cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 366 Documents
UPAYA MENGATASI KESULITAN-KESULITAN SISWA PADA MATERI ALJABAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI Nidia Winda Sari; Nissia Dzimar Sabrina
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.521 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir kesulitan-kesulitan siswa pada materi aljabar melalui model pembelajaran inquiri . Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode library research yang menjabarkan apa yang menjadi perhatian dari penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk. Berdasarkan literature beberapa kesulitan yang dialami siswa pada materi aljabar disebabkan oleh kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, kurangnya kemampuan berpikir kritis, kurangnya kemampuan penalaran matematis siswa sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa model pembelajaran inquiri dapat meminimalisir kesulitan-kesulitan belajar matematika siswa. Model pembelajaran inquiri dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis, kemampuan penalaran matematis, kemampuan berpikir kritis siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa . Dengan kemandirian belajar siswa dapat menyebabkan siswa lebih aktif sebelum dan sesudah pembelajaran matematika berlangsung.This research aims to minimize student difficulties in algebra material through inquiry learning models. The method used in this study is the library research method that describes what is the concern of research. This research aims to. Based on the literature some of the difficulties experienced by students in algebraic material are caused by the lack of students 'mathematical problem solving abilities, lack of critical thinking skills, lack of students' mathematical reasoning abilities so that it affects student learning outcomes. Based on the results of the study it was found that the inquiry learning model can minimize students' mathematical learning difficulties. Inquiry learning model can affect the mathematical problem solving ability, the ability of students 'reasoning, students' critical thinking skills so that it can improve student learning outcomes. With the independence of student learning can cause students to be more active before and after mathematics learning takes place  
KOMPARASI HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGAN TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT PADA KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH 12 MAKASSAR Alfi Nurkhauly; Hastuty Musa
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.582 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3902

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment yang melibatkan dua kelas sebagai kelas eksperiment dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar belajar matematika yang diajar Melalui Model Kooperatif Tipe TPS dengan Tipe TGT Pada Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 12 Makassar tahun ajaran 2019/2020. Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control grup design. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 12 Makassar yang terdiri dari dua kelas antara lain kelas IXa sebanyak 26 orang sebagai kelas eksperimen I untuk diterapkan model kooperatif tipe TPS dan kelas IXb sebanyak 26 orang sebagai kelas eksperimen II untuk diterapkan model kooperatif tipe TGT. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan tipe TPS 34,46. Berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 62%, sedangkan rata-rata hasil belajar setelah penerapan tipe TPS 84,69 berada pada kategori tinggi dengan persentase 50%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan tipe TGT 30,46. Berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 88%, sedangkan rata-rata hasil belajar setelah penerapan tipe TGT 79,12 berada pada kategori tinggi dengan persentase 81%. Dari hasil analisis inferensial diperoleh p = 0,007 α = 0,05 jadi hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang pembelajarannya melalui tipe TPS dengan tipe TGT pada kelas IX SMP Muhammadiyah 12 Makassar di terima.This type of research is a quasi-experimental study involving two classes as an experimental class with the aim to find out the comparison of mathematics learning outcomes taught through the TPS Type Cooperative Model with the TGT Type in Class IX Students of SMP Muhammadiyah 12 Makassar in the academic year 2019/2020. The research design used was nonequivalent control group design. The sample in this study was grade IX students of Makassar Muhammadiyah 12 Junior High School which consisted of two classes, including class IXa of 26 people as experimental class I to apply the cooperative type TPS type and class IXb as many as 26 people as experimental class II to apply the TGT type cooperative model . Descriptive analysis results show that: 1) The average student learning outcomes before using the TPS type 34.46. Being in the very low category with a percentage of 62%, while the average learning outcomes after applying the 84.69 TPS type is in the high category with a percentage of 50%. This shows that learning by using the TPS type model can improve student learning outcomes. 2) The average student learning outcomes before using the TGT type 30.46. It is in the very low category with a percentage of 88%, while the average learning outcomes after applying the TGT type 79.12 is in the high category with a percentage of 81%. From the results of inferential analysis p = 0.007 α = 0.05 so the research hypothesis which states that there is a significant difference between the results of students learning mathematics through TPS type and TGT type in class IX SMP Muhammadiyah 12 Makassar is accepted
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS DAN KEMAMPUAN VERBAL TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MELALUI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADI-YAH SE-KOTA MAKASSAR Wahyuddin Wahyuddin
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.306 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7240

Abstract

Salah satu tolak ukur keberhasilan siswa adalah dengan melihat hasil belajar siswa, rendahnya kemampuan siswa dalam mengerjakan soal cerita terlihat dari banyaknya kesalahan siswa dalam mengerjakan soal-soal cerita sehingga prestasi matematika siswa rendah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan siswa dalam mengerjakan soal cerita matematika, namun dalam penelitian ini dibatasi pada kemampuan berpikir logis, kemampuan verbal, kemampuan penalaran dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir logis, kemampuan verbal, kemampuan penalaran dan komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan soal cerita serta untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir logis, kemampuan verbal, dan kemampuan penalaran dan komunikasi terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Se-Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto yang bersifat kausalitas. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Se-Kota Makassar Tahun Ajaran 2012-2013 sebanyak 1048 siswa yang tersebar di dalam 10 sekolah dan jumlah sampel sebanyak 145 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes masing-masing variable dengan teknik analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif dan analisis jalur (Path Analisys). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tingkat kemampuan berpikir logis, tingkat kemampuan verbal, tingkat kemampuan penalaran dan kominikasi, dan tingkat kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Se-Kota Makassar berada pada kategori sedang; 2) kemampuan berpikir logis dan kemampuan verbal berpengaruh positif terhadap kemampuan penalaran dan komunikasi; 3) berpikir logis dan kemampuan verbal berpengaruh positif terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika baik secara langsung maupun melalui kemampuan penalaran dan komunikasi; 4) kemampuan penalaran dan komunikasi berpengaruh positif terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Se-Kota Makassar.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH KOTA MAKASSAR Andi Quraisy; Agus Agus
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.147 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v13i2.5325

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan atau korelasi antara efikasi diri dan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Kota Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 229 siswa dari kelas VIII SMP Muhammadiyah Kota Makasar tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Proportional Random  Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini  menggunakan instrument angket efikasi diri dan angket motivasi belajar. Data dianalisis dengan statistika deskriptif dan statistika inferensial dengan menggunakan analisis korelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwaBerdasarkan hasil perhitungan teknik analisis korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,738. Korelasi kedua variable tersebut berada pada kategori kuat. Hasil tersebut menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara efikasi diri dengan motivasi belajar. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pila motivasi belajar. Sebaliknya semakin rendah efikasi diri maka semakin rendah pula motivasi belajarsiswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Kota Makassar.
PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS VIII.1 SMP NEGERI 3 SUNGGUMINASA Ilhamuddin Ilhamuddin
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 1: Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.144 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v7i1.7211

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar matematika siswa melalui Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning yang dilakukan selama dua siklus yaitu empat kali pertemuan siklus I dan empat kali pertemuan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 3 Sungguminasa, dengan jumlah  32 siswa yang terdiri atas 20 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki, dalam pokok bahasan Lingkaran, pada semester genap tahun 2014/2015. Setelah diadakan tindakan, data yang terkumpul diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pada siklus I skor rata-rata yang dicapai setelah penerapan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching And Learning sebesar 67,97 dengan standar deviasi 16,89 dan ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 87,5%. Pada siklus II skor rata-rata siswa adalah 66,56 dengan standar deviasi 8,37 dan ketuntasan belajar siswa mencapai 59,37%. Hal ini berarti bahwa ketuntasan belajar secara klasikal tidak tercapai akan tetapi dalam kualitas hasil mengalami peningkatan.Keaktifan siswa dalam kualitas proses belajar mengalami peningkatan, ini terlihat dari perbandingan rata-rata dari lembar observasi aktifitas siswa pada siklus I dan siklus II. Ini menunjukkan penggunaan pendekatan pembelajan Contextual Teaching And Learning dapat meningkatkan kesungguhan siswa dalam belajar matematika walaupun tingkat kesulitan pokok materi pada pembahasan di siklus II lebih berat di banding siklus I. Respon siswa terhadap penerapan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching And Learning dilihat dari pemberian angket kepada  siswa yang mencakup 6 pertanyaan dimana siswa pada umumnya merespon positif. Dari kualitas penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching And Learning di SMP Negeri 3 Sungguminasa dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan. Penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, DAN TRANSFERING (REACT) Muhammad Rizal Usman
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.121 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.5295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Barombong setelah diterapkan strategi pembelajaran Relating, Expreriencing, Applying, Cooperating, dan Transferring (REACT). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan tahapan pelaksanaan meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Barombong yang berjumlah 32 orang. Penelitian  ini dilaksanakaan dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II dengan prosedur setiap tindakan terdiri atas empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes  kemampuan komunikasi matematis, dan angket respon siswa. Pengelolahan data hasil penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Relating, Expreriencing, Applying, Cooperating, dan Transferring (REACT) dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya skor rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa  kelas VII A SMP Negeri 1 Barombong dari siklus I dan siklus II. Kemampuan komunikasi matematis siswa kelas  VII A SMP Negeri 1 Barombong pada siklus I mencapai 56,25 kemudian pada siklus II mencapai 77,19 dari skor ideal 100. Pada siklus I persentase rata-rata keseluruhan aktivitas siswa sebesar 51,667% meningkat menjadi 73,749%.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP DALAM MENYELESAIKAN SOAL POLA BILANGAN PADA SISWA KELAS VIII SMP PESANTREN GUPPI SAMATA KABUPATEN GOWA A Nurul Ainun; Djadir .; Mutmainnah (inna)
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.878 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3512

Abstract

Ada beberapa masalah yang dapat dijadikan indikasi sebagai penyebab kenapa sebagian siswa belum secara maksimal memahami konsep pada pelajaran matematika khususnya dalam menyelesaikan soal pola bilangan, antara lain: Siswa masih pada tahap belajar, siswa menganggap bahwa materi sebelum dan sesudahnya yang telah diberikan itu menggunakan cara yang sama, dan siswa masih kurang berlatih soal. Berdasarkan hal tersebut, peneliti berinisiatif melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep dalam menyelesaikan soal pola bilangan pada  siswa kelas VIII SMP  Pesantren Guppi Samata Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif . Subjek penelitian yaitu sebanyak 23 orang dimana 6 orang siswa kelas VIII SMP Pesantren Guppi Samata dipilih berdasarkan hasil tes kemampuan matematikanya untuk wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes tertulis dan wawancara. Tes terulis berupa soal-soal pemahaman konsep yang berjumah 3 butir soal berbentuk uraian dan 1 butir soal untuk 6 subjek siswa yang akan diwawancarai guna untuk lebih mendalami pemahaman konsep siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa  dengan  kemampuan pemahaman konsep masih sangat kurang hanya menggunakan informasi berupa angka  yang  terdapat  dalam  soal  saja,  namun  tidak  dapat  memanfaatkan prosedur atau operasi tertentu dalam algoritma pemecahan masalah. Hasil persentase indikator pemahaman konsep tidak terlalu jauh. Indikator pemahaman konsep matematika siswa pada materi pola bilangan yang lebih menonjol adalah pemahaman konsep indikator satu. Sedangkan tiga indikator terendah adalah indikator lima , enam, dan tujuh. Hal ini karena indikator lima,  enam  dan  tujuh  memiliki  tingkatan  yang  lebih  tinggi  bila  dibandingkan dengan  keempat  indikator  lainnya.
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN SAVI (SOMATIS, AUDITORY, VISUAL DAN INTELEKTUAL) Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2: Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.067 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v4i2.7228

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas ( Classroom Action Research ) yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan SAVI (Somatis, Auditory, Visual dan Intelektual) pada siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 2 Polongbangkeng Utara. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 2 Polongbangkeng Utara pada semester ganjil 2011/2012, dengan jumlah siswa 36 orang. Siklus I dilaksanakan selama 4 kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan selama 5 kali pertemuan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui tingkat kreativitas siswa selama pembelajaran berlangsung, angket kreativitas untuk mengetahui tingkat kreativitas siswa setelah pemberian tindakan, dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah pemberian tindakan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Terjadi peningkatan untuk semua indikator yang diamati yaitu fleksibilitas, originalitas, elaborasion dan fluency. (b) Skor rata-rata kreativitas siswa pada siklus I sebesar 51,55 dari skor ideal 123,18 dengan standar deviasi 7,878 dan pada siklus II diperoleh skor rata-rata sebesar 75,41 dari skor ideal 123,18 dengan standar deviasi 7,604. (c) Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 60,28 dari skor ideal yaitu 100 dengan standar deviasi 7,362 dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 73,75 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 7,780. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya pendekatan SAVI (Somatis, Auditory, Visual dan Intelektual) maka kreativitas belajar matematika siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 2 Polongbangkeng Utara dapat meningkat.
TEORI BELAJAR VAN HIELE Biolla Biolla; Nurjaya Nurjaya; Damang Damang
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 3, No 1: Desember 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.173 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v3i1.7202

Abstract

Teori-teori yang dikemukakan oleh Van Hiele memang lebih sempit dibandingkan teori-teori yang dikemukakan oleh Piafet dan Dienes karena ia hanya mengkhususkan pada pengajaran geometri saja. Meskipun sumbasinya tidak sedikit dalam geometri. Berikut hal-hal yang diambil manfaatnya dari teori yang dikemukakan: a) Guru dapat mengambil manfaat dari tahap-tahap perkembangan kognitif anak yang dikemukakan Van Hiele, dengan mengetahui mengapa seorang anak tidak memahami bahwa kubus itu merupaka balok, karena anak tersebut tahap berpikirnya masih berada pada tahap analisis ke bawah; b) Supaya anak dapat memahami geometri dengan pengertian, bahwa pengajaran geometri harus disesuaikan dengan tahap perkembangan berpikir anak itu sendiri; c) Agar topic-topik pada materi geometri dapat dipahami dengan baik dan anak dapat mempelajari topic-topik tersebut berdasarkan urutan tingkat kesukarannya yang dimulai dari tingkat yang paling mudah sampai dengan tingkat yang paling rumit dan kompleks.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Muhammad Syahril Harahap; Roslian Lubis; Lili Asmindah Harahap
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.119 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i2.4265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di SMK Swasta Teruna Padangsidimpuan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen (one group Pretest post test design). Populasi peneliti ini terdiri dari 7 kelas yang berjumlah 156 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling dan kelas yang dipilih adalah X TKJ yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan data analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian gambaran penggunaan model pembelajaran TSTS berada pada kategori sangat baik dengan perolehan nilai rata-rata 3,50. Gambaran kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebelum menggunakan model pembelajaran TSTS berada pada kategori kurang dengan perolehan nilai rata-rata 48,83, sedangkan sesudah menggunakan model pembelajaran berada pada kategori baik dengan memperoleh nilai rata-rata 79,16. Hasil tersebut yang disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajan TSTS dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

Page 9 of 37 | Total Record : 366