cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 366 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL POWER LEARNING Nurdin Arsyad; Misnawati Misnawati
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 1: Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.927 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v4i1.7223

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan di SMP Muhammadiyah Limbung yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa dengan penerapan model power learning. Subjek dari penelitian ini adalah siswa Kelas VIIIC SMP Muhammadiyah Limbung dengan jumlah siswa 36 orang pada semester ganjil Tahun Ajaran 2011/2012. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar siswa, lembar observasi, dan angket respon siswa. Dari data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang dicapai setelah dianalisis yaitu: 1) Pada Siklus I, diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika siswa sebesar 74,5 berada dalam kategori sedang dengan standar deviasi 10,87 pada skor ideal 100. 2) Pada Siklus II, diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika siswa sebesar 81,81 berada dalam kategori tinggi dengan standar deviasi 13,22 pada skor ideal 100. Hal ini berarti terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa dari Siklus I ke Siklus II. 3) Keaktifan siswa selama proses belajar mengajar juga meningkat dari siklus I ke siklus II serta respon positif siswa terhadap penerapan Model Power Learning. Dari hasil penelitian ini, secara umum dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa Kelas VIIIC SMP Muhammadiyah Limbung setelah diterapkan Model Power Learning.
TEORI BELAJAR PENEMUAN BRUNER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Rahmawati Rahmawati; Andi Syukriani; Rosmah Rosmah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 3, No 1: Desember 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.141 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v3i1.7198

Abstract

Menurut Bruner belajar matematika adalah belajar mengenai konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat di dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika tersebut. Bruner membagi tahap-tahap perkembangan kognitif anak dalam tiga tahap yaitu tahap enaktif, tahap ikonik dan tahap simbolik. Selain teori perkembangan kognitif, Bruner mengemukakan teorema-teorema tentang cara belajar dan mengajar matematika yaitu a) Teorema konstruksi (Construction Theorem); b) Teorema Notasi (Notation Theorem); c) Teorema kekontrasan dan variasi (Contrast and variation theorem); dan d) Teorema konektivitas (Connectivity theorem). Belajar penemuan adalah salah model instruksional kognitif yang paling berpengaruh. Bruner beranggapan bahwa belajar dengan menggunakan metode penemuan (discovery) memberikan hasil yang baik sebab anak dituntut untuk berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya. Anak yang belajar dengan metode penemuan, selalu memulai dengan memusatkan pada manipulasi material, kemudian anak menemukan keteraturan-keteraturan, selanjutnya anak mengaitkan konsep yang satu dengan konsep yang lainnya. Dan akhirnya anak dapat menemukan penyelesaian dari masalah yang diberikan dengan melakukan sendiri. Dalam menerapkan belajar tujuan-tujuan mengajar hanya dapat dirumuskan secara garis besar, dan cara-cara yang digunakan para siswa untuk mencapai tujuan tidak perlu sama.  Dalam belajar penemuan, guru tidak begitu mengendalikan proses belajar mengajar. Guru hendaknya mengarahkan pengajaran pada penemuan dan pemecahan masalah. Selain itu guru diminta pula untuk memperhatikan tiga tahap perkembangan kognitif siswa. Penilaian hasil belajar penemuan meliputi pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar mengenai suatu bidang studi dan aplikasi prinsip-prinsip itu dalam situasi baru.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI SATU ATAP PULAU SERAYA BESAR Karmila Karmila; Hastuty Musa; Ilhamsyah Ilhamsyah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 1: Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.744 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i1.2421

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen yang melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Penerapan Model Kooperatif Tipe Snowball Throwing pada Siswa Kelas VII SMP Negeri Satu Atap Pulau Seraya Besar tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini mengacu pada kriteria keefektifan pembelajaran, yaitu: (1) aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran,  (2) Hasil belajar yang meliputi ketuntasan individu, ketuntasan klasikal dan gain atau peningkatan hasil belajar dan (3) respons siswa terhadap proses pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan adalah The One Group Pretest Posttest. Sampel eksperimennya adalah siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap Pulau Seraya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas siswa ,tes hasil belajar, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata posttest 83,50 lebih besar dari pada skor rata-rata pretest 32,4464 dengan standar deviasi masing-masing pretest 20,2764  dan posttest 17,87. Dari hasil tersebut juga diperoleh bahwa pada pretest ada 13 siswa atau 92,86% tidak mencapai ketuntasan individual dan ada 1 siswa atau 7,14% yang memenuhi ketuntasan individual. Dalam hal ini berarti ketuntasan klasikal belum tercapai Sedangkan pada posttest ada 12 siswa atau 85,71% telah mencapai ketuntasan individual dan 2 siswa atau 14,28% tidak mencapai ketuntasan individual. Dalam hal ini berarti ketuntasan klasikal telah tercapai. Selain itu, terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan Snowball Throwing dimana nilai rata-rata gain ternormalisasi yaitu 0,74 dan umumnya berada pada kategori tinggi, (2)  Rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa yaitu 80,19% maka aktivitas siswa mencapai kriteria aktif. dan (3) respons siswa menunjukkan positif dimana rata-rata persentasenya adalah 100%. Dengan demikian Snowball Throwing efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap Pulau Seraya Besar.
PENERAPAN CLASS ROOM-BASED ASSESSMENT DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI TRIGONOMETRI Hasbil Hata Sumang Rena
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.685 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3909

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menerapkan class room-based assessment dapat meningkatkan prestasi belajar matematika materi  trigonometri  pada  siswa  kelas  X  IPS  MAN  Nagekeo  tahun  pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS MAN Nagekeo semester genap dengan jumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah bahwa aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran class room-based assessment sangat baik sekali. 90,47% sudah menandai kategori yang baik sekali. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran class room-based assessment sudah sangat baik.  85,71%  sudah  menandai  kategori  yang  baik  sekali.  Sedangkan  Prestasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran class room-based assessment mengalami peningkatan. 88,89% siswa mencapai ketuntasan secara individu, berdasarkan analisis terhadap pencapaian KKM yang telah ditetapkan sekolah.
PENGARUH METAKOGNISI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KE-MAMPUAN MENYELESAIAKAN SOAL MATA KULIAH PENGAN-TAR DASAR MATEMATIKA Ma'rup Ma'rup; Syafaruddin Syafaruddin
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.62 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7241

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendapat gambaran pengaruh metakognisi, efikasi diri terhadap kemampuan menyelesaikan soal mata kuliah pengantar dasar matematika. Metode yang digunakan adalah Penelitian ex-post facto yang dirancang untuk menerangkan adanya hubungan sebab akibat antar variabel dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa matematika, serta sampelnya ditentukan dengan menggunakan teknik sampling acak strata. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes hasil belajar. Pada tahap berikutnya yaitu tahap melakukan pengumpulan data berdasarkan instrumen yang telah diperoleh, diterapkan pada sampel yang dipilih dalam kegiatan  penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif, diperlukan untuk mendeskripsikan data dari variabel-variabel penelitian yang diajukan. Adapun penyelidikan mengenai pengaruh dari variabel-variabel dari penelitian ini digunakan analisis jalur (Path Analysis). Hasil pada penelitian ini yaitu rata-rata efikasi diri mahasiswa 70,17 dari skor ideal 97 sedangkan rata-rata skor metakognisi siswa adalah 76 dari skor ideal 97 dan rata-rata skor hasil belajar pengantar dasar matematika adalah 72,7 dari skor ideal 92 yang berarti efikasi diri dan metakognisi serta hasil belajar mahasiswa berada dalam kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri dan metakognisi berpengaruh positif terhadap kemampuan menyelesaikan soal mata Kuliah Pengantar Dasar Matematika. Hal ini dapat dilihat pada tabel signifikansi jalur dimana pengaruh langsung efikasi diri terhadap kemampuan menyelesaikan soal bernilai positif yaitu sebesar 0,213. Demikian halnya dengan metakognisi yang juga berpengaruh positif terhadap kemampuan menyelesaikan soal yaitu sebesar 0,693. Pengaruh efikasi diri terhadap kemampuan menyelesaikan soal sebesar 0,213 menunjukkan bahwa peningkatan efikasi diri sebesar satu satuan akan meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal sebesar 0,213. Pengaruh metakognisi terhadap kemampuan menyelesaikan soal sebesar 0,693 menunjukkan bahwa peningkatan metakognisi sebesar satu satuan akan meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal sebesar 0,693. Dengan kata lain mahasiswa yang mempunyai pengetahuan yang tinggi mengenai dirinya sendiri sebagai individu yang belajar maka kemampuan menyelesaikan soalnya juga akan semakin tinggi.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DI KAMPUNG CIBOGO PADA MATERI SPLDV Anggun Budi Lestari; Ekasatya Aldila Afriansyah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.234 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v13i2.5812

Abstract

Problem-solving is one of the skills that must be possessed by every student, especially in learning mathematics. By having problem-solving skills, students can solve every problem well in every field. The results of previous studies show that the ability to solve mathematical problems is still low, especially in the SPLDV material. This study aims to determine the mathematical problem-solving ability of junior high school students on the SPLDV material. This research is qualitative research, with the research sample is junior high school students in Cibogo village. Sampling was done randomly and randomly selected four students. The data collection techniques used were observation, tests, and interviews, while the data analysis techniques used data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results showed that students' mathematical problem-solving abilities were still low, seen from the percentage of the results of the analysis of students' mathematical problem-solving abilities, namely the percentage of the first indicator, namely identifying the known elements, which were asked and the adequacy of the required elements, the percentage of the first sub was 100%. While in the second sub, the percentage is 0%. Furthermore, in the second indicator, namely formulating mathematical problems or compiling mathematical models, the first sub percentage is 75% the same as the second sub the percentage is 75%. Then on the third indicator, namely choosing and setting strategies to solve problems inside or outside mathematics, the first sub percentage is 0%, as well as the second sub percentage, is 0%. And in the fourth indicator, namely explaining or interpreting the results according to the original problem and checking the correctness of the results or answers, the first sub percentage is 25%, and in the second sub, the percentage is 25%.
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) SMP DI MAKASSAR Mukhlis Mukhlis
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 1: Desember 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v1i1.7340

Abstract

Keabstrakan objek matematika dan pendekatan pembelajaran yang kurang tepat, menjadi salah satu faktor penyebab sulitnya belajar matematika bagi para siswa. Mereka merasa apa yang dipelajarinya kurang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka merasa “dipaksa” untuk mempelajari sesuatu yang berada di luar jangkauan daya pikirnya. Akibatnya, prestasi belajar matematika di Indonesia masih relatif rendah dan tidak mengalami peningkatan yang berarti. Pembelajaran matematika khususnya di jenjang pendidikan dasar sebaiknya dikaitkan dengan pengalaman kehidupan nyata siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang mengaitkan pengalaman kehidupan nyata siswa dengan pembelajaran matematika adalah Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). Melalui penerapan Pendekatan PMR di SMP Negeri 34 Makassar diperoleh bahwa: (1) Ketuntasan belajar secara klasikal: tuntas, yaitu sebanyak 85,37% siswa memperoleh skor ≥ 65% dari skor total hasil tes;  (2) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran: efektif; (3) Aktivitas Siswa: Efektif; dan (4) Respon siswa: positif. Dengan demikian penerapan pendekatan pembelajaran matematika realistik SMP di Makassar efektif. Berdasarkan analisis inferensial diperoleh bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran matematika realistik lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran matematika konvensional.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 5 MAKASSAR Kristiawati Kristiawati
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 2, No 1: Desember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v2i1.7345

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk  meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Makassar dengan melaksanakan pembelajaran matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe make a match. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Makassar pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa 26 orang. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Data hasil belajar yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan data hasil observasi dianalisis dengan analisis kualitatif. Setelah dilakukan pembelajaran selama 2 siklus, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa meningkat.
PENERAPAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN BELAJAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SETTING KOOPERATIF PADA SISWA SMP DI TAKALAR Ma'rup Ma'rup
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 1: Desember 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v1i1.7341

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Takalar dengan melaksanakan pembelajaran matematika melalui pemanfaatan lingkungan belajar sebagai media pembelajaran setting kooperatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Takalar sebanyak 30 orang siswa yaitu 14 orang siswa laki-laki dan 16 orang siswa perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2008/2009. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari 4 kali pertemuan yaitu 3 kali pertemuan untuk pembelajaran dan 1 kali pertemuan untuk tes siklus. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Setelah dilakukan pembelajaran selama dua siklus, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa meningkat.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS PADA SISWA KELAS VIIA SMP GUPPI SAMATA KABUPATEN GOWA erna wati
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 2, No 1: Desember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v2i1.7346

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas VIIA SMP Guppi Samata melalui pembelajaran kooperatif tipe pair checks pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa 30 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan 2 siklus, siklus I terdiri 4 pertemuan dan siklus II terdiri dari 4 pertemuan. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan lembar observasi dan tes dalam bentuk uraian pada setiap akhir siklus sesuai dengan materi yang diajarkan. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, secara kualitatif terjadi beberapa perubahan. siswa menunjukan sikap antusias untuk mengikuti pelajaran, keberanian menyampaikan pendapat, tanggapan, bertanya mengenai materi yang belum dimengerti menjadi meningkat. 

Page 11 of 37 | Total Record : 366