cover
Contact Name
Nur Rahmawati Syamsiyah
Contact Email
nur_rahmawati@ums.ac.id
Phone
+628562830285
Journal Mail Official
jurnalsinektika@ums.ac.id
Editorial Address
Architecture Department, Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : 10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 331 Documents
Keterkaitan Aspek Sense of Place dalam Pembentukan Perilaku Wanita sebagai Pengguna Bangunan Farah Widya Utami; Fairuz Mutia
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.20085

Abstract

Keberadaan bangunan untuk wanita di Indonesia sangat jarang dijumpai, padahal fungsi bangunan tersebut cukup penting dalam pembentukan perilaku masyarakat. Objek yang diteliti pada artikel ini berada di Afrika Tengah, dengan budaya yang sangat berbeda tersebut bangunan pusat edukasi dan pengembangan wanita tetap disediakan untuk masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi maksud dari suatu bangunan dalam penciptaan perilaku pengguna lalu dikaitkan dengan aspek-aspek sense of place. Metode yang diaplikasikan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang memberikan penjelasan dengan menganalisa, subjektif, dan berfokus pada pengembangan teori serta data yang telah diobservasi. Pengumpulan data menggunakan telusur pustaka dan observasi untuk mengidentifikasi terkait bangunan, aktivitas pengguna, dan makna pada obyek yang diteliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat komponen pembentuk sense of place yang berpengaruh membentuk perilaku wanita lokal Rwanda untuk membangkitkan diri dari keterpurukan insiden genosida di waktu yang lalu.
Analisis Penerapan Therapeutic Architecture pada Rumah Sakit Saint Vincentius A Paulo Surabaya Arum Maheswari; Wiwik Dwi Susanti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.19108

Abstract

Era pasca pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan yang besar dalam pelayanan rumah sakit. Ketakutan masyarakat untuk mendatangi fasilitas kesehatan semakin tinggi. Permasalahan baru yang muncul yaitu  bagaimana fasilitas kesehatan dapat menciptakan lingkungan yang positif dan nyaman bagi pasien. Fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya harus menyediakan dokter, perawat, terapis sebagai ujung tombak perawatan medis serta alat-alat kedokteran yang menjadi fasilitator, melainkan juga lingkungan yang mendukung proses kesembuhan pasien dan mendukung kegiatan pelayanan kepada pasien. Namun desain dan arsitektur dapat dilibatkan secara langsung untuk mendukung proses tersebut menggunakan pendekatan therapeutic architecture. Penerapan konsep seperti penataan massa, penciptaan ruang interaksi sosial, penciptaan ruang hijau seperti therapeutic garden dan holticultural theraphy dapat menunjang proses pemulihan dengan memberikan pengaruh aspek psikologis dan aspek fisik penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui aspek-aspek therapeutic architecture beserta penerapannya pada Rumah Sakit Katolik Saint Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif serta menggunakan pengumpulan data sekunder dari beberapa teori dan studi literatur yang terkait dengan penelitian. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan prinsip desain healing therapeutic (Chrysikou) dan prinsip desain therapeutic media (Holowitz), menghasilkan kajian bahwa Rumah Sakit Katolik Saint Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya menerapkan konsep healing therapeutic dan memenuhi kriteria care in community, design for domesticity, social valorization, integrated with nature, dan therapeutic media.
Kesetempatan dan Kesemestaan di Arsitektur Nusantara Evandry Ramadhan; Yulianto P. Prihatmaji
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.19397

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keragaman pada arsitektur nusantara. Kesetempatan dan kesemestaan adalah salah satu ciri khas pada arsitektur nusantara. Kesetempatan dan kesemestaan juga merupakan salah satu dari filosofi yang ada pada bangunan nusantara.  Kesetempatan dan kesemestaan merupakan salah satu cara manusia untuk lebih dekat terhadap sang pencipta dan juga alam. Metode yang digunakan adalah systematic literature review, untuk mencari pustaka perlu melihat judul serta membaca abstrak sebagai penarik kesimpulan dalam sebuah pustaka. Pencaharian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, serta menemukan kesetempatan dan kesemestaan pada arsitektur nusantara berdasarkan paradigma, konsep, model, dan teknologi. Setelah melakukan analisis berdasarkan data, didapat bahwa kesetempatan dan kesemestaan memiliki beberapa cakupan pembahasan seperti paradigma, konsep, model, dan teknologi. Hasil analisis menjelaskan kesemestaan dan kesetempatan di arsitektur nusantara memiliki 2 fokus besar yang berkaitan dengan regionalisme dan unsur kepercayaan. Regionalisme yang berfokus pada kesetempatan memiliki arti sebagai identitas. Sedangkan unsur kepercayaan berfokus pada kesemestaan. Kesemestaan memiliki cakupan yang berhubungan dengan alam, manusia, dan semesta. Sehingga kesetempatan dan kesemestaan pada arsitektur nusantara membahas terkait identitas serta cara kita menghargai alam dan sang pencipta-Nya.
Biophilic Design: Virtual Nature Application in a Windowless Room Wilda Maulina; Dalhar Susanto
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.20484

Abstract

Biophilic design recommends the connection between humans and nature because it positively influences human health and well-being. Due to the pandemic, some humans have been forced to work at home or in windowless rooms. This situation makes occupants unable to connect with nature. One solution in biophilic design is to present natural substitute elements such as virtual nature to reconnect nature in spaces that cannot access it. This paper discusses the application of virtual nature in windowless space which aims to help users get positive benefits for affective well-being (AWB) such as emotions and moods. This paper is compiled through literature exploration by synthesizing various previous research results. Based on several studies, shows that virtual nature is not just replacing real nature but is a boundary of the interior that reconnects with nature. This connection emotionally determines the quality of the windowless room so that it has benefits for the well-being of the occupants, especially affective well-being (emotions and moods).
Kajian Nilai Arsitektural Kawasan Berpotensi Wisata Sejarah dengan Pendekatan Semiotik Adinda Larasati Darmawan; Anggun Rahmawati; Nur Rahmatul Lailyah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.19190

Abstract

 Kota Surabaya memiliki julukan sebagai Kota Pahlawan dimana pertempuran melawan penjajah pada tanggal 10 November 1945 terjadi, yang membuat Surabaya memiliki banyak lokasi dengan peninggalan dari para penjajah sehingga membuat lokasi tersebut berpotensi untuk digunakan sebagai lokasi wisata sejarah. Setiap lokasi tentu saja memiliki ciri khas atau tanda yang berbeda-beda. Dengan pendekatan semiotik, simbol atau tanda yang ada di suatu lokasi dapat menjadikan lokasi tersebut memiliki nilai arsitektural yang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji sejauh mana tanda-tanda fisik pada objek arsitektur dapat meningkatkan potensi wisata suatu kawasan Alun-Alun Contong Surabaya dari sudut pandang pendekatan semiotik. Metode yang digunakan adalah observasi secara langsung yang akan lebih memaksimalkan hasil analisis dalam jurnal ini. Adapun hasil yang diperoleh adalah kajian nilai arsitektural di Kelurahan Alun-Alun Contong dengan pendekatan semiotik terdiri dari tanda-tanda yang berasal dari ciri khas bangunan tua di kelurahan tersebut dan beberapa tanda berasal dari benda-benda budaya.
Kajian Penerapan Prinsip New Urbanism di Jalan Ahmad Yani Kota Tegal terhadap Dimensi Fungsi dan Dimensi Sosial Muhammad Azmy Ikhsani; Suzanna Ratih Sari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.19463

Abstract

Perancangan kota merupakan rangkaian proses dari sebuah konsep arsitektur yang direalisasikan untuk perkembangan kota dengan menyatukan perubahan serta kemapanan. Konsep perencanaan serta perancangan kota mencoba mengakomodasi semua prinsip perancangan kota. Salah satu kota yang berpotensi dalam upaya menerapkan konsep-konsep perancangan kota yang ada yaitu Kota Tegal. Kota Tegal saat ini sedang berupaya menjadi kota yang maju dengan melakukan perbaikan di beberapa bidang terutama pembenahan ruang-ruang publik kota. Salah satu penataan ruang kota di Kota Tegal yaitu penataan di koridor Jalan Ahmad Yani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan prinsip new urbanism di Jalan Ahmad Yani berpengaruh terhadap dimensi sosial dan dimensi fungsional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana dilakukan dengan cara mencatat dan menganalisis hal-hal terkait dengan dimensi perancangan kota dan prinsip new urbanism di Jalan Ahmad Yani. Dari penelitian yang telah dilakukan, penataan Jalan Ahmad Yani menerapkan beberapa prinsip new urbanism yaitu walkability, connectivity, sustainability dan quality of architecture and urban design. Penerapan prinsip tersebut berpengaruh baik terhadap dimensi perancangan kota terutama dimensi fungsional yang terdiri dari beberapa aspek yaitu pergerakan, desain tempat manusia dan desain lingkungan serta berpengaruh terhadap dimensi sosial yang terdiri dari aspek people and space, the public realm, safety and security, serta accessibility and exclusion.
Perubahan Tuntutan Ruang Pasca Pandemi Covid-19: Studi Kasus Penyesuaian Layout Interior pada Coffee Shop Berkonsep Co-Working Space di Surakarta Dyah Widi Astuti; Deka Jordy Rakasiwi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.21030

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, coffee shop seolah sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Hal ini dibuktikan melalui pertumbuhannya yang cukup pesat di Indonesia sejak dua dekade lalu, dan semakin pesat dalam periode satu dekade terakhir. Persaingan yang ketat membuat pengusaha coffee shop berusaha menawarkan fasilitas-fasilitas tertentu sebagai pembedanya, salah satunya adalah melalui konsep coffee shop sebagai co-working space area. Fenomena ini bukan hanya terjadi di kota-kota besar saja, tetapi juga di Surakarta. Namun kemudian, pada akhir tahun 2019 terjadi penyebaran virus Covid-19 yang menyebabkan lumpuhnya berbagai sektor di seluruh dunia. Sektor ekonomi merupakan salah satu hal yang cukup terdampak akibat adanya pembatasan pergerakan dan interaksi antar manusia ini. Hal ini juga cukup memukul eksistensi coffee shop tersebut. Kini setelah 2 tahun pasca awal masa pandemi, ternyata kekhawatiran dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran virus tidak juga hilang, dan kemudian sudah menjadi semacam standar dalam penataan coffee shop. Di sisi lain, pola-pola aktivitas dalam lingkup pekerjaan juga tetap dan semakin fleksibel mengikuti kebiasaan yang tercipta pada masa pandemi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adaptasi yang dilakukan coffee shop dalam menyiasati kepentingan antara aturan pemerintah terkait pembatasan ruang dan pola kebiasaan baru pada masyarakat. Hasil dari penelitian diharapkan akan bisa menjadi acuan standar ruang yang baru dalam menghadapi kemungkinan pandemi lain di masa yang akan datang.
Efektivitas Penghawaan Alami dalam Kenyamanan Termal: Intervensi Fasad dan Teknologi Eco-Cooler pada Ruang Aula Dwiwangga Sang Nalendra Hadi; Supriyanta Supriyanta; Muhammad Fahd Reyhan Wibowo
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.19207

Abstract

Penghawaan alami menjadi solusi dalam upaya pendinginan pasif yang hemat energi. Beberapa desain dilakukan untuk menciptakan aliran udara yang memiliki kecepatan ideal agar mampu memberikan efek penyegaran yang nyaman. Asas kontinuitas fluida secara konsep memberikan efek dalam peningkatan kecepatan udara pada ujung yang lebih kecil. Teknologi eco-cooler dan intervensi fasad yang menggunakan asas kontinuitas ditinjau keefektivitasannya dalam peningkatan kecepatan angin dengan tujuan untuk memberikan rekomendasi bukaan guna penghawaan alami pada iklim tropis  cenderung panas. Selain itu, penelitian juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi sistem penghawaan alami yang mampu memberikan kenyamanan termal pada bangunan. Penelitian menggunakan metode simulasi komputerisasi dengan autodesk CFD agar didapat nilai kecepatan udara secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan asas kontinuitas berperan dalam meningkatkan kecepatan udara pada teknologi yang diusulkan. Efektivitas sistem penghawaan alami dengan asas kontinuitas terdapat pada prototipe intervensi fasad yang juga mampu memberikan kenyamanan termal pada ruang aula yang menjadi studi kasus.
Hotel Toegoe dalam Perspektif Nilai Historis Sebuah Landmark Fauzi Mizan Prabowo Aji
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.20371

Abstract

Sebagai salah satu bangunan Cagar Budaya di Kota Yogyakarta, Hotel Toegoe menyimpan potensi ekonomi, sosial, budaya dan nilai historis yang cukup penting. Hal tersebut dikarenakan lokasinya yang strategis serta sejarah pendiriannya yang berkesinambungan dengan perkembangan kota Yogyakarta di era kolonial Belanda. Hotel Toegoe dari segi ukuran memiliki dimensi yang cukup besar sehingga pada tahun 2007 ditetapkan sebagai Cagar Budaya peringkat Nasional. Berdiri sejak sekitar tahun 1880, hotel Toege adalah saksi sekaligus memiliki peran dalam setiap peristiwa sejarah seperti misalnya menara pada bangunan ini yang sejak dulu hingga masa setelah kemerdekaan selalu digunakan sebagai sirine penanda. Seiring berjalannya waktu, Hotel Toegoe pernah dijadikan sebagai markas militer hingga toko alat rumah tangga. Sayangnya pada tahun 2008 bangunan ini mulai terbengkalai dan mengalami kerusakan cukup parah akibat diabaikan terlalu lama. Melalui tulisan ini, urgensi menggali sejarah, fakta serta dokumentasi yang lengkap (historical research) diharapkan dapat menjadi referensi untuk memotivasi pelestarian bangunan bersejarah khususnya yang berpotensi menjadi identitas, penanda atau landmark kota Yogyakarta.
Transformasi Fungsi Ruang Sirkulasi pada Rumah Susun (Studi Kasus : Rumah Susun Pekunden Kota Semarang) Yoka Resta Saputra; L.M.F Purwanto Purwanto; Supriyono Supriyono
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.21338

Abstract

Tranformasi fungsi ruang sirkulasi menjadi fungsi lainnya terjadi di Rumah Susun Pekunden Kota Semarang. Ruang sirkulasi kini dimanfaatkan untuk kegiatan seperti meletakan barang rumah tangga yang tidak terpakai, interaksi sosial maupun membuka lapak dagangan dan lain lain. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan cara studi kasus, lalu mengumpulkan data temuan pada lokasi fokus amatan, dan juga proses wawancara dengan pemangku kepentingan pejabat UPTD Rusunawa Kota Semarang. Hal yang dianalisa dalam penelitian ini adalah mengapa terjadi kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan namun sekarang dilakukan pada ruang sirkulasi. Hasil yang didapatkan adalah bahwa ruang sirkulasi pada Rumah Susun Pekunden Semarang mengalami alih fungsi pada semua blok dikarenakan tidak adanya ruang komunal di setiap lantai dan penghuni unit hunian rumah susun merasa unit terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung barang mereka di dalam unit. Hal ini menyimpulkan bahwa ruang sirkulasi pada fokus amatan telah mengalami pergeseran fungsi.