cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 243 Documents
Upaya bimbingan konseling nilai dan spiritual terhadap Transgender di Yogyakarta Ardiansyah, Ardi ansyah
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.58 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i2.2568

Abstract

Melaui artikel ini penulis memberikan gambaran terkait pelaksanaan bimbingan konseling nilai dan spiritual terhadap transgender dalam menumbuhkan nilai dan spiritualnya untuk kehidupan kesehariannya serta berbagai upaya yang dilakukan oleh Konselor/pembimbing. Dalam penelitian ini bimbingan konseling nilai dan spiritual dapat dilihat sebagai jendela untuk membaca dan melihat lebih jauh fenomena bimbingan nilai dan spritualitas terhadap transgender yang dilakukan dengan berbagai upaya. Disamping itu, akan di fokuskan pada pokok permasalahan besar dengan  rumusan masalah terkait proses bimbingan konseling nilai dan spiritual terhadap santri Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta, serta faktor pendukung dan penghambat bimbingan nilai dan spiritual santri. Adapun metode penelitiannya yakni menggunakan penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan terkait bimbingan konseling nilai dan spiritual santri. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan yang dilakukan dalam meningkatkan spiritual santri yakni, bimbingan dan koseling pribadi-sosial serta bimbingan dan konseling religius. Adapun faktor pendukung dan penghambatnya yakni, adanya dorongan motivasi santri mendalami nilai spirtual melalui bimbingan nilai dan spritualitas. Adapun faktor penghambat yakni, kurangnya respon masyarakat publik serta respon lingkungan sekitar dengan adanya pengucilan di masyarakat. Ini dilakukan agar terpenuhinya bimbngan nilai dan spiritual transgender  untuk belajar mengenal Islam melalui nilai dan spritual dalam kehidupannya. Through this article provides an overview related to the implementation of counseling of value and spiritual counseling on transgender in fostering the value and spiritual for their daily lives as well as various efforts carried out by counselors. In this study, counseling on value and spiritual counseling can see further the phenomenon of guidance on values and spirituality towards transgender people. major issues with the formulation of the problem related to the process of counseling the value and spiritual counseling for the students of Waria al-Fatah Islamic Boarding School in Yogyakarta, as well as supporting factors and obstacles to the guidance of values and spiritual santri. The research method is using qualitative research by describing santri's spiritual and value counseling. From the results of the study indicate that the guidance is carried out in improving the spiritual of the students namely, personal-social guidance and counseling and religious guidance and counseling. As for the supporting and inhibiting factors, namely, the motivation for students to explore spiritual values through the guidance of values and spirituality. The inhibiting factors are the lack of response from the public and the response of the surrounding environment to the existence of isolation in the community.
Profil efikasi diri siswa MAN Wonokromo Bantul Puri, Lintang Waskita; Astuti, Budi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.796 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i2.3243

Abstract

Efikasi diri dapat diartikan sebagai penilaian seseorang tentang kemampuan-kemampuan yang dimiliki individu dalam mencapai sesuatu yang telah ditargetkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan secara deskriptif tentang efikasi diri pada siswa, khususnya kelas VIII MAN Wonokromo Bantul.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MAN Wonokromo Bantul sejumlah 282 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan statistik diskriptif berupa frekuensi dan persentase. Berdasarkan analisis dan pembahasan diperoleh hasil bahwa efikasi diri siswa  kelas VIII MAN Wonokromo Bantul cenderung menunjukkan kategori sedang. Dari 142 siswa kelas VIII yang memiliki efikasi diri dengan kategori sangat rendah sebanyak 9 siswa (6,34%), efikasi diri dengan kategori rendah sebanyak 35 siswa (24,65%), efikasi diri dengan kategori sedang sebanyak 62 siswa (43,66%), efikasi diri dengan kategori tinggi sebanyak 26 siswa (18,31%) dan efikasi diri dengan kategori sangat tinggi sebanyak 10 siswa (7,04%). Seyogyanya hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi guru bimbingan dan konseling sebagai upaya untuk membantu meningkatkan efikasi diri siswa. Self-efficacy can be interpreted as someone's assessment of the abilities that individuals have in achieving something that has been targeted. This study aims to provide a descriptive explanation of self-efficacy in students, especially grade VIII MAN Wonokromo Bantul. The research method used in this study is quantitative descriptive. The subjects used in this study were eighth grade students of MAN Wonokromo Bantul totaling 282 students. The sampling technique used in this study is simple random sampling. The data analysis technique used in this study is using descriptive statistics in the form of frequency and percentage. Based on the analysis and discussion, the results showed that the self-efficacy of eighth grade students of MAN Wonokromo Bantul tended to show moderate categories. Based on 142 class VIII students there were students who had self-efficacy in the very low category as many as 9 students (6.34%), self-efficacy in the low category as many as 35 students (24.65%), self-efficacy in the medium category of 62 students (43 , 66%), self-efficacy in the high category as many as 26 students (18.31%) and self-efficacy in the very high category as many as 10 students (7.04%). The results of this study should be a guide for teachers guidance and counseling as an effort to help improve student self-efficacy
Hubungan kontrol diri dengan perilaku bullying siswa Salmi, Salmi; Hariko, Rezki; Afdal, Afdal
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.778 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i2.2693

Abstract

Perasaan aman dan nyaman berada di sekolah sangat dibutuhkan oleh setiap siswa untuk menunjang pengembangan potensinya. Fenomena yang terjadi terdapat beberapa siswa yang mengalami kekerasan di sekolah berupa perilaku bullying. Kemunculan perilaku ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu kontrol diri. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kontrol diri dan perilaku bullying siswa, serta menguji hubungan kontrol diri dan perilaku bullying siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan korelasional dengan subjek penelitian 47 siswa. Penelitian menggunakan instrumen angket yang disusun dengan meggunakan model skala likert. Data diolah dengan teknik statistik deskriptif dan untuk uji korelasi kedua variabel digunakan rumus product moment correlation. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku bullying siswa. Feelings of comfort and secure in the school is needed by every student to support the development of potentialities. The phenomenon that occurs there are some students who experienced violence in schools in the form of bullying behavior. The appearance of this behavior can be caused by various factors, one of which is self-control. The study aims to describe self-control and bullying behavior of students, as well as to examine the relationship of self-control and student bullying behavior. This research is a descriptive and correlational research with subject of research of 47 students. The research used questionnaire instrument that was prepared using Likert scale model. Data is processed by descriptive statistical techniques and for the correlation test of both variables used product moment correlation formula. The results revealed there was a significant relationship between student’s self-control and bullying behavior.
Mengontrol perkembangan sikap anak melalui program konseling di SDUT Bumi Kartini Jepara Sukarman, Sukarman Sukarman; Subaidi, Subaidi Subaidi; Laila, Azzah Nor
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.116 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i2.3284

Abstract

Dalam rangka mengontrol perilaku dan perkembangan anak pada usia pendidikan dasar, perlu adanya sinergitas serta komunikasi antara pihak sekolah dengan orangtua. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis program konseling dalam mengontrol perilaku siswa Sekolah Dasar Unggulan Terpadu Bumi Kartini Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data menggunakan penelitia lapangan melalui wawancara, observasi langsung dalam implementasi program konseling. Hasil temuan  penelitian menunjukkan ada tiga program konseling yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Unggulan Terpadu Bumi Kartini Jepara. Pertama, konseling secara individu yang dilakukan guru kelas dengan siswa. Program ini dilakukan sesuai kebutuhan pada waktu kondisional. Kedua, konseling bulanan antara guru kelas dengan orangtua siswa. Jadwal pelaksanaan setiap hari Jum’at pada akhir bulan. Ketiga, program layanan parenting bersama orangtua siswa setiap akhir semester. Program parenting dilakukan dalam bentuk variatif seperti seminar, sarasehan, gathering, dengan tema berbeda setiap semester. Parenting merupakan media update dan sharing informasi tentang perkembangan sikap anak dengan fasilitator ahli. Media komunikasi penunjang konseling adalah grup whatsapp orang tua siswa, guru, pimpinan sekolah, dan buku konseling tentang catatan masalah beserta hasil konseling.In order to control the behavior, attitudes, and development of children in the age of basic education, there needs to be synergy and communication between stakeholder of the school and parents. This study aims to analyze counseling programs in controlling the behavior of students of Integrated Primary School Bumi Kartini Jepara. The research method used descriptive qualitative. In collecting data using field research through interviews, direct observation in the implementation of counseling programs. The results of the study are three counseling programs carried out at the Integrated Primary School Bumi Kartini Jepara. The first, individual counseling by class teachers with students. This program is carried out as needed in conditional time. The second, monthly counseling between class teachers and parents. Implementation schedule every Friday at the end of the month. The third, parenting service program with parents of students at the end of each semester. The parenting program is carried out in various methods such as seminars, parent class, gatherings, with different themes every semester. Parenting is a medium for updating and sharing information about the development of children's attitudes with expert facilitators. There are communication media in order to supporting counseling program, such as WhatsApp group of parents, teachers, school leaders, and counseling books about the problem notes and the results of counseling.
Konseling individu untuk meningkatkan kepercayaan diri orang tua yang memiliki anak autis Daroni, Gangsar Ali; Yusuf, Munawir; Salim, Abdul; Gunarhadi, Gunarhadi; Legowo, Edy
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.566 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i2.2904

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan konseling individu untuk menumbuhkan kepercayaan diri orang tua yang memiliki anak autis di SLB Autis Mitra Ananda Colomadu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mana peneliti menjelaskan dan mendeskripsikan hasil temuan. Subyek dalam penelitian ini adalah orang tua anak autis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan observasi, metode analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif dan keabsahan data menggunakan metode trianggulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konseling individu menggunakan teknik REBT dapat membuat orang tua sadar bahwa anaknya membutuhkan dukungan dari orang tuanya. Karena salah satu keberhasilan terapi untuk anak autis adalah dukungan dari orang tuanya. Dengan teknik logotherapy klien mulai memberikan nilai pada keadaan yang dia punya serta klien sadar akan karunia Tuhan yang diberikan kepadanya, dan dengan teknik humanistik, klien mulai mampu menerima kondisi anaknya. Hal tersebut membuat klien memiliki kepercayaan diri sebagai orang tua yang memiliki anak autis.The purpose of this study is to know how the process of individual counseling implementation to foster self-confidence of parents who have children with autism in SLB Autis Mitra Ananda Colomadu. This type of research is descriptive qualitative in which the researcher describes and describes the findings. Subjects in this study were parents of children with autism. Data collection techniques using interviews, and observation, data analysis methods used in this study is interactive analysis and data validity using data triangulation method. The results of this study indicate that individual counseling using REBT techniques can make parents aware that their children need support from their parents. Because one of the successes of therapy for children with autism is support from their parents. With the logotherapy technique the client begins to give value to the circumstances that he has as well as the client is conscious of God's gift given to him, and by humanistic techniques, the client begins to be able to accept his child's condition. This makes the client has confidence as parents who have children with autism.
Self-efficacy level to recover from addiction in substance users in the center for Drug Rehabilitation Supriyanto, Agus; Hendiani, Nurlita
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.763 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v8i2.2944

Abstract

Self-efficacy is a predictor for individuals with Substance Abuse Disorders (SAD) to recover from drug addiction. The need for measurements to determine the efficacy of individuals with SAD. The aim of the study was to determine the level of self-efficacy of people with SAD to recover from drug addiction in the level dimensions, strength dimensions, and general dimensions. This study uses a descriptive approach. The research instrument was self-efficacy scale with subject N = 217. Research subjects were substance users undergoing a drug rehabilitation program at the Drug Rehabilitation Center, Indonesia. Research subjects had 217 with male gender (Re-entry, HOC, Faith, Care, and Hope) and female gender (Female). Quantitative descriptive analysis to determine the level of self-efficacy in individuals with SAD. The level dimension at a high level. Unlike the level dimension, that in the dimension of individual strength and individual generality to recover has a low level. Level dimension differences with the dimensions of strength and general dimensions because the level dimension is limited to individual feelings to be able to recover from drug addiction, while the dimensions of strength and general center on cognitive, affective, and psychomotor aspects to recover from drug addiction. Counselors can design a counseling strategy to develop self-efficacy and prevent relapse.
Faith-Base Communities (FBCs) in Ecological Counseling (EC) to Promote Well-Being (WB) in Millenial Era Anwar, Moh Khoerul; Ningsih, Ruly
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.162 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i1.3209

Abstract

Well-being are the populer issues among academic researchers. This issues related to any change in millennial era. This article aimed to explain how faith-base community (FBCs) could promote well-being (WB) in millennial era. Data gathered by literature study included journal articles and books. The results of the study indicated  that the efforts to promote well-being wellbeing could be done with collaborative efforts of counselors with faith communities. There were many evidence showed that faith-base community (FBCs) could  be important collaborators to deliver a mission of morality and bring the mission of promoting psychological well-being (WB) in society. The implication of the study that counselors had to have the ecological competences that could lead the counselor to the multicultural thinking paradigm, as well as the development of the systemic intervention framework.Kesejahteraan psikologis merupakan kajian yang populer dikalangan peneliti.  Kajian ini berkatian dengan beberapa perubahan di era milenial.  Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai komunitas beragama yang dapat berfungsi sebagai alternative untuk mempromosikan kesejahteraan psikologis di era milenial.  Data yang diperoleh dalam penulisan artikel ini dilakukan dengan melakukan kajian literatur.  Hasil kajian ini menunjukkkan adanya beberapa bukti bahwa komunitas beragama dapat menjadi kolaborator penting dalam menyampaikan misi moralitas dan misi tercapainya kesejahteraan psikologis di masyarakat.  Implikasi temuan ini terhadap profesi konseling yaitu agar konselor memiliki komptensi ekologis yang akan membantunya memiliki paradigma multukultural, maupun pengembangan kerangka intervensi sistemik.
Perbedaan self-regulated learning siswa SMP di Yogyakarta berdasarkan keberadaan kedua orang tua Handaka, Irvan Budhi; Saputra, Wahyu N.E.; Alhadi, Said
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.569 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i1.3416

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan  komparasi tingkat self-regulated learning siswa yang tinggal bersama kedua orang tuanya dengan siswa yang tinggal jauh dari kedua orang tuanya. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 402 siswa SMP di Yogyakarta yang diambil secara  stratified random sampling. Komposisi sampel penelitian terdiri dari 150 siswa tinggal jauh dari orang tuanya dan 252 siswa tinggal bersama kedua orang tuanya. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat self-regulated learning adalah skala self-regulated learning. Penelitian ini menggunakan Independent Sample T-Test sebagai teknik analisis datanya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa siswa yang tinggal dengan kedua orang tuanya memiliki tingkat self-regulated learning cenderung sama dengan siswa yang tinggal jauh dari kedua orang tuanya. Hasil penelitian ini merekomendasikan dilakukan identifikasi penyebab tidak adanya perbedaan self-regulated learning pada siswa yang tinggal bersama orang tuanya dengan siswa yang tinggal jauh dari orang tuanya.The purpose of this study is to describe the comparability of the level of self-regulated learning of students who live with their parents with students who live far from their parents. The sample in this study were 402 junior high school students in Yogyakarta taken by stratified random sampling. The composition of the study sample consisted of 150 students living far from their parents and 252 students living with their parents. The measuring instrument used to measure the level of self-regulated learning is the scale of self-regulated learning. This study uses the Independent Sample T-Test as a data analysis technique. The results of the study concluded that students who live with both parents have a level of self-regulated learning tend to be the same as students who live far from their parents. The results of this study recommend identification of the causes of the absence of differences in self-regulated learning in students who live with their parents with students who live far from their parents.
Pendekatan Tazkiyatun An-Nafs untuk membantu mengurangi emosi negatif klien Faiz, Alfaiz; Yandri, Hengki; Kadafi, Asroful; Mulyani, Rila Rahma; Nofrita, Nofrita; Juliawati, Dosi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.358 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i1.4300

Abstract

Emosi merupakan kondisi psikologis yang bersumber dari dua faktor dalam hidup manusia, yaitu adanya faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan aspek bawaan dan genetik, yang mana tidak bisa dipisahkan dari bagaimana individu berperilaku dan merespon, akan tetapi bisa di bentuk dan dikendalikan. Serta faktor eksternal merupakan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi persepsi subjektif dan komunikasi sosial individu. Kondisi ini merupakan dinamika manusia dalam hidupnya akan tetapi juga bisa menjadi bencana dalam hidup sosial, banyak masalah yang muncul dari manusia yang tidak bisa mengatur emosi mereka dalam berperilaku emosi ini dikenal dengan emosi negatif dalam islam disebut dengan nafsu lawammah dan amarrah. Banyak teknik konseling yang telah dilakukan untuk membantu klien dalam membantu klien mengatur meosi negatifnya tapi teknik tersebut hanya menyentuh permukaan dari kesadaran individu itu saja tetapi tidak menyentuh transendennya diri klien seperti akhlak dan pemikiran yang mendalam akan diri klien. Seperti yang disampaikan oleh Assagioli dengan psikologi transpersonalnya bahwa pikiran dan keinginan diri merupakan diri yang transenden. Begitu juga Al Ghazali mengatakan dalam Tazkiyatun An-Nafs akhlak merupakan pikiran dan hati yang mendalam untuk membantu membentuk emosi positif dan melepaskan yang negatif. Dalam artikel ini akan didiskusikan secara lebih mendalam mengenai emosi, dan aspeknya serta bagaimana tazkiyatun an-nafs bisa disintesiskan sebagai pendekatan konseling untuk membantu melepaskan emosi negatif klien serta artikel ini merupakan pengembangan dari artikel sebelumnya di tahun 2017.Emotion was a psychological condition that came from two factor in human life, internal and external factor. Internal factor was a gift and genetic aspect, that can not be seperated from how an individual to behave and react, but can be shape and control and external factor was an environment influence that affect a subjective perception and social communication of individual. This condition can be a human dynamica in their life but also can be a disaster in social life, there are many problem came from how individual can not control or manage their emotion to behave in their life, this emotion call a negative emotion, in islam call such nafsun lawammah and amarrah. Many technique has been done to help the client in manage of their negative emotion, but that technique only touch on a surface of client’s counscioussness but not a trancendence of their self such an akhlak and deepest mind. Like told by Assagioli in transpersonal psychology that mind and will was a trancendence of self and al ghazali with tazkiyatun an-nafs approach told that akhlak was an deepest mind and heart to shape a positive emotion and release a negative emotion. In this article will discuss for further about emotion and their aspect and also how tazkiyatun an-nafs approach can be a synthesis to help release a negative emotion of client, this article was expanded from article in 2017 before.
Efektivitas Logoterapi terhadap peningkatan harga diri remaja pecandu narkoba di Pondok Pesantren Bidayatussalikin Yogyakarta Naraasti, Diani; Astuti, Budi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.38 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i1.3690

Abstract

Logo terapi melihat optimisme sebagai sumber kekuatan dan menanamkan pendekatan positif untuk mengatasi permasalahan hidup yang dialami. Sikap optimis dapat membantu remaja pecandu narkoba memiliki harapan untuk masa depan, dengan begitu remaja pecandu narkoba akan memiliki harga diri tinggi dalam menilai dirinya sendiri dan mampu untuk bersosialisasi di lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat keefektifan logo terapi terhadap harga diri remaja pecandu narkoba di Pondok Pesantren Bidayatussalikin Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi ekperimen dengan menggunakan non equivalent control grup design, masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol akan diberikan pretest dan posttest. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah logo terapi efektif terhadap harga diri remaja pecandu narkoba di Pondok Pesantren Bidayatussalikin.Logotherapy sees optimism as a source of strength and instills a positive approach to overcome life's problems experienced. An optimistic attitude can help adolescent drug addicts have hope for the future, so adolescent drug addicts will have high self-esteem in assessing themselves and being able to socialize in the environment. The purpose of this study was to look at the effectiveness of logotherapy to increase the self-esteem of adolescent drug addicts in the Bidayatussalikin Islamic Boarding School in Yogyakarta. The research method used was quasi-experiment using non equivalent control group design, each experimental group and control group will be given a pretest and posttest. The results obtained in this study were effective logotherapy to increase the self-esteem of adolescent drug addicts in Bidayatussalikin Islamic Boarding School.

Page 7 of 25 | Total Record : 243