cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
DISTRIBUSI TEMPORAL ARTHROPODA PADA TUMBUHAN LIAR Centella asiatica L. DI KEBUN BIOLOGI FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Aprelia Resti, Vica Dian
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.870

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi temporal Arthropoda pada tumbuhan liar Centella asiatica L. di kebun Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode pengamatan yang digunakan diadaptasi dari Weisse dan Stettmer (1991) secara visual control dengan mengamati secara langsung serangga yang mengunjungi cuplikan tumbuhan liar. Pengamatan dilakukan pada titik cuplikan tanaman Centella asiatica L. masing-masing pada tiga tempat yang ditentukan berdasarkan jauh dekatnya dengan jalan setapak dan sumber air. Pada setiap titik dilakukan pengamatan terhadap Arthropoda yang berkunjung dengan cara pengamatan langsung dengan gradasi jarak pengamatan 2 meter dan dilakukan pada 3 periode pengamatan dan durasi 15 menit. Distribusi temporal Arthropoda pada tumbuhan Centella asiatica L. menunjukkan variasi yang berbeda-beda. Pola yang paling mencolok ditemui pada distribusi famili Formicidae. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan kapan waktu yang tepat dilaksanakannya Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam upaya menurunkan penggunaan pestisida kimiawi di lahan pertanian atau perkebunan.
Analisis E. Coli Pada Air Minum Dalam Kemasan Yang Beredar Di Kota Tasikmalaya Meylani, Vita; Putra, Rinaldi Rizal
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9241

Abstract

Drinking water is the main need of humans as living things. Over time, humans are more practical so that for drinking needs they prefer to use bottled drinking water or refill drinking water. The high demand for bottled water raises the number of drinking water companies that issue bottled drinking water products. However, the quality of bottled water still needs to be assessed because it is not through pasteurization or other processing. So the microbiological content remains to be investigated. This study aimed to determine the bacteriological content in bottled drinking water. This study uses the Most Probable Number (MPN) method to test its bacterial content and gamma ray radiation to test its radiosensitivity. The sample in this study was bottled drinking water of various brands circulating in the City of Tasikmalaya. Based on the research results obtained from 13 samples there is 1 sample containing E. coli which is code B1 with a total bacterial content of 7 cells per 100 ml. So it can be concluded L samples are known to contain E. coli as much as 1.9 x 105 cells per ml.
PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA MEDIA LIMBAH SEKAM PADI DAN DAUN PISANG KERING SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF Suparti, Suparti; Marfuah, Lismiyati
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.876

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan jenis jamur pangan yang banyak dikonsumsi mengandung protein 27%. Kandungan protein pada jamur tiram putih dapat dipengaruhi oleh komposisi media tanam seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan nutrisi tambahan. Sekam padi dan daun pisang kering merupakan salah satu limbah organik yang dapat digunakan sebagai media alternatif untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram putih.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas jamur tiram putih yang ditumbuhkan pada media  limbah sekam padi dan daun pisang kering sebagai media alternatif. Jenis penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor yaitu faktor 1 penambahan sekam padi dan faktor 2 daun pisang kering (0%, 5%, 10%, 15%), masing-masing  dengan empat perlakuan dan dua kali ulangan.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan sekam padi dan daun pisang kering  15% (S3T3) memberikan pengaruh nyata terhadap lama penyebaran miselium, jumlah badan buah dan berat segar jamur tiram putih.Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan jamur pada perlakuan S3T3, dengan rata-rata lama penyebaran miselium 25,5 hari, jumlah badan buah 64,5 buah dan berat segar yang dihasilkan 402,5. Hasil data tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
Autekologi Elephantopus scaber L. di Kebun Raya Purwodadi Solikin, Solikin
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.313

Abstract

Elephantopus  scaber adalah   jenis tumbuhan  berkhasiat obat yang  banyak tumbuh liar di Kebun  Raya Purwodadi.  Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari   ekologi  Elephantopus scaber  di Kebun   Raya Purwodadi dilakukan dengan mengamati   iklim dan tanah serta  komposisi jenis tumbuhan di sekitarnya.  Untuk  menentukan komposisi  jenis  pada komunitas tempat  Elephantopus  scaber maka dilakukan pengamatan pada lokasi  : (a)  penetrasi cahaya 100% (terbuka), (b) penetrasi cahaya 26-50% (agak terbuka) dan (c) penetrasi cahaya 5-25%(agak teduh).  Analisis vegetasi pada masing-masing lokasi dilakukan dengan  membuat   plot  pada lokasi terpilih  secara sistematis dengan menggunakan  metode garis sepanjang 1 m sebanyak 50 segmen garis; jarak antar segmen  0,5 m. Hasil penelitian   menunjukkan bahwa  Elephantopus scaber  tumbuh tersebar di tempat agak teduh  hingga terbuka pada intensitas cahaya  100 ? 10.000  footcandle.   Elephantopus   scaber paling banyak ditemukan pada lokasi agak terbuka dengan nilai Indeks Nilai Penting 105,96. Vegetasi pada tempat agak teduh dan agak terbuka habitat  Elephantopus scaber    relatif homogen yang didominasi oleh  jenis  rumput Axonopus compressus.
Avifauna Di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat Rahayu, Slamet Mardiyanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9235

Abstract

Biodiversity is a component that is sensitive to changes in land use. Birds are an avifauna found in almost every place and have an important position as one of Indonesia's animal wealth. The high level of biodiversity is not supported by data and information about its distribution, the taxonomy is still limited and not well documented. Based on this, it is necessary to explore the distribution of birds in various regions, so that they can be collected in a database to support the bioconservation program. Therefore, this research needs to be done to determine the type of avifauna in Makmur Jaya Village, Tikke Raya District, Pasangkayu Regency, West Sulawesi Province. The research was in the form of exploration by observing and recording the species of birds found. Based on the research found 23 types of avifauna in Makmur Jaya Village, Tikke Raya District, Pasangkayu Regency, West Sulawesi Province, namely: Alcedo atthis, Aythya australis, Rhyticeros cassidix, Chalcophaps stephani,  Streptopelia chinensis, Macropygia amboinensis albicapilla, Corvus enca, Turacoena manadensis, Phaenicophaeus calyorhynchus, Dicrurus hottentottus, Todiramphus chloris, Hirundo tahitica, Aethopyga siparaja, Nectarinia jugularis, Passer montanus, Gallus gallus, Loriculus stigmatus, Pycnonotus aurigaster, Gallirallus torquatus, Ninox punctulata, Phylloscopus sarasinorum, and  Bubulbus ibis.
DISTRIBUSI SPASIAL ARTHROPODA PADA TUMBUHAN LIAR DI KEBUN BIOLOGI FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Kirana, Chandra
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.871

Abstract

Distribusi merupakan penyebaran suatu organisme dalam struktur populasi. Distribusi serangga hama maupun musuh alami terjadi dalam dua cara yaitu secara spasial (berdasarkan di-mensi ruang) dan temporal (berdasarkan dimensi waktu). Penelitian ini bertujuan untuk mendes-kripsikan dan menganalisis distribusi spasial Arthropoda pada tumbuhan liar di Kebun Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif deng-an pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: penelitian pendahuluan untuk mengamati jenis-jenis Arthropoda yang ada pada lokasi pengamatan; penentuan tum-buhan yang diamati yaitu Centella asiatica L. dan Ageratum conyzoides L; serta pengamatan kunjungan Arthropoda pada kedua tumbuhan tersebut. Metode pengamatan yang digunakan adalah visual control. Pengamatan distribusi spasial dilakukan pada tiga tempat tumbuhan Centella asi-atica L. dan Ageratum conyzoides L. yang ditentukan berdasarkan jauh dekatnya dengan jalan setapak dan sumber air. Distribusi spasial pada tumbuhan liar Centella asiatica L. dan Ageratum conyzoides L. di kebun Biologi FMIPA UM Malang menunjukkan variasi yang berbeda-beda. Daerah yang dekat dengan jalan rata-rata frekuensi kunjungan harian lebih rendah daripada daerah yang lebih jauh dengan jalan setapak.
Kualitas Perairan Sungai Musi di Kota Palembang Sumatera Selatan Windusari, Yuanita; Sari, Netta Permata
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan Sungai Musi di perairanKelurahan 5 Ulu (titik 1 pada ordinat  02o59?41.2?S dan 104o 45?39.3??E dan 7 Ulu (Titik 2 pada ordinat 02o59?39.3??S dan 104o45?42.1??E) di Kecamatan Seberang Ulu IKota Palembang. Parameter fisika, kimia, dan biologi perairan diukur di lapangan dan di laboratorium. Hasil menunjukkan kualitas perairan Sungai Musi untuk nilai-nilai dari beberapa parameter kimia seperti amonia, sulfida, besi, mangan, klorida lebih tinggi dari standar nilai yang diperbolehkan dalam suatu perairan sungai. Total colifrom sebesar 2400 koloni/100 ml  pada di Titik 1 juga melebihi batas kelayakan untuk nilai total coliform di perairan sungai.Berdasarkan hasil ini dapat dinyatakan kualitasperairan Sungai Musi, khususnya di lokasi sampling tidak layak digunakan untuk konsumsi karena terindikasi tercemar polutan dari industri dan feses.
Struktur Komunitas Ekosistem Mangrove Di Teluk Serewe Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat Irwansyah, Irwansyah; Sugiyarto, Sugiyarto; Mahajoeno, Edwi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9242

Abstract

The purpose of this study is to obtain the value of density, frequency, mangrove cover and the mangrove importance index (INP Mangrove) The method used for belt transects. The quadratic transect method measures 10 m x 10 m (tree category), 5 m x 5 m (sapling category) and 2 m x 2 m (seedling category). The results found that the mangrove community in Serewe Bay, Lombok Island, West Nusa Tenggara. Tree strata are dominated by Sonneratia alba species, pole strata are dominated by Sonneratia alba species and the seedling strata are dominated by Pemphis acidula. This shows that the existence of these three types can be found in almost every plot / plot. The Importance Value Index (INP) of mangroves obtained is classified as moderate, this shows that mangroves in Serewe Bay, Lombok Island, West Nusa Tenggara have an important role for the coastal environment.
PEMANFAATAN SUSU KAMBING ETAWA DAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN DASAR DANGKE ( KEJU KHAS INDONESIA) DENGAN KOAGULAN EKSTRAK JERUK NIPIS Suryani, Titik; Niswah, Fathun
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.877

Abstract

Dangke adalah salah satu keju  tradisional mirip  tahu yang  berwarna putih kekekuningan dari susu kerbau. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh variasi  bahan dasar  dangke  dengan koagulan ekstrak jeruk nipis terhadap kandungan protein, lemak, asam total, uji organoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur) dan daya terima masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktoryaitu kombinasi konsentrasi susu kambing etawa dan  susu kedelai  terdiri atas 5 perlakuan yaitu  K1E0 (100% susu kedelai), K0E1 (100% susu kambing etawa), K1E1 (50% susu kedelai : 50% susu kambing etawa), K8E2 (80% susu kedelai : 20% susu kambing etawa), dan K2E8 (20% susu kedelai : 80% susu kambing etawa), masing-masing 3 kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kombinasi  susu kambing etawa 80% : susu kedelai 20% menghasilkan dangke terbaik  dengan  kadar protein 20,30 g, kadar lemak 7,53%, dan asam total 8,29%. Kualitas dangke yang baik adalah warna kekuningan (krem), tidak berbau amis, rasa enak dan tekstur  lembut. Dangke yang disukai pada 100% susu kedelai dan susu kambing etawa20%  : susu kedelai 80%.
Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis dengan Menggunakan Ekstrak dan Nanas Asngad, Aminah; Fikoeritrina, Vanda; Primerika, Widya
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.314

Abstract

Selama ini pemanfaatan tanaman turi oleh  masyarakat masih terbatas, bagian dari tanaman turi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat hanya bunganya.  Padahal biji turi yang berbentuk bulat berwarna kuning kecoklatan mempunyai rasa dan aroma khas jenis kacang-kacangan juga dapat dimanfaatkan karena kaya dengan mineral dan vitamin serta mengandung protein. Biji dari tanaman turi dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif  dalam pembuatan  kecap karena biji tanaman turi tersebut  mempunyai komposisi  kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan kedelai, terutama kandungan  protein biji turi sebesar 36,21%  yang setara  dengan kandungan protein kedelai sebesar 37,5% Pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas dapat mempercepat waktu pembuatan kecap secara hidrolisis protein karena adanya enzim papain pada pepaya dan enzim bromelin pada nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas serta untuk  mengetahui organoleptik kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor tersebut yaitu jenis ekstrak yang digunakan (ekstrak pepaya dan ekstrak nanas) dan penambahan volume ekstrak (80 ml, 100 ml, dan 120 ml) dengan 6 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pepaya dan nanas berpengaruh pada kadar protein kecap. Hasil kadar protein tertinggi pada perlakuan J1V1 yaitu 12,11%,  sedangkan  kadar protein terendah pada perlakuan J2V1 yaitu 7,53 %. Kecap dengan perlakuan menggunakan ekstrak nanas, volume 120 ml merupakan kecap yang dapat diterima oleh masyarakat.

Page 10 of 49 | Total Record : 484