Articles
484 Documents
POTENSI EKSTRAK SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI LARVASIDA PENGENDALI POPULASI Aedes albopictus
Widyastuti, Dyah Ayu;
Rahayu, Praptining;
Dewi, Lussana Rossita
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7991
Aedes albopictus dilaporkan memiliki potensi yang besar untuk menyebarkan virus dengue penyebab DBD di Indonesia. Habitat yang beragam di area terbuka serta area distribusi yang luas menjadikan jenis ini cenderung sulit dikendalikan, padahal pengendalian jumlah populasi nyamuk vektor menjadi salah satu tindakan preventif terbaik untuk mencegah meluasnya penyebaran virus dengue. Pengendalian vektor dilakukan dengan memutus siklus hidupnya pada fase larva dengan larvasida sehingga jumlah populasi dapat terkendali, namun, penggunaan larvasida masih didominasioleh produk dengan bahan dasar senyawa kimia yang dapat menimbulkan resistensi pada vektor target, mencemari lingkungan, dan memiliki resiko toksik terhadap organisme non-target, seperti manusia dan hewan lainnya. Berdasarkan fakta tersebut, studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa bioaktif pada sirsak (Annona muricata) untuk dikembangkan sebagai larvasida alami pengendali jumlah populasi Ae. Albopictus. Ekstrak A. muricata telah banyak diteliti dan terbukti memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti acetogenin, alkaloid, dan flvonoid yang bersifattoksik bagi serangga. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa ekstrak senyawa bioaktif dari A. muricata efektif sebagai larvasida untuk serangga famili Culicidae, termasuk Ae. aegypti dan Culex quinquefasciatus. Lebih baiknya jika ada data kuantitatif bukti efektif. Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi ekstrak A. muricata juga bersifat toksik bagi anggota Culicidae yang lain, yaitu Ae. albopictus.
ANALISIS PERTUMBUHAN IKAN NILA YANG DIBUDIDAYA PADA AIR MUSTA'MAL
Oktapiandi, Oktapiandi;
Sutrisno, Joko;
Sunarto, Sunarto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7982
Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu hasil perikanan darat yang banyak diminati masyarakat. Budidaya ikan nila menggunakan musta’mal merupakan salah satu upaya peningkatan produksi ikan nila sekaligus konservasi air. Tujuan untuk mengetahui pertumbuhan ikan nila yang dibudidaya menggunakan air musta’mal.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental didukung observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak (H) ikan nila pada perlakuan A 43, 27 gram lebih tinggi dibandingkan perlakuan B 43,34 gram. Laju pertumbuhan (RG) relatif ikan nila pada perlakuan B 1,39 %/hari, lebih tinggi dari Laju pertumbuhanrelatif ikan nila pada perlakuan A 1,36 %/hari. Pertumbuhan ikan nila yang dibudidaya pada air musta’mal masih baikdibandingkan dengan air biasa.
POTENSI ANTI BAKTERI MUCUS IKAN-IKAN NATIVE DI PERAIRAN DANAU LIMBOTO, GORONTALO, INDONESIA
Kumaji, Syam S.;
Zakaria, Zuliyanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7992
Kerusakan danau Limboto, Gorontalo, Indonesia telah mempengaruhi fungsi ekologis danau sebagai habitat ikan-ikan native sehingga perlu dilakukan kajian tentang potensi ikan native danau Limboto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari mucus ikan-ikan native danau Limboto. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan melalui metode diffsion test dengan mengukur diameter zona hambat yang terbentuk pada beberapa bakteri uji. Ekstraksi mucus dilakukan dengan menggunakan pelarut aquadest dan asam asetat sementara bakteri uji yang digunakan yakni Staphylococcus aureus dan Vibrio alginolyticus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri mucus tertinggi terhadap bakteri S. aureus dengan pelarut aquadest adalah ikan Giuris cf. margaritacea (Hulu’u) sebesar 7.45 mm sedangkan dengan pelarut asam adalah ikan Stiphodon sp (Manggabai) sebesar 8.67 mm. Selanjutnya aktivitas antibakteri mucus tertinggi terhadap V. alginolyticus pada pelarut aquadest adalah ikan Stiphodon sp. sebesar 6.85 mm dan pada pelarut asam adalah ikan Giuris cf. margaritacea sebesar 8.32 mm. Aktivitas antibakteri dari mucus ikan Stiphodon sp (Manggabai) dan Giuris cf. margaritacea (Hulu’u) memiliki aktivitas antibakteri dengan kriteria sedang terhadap bakteri S. aureus dan V. alginolyticus.
ESTIMASI EMISI GAS RUMAH KACA YANG DIHASILKAN DARI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) DI JAWA TENGAH
Prabowo, Setyo;
Pranoto, Pranoto;
Budiastuti, Sri
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7983
Penelitian ini perhitungan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada sektor limbah padat domestik. Tujuan perhitungan ini adalah untuk memprediksi proyeksi emisi tanpa tindakan apa pun untuk mengurangi GRK, dan untuk menentukan target dan rencana aksi untuk menurunkan tingkat emisi pada 2010-2020. Perhitungan limbah padat domestik GRK ini didasarkan pada metode yang dikembangkan oleh IPCC pada tahun 2006. Salah satu faktor limbah padat yang berkontribusi terhadap peningkatan emisi GRK adalah landfill. Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 35 kota / wilayah yang memiliki 57 tempat pembuangan sampah dengan kontrol landfill dan tipe open dumping. Komposisi TPA di Jawa Tengah adalah 9 TPA kontrol dan 48 Dumping Terbuka. Jenis limbah manajemen di TPA mendistribusikan perbedaan tingkat emisi. Pada 2010-2020 tingkat emisi yang dihasilkan oleh tipe kontrol TPA adalah 117,99 Gg CO2 e dan dengan pembuangan terbuka adalah 1948,18 Gg CO2 e. Hasil penelitian menyatakan bahwa mitigasi kemampuan pemerintah kota / daerah untuk menurunkan tingkat emisi pada pengembangan landfill pada tipe landfill kontrol adalah 9,35%, sehingga untuk mengurangi tingkat emisi melalui limbah padat minimal dari sumber dengan3R (Reduce, Reuse, Recycle) tindakan dan teknologi.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI BIJI JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP BAKTERI Eschericia coli
Setiawan, Mohammad Arfi;
Retnoningrum, Mita Dewi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7989
Perkembangan penyakit pada manusia saat ini semakin beragam dan berjalan relatif cepat. Salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit tersebut yaitu mikroorganisme seperti bakteri Escherichia coli. Pengobatan yang biasa dilakukan masyarakat yaitu menggunakan obat-obatan kimia, yang dapat menimbulkan efek resisten pada bakteri bahkan efek samping bagi pasien, sehingga penting untuk dilakukan usaha pemanfaatan tanaman sebagai bahan obat herbal dengan memanfaatkan limbah biji buah jeruk manis sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri biji jeruk (Citrus sinensis) terhadap bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi untuk uji aktivitas antibakterinya. Penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) preparasi sampel berupa serbuk biji jeruk, (2) maserasi serbuk biji jeruk dengan pelarut n-heksana dan etanol, (3) uji antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji jeruk menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan zona hambat ekstrak n-heksan dan etanol sebesar 7,93±1,90 mm dan 18,27±2,40 mm. Biji jeruk manis (Citrus sinensis) memiliki potensi sebagai antibakteri.
UJI RESISTENSI ISOLAT KHAMIR YANG DIISOLASI DARI LIMBAH INDUSTRI DI RUNGKUT, SURABAYA, INDONESIA
Christian, Salomo;
Irawati, Wahyu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7980
Pencemaran tembaga di daerah Rungkut-Surabaya telah melebihi ambang batas sehingga dapat mengancam kehidupan organisme di laut. Tembaga tidak dapat didegradasi dan beracun pada konsentrasi tinggi sehingga diperlukan pengolahan limbah yang dapat menurunkan konsentrasi tembaga di lingkungan. Khamir resisten tembaga dapat diisolasi dari daerah tercemar dan dapat dijadikan sebagai agen bioremediasi untuk mengatasi pencemaran tembaga. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan uji resistensi khamir resisten tembaga dari limbah industri.Sampel diambil dari lumpur aktif pusat pengolahan limbah PT. SIER Surabaya. Isolasi dilakukan dengan pengenceran sampel limbah kemudian diinokulasikan dengan metode sebar ke dalam medium Yeast Extract Peptone Dextrose Agar yang diperkaya dengan CuSO4. Uji resistensi dilakukan dengan menginokulasikan isolat murni dengan metode gores ke dalam medium Agar yang mengandung berbagai konsentrasi CuSO4 untuk menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Hasil isolasi diperoleh delapan isolat khamir dengan kode ES6.1, ES8.1, ES9.2, ES9.3, ES9.4, ES9.5, ES10.2, dan ES10.4. Nilai MIC isolat khamir tersebut berkisar antara 16-20 Mm CuSO4. Isolat yang paling resisten adalah isolat dengan kode ES9.3 dengan nilai MIC= 20 mM CuSO4 , sehingga isolate ini dipilih sebagai isolate yang paling resisten terhadap polutan di Wilayah Rungkut, Surabaya, Indonesia.
ANALISIS TINGKAT KEMIRIPAN ORTHOPTERA MENGGUNAKAN INDEKS SORENSEN DAN DENDOGRAM DI HUTAN BROMO KARANGANYAR JAWA TENGAH, INDONESIA
Astuti, Dwi Setyo;
Ruslan, Ruslan
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7990
Identifiasi suatu spesies dilakukan dengan cara mengamati berbagai ciri umum maupun khusus dari spesies tersebut berdasarkan karakter morfologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifiasi dan menghitung tingkat kekerabatan Ordo Orthoptera di Hutan Wisata Bromo Karanganyar menggunakan indeks kesamaan Sorensen dan dendogram. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel diperoleh melalui sampling di beberapa etape dalam hutan meliputi semak, jalan setapak, sungai dan area pepohonan. Hasil menunjukan bahwa dari 10 spesies yang diperoleh, Melanoplus diffrentialis dan Melanoplus bivitatus memiliki kekerabatan paling dekat yaitu sebesar92,3% sedangkan kekerabatan paling jauh adalah antara Melanoplus diffrentialis dan Neocurtila hexadactila yaitu sebesar 33,87%. Spesies dalam satu tingkatan takson yang sama cenderung memiliki kemiripan morfologi yang tinggi dibanding dengan spesies dari takson yang berbeda, meski beberapa spesies tidak menunjukkan hal demikian.
KOMPOSISI JENIS-JENIS TUMBUHAN PADA DUA KOMUNITAS TEMPAT TUMBUH Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl. DI DESA GAJAHREJO KABUPATEN PASURUAN DAN DESA JERU KABUPATEN MALANG
Solikin, Solikin
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.875
Stachytarpheta jamaicensis termasuk tumbuhan berkhasiat obat dan berpotensi sebagai tanaman hias. Penelitian yang bertujuan untuk menentukan komposisi jenis-jenis tumbuhan, keragaman dan kemelimpahan jenisnya serta indeks kesamaan pada dua komunitas tempat tumbuh Stachytarpheta jamaicensis telah dilakukan pada bulan Agustus 2012 di Desa Gajahrejo Kabupaten Pasuruan dan Desa Jeru Kabupaten Malang dengan metode survey dan pembuatan petak. Petak contoh dibuat berukuran 1x1 m yang penempatannya disesuaikan dengan keberadaan Stachytarpheta jamaicensis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sekitar 43 jenis tumbuhan yang ditemukan tumbuh bersama jenis tumbuhan ini, 12 jenis diantaranya ditemukan tumbuh pada dua komunitas. Komunitas tumbuhan di Gajahrejo lebih beragam denganjumlah 39 jenistumbuhan, nilai Indeks Keragaman Shannon-Weaver3,231, dan Indeks Kemelimpahan Margalef6,735. Sedangkan di Jeru ditemukan 23 jenis dengan nilai Indeks Keragaman Shannon-Weaver 2,751 dan Indeks Kemelimpahan Margalef5,051. Jenis tumbuhan yang paling dominan di sekitar Stachytarpheta jamaicensis di Gajahrejo adalah Panicum brevifolium. Sedangkan di Jeru adalah Salvia riparia. Indeks kesamaan jenis kedua komunitas sebesar 0,452.
Eosinofil Sel Penyaji Antigen
Jatmiko, Safari Wahyu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.312
Sel eosinofil merupakan jenis sel lekosit yang terlibat dalam berbagai patogenesis penyakit. Sel eosinofil pada awalnya dikenal sebagai sel efektor dari sistem imunitas alamiah. Akan tetapi, kemampuan sel eosinofil dalam memfagositosis patogen menimbulkan dugaan bahwa sel eosinofil ikut berperan sebagai sel penyaji antigen. Hal ini dianalogikan dengan sel makrofag dan sel dendritik yang bisa memfagositosis dan menyajikan antigen sebagai hasil dari degradasi patogen yang difagositosis. Untuk menjawab permasalahan ini, penulis melakukan penelusuran artikel tentang eosinofil sebagai sel penyaji antigen melalui US National Library of Medicine National Institute of Healthdengan kata kunci eoshinophil dan antigen presenting cell. Hasil penelusuran adalah ditemukannya 10 artikel yang relevan dengan topik. Hasil dari sintesis kesepuluh jurnal tersebut adalah sel eosinofil mampu berperan sebagai sel penyaji antigen yang profesional (professionalantigenpresentng cell)
Risiko Pemanfaatan Air Baku POKMAIR Watumalang Melalui Tinjauan Cemaran Koliform
Pujiyati, Pujiyati;
Setyono, Prabang;
Wiryanto, Wiryanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9234
Watumalang, Wonosobo, is a district with substantial spring utilization (60.66%). Limited management in quality of water utilization is considered a risk to health, especially from coliform contamination. The purpose of this study is to assess the risk of using raw water of POKMAIR group (spring users), specifically from the coliform aspect. The study was conducted primarily by water sampling and respondent questionnaires. Data analysis was performed descriptively and correlatively. The result shows that 71% of water samples did not meet the requirements as clean water from the coliform aspect. Utilization risk assessment shows that 37.5% of high-risk villages. Further analysis shows that the closest relationship to coliform was the ownership of sanitation facilities (r -0,381).