cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL KONFIKS
ISSN : 23552638     EISSN : 27461866     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KAJIAN APRESIASI PROSA FIKSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERINTEGRASI MOBILE LEARNING Haslinda Haslinda
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 1 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.829 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v4i1.1216

Abstract

The purpose of this research is to create study materials of fictional prose based on local wisdom of Makassar integrated mobile learning that is feasible or valid, readability, practical and effective for the students of Indonesian Language and Literature Education Study Program at Muhammadiyah University of Makassar.This research type is research and development or Research and Development (R D) by using model of ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluation).  Data collection techniques include test techniques, questionnaires, observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used descriptive qualitative analysis techniques and descriptive statistics. In this research, it is found that the appropriate or valid teaching material is evaluated from the teaching material element (4.32) or with the category very feasible, the presentation element (4.07) or with the decent category, the element of kegrafikan (4,33) or with the category very feasible, linguistic element (4.19) or by a viable category, and the last element of media or technology (4.19) with a decent category. The average of one-to-one subject assessment subjects totaling six students is (3.75) or with the appropriate category, the average of the feasibility of the main field trial subjects (4.38) with very feasible category, and the average assessment of the feasibility of the field trial operational is 4.38 with very decent category. Teaching materials have a good level of legibility with a mean percentage of (81.45%) greater than the independence independence standard (60%). The result of the assessment of teaching materials implementation proves that the average of evaluation of 1st class implementation learning program is (4.25) or with very decent category, implementation class 2 is (4.40) or with very decent category, and implementation class 3 is 4.60 ) or in a very decent category. Furthermore, the use of teaching materials in learning shows excellent results. The teaching materials are implemented maximally where the average implementation class 1 is (4.20) or in very practical category, the implementation class 2 is (4.60) or in the very practical category, and the implementation class 3 is (4.50) or with category very practical.Teaching materials are worth using because they are effective towards improving student learning outcomes. The test results prove that there is an increase in students' learning mastery. The result of the initial skill test is only (22%) of the students who is declared thoroughly while the final skill test result is (76%).
PENGARUH TEACHER FEEDBACK TERHADAP KEMAMPAUN MURID DALAM PEMBELAJARAN WRITING Muh Arief Muhsin; Ika Sastrawati
JURNAL KONFIKS Vol 3, No 2 (2016): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.921 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v3i2.427

Abstract

ABSTRACT The research aimed to describe the phenomena of feedback given by the teacher in learning writing. In addition, this study was also described how the response given by the student when receiving feedback from the teacher. The long term goal to be achieved was the improvement of the teaching system so that every educational institution had aimed at teaching concepts to form an intelligent generation. This study was a descriptive qualitative research to be carried out in SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar which one of top schools Muhammadiyah. The ability of students in the school had been considered good in communication, but their ability to write was still lacking , especially in terms of grammatical . Therefore, the researcher was described the feedback given by the subject teachers of English subjects at the time of writing , especially when students learned making mistakes in the process of teaching and learning in the classroom . The extent, the teacher can give feedback to the students.  The research was described the positive feedback and negative feedback given by the teacher so that it can be information and feedback in the learning process.Giving feedback subject teachers more English language based situation in the classroom. In writing instructional materials for example, most teachers use an explicit correction and metalinguistic feedback. This is because students are using written language than spoken language. Almost kinds of feedback used in teaching but not as often as with the two types of feedback. The students have different conditions, but most were more likely to agree given feedback after speaking or after making a mistake. The most powerful reason is the lack of experience of students in learning English so want to get direct feedback.Key words: Teacher Feedback, murid, Writing ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena umpan balik yang diberikan oleh guru dalam belajar menulis. Selain itu, penelitian ini juga menggambarkan bagaimana respon yang diberikan oleh siswa saat menerima umpan balik dari guru. Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai adalah peningkatan sistem pengajaran sehingga setiap lembaga pendidikan telah ditujukan untuk konsep mengajar untuk membentuk generasi yang cerdas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang akan dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar yang salah satu sekolah top Muhammadiyah. Kemampuan siswa di sekolah telah dianggap baik dalam komunikasi, tetapi kemampuan mereka untuk menulis masih kurang, terutama dalam hal tata bahasa. Oleh karena itu, peneliti digambarkan umpan balik yang diberikan oleh guru mata pelajaran mata pelajaran bahasa Inggris pada saat menulis, terutama ketika siswa pelajari membuat kesalahan dalam proses belajar mengajar di kelas. Sejauh ini, guru dapat memberikan umpan balik kepada siswa. Penelitian ini menggambarkan umpan balik positif dan umpan balik negatif yang diberikan oleh guru sehingga dapat menjadi informasi dan umpan balik dalam proses pembelajaran.Memberikan umpan balik guru mata pelajaran situasi berdasarkan bahasa lebih Inggris di dalam kelas. Dalam menulis bahan ajar misalnya, sebagian besar guru menggunakan koreksi eksplisit dan umpan balik metalinguistik. Hal ini karena siswa menggunakan bahasa tertulis dari bahasa lisan. Hampir jenis umpan balik yang digunakan dalam mengajar tapi tidak sesering dengan dua jenis umpan balik. Para siswa memiliki kondisi yang berbeda, tetapi kebanyakan lebih cenderung setuju diberikan umpan balik setelah berbicara atau setelah melakukan kesalahan. Alasan paling kuat adalah kurangnya pengalaman siswa dalam belajar bahasa Inggris sehingga ingin mendapatkan umpan balik langsung. Kata kunci: Guru Feedback, murid, Menulis
STRATEGI STUDENT TEAMS’ ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD,) DALAM MENINGKATKANKEMAMPUAN MENULISNARASISISWA SMK TELKOM MAKASSAR B. Syukroni Baso
JURNAL KONFIKS Vol 5, No 1 (2018): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v5i1.1339

Abstract

 Berdasarkan hasil pencermatan penulis bersama guru mata pelajaran bahasa Indonesia, ternyata kemampuan menulis siswa kelas X SMK Telkom Makassar masih tergolong rendah. Padahal, kemampuan dibidang ini sangat bermanfaat dalam menunjang kemampuan berbahasa siswa, dan terlebih lagi dalam menghadapi ujian nasional dengan tipe soal yang sudah mengarah pada aspek penggunaan bahasa. Oleh karena itu, kemampuan menulis sangat penting dan mendesak dikuasai siswa. Menurut hasil diagnosis penulis bersama guru mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya kelasX Telkom Makassar, ternyata akar penyebab masalah ini dapat diidenfikasi sebagai berikut (1) siswa sangat jarang diberikan kesempatan mengembangkan kemampuan menulis karangan narasi, (2) siswa lebih sering disuruh menghafal jenis-jenis paragraf, tanpa diminta mencoba menulis paragraf, (3) pelajaran menulis masih ditakuti siswa, (4) pelajaran menulis membosankan bagi siswa. Oleh karenaitu,Tujuan penelitian ini adalah, menarasikan implementasi pembelajaran kooperatif secara efektif, teristimewa bagaimana upaya peningkatan kemampuan menulis narasi siswa kelas X SMK Telkom Makassar melalui strategi student learns achievernent divisions (STAD) yaitu strategi pembagian prestasi keompok siswa. Kelompok tim yang berprestasi diberi hadiah atau penghargaan itu dilaksanakan pada tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi pembelajaran. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) secara sadar menciptakan interaksi yang silih asah (saling mencerdaskan) sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya guru dan buku ajar tetapi juga interaksi sosial diantara sesama siswa. Hal itu membuat siswa tetap berada dalam interaksi silih asih (saling mencintai). Pembelajaran kooperatif secara sadar dan sengaja mengembangkan pula interaksi yang dapat menyebahkan permusuhan (Nurhadi. 2004:61). Tes awal siswa kelas X SMK Telkom Makassar, mengisyaratkan bahwa perlu ada bantuan (1) meningkatkan kemampuan menuangkan gagasan dalam pembelajaran menulis narasi pada tahap pramenulis, (2) pembelajaran menulis narasi pada tahap menulis, (3) pembelajaran menulis narasi pada tahap pascamenulis, sehingga perlu dilaksanakannya menulis narasi. Kegiatan itu sebagai upaya peningkatkan kemampuan menulis narasi dalam cooperative learning.Dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan. Saling ketergantungan positif menuntut adanya interaksi positif yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal yakni (I) saling ketergantungan pencapaian tujuan, (2) saling ketergantungan dalam menyelesaikan tugas, (3) saling ketergantungan bahan atau sumber, (4) saling ketergantungan peran, dan (5) saling ketergantungan hadiah.Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan pada tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan refleksi secara berdaur ulang dan kolaboratif sehingga implikasi praktis yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam perbelajaran.Data penetitian adalah kegiatan pengamatan, wawancara, catatan lapangan serta aktivitas guru dan siswa termasuk hasil evaluasi belajara siswa. Peneliti berperan sebagai instrumen. Instrumen penunjang berupa pedoman.
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK, KOMPETENSI PROFESIONAL DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI 4 MAKASSAR Andi Paida
JURNAL KONFIKS Vol 5, No 1 (2018): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.988 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v5i1.1334

Abstract

Kinerja profesional seorang guru terpengaruh oleh beberapa faktor seperti kompetensi dan kepuasan kerja. Idealnya, kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Sedangkan kepuasan kerja terkait dengan standar atau ukuran terpenuhinya hak dan kewajiban kerja seorang guru. Faktor penentu keberhasilan kinerja guru tersebut hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan terkait faktor mana yang memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap kinerja profesional guru. Melaui penelitian ini, akan ditemukan kejelasan dari permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional karena akan menguji adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Pendekatan yang digunakan ada dua yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 4 Makassar. Data dalam penelitian ini terbagi menjadi (1) data kompetensi profesional guru, (2) data kompetensi pedagogik guru, (3) data kepuasan kerja, dan (4) data kinerja guru. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data meliputi, (1) analisis uji validitas butir soal, (2) analisis uji realibilitas instrumen, (3) uji persyaratan data meliputi uji normalitas dan uji linearitas, (4) analisis deksriptif, (5) uji hipotesis dengan uji T Parsial dan uji F.
NILAI KEARIFAN LOKAL BUGIS MAKASSAR DALAM CERPEN PANGGIL AKU AISYAH KARYA THAMRIN PAELORI Sitti Aida Azis
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 1 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.739 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v4i1.1217

Abstract

The purpose of research is to describe the values of local wisdom short story "Panggil Aku Aisyah" written by Thamrin Paelori. This research is in the form of qualitative descriptive that is expose and submit data objectively the values of local wisdom. The data in the study are: mutual respect (sipakatau), reminding each other (sipakainge), mutual respect (sipakalebbi). The data source is short story "Panggil Aku Aisyah" by Thamrin Paelori, first print. Based on the research results revealed that, respect for each other (sipakatau), is the human nature, which is looking at human beings not in terms of culture, race, religion and social status, remind each other (Sipakainge), is a mutual nature remind. Born as a human being is inseparable from a mistake and an oversight. Thus human beings should remind each other that no human being is perfectly born even though man is God's most perfect and deficient creation that will perfect man. Mutual respect (Sipakalebbi), reminds that humans are full of deficiencies and advantages, and need others, therefore, if there deficiency not be a measure and still see that humans there are advantages
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI MELALUI METODE PEMBELAJARAN SCAFFOLDING METAKOGNISI SISWA KELAS X.1 MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MAKASSAR Akbar Avicenna; Muhammad Akhir
JURNAL KONFIKS Vol 3, No 2 (2016): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.896 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v3i2.461

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada siswa Kelas X.1 Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar, diketahui bahwa kemampuan menulis paragraf argumentasi siswa di kelas tersbut masih tergolong rendah. Hasil observasi tersebut peneliti jadikan sebagai motivasi untuk melakukan penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf argumentasi melalui metode pembelajaran Scaffolding metakognisi siswa kelas X.1 Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar. Penelitian ini direncanakan pelaksanaannya sebanyak 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.1 Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 36 siswa.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil belajar siswa sedangkan data kualitatif berupa hasil pengamatan aktivitas belajar siswa. Penerapan,            metode pembelajaran    Scafoollding     Metakognisi     dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf argumentasi pada aspek “menulis topik,menyusun keramgka, mengembangkan kerangka, menyunting paragraf”.Hal ini ditunjukkan dari hasil nilai rata-rata keseluruhan dan nilai tes akhir yang mengalami peningkatan. Hal ini tampak dari pencapaian rata-rata hasil tes siklus I 22,2 meningkat menjadi 74,3 pada siklus ke IIKata kunci : Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Scaffolding Metakognisi AbstractBased on observations conducted on students of class X.1 Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar, it is known that the ability to write a paragraph argumentation tersbut students in the class is still relatively low. The results of these observations the researchers make it as motivation to do research. This research is a classroom action research that aims to improve the ability to write a paragraph argumentation through learning methods class X.1 Scaffolding students' metacognition Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar. The study was planned execution as much as 2 cycles. The subjects were students of class X.1 Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar 2015/2016 school year as many as 36 students. Data collection techniques by using quantitative data and qualitative data. The quantitative data in the form of student learning outcomes while qualitative data in the form of observations of student learning activities. Implementation, Scafoollding Metacognition learning methods to improve the ability to write a paragraph argument on the aspect of "writing topics, preparing keramgka, develop a framework, edit the paragraph" It is shown from the results of the overall average value and the value of the final test is increased.This is evident from the average achievement test results of the first cycle of 22.2 rose to 74.3 in cycle II Keywords: Writing Skills Metacognition Scaffolding paragraph Arguments
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI DENGAN METODE TOPI PEMIKIRAN (SIX THINKING HATS) PADA SISWA KELAS X SMA GUPPI SAMATA Indramini Indramini
JURNAL KONFIKS Vol 5, No 1 (2018): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.344 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v5i1.1340

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya keterampilan siswa dalam menulis paragraf argumentasi. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan menulis paragraf argumentasi dengan metode Topi Pemikiran (Six Thinking Hats) pada siswa kelas X SMA Guppi Samata. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-A yang terdiri atas 31 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa, tes, observasi, analisis dokumen, dokumentasi dan wawancara serta format penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan menulis paragraf argumentasi dengan metode Topi Pemikiran (Six Thinking Hats) pada siswa kelas X A SMA Guppi Samata. Peningkatan keterampilan menulis paragraf argumentasi tampak pada kualitas proses kualitas hasil. Peningkatan proses pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan produk pratindakan sampai siklus II. Nilai Rata-rata skor pada pratindakan diperoleh 61,03, nilai rata-rata skor pada siklus I diperoleh 78,83 dan nilai rata-rata skor pada siklus II diperoleh 84,0. Kenaikan skor rata-rata mulai dari pratindakan hingga siklus II diperoleh 22,97. Secara keseluruhan semua aspek dari kriteria menulis paragraf argumentasi mengalami peningkatan yang cukup signifikasn, yaitu dari aspek isi, organisasi isi, kosakata, penggunaan bahasa dan mekanik.
KEEFEKTIFAN METODE PQRST (PREVIEW, QUESTION, READ, SUMMERIZE, TEST) DALAM MEMBACA PEMAHAMAN TEKS BACAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Muhammad Dahlan; Syekh Adiwijaya Latief
JURNAL KONFIKS Vol 5, No 1 (2018): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.018 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v5i1.1335

Abstract

Keefektifan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summerize, Test) dalam Membaca Pemahaman Teks Bacaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana Keefektifan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summerize, Test) dalam Membaca Pemahaman Teks Bacaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa?”.  Penelitian ini adalah Eksperimen. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa ada perbedaan hasil belajar membaca pemahaman dengan penggunaan metode  PQRST (preview, question, read, summerize, test) dalam  teks bacaan mata pelajaran Indonesia yang diberikan kepada siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa tahun ajaran 2016/2017 dan jumlah siswa 40 orang. Data penelitian ini diperoleh dari tes hasil belajar untuk melihat keberhasilan belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan metode PQRST (preview, question, read, summerize, test).
PENERAPAN METODE KOOPERATIF TAI DALAM MENENTUKAN KALIMAT UTAMA PADA PARAGRAF SISWA KELAS IV SD INPRES PABARUNG KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA Amir Amir
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 1 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.455 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v4i1.1218

Abstract

The purpose of this classroom action research is to know the ability of students to determine the main sentence in the paragraph through the application of cooperative methods TAI is expected to improve the process and results of learning Indonesian fourth graders Elementary School Pabarung District Tombolo Pao. The technique used in this research is a qualitative description. The class action research plan is implemented in two cycles. Each cycle has four stages: planning, implementation, observation, and reflection.The results showed that there were 0% of students in very low category, 6.67% of students in randah category, 26.67% in medium category, 50% in high category and 16.67% in very high category. The average score in cycle I was 69.83 in the "moderate" category. Graduation percentage percentage of 56.67%. While the second cycle in the low category 0%, students in the category of 3.33% and 30% in the high category and 66.67% of students in very high category. The average score of the test results was 82.17% in the "high" category. Percentage mastery of the class of 93.33% ie 28 out of 30 students, meaning the results of this PTK expressed significantly increased.
KEEFEKTIFAN TEKNIK STORY TELLING DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Rukayah Rukayah; Aziz Thaba
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 1 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.997 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v4i1.1213

Abstract

This study aims to: (1) describe the results of literary learning without using storytelling techniques, (2) to describe the results of literary learning using storytelling techniques, and (3) to determine the effectiveness of the storytelling model in literary learning. The results of the assessment show that (1) learning without using storytelling technique in literary learning does not reach completeness, (2) the learning of literature by applying storytelling technique has reached completeness, and (3) the effectiveness of storytelling technique of VIII students of SMP Negeri 2 Sungguminasa. This proves that using storytelling technique can improve student's learning in literature learning which is seen from the average value of control class, that is 75.3, while the experimental class gets the average value, that is 85.9. In addition, the observation data of each meeting indicates a change in student attitudes towards a more positive, both in terms of learning attitudes and activities. From the results of the analysis can be concluded that the application of effective storytelling techniques used in learning literature.

Page 8 of 30 | Total Record : 296