cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Eksplorasi Mikroalga di Air Terjun Temam Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan Harmoko, Harmoko; Lokaria, Eka
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6890

Abstract

Sampai saat ini ditemukan penelitian yang membahas tentang berbagai jenis mikroalga di air terjun Temam Lubuklinggau kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis-jenis mikroalga di kota Temam Lubuklinggau air terjun. Metode yang digunakan adalah survei. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi lapangan kerja. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi mikroalga di air terjun Teman Lubuklinggau kota ditemukan 17 Genus dari 4 divisi mikroalga. Mikroalga yang terdiri dari divisi Chlorophyta 7 genusyaitu: Spirogyra, ulothrix, Gonium, Microspora, Closterium, Cosmarium,  Desmidium,  Divisi Xanthophyta 1 genus, yaitu: Tribonema, Divisi Crysophyta 1 genus, yaitu: Chromulina dan divisi  Bacillariophyta 8 genus yaitu: Guinardia, Tabellaria, Eunotia, Asterionella, Frustulia, Surirella, Synedra, dan Navicula. Sedangkan data endukung mengamati bahwa pH dan suhu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: mikroalga yang berhasil diidentifikasi di air terjun Temam Lubuklinggau terdiri dari 4 divisi dan 17 genus.
Komposisi dan Struktur Komunitas Zooplankton di Danau Diatas, Sumatera Barat Setiawati, Sulis; Izmiarti, Izmiarti; Nofrita, Nofrita
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6880

Abstract

Penelitian tentang komposisi dan struktur komunitas zooplankton pada di Danau Diatas, Solok Sumatera Barat telah dilakukan pada bulan April sampai September 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas zooplankton di Danau Diatas kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metoda Purposive Sampling di empat stasiun. Sampel Zooplankton diambil menggunakan pompa air Alkon dan planktonnet.  Zooplankton yang didapatkan 44 spesies dengan komposisi Protozoa 5 spesies, Rotifera 22 spesies, Cladocera 13 spesies, dan Copepoda 4 spesies. Kepadatan total 20683,58 ind/l. indeks diversitas di Danau Diatas yaitu berkisar 1,043 -1,45. Indeks equitabilitas berkisar 0,31-0,54. Berdasarkan strata indeks equitabilitas berkisar 0,42-0,52, dan komunitas antar stasiun relatif seragam dengan indeks similaritas 53,06-61,53%. Study of composition and community structure zooplankton of Diatas Lake, Solok District, West Sumatera, from April until September 2016. The purpose of this research was to know the composition and structure of zooplankton. The research was conducted by using Purposive Sampling method with four research station. the samples by using water pomp machine and plankton net. The result showed that zooplankton it was found 44 zooplankton species with composition of Protozoa 5 species, 22 species of Rotifers, 13 species of Cladocera, and 4 species Copepods. The population diversity average 1723,6 ind/l.  diversity index (H’) ranged from 1,04 – 1,45, Equitability index (E) ranged from 0,31-0,54, Sorensen Similarity index ranged from 53,06 – 61,53 %.  
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Teh Hijau Terhadap Konsentrasi dan Kecepatan Spermatozoa Tikus (Rattus norvegicus) Setelah Paparan Asap Rokok Susmiarsih, Tri Panjiasih; Kenconoviyati, Kenconoviyati; Kuslestari, Kuslestari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6886

Abstract

Merokok dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan, asap rokok mengandung bahan kimia berbahaya dan radikal bebas yang berpotensi menimbulkan infertilitas. Teh (Camelia sinensis) merupakan tumbuhan yang banyak mengandung polifenol flavonoid katekin (sekitar 30%-40%),senyawa ini berpotensi sebagai antioksidan kuat untuk menetralisir efek toksik radikal bebas.Tujuanpenelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun teh hijau terhadap konsentrasi dan kecepatan spermatozoa tikus (Rattus norvegicus) setelah paparan asap rokok. Subjek penelitian menggunakan 24 ekor tikus putih. Perlakuan terbagi atas: kelompok kontrol (K1 dan K2), kelompok paparan asap rokok dan pemberian ekstrak teh hijau (P1 dan P5), kelompok paparan asap rokok (P2 dan P5) dan kelompok pemberian ekstrak teh hijau (P3 dan P6). Periode perlakuan selama 30 hari (K1,P1,P2,P3) dan 45 hari (K2,P4,P5,P6). Dosis paparan asap rokok sebanyak 1 batang per hari dan ekstrak daun teh hijau sebanyak 200 mg/kg bb. Semen diperoleh dari epididimis bagian kaudal tikus. Analisis data konsentrasi dan kecepatan spermatozoa menggunakan uji ANOVA dan uji perbandingan LSD.Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun teh hijau mampu mempertahankan kecepatan gerak spermatozoa tikus setelah paparan asap rokok, namun pemberian ekstrak daun teh hijau tidak dapat memperbaiki konsentrasi spermatozoa setelah paparan asap rokok. Ekstrak daun teh hijau diindikasikan dapat memperbaiki kualitas spermatozoa.
Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL): Analisis Pengetahuan Lingkungan dan Sikap Peduli Lingkungan Santri Pondok Pesantren di Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo Purwami, Ida; Irawati, Mimien Henie; Susilowati, Susilowati; Budiasih, Endang
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan santri terkait program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Penelitian dilakukan bulan November 2016 pada empat pesatren di kecamatan Gading Kabupaten probolinggo yaitu Miftahul Jannah, Miftahul Hasan, Raudatul Hasaniyah dan Mambaul Ulum. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik penyebaran angket kepada 129 santri. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lingkungan santri terkait KRPL sebesar 3,3%, dan sikap peduli lingkungan santri sebesar 28,75% terhadappelestarian lingkungan terkait KRPL ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas santri memiliki  pengetahuan dan sikap peduli lingkungan yang buruk terkait KRPL sehingga perlu ditingkatkan  melalui pengembangan buku petunjuk teknis, sosialisasi dan pelatihan dengan menerapkan program KRPL di pondok pesantren Miftahul Jannah. This research aims at describing the knowledge and the  caring attitude of boarding school students towards their environment due to Sustainable Reseve Food Graden Program. This paper is conducted on  nopember 2016 in 4 boarding school at DistrictGading Probolinggo. The metode used in this research  is survey by distributing the questionnaire to 129 students. The result of the study showed  that the knowledge of the students toward their environment is amount 3,3% and their caring attitudetoward the environement is amount 28,75% due to KRPL. The conclusion of the research  indicates that the  most of the students in the bording school acquire less knowledge and caring attitude toward KRPL. Therefore it will be needed to conducta socialisation in order to improve students knowledge and caring attitude by implementing KRPL. 
Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang Pada Media Alternatif Tepung Biji Jewawut dengan Konsentrasi yang Berbeda Suparti, Suparti; Zubaidah, Lailia
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6887

Abstract

Biji-bijian merupakan salah satu sumber karbohidrat yang dibutuhkan  untuk pertumbuhan miselium jamur merang dan tiram. Tepung biji jewawut memiliki kandungan karbohidrat (68,32 g) dalam 100 g, sehingga bisa digunakan  sebagaisumber nutrisi pertumbuhan jamur pangan.  Oleh karenanya dapat digunakan sebagai pengganti kentang untuk pembuatan bibit F0. Sedangkan kentang mengandung 19,10 g  karbohidrat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram dan jamur merang yang ditumbuhkan pada media tepung jewawut dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian  menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi media tepung biji jewawut (J) dan jenis jamur (T). Teknik analisis data menggunakandeskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rerata pertumbuhan miselium jamur terbaik pada konsentrasi tepung biji jewawut 15%, indukan jamur merang, yaitu dengan diameter 3,1 cm dan miselium yang rapat. Sedangkanrerata pertumbuhan miselium jamur terendah pada Konsentrasi tepung biji jewawut 20%, indukan jamur tiram dengan miselium yang tidak mengalami pertumbuhan.
Konservasi Mangrove Berbasis TRM (Tanam Rawat Monitoring) untuk Menjaga Sumberdaya Laut di Cengkrong, Trenggalek Paringsih, Novia Citra; Setyono, Prabang; Sunarto, Sunarto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6882

Abstract

Hutan Mangrove terletak di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur telah mengalami penurunan spesies diakibatkan perilaku konsumtif masyarakat dalam memanfaatkan mangrove. Keberadaan mangrove sangat penting untuk menjaga kesetabilansumberdaya laut khususnya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) pada tiga zonasi, melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar terkait partisipasi dalam konservasi mangrove, dan membuatstrategi konservasi hutan mangrove berbasis Tanam Rawat Monitoring. Metode penelitian deskriptif kuantitatif, pengambilan data mangrove random sampling dan pengambilan data wawancara kepada masyarakat sekitar purposive sampling. Analisis vegetasi menggunakan Indeks Nilai Penting, analisis partisipasi masyarakat menggunakan Pressure State Response. Hasil penelitian zonasi A didominasi Sonneratia alba (99,84%) kategori pohon, Sonneratia alba (89,03%) kategori anakanpohon, Rhizophora mucronata (80,74%) kategori semai, zonasi B didominasi Sonneratia alba (120,57%) kategori pohon, Sonnratia alba (57,55%) kategori anakan pohon, Sonneratia alba, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata (32,47%)kategori semai, zonasi C didominasi Lumnitzera racemosa (132,40%) kategori pohon, Xylocarpus granatum (113,03%) kategori anakan pohon, Lumnitzera racemosa (60,28%) kategori semai. Pendekatan partisipatif dan kemitraan kepadamasyarakat sekitar melalui Pokmaswas Kejung Samudera berjalan lancar. Kesimpulannya konservasi berbasis Tanam Rawat Monitoringdi kawasan mangrove Cengkrong lebih efektif untuk diterapkan,  konservasi mangrove tersebut diharapkan dapat menjadi role model masyarakat untuk menjaga hutan mangrove dan sumberdaya laut.
Kualitas Gel Pembersih Tangan (Handsanitizer) dari Ekstrak Batang Pisang dengan Penambahan Alkohol, Triklosan dan Gliserin yang Berbeda Dosisnya Asngad, Aminah; R, Aprilia Bagas; Nopitasari, Nopitasari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6888

Abstract

Antiseptik atau hand sanitizer bila digunakan terus menerus dapat berbahaya dan mengakibatkan iritasi hingga menimbulkan rasa terbakar pada kulit. Karena menggunakan  alkohol dan triklosan yang merupakan bahan kimia. Salah satu  upaya untuk mengurangi   alkohol dan triklosan, maka dilakukan inovasi produk antiseptik handsanitizer dengan menggunakan ekstrak batang tanaman pisang yang mengandung senyawa antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui  untuk mengetahui kualitas  handsanitizer dalam bentuk gel berbahan batang pisang dengan penambahan alkohol, triklosan dan gliserin yang berbeda dosisnya. Penelitian dilakukan di laboratorim Prodi Pendidikan Biologi FKIPUMS, metode penelitian eksperimen. Rancangan penelitian acak lengkap dengan 2 faktor perlakuan  yaitu: Faktor 1 Perbandingan konsentrasi alkohol dan triklosan yakni  = 2 ml : 1,75 g;  = 1 ml : 1,5 g. Faktor 2 Volume Gliserin   = 4 ml; = 3 ml;  = 2 ml. Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif untuk Uji daya hambat bakteri dan untuk Uji Viskositas. Hasil penelitian menunjukkan Pada perlakuan  dan  paling efektif membunuh bakteri dibandingkan perlakuan yang lainnya.viskositas tertinggi terdapat pada perlakuandengan hasil uji viskositas sebesar 1250 cps. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan ada perbedaan kualitas handsanitizer dalam bentuk gel berbahan batang pisang dengan penambahanalkohol, triklosan dan gliserin yang berbeda dosisnya.
Pengaruh Genetik dan Lingkungan Terhadap Pertumbuhan Sengon (Falcataria molucanna) Ras Lahan Jawa Susanto, Mudji; Baskorowati, Liliana
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6883

Abstract

Tegakan sengon (Falcataria molucanna) ras lahan Jawa dibangun di  Bali dengan tujuan untuk mengetahui keragaman pertumbuhan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik pada umur 1-3 tahun. Tegakan sengon tersebut dibangunsebagai uji keturunan dengan rancangan Baris Kolom Incomplete Block Design (IBD). Tegakan sengon tersebut menguji 25 famili half-sib dengan single plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman pertumbuhan yang disebabkanoleh faktor genetik (aditif ) maupun faktor lingkungan berubah-ubah setiap tahun. Pada tahun pertama ragam aditif mempunyai peranan 3,38% untuk tinggi pohon dan 0,67% untuk diameter batang; pada tahun kedua ragam aditif sebesar3,40% untuk tinggi pohon dan 3,05% untuk diameter batang; dan pada tahun ketiga ragam aditif sebesar 3,90% untuk tinggi pohon dan 7,00% untuk diameter batang. Sedangkan sisanya mulai tahun pertama sampai ketiga pertumbuhandipengaruhi oleh ragam lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pertumbuhan tanaman sengon ras lahan Jawa mayoritas dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sehingga disarankan tanaman sengon ras lahan Jawa harusmenggunakan sitim silvikultur yang tepat yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman sengon.
The Percentage of Epiphytes Cover on The Seagrass Beds in Sepanjang Beach, Indonesia Listiawati, Vina; Rohmah, Siti Naily; Alfan, Dheny Choirul
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6889

Abstract

Seagrasses are foundation plant species as they not only create their own habitat but also for other marine organisms. In estuarine and marine environments, they form beds and their leafy structure are the excellent substrate for the epiphytes. In this study, we aimed to investigate the percentage cover of epiphytes on the seagrass beds in Sepanjang Beach, Indonesia. 5 transect lines with 20 m in length with the 50 x 50 cm quadrat at the interval of 5 m were placed at the perpendicular angle to the shoreline. These transects were positioned from the furthermost of the western part to the middle part of the beach, represented the gradation level of human activities. The result showed that the percentage cover of epiphytes was significantly higher on the middle part of the beach compared to the side of the beach. This present study suggest that human activities could lead to the increasing of epiphytes cover on the seagrass beds.
TINGKAT PLOIDI PAKU SAYUR (Diplazium esculentum) PADA KETINGGIAN YANG BERBEDA DI GUNUNG MERBABU, BOYOLALI, JAWA TENGAH, INDONESIA Wulandari, Anggun; Rahmawati, Rina Dian
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7981

Abstract

Pada tumbuhan paku sering terjadi fenomena poliploidi dan salah satu penyebab yang diduga dapat menimbulkan peristiwa poliploidi adalah suhu dingin. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ploidi paku sayur (Diplazium esculentum) pada ketinggian yang berbeda di Gunung Merbabu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Objek yang digunakan adalah tumbuhan paku Diplazium esculentum yang diambil dari ketinggian yang berbeda (±500 mdpl, ±1500 mdpl, dan ±2500 mdpl) di salahsatu gunung tinggi Indonesia, yaitu Gunung Merbabu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ploidi Diplazium esculentum pada ketinggian yang berbeda. Tumbuhan paku Diplazium esculentum yang berada pada ketinggian ±500 mdpl menunjukkan hasil tipe sitologi diploid (2n) yang memiliki jumlah rata-rata kromosom adalah 54,2; pada ketinggian ±1500 mdpl menunjukkan hasil tipe sitologi triploid (3n) yang memiliki jumlah rata-rata kromosom adalah 80,533; sedangkan pada ketinggian ±2500 m dpl memiliki jumlah rata-rata kromosom sebanyak 105,333 dengan hasil tipe sitologi tetraploid (4n). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ploidi Diplazium esculentum pada masing-masing ketinggian di Gunung Merbabu.

Page 8 of 49 | Total Record : 484