cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2013)" : 20 Documents clear
INFUSA DAUN PACING Costus speciosus (Koen.) J.E. SMITH SEBAGAI PENGHAMBAT JUMLAH DAN KUALITAS SPERMATOZOA PADA MENCIT JANTAN BALB/C Sari, Ika Puspita; Rahayu, Siti; Rizal, Dicky M.
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.348 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Costus speciosus(Koen.)J.E. Smith (Pacing) merupakan tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun Pacing terhadap spermatogenesis mencit jantan strain Balb/Cserta reversibilitas efeknya sebagai dasar dari pembuktian secara ilmiah kemampuan daun Pacing sebagai calon obat kontrasepsi khususnya pada individu jantan. Mencit dikelompokkan menjadi 6 kelompok masing-masing terdiri atas 6 ekor mencit. Infusa daun Pacing diberikan dengan variasi dosis yakni 275, 550 dan 1100 mg/kgBB, sementara itu kelompok kontrol terdiri atas kelompok pemberian akuades, kelompok pemberian minyak jagung dan kelompok Andriol dosis 5,2 mg/kgBB. Semua sediaan uji diberikan secara oral setiap hari selama 14 hari. Pada hari ke 15 hewan uji dalam semua kelompok dikorbankan masing-masing 3 ekor mencit kemudian dilakukan pembedahan, 3 ekor mencit sisanya dipelihara hingga hari ke 28 tanpa pemberian sediaan uji untuk mengetahui reversibilitas efek spermatogenesisnya. Pengamatan efek spermatogenesis dilakukan terhadap jumlah dan kualitas spermatozoa (motilitas, viabilitas dan morfologi). Data jumlah dan kualitas spermatozoa dianalisis secara statistik menggunakan uji non-parametrik Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infusa daun Pacing pada dosis 275, 550 dan 1100 mg/kg BB mampu menurunkan jumlah spermatozoa sebesar 16-38 % (P<0,05), namun tidak mengubah viabilitas dan morfologi spermatozoa. Selain itu, pada dosis 275 dan 550 mg/kg BB, infusa daun Pacing mampu menurunkan motilitas spermatozoa sebesar 36-39% (P<0,05). Kemampuan infusa daun Pacing dalam menurunkan jumlah dan motilitas spermatozoa  bersifat reversible setelah 14 hari kemudian.
SELECTIVITY OF PURIFIED EXTRACT FROM THE LEAVES OF Tithonia diversifolia (Hemsley) A.Gray AGAINST HELA CELLS Wahyuningsih, M. Sri Hartati; Syarif, Rul Afiyah; Suharmi, Sri; Murini, Tri; Saputra, Firandi; W, Adiguno Suryo
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.979 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Tithonia diversifolia (Hemsley) A.Gray is a kind of plant and traditionally used to cure various diseases. The previous research found that T.diversifolia had antiproliferation effect on colon cancer cell (Col2). Sample preparation using biossay guided extraction and partition method, could simplify the active compounds of the extract. Research on the selectivity of purified extract from the leaves of Tithonia diversifolia (Hemsley) A.Gray) against HeLa cells hasn’t been known yet. The aim of this research was to find out the selectivity of purified extract of T.diversifolia’s leaves on HeLa cell compared to vero cell and to find out the Fifty Percent Inhibition Concentration (IC50), and its selectivity index. Extraction of T. diversifolia‘s leaves were done by maceration method using chloroform and methanol. Both of extract were tested by MTT cytotoxic assay on HeLa cells in vitro with serial doses (0,24 - 500μg/mL). Each group was replicated 3 times. The absorbance was read using ELISA at λ 540nm. IC50 was analyzed by probit regression on SPSS 15 for Windows. Partition (purified extract) of the active extract was done using Petroleum eter (PE), and tested by MTT cytotoxic assay on HeLa cells in vitro.  The IC50 methanol extract to HeLa cell in vitro is 1006,99μg/mL, IC50 chloroform extract is 16,61μg/mL.  The IC50 of soluble PE is 325,33μg/mL.  and IC50 of insoluble PE is 3,078μg/mL. The IC50 value of insoluble PE to Vero cell is 80,30 μg/mL. Selectivity index of purified extract (PE insoluble extract) is 26.09. 
KULTUR TUNAS Scoparia dulcis, lindernia anagalis, Lindernia ciliata DAN UPAYA BIOREMEDIASI TERHADAP LOGAM BERAT PB, CR, CD Santosa, Djoko; Sabila, Nurma; Dewi, Irma Puspita
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.031 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kultur tunas Scoparia dulcis, Lindernia anagalis, Lindernia ciliata untuk mengetahui kemampuan penyerapan logam berat Pb, Cr dan Cd sebagai proses bioremediasi terhadap polusi logam berat.Tunas-tunas tersebut ditumbuhkan pada media Murashige-Skoog (MS) padat yang ditambah kinetin 2 ppm. Subkultur dilakukan terhadap semua jenis tunas pada umur 21 hari  kemudian dikultivasi pada media MS padat ditambah logam berat 0, 2 dan 5 ppm selama 30 hari. Semua tunas mampu menyerap Cr tetapi tidak mampu menyerap Cd, tunas Lindernia anagalis dan Lindernia ciliata mampu menyerap Pb.
DAYA ANTIFUNGI REBUSAN KULIT BATANG JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) TERHADAP C. albicans PADA RESIN AKRILIK Lidyawita, Ria; Sudarsono, Sudarsono; Harsini, Harsini
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.14 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Kurangnya perawatan gigi palsu berakibat pada tingkat kepadatan koloni Candida albicans yang dapat menyebabkan denture stomatitis. Mikroba tersebut sering dijumpai pada pemakai gigi tiruan dan dijumpai sebanyak 86% dari penderita denture stomatitis. Pada kulit batang jambu mete terdapat tanin, asam galat dan asam anakardat, yaitu komponen fenolik dengan aktivitas antijamur terhadap C. albicans. Penelitian ini meliputi pengumpulan bahan, perebusan, freeze drying, identifikasi fitokimia asam anakardat dan asam galat, penetapan kandungan fenolik total dengan metode Folin Ciocalteu, dan uji daya antifungi terhadap C. albicans pada plat resin akrilik. Plat resin akrilik direndam dalam suspensi C. albicans selama 24 jam, dibilas dengan Phosphate Buffer saline (PBS), direndam disertai agitasi selama 3 menit dalam larutan hasil freeze drying rebusan kulit batang jambu mete konsentrasi 12,5%b/v, 25%b/v, dan 50%b/v dengan stok 20mg/mL, divibrasi dalam NaCl fisiologis yang kemudian diinkubasi pada Agar Sabouraud selama 48 jam, diamati dan dihitung persentase penghambatan pertumbuhan C. albicans. Analisis statistik dengan Anava, dilanjutkan uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan kulit batang jambu mete konsentrasi 12,5%b/v, 25%b/v, dan 50%b/v memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan C. albicans yang berbeda bermakna, yaitu berturut – turut 69,69%, 82,66%, 94,14% dan kandungan fenolik total yang berbeda bermakna, yaitu berturut – turut 35,18%b/b EAG, 31,64%b/b EAG, 29,47%b/b EAG.
UJI SITOTOKSISITAS BATANG KAYU MEZZETIAPARVIFLORABECC. Mufidah, Mufidah; Wahyudin, Elly; Lawrence, Gatot S.; Wahyuningsih, M. Sri Hartati; Manggau, Mirianti A.
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.835 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Aktivitas sitotoksik ekstrak larut aseton batang kayu MezzetiaparvifloraBecc. dievaluasi pada sel HeLa dan dibandingkan dengan sel normal vero untuk memastikan penggunaan sebagai tanaman obat tradisional untuk pengobatan tumor. Percobaan dengan sel normal vero menggunakan uji MTT menunjukkan persentase viabilitas sel sebanyak 96,8% pada konsentrasi 1000 ug dan tidak meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Sedangkan pada percobaan dengan sel HeLa menunjukkan aktivitas sitotoksik yang rendah dengan persentase viabilitas sebesar 87,4% pada konsentrasi 1000μg/ml. Oleh karena itu ekstrak ini dikategorikan sebagai tidak beracun dan diperlukan studi selanjutnya untuk mengeksplorasi mekanisme yang bertanggung jawabterhadap efek antikanker dari tanaman tersebut. 
AKTIVITAS AMILUM BENGKUANG (Pachyrrizus erosus (L.) Urban) SEBAGAI TABIR SURYA PADA MENCIT DAN PENGARUH KENAIKAN KADARNYA TERHADAP VISKOSITAS SEDIAAN Zulkarnain, A. Karim; Ernawati, Novi; Sukardani, Nurul Ikka
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.182 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Yam starch (Pachyrhizus erosus (L.) Urb.) with microparticles of size and had opaque properties could be used as an physical sunscreens. Yam starch was made in creams and lotions formulation and applied topically. This study aimed to determine the effect of yam starch concentration to the increasing of creams and lotions formulation as well as sunscreens activity in mice seen from its Sun Protecting Factor (SPF). Yam starch was obtained by the deposition method, then was done characterization and measurement of particle diameter. The formulation of creams and lotions each in 3 formulas with yam starch concentration of 15%, 20%, and 25%, further the viscosity and physical stability were observed under extreme heat and cold conditions. The observations during storage were colour, odor, homogenity, and viscosity. Sunscreen activity was determined by in vivo method using Swiss Webster female mice strains induced by 8-MOP, and then observation of its SPF value. The viscosity data  in extreme hot and cold conditions was analyzed statistically at significance level of 95%. The results showed that the more increase of  the concentration of yam starch the more  increase of viscosity, while the colour, odor, and homogenity of the formulation did not change during storage. Creams and lotions formulation with starch concentration of 15%, 20%, and 25%, had sunscreen activity in vivo in mice, with SPF value of 1.22; 1.52, and 2.38.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI BATANG PAKIS (Alsophila glauca J.Sm) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Wahdaningsih, Sri; Wahyuono, Subagus; Setyowati, Erna Prawita
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.41 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Stress oksidatif yang diinduksi oleh radikal bebas diketahui dapat mempengaruhi terjadinya berbagai penyakit degeneratif. Sebagai upaya dalam pencarian senyawa antioksidan alami maka telah dilakukan penelitian isolasi dan identifikasi senyawa  antioksidan dari batang pakis (Alsophila glauca J.Sm) dengan metode DPPH. Penyarian batang pakis dilakukan secara maserasi dengan wasbenzen dan metanol. Ekstrak didapat dengan menguapkan pelarut wasbenzen dengan rotavapor. Setelah semua wasbenzen menguap bahan dimaserasi lagi dengan metanol. Dengan cara yang sama seperti pada wasbenzen hingga didapat ekstrak metanol. Ekstrak ini diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH secara KLT. Ekstrak yang aktif kemudian dipartisi dengan metanol 80%. Ekstrak yang larut dan ekstrak yang tidak larut dalam metanol 80% diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH (KLT). Ekstrak yang aktif difraksinasi dengan kromatografi cair vakum dengan menggunakan fase gerak dengan gradient kepolaran yang berbeda (wasbenzen : kloroform) dengan berbagai konsentrasi. Fraksi yang aktif diisolasi dengan metode KLT preparatif dan diperoleh senyawa yang kemurniannya diuji secara KLT. Isolat yang diperoleh diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH menggunakan alat spektrofotometri. Diketahui mempunyai aktivitas antioksidan penangkap radikal dengan IC50 178,4µg/mL.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN BAWANG MEKAH (Eleutherine americana Merr.) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Pratiwi, Dina; Wahdaningsih, Sri; Isnindar, Isnindar
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.591 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Penggunaan dan permintaan terhadap tanaman obat tradisional saat ini semakin bertambah sehingga penelitian ke arah obat-obatan tradisional juga semakin meningkat. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat yaitu bawang mekah (Eleutherine americana Merr.). Tanaman ini biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari daun bawang mekah. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) yang diawali dengan ekstraksi secara maserasi. Simplisia daun bawang mekah (150 g) direndam dengan etanol 70% selama 3x24 jam pada suhu kamar. Ekstrak etanol cair yang diperoleh diuapkan dengan rotary evaporator dan dipekatkan menggunakan waterbath sehingga diperoleh ekstrak kental. Kemudian terhadap ekstrak dilakukan skrining fitokimia serta uji pendahuluan dengan metode DPPH secara kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase gerak BAA (4:1:5). Aktivitas antioksidan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan dibandingkan dengan vitamin C. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol dan tanin. Pada uji pendahuluan menggunakan KLT, diperoleh 3 spot yang divisualisasi dengan sinar UV 366 nm dan disemprot dengan DPPH 0,2%. Ketiga spot menunjukkan perubahan warna kuning dengan latar belakang ungu yang menandakan ekstrak positif memiliki aktivitas antioksidan. Hasil pengukuran secara spektrofotometri menunjukkan bahwa ekstrak mempunyai IC50 pada 31,97437 µg/ml, sedangkan vitamin C memiliki nilai IC50 yang lebih rendah (3,90186 µg/ml).
POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL SARANG SEMUT (Myrmecodia tuberosa Jack.) TERHADAP Candida albicans, Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Efendi, Yuli Nurullaili; Hertiani, Triana
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.764 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Pentingnya pencarian sumber baru senyawa aktif untuk mengatasi penyakit infeksi mendorong dilakukannya penelitian untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol tumbuhan Sarang semut. Tumbuhan ini telah secara luas dipergunakan dalam pengobatan tradisional masyarakat Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antimikroba ekstrak etanol tumbuhan Sarang semut terhadap C. albicans, bakteri E. coli, dan S. aureus dan mengetahui golongan senyawa aktif yang bertanggung-jawab terhadap aktivitas tersebut. Ekstrak etanol diperoleh dengan merendam serbuk kering M. tuberosa dalam etanol 70% teknik yang dilanjutkan dengan penguapan penyari. Skrining aktivitas antimikroba terhadap C. albicans, bakteri E. coli, dan S. aureus dilakukan terhadap ekstrak kental yang didapatkan  dengan metode difusi padat. Pengujian dengan menggunakan metode mikrodilusi dilakukan untuk mengetahui harga KHM ekstrak, dilanjutkan pengukuran nilai KBM pada media padat yang sesuai. Untuk mengetahui golongan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antimikroba digunakan metode uji bioautografi kontak. Hasil penelitian menunjukkan harga KHM ekstrak terhadap C. albicans, E. coli, dan S. aureus masing-masing secara berurutan adalah 0,8%b/v; 0,8%b/v; dan 1,6% b/v. Nilai KBM terhadap C. albicans >6,4% b/v, E. coli 6,4% b/v, dan S. aureus 1,6% b/v. Hasil uji bioautografi pada KLT (silika gel 60 F254, toluen: aseton: metanol: asam formiat (26:8:5:1) v/v) menunjukkan bercak aktif terhadap E. coli dan S. aureus memiliki harga hRf 0 sedangkan bercak aktif terhadap C. albicans dan S. aureus pada hRf 53. Pada kedua bercak terdeteksi senyawa fenolik. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol M. tuberosa mengandung senyawa-senyawa yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai antimikroba khususnya terhadap S. aureus.
ANALYSIS OF CAROTENOID CONTENT OF CRUDE EXTRACT OF TONGKAT LANGIT BANANA FRUIT (Musa troglodytarum) USING NIR SPECTROSCOPY (NEAR INFRARED) Samson, Efraim; Semangun, Haryono; Rondonuwu, Ferdy S.
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.684 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Carotenoids found in fruits and vegetables, plays an important role in preventing human diseases, including cardiovascular disease, cancer and other chronic diseases. However, many of the methods used in the determination of the chemical composition in particular for food takes a long time and the cost is quite expensive. Currently a number of instrumentation techniques have been developed to determine chemical content quickly. One example is the technique of measurement using NIR spectroscopy. In this study, NIR spectroscopy is used for the analysis of estimation of carotenoids crude extract of long and short “tongkat langit” bananas (Musa troglodytarum). The results obtained show that this fruit contains β-carotene, because the area of wave numbers 5000 to 5500cm-1 is similar between the pattern of β-carotene spectrum marker and the pattern of carotenoid pigment tongkat langit banana spectrum.

Page 1 of 2 | Total Record : 20