cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL PHARMASCIENCE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Februari dan Oktober. Redaksi menerima pemesanan Jurnal Pharmascience untuk berlangganan atau pembelian setiap terbitan. ISSN-Print : 2355-5386. ISSN-Online : 2460-9560. Telp. (0511) 4773112. Fax. (0511) 4782899. CP: 0852-924-65264. Email: jps@unlam.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Pagesangan Mataram Adikusuma, Wirawan; Qiyaam, Nurul; Yuliana, Fita
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 2 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan suatu pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan, sikap, dan keterampilan petugasnya, tetapi juga dipengaruhi oleh kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan penggunaan obat hipertensi dan beberapa variabel karakteristik pasien yang berpengaruh terhadap kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Pagesangan, Mataram. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional crossectional dengan mengambil data secara prospektif selama periode Februari – Maret 2015. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) yang berisi 8 pertanyaan. Persentase tingkat kepatuhan berdasarkan kuesioner MMAS adalah kepatuhan tinggi 75 % dan kepatuhan rendah 25 %. Berdasarkan analisis Chi Square tidak ada karakteristik subyek penelitian yang berpengaruh terhadap kepatuhan (P>0,05).Kata kunci: Hipertensi, kepatuhan, MMAS ABSTRACTThe success of a treatment is not only influenced by the quality of health services, attitudes and skills of its health workes, but also influenced by patient adherence. This research is aimed to measure adherence to antihypertensive therapy in hypertensive patients at primary health center Mataram, and to investigate patient’s characteristic associated with such adherence. This research was carried out by observational cross-sectional design with prospective data collection during February – March  2015. The measurement of adherence is done by using a questionnaire MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) which contains 8 questions. The percentage of the level of adherence by questionnaire MMAS is a high adherence 75% and 25% lower adherence. Based on the analysis of Chi-Square no characteristic of the study subjects that affect adherence (P>0,05).Key word : Hipertensive, Adherence, MMAS
Analisis Kinerja Instalasi Farmasi di BLUD Rumah Sakit Kota Banjarbaru Dengan Metode Balanced Scorecard Berdasarkan Perspektif Keuangan dan Perspektif Pelayanan Periode 2012-2014 Aprilliani, Windi Ayu; Kartinah, Nani; Hardiati, Ratna Suci
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 2 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan mutu dan kinerja rumah sakit perlu dilakukan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Balanced Scorecard merupakan metode yang koheren dan kompherensif sebagai alat evaluasi manajemen karena dapat mengukur dari empat perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, proses pelayanan dan pertumbuhan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dan cross sectional berupa data primer dan data sekunder. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: 1) kinerja perspektif keuangan tahun 2012 hingga tahun 2014 diperoleh rata-rata rasio ekonomi sebesar 95,84%; rasio efisiensi sebesar 893,71%; dan rasio efektivitas sebesar 91,94%. 2) kinerja perspektif pelayanan tahun 2012 hingga tahun 2014 diperoleh rata-rata nilai ALOS 3,67 hari; BOR 88,47%; TOI 0,52 hari; BTO 81,12 kali; GDR 17,17‰; NDR 7,64‰; tingkat ketersediaan obat 88%; dispensing time : waktu maksimal racikan 68 menit dan non racikan 48 menit; tingkat antrian pasien 68,05%; komponen yang tertera pada etiket meliputi nama RS, alamat RS, tanggal pembuatan resep, nama pasien aturan pakai dan peringatan khusus; dan informasi obat yang diberikan meliputi cara pakai obat 68,99%, cara simpan obat 28,80% dan jangka waktu pengobatan 31,96%. Diperoleh kesimpulan kinerja perspektif keuangan termasuk kriteria cukup baik dengan deskriptif persentase sebesar 61,54%; kinerja pelayanan rawat inap termasuk kriteria cukup baik dengan deskriptif persentase sebesar 77,78%; dan kinerja perspektif pelayanan rawat jalan termasuk kriteria kurang dengan deskriptif persentase sebesar 60%.Kata kunci: evaluasi, kinerja, Balanced Scorecard, perspektif keuangan, perspektif pelayanan, Instalasi Farmasi BLUD RS Kota BanjarbaruABSTRACTThe increase of hospital quality and performance needs to be done to give a qualified service to society. Balanced Scorecard is a coherent and comprehensive method as a management evaluation tool because it can measure from four perspectives, such as finance, customer, process of service and learning growth. Data collecting was conducted retrospectively and in a cross sectional way in form of primary and secondary data. The study result showed that: 1) the average economical ratio of financial perspective performance in 2012 until 2014 was 95.84%; efficiency ratio was 893.71%; and affectivity ratio was 91.94%. 2) from service perspective performance in 2012 until 2014 it was obtained the average values of ALOS (3.67 days); BOR (88.47%); TOI (0.52 day); BTO (81.12 times); GDR (17.17‰); NDR (7.64‰); medicine availability level (88%); dispensing time: maximum time of mixing was 68 minutes and non mixing was 48 minutes; patient queue level (68.05%); components printed on etiquette included a hospital’s name, hospital’s address, prescription making date, patient’s name, using rule and special warning; medical information given included the way to use medicine (68.99%), the way to keep medicine (28.80%), and the interval of medicinal treatment (31.96%). The conclusions were the performance of financial perspective included in fairly good criteria with percentage description of 61.54%; the performance of inpatient service included in fairly good criteria with percentage description of 77.78%; and the performance of outpatient service included in not good (poor) criteria with percentage description of 60%.Keywords: evaluation, performance, Balanced Scorecard, financial perspective, service perspective, Pharmacy installation of Local Public Service Agency in Hospital Banjarbaru.
PENGARUH KONSENTRASI ASAM STEARAT TERHADAP KARAKTERISTIK SEDIAAN DAN PELEPASAN KRIM KURKUMIN Safitra, Diah; Sari, Destria Indah
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 1 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARIKurkumin merupakan hasil isolasi bahan alam yang telah diketahui manfaatnya dalam pengobatan. Pemberian dalam bentuk topikal lebih baik untuk tujuan pengobatan di kulit. Asam stearat merupakan bahan yang secara luas diketahui digunakan sebagai basis sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsentrasi asam stearat terhadap karakteristik sediaan dan pelepasan kurkumin dari krim sesaat setelah dibuat dan setelah penyimpanan 40°C selama 14 hari. Variasi konsentrasi asam stearat yang digunakan sebesar 5%, 7,5%, dan 10% terhadap bobot sediaan. Nipagin, butylated hydroxytoluene (BHT), dan oleum menthae telah ditambahkan untuk meningkatkan akseptabilitas krim. Karakteristik sediaan yang diuji meliputi organoleptis, pH, viskositas, dan ketersebaran. Pelepasan kurkumin diamati selama 9 jam. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsentrasi asam stearat memberikan pengaruh terhadap karakteristik sediaan dan pelepasan kurkumin dari krim.Kata Kunci : Kurkumin, asam stearat, pelepasan obat.ABSTRACTCurcumin is an isolated natural product which has been used to treat ailments. Topical use give better response when skin is the target. Stearic acid is extensively known as topical cream base. This study was aimed to determine stearic acid concentration effect to cream characteristic dan curcumin release on freshly made cream and 14 days 40°C storage cream. Stearic acid concentration was 5%, 7,5%, and 10%, relatively to total weight. Nipagin, butylated hydroxytoluene (BHT), and oleum menthae were added to increase acceptability. Cream characteristic was evaluated of organoleptic, pH, viscosity, and spreadability. Curcumin released was observed for 9 hours. Results showed elevation of stearic acid concentration could influence cream characteristic and curcumin release.Keywords : Curcumin, stearic acid, drug release.
Pengaruh Pemberian Gel Kuersetin Terhadap Jumlah Neutrofil dan Limfosit dalam Proses Penyembuhan Luka Bakar Derajat II A Pada Tikus Jantan Galur Wistar Erlia, Eva; Cahaya, Noor; Rahmawanty, Dina
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 2 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLuka bakar merupakan suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan. Data Badan Litbang Departemen Kesehatan, luka bakar terbanyak adalah luka bakar derajat II. Luka bakar derajat II A mengalami kerusakan pada bagian epidermis dan sebagian dermis. Kuersetin memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Pemberian gel kuersetin dapat membantu proses penyembuhan luka bakar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian gel kuersetin terhadap penurunan jumlah neutrofil dan limfosit pada luka bakar derajat II A. Metode : Penelitiaan ini menggunakan 45 ekor tikus jantan wistar yang diberi perlakuan luka bakar pada bagian punggung. Empat puluh lima ekor dibagi masing-masing 15 tikus berdasarkan lamanya hari perlakuan yaitu perlakuan 5, 11 dan 21 hari. Masing-masing lamanya hari perlakuan dibagi menjadi 3 kelompok kecil masing-masing 5 tikus berdasarkan perawatan yang diberikan yaitu kelompok kontrol positif, uji dan negatif. Punggung tikus diinduksi dengan logam berdiameter 2 cm dengan suhu 100°C yang dipanaskan 3 menit dan ditempelkan selama 10 detik. Perawatan luka dilakukan dua kali sehari. Pengamatan dilakukan secara mikroskopik dengan parameter neutrofil dan limfosit. Hasil uji Mann Whitney berdasarkan lamanya perlakuan pada kelompok kontrol positif, uji dan negatif, menunjukkan penggunaan gel kuersetin dapat menurunkan jumlah neutrofil dan limfosit secara signifikan (p<0,05). Sehingga disimpulkan gel kuersetin berpengaruh dalam penurunan jumlah neutrofil dan limfosit dalam penyembuhan luka bakar derajat II A pada tikus jantan galur wistar. Kata kunci : kuersetin, limfosit, luka bakar, neutrofil. AbstractBurns is a form of damage or loss tissue. Based on data from the Ministry of Health Development Agency, most burns are II degree burns. II A degree burns suffered damage on the part of the epidermis and the dermis partially. Quercetin has the antioxidant activity and antiinflamasi. The provision of quercetin gel can help in the process of healing of burns. The study was intended to determine the effectiveness of the quercetin gel against the decrease on the number of neutrophils and lymphocytes in the treatment of II A degree burns. This research used 45 male wistar rats who were given the treatment of burns on the back. Forty five of rats were devided into 3 group consisted of is rats based on treatment that is inflicted by 5, 11 and 21 days. Each day’s treatment group is divided into 3 small groups consisted each of 5 rats based on the treatment provided control group positive, test and negative. The back of a rat has induced by metal diameter of 2 cm with the temperature of 100°C, which was heated for 3 minutes and affixed for 10 seconds. The treatment burn was done twice a day. Microscopic observation was conducted with burn parameters of neutrophils and lymphocytes. The result of Mann Whitney test based on the time of treatment of the control group positive, test and negative, showed the use of gel quercetin can lower the number of neutrophils and lymphocytes significantly (p<0,05). So thus it can be concluded that quercetin gel has the effect in decreasing the number of neutrophils and lymphocytes  in healing II A degree burns on wistar strain male rats.Key words : quercetin, lymphocytes, wound healing, neutrophils
Pengaruh Pemberian Fraksi Metanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocerecus polyhizus) Terhadap Kadar Malondialdehid Pada Tikus (Rattus novergicus) Wistar Yang Mengalami Stres Oksidatif Wahdaningsih, Sri; Untari, Eka Kartika
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi radikal bebas berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan stres oksidatif. Salah satu indikator stres oksidatif pada manusia adalah kadar Malondialdehid (MDA). Kulit Hylocereus polyrhizus berpotensi sebagai antioksidan eksogen alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek fraksi metanol kulit H. polyhizus terhadap kadar MDA dan mengetahui dosis fraksi metanol kulit H. polyhizus yang dapat menurunkan kadar MDA. Kulit H. polyhizus dimaserasi menggunakan kloroform p.a, kemudian difraksinasi dengan pelarut metanol. Kadar MDA diukur menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 532 nm. Tikus dibagi menjadi 7 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif vitamin E(18 mg/ kgBB), kontrol positif kuersetin (4 mg/ 200gBB), dosis I (5 mg/ 200gBB), Dosis II (10 mg/ 200gBB) dan dosis III (20 mg/ 200gBB). Setiap kelompok terdiri dari 4 ekor tikus dan diberikan stres oksidatif berupa perenangan 10 menit perhari dan puasa pakan selama 5 hari. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One way ANOVA dan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil analisis data kadar rata-rata MDA pada kelompok normal, negatif, vitamin E, kuersetin, dosis I,II dan III berturut-turut adalah 0,042; 0,051; 0,034; 0,042; 0,037; 0,033; 0,030 µg/ml. Dosis fraksi metanol kulit H. polyhizus berpotensi sebagai antioksidan karena dapat menurunkan kadar malondialdehid pada tikus yang mengalami stres oksidatif.   Kata Kunci : Stres oksidatif, Malondialdehid, Antioksidan, Hylocereus polyrhizus, Metanol
Pengaruh Pemberian Simvastatin Terhadap Profil Farmakokinetika Rivaroxaban Paradina, Yusella Budi; Sari, Destria Indah; Kartinah, Nani
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 1 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rivaroxaban dan simvastatin merupakan dua obat yang digunakan dalam terapi Fibrillasi atrium (FA) dan keduanya dimetabolisme oleh enzim CYP3A4. Pengunaan dua obat atau lebih pada waktu bersamaan dapat meningkatkan atau menurunkan kadar obat dalam darah. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh simvastatin terhadap nilai Cpmaks, t1/2 dan AUC rivaroxaban pada tikus jantan Wistar. Penelitian ini terdiri dari kelompok kontrol (rivaroxaban 10 mg.kgBB-1) dan kelompok perlakuan (ribaroxaban 10 mg.kgBB-1 dan simvastatin 10 mg.kgBB-1). Cuplikan darah diambil pada waktu 0,25; 0,50; 0,75; 1,00; 1,50; 2,00; 3,00; 4,00; 5,00; 6,00 dan 7,00 jam. Analisis kadar rivaroxaban menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis derivatif pertama yang telah divalidasi. Analisis profil farmakokinetika menggunakan SPSS dengan metode t-test, menunjukkan tidak ada peningkatan yang signifikan pada nilai Cpmaks dan t1/2 rivaroxaban (p>0,05) dari 9,946 g.mL-1 menjadi 11,799 g.mL-1 dan dari 3,90 jam menjadi 4,39 jam. Nilai AUC meningkat secara signifikan (p 0.05) from 9.946 g.mL-1 to 11.799 g.mL-1 and 3.90 hours to 4.39 hours. AUC value increased significantly (p
PREVALENSI PRESCRIBING ERROR PADA PASIEN RAWAT INAP STROKE AND DIABETES MELLITUS DI RSUD ULIN BANJARMASIN Cahaya, Noor
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 1 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARIMedication error merupakan permasalahan yang sering terjadi di rumah sakit. Angka kejadian medication error pada pasien rawat inap berkisar 3-7% dan setiap minggu farmasis menemukan 135 prescribing error pada pasien rawat inap sehingga menimbulkan berbagai dampak mulai dari yang ringan hingga serius. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui prevalensi dan rasio prevalensi prescribing error,kejadian tidak tepat dosis dan interaksi obat terhadap pasien rawat inap stroke dan Diabetes Mellitus di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan cross-sectional,pengumpulan data retrospektif dari semua resep pasien stroke, hipertensi dan DM rawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin periode tahun 2011, kemudian dihitung prevalensi dan rasio prevalensi kejadian prescribing error pada masing-masing kelompok penyakit dan status pasien. Sebanyak 3462 lembar resep dikumpulkan, hasil analisis diperoleh prevalensi prescribing error pada pasien stroke (N = 1210; 35.0%) lebih besar daripada pasien diabetes mellitus (N = 556; 16.0%). Rasio prevalensi kejadian prescribing error pada pasien stroke lebih besar dari pasien diabetes mellitus (RP = 1.53; p = 0.000; 95%CI 1,337-1,767). Pasien stroke memiliki resiko kejadian prescribing error lebih besar dengan nilai rasio prevalensi sebesar 1.53 dibanding pasien diabetes mellitus.Kata kunci: prescribing error, stroke, diabetes mellitusABSTRACTMedication error is a common issue in a hospital. The error rate for inpatient medication error was reported to be 3-7%. Weekly, 135 prescribing errors determined by pharmacist and resulted in various consequences side effects. The objective of this research is to count the prevalence and its ratio of prescribing errors of stroke and diabetes mellitus inpatients at a public hospital in Banjarmasin, Indonesia. This research was conducted by a retrospective cross-sectional study. The samples of the study are inpatients with stroke and diabetes mellitus. The study was carried out from January to December 2011. The result showed that prevalence of prescribing errors in stroke patients were higher (N = 1210; 35.0%) than diabetes mellitus patients (N=556; 16.0%). Prevalence ratio of prescribing errors among stroke patients greater than DM patients (RP= 1,53; p = 0,000; 95%CI 1,337-1,767). Therefore the prevalence of prescribing error in stroke patients is high with a prevalence ratio of 1,53 compared to diabetes mellitus patients.Key words: prescribing errors, stroke, diabetes mellitus.
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Kimia Daun Kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd) Nainggolan, Dokmauli; Dewi, Maria; Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 2 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daun kajajahi digunakan oleh masyarakat Loksado Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh data fitokimia dari senyawa kimia dari daun kajajahi asal Loksado Hulu Sungai Selatan berupa data kromotografi lapis tipis, spektra ultraviolet sinar tampak, spektra inframerah, spektra resonansi magnetik inti 1H dan 13C. Isolasi senyawa dilakukan melalui ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol dilanjutkan fraksinasi dengan pelarut kloroform dan etil asetat secara bertahap. Isolasi fraksi etil asetat dengan kromatografi kolom menghasilkan fraksi A-D. Fraksi A dipilih untuk isolasi selanjutnya karena memiliki bobot yang lebih besar dan pemisahan noda terlihat lebih jelas. Fraksi A diisolasi dengan kromatografi lapis tipis (KLT) preparatif menghasilkan isolat A1, A2 dan A3. Isolat A3 mempunyai nilai Rf 0,5 dengan eluen n-heksana : etil asetat (1:1) dan positif dengan FeCl3 1%. Identifikasi isolat A3 dilakukan dengan spektrofotometri UV, IR, 1H-RMI, dan 13C-RMI. Spektra UV menunjukkan panjang gelombang maksimum 213 nm. Spektra IR menunjukkan adanya gugus C=O, -OH, C-O, C-H streching, spektra 1H-NMR menunjukkan pergeseran kimia δH (ppm) 1 unit -CH3 yang tidak memiliki tetangga proton, 2 unit -CH2-yang berada pada lingkungan simetris dan unit -CH3-CH2- yang terikat pada oksigen. Hasil analisis 13C-NMR menunjukkan pergeseran kimia khas δC (ppm) 173;09 (C=O), 61;64, 64;48 (C-OH) dan 14;56, 20;96, 30;85, 33;17 (C-C). Berdasarkan data spektra UV, IR, 1H-RMI, dan 13C-RMI maka isolat A3 disarankan sebagai senyawa 3-Etoksi-4-Hidroksi-3,3 Hidroksimetilen-Butana-2-on. Kata kunci: Leucosyke capitellata Wedd, fraksi etil asetat, 3-Etoksi-4-Hidroksi-3,3-Hidroksimetilen-Butana-2-on, isolasi. Abstract The leaves of kajajahi is used by loksado society as herbal medicine for diarrhea on South Hulu Sungai in South Kalimantan. This research aimed to get the phytochemical data from chemical compounds of kajajahi leaves derived on loksado in South Hulu Sungai. The data was in the form of thin layer chromatographic data, ultraviolet spectra of visible light, infrared spectra, and nuclear magnetic resonance of 1H & 13C. Isolation of compounds conducted through maceration extraction with ethanol, fractination by chloroform and ethyl acetate gradually. Isolation of ethyl acetate fraction by column chromatographic produced the A-D fraction. The fraction A selected for futher isolation because it had greater weight and clearer separation stains. The fraction A was isolated by preparative thin-layer chromatographic (TLC) and produced the isolate A1, A2, and A3. The isolate A3 has a Rf value of 0,5 with n-heksane : ethyl acetate eluent (50%:50%) and positive with FeCl3 1%. Identification of isolate A3 wasdone with spectrophotometry UV, IR, 1H-NMR & 13C-NMR. The UV spectra showed the maximum wavelength at 213 nm. IR spectra indicated the presence of clusters C=O, -OH, C-O, and C-H stretching. 1H-NMR spectra showed the chemical δH (ppm) 1-unit –CH3 doesn’t have neighboring protons 2 units -CH2- which are symmetrical environment and –CH3-CH2- unit bound to oxygen. The result of analysis 13C-NMR showed the typical chemical shift δC (ppm) 173;09 (C=O), 61;64, 64;48 (C-OH) dan 14;56, 20;96, 30;85, 33;17 (C-C). Based on spectra of data UV, IR, 1H-NMR & 13C-NMR then the isolate  A3 is recommended as a compound named 3-etoxy-4-hydroxy-3,3-Hydroxymetilen-butane-2-one. Keywords: Leucosyke capitellata Wedd, Ethyl acetat, Isolation, and 3-etoxy-4-hydroxy-3,3-Hydroxymetilen-butane-2-one.
Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) Ipandi, Irvan; Triyasmono, Liling; Prayitno, Budi
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) merupakan tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional seperti penurun panas dan anti diare. Tumbuhan kajajahi telah diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan sifat sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun kajajahi. Penelitian ini bersifat eksperimental. Sampel yang digunakan adalah daun kajajahi yang berasal dari desa Hulu Banyu Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu sungai Selatan. Penentuan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri didasarkan pada kemampuan flavonoid membentuk kompleks dengan AlCl3 sedangkan Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian diperoleh kadar flavonoid total ekstrak etanol daun kajajahi sebesar 6,14 ± 0,193 mg/g kuersetin dan aktivitas antioksidan sebesar  IC50  455,570 ppm. Sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan lemah.Kata kunci : Leucosyke capitellata Wedd, Antioksidan, DPPH,Flavonoid Total
Aktivitas Imunomodulator Fraksi n-Heksan dari Herba Sambiloto (Andrographis paniculata, (Burm.F) Nees ) Terhadap Mencit yang Diinduksi Vaksin Hepatitis B dengan Parameter Ig G Rahayu, Mamik Ponco
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 1 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herba sambiloto (Andrographis paniculata Burm. Nees) mengandung banyak komponen senyawa kimia yang telah banyak di teliti dengan aktivitas sebagai hepatoprotektor dan salah satu kandungan zat aktifnya yaitu andrographolid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari A. paniculata yang mempunyai aktivitas sebagai imunomodulator dan hepatoprotektor terhadap mencit Balb/c yang telah diinduksi vaksin hepatitis B. Ekstraksi herba sambiloto menggunakan alat Soxhlet dengan pelarut yang berseri. Vaksin hepatitis B digunakan sebagai penginduksi mencit Balb/c. Sebagai tolok ukur imunostimulator adalah peningkatan jumlah antibodi IgG dengan ELISA tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan (2,7 mg/20 g BB mencit) menunjukkan peningkatan IgG tertinggi. Tiga fraksi teraktif dengan peningkatan jumlah IgG tertinggi sampai terendah yaitu F2 (0,569 mg/20 g BB mencit), F1(0,126 mg/20 g BB mencit), F4(0,094 mg/20 g BB mencit). Kata Kunci : Herba sambiloto (Andrographis paniculata Burm. Nees), Imunomodulator, Hepatoprotektor, Vaksin Hepatitis B Abstract Andrographis herbs (Andrographis paniculata Burm. Nees) has many active compounds , which shown hepatoprotector activity and one of its component is andrograpolide. Therefore, the aim of this study were to search the active compounds from A. paniculata as imunomodulator from the BALB/c mice was induced by hepatitis B vaccine. Andrographis herbs was extracted using Soxhlet by series of solvents. The isolation process was guided with in vivo imunommodulatory assay induced by hepatitis B vaccine in Balb/c mice. The imunostimulant activity was assesed through the increasing of IgG antibody. Hexane extract (2.7 mg /20 g mice) was increasing the titer of IgG higher than others. The fractions activity on increasing IgG titer from highest to lowest were F2 (0.569 mg/20 g mice), F1(0.126 mg/20 g mice), F4(0.094 mg/20 g mice). Keywords : Andrographis herbs (Andrographis paniculata Burm. Nees), Immunomodulator, Hepatoprotektor, hepatitis B vaccine