cover
Contact Name
Nur Rahmawati Syamsiyah
Contact Email
nur_rahmawati@ums.ac.id
Phone
+628562830285
Journal Mail Official
jurnalsinektika@ums.ac.id
Editorial Address
Architecture Department, Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : 10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 331 Documents
Strategi Adaptasi Keruangan untuk Fungsi Dapur pada Rumah KPR Bersubsidi Tipe-36 Hissa Arfira; Ahmad Sarwadi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.22615

Abstract

Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu program yang disediakan oleh pemerintah yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah dalam memenuhi kebutuhan rumah karena memiliki harga yang terjangkau. KPR bersubsidi merupakan KPR yang dikhususkan untuk masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. KPR bersubsidi ini juga merupakan salah satu program pemerintah dalam menyediakan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah dengan bentuk substansinya telah diatur oleh pemerintah. Perumahan KPR sudah tersebar hingga ke Provinsi Aceh dibeberapa kabupaten dan kota salah satunya di Kabupaten Aceh Barat. Salah satunya yaitu rumah KPR bersubsidi yang terdapat pada perumahan Griya Mahoni Aceh Barat. Berdasarkan hasil observasi awal (grandtour) ditemukan beberapa fenomena seperti terjadinya perubahan fisik pada rumah KPR bersubsidi tipe 36 m2 menyebabkan rumah tersebut berubah dari bentuk aslinya. Selain itu juga terdapat suatu fenomena ketidaktersediaan ruang dapur pada rumah menyebabkan penghuni melakukan berbagai bentuk adaptasi pada huniannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi adaptasi keruangan untuk fungsi dapur yang dilakukan penghuni pada rumah tipe 36 m2 sebagai wujud penyesuaian untuk memenuhi kebutuhan penghuni agar memiliki ruang yang dapat difungsikan sebagai ruang dapur. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus tipe single case dengan metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif eksploratif. Hasil penelitian yang telah didapatkan menunjukkan bahwa terdapat 4 strategi adaptasi yang telah dilakukan penghuni pada rumah KPR bersubsidi tipe 36 m2 di Perumahan Griya Mahoni, Aceh Barat yaitu Adjustable, versatile, convertible dan scalable.
Evaluasi Jalur Sirkulasi Terminal Bus terhadap Kenyamanan Penumpang di Terminal Mangkang, Semarang Nur Fakhrun Nisa; Satriya Wahyu Firmandhani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.20922

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang perubahan jalur sirkulasi penumpang di Terminal Mangkang setelah adanya revitalisasi pada tahun 2020. Dengan perubahan ini, perlu adanya kajian mengenai evaluasi jalur sirkulasi dengan tujuan mengkaji secara teoritis mengenai jalur sirkulasi penumpang bus Terminal Mangkang setelah revitalisasi. Dasar teori yang digunakan adalah teori tentang kebutuhan sirkulasi perpindahan oleh penumpang di suatu fasilitas terminal bus. Metode kualitatif digunakan dalam mengolah data penelitian dan dijabarkan dalam bentuk deskripsi. Hasil yang didapat dari penelitian ini dari beberapa aspek teori yang digunakan antara lain, sebagian besarnya sudah ditemukan di jalur sirkulasi penumpang Terminal Mangkang seperti manajemen sirkulasi yang baik, adanya pos pelayanan informasi, dan ruang tunggu yang nyaman. Selain itu, masih terdapat beberapa aspek kebutuhan sirkulasi penumpang yang belum sesuai dengan dasar teori yang digunakan seperti belum adanya papan informasi yang jelas dan mudah dipahami, persilangan antara jalur penumpang dan kendaraan, tidak adanya pos kesehatan, serta CCTV yang masih belum tersebar.
Kajian Arsitektur Kontekstual dalam Studi Rancang Rusunawa pada Wilayah Aglomerasi Hestin Mulyandari; Winda Ayu Febriyanti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.21418

Abstract

Kecamatan Mlati di Kabupaten Sleman merupakan salah satu wilayah aglomerasi di Yogyakarta yang tumbuh pesat, dengan meningkatnya sektor perdagangan dan jasa, sehingga banyak pendatang yang bermukim di wilayah tersebut, namun masih banyak yang belum memiliki hunian atau jarak tempuh ke tempat kerja yang terlalu jauh, untuk itu perlu solusi bagaimana memecahkan masalah permukiman di wilayah aglomerasi yang masih terjangkau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksploratif yang berupa pengumpulan data dari berbagai instansi yang berkaitan dengan kebijakan penggunaan lahan, studi literatur, standar rusunawa, jurnal, wawancara dan survey, selanjutnya menganalisis data untuk memecahkan permasalahan pada rusunawa tersebut dengan analisis arsitektur kontekstual. Hasil analisis arsitektur kontekstual terbagi menjadi tiga yaitu: (1) skala makro, dari segi pendekatan budaya; (2) skala mezzo, secara struktur fisik kawasan, letak site strategis dan mudah menjangkau dengan prasarana di sekitar site; (3) skala mikro, bentuk bangunan dengan sebaran massa bangunan hunian dengan pola V, untuk merespon pencahayaan alami, penghawaan alami, view dan orientasi bangunan. Penerapan arsitektur bangunan tidaklah harus merubah bentuk bangunan secara keseluruhan dengan konsep baru yang menarik, namun dengan arsitektur konstektual adalah bagaimana dapat menerapkan bentuk bangunan baru yang diselaraskan dengan bangunan sekitar dan lingkungannya.
Pemetaan Karakteristik Kemlayan melalui Pendekatan Terintegrasi dalam Konteks Pengembangan Kampung Tematik Dyah Widi Astuti; Kussudyarsana Kussudyarsana; Dimas Satriyo Wibowo; Ryan Styo Aji Prambudi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.22724

Abstract

Pemerintah Kota Surakarta, melalui Dinas Pariwisata, telah mencanangkan Program Pengembangan Kampung Tematik sejak akhir tahun 2022 lalu. Program ini didasarkan pada karakteristik atau ciri khas masing-masing kampung yang memang telah berkembang sejak awal berdirinya Surakarta. Pada masa itu munculnya suatu perkampungan dan penamaannya memang dilatarbelakangi oleh adanya kepentingan dan kegiatan dari para penghuni atau penguasa (toponimi). Kemlayan merupakan salah satu kampung yang masuk dalam prioritas Pengembangan Kampung Tematik ini. Dalam hal ini, keberadaan Kampung Kemlayan nantinya akan diarahkan sebagai Kampung Wisata Budaya, sesuai dengan cikal bakal Kemlayan sebagai kampung pengrawit sejak masa PB IV. Namun perjalanan selama lebih dari dua abad tentunya telah membawa perubahan karakteristik yang cukup besar pada Kemlayan. Penelitian ini ditujukan untuk memetakan kembali potensi kawasan secara komprehensif, sehingga bisa dijadikan sebagai dasar pijakan awal dalam menunjang keberhasilan Program Pengembangan Kampung Tematik tersebut dan menjadi motor penggerak dalam menciptakan destinasi wisata yang menitikberatkan pada budaya dan tradisi.
Kajian Prinsip Arsitektur Ekologi pada Rumah Tinggal di Daerah Panorama Bandung Pawitra Sari; Desta Promesetiyo Bomo
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.21175

Abstract

Arsitektur ekologis merupakan solusi desain dalam perencanaan arsitektur yang mengedepankan orientasi ekologis dan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitar terhadap desain dengan keramahan lingkungan. Aspek yang dikaji adalah konstruksi dan bahan bangunan serta lingkungan dan energi. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka tentang prinsip dasar aspek arsitektur ekologi dan kajian lingkungan bangunan sehingga mendapatkan analisis yang dapat dijadikan acuan. Penelitian ini berlokasi pada rumah tinggal di daerah Panorama Bandung, Jawa Barat. Fungsi penelitian ini adalah untuk mengevaluasi prinsip-prinsip arsitektur ekologis pada rumah hunian di kawasan Panorama Bandung dan melengkapi literatur meskipun masih ada kekurangan di sisi lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, wawancara, serta observasi lapangan. Hasil penelitian ini, analisis rumah berdasarkan rumah sehat yang perlu diperbaiki adalah aspek desain yaitu kondisi fisik rumah, aspek teknologi yaitu material bangunan, dan aspek fungsi yaitu struktur bangunan. Standar rumah sehat WHO, rumah yang perlu diperbaiki adalah material dan lingkungan rumah berdasarkan standar dan peraturan. Perbaikan ini terkandung dalam eko-arsitektur yaitu teknik bangunan dan dimensi waktu.
Pengaruh Fasilitas dan Tata Ruang Co-Working Café terhadap Tingkat Kenyamanan Digital Nomad Avina Fitri Rizkiani; Suryaning Setyowati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.21995

Abstract

Pandemi covid-19 membawa perubahan terhadap gaya hidup baru yang disebut digital nomad. Digital nomad menjadi istilah bagi orang yang bekerja memanfaatkan teknologi sepenuhnya dan tidak terikat oleh ruang ataupun waktu. Mereka dapat bekerja dimana saja dan kapanpun itu untuk mengerjakan pekerjaanya. Seiring berjalannya waktu, keberadaan digital nomad semakin meningkat sehingga dibutuhkan fasilitas pendukung untuk menunjang kegiatan mereka. Salah satunya dengan adanya co-working café. Konsep baru sebuah café yang menyediakan tempat bekerja bagi digital nomad atau siapapun yang ingin bekerja diluar kantor. Penelitian ini difokuskan pada kajian fasilitas dan tata ruang pada Café Baca Canarisla karena merupakan café yang menggunakan konsep co-working café. Dengan tujuan mengetahui kebutuhan ruang yang dibutuhkan oleh digital nomad saat bekerja di co-working café, serta meningkatkan kualitas dari fasilitas dan tata ruang dengan menyesuaikannya pada standar ruang. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data dengan cara melakukan studi kasus, studi pustaka dan observasi lapangan. Data diolah dengan cara analisis dan sintetis sehingga dapat ditarik kesimpulan untuk mendapatkan solusi dari permasalahan. Kesimpulan dari hasil analisa yang dilakukan adalah ruang pada objek penelitian sudah sesuai standar namun dibutuhkan tambahan ruang seperti ruang bekerja solo dan ruang rapat yang merupakan fasilitas penting yang seharusnya ada pada sebuah co-working café.
Kecenderungan Penerapan Arsitektur Vernakular Melayu pada Bangunan Modern: Kasus Kota Pekanbaru Rika Cheris; Imbardi Imbardi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.21261

Abstract

Keinginan Pemerintah Daerah Pekanbaru dalam melestarikan budaya Melayu baik Budaya yang bergerak (intangible) maupun tidak bergerak (tangible) merupakan cita-cita mulia.  Menjadikan budaya Melayu sebagai landasan dan falsafah hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara juga merupakan cita-cita dari Undang-undang dasar 1945. Untuk mewujudkannya diperlukan perhatian dan kesungguhan generasi muda, para ahli dan seluruh Stakeholder kota agar budaya Melayu ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Salah satu upaya untuk melestarikan budaya yang tidak bergerak ini, Pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk bisa sedapat mungkin menyesuaikan bangunan yang akan dibangun dengan memasukkan unsur-unsur arsitektur tradisional Melayu di dalamnya. Permasalahan kemudian muncul bahwa penggunaan elemen arsitektur tradisional dan digabungkan dengan arsitektur modern akan menciptakan jenis arsitektur baru. Namun apakah penggabungan ini sudah bisa menunjukkan ciri-ciri arsitektur neo vernakular. Untuk itu riset kali ini akan menemukan beberapa hasil studi mengenai penerapan ornamen arsitektur Melayu tersebut pada bangunan modern. Metodologi yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi lapangan, identifikasi bangunan dan analisis kepustakaan dengan beberapa referensi. Sehingga pada tahap akhir ditemukannya beberapa ornamen yang sesuai penerapannya pada sebuah bangunan dan dengan demikian terbentuklah arsitektur neo vernakular di Pekanbaru dengan unsur-unsur arsitektur Melayu.
Kajian Penerapan Regenerative Design pada Kampoeng Reklamasi Air Jangkang Bangka Belitung Rizka Felly; Dwi Rizka Zulkia
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.22556

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber dan deposit mineral logam yang berlimpah di dunia. Salah satunya ialah timah, yang keberadaannya banyak ditemui di Bangka Belitung. Kondisi ini menjadi potensi dalam pilar ekonomi nasional. Namun, dibalik potensi tersebut menyimpan dampak yang tidak baik terhadap lingkungan. Aktivitas pertambangan dengan sistem dan metode open pit mining meninggalkan jejak kerusakan ekologi yang berdampak pada hilangnya ekosistem dan menurunnya kualitas tanah. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengatasi permasalahan ini. Reklamasi menjadi jawaban, namun harus disertai dengan peningkatan fungsi lahan. Regenerative Design membahas mengenai pemulihan lahan yang disertai dengan peningkatan fungsi lahan untuk tujuan berkelanjutan. Regenerative design dibangun atas rasa kesadaran agar manusia dan lingkungan terbangun dapat hidup berdampingan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mencari tahu secara mendalam melalui kegiatan wawancara, observasi, analisis literatur, dan analisis dokumentasi di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang. Kemudian dilakukan analisis menggunakan instrumen tiga aspek fundamental desain regeneratif. Berdasarkan hasil analisis, Kampoeng Reklamasi Air Jangkang telah menerapkan Desain Regeneratif. Namun, perlu adanya peningkatan dan pengayaan terutama pada aspek Designing for Co-Evolution dengan merealisasikan ladang PLTS On Grid dengan kapasitas 10 KWP di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang.
Analisis Desain Ornamentasi sebagai Identitas pada Bangunan Pendidikan dan Kesehatan Milik Muhammadiyah Zida Sabila; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.21263

Abstract

Aktivitas pendidikan (schooling), kesehatan (healing), dan sosial (feeding) yang kemudian disebut Trisula Abad Pertama telah menunjukkan kesuksesan Muhammadiyah. Tiga bidang aktivitas tersebut menghasilkan amal usaha Muhammadiyah yang masih eksis dan membantu perkembangan Indonesia. Banyaknya amal usaha Muhammadiyah berimbas pada pembangunan gedung-gedung yang bertujuan mewadahi kegiatannya. Gedung amal usaha milik Muhammadiyah dengan berbagai bidangnya perlu citra dan karakter yang menunjukkan fungsi dan kepemilikan.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aspek identitas berupa ornamentasi yang umum digunakan pada gedung-gedung milik Muhammadiyah khususnya gedung untuk fungsi pendidikan dan gedung untuk fungsi kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang diawali dengan melakukan pengumpulan 50 sampel bangunan pendidikan dan 50 bangunan kesehatan Muhammadiyah yang akan diteliti. Hasil dari penelitian ini ialah identitas atau penanda visual sebagai bangunan pendidikan Muhammadiyah berupa bentuk geometri, dan desain pattern pada fasad bangunan yang khas. Desain geometri  yang menjadi penanda khas bangunan kesehatan Muhammadiyah adalah  bentuk dasar three pointed arch (10%) dan geometri  pattern berdesain segi delapan dengan tiap sisi diberi garis mengikuti pola aksen geometri (4%). Sedangkan bangunan pendidikan Muhammadiyah kebanyakan menerapkan desain geometri bentuk three pointed arch (14%) dan bentuk bintang segi delapan (18%) sebagai focal point dan identitas.  Geometri pattern khas yang digunakan pada bangunan pendidikan Muhammadiyah ialah bentuk dasar bintang segi dua belas (6%).
Pendekatan Placemaking untuk Peningkatan Kualitas Kali Pepe di Kawasan Pusat Kota Surakarta Muhammad Marsa Alauddin A; Diananta Pramitasari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.22596

Abstract

Proses urbanisasi konteks kawasan tepian sungai didorong oleh faktor fungsi dan estetika, sebagai bentuk identifikasi kawasan serta pembentuk persepsi masyarakatnya. Kali Pepe adalah salah satu sungai dengan lokasi strategis di pusat kota Surakarta sekaligus saksi sejarah perkembangan kebudayaan dan perniagaan sejak abad ke-16. Kawasan pusat kota yang terus tumbuh seiring modernisasi masih cenderung mengesampingkan eksistensi dan nilai Kali Pepe dalam berbagai pengembangannya, sehingga bergeser pula persepsi masyarakat kota terhadap sungainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menilai kualitas riverspace Kali Pepe di kawasan pusat kota Surakarta berdasarkan placemaking. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif, yang membandingkan data empiris dengan teori terkait riverspace dan placemaking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan memiliki kualitas yang masih perlu ditingkatkan. Segmen 2, area yang selama ini dikenal sebagai wajah pusat kota Surakarta, memiliki kualitas yang paling baik, sedangkan segmen 3 menjadi yang paling buruk. Aspek penilaian sightline wayfinding, pusat keramaian, citra, simbol sejarah-budaya, dan segmen tematik menunjukkan nilai kualitas Tinggi yang signifikan. Aspek-aspek lain dengan nilai Sedang konektivitas nodes, keberagaman aktivitas, dan keberlanjutan aktivitas juga dimiliki segmen 2. Sedangkan kelemahan paling signifikan ialah pada aspek accessibility, attraction, dan amenity. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan kawasan pusat kota Surakarta dan Kali Pepe berdasarkan pemahaman yang lebih baik terhadap hubungan antara sungai dan ruang perkotaan serta perhatian pada nilai sejarah, budaya, sosial, dan ekonominya, sebagaimana pendekatan placemaking. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemegang kebijakan dalam pengembangan kawasan.