cover
Contact Name
Nur Rahmawati Syamsiyah
Contact Email
nur_rahmawati@ums.ac.id
Phone
+628562830285
Journal Mail Official
jurnalsinektika@ums.ac.id
Editorial Address
Architecture Department, Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : 10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 331 Documents
Eksistensi Bangunan Bersejarah di Era Kontemporer Studi Kasus: Landmarking Bioskop Permata Yogyakarta Fauzi Mizan Prabowo Aji
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.246 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.17994

Abstract

Sebagai kota berbudaya, Yogyakarta memiliki aneka ragam warisan budaya baik dalam wujud fisik maupun non fisik. Eksistensi kebudayaan secara fisik salah satunya tertuang melalui ragam hias arsitektur bangunan yang mencitrakan wajah kota Yogyakarta dari dulu hingga kini. Beberapa bangunan bersejarah secara otomatis berperan penting untuk membentuk citra tersebut, diantaranya ialah Bioskop Permata. Eksistensi Bioskop Permata sejak tahun 2010 mulai tenggelam seiring tidak adanya lagi aktivitas ekonomi dan tata kelola yang menghidupi. Dampak yang kemudian muncul adalah degradasi kualitas visual di kota Yogyakarta bersamaan dengan meredupnya bangunan-bangunan bersejarah yang seharusnya dapat berperan sebagai sebuah penanda (landmark). Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejarah, fakta dan urgensi eksistensi bangunan bersejarah serta bentuk adaptasi yang ideal di era kontemporer sebagai hasilnya. Melalui proses pengumpulan data, fakta dan dokumentasi sejarah yang lengkap, diharapkan tulisan ini dapat menjadi referensi pada proses pelestarian budaya kita khususnya di bidang arsitektur.
Pengaruh Desain Secondary Skin terhadap Pencahayaan Alami dengan Penerapan Motif Islami David Ricardo
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.991 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.17055

Abstract

Pencahayaan alami mempunyai dampak terhadap kenyamanan dari pengguna bangunan terutama pencahayaan alami yang berlebihan. Penelitian ini merupakan salah satu cara untuk mengidentifikasi pencahayaan alami yang terjadi seperti besaran Lux yang dapat dihasilkan. Tujuan utama penelitian adalah mengkaji dan menguji secondary skin sebagai pemecahan permasalahan terhadap panas matahari yang masuk ke dalam bangunan. Fungsi secondary skin selain sebagai penghalang sinar matahari juga dapat digunakan sebagai identitas lokal dan elemen estetika pada fasad bangunan. Berbagai bentuk dan bahan akan menghasilkan ragamnya analisa penelitian tentang secondary skin. Pola motif Islam adalah bentuk secondary skin yang dipilih untuk memperkuat karakter pada bangunan tempat ibadah umat muslim seperti sebuah bangunan Masjid. Pengujian yang dilakukan adalah dengan menggunakan simulasi digital dengan objek adalah Masjid Quwwatul Islam di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dimulai dengan analisa berupa simulasi pencahayaan alami terhadap existing (tanpa secondary skin) untuk mendapatkan data awal yang dilanjutkan dengan melakukan pengujian menggunakan 3 (tiga) alternatif secondary skin. Hasil akhir dari penelitian ini adalah mendapatkan 1 (satu) alternatif dengan lux yang mendekati standar Lux untuk ruang ibadah.
Pengaruh Efisiensi Energi dan Air pada Bangunan dalam Penerapan Eco-Green Rabudin Rizki
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.075 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.17059

Abstract

Dalam arsitektur hijau ada beberapa aspek yang dapat diterapkan pada bangunan dan salah satunya dalam konsep eco-green. Eco-green adalah sebuah konsep yang berfokus pada efisiensi dalam aspek bangunan, lingkungan serta kenyamanan pengguna. Efisiensi energi dan air dapat dilakukan dengan cara melakukan penghematan, pengolahan, dan pelestarian. Dalam merancang bangunan seringkali kurangnya pemanfaatan sumber daya energi maupun air sehingga lebih banyak menggunakan energi listrik pada bangunan dalam kesehariannya. Pentingnya efisiensi energi dan air dikarenakan terjadinya pemanasan global, kekeringan, dan pemborosan yang terjadi pada bangunan seperti penggunaan cahaya buatan pada siang hari, pemborosan air bersih sehingga perlunya menerapkan efisiensi energi dan air pada bangunan yang merupakan Langkah yang tepat dalam mengatasi fenomena tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan pemanfaatan cahaya dan angin alami sebagai pencahayaan dan penghawaan pada bangunan, pengolahan air limbah maupun air hujan. Efisiensi energi dan air akan memberikan pengaruh pada bangunan maupun penggunanya dalam aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan sekitarnya.
Karakteristik Taman Anak Cerdas Kota Surakarta sebagai Penunjang Kota Layak Anak (KLA) Aditya Mulya Pratama; Nur Rahmawati Syamsiyah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.352 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.18408

Abstract

Konferensi Habitat II atau City Summit yang diadakan di Turki tahun 1996, menghasilkan gagasan tentang Kota Layak Anak (KLA). Tahun 2005 Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak mengenalkan KLA dan menunjuk Kota Surakarta menjadi salah satu pilot project pengembangan KLA. Penerapan konsep KLA yang telah dilakukan Pemerintah Kota Surakarta adalah Taman Anak Cerdas atau TAC. Saat ini Kota Surakarta memiliki 13 TAC yang tersebar di 5 Kecamatan. Peraturan tentang TAC terdapat dalam Peraturan Walikota Surakarta No.6 Tahun 2008. TAC bertujuan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapat kesempatan belajar IT, mengembangkan bakat dan mendapat tempat bermain. Dari 13 TAC tentunya memiliki perbedaan aktivitas yang dapat dilakukan di TAC tersebut. Karena itu timbul pertanyaan tentang apakah fasilitas dan aktivitas di 13 TAC memiliki karakteristik tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil apakah fasilitas dan kegiatan pada 13 TAC memiliki ciri khas atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana pencarian data dengan observasi secara langsung serta melakukan dokumentasi dan wawancara terbuka kepada pengelola dan pengunjung. Analisis dan pembahasan dengan diskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa karakteristik TAC Kota Surakarta terbagi dalam 3 kategori yaitu berdasarkan aktivitas, fasilitas, dan style bangunan. Aktivitas di TAC ditunjang oleh beberapa fasilitas yang mendukung kecerdasan anak melalui permainan logika, permainan atraktif (motorik aktif) dan permainan tradisional. Sementara itu style bangunan dari semua TAC didominasi bangunan berbentuk pendopo. Bentuk ini memiliki makna kerukunan atau guyub sehingga dapat menjadi ciri khas TAC di Surakarta.
Pola Ruang Gerak dan Sirkulasi Ruang Tunggu Klinik Gigi Gentan Sukoharjo pada Masa Pandemi Covid-19 Johan Maulana Muhammad; Dhani Mutiari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.643 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.17152

Abstract

Wabah Covid-19 telah menyebar dengan cepat ke Indonesia dengan melalui droplet dan permukaan benda yang terkena droplet. Upaya pencegahan penyebaran virus telah diterapkan melalui peraturan protokol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru (new normal) diberlakukan di berbagai fasilitas kesehatan. khususnya dalam klinik gigi. Klinik gigi merupakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dimana pasien diharuskan melepas masker saat melakukan pemeriksaan, sehingga pelayanan klinik gigi rentan terjadi kontaminasi virus. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui pola gerak (aktivitas) pasien dan sirkulasi terhadap tata ruang tunggu klinik gigi di tengah masa pandemi. Penelitian ini mengambil studi kasus di klinik Gentan Dental Care yang memiliki jumlah pasien cukup banyak terutama pada hari Rabu, Jumat dan Minggu sehingga terjadi penumpukan pasien di ruang tunggu.  Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan pengamatan observasi, survei lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya pola gerak dan sirkulasi pasien tidak terjadi crossing antar pasien karena pasien datang secara berurutan. Akan tetapi terdapat hambatan sirkulasi pada perawat saat sedang melakukan pelayanan pasien di area pintu masuk dekat ruang praktik, dan pada area jalur sirkulasi di bagian ruang skrining. Hal ini dapat memberikan masukan pada perancangan layout ruang tunggu pada sebuah poliklinik
Mosque Typology in Indonesia Based on Vernacular Architecture Fairuz Satwiko; Maria Immaculata ririk Winandari; Julindiani Iskandar
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.19540

Abstract

The mosque which was built in various regions in Indonesia has a variety of its uniqueness. People in Indonesia in general only see that people understand architecture in a mosque only as a domed building or apply Middle Eastern elements only. However, many mosques in Indonesia have applied various Vernaculars to their architectural applications and experienced significant changes to the concept and form of the building. This study aims to find the application of Vernacular facades to 4 mosques in Indonesia, namely the Great Mosque of West Sumatra, the Sunan Ampel Mosque, the Great Mosque of Central Java, and the Grand Mosque of K.H. Hasyim Asyari. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques based on journals and articles from the Internet and processed using tables in the form of variables with variables in the form of roofs and mosque wall ornaments. The results of this study are the application of vernacular roof architecture to the mosque in the form of modifications of the local form of each mosque that originates and the application of ornaments on the walls of the mosque which is an adaptation of the local architecture of the local area.
Pengaruh Penggunaan Warna Ruang terhadap Psikologis Pasien Rumah Sakit Ibu dan Anak Adinda Larasati Darmawan; Azkia Avenzoar
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.19229

Abstract

Rumah Sakit Ibu dan Anak atau RSIA termasuk fasilitas kesehatan yang berfokus untuk melayani ibu dan anak. Dalam RSIA dibutuhkan perhatian khusus dalam penggunaan warnanya guna memenuhi karakter masing-masing. Warna merupakan aspek visual yang cepat ditangkap oleh manusia dan memiliki efek psikologis yang berbeda di setiap warna. Rumah sakit kerap kali memiliki citra menyeramkan dan membosankan bagi penggunanya karena pemilihan warna yang monoton. Oleh karena itu, warna memiliki pengaruh yang besar dalam membangun suasana dan mempengaruhi psikologis pengguna dalam sebuah ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu dalam pemilihan warna yang tepat pada RSIA sehingga bisa memenuhi kebutuhan psikologis bagi penggunanya untuk bisa lebih beradaptasi dengan ruangan yang digunakan dan membantu proses pemulihan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif guna mengembangkan dan menggambarkan fenomena yang ada pada RSIA dengan cara melakukan analisis terhadap penelitian yang telah ada lalu membandingkan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah penggunaan warna yang memberikan efek tenang pada pasien RSIA antara lain adalah hijau, biru, dan putih. Selain itu, ketersediaan fasilitas bermain dan pemberian gambar yang menarik juga membantu dalam proses pemulihan pasien anak.
Fungsi dan Tata Letak Ruang dalam Bangunan Etnik pada Kawasan Permukiman Kampung Melayu Semarang Monaliza Agustina; Endy Agustian
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.20050

Abstract

Kampung Melayu Semarang merupakan kawasan budaya multietnik antara etnik Arab, Tionghoa, Bugis Banjar dan etnik lainnya dari luar Semarang. Bangunan rumah-rumah yang ada pada kawasan Kampung Melayu Semarang memiliki karakteristik ruang sesuai dengan masing-masing etnik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkomparasi masing-masing fungsi dan tata letak ruang dalam bangunan rumah-rumah berbagai etnik di kawasan Kampung Melayu Semarang. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan metode deskriptif kualitatif, serta teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi rumah dari masing-masing etnik memiliki kesamaan sebagai rumah tinggal atau tempat berlindung bagi masyarakat, namun pada etnik Tionghoa rumah tinggal juga berfungsi sebagai tempat berdagang. serta penataan ruang dalam bangunan rumah tinggal setiap etnik juga berdasarkan pada kebutuhan, aktivitas dan kegiatan masing-masing penghuninya.
Perancangan Agrowisata di Desa Hurung Bunut Kabupaten Gunung Mas Vinolia Florensa; Noor Hamidah; Theresia Susi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.19107

Abstract

Desa Hurung Bunut telah ditetapkan sebagai desa wisata sejak tahun 2016. Desa Hurung Bunut difokuskan Pemerintah Daerah sebagai agrowisata. Potensi alami yang dimiliki Desa Hurung Bunut antara lain perkebunan jagung, padi, singkong, pisang dan budidaya madu kelulut serta sanggar tari yang dapat menjadi destinasi kebudayaan. Pengelolaan wisata agro di Desa Hurung Bunut sampai saat ini berjalan masih kurang optimal dan belum ada perencanaan dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari penataan pola massa yang masih kurang teratur dan tidak terarah, sirkulasi yang tidak jelas maupun tidak ada penanda yang jelas. Oleh sebab itulah kawasan tersebut tidak punya atraksi yang menarik ditambah lagi dengan kurangnya fasilitas di dalam objek wisata Desa Hurung Bunut menjadikannya tidak bisa dinikmati oleh pengunjung. Metode yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berikut beberapa tahap yang dilakukan yaitu: 1) metode penulisan, antara lain pengumpulan data, analisis dan sintesa. 2) metode perancangan, antara lain rekognisi, fase kreatif dan implementasi. Berkaitan dengan perancangan agrowisata di Desa Hurung Bunut Kabupaten Gunung Mas, maka perlu tetap mempertahankan kelestarian alam yang masih terjaga tanpa mengganggu ekosistem yang ada. Hal ini yang menjadi penyelesaian dimana berkaitan dengan teori mengenai pendekatan arsitektur organik yang menyatakan bahwa arsitektur organik adalah filosofi arsitektur dimana tempat manusia berkegiatan selaras dengan alamnya. Penyusunan karya ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan kawasan agrowisata di Desa Hurung Bunut Kabupaten Gunung Mas dengan pendekatan arsitektur organik yang menyesuaikan dengan potensi lingkungan serta memperhatikan penataan pola massa, sirkulasi dan karakter visual.
Space Syntax Analysis on Edu-Tourism Accessibility (Case Study: Planetarium UIN Walisongo Area) Alifiano Rezka Adi; Selamet Riyadi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.19342

Abstract

Planetarium UIN Walisongo is an educational facility that not only accommodates academic needs but is also projected to become a tourism destination in Semarang. The density of activity is the main focus that must be considered. The building's existence in the middle of the campus also demands that it has good visual access. The study focused on configuration and visibility analysis by looking at their effect on accessibility around the building. The research was conducted using quantitative methods with a descriptive and simulation framework. The simulation process is carried out using a space syntax approach with Depthmap software. Macroanalysis shows that the building is located in the central area with a relatively high integration value. The high intelligence value shows that the spatial configuration is relatively easy to recognize. The wide and integrated road makes this area have relatively high visibility. Microanalysis shows that the pedestrian around the Planetarium is not well connected. Space engineering by connecting pedestrians is carried out to provide better accessibility. Achievement efficiency is the main consideration to produce a high value of integration and visibility around the building. Therefore, the area quality will be better with an accessible space on macro and micro scales