Articles
240 Documents
Pelatihan Dukungan Sosial untuk Meningkatkan Optimisme dan Kemandirian Penyintas Lahar Dingin Merapi Yogyakarta
Nuristighfari Masri Khaerani;
Mustadin Mustadin;
Sara Palila
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss2.art3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dukungan sosial dalam meningkatkan optimisme dan kemandirian pada penyintas lahar dingin erupsi Merapi. Desain eksperimen adalah pretest-postest group design dengan 10 partisipan. Data diperoleh dari skala optimisme Seligman dan skala kemandirian Masrun dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dukungan sosial berpengaruh positif pada kemandirian namun tidak berpengaruh pada optimisme pada pinyintas lahar dingin erupsi merapi.
Pengaruh Konseling Goal Setting terhadap Peningkatan Motivasi Karyawan
Nidya Paramita;
Arief Fahmie
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol6.iss1.art4
Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh konseling berfokus pada penetapan tujuan dalam meningkatkan motivasi pada karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat pengaruh positif pemberian konseling berfokus pada penetapan tujuan terhadap peningkatan motivasi pada karyawan. Sampel terdiri 16 orang level pengawas yang memiliki nilai skor motivasi rendah dan sedang. Rancangan yang digunakan adalah true experiment dengan pretest-posttest control group design. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis non parametric uji Mann-Whitney Test. Hasil analisis menunjukan nilai signifikansi skala motivasi pada kelompok eksperimen sebesar = 0,02 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan terhadap tingkat motivasi pada kelompok eksperimen antara sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa konseling berfokus pada penetapan tujuan.
Relaksasi Kesadaran Indera untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Penderita Diabetes Mellitus
Baiq Ratna Ayunsari;
Siti Suminarti Fasikhah;
Diah Karmiyati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 4 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol4.iss2.art8
Penelitian ini bermaksud mengetahui efektivitas terapi relaksasi kesadaran indera dalam menurunkan tingkat kecemasan terhadap penyakit kronis yang dialami oleh klien. Penelitian ini merupakan penelitian kasus tunggal. Desain dalam penelitian ini menggunakan desain ABA. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang yang didiagnosis menderita penyakit diabetes mellitus dan mengalami kecemasan. Pemilihan subjek yang mengalami kecemasan dilihat dengan menggunakan Subjective Units of Discomfort Scale (SUDs) dan Beck Anxiety Inventory (BAI). Penelitian dilakukan mulai dari pra terapi, terapi, pasca terapi, dan follow-up selama tujuh sesi dan satu minggu untuk memantau kondisi subjek setelah terapi dihentikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relaksasi kesadaran indera mampu menurunkan kecemasan yang dirasakan oleh pasien penderita penyakit diabetes mellitus.
Meningkatkan Keterampilan Memperkenalkan Diri Anak Borderline Melalui Modelling
Niken Fahma Prahesti;
Diana Savitri Hidayati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss1.art8
Penelitian bertujuan mengetahui apakah Modelling dapat meningkatkan keterampilan memperkenalkan diri anak Borderline. Modelling dalam penelitian ini menggunakan video dan instruksi yang berulang-ulang. Penelitian menggunakan Eksplanasi eksperimen dengan rancangan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah 5 orang siswa kelas 5 SDLB Ruhui Rahayu Samarinda dengan usia deviasi 10-15 tahun dan memiliki nilai intelegensi quotient (IQ) 69 – 79. Metode pengumpulan data dokumentasi, observasi, wawancara dan skala memperkenalkan diri. Metode analisa data menggunakan perbandingan nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan ada perubahan nilai memperkenalkan diri sebelum dan sesudah perlakuan berupa modeling. Hal ini dilihat dari perbedaan nilai pretest dan posttest dengan rata-rata nilai pretest 18.07 meningkat menjadi 30.80 pada saat posttest dengan perbandingan (p = 0.486) dan tidak ada perbedaan penilaian yang dilakukan oleh guru dan peneliti (p = 0,000).
Pengaruh Pelatihan Goal Setting terhadap Motivasi Belajar Bahasa Inggris Siswa
Dewi Lutfianawati;
R. Sumedi Priyana Nugraha;
Ratna Syifa’a Rachmahana
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss2.art8
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan goal setting pada motivasi belajar bahasa Inggris siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 26 siswa kelas XIIA SMK “X” Sleman, yang dibagi menjadi 13 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 13 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala motivasi belajar bahasa Inggris, wawancara dan observasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre postcontrol group design. Analisis penelitian yang digunakan adalah analisiskuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dengan menggunakan uji Mann-Whitney untuk mengetahui motivasi belajar bahasa inggris siswa setelah diberipelatihan goal setting. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan observasi, wawancara dan lembar kerja. Hasil penelitian yaitu pada pre test dan post test motivasi belajar bahasa Inggris menunjukkan ada peningkatan setelah diberi pelatihan dengan nilai Z= -4.359, P=0.000, P<0,05. Pada pre test dan follow up motivasi belajar bahasa Inggris menunjukkan ada peningkatan setelah dua minggu diberi pelatihan dengan nilai Z= -2.500, P=0.012, P<0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah pelatihan goal setting dapat meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris siswa kelas XII SMK “X”.
Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku untuk Mengurangi Depresi pada Pecandu Cybersex
Nurhaerani Haeba
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss2.art5
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi kognitif perilakuan dalam mengurangi tingkat depresi yang dialami pecandu cybersex sehingga berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kecanduan pelaku cybersex. Kriteria utama yang dipakai sebagai subjek dalam penelitian ini adalah laki-laki maupun perempuan, tingkat pendidikan minimal SMU yang berdomisili di kota Kendari yang berdasarkan hasil skrining angket kecanduan cybersex dan tes Beck Depression Inventory mengalami kecanduan cybersex yang penyebab utamanya adalah mengalami gangguan depresi. Penelitian dirancang dalam bentuk eksperimen, subjek penelitian dirandom ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil intervensi dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket kecanduan cybersex dan tes Beck Depression Inventory yang dilaksanakan saat pretes, pascates dan dua minggu setelah pelaksanaan, pemberian tes psikologi, lembar evaluasi observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi kognitif perilaku dapat menurunkan tingkat depresi pada pecantu cybersex.
Pengaruh Pelatihan Adversity Quotient untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama
Sri Utami;
Fuad Nashori;
Mira A. Rachmawati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol6.iss1.art9
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Adversity Quotient terhadap motivasi belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas IX SMP ”X” Sleman Yogyakarta yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala motivasi belajar dan skala Adversity Quotient. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-post control group design. Analisis kuantitatif dengan mengunakan Uji Independent Sample T-test untuk mengetahui perbedaan tingkat motivasi belajar siswa setelah diberi pelatihan Adversity Quotient. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan observasi, wawancara, dan lembar kerja. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tingkat motivasi belajar antara sebelum dan setelah diberi pelatihan Adversity Quotient dengan nilai t = 3,392 dan p = 0,002 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pelatihan Adversity Quotient dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX SMP ”X”.
Meningkatkan Optimisme Remaja Panti Sosial dengan Pelatihan Berpikir Positif
Mutya Nurindah;
Tina Afiatin;
Indahria Sulistyarini
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol4.iss1.art4
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh pelatihan berpikir positif terhadap optimisme pada remaja yang tinggal di panti sosial. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan optimisme antara remaja yang mendapat pelatihan berpikir positif dan yang tidak mendapatkan pelatihan berpikir positif. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 remaja putra dan putri yang minimal 1 tahun tinggal di panti, berusia 13 sampai 18 tahun, dan tingkat pendidikan minimal SLTP. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat tes optimisme yang dibuat oleh peneliti berdasarkan teori McGinnis (1995), wawancara dan observasi. Pelaksanaan pelatihan berpikir positif mengacu pada manual pelatihan berpikir positif yang telah disusun oleh peneliti dengan mengacu pada teknik pendekatan kognitif. Hasil evaluasi perbandingan skor optimisme saat prates, pascates dan tindak lanjut serta data hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa ada perbedaan peningkatan optimisme antara subjek yang mendapat pelatihan berpikir positif dan yang tidak mendapat pelatihan berpikir positif. Subjek yang mengikuti pelatihan berpikir positif mengalami peningkatan skor optimisme.
Program Intervensi Narimo Ing Pandum untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Keluarga Pasien Skizofrenia
Noor Hanafi Prasetyo;
M.A. Subandi
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 6 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol6.iss2.art1
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program intervensi Narimo Ing Pandum (NIP) untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis keluarga dengan skizofrenia. NIP dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Jawa yaitu kesabaran, kebersyukuran dan narimo. Responden penelitian ini adalah 2 keluarga yang merawat penderita gangguan skizofrenia. Pendekatan penelitian quasi experiment dengan desain kasus tunggal A-B-A design diterapkan dalam penelitian ini. Ada dua instrument yang digunakan, yaitu Skala NIP dan Skala Kesejahteraan Psikologis. Analisis data digunakan Visual inspection dan analisis kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa intervensi NIP dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis keluarga yang merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan skizofrenia. Meskipun dalam tahap tindak lanjut ada sedikit penurunan kesejahteraan psikologis, tapi sikap narimo ing pandum mereka masih stabil.