatment (p 0,05). Independent T test shown a significant difference ALP increasing between two group, while ALP serum level in treatment group lower than control group. This study proved that Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) leafs juice 289,8 ml /200gr body weight each day could decrease hepatotoxicity effect of carbon tetrachloride by maintain normal level of ALP in white rats Wistar strain.Manfaat daun Anredera cordifolia (Ten.) Stenis sebagai hepatoprotektor dan antioksidan diteliti pada tikus putih induksi CCl4. Unrandomized control trial digunakan pada penelitian ini. Sepuluh tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus) jantan dengan berat badan 200-250 g dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok kontrol diberi perlakuan dengan diberi pakan standar dan 1 ml aquadest setiap hari selama 12 hari. Kelompok perlakuan diberi pakan standar ditambah jus daun binahong dosis tunggal sebesar 329,21 mg diberikan lewat oral setiap hari selama 12 hari. Karbon tetraklorida (1 ml/kg berat badan, i.p.) disuntikkan ke tikus pada hari ke 13 untuk menginduksi kerusakan sel hepar. ALP test dilakukan dua kali, pada hari pertama dan hari ke-14. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar ALP serum pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah perlakuan adalah 95,94+1,52 IU/l dan 110,15+1,07 IU/l; pada kelompok perlakuan adalah 92,65+3,05 IU/l dan 92,91+0,68 IU/l. Paired T-test menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan (p 0,05). Independent T-test menunjukkan perbedaan signifikan (p 0,05) peningkatan ALP sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok dimana kadar ALP pada kelompok perlakuan lebih rendah daripada kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa pemberian jus daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) 329,21 mg setiap hari dapat meningkatkan efek hepatoprotektif dengan menjaga kadar normal ALP pada tikus putih galur Wistar

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1: January 2021 Vol 21, No 1 (2021): January Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue