cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL PHARMASCIENCE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Februari dan Oktober. Redaksi menerima pemesanan Jurnal Pharmascience untuk berlangganan atau pembelian setiap terbitan. ISSN-Print : 2355-5386. ISSN-Online : 2460-9560. Telp. (0511) 4773112. Fax. (0511) 4782899. CP: 0852-924-65264. Email: jps@unlam.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Aktivitas Antidiabetes dari Fraksi Air Lingzhi (Ganoderma lucidum (Curtis) P. Karst)) pada Tikus Diabetes dengan Induksi Aloksan Ningsih, Dwi
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 1 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh fraksi air G. lucidum dalam menurunkan kadar glukosa darah dan ekspresi p53 pada jaringan pankreas tikus diabetes yang diinduksi aloksan. Tiga puluh enam tikus dibagi menjadi enam kelompok yaitu normal, diabetes, glibenklamid dan tiga dosis fraksi air pengobatan kelompok G. lucidum (225, 450, dan 675 mg / KgBB). Tikus diabetes diinduksi aloksan intraperitoneal pada dosis 150 mg / KgBB. Keadaan diabetes terjadi pada hari ke-3 setelah pemberian aloksan dan menunjukkan peningkatan kadar darah sampai 274,00 ± 15,11 mg / dL. Pemberian oral fraksi air G. lucidum dan glibenklamid selama 9 hari setelah kondisi diabetes secara signifikan mengurangi kadar glukosa darah (P <0,05). Pada hari ke-10 setelah pengobatan, tikus yang dimatikan dan jaringan pankreas diambil untuk pengujian Haematoxyllin eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air G. lucidum menghambat apoptosis sel β. Perubahan morfologi jaringan pankreas dalam keadaan diabetes secara signifikan menurun dan berubah menjadi keadaan normal setelah pemberian berulang fraksi air G. lucidum.  Kata kunci: fraksi air  G. lucidum, Aloksan monohidrat, Diabetes melitus  AbstractThe present study was designed to investigate the influence of water fraction of G. lucidum toward lowering blood glucose level and p53 expression in pancreatic tissues in alloxan-induced diabetic rat. Thirty six rats were divided into six groups i.e. normal, diabetic, glibenclamide and three dosage of treatment water fraction of G. lucidum groups (225, 450, and 675 mg/KgBW).  Diabetic rats were induced by alloxan monohidrate intra peritoneally at the dose of 150 mg/KgBW. Diabetic state occurred on the 3rd day after alloxan administration and it was showed increasing blood level until 274.00 ± 15.11 mg/dL. Orraly administrations of water fraction of G. Lucidum and glibenclamide for 9 days after diabetic condition  were significantly reduce of blood glucose level (P<0.05). At the day 10th after treatment, rats were sacrified and the pancreatic tissues were harvested for Haematoxyllin eosin. The results showed that water fraction of G. lucidum inhibit the β cell apoptotic. The morphological change of pancreas tissue in a diabetic state was significantly decreased and turned into normal state after repeated administration of water fraction of G. Lucidum.  Keywords   : Water fraction of G. Lucidum,  Alloxan Monohidrat, Diabetes Mellitus
PENGGUNAAN OBAT OFF-LABEL PADA PASIEN NEONATUS RAWAT INAP RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE JANUARI—DESEMBER 2013 Kartinah, Nani; Dasupantini, Sulvia; Intannia, Difa
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 1 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARIPenggunaan obat off-label pada pasien neonatus dikarenakan pengujian untuk mendapatkan data farmakokinetika,farmakodinamika dan efek samping obat pada pasien ini belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase pasien neonatus yang mendapatkan obat off-label, mengetahui golongan obat dengan tingkat kejadian obat off-label tertinggi dan mengetahui persentase obat off-label berdasarkan kriteria usia, dosis, rute pemberian obat dan indikasi. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pasien neonatus periode januari hingga desember 2013. Berdasarkan hasil analisis, 100% (n = 357) pasien neonatus mendapatkan obat off-label. Tingkat kejadian off-label tertinggi terjadi pada obat golongan antibiotik yaitu sebesar 91,9 % (n=552 obat). Berdasarkan kriteria, penggunaan off-label pada kriteria usia sebesar 71,7% (n=552 obat), kriteria dosis sebesar 98,6% (n=552 obat), kriteria indikasi sebanyak 3,3% (n=552 obat) dan kriteria rute pemberian obat tidak ada kasus off-label. Kesimpulan penelitian penggunaan obat off-label pada pasien neonatus di RSUD Ulin Banjarmasin masih sangat tinggi.Kata kunci : off-label, neonatus, rawat inapABSTRACTOff-label drug use on neonatal due to patient testing to get data pharmacokinetics, pharmacodynamics and drug side effects in these patients have not been conducted. This study aims to know percentage neonatal patients who received drugs off-label, to know classes of drugs with an incidence rate of off-label drugs and to know the highest percentage of off-label drugs based on the criteria age, doses, route of administration drugs and indications. This study was an observational study with retrospective data collection period January until December 2013. Based on the analysis, 100% (n = 357) neonatal patients get the drug off-label. The incidence rate of off-label drug classes was highest on the antibiotic that is equal to 91.9% (n = 552 drugs). Based on the criteria, the use of off-label on the age criteria was 71.7% (n = 552 drugs), dose criteria of 98.6% (n = 552 drugs), indication criteria as much as 3.3% (n = 552 drugs) and the criteria of drug administration no cases of off-label. Conclusion research off-label drug use on neonatal patients at RSUD Ulin Banjarmasin still very high.Keywords: off-label, neonatal, hospitalization
Pengaruh Pemberian Verapamil Terhadap Profil Farmakokinetika Rivaroxaban Lestari, Novita Dewi; Sari, Destria Indah; Kartinah, Nani
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 2 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan polifarmasi dalam pengobatan saat ini dapat menyebabkan risiko interaksi obat. Penggunaan rivaroxaban dan verapamil secara bersamaan dalam terapi pencegahan stroke akibat fibrilasi atrium dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya interaksi farmakokinetika. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian verapamil terhadap nilai Cmaks, t1/2 dan AUC rivaroxaban. Penelitian ini menggunakan dua kelompok tikus, yaitu kelompok kontrol (rivaroxaban 10 mg/kgBB) dan kelompok perlakuan (rivaroxaban dan verapamil diberikan bersamaan; dosis masing-masing 10 mg/kgBB). Cuplikan darah diambil melalui vena lateralis ekor tikus pada waktu 0,25; 0,50; 0,75; 1,00; 1,50; 2,00; 3,00; 4,00; 5,00; 6,00 dan 7,00 jam. Kadar rivaroxaban ditentukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis derivatif pertama yang telah divalidasi. Profil farmakokinetika dianalisis menggunakan SPSS dengan metode  t-test tidak berpasangan dan Mann-whitney dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Cmaks rivaroxaban meningkat tidak signifikan (p>0,05) dari 10,373 µg.mL-1 menjadi 11,317 µg.mL-1. Nilai t1/2 meningkat secara signifikan (p<0,05) dari 3,89 jam menjadi 4,46 jam. Nilai AUC meningkat secara signifikan (p<0,05) dari 36,821 µg.jam.mL-1 menjadi 52,032 µg.jam.mL-1. Kesimpulan dari penelitian adalah pemberian verapamil bersamaan dengan rivaroxaban dapat mempengaruhi profil farmakokinetika (Cmaks, t1/2 dan AUC) rivaroxaban. Kata kunci : Interaksi Farmakokinetika, Rivaroxaban, Verapamil AbstractThe development of polypharmacy in medical treatment can lead to the risk of drug interactions. Using rivaroxaban and verapamil simultaneously as therapy to prevent stroke due to atrial fibrillation can lead to the possibility of pharmacokinetic interactions. The aims of this study was to investigate the effect of verapamil on the value of Cmax, t1/2 and AUC of rivaroxaban. The study was conducted on two groups of rats, the control group (rivaroxaban 10 mg.kg-1) and treatment group (rivaroxaban and verapamil was given simultaneously; 10 mg.kg-1 for each group). Blood sample were from the vein of rat’s tail at 0,25; 0,50; 0,75; 1,00; 1,50; 2,00; 3,00; 4,00; 5,00; 6,00 and 7,00 hours. The concentration of rivaroxaban was determined using derivatives UV-Vis spectrophotometry that has been validated. The pharmacokinetic profiles were analyzed using SPSS ith a t-test and Mann-whitney method. The statistical results using 95% of confidence interval showed that verapamil increases the Cmax of rivaroxaban from 10.373 µg.mL-1 to 11.317 µg.mL-1 (p>0,05), the t1/2 of rivaroxaban increased from 3.89 hour to 4.46 hour (p<0,05). The AUC of rivaroxaban was significantly increased from 36.821 µg.hour.mL-1 to 52.032 µg.hour.mL-1 (p<0,05). The conclusion of this study was verapamil and rivaroxaban given simultaneously can affect the pharmacokinetic profiles (Cmax, t1/2 and AUC) of rivaroxaban. Keywords : Rivaroxaban, Verapamil, Pharmacokinetics Interactions
Skrining Fitokimia dan Uji Kualitatif Aktivitas Antioksidan Tumbuhan Asal Daerah Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Sutomo, Sutomo; Arnida, Arnida; Rizki, Muhammad Ikhwan; Triyasmono, Liling; Nugroho, Agung; Mintowati, Evi; Salamiah, Salamiah
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan selatan merupakan salah satu kawasan tropis dengan sumber keanekaragaman hayati yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekstraksi dan skrining fitokimia terhadap beberapa tumbuhan yang secara etnis digunakan sebagai pengobatan. Metode ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran terhadap golongan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan obat. Tumbuhan yang diteliti  adalah rimpang patiti, kulit batang ambaratan, batang carikang habang, daun puspa, kulit batang balik anngin, daun bilaran tapah, dan daun karamunting. Hasil ekstraksi menggunakan etanol 70% rendemen terbanyak adalah daun puspa (30,76%) diikuti secara berturut-turut kulit batang balik angin (27,05%), daun bilaran tapah (23,53%), daun karamunting (10,88%), rimpang patiti (8,48%), batang carikang habang (3,56%), dan kulit batang ambaratan (2,04%). Skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang patiti mengandung senyawa golongan flavonoid, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Kulit batang ambaratan mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan antrakinon. Batang carikang habang mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, saponin, steroid, dan antrakuion. Daun puspa mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, dan terpenoid. Kulit batang balik anngin mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, terpenoid, dan antrakuinon. Daun bilaran tapah mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonois, fenol, tanin, saponin, terpenoid, dan antrakuinon. Daun karamunting mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonois, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH melalui kromatpgrafi lapis tipis menunjukkan bahwa ketujuh tumbuhan yang diuji mengandung senyawa yang bersifat antioksidan. Kata kunci : eksplorasi, ekstraksi, skrining fitokimia, antioksidan.
Gambaran Penggunaan Obat Off-Label Pada Pasien Pediatrik Rawat Jalan Di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari-Desember 2013 Ariati, Antung Lisa; Kartinah, Nani; Intannia, Difa
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 1 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Off-label adalah penggunaan obat di luar ketentuan dari izin penjualan (marketing authorisation = MA), berkaitan dengan dosis, usia, rute pemberian, dan indikasi yang berbeda. Pemakaian obat off-label adalah akibat dari kurangnya penelitian obat khususnya pada anak-anak. Faktor yang mengakibatkan kurangnya penelitian obat pada anak-anak adalah rumitnya uji klinis pada anak-anak dan data farmakokinetik yang tidak mencukupi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase pasien pediatrik di Poliklinik Anak RSUD Ulin Banjarmasin yang mendapatkan obat off-label, mengetahui golongan obat dengan tingkat kejadian obat off-label tertinggi dan mengetahui persentase obat off-label berdasarkan kriteria usia, dosis, rute pemberian dan indikasi. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pengambilan data secara retrospektif. Berdasarkan hasil analisis terhadap 348 pasien, persentase pasien yang menerima obat off-label sebesar 60,1% (n = 348 pasien). Jumlah obat yang dianalisis sebanyak 947 obat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kejadian obat offlabel tertinggi adalah golongan obat batuk dan pilek yaitu sebesar 23,7% (n = 947 obat). Persentase penggunaan off-label pada kriteria dosis sebesar 98,9% (n = 446 obat), pada kriteria usia sebesar 24,8% (n = 112 obat), pada kriteria indikasi sebanyak 1,3% (n = 6 obat) dan pada kriteria rute pemberian tidak ada kasus offlabel. Kata kunci: off-label rawat jalan, usia, dosis, rute pemberian, indikasi Abstract Off-label is a use of drugs that is beyond the terms of the license sales (marketing authorization = MA), related to dose, age, route of administration, and different indications. Off-label use of drugs is a result of the lack of drug research, especially in children. Factors that lead to lack of drug research in children is the complexity of clinical trials in children and pharmacokinetic insufficient data. The purposes of this study were to determine the percentage of pediatric patients at Childrens Polyclinic in Ulin Banjarmasin Hospital who get the off-label drug, determine the drug classes with an incidence rate of off-label drugs and determine the highest percentage of off-label drug based on the criteria of age, dose, route of administration and indications. This study was an observational study with retrospective data collection. Based on the analysis of 348 patients, the percentage of patients who received the off-label drug for was 60,1% (n = 348 patients). The number of drugs that were analyzed were 947 drug. The analysis showes that the highest incidence rate of off-label drug is cough and cold medicines was 23.7% (n = 947 drug). The percentage of off-label use in the dose criterion about 98.9% (n = 446 drug), the age criteria about 24.8% (n = 112 drug), the indication criteria as much as 1.3% (n = 6 drug), and on the the route of administration criteria no cases of off-label found. Keywords: off-label, outpatients, age, dose, route of administration, indications
STUDI AKTIVITAS TABIR SURYA BUAH LIMPASU (Baccaurea lanceolata) BERDASARKAN PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) SECARA IN VITRO Rahmawanty, Dina; Fadhilaturrahmah, Fadhilaturrahmah
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 1 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARILimpasu (Baccaurea lanceolata) merupakan tanaman khas Kalimantan Selatan yang buahnya diduga memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tabir surya dari buah limpasu berdasarkan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak etanol daging buah limpasu. Pada penelitian ini digunakan sampel buah limpasu yang sudah matang dan diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% secara maserasi. Nilai SPF ditentukan dengan mengukur absorbansi sampel dengan konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm dan 4000 ppm menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daging buah limpasu memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Hasil menunjukkan bahwa nilai SPF ekstrak etanol daging buah limpasu sebesar 10, 18 dan 29. Nilai SPF 10 menunjukkan tingkat kemampuan tabir surya maksimal. Nilai SPF 18 dan 29 menunjukkan tingkat kemampuan tabir surya ultra.Kata kunci: Limpasu, SPF, tabir suryaABSTRACTLimpasu (Baccaurea lanceolata) is typical of South Kalimantan plant whose fruit is thought to have activity as a sunscreen. This study aims to determine the activity of the fruit limpasu sunscreen based on the value of Sun Protection Factor (SPF) of ethanol extract of the fruit flesh limpasu. This research used samples limpasu fruit that is ripe and extracted using 70% ethanol by maceration. Value SPF was determined by measuring the absorbance of the sample with a concentration of 1000 ppm, 2000 ppm and 4000 ppm using UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 290-320 nm. The conclusion of this study is the ethanol extract of the fruit flesh limpasu has activity as a sunscreen. The results indicate that the SPF value limpasu ethanol extract of fruit pulp by 10, 18 and 29 value indicates the level of SPF 10 sunscreen maximum capability. Value SPF 18 and 29 demonstrate the ability level of the ultra sunscreen.Keywords: Limpasu, SPF, sunscreen
VALIDASI METODE DAN ANALISIS TADALAFIL DALAM PRODUK JAMU PENAMBAH STAMINA DI KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Wardana, Dika; Triyasmono, Liling; Rahmawanty, Dina
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 1 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARIJamu merupakan salah satu jenis obat tradisional yang sering digunakan. Salah satu bahan kimia obat yang sering ditambahkan pada jamu penambah stamina pria adalah tadalafil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan tadalafil dalam jamu penambah stamina di kota Banjarmasin serta melakukan validasi metode penetapan kadar tadalafil dengan KCKT. Sampel terdiri atas 10 macam jamu penambah stamina dengan merek yang berbeda yang dikumpulkan dari 5 kecamatan di Banjarmasin. Analisis dilakukan dengan menggunakan KCKT fase terbalik dengan kolom Eurospher (5 μm, 250 mm x 4,6 mm), detektor Uv-Vis, fase gerak berupa campuran asetonitril dan dapar fosfat (pH 7) (3:2 v/v), laju alir 0,8 mL/menit dengan panjang gelombang 262 nm. Pada sistem kromatografi tersebut, menunjukkan waktu retensi tadalafil yaitu 5,7 menit. Pada rentang analisis 50 hingga 150 ppm diperoleh linieritas dengan koefisien korelasi (r) = 0,999. Nilai akurasi yang diperoleh berkisar antara 99,358-100,142 %, presisi 0,332-0,709 % serta nilai LOD dan LOQ sebesar 0,003 dan 0,01 ppm. Hasil menunjukkan bahwa metode yang digunakan telah memenuhi syarat validasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh sampel Jamu B terbukti mengandung tadalafil 2,724 ± 0,136 mg tiap 100 mg sampel.Kata kunci : Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), Jamu, Validasi Metode, TadalafilABSTRACTHerbal medicine is one type of traditional medicine that is often used. One of the chemical drugs that are often added to herbal durability enhancer is tadalafil. This research aimed to identify the content of tadalafil durability enhancer in herbal medicine in Banjarmasin, and perform validation of methods of determination tadalafil with HPLC. Samples consisted of 10 kinds of herbal durability enhancer medicines with different brand collected from 5 sub-districts in Banjarmasin. The analysis conducted using the HPLC reversed phase with Eurospher column (5 μm, 250 mm x 4,6 mm), Uv-Vis detectors, stationary phase as a mixture of acetonitrile and buffer phosphate (pH 7) (3:2 v/v), flowrate 0,8 mL/minute, and wavelength 262 nm. In the chromatography system, showed that the retention time of tadalafil was 5,7 minutes. Linearity obtained at analysis range of 50 to 150 ppm with correlation coefficient (r) = 0,999. Accuracy obtained at range between 99,358-100,142 % precision at 0,332-0,709 %, LOD and LOQ are 0,003 and 0.01 ppm respectly. The results showed that the method has qualified validation condition. Based on results of research, indicates that herbal medicine brand B is proven containing 2,724 mg tadalafil in each 100 mg samples.Key words : High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Herbal Medicine, Validation Method, Tadalafil
Kajian Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Penderita Gagal Ginjal Kronik Stadium V Di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari 2013 – Juni 2014 Fiqrianty, Amelia; Srikartika, Valentina Meta; Nurlely, Nurlely
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 2 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak            Penggunaan antihipertensi dengan obat lain pada pasien GGK dapat menimbulkan terjadinya potensi interaksi obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung potensi interaksi obat  antihipertensi  pada  pasien  GGK stadium V di RSUD Ulin Banjarmasin Periode  Januari  2013  –  Juni  2014. Potensi interaksi obat yang ditemukan menurut software online, diperoleh 390 kasus berpotensi interaksi obat, yaitu: 180 (27,7 %) minor, 270 (69,2%) moderate dan 12 (3,1 %) major. Menurut Drug Interaction Facts: The authority on drug interaction, diperoleh 112 kasus berpotensi interaksi obat, yaitu : signifikansi 1 sebanyak 8 (7,1%) , signifikansi 2 sebanyak 13 (11.6%), signifikansi 3 sebanyak 70 (62,5 %), signifikansi 4 sebanyak 1 (0,9%) dan signifikansi 5 sebanyak 20 (17,9%). Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring terhadap pasien dan komunikasi antara farmasis dan tenaga kesehatan lain dalam menentukan terapi untuk mencegah atau menghindari terjadinya interaksi obat. Kata kunci : Interaksi Obat, Antihipertensi, Gagal Ginjal Kronik. Abstract The use of antihypertensive drugs, alone and with combination, among patients with Cronic Kidney Disease can lead to potential drug interactions. The purpose of this research is to determine the potential interactions of antihypertensive drugs in five grade chronic kidney disease patients of RSUD Ulin Banjarmasin period January 2013-June 2014. According to the online software, it is found that 390 in cases of potential drug interactions, there are 180 cases (27,7%) of minor interactions, there are 270 cases (69,2%) of moderate interactions, there are 12 cases (3,1%) of major interactions. According to the Drug Interaction Facts: The authority on drug interactions (Tatro, 2008), it is obtained that in 112 cases of potential drug interactions, there are 8 cases (7,1%) of significance 1; 13 cases (11,6%) of significance 2; 70 cases (62,5%) of significance 3; 1 cases (0,9%) of significance 4 and 20 cases (17,9%) of significance 5. Hence, the patients need to be monitored and communications among pharmacists and health professionals need to be done in deciding appropriate treatment to avoid drug interactions.Keywords : drug interactions, antihypertensive drug, chronic kidney disease
Uji Antioksidan Senyawa Terpenoid Dari Fraksi M-17 Ekstrak Metilena Klorida Kulit Batang Tumbuhan Kasturi (Mangifera casturi) Prayitno, Budi; Rosyidah, Kholifatu; Astuti, Maria Dewi
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang isolasi senyawa dari ekstrak metilen klorida telah dilakukan. Hasil analisis diduga senyawa tersebut adalah senyawa (23-E)-27-nor-3β-hidroksisikloart-23-en-25-on. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikril hidrazil). Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Senyawa 1 memiliki nilai IC50 sebesar 6.751 ppm dan IC50 vitamin C sebesar 2,98 ppm, sehingga senyawa ini tidak aktif antioksidan.  Kata kunci: Mangifera  casturi., antioksidan, triterpenoid
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Tanaman Iler (Coleus atropurpureus Benth) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Aloksan Illyyani, Sarlina; Intannia, Difa; Triyasmono, Liling
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 1 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak            Tanaman iler secara tradisonal digunakan masyarakat Amuntai Kalimantan Selatan untuk penghilang rasa nyeri, demam dan menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan pengaruh paling besar dari ekstrak etanol tanaman iler (Coleus atropurpureus Benth) yang dapat menimbulkan penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan. Tikus diinduksi aloksan 150mg/kgBB secara intraperitonial dan dikatakan diabetes jika kadar glukosa darah ≥ 150 mg/dL. Tikus dikelompokkan menjadi 6 kelompok yaitu kontrol positif glibenklamid sebanyak 0,45 mg/kgBB, kontrol negatif NaCMC 1 % dan dosis ekstrak etanol tanaman iler yaitu 25mg/kgBB, 50mg/kgBB, 100mg/kgBB dan 200mg/kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke-0 (setelah tikus diinduksi aloksan dan menjadi diabetes), 4, 7, 10 dan 14. Nilai persen perubahan kadar glukosa darah dianalisis menggunakan uji Kruskal wallis dan uji Mann-Whithney. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol tanaman iler dosis 100mg/kgBB dan 200mg/kgBB menunjukkan tidak berbeda nyata dengan kontrol positif glibenklamid. Semua dosis ekstrak etanol iler menujukkan penurunan kadar glukosa darah. Dosis ekstrak 200mg/kgBB memberikan aktivitas terbesar yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada hewan uji. Kata Kunci : Glukosa Darah, Ekstrak Etanol, Iler AbstractTraditionally, Iler plant is used by the people in Amuntai, South Kalimantan for healing the pain, fever and decreasing the level of blood glucose. The aim of this research is to determine activities and the largest effect of ethanol extract of iler plant (Coleus atropurpureus Benth) which can decrease blood glucose on the white male rats. The rats is inducted with alloxan doses 150 mg/kgBB intraperitonial, rat has diabetes if the level of blood glucose ≥ 150 mg/dL. The rats are divided into 6 groups, consist of positive control of glibenclamide 0.45 mg/kgBB, negative control NaCMC 1% and ethanol extract of iler plant doses 25 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, and 200 mg/kgBB. Measurement of blood glucose level was performed on day 0 (after the rats are inducted with alloxan and becoming diabetes), 4, 7, 10 and 14. The percentage of blood glucose level change was analyzed using Kruskal Wallis test, and Mann Whitney test. Analysis result showed that extract ethanol of Iler plant with doses 100 mg/kgBB and 200 mg/kgBB was not significantly different from the positive control glibenclamide. All of doses of ethanol extract of iler  referred to the decreasing of level of blood glucose. The doses 200mg/kgBB contributed the largest activity that able to decrease the level of blood glucose of laboratory animal. Key words : Blood Glukose, Ethanol extract, Iler.