cover
Contact Name
Hurriah Ali Hasan
Contact Email
pilar@unismuh.ac.id
Phone
+6281241852596
Journal Mail Official
pilar@unismuh.ac.id
Editorial Address
Jl. St. Alauddin, No 259, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pilar
ISSN : 19785119     EISSN : 27763005     DOI : https://doi.org/10.26618/298dtd07
scientific publication journal that aims to support the development of Islamic studies in various fields of science, in the fields of education, economics, law, history by exploiting knowledge and practice for the benefit of humanity. Through this journal, it is hoped that the scientific community can contribute to the development of knowledge related to Islamic studies.
Articles 376 Documents
PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP (Long Life Education) Nur Ani Azis
PILAR Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.679 KB)

Abstract

AbstrakKonsep pendidikan seumur hidup sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh pakar pendidikan dari zaman ke zaman.a palagi bagi umat Islam, jauh sebelum orang-orang Barat mengangkatnya, Islam sudah mengenal pendidikan seumur hidup, sebagaimana dinyatakan oleh Hadis Nabi Muhammad saw yang berbunyi “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahad”. Asas pendidikan seumur hidup ini merumuskan suatu asas bahwa proses pendidikan merupakan proses kontinyu yang sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Konsep pendidikan ini mencakup pendidikan informal, formal dan nonformal.Kata kunci: lat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup, agar lebih bernilai bagi masyarakat.
ADMINISTRASI DAN PELAYANAN PUBLIK DITINJAU DARI KEMASLAHATAN UMAT Rahmawati Rahmawati
PILAR Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.799 KB)

Abstract

AbstrakAdministrasi dalam makna sempit adalah tata kelola teknis suatu tata usaha yang meliputi pengetikan konsep, surat dan sejenisnya serta menyimpan, menata dokumen dan arsip dalam sebuah tata usaha organisasi. Sedangkan pelayanan publik adalah pelayanan yang diberikan oleh badan publik seperti birokrasi pemerintah, BUMN, dan sebagainya baik pelayanan barang dan jasa yang dikelola pemerintah yang bersumber dari anggaran dan belanja negara atau daerah.Tulisan ini bertujuan mengungkap pentingnya perbaikan administrasi dalam kaitan dengan pelayanan publik. Sebab, tidak jarang badan publik mulai dari kelurahan, kecamatan kota/kabupaten, serta organisasi aparatur sipil negara (ASN) melalaikan tugasnya. Misalnya, soal pelayanan KTP, KK, Akta kelahiran, akta warisan, hibah, wakaf, sertifikat tanah, pajak, retribusi, IMB, SITU, SIUP, Izin Gannguan (HO), Akta pernikahan, dan sebagainya masih sangat lemah. Bahkan terkadang ada di antara badan publik yang memenuhi standar minimal pelayanan publik, atau pelayanan tidak memuaskan atau cenderung mengecewakan warga.Simpulan dari tulisan ini adalah bagaimana badan pelayanan publik dapat memberikan pelayanan yang maksimal terhadap warga negara, sehingga Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik dapat dilaksanakan dengan baik dan benar. Di antara indikator pelayanan publik yang baik adalah kecepatan, ketepatan waktu, biaya murah, dan administrasi yang memadai.Kata kunci: efektif, efisien, ASN, barang publik, jasa publik dan administration,transparancy.good  coorporate government.
INTERAKSI PEMBELAJARAN EFEKTIF UNTUK BERPRESTASI Abd Rahim Razak
PILAR Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.102 KB)

Abstract

Abstrak Rangkaian kegiatan komunikasi antara subjek didik, guru dan peserta didik. Komunikasi antara dua subjek ini dipengaruhi oleh berbagi faktor :  1) Faktor tujuan; 2) Faktor bahan/ materi , 3) Faktor guru dan peserta didik, 4) Faktor metode, 4) Faktor situasi,Untuk menyatakan bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil, bila setiap guru memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan filsafatnya. Namun untuk menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini yang telah disempurnakan antara lain bahwa suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan instruksional khusus (TIK)nya dapat tercapai[1]Untuk mengetahui tercapai tidaknya TIK, guru perlu mengadakan tes formatif setiap selesai menyajikan satu bahasan kepada siswa. Penilaian formatif ini untuk mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai tujuan instruksional khusus (TIK) yang ingin dicapai. Fungsi penilaian ini adalah untuk memberikan umpan balik kepada guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar dan melaksanakan program remedial bagi siswa yang belum berhasil. Suatu   proses   belajar    mengajar    tentang  suatu   bahkan  pengajaran dinyatakan  berhasil  apabila  hasilnya  memenuhi  tujuan instruksional khusus dari bahan tersebut.Kata kunci : intelegensi,  minat, bakat, interaksi, materi, metode, situasi, kongnitif, afektif. 
MEDIA CETAK SEBAGAI MEDIA DAKWAH KONTEMPORER Abd Rahman P
PILAR Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.535 KB)

Abstract

AbstrakKehadiran al-Qur’an sebagai “media cetak” merupakan himpunan informasi dan pesan-pesan Ilahi yang tersimpan dalam bunyi yang kemudian terabadikan di dalam teks (tulisan). Teks Alqur’an telah memainkan peran yang sangat penting bagi terjalinnya komunikasi antara Tuhan dan manusia dan antara sesama manusia itu sendiri. Di sisi lain, media cetak sebagai media komunikasi massa, selain berfungsi sebagai alat perantara individu atau golongan dengan massa, juga mempunyai fungsi kemasyarakatan, antara lain;  alat informasi, alat mendidik,  alat menghibur,  alat membimbing dan menyalurkan pendapat umum,  alat menghubungkan dan alat kontrol.Peluang dakwah dalam kehidupan di era informasi, setidaknya dapat dilihat pada tiga sektor strategis, yaitu pertama, sektor keilmuan dan teknologi dengan berkembangnya semangat religiusitas. Kedua, sektor kekuasaan politik dan birokrasi dengan tumbuhnya semangat religiusitas dari pusat pemerintahan hingga ke desa. Dan ketiga, sektor bisnis dan industri dengan mulai banyaknya keterlibatan tokoh-tokoh pelaku bisnis dan industrialisasi tingkat nasional dalam kegiatan dakwah serta pemberian fasilitas dakwah di pusat-pusat kegiatan kerja.Tantangan dakwah pada sisi lain, yaitu pertama, tantangan sosio-ekonomi yang dapat dicermati dari beberapa hal antaralain pertumbuhan penduduknya tinggi, produktivitas rendah, sumber alam yang belum terkelola baik, tingkat kesejahteraan rendah dan tingkat kematian yang tinggi. Kedua, tantangan sains dan teknologi akibat kemajuan ilmu pengetahuan yang terus berkembang, maka corak kehidupan manusia akan terkurung dalam sistem kompleks dari business science technology, dengan tujuan menghasilkan produk lebih banyak dengan pekerjaan lebih sedikit. Dampak negatifnya mengakibatkan unsur emosional dan spiritual tidak diperhitungkan.  Ketiga, tantangan etis religius. Sebagai dampak modernisasi materialis, maka konsekuensinya adalah terjadinya suatu pergeseran kemauan masyarakat dari kemauan alami (natural will) menjadi kemauan rasional (rational will). Dalam proses perubahan ini, kehidupan emosional manusia mengalami erosi dan berlanjut pada pemiskinan spiritual.Kata kunci: Media Cetak, Dakwah, Modernitas.
“UMMATAN WASATHAN” DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-TABARIY M Ilham Muchtar
PILAR Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.246 KB)

Abstract

AbstrakUmmatan Wasathan adalah konsep masyarakat ideal dalam pandangan Alqur’an, yaitu masyarakat yang hidup harmonis atau masyarakat yang berkeseimbangan. Al-wasath adalah ciri keunggulan umat atau masyarakat yang diidealkan Alqur'an karena sifatnya yang moderat dan berdiri di tengah-tengah sehingga dapat dilihat oleh semua pihak dan dari segenap penjuru. Posisi pertengahan menjadikan anggota masyarakat tersebut tidak memihak ke kiri dan ke kanan, yang dapat mengantar manusia berlaku adil. Keberadaan masyarakat ideal pada posisi tengah menyebabkan mereka mampu memadukan aspek ruhani dan jasmani, material dan spiritual dalam segala aktivitas. Wasathiyah (moderasi atau posisi tengah) mengundang umat Islam untuk berinteraksi, berdialog dan terbuka dengan semua pihak (agama, budaya dan peradaban), karena mereka tidak dapat menjadi saksi atau berlaku adil jika mereka tertutup atau menutup diri dari lingkungan dan perkembangan global.Kata Kunci: Al-wasath, Wasathiyah , harmonis, moderasi, spiritual global.
LONG LIFE EDUCATION DALAM PERSPEKTIF ISLAM Muhammad Ali Bakri
PILAR Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.048 KB)

Abstract

AbstrakPendidikan dalam pengertian usaha yang dilakukan oleh pendidik, mungkin dapat dikatakan berakhir saat anak didik mencapai masa dewasa dan mampu bertanggung jawab terhadap segala akibat dari perbuatannya. Sedangkan Pendidikan Islam adalah tidak terbatas pada pencapaian nilai-nilai keduniaan semata, tetapi terus berlanjut sampai pada keselamatan kehidupan di akhirat kelak. Pendidikan Islam pada hakekatnya mempunyai jangkauan makna yang sangat luas serta dalam rangka mencapai kesempurnaannya memerlukan waktu dan tenaga yang tidak kecil, karena itulah kemudian dikenal ungkapan pendidikan seumur hidup (long life education), sebagaimana dikenal pernyataan ilmuan kepada peserta didik “Berilah aku seluruh yang engkau miliki, maka akan kuberikan kepadamu sebagian yang aku miliki”.Sejarah Pendidikan Islam menginformasikan bahwa berbagai institusi yang mempunyai bidang garapan untuk kelompok awam ini muncul dalam bentuk lembaga al-Kawanik, al-Zawiyah, dan al-Ribat. Kata kunci: education,al-Ilmu, formal education, potential intellect, intellect in habitus, intellect in actus, acquired intellect.
PEMIKIRAN DAN KEBERPIHAKAN ISLAM PADA SISTEM EKONOMI DUNIA MENDATANG Syahruddin Yasen
PILAR Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.897 KB)

Abstract

AbstrakBagaimna kalau seorang perempuan musuh menyelinap menjadi kekasih dan menggunting habis sumber kekuatan kekasihnya? Bagaimana kalau kepiawaian politik si kancil bisa menaklukkan Gajah, harimau, buaya, ataupun anjing pak tani, yang selama ini menginjak-injaknya? Bagaimana kalau kaum buruh (atau proletar; atau apa pun) yang selama ini ditindas, bersatu dan menumbangkan sentra-sentra kekuatan kapitalisme? Bagaimana kalau perempuan bersatu dalam sebuah gerakan pan-feminisme untuk mendekonstruksikan semua hegemoni pria? Adakah Tuhan betu-betul tega membela yang lemah dengan membunuh anak lelaki sulung dari setiap keluarga suku yang kuat? Bagaimana….dan bagaimana…. Seterusnya bagaimana, kiamat, titik.Pertanyaan beruntun Alois ini seharusnya menjadi pertanyaan-pertanyaan milenium, abad ke-21 yang merupakan abad megamoralitas. Sementara perbudakan adalah cara hidup normal pada zaman keemasan filsafat Yunani. Imperialisme adalah cara hidup normal pada zaman keamanan Romawi. Namun sisa-sisa perbudakan dalam bentuk diskriminasi dan politik apartheid baru terhapus dari muka bumi pada abad ke-20. penjajahan baru hapus dari sebagian besar wilayah bumi pada abad ke-20. Adakah pembebasan berarti menaklukan yang menindas, dalam keduanya, terhadap ditemukan satu kata kunci, yakni penaklukan moralitas ekonomi yang banyak ragamnya?Kata kunci : Megamoralitas, virture, distribution, ntangibility, Inseparability, Varibility, Perishabilty.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM Rusli Malli
PILAR Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.902 KB)

Abstract

AbstrakManusia merupakan makhluk allah swt.yang sempurna sesuai dengan tugas fungsi dan tujuan penciptaannya sebagai khalifah filard dan terbaik bila di bandingkan dengan makhluklainnya. Kelebihan manusia bukan hanya sekedar berbeda susunan fisik, tapi juga lebih jauh adalah kelebihan aspek psikisnya dengan totalitas potensinya masing-masing yang sangat mendudukung bagi proses aktualitas diri pada posisinya sebagai makhluk mulia. Integritas kedua unsur tersebut abersifat aktif dan dinamis sesuai dengan perkembangan dan tuntunan zaman di mana manusia berada.dengan potensinya material dan spiritual tersebut, menjadikan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah swt.yang terbaik. Yang proposisinya pengetahuan dimiliki peserta didik, pendidikan harus mampu mengarahkan peserta didik pada pengembangan diri secara totaliras.islam dengan ajaran yang universal tidak menghendaki  adanya sistem pendidikan yang dikotomik parsial dalam menempatkan peserta didik baik teoritis maupun praktis peserta didik manawarkan sistem pensisikan yang integral dan mengempatkan sesuai dengan tuntutan yang di gariskan oleh allah swt.Kata kunci: ontologys, epistemologys, dan aksiologis. 
PENGARUH TATA KELOLA TERHADAP PEROLEHAN ZAKAT BAGI KELANGSUNGAN USAHA MUSTAHIQ DI SULAWESI SELATAN Syamsuddin Bidol
PILAR Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.256 KB)

Abstract

AbstrakSalah satu instrumen yang secara konseptual mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan taraf hidup orang miskin adalah zakat. Zakat memiliki dua dimensi yaitu vertikal dan horisontal, yaitu merupakan  ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah  (vertical) dan  sebagai kewajiban kepada sesama manusia (horizontal). Karim (2001) menjelaskan bahwa zakat sebagai wujud kepedulian sosial yang berkeadilan.Keberhasilan pengelolaan zakat  telah dibuktikan pada masa pemerintahan Rasulullah saw. Khulafaur Rasyidin dan juga Khilafah di zaman dinasti islam lainnya. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa pada masa pemerintahan Umar bin Abd Aziz, tidak ditemukan lagi masyarakat yang layak untuk menerima zakat, karena semua telah mampu menjadi  muzakki, sehingga zakat yang ada dibagikan kepada masyarakat di negara lain.Orang yang membayar zakat, tidak akan pernah habis dan yang telah membayar setiap tahaun atau periode waktu yang lain akan terus membayar. Ketiga, zakat secara emperik dapat menghapus kesenjangan sosial dan sebaliknya dapat menciptakan redistribusi aset dan pemerataan pembangunan.Zakat yang diberikan kepada mustahiq akan berperan sebagai pendukung peningkatan ekonomi mereka manakala dikonsumsikan kepada yang produktif. Pendayagunaan zakat produktif sesungguhnya mempunyai konsep perencanaan dan pelaksanaan yang cermat seperti mengkaji penyebab kemiskinan, ketidakadaan modal kerja, dan kekurangan modal kerja, dengan adanya masalah tersebut maka perlu adanya perencanaan yang dapat mengembangkan zakat bersifat produktif tersebut.Kata kunci:  qardul hasan, zakat produktif, konsumtif, good corporate  Governance, muzakki, mustahiq, amil.
MENYAPA’ KEARIFAN TUHAN LEWAT TEROPONG FILSAFAT DAN Al-QUR’AN Muhammad Nasir Siola
PILAR Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.545 KB)

Abstract

Abstrak Perkembangan filsafat Islam tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh pemikiran filosof sebelumnya. Seperti munculnya buku filsafat Tahafut al-Falasifah oleh al-Ghazali, Tahafut al-Tahafut dan Manahij al-Adillah oleh Ibn Rusyd. Khusus dalam Tahafut al-Tahafut Ibn Rusyd mempertahankan konsep ketuhanannya dari serangan al-Gazali. Selain itu, muncul pula golongan-golangan teologi Islam dalam perdebatannya mencari Tuhan. Sebagaimana kita kenal seperti Asy’ariyah, Mu’tazilah, Batiniyah dan Hasyiwiyah. Masing-masing memiliki kepercayaan yang berbeda tentang Tuhan. Para filosof muslim berusaha menjelaskan konsep ketuhanan yang tidak terlalu jauh dari al-Qur’an. Dalam membuktikan adanya Allah. Al-Farabi mengemukakan dalil “Wajib al-Wujud” dan mumkin al-wujud. Menurutnya segala yang ada ini hanya dua kemungkianan dan tidak ada alternatif yang ketiga Plotinus menjelaskan bahwa “Yang Esa” mengandung perlawanan. Ia melarang pensifatan dengan sifat yang bisa menimbulkan pluralitas. Ia juga mengatakan bahwa Tuhan tidak sama dengan sesuatu, karena kesempurnaannya terletak dalam Keesaan-Nya dari segala segi. Sifat-sifat yang diberikan kepada-Nya tidak sesuai dengan esensi sifat Tuhan itu sendiri. Ia juga menjelaskan bahwa alam ini keluar dengan sendiri dari pada-Nya, bukan karena kehendak-Nya. Karena kalau dikatakan dengan kehendak-Nya, berarti ada yang dikehendaki, ini berarti menimbulkan pluralitas.Kata kunci : filsof, wihdat al-wujud, al-Maujud al-Awwal, wajib al-wujud dan mumkin al-wujud, mumtani’ al-wujud

Page 2 of 38 | Total Record : 376


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025 Vol 16, No 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025 Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025 Vol 15, No 2 (2024): JURNAL PILAR, DESEMBER 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PILAR, DESEMBER 2024 Vol 15, No 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024 Vol. 15 No. 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024 Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL PILAR: DESEMBER 2023 Vol 14, No 2 (2023): JURNAL PILAR: DESEMBER 2023 Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023 Vol 14, No 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023 Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022 Vol 13, No 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022 Vol 13, No 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022 Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PILAR, DESEMBER 2021 Vol 12, No 2 (2021): JURNAL PILAR, DESEMBER 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021 Vol 12, No 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021 Vol 11, No 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020 Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020 Vol 11, No 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020 Vol 10, No 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019 Vol 9, No 2 (2018): JURNAL PILAR, Desember 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): JURNAL PILAR, Desember 2018 Vol 9, No 1 (2018): JURNAL PILAR, JUNI 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): JURNAL PILAR, JUNI 2018 Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014 Vol. 5 No. 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014 Vol. 4 No. 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013 Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013 Vol 3, No 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012 Vol. 3 No. 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): JURNAL PILAR PILAR, JUNI 2012 Vol 3, No 1 (2012): JURNAL PILAR PILAR, JUNI 2012 Vol. 2 No. 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011 Vol 2, No 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011 Vol 1, No 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010 Vol. 1 No. 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010 More Issue