cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 243 Documents
Indicators of professional competencies in research of Guidance and Counseling Teachers Supriyanto, Agus; Hartini, Sri; Syamsudin, Syamsudin; Sutoyo, Anwar
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.607 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i1.3927

Abstract

Competence counselor in guidance and counseling research needs to be developed through understanding, planning, implementing, and utilizing research results. The purpose of the study was to design indicators of counselor competency in guidance and counseling research. The type of research is qualitative with literature study design. Primary documents through books, journals, scientific articles, and relevant policies for indicator development from the competence of school counselors in research. Qualitative data analysis with the form of social policy analysis through the process of data reduction, data presentation, and data inference. The findings reveal that four indicators were understanding various types and methods of research, ability to design research, conduct research, and use research results by accessing journals of education and guidance and counseling. Each indicator has a sub indicators that need to be tested. Hope in the future is reveal the level or evaluation of the competence of school counselors in guidance and counseling research.
Analisis perilaku cyberbullying ditinjau dari big five personality dan kemampuan literasi sosial media Dewi, Noviyanti Kartika; Affifah, Dian Ratnaningtyas
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.576 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i1.4301

Abstract

Bullying sudah mulai berevolusi menjadi Cyberbullying. Cyberbullying merupakan segala bentuk kekerasan (mengejek, menghina, mengintimidasi, atau mempermalukan) dengan memanfaatkan teknologi digital ataupun media sosial yang dilakukan oleh remaja kepada teman sebayanya. Kepribadian dilihat sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap terbentuknya perilaku cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku cyberbullying dikalangan mahasiswa ditinjau dari trait big five personality dan kemampuan literasi media sosial. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Universitas PGRI Madiun dengan jumlah sebanyak 350 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologis yang terdiri dari skala cyberbullying, big five personality dan literasi sosial media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku cyberbullying berada pada kategori rendah. Big five personality mahasiswa UNIPMA berada pada kategori Openness dan Extraversion sedangkan kemampuan literasi media mahasiswa UNIPMA berada pada kategori tinggi. Adapun korelasi antara cyberbullying dan big five peronality adalah negatif artinya semakin tinggi big five personality maka perilaku cyberbullying rendah. Begitupula dengan korelasi perilaku cyberbullying dengan literasi media juga berkorelasi negatif yang artinya semakin tinggi literasi media maka semakin rendah perilaku cyberbullyingnya. Bullying has begun to evolve into Cyberbullying. Cyberbullying is all forms of violence (mocking, insulting, intimidating, or humiliating) by utilizing digital technology or social media by teenagers to their peers. Personality is seen as one of the factors that influence the formation of cyberbullying behavior. This study aims to examine cyberbullying behavior among students in terms of big five personality traits and social media literacy abilities. The population of this study was 350 students from the University of PGRI Madiun. The method of data collection uses a psychological scale consisting of the scale of cyberbullying, big five personality and social media literacy. The results showed that cyberbullying behavior was in the low category. The big five personality of UNIPMA students is in the Openness and Extraversion category while the media literacy abilities of UNIPMA students are in the high category. The correlation between cyberbullying and big five peronality is negative, which means the higher the big five personality, the lower cyberbullying behavior. Likewise, the behavior of cyberbullying correlations with media literacy is also negatively correlated, which means that the higher the media literacy, the lower the cyberbullying behavior.
MEMBANGUN RESILIENSI : SEBUAH UPAYA PROMOSI KESEHATAN MENTAL DENGAN KERENTANAN DEPRESI Dian Ratnaningtyas Afifah
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.868 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v1i2.186

Abstract

Sehat adalah dambaan setiap orang. Kondisi sehat bukan sekedar terbebasdari kecacatan, penyakit ataupun kelemahan, namun sehat lebih melibatkan padakondisi “psychological well being” (kesejahteraan psikologis).Seiring kemajuan zaman, perubahan-perubahan yang terjadi berlangsungsangat cepat, tidak jarang menimbulkan berbagai dampak yang tidakmenyenangkan bagi individu. Hal itu menyebabkan terhambatnya dalammencapai kondisi psychological well being, sehingga tidak sedikit orang yanghidup di era modern mengalami gangguan psikologis seperti stress, perilakuadiktif bahkan depresi yang umumnya mengarahkan pada tindakan percobaanbunuh diri. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu ketahanan psikologis (resiliensi)untuk menghadapi segala persoalan hidup, yakni situasi atau peristiwa yangmenekan. Dengan kemampuan resiliensi, diharapkan mampu meminimalisir danmencegah adanya gangguan psikologis depresi.
BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA KELAS IX-E SMP NEGERI 1 WONOASRI KABUPATEN MADIUN NINIK SUHARTI
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.076 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v4i2.260

Abstract

Changes that occur in the community often felt too fast .As a result, thereare people who are able to adjust and compensate for the change and some arenot able to adapt itself. For those who are not able to adapt to the changingdemands that will have problems in adjustment and social .In the process of socialadjustment , students are exposed to the demands and expectations of a verycomplex and difficult .Many students feel hesitant and less responsive to thesituation at hand .As a result of the difficulties to adapt themselves to theenvironment , eventually students perform actions that violate norms. Found a lotof students who perform inappropriate acts , violate school rules , late entry ,ditching , brawl , and others .Group counseling is expected to answer theseproblems .The results of observations in class IX - E SMP Negeri 1 Wonoasri foundsome students who have low levels of social adjustment in order to comply withthe school that impact on learning outcomes is low.This study uses action research ( Classroom action research ) to class IX -E SMP Negeri 1 Wonoasri with the aim to help students improve their ability inschool and social adjustment can adjust to social learning on a regular basis .From the results of this study concluded that group counseling canimprove the social adjustment of students effectively, Although there are somestudents who have not demonstrated a significant improvement or fall into thecategory of students who no change significantly and there are also students whoshowed a decline in understanding of themselves , this may be due to the problemsit faces more difficult than the problems faced by other friends or because there isno desire in him to improve social adjustment .
PENGARUH KEDISIPLINAN PENGGUNAAN WAKTU LUANG UNTUK BELAJAR ANTARA PRIA DENGAN WANITA Vitalis Djarot Sumarwoto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.798 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v1i1.152

Abstract

Tujuan penelitian ini hakikatnya ingin mengetahui perbedaan kedisiplinanmenggunakan waktu luang antara siswa pria dengan siswa wanita pada siswa kelas XISMA Negeri I PGRI Maospati Magetan tahun pelajaran 2010-2011. Masalah dalampenelitian ini akan menjadi lebih konkrit apabila dirumuskan sebagai berikut:“Pengaruh kedisiplinan penggunaan waktu luang untuk belajar terhadap siswa priadengan siswa wanita”.Metode penelitian adalah eksperimen, yaitu cara mengadakan pengamatankepada kelompok responden. Pengamatan dilakukan pada pertengahan bulan Januarisampai pertemngahan bulan Februari tahun 2011. Pelaksanaan eksperimen melibatkankonselor sekolah tempat penelitian. Penelitian ini dilaksanakandi SMA PGRI IMaospati Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2010-2011. Sampel penelitian terdiridari dua kelompok, yaitu kelompok siswa pria dan kelompok siswa wanita. Jumlahanggota masing-masing kelompok adalah 30 siswa, dan ditetapan dengan teknikrandom sampling. Pengumpulan data penelitian dengan teknik angket.Analisis datamenggunakan teknik statistik, dengan rumus bangun t-score.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan kedisplinanpenggunaan watu luang untuk belajar antara siswa pria dan siswa wanita pada siswakelas XI SMA PGRI 1 Maospati Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2010-2011, dan(2) kedisiplinan siswa wanita dalam menggunakan waktu luang untuk belajar lebihbaik jika dibandingkan dengan siswa pria.
PENGARUH BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL DENGAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE THERAPY UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN TEMAN SEBAYA Yuni Widyaningrum; Vitalis Djarot Sumarwoto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.257 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v3i2.251

Abstract

Siswa dalam hidupnya mengemban dua tugas perkembangan, yaitu sebagaimakhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, kehidupansiswa di sekolah tidak dapat dilepaskan dari individu lain, mengingat bahwa siswajuga sebagai makhluk ssial. Artinya, perkembangan siswa itu terjadi, sebagianditentukan oleh hasil interaksi dengan sesama teman, yang salah satunya disebutteman sebaya. Proses interaksi dengan teman sebaya merupakan perwujudan dariproses komunikasi, yang diharapkan akan terjadi saling mempengaruhi, sehinggamenimbulkan suatu perubahan sikap atau perilaku pada diri siswa tersebut.Interaksi dengan teman sebaya yang efektif dapat dilakukan melalui layananbimbingan pribadi-sosial, karena hakikat layanan bimbingan pribadi-sosial adalahmembantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah pribadi yang disebabkanoleh dampak pergaulan sosial. Layanan bimbingan pribadi-sosial diyakini dapatmembantu perubahan sikap dalam diri individu (siswa), dan dikembangkanmelalui pendekatan rasional emotif therapy. Beberapa perubahan sikap hasil darilayanan bimbingan pribadi-sosial dengan pendekatan rasional emotif therapybersangkut paut dengan masalah pola pikir dan kehidupan perasaan siswa.
EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS BUDAYA JAWA UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMK PGRI WONOASRI Rischa Pramudia Trisnani; Silvia Yula Wardani; Ferisia Hana Puspita
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.257 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v6i1.458

Abstract

Berkomunikasi dengan orang lain dapat dilakukan individu di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Komunikasi antara dua orang atau lebih secara tatap muka disebut komunikasi interpersonal.Siswa SMK umumnya berkisar (16-19 th) dimana usia berada pada tahap usia remaja, yang mana salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai adalah mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal.Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK SMK PGRI Wonoasri menunjukkan bahwa: (1) masih ada beberapa siswa yang berkomunikasi interpersonal kurang baik, (2) terjadi perselisihan antar siswa karena kesalahpahaman yang disebabkan komunikasi interpersonal yang kurang baik. Untuk meningkatkan komunikasi salah satu caranya adalah dengan menerapkan layanan bimbingan kelompok berbasis budaya jawa, sehingga siswa mampu berkomunikasi dengan baik dan sopan sesuai ajaran budaya jawa yang terkenal halus dan sopan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengerahui efektifitas bimbingan kelompok berbasis budaya jawa dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMK PGRI Wonoasri.Penelitian ini dilakukan di SMK PGRI Wonoasri dengan desain penelitian pre-experimental design. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologis yaitu skala komunkasi interpersonal. Teknik analisis data menggunakan Wilcoxon Match Pairs Test.Hasil penelitian menunjukkan bimbingan kelompok berbasis budaya jawa efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMK terbukti setelah uji hipotetik  dengan teknik analisis Wilcoxon Signed Rank Test nilai AsympSig (2-tailed) / asympiotic significance0.012, dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok berbasis budaya jawa efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMK di Kabupaten Madiun. Disarankan untuk meningkatkan pelayanan bimbingan dan konseling perlu pengembangkan layanan bimbingan dan konseling salah satunya adalah bimbingan kelompok. Kata kunci : Bimbingan Kelompok , budaya Jawa, Komunikasi Interpersonal
IMPLEMENTASI PELATIHAN PERSONAL DEVELOPMENT DALAM MENGEMBANGKAN KONSEP DIRI POSITIF PADA WARGA RUMAH PINTAR “BUNGA PADI” DI KABUPATEN MADIUN Dahlia Novarianing Asri; Dian Ratnaningtyas Afifah; Diana Ariswanti Triningtyas
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.368 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v3i1.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi yang jelas mengenai(1) implementasi pelatihan personal development dalam mengembangkan konsepdiri positif pada warga rumah pintar “Bunga Padi” di Kabupaten Madiun, dan(2) peranan pelatihan personal development dalam mengembangkan konsep diripositif pada warga rumah pintar “Bunga Padi” di Kabupaten Madiun.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitiankualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara,dan skala psikologi. Data-data yang telah dikumpulkan dianalisis melalui 3 alurkegiatan yang berlangsung secara bersamaan, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajiandata, dan (3) penarikan simpulan/verifikasi.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut: (1)pelatihan personal development bagi warga Rumah Pintar “Bunga Padi”Kabupaten Madiun dapat diimplementasikan dengan lancar dan telah sesuaidengan prosedur standar serta tujuan yang telah ditetapkan. Pelatihan dilakukanmelalui 5 tahap, yaitu: (a) penyampaian materi dan tugas tentang “GambaranDiri”, (b) penyampaian materi dan tugas tentang “Potensi Diri”, (c) penyampaianmateri dan tugas tentang “Pola Pikir”, (d) penyampaian materi dan tugas tentang“Komitmen dan Cita-cita”, (e) Evaluasi, dan (2) kegiatan pelatihan personaldevelopment dapat berperan dalam mengembangkan konsep diri positif padawarga Rumah Pintar “Bunga Padi” di Kabupaten Madiun. Berkembangnyakonsep diri positif ini didasarkan pada 3 indikator, yaitu: (1) berkembangnyaharapan positif, (2) berkembangnya afirmasi diri, dan (3) berkembangnyakemampuan menanggapi penilaian sosial yang terdapat pada diri pesertapelatihan.
PENINGKATKAN SIKAP EMPATI MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK BERBANTUAN TEKNIK PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS X.A.V.1 SMK NEGERI 1 JIWAN KABUPATEN MADIUN Nuril Annissa Ekayanti; Vitalis Djarot Sumarwoto
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.5 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v5i2.448

Abstract

Secara psikologis, setiap manusia pada dasarnya memerlukan sikap empati dalam hidupnya. Sikap empati lebih dibutuhkan seseorang (siswa) dalam upaya menumbuhkembangkan rasa kepedulian yang mendalam kepada sesama manusia. Para psikologi perkembangan menegaskan bahwa sesungguhnya terdapat dua komponen empati, yaitu: reaksi emosi kepada orang lain, yang lebih berkembang dalam usia kehidupan anak; dan reaksi kognitif, yang menentukan sampai sejauh mana siswa mampu mampu memandang sesuatu sesuatu dari sudut pandang atau perspektif orang lain.       Realitas di sekolah menunjukkan bahwa tidak semua individu (siswa) mampu mengembangkan sikap empati yang dimilikinya. Peristiwa ini dialami oleh siswa kelas X.AV.1 SMK Negeri 1 Jiwan Kabupaten Madiun. Terdapat 10 siswa yang mengalami sikap empati yang rendah, sehingga apabila perilaku tersebut dibiarkan maka akan menghambat perkembangan siswa selanjutnya. Salah satu solusi untuk meningkatkan empati siswa yang rendah tersebut adalah melalui bimbingan kelompok berbantuan teknik problem solving.        Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif layanan bimbingan kelompok berbantuan teknik problem solving dapat meningkatkan sikap  empati siswa kelas X AV 1 SMK Negeri 1 Jiwan Kabupaten Madiun. Sampel penelitian ini sebanyak 10 siswa kelas X AV 1SMK Negeri 1 Jiwan Kabupaten Madiun, yang terindikasi memiliki tingkat sikap empati rendah. Penetapan sampel penelitian menggunakan teknik diagnosis dengan cara menyebar angket awal.       Penelitian ditempuh dengan menggunakan metode eksperimen, dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Bentuk eksperimen yang dilakukan dengan memberikan treatment sebanyak empat kali selama dua minggu, dengan rincian pertemuan dua kali dalam seminggu dengan alokasi waktu 120 menit/tatap muka. Analisis data menggunakatn teknik uji t-score.       Hasil analisis data menunjukkan bahwa rhitung > rtabel (hipotesis penelitian diterima). Jadi dapat disimpulkan bahwa melalui layanan bimbingan kelompok berbantuan teknik problem solving dapat meningkatkan sikap empati siswa kelas X AV 1 SMK Negeri 1 Jiwan Kabupaten Madiun. Oleh sebab itu disarankan bahwa sekolah dapat memanfaatkan layanan bimbingan kelompok berbantuan problem solving sebagai teknik yang pantas dikembangkan untuk membina kepribadian individu. Kata Kunci:  Sikap Empati, Bimbingan Kelompok Berbantuan Teknik Problem Solving
PENTINGNYA PENGUASAAN PSIKOLOGI BAGI PENYIDIK DALAM PEMERIKSAAN TERSANGKA PADA TAHAP PENYIDIKAN Siska Diana Sari
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.966 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v2i1.199

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan penguasaan beberapa ilmubantu dalam bidang hukum, khususnya dalam bidang psikologi bagi seorangpenyidik. Hal ini dikarenakan penyidik mempunyai kesulitan untuk mendapatkanketerangan dari tersangak sehubungan dengan terjadinya suatu tindak pidana yangmelibatkan tersangka. Tujuannya adalah guna menghindari adanya pemaksaanyang menyalahi hak asasi tersangka. Tujuan yang kedua adalah mendapatkanketerangan yang sebenarnya adalah karena kurangnya kemampuan para penyidikdalam teknik-teknik pemeriksaan tersangka. Penelitian dilakukan secara studikepustakaan dan mencari data elektronik melalui internet. Data yang ditelitiadalah pentingnya penguasaan ilmu psikologi bagi penyidik dalam prosespemeriksaan tersangka dalam tahap penyidikan di tingkat kepolisian,Hasil penelitian memperlihatkan bahwa seorang penyidik dapat menerapkan salahsatu bidang ilmu bantu dalam rangka penegakkan hukum, yaitu psikologi.Psikologi lebih berpijak pada pengetahuan tentang manusia, khusunya tentangperilaku dan perbuatan manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.Dengan dibantu psikologi, dapatlah seorang penyidik memperoleh atau“mengorek” keterangan dari tersangka dengan mudah, oleh karena telah dapatdilakukan pendekatan pribadi (personal approach) yang manusiawi. Dengandemikian dapat memperlancar pelaksanaan penyidikan sebagai langkah awaldalam proses pidana. Dalam kaitanya dengan hal tersebut yang perlu diusahakanadalah agar supaya jumlah tenaga psikologi jangan sampai kurang oleh karenapenggunaan psikologi ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya. Dengandemikian penggunaan psikologi dalam pemeriksaan tersangka merupakan satutahap langkah kemajuan bagi dunia penegak hukum. Jadi peranan psikologi dalamhukum mempunyai tujuan yang positif, yakni disamping untuk menjaga harkatdan martabat tersangka pada tingkat penyidikan, juga demi efektifitaspemeriksaan.

Page 8 of 25 | Total Record : 243