cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 366 Documents
GAMBARAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN PESERTA DIDIK KELAS VII DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TES DIAGNOSTIK THREE-TIER TEST Andi Nur Fatimah Ahmad; Hamzah Upu; Bernard Bernard
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.508 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3914

Abstract

Penelian ini bertujuan  untuk mengetahui gambaran pemahaman konsep peserta didik mengenai materi bilangan pada Kelas VII. Jenis penelitian ini adalah penelitian campuran dengan menggunakan desain eksplanatoris sekuensial. Pengambilan subjek pada penelitian ini dilakukan dengan memberikan model tes diagnostik Three-Tier Test kepada peserta didik yang kemudian dari hasil tersebut terpilih 15 subjek penelitian yang mengalami miskonsepsi berdasarkan dengan kategori yang ada. Instrumen yang digunakan adalah model tes diagnostik Three-Tier Test, terdiri dari 7 butir soal Bilangan Bulat dan 15 butir soal Pecahan, serta pedoman wawancara. Miskonsepsi yang ditemukan kemudian dikategorikan berdasarkan kategori Miskonsepsi oleh Kirbulut dan Geban yang terdiri dari 3 jenis miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kualitatif miskonsepsi yang dialami oleh peserta didik terdapat pada indikator menjelaskan dan menentukan urutan pada Bilangan Bulat (positif dan negatif); Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan urutan beberapa Bilangan Bulat; Menjelaskan dan melakukan operasi hitung Bilangan Bulat memanfaatkan berbagai sifat operasi; Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung Bilangan Bulat; Menjelaskan dan menentukan urutan pada pecahan (biasa, campuran, desimal, persen); Menjelaskan dan melakukan operasi hitung Pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi; dan Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung pecahan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan oleh guru untuk meminimalkan terjadinya miskonsepsi. This research aims to find out an overview of conceptual understanding about Numbers by using Three-Tier Diagnostic Test Model in grade VII. Type of research in this study is Mixed Method research using an explanatory sequential design. Subject selection in this study was conducted by using Three-Tier Diagnostic Test Model to the students, which then from the results selected 15 research subjects who experience misconceptions based on the existing categories. The instrument used was a Three-Tier Diagnostic Test Model that consists of 7 questions about Integers and 15 questions about Fractions along with interview guidelines. Misconceptions found are then categorized based on misconception category by Kirbulut and Geban which consists of 3 types of misconceptions. The results of the study show that qualitatively the misconceptions experienced by the students are in the indicators explain and determine the order on the Integers (positive and negative); Solve the problem related with the order of some Integers; Explain and perform arithmetic operations of Integers by utilizing the various properties of the operation; Solve problems related to arithmetic operations of Integers; Explain and determine the order on the Fractional (ordinary, mixture, decimal, percent); Explain and perform arithmetic operations of Fractions by utilizing the various properties of the operation; and Solve problems related to arithmetic operations of Fractions. The results of this study are expected to be used by the teachers to minimize the occurrence of misconceptions.
STATISTIKA PENDIDIKAN Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2: Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.936 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i2.7246

Abstract

Statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel, yang menggambarkan suatu persoalan. Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengancara-cara pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, penganalisisandata, penarikan kesimpulan serta membuat keputusan yang cukup beralasan berdasarkan fakta yang ada. Berdasarkan fungsinya, statistik sebagai ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: 1) Statistik deskriptif dan 2) Statistik inferensial. Populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian. Sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan objek penelitian yang bersifat representative (mewakili populasi). Populasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 1) Populasi berdasarkan jenisnya. 2) Populasi berdasarkan sifatnya. Teknik pengambilan sampel dari sebuah populasi yang menjadi sebuah objek teliti disebut Teknik Sampling. Terdapat berbagai macam teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan dipakai dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya bisa dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam, yaitu: 1) Probability sampling dan 2) Non probability sampling. Data adalah sejumlah informasi yang dapat memberikan  gambaran tentang suatu keadaan atau masalah. Metode pengumpulan data: 1) Metode interview/wawancara; 2) Metode observasi/ pengamatan; 3) Metode questioner/angket; 4) Metode riset/penelitian; dan 5)  Metode dokumentasi.
PENGARUH IKLIM BELAJAR DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DIMASA PANDEMIK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR SE KECAMATAN MALILI Didik Setiawan
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.922 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v13i2.5971

Abstract

The existence of the COVID-19 pandemic that hit our country greatly affected the world of education, the change in the learning process from face to face to online resulted in a change in the learning atmosphere for students, as well as student interest in learning. This change in the learning process of course resulted in students' understanding of mathematical concepts being also affected.This study aims to determine the description of the learning climate, interest in learning, and understanding of mathematical concepts for fifth grade elementary school students in Malili District during the Covid-19 pandemic both simultaneously and simultaneously. partially. This type of research is ex-post facto. In this study, the population was all fifth grade elementary school students in Malili District, with a sample of 80 people by random sampling. Data on learning climate and interest in learning were obtained using a questionnaire and mathematics learning outcomes using tests. Analysis of the data used is descriptive analysis to describe the characteristics of each variable and inferential analysis to test the research hypothesis used regression test. The results showed that the learning climate of elementary school students V in Malili District was in the low category, interest in learning was in the high category, while understanding of mathematical concepts was in the high category. There is an influence of learning climate on students' understanding of mathematical concepts, there is an influence of interest in learning on students' understanding of mathematical concepts and there is an influence of learning climate and interest in learning on students' understanding of mathematical concepts. This research provides information for educators regarding the influence of learning climate and interest in learning on students' understanding of mathematical concepts and becomes a reference for further researchers
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA Fathrul Arriah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.16 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran Mind Mapping terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas VII SMP Nasional Makassar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen quasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Nasional Makassar. Sampel dalam penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas VII-F sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-H sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intrument yang digunakan pada penelitian ini berupa tes essay kemampuan berfikir kreatif yang sudah divalidasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran Mind Mapping terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas VII SMP Nasional Makassar.
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATEMATIKA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI PADA SISWA KELAS II TEKHNIK SMK NEGERI 5 BARRU Nurleli Nurleli
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.884 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7237

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif  yang merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai apa adanya. Sehingga dalam penelitian ini akan mengungkapkan, menganalisis dan memberikan gambaran tentang fenomena dari subjek penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan dan penyebab apa yang dilakukan siswa yang menjadi subjek penelitian dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri. Untuk mengidentifikasi kesalahan tersebut digunakan instrumen tes diagnostik yang terdiri dari lima butir soal dalam bentuk essay tes (tes uraian) dan wawacara. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas II Tekhnik SMK Negeri 5 Barru Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 18 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, persentase dan wawancara. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu kesalahan-kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri, meliputi kesalahan konsep, prinsip, dan algoritma/prosedur. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri adalah a) kesalahan konsep (K) sebesar 91,41%, kategori sangat tinggi, b) kesalahan prinsip (P) sebesar 61,72%, kategori rendah, c) kesalahan algoritma (A) 63,28%, kategori rendah. Secara umum dapat digambarkan bahwa kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal matematika pokok bahasan trigonometri (rumus jumlah dan selisih dua sudut, rumus sinus, cosinus dan tangen sudut ganda, rumus perkalian sinus dan cosinus dalam jumlah atau selisih sinus dan cosinus dan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut dalam pemecahan masalah) pada siswa Kelas II Tekhnik SMK Negeri 5 Barru pada persentase 72,14% kategori sedang. Hasil wawancara dengan tiga orang responden (berdasarkan kategori tingkat kesalahan rendah, sedang dan tinggi), secara umum dapat dikatakan bahwa penyebab kesalahan yang dilakukan siswa Kelas II Tekhnik SMK Negeri 5 Barru dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri siswa (faktor internal) sehingga mempengaruhi kemampuannya dalam belajar (disfungsi neurologis). Faktor internal tersebut meliputi gangguan atau kekurangmampuan fisik, yaitu: yang bersifat kognitif (rana cipta), antara lain kapasitas intelektual/inteligensi siswa; yang bersifat afektif (rana rasa), antara lain emosi dan sikap; dan yang bersifat psikomotorik (rana karsa), antara lain terganggunya alat-alat indera terutama indera penglihatan (mata) dan indera pendengaran (telinga).
PERANCANGAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL KEMP PADA TOPIK BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMP Agustan Agustan
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 2: Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.572 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v7i2.7216

Abstract

Untuk menciptakan pembelajaran yang baik dibutuhkan rancangan pembelajaran efektif yang memperhatikan unsur teknik, pendekatan dan metode-metode yang dapat memotivasi peserta didik aktif di kelas. Rancangan pembelajaran harus dimulai dengan memastikan bahwa suatu rancangan pembelajaran cocok dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu, seorang guru harus tahu perkiraan-perkiraan akan kebutuhan belajar yang dibutuhkan siswa yang dijadikan sebagai informasi awal untuk menyusun persiapan pembelajaran. Kegiatan perancangan ini dilakukan dengan memilih sekolah sebagai sumber informasi dalam menyusun rancangan pembelajaran matematika kelas VIII SMP. Sekolah yang dipilih adalah SMPN 6 Watampone yang bertempat di Kabupaten Bone. Pemilihan ini didasarkan pada aspek efisiensi waktu dan keinginan guru matematika sekolah tersebut untuk bekerjasama dengan penulis. Perancang mengikuti urutan logis perancangan dalam model yang disarankan oleh Jerrold E. Kemp, yaitu dimulai dari (1) mengidentifikasi masalah pengajaran (instructional problems), (2) menganalisis karakteristik siswa (learner characteristics), (3) mengidentifikasi isi materi pelajaran (subject content) dan menganalisis komponen tugas (task); (4) menyusun tujuan pengajaran (instructional objectives); (5) mengurutkan materi pelajaran (sequence content) dalam tiap satuan pengajaran; (6) merancang strategi belajar mengajar (instructional strategies); (7) merencanakan metode penyampaian materi (instructional delivery) dalam pembelajaran dan pengajaran; (8) mengembangkan instrumen evaluasi (evaluation) untuk menilai pencapaian tujuan; (9) memilih media (resources) yang mendukung aktivitas pembelajaran.
Upaya Pemecahan Masalah Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa MTsN 3 Kota Jambi Cunus Sa'adah; Amir Mahmud
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.509 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v13i1.5149

Abstract

In this research, we are trying to find out whether problem solving is utilized in mathematics training to improve students' performance at MTsN 3 Jambi City Problem solving is done by focusing students' attention on a particular concern, encouraging them to analyze the problem, and getting them to learn about and discover solutions. Processing is the information means mixing mental processes and physical actions to arrive at a solution. the students' performance in mathematics proved' Significant correlation is shown by the findings of the seventh grade students" shows that 57.69% of the students scored below the Minimum Performance Criterion set, namely 76%." Students' ability to acquire different kinds of knowledge is deficient since the learning techniques utilized don't suit their learning needs. The state of students in this school when worksheet instruction is used without prior preparation is not only unacceptable, but unfair as well. Classroom analysis has been employed These studies were performed on MTsN 3 Jambi City College students During the period of April to June 2020, The experiment was carried out in two phases, phase I and phase II. This research concludes that problem-based learning solutions will benefit students' learning.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Abdul Rahman; Junita Trisari
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 1: Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.908 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v7i1.7207

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana menerapkan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran  matematika siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran  matematika siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng. Jenis penelitian ini adalah penelitian tidakan kelas yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa 16 orang yang terdiri dari 5 perempuan dan 11 laki-laki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus pertama persentase keaktifan siswa yang meliputi, siswa yang hadir pada saat pembelajaran 83,33%, siswa yang serius pada saat pembelajaran 41,67%, siswa yang mencatat hal-hal penting 52,08%, siswa yang bertanya tentang materi yang belum dimengerti dalam diskusi 29,16%, siswa yang aktif pada saat diskusi 50%, siswa yang membantu temannya mengerjakan LKS 29,16%,  siswa yang melakukan kegiatan lain 27,08%, dan siswa yang mengerjakan tugas 68,75%. Pada siklus kedua persentase keaktifan siswa yang meliputi, siswa yang hadir pada saat pembelajaran 97,92%, siswa yang serius pada saat pembelajaran 75%, siswa yang mencatat hal-hal penting 81,25%, siswa yang bertanya tentang materi yang belum dimengerti dalam diskusi 45,83%, siswa yang aktif pada saat diskusi 75%, siswa yang membantu temannya mengerjakan LKS 56,25%,  siswa yang melakukan kegiatan lain 22,92%, dan siswa yang mengerjakan tugas 91,67%. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulakn keaktifan siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mengalami peningkatan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR KONSEP PENJUMLAHAN Usrawati Usrawati; Ardhila Wahyudi
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.267 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i2.4378

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu apakah penggunaan model pembelajaran Talking Stick efektif dalam pembelajaran konsep penjumlahan siswa kelas I SDN No.9 Bone-Bone Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan pembelajaran matematika melalui penggunaan model pembelajaran Talking Stick konsep penjumlahan pada siswa kelas I SDN No.9 Bone-Bone Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar, ditinjau dari 3 indikator yaitu: 1) Hasil belajar matematika, 2) aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika, 3) respon siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick. Desain penelitian ini adalah penelitian pra-experiment designs dengan jenis one group pretest-posttest design yaitu sebuah eksperimen yang dalam pelaksanaannya melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperiment. Adapun cara pengambilan sampel yaitu sampel jenuh (sampling jenuh). Populasinya adalah siswa kelas I SDN No.9 Bone-Bone Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar dengan sampel penelitian yaitu siswa kelas I sebanyak 27 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakana tes, observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar matematika sebelum penggunaan model pembelajaran Talking Stick konsep penjumlahan adalah 64,81 dengan standar deviasi 16,184. (2) skor rata-rata hasil belajar matematika setelah penggunaan model pembelajaran Talking Stick konsep penjumlahan adalah 80,74 dengan standar deviasi 12,1990. (3) terjadi hasil peningkatan hasil belajar siswa setelah penggunaan model pembelajaran Talking Stick konsep penjumlahan dimana nilai rata-rata gain ternormalisasi yaitu 0,51 dalam klasifikasi sedang. Rata-rata persentase aktivitas siswa sebesar 85,18% dan dari angket respon siswa memperoleh tanggapan positif sebesar 87,40%. Dari uraian hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Talking Stick efektif pada pembelajaran konsep penjumlahan siswa kelas I SDN No.9 Bone-Bone Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI SATU ATAP PULAU SERAYA BESAR Karmila Karmila; Hastuty Musa; Ilhamsyah Ilhamsyah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 1: Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.065 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i1.3078

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen yang melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Penerapan Model Kooperatif Tipe Snowball Throwing pada Siswa Kelas VII SMP Negeri Satu Atap Pulau Seraya Besar tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini mengacu pada kriteria keefektifan pembelajaran, yaitu: (1) aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran,  (2) Hasil belajar yang meliputi ketuntasan individu, ketuntasan klasikal dan gain atau peningkatan hasil belajar dan (3) respons siswa terhadap proses pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan adalah The One Group Pretest Posttest. Sampel eksperimennya adalah siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap Pulau Seraya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas siswa ,tes hasil belajar, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata posttest 83,50 lebih besar dari pada skor rata-rata pretest 32,4464 dengan standar deviasi masing-masing pretest 20,2764  dan posttest 17,87. Dari hasil tersebut juga diperoleh bahwa pada pretest ada 13 siswa atau 92,86% tidak mencapai ketuntasan individual dan ada 1 siswa atau 7,14% yang memenuhi ketuntasan individual. Dalam hal ini berarti ketuntasan klasikal belum tercapai Sedangkan pada posttest ada 12 siswa atau 85,71% telah mencapai ketuntasan individual dan 2 siswa atau 14,28% tidak mencapai ketuntasan individual. Dalam hal ini berarti ketuntasan klasikal telah tercapai. Selain itu, terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan Snowball Throwing dimana nilai rata-rata gain ternormalisasi yaitu 0,74 dan umumnya berada pada kategori tinggi, (2)  Rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa yaitu 80,19% maka aktivitas siswa mencapai kriteria aktif. dan (3) respons siswa menunjukkan positif dimana rata-rata persentasenya adalah 100%. Dengan demikian Snowball Throwing efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap Pulau Seraya Besar.

Page 10 of 37 | Total Record : 366