cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WARTA
ISSN : -     EISSN : 25495631     DOI : -
Core Subject : Education,
Warta LPM merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat yang meliputi bidang ilmu-ilmu sosial, sains dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 447 Documents
Media Pembelajaran Interaktif Lectora Inspire sebagai Inovasi Pembelajaran Norma Dewi Shalikhah
WARTA LPM WARTA LPM Vol. 20, No. 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v19i3.2842

Abstract

AbstractThe utilization of information and communication technology in education sector is a tremendous output. Support of ICT is hoped to become an innovation in learning with many involving information technology components inside. Therefore, in globalization era, education sector can not pass from its extent, with involves the inherent technology can produce a system of education. This paper discusses the interactive learning media that involve education technology using lectora inspire application. Lectora inspire is designed specifically for the beginner with purpose user friendly to use to make learning media, and can make the material test or evaluation. The development of interactive learning media with lectora inspire is conducted with how to provide training to the teachers in the elementary school. The methods are done with phases, includes gathering information, planning tools, implementing, presenting and reflecting. The object of this training is MIM Jagalan and MIM Jumoyo Greeting sub Magelang regency.Keywords: Media Interactive Learning, Lectora Inspire, Learning Innovation
DIGITALISASI AKSARA JAWA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN BAHASA JAWA SMP KABUPATEN KLATEN Eric Kunto Aribowo
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5620

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan agar guru-guru mata pelajaran Bahasa Jawa memiliki kecakapan dalam (1) melakukan pemasangan fon Hanacaraka di perangkat komputer; (2) mengetik aksara Jawa dengan terampil; (3) serta memproduksi materi-materi pembelajaran aksara Jawa yang personal, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak didiknya masing-masing dalam bentuk flashcard, meme, comic strip, dan running text. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah anggota dan pengurus MGMP Bahasa Jawa SMP yang terdiri dari 42 peserta yang berasal dari 32 sekolah se-Kabupaten Klaten. Kegiatan ini didahului dengan melakukan analisis kebutuhan melalui wawancara dan survei terhadap guru-guru bahasa Jawa. Focus group discussion melibatkan MGMP Bahasa Jawa untuk menentukan prioritas kendala-kendala yang jamak dihadapi para guru, yang akan dicari solusinya. Implementasi kegiatan dilakukan dengan cara demonstrasi, mempraktikkan pemasangan fon Hanacaraka, pengetikan aksara Jawa, dan pembuatan media-media pembelajaran menggunakan perangkat komputer. Bentuk aktivitas dirancang dengan menggunakan strategi pelatihan untuk menjamin keterampilan peserta dalam penulisan dan produksi media pembelajaran dengan aksara Jawa di perangkat komputer dapat dikuasai dengan baik. Hasil review dan evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan materi yang diajarkan tergolong mudah untuk dipraktikkan. Meningkatnya keterampilan guru dalam hal digitalisasi aksara Jawa dibuktikan dengan kemampuan dalam pembuatan media pembelajaran aksara Jawa menggunakan perangkat komputer. Pada dasarnya sebagian besar peserta sepakat bahwa materi yang diberikan memiliki potensi yang besar untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.
Pembangunan Rumah Simpan dan Bilas Pestisida Di Desa Demangan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo Sebagai Upaya Menuju Desa Safety Farming Eka Rosanti; Ratih Andhika Akbar Rahma; Mahmudah Hamawi
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 4, Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i4.15534

Abstract

Petani Desa Demangan, Siman, Ponorogo melakukan kegiatan pertanian padi, kedelai, jagung dan hortikultura menggunakan pestisida anorganik dengan penatalaksanaan yang tidak aman dan sehat sehingga mengakibatkan kontaminasi pestisida dalam darah petani. Oleh karena itu dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan tentang penatalaksanaan pestisida yang aman dan sehat yang berhasil meningkatkan pengetahuan petani, namun belum pada tataran praktek. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menyediakan fasilitas berupa pembangunan rumah simpan dan bilas pestisida dalam rangka menuju desa safety farming di Desa Demangan. Kegiatan ini menggunakan metode FGD, pendampingan dan evaluasi dengan hasil tingginya antusias mitra (Gapoktan Demang Jaya dan Pos UKK Demang Jaya Sehat) dengan kesediaan dana swadaya. Selain itu, pembangunan rumah simpan dan bilas pestisida pada 3 titik berada di lahan bengkok desa. Rumah simpan dan bilas pestisida dilengkapi dengan pesticide box, APD, kotak P3K, APAR, poster dan leaflet. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perlu mengadakan APD berupa sepatu boot karet yang ringan. Perlu adanya upaya monitoring secara kolaboratif oleh Pos UKK Demang Jaya Sehat, Gapoktan Demang Jaya, Tim Pengabdian dan Puskesmas Siman Kabupaten Ponorogo demi keberlanjutan Desa Safety Farming di Desa Demangan, Siman, Ponorogo.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Melalui Model dan Media Pembelajaran bagi Generasi Z Ratri Kusumaningtyas; Ina Mar’atus Sholehah; Nika Kholifah
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 23, No. 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v23i1.9106

Abstract

Generasi Z merupakan generasi yang memiliki karakter berbeda dari generasi sebelumnya, yaitu multitasking, artinya mereka dapat melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Sehingga perlu adanya peningkatan kemampuan dan keterampilan  guru atau tenaga pendidik dalam proses pembelajaran agar dapat sesuai dengan karakteristik siswa generasi Z. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyiapkan model dan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa generasi Z, yaitu generasi yang lahir di tahun 1995-2000. Kegiatan diikuti oleh perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) bidang Pendidikan, khususnya Pendidik jenjang SD/MI hingga SMA/SMK di PCM Gatak. Kegiatan dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi pertama berisi penjelasan materi dan sesi kedua berisi tentang diskusi dan berbagi pengalaman. Target luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi para pendidik di PCM Gatak dalam penggunaan model dan media pembelajaran. Setelah dilakukan kegiatan, para guru memperoleh wawasan dan pemahaman guru tentang berbagai model pembelajaran, seperti: inquiry based learning, problem based learning, experiential based learning, task based learning, theme based learning, cooperative learning, project based learning dan flipped classroom model. Model pembelajaran seperti inilah yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam mendidik atau mengajar generasi Z. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Selain itu perlu adanya pengabdian lanjutan berfokus pada simulasi model pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang efektif dan efisien
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN TEPUNG SAYURAN DI DESA SINDON KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI Muhtadi Muhtadi; Rusdin Rauf; Kun Harismah; Saifuddin Saifuddin
WARTA LPM WARTA Volume 19, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v19i1.1987

Abstract

In the Pemitra community service activities for Product Development Processed Vegetables in Desa Sindon, Ngemplak Boyolali, has been done by training, and assistance to the women of PKK, Aisyah and “Mawar” farmers group in Desa Sindon to improve the understanding, skills and marketing development products processed from starchy vegetables. In this Pemitra had conducted training activities to product of starchy vegetables, then trained the skill of making a wet noodle, instant noodles, crackers and biscuits from flour processed vegetables. The results that have been obtained from this Pemitra activities all women partners group have been able to get the skills to cultivate vegetable flour into wet noodles, instant noodles, crackers and biscuits. However, constraints and problems still faced was to start a business production and developing marketing of products processed starchy vegetables group of women who fostered still very low, so the follow-up to the next community services activities will be focused on to accompany the women group of PKK, Aisyah and farmers “Mawar” in terms of development, production, packaging, licensing P-IRT and marketing of products from starchy vegetables.
Pendidikan Sepuluh Keterampilan Sosial untuk Anak-Anak di Desa Seririt Buleleng Bali Gede Suwardika; Dian Rahmani Putri; I Ketut Putu Suniantara; Kadek Masakazu
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i1.10531

Abstract

Peran masyarakat sangat penting dalam pendidikan karakter anak-anak, setelah peran orang tua dan keluarga dekat. Dalam konteks Bali, masyarakat memiliki lembaga yang disebut banjar di mana warga dapat berkumpul untuk melaksanakan kegiatan sosial apa saja. Mulai dari pertemuan rutin untuk membahas tentang kondisi lingkungan aktual, upacara keagamaan, kesehatan masyarakat, sarana dan prasana umum sampai dengan kegiatan pendidikan untuk anakanak. Salah satu contoh lokasi, di wilayah Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, di mana banyak terdapat bale banjar yang digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan juga Taman Kanak-Kanak (TK), serta tempat bermain bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD). Pendidikan Sepuluh Keterampilan Sosial (PSKS) yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat, membantu anak-anak dalam menemukan dan memperbaiki kekurangan dari setiap kepribadian melalui berbagai teknik dan juga berbagai materi dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), yang mencakup pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran dan teknik pembelajaran, serta pelaksanaan sharing dan pembagian modul untuk orang tua dan guru-guru. Tim pengabdian masyarakat mengajak bersama-sama melaksanakan PSKS. Pelaksanaan kegiatan tim pengabdian masyarakat dibantu oleh mahasiswa Bidikmisi Universitas Terbuka Denpasar. Kegiatan ini telah dilaksanakan di masing-masing banjar selama 8 bulan. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah adanya perubahan sikap anak-anak setelah melaksanakan kegiatan yaitu menjadi lebih sopan-santun, lebih percaya diri untuk aktif bertanya dan menjawab, lebih fokus, serta bersemangat dalam melaksanakan proses belajar.
Iptek Bagi Masyarakat Optimalisasi Kompetensi & Kinerja Guru BK Berbasis ICT Di SMP Magelang Hijrah Eko Putro; Farida Farida Farida
WARTA LPM WARTA Volume 19, Nomor 2 September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v19i2.2880

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan kualitas dan kinerja di lingkungan sekolah; (2) Meningkatkan kreativitas dan keterampilan guru dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa ; (3) Menambah inovasi dalam mengelola penggunaan dan publikasi materi ajar.Pengabdian ini dilaksanakan di Laboratorium Internet Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Magelang, pada 9 September 2016. Peserta pelatihan adalah guru BK SMP di Magelang. Dalam rangka mencapai tujuan yang telah disebutkan sebelumnya, maka ditempuh langkah-langkah sebagai berikut: (1) Menghubungi Kepala Sekolah dan Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling untuk mengetahui sejauh mana guru memanfaatkan ICT dalam melakanakan memberikan layanan bimbingan konseling kepada siswa dan mencari data perlu atau tidaknya diadakan pelatihan peningkatan kinerja guru BK berbasis ICT; (2) Menyelenggarakan program pengenalan dan pelatihan, yang meliputi tahap pengenalan, tahap pelatihan, dan tahap evaluasi hasil; (3) Tahap pengenalan dan pelatihan dilakukan secara kelompok.Berdasarkan hasil pengabdian dapat disimpulkan: (1) Kegiatan ini dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan ICT. (2) Kegiatan ini mampu meningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang lebih inovatif dan bervariatif. (3) Kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat dalam peningkatan kinerja secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi berbasis ICT.
PENGELOLAAN SUMBER MATA AIR DI DESA KEDUNGOLENG KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES Nely Zulfa
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 22, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v22i2.8717

Abstract

Mountain springs as artesian springs and in a condition of continuity provided they are assisted by normal rainfall and an environment that remains green. In any season the mountain water source will continue to provide adequate water supply for the community. Kedungoleng Village is a village located in the hills in the District of Paguyangan, Brebes Regency. The hilly topography of the village of Kedungoleng and far from the springs is the weakness of the village to get clean water. Kedungoleng residents rely on rainwater, dug wells and public baths to fulfil their daily needs. Clean water in Kedungoleng Village comes from a spring in the hills, which is then accommodated in a public bath. This public bath is the only source of water that is easily available. It's just that all residents use so that sometimes residents fight over and are ineffective. The long-distance also requires considerable time and energy to bring clean water to the house. Some residents have dug wells, but the water is yellow and smelly and not suitable for drinking water consumption. The purpose of community service is to meet the needs of clean water for the community adequately and sustainably both in terms of quantity, quality and continuity to improve health and quality of life for the people in Kedung Oleng Village. This method of implementing community service activities designed water sanitation improvements in the form of making water tanks. Building water reservoirs are expected to be able to meet the needs of clean water at any time.
PENGEMBANGAN INKUBATOR KEWIRAUSAHAAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Suranto Suranto; Muhtadi Muhtadi; Kuswaji Dwi Priyono; Totok Budi Santosa
WARTA LPM WARTA Volume 19, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v19i1.1959

Abstract

Business Entrepreneurial Incubator Program (Inwabi) programmed for entrepreneurship aims to implement the role of science and technology for entrepreneurship for students at the University of Muhammadiyah Surakarta (UMS). Activities include: recognition, empowerment, improvement of hard and soft skills of students, mental construct of student  entrepreneurship (entrepreneur soft skills), so that students are able to be creators of jobs (job creators) not only job seekers (job seekers). The target of the program Inwabi provide assistance to the 20 students in the field of new entrepreneurial small businesses and make at least 50% managed to independently manage their own businesses. Methods of community service Papiku in Inwabi include learning, training and empowerment using the concept of Project Based Learning (PBL), which contains models of mentoring, empowerment: doing, empowering, facilitating and evaluating. Besides PBL also uses Participatory Rural Appraisal (PRA) of potential exploration-based talent to produce and acquire prospective new entrepreneurs accordance talent / potential of each. Implementation conducted on students who are ready to become tenants, including students PKMK, students starting a new business that already have a business. Inwabi Papiku activities include direct entrepreneurial training and learning (doing), empowered (empowering), facilitated by (facilitating), and evaluated the problem constraints (evaluating) for three months. Implementation of assistance Papiku Inwabi carried out cooperation and synergy with the institutions Socialpreneur who have competence in their fields, namely (a) the Vocational School, supports hardware-based technology, training, learning and training, (b) Talents Center, to support the implementation of potential exploration entrepreneur based talent / potential, (c) Kemal Abda, an online shop is a community in the field of internet marketing. Tenant business group in Inwabi activities covering the fields of internet marketing online shop (11), the culinary field (3), in batik and fashion (2), the culinary field (4), the implementation is divided into seven stages. During the three months generated at least 50% independent of the number of 20 tenants, 10 students (tenant) became new entrepreneurs are well established, the rest is still to understand the  importance of entrepreneurship and self-employment as a mental construct a selection of work for him to be more independent.
UPAYA PEMBERANTASAN NYAMUK AEDES AEGYPTI DENGAN PENGASAPAN (FOGGING) DALAM RANGKA MENCEGAH PENINGKATAN KASUS DEMAM BERDARAH Yuli Kusumawati; Dwi Linna Suswardany; Saudin Yuniarno; S. Darnoto
WARTA LPM WARTA Volume 10, Nomor 1, Maret 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v10i1.3222

Abstract

Dengue Haemoragic Fever is one of infectious diseases which cancause death. The spreading of this disease is caused by Aedes aegypti bitingthat carries Dengue Virus in its body. The importance of the mosquitoelimination by fogging is to kill adult mosquitoes which contain  DengueVirus and are ready to infect ather people. So that the spreading cahincan be severed.The elimination of Aedes aegypti done in Hajjah NuriahShabran School of Koranic studies showed satisfying result. Afterevaluating this location, it could be seen that there was no Aedes aegypti,at least its density was decreased. It also could be noticed that the commonenvironment cleanliness was increasing, there was no more Aedes aegyptibreeding places and the larvae did not exist any longer. Finally, there isunderstanding and awareness increasing of the school of Kuranic Studiesmembers in taking care of environment cleanliness properly to eliminatemosquito and the Aedes aegypti breeding places.