cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL KONFIKS
ISSN : 23552638     EISSN : 27461866     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
MENGEMBANGKAN MOTORIK ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN EDUKATIF Indra Jauharini Amri
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.329 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.2116

Abstract

The game is one medium of education and learning for early childhood that has significance for the growth and development of children including early childhood motor development. While early childhood is an important period for the body and future of the child. And the world of children is the world of play, so learning is needed for advice. Therefore, educational games are very much needed in learning to develop children's motor skills
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BERBASIS PEMBELAJARAN BAHASA ASING HELLOTALK BAGI PENUTUR ASING (Kajian sintaksis) Puji Lestari
JURNAL KONFIKS Vol 5, No 2 (2018): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.997 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v5i2.2112

Abstract

HelloTalk be an alternative solution that is effective and efficient in learning SPEAKER because SPEAKER participants can apply the theory acquired in class. This study sheds light on when the SPEAKER in the learners chat rooms or through status-status of the written chat friends, revised the grammatical errors that tend to be confusing for the participants of the SPEAKER. This research aims to describe and explain the form of syntactic errors accompanied the form pembenarannya conducted by six informants, namely the account Charlesinoz (United States), HEEJAEPark (South Korea), Vince (Australia), Shachi. Chi (China), Sabri Sab (Pakistan), and Joseph (United Kingdom). This research uses qualitative descriptive approach. Data collection techniques used are tuned and note techniques. Data analysis was done by utilizing techniques in accordance in accordance with the method of referential, pragmatic, and match and read landmark. Results of the study concluded the form error fields syntax, i.e.: (1) raw and not structured sentences not bergramatikal, (2) the ambiguous sentence (3) sentences that are unclear, (4) the inappropriate diction in sentence form, (5) contamination of the sentence, (6) coherence, (7) the use of the word redundant, (8) loan words that are not exactly in the form of a sentence, and (9) the logic of the sentence. The research also shows most do mistakes, i.e. the use of the word is not raw or sentence is not grammatical. HEEJAEPark dominated with a total of 25 forms of error field syntax.
TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK CAMPUR KODE BAHASA INDONESIA - BAHASA KONJO SISWA Akbar Avicenna
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.891 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.2323

Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji campur kode sebagai fenomena tutur yang terjadi di SMK Negeri 5 Bulukumba, Kabupaten Bulukumba. Secara khusus, penelitian ini bertujuan:  1) mendeskripsikan bentuk campur kode bahasa Indonesia - bahasa Konjo, dan 2) memaparkan faktor penyebab terjadinya campur kode pada siswa kelas X SMK Negeri 5 Bulukumba Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa ujaran dalam bentuk campur kode pada tataran kata, frasa dan klausa. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X SMK Negeri 5 Bulukumba Kabupaten Bulukumba. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik catat. Dalam analisis data dilakukan dengan cara menerjemahkan arti kata bahasa Konjo ke dalam bahasa Indonesia. Temuan penelitian ini menunjukkan, bahasa yang paling banyak menyisip adalah bahasa Konjo. Bentuk campur kode yang terjadi adalah campur kode ke dalam. Tataran bahasa yang menimbulkan campur kode adalah kata, frasa, dan klausa, dan yang paling banyak muncul adalah tataran kata. 
STILISTIKA DALAM PUISI “KERIKIL TAJAM DAN YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS” KARYA CHAIRIL ANWAR Inayah Januarti
JURNAL KONFIKS Vol 6, No 1 (2019): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v6i1.372

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana bentuk asonansi dan aliterasi dalam kumpulan puisi Kerikil tajam dan yang terampas dan yang Putus karya Chairil Anwar? (2) Bagaimana pemilihan konotasi dan denotasi dalam diksi yang terdapat dalam kumpulan puisi Kerikil tajam dan yang terampas dan yang Putus karya Chairil Anwar? (3) Bagaimanakah makna gaya bahasa dalam kumpulan puisi Kerikil tajam dan yang terampas dan yang Putus karya Chairil Anwar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat, karena data-datanya berupa teks. Berdasarkan analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu: (1) Pemanfaatan atau pemilihan bunyi-bunyi bahasa yang dipergunakan dalam Puisi Kerikil tajam dan yang Terampas dan yang Putus karya Chairil Anwar, ditemukan adanya asonansi ‘persamaan bunyi vokal’ yang banyak dipakai bunyi a, i, u, e, o. Aliterasi ‘persamaan bunyi konsonan yang digunakan dalam Puisi Kerikil tajam dan yang Terampas dan yang Putus karya Chairil Anwar adalah bunyi konsonan /p/, /s/, /g/, /k/, /t/,/l/,/k/./m/ dan /b/. (2) Diksi dalam puisi Kerikil tajam dan yang Terampas dan yang Putus karya Chairil Anwar dapat ditinjau dari segi kosakata, pemilihan kata, dan denotasi serta konotasinya. (3) Pemakaian gaya bahasa yang terdapat dalam puisi Kerikil tajam dan yang Terampas dan yang Putus karya Chairil Anwar adalah (a) metafora, (b) alusio, (c) hiperbola, (d) sinestesia, (e) alegori, (f) personifikasi, (g) fabel (h) simbolik, (i) repetisi.Kata kunci: Stilistika, diksi, gaya bahasa, aspek bunyiAbstractThe problems discussed in this study, namely: (1) How do the assonance and alliteration in poetry collection sharp gravel and seized and that the End works Anwar? (2) How does the selection of connotation and denotation in diction contained in a collection of poems sharp gravel and seized and that the End works Anwar? (3) What is the meaning of the language in the style of a collection of poetry and sharp gravel seized and the work of Anwar Disconnect.The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection techniques used in this research was noted, because the data in the form of text. Based on this analysis we can conclude several things, namely: (1) The use or selection of language sounds used in Poetry Gravel sharp and seized and that the End works Anwar, found their assonance 'equation vowel' a widely used sound a, i, u, e, o. Alliteration 'equation consonant sounds used in Poetry Gravel sharp and seized and that the End works Anwar is consonant / p /, / s /, / g /, / k /, / t /, / l /, / k / ./m/ and / b /. (2) Gravel sharp diction in poetry and seized and that the End Anwar's work can be viewed in terms of vocabulary, diction, and denotation and connotation. (3) Use a style that is contained in the poem Gravel sharp and seized and that the End works Anwar is (a) metaphor, (b) allusion, (c) hyperbole, (d) synesthesia, (e) the allegory, (f) personification, (g) fable (h) the symbolic, (i) reps.Keywords: Stilistika, diction, style, sound aspects
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH PIDATO MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PELATIHAN KESADARAN (AWARENESS TRAINING) Hasnah Gazali
JURNAL KONFIKS Vol 6, No 1 (2019): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v6i1.167

Abstract

AbstrakAdapun tujuan dari penelitian ini adalh untuk mengetahui hasil peningkatan kemampuan siswa menulis naskah pidato dengan model pembelajaran pelatihan kesadaran (Awareness Training). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah classroom action research atau penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatkan hasil belajar keterampilan menulis naskah pidato pada siswa kelas X1 SMA Negeri I Sungguminasa Kabupaten Gowa. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan skor rata-rata hasil belajar dari siklus I 68,26 dengan pencapaian ketuntasan belajar dari siklus I yaitu 57,7%. Pencapaian ketuntasan belajar meningkat pada siklus II menjadi 84,6% dan skor rata-rata hasil belajar meningkat pada siklus II menjadi 79,85. Pembelajaran dengan model  pelatihan kesadaran (awareness training) sebagian besar dari siswa yang menjadi subjek penelitian merespon secara positif pada siklus I 46,2% meningkat pada siklus II menjadi 88,4%.Kata Kunci: Menulis, naskah pidato, dan pelatihan kesadaran Abstract The purpose of this study is to know the result of increased ability the students writes speeches with awareness training model. The method used in this research is a classroom action research or action research using two cycles. Results showed improvement of learning outcomes speech writing skills in class X1 SMA Negeri I Sungguminasa Gowa. This demonstrated by the increase in the average score of the first cycle of learning outcomes 68.26 with mastery learning achievement of the first cycle is 57.7%. The achievement of mastery learning increased in the second cycle be 84.6% and the average score of learning outcomes increased in the second cycle into 79.85. Learning with a training model of consciousness (awareness training) most of the students were the subject of research to respond positively in the first cycle increased 46.2% in the second cycle becomes 88.4%.Keywords: Writing, speeches, and training awareness
IDEOLOGI DALAM PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN SOEKARNO PADA KTT NON BLOK DI KAIRO (ANALISIS WACANA KRITIS ) intan rawit sapanti
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.964

Abstract

Abstract Pidato Bung Karno yang disampaikan dengan berapi-api selalu sarat dengan pesan ideologi kebangsaan. Melalui wacana di setiap pidatonya, Presiden Soekarno mencoba untuk menyuarakan perlawanan terhadap kolonialisme serta membangkitkan semangat juang untuk bangkit. Dalam penelitian ini, akan diteliti lebih lanjut dengan analisis wacana kritis dalam pidato kenegaraan Soekarno yang berjudul Masa Konfrontasi: Pidato Presiden Sukarno pada Konperensi Kedua Negara-Negara Non-Blok di Kairo? Serta ideologi apa saja yang menyertainya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wacana tulis yang ada dalam naskah pidato yang disampaikan oleh presiden Soekarno pada KTT Non Blok di KairoHasil dari penelitian ini melalui analisis struktur wacana mikro melalui 1) leksikon, 2) stilistika, 3) sintaksis dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa ideologi yang ingin disampaikan oleh Bung Karno melalui pidatonya tersebut. Salah satunya adalah tentang kemerdekaan yang nyata. Kemerdekaan nyata yang dimaksud yaitu kebebasan untuk menyelenggarakan urusan-urusan politik, ekonomi dan sosial sejalan dengan konsepsi-konsepsi nasional masing-masing negara, sehingga tidak ada campur tangan negara lain. Sedangkan ideologi lain yang ingin diusung oleh Presiden Soekarno adalah untuk menyeru negara-negara di dunia untuk melawan imperialisme, kolonialisme, neo-imperialisme dan neo-imperialisme tanpa rasa takut. Keywords : analisis wacana kritis, stuktur mikro, pidato kenegaraan Soekarno
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE SQ4R( Survey, Read, Review, Recite, Reflect ) DI KELAS VIII SMP. GUPPI SAMATA GOWA Mila Karmila
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.374

Abstract

AbstrakPenelitian ini bersifat penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pemaparan data deskripsi kualitatif dan deskripsi kuantitatif.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data proses pembelajaran setiap siklus dianalisis secara deskriptif kualitatif. Adapun data hasil pembelajaran dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 16 orang.Tindakan yang diberikan dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran dan hasil pembelajaran pada siklus I. Adapun siklus II berupa tindakan perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang dialami pada siklus I. Hasil analisis data yang dilakukan terhadap hasil penelitian pada siklus I dan siklus II disimpulkan bahwa, pembelajaran membaca intensif pada siswa kelas VIII-I SMP Guppi Samata Gowa dengan menggunkan metode SQ4R dapat meningkatkan kemampuan pada proses pembelajaran dan hasil pembelajaran membaca intensif. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada guru agar senantiasa menggunakan metode yang dapat merangsang perhatian siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk belajar. Bagi peneliti lain dan mahasiwa yang menekuni pengajaran bahasa dan sastra Indonesia diharapkan melakukan penelitian dalam bidang membaca dengan menggunakan metode lain, demikian pula dalam membaca intensif sehingga dapat ditemukan berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pembelajaran di sekolah.Kata Kunci: Membaca Intensif, Metode SQ4RAbstractThis research is a classroom action research (PTK) with the presentation of the data and descriptions kuantitatif.Penelitian qualitative descriptions was conducted in two cycles. Each cycle consists of four phases: planning, action, observation, and reflection. Data learning process of each cycle were analyzed descriptively qualitative. The data were analyzed descriptively learning outcomes quantitatively. The subjects were students of class VIII totaling 16 orang.Tindakan given intended to determine the increase in the learning process and learning results in cycle I. As for the second cycle in the form of corrective actions against deficiencies experienced in cycle I. The results of the data analysis of the the results of the study in the first cycle and the second cycle concluded that, teaching intensive reading in class VIII SMP-I Guppi Samata Gowa by using SQ4R method can improve the learning process and learning outcomes intensive reading. Conclusions based on these results, the researchers suggested to teachers to always use methods that can stimulate students' attention so that the students were interested in learning. For other researchers and students who pursue teaching Indonesian language and literature are expected to conduct research in the areas of reading by using other methods, as well as in intensive reading so you can find a variety of learning methods that can be used as learning in school.Keywords: Intensive Reading, Methods SQ4R
ANALISIS GANGGUAN BERBAHASA PADA ANAK DI KECAMATAN PAHAE JULU Monika Sales Sitompul
JURNAL KONFIKS Vol 6, No 1 (2019): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v6i1.2224

Abstract

This study originated from cases of language disorders that occur in society in Pahae Julu district. Language is a need to interact, and humans have been blessed with Language Acquisition Device (LAD) or any language by god. However, if when speaking of someone impaired both LAD and language processing part of the brain, then the communication will not be smooth. The language disorders can happen to anyone. The purpose of this study is to reveal some kinds of language disorders, cases of language disorders and to find out the causes of language disorders experienced by the community in Pahae Julu. The method used in this research is descriptive research method type of case studies.
MAKNA PUPUH (TEMBANG) DALAM TRADISI RITUAL SANDINGAN MASYARAKAT JAWA KABUPATEN KEDIRI Dian Agung Isnanto; Dhea Istiqomah
JURNAL KONFIKS Vol 6, No 1 (2019): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v6i1.1329

Abstract

Tradisi ritual Sandingan merupakan salah satu  kebudayaan yang ada di Indonesia dan dilakukan oleh masyarakat Jawa. Pada ritual Sandingan terdapat Pupuh (tembang) yang dilantunkan sebagai alat komunikasi dan pengingat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membedah makna Pupuh (tembang) yang terdapat dalam tradisi ritual Sandingan. Penelitian ini penting dilakukan  sebab Pupuh (tembang) dalam tradisi ritual Sandingan memiliki makna yang bermanfaat bagi pembaca serta dalam rangka melestarikan tradisi ritual masyarakat Jawa. Metode yang digunakan ialah desktiptif kualitatif dan pendekatan yang digunakan peneliti dalam penelitian ini ialah pendekatan semiotik dengan memanfaatkan teori Roland Barthes. Data dalam penelitian ini berupa diksi Jawa yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia, sumber data penelitian ini adalah  hasil penuturan seorang informan yang diprediksi memahami tradisi ritual Sandingan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, mekanisme analisis menggunakan analisi isi. Pengecekan keabsaan data peneliti menggunakan teknik diskusi dengan ahli dan teman sejawat. Hasil dari penelitian ini menunjukan Pupuh (tembang) yang ada pada tradisi ritual Sandingan dan terdiri dari sepuluh bait, yang mana setiap baitnya memiliki berbagai kandungan manfaat sebagai pendoman hidup manusia.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PETUNJUK DENAH/PETA DENGAN ALAT PERAGA DENAH LOKASI (DELOK) DAN METODE SALING SILANG HASIL KELOMPOK (SSHK) Tamad Tamad
JURNAL KONFIKS Vol 6, No 1 (2019): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v6i1.2271

Abstract

Kemampuan reseptif dalam pelajaran bahasa Indonesia pada materi membaca peta sangat diperlukan bagi siswa untuk mengenali simbol-simbol bahasa dalam peta guna memperoleh pengenalan dan pemahaman medan yang disampaikan dalam peta. Kemapuan membaca peta pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngajum berada pada kategori rendah dengan tingkat kelulusan sejumlah 48,38% dari 31 siswa. Berdasarkan hal tersebut peneilitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran membaca petunjuk dalam denah/peta dan (2) meningkatkan kemampuan membaca denah/ peta pada matapelajaran Bahasa Indonesua dengan menggunakan alat peraga delok (denah lokasi) sesuai konteks lingkungan siswa dan metode saling silang kelompok. Penelitian ini berupa peneilitan tidankan kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngajum. Data pada peneliian ini berupa hasil observasi, wawancara, studi dokumen, dan hasil tes kemampuan siswa membaca peta. Data diperoleh dengan menggunakan alat pengumpul data berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, dokumen pendukung, dan soal tes essai. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil berupa, rendahnya hasil belajar disebabkan oleh (1) motivasi belajar siswa yang rendah, (2) rendahnya pemahaman siswa dalam membaca peta, dan (3) penggunaan metode belajar yang diterapkan oleh guru. Penggunaan media denah lokasi sesuai konteks lingkungan siswa dan metode saling silang kelompok menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar pada siklus I sebesar 61,29% terdapat peningkatan sebesar 77,16% pada siklus II.

Page 10 of 34 | Total Record : 337