cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PADA MATA KULIAH SOSIOLOGI KELUARGA Abd. Latif Manan
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.707 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v1i2.712

Abstract

Active learning merupakan model pembelajaran dengan 3 (tiga) kegiatan utama, yaitu interactive lecturer, reading guide dan small group discusion. Model pembelajaran tersebut dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran dengan pendekatan active learning pada mata kuliah Sosiologi Keluarga mahasiswa program studi Pendidikan Sosiologi semester Va tahun akademik 2010/2011. Hasil penerapan model menunjukkan bahwa kemampuan pengetahuan akademis meningkat dan ditandai dengan peningkatan keaktifan mahasiswa selama pembelajaran. Peningkatan tersebut ditandai dengan munculnya minat dan motivasi mahasiswa sebesar 82,58%. Selama penerapan model tersebut mahasiswa aktif dalam perkuliahan terbukti dari hasil evaluasi pembelajaran yang mencapai 93,15% mahasiswa yang menyatakan cukup puas, puas dan sangat sangat puas. Penerapan model ini berhasil ditandai dengan jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai B sebanyak 39 mahasiswa atau 88,64% dan hal ini melampaui target penerapan model pembelajaran active learning.
Upacara Adat Ruwatan Bumi Di Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun (Latar Sejarah, Nilai-Nilai Filosofis, Dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal) Ilham Abadi; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.044 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i01.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan latar belakang sejarah upacara adat ruwatan bumi, nilai-nilai filosofis, dan potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal, lokasi penelitian ini berada di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi/arsip. Sedangkan validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran data menggunakan trianggulasi sumber penelitian. Analisis data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman. Dari penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan hasil bahwa upacara adat ruwatan bumi di Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun sudah ada sejak jaman kerajaan Mataram, karena Madiun merupakan daerah kekuasaan kerajaan tersebut. Tradisi tersebut kemudian selalu diperingati setiap satu tahun sekali berkenaan dengan pelestarian kebudayaan nenek moyang dan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keberadaan upacara adat ruwatan bumi tersebut memiliki nilai-nilai filosofis ditinjau dari prosesi dan perlengkapan yang digunakannya, diantaranya semangat bekerja keras, hemat, rasa syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa, pelestarian kebudayaan nenek moyang. Upacara adat ruwatan bumi di Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun memiliki sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal, dikarenakan pengetahuan yang dapat diambil dari kegiatan tersebut, ditinjau dari beberapa aspek dapat disesuaikan dengan materi pembelajaran sejarah yang ada dalam dunia pendidikan.
PRASASTI ANJUK LADANG DI NGANJUK JAWA TIMUR (SEJARAH DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH) Windi Ika Diahing Sari; Anjar Mukti Wibowo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 01 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.3 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i01.1062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan isi prasasti Anjuk Ladang serta potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah. Lokasi  penelitian ini berada di Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan tringgulasi sumber. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa prasasti Anjuk Ladang dibuat pada tahun 937 masehi atau 859 saka atas perintah dari Mpu Sindok. Tujuan dibuat prasasti sebagai tetenger tentang adanya bangunan suci sebagai tugu kemenangan atau Jayastamba yang berupa Candi, bernama Candi Lor. Mpu Sindok memerintahkan pembuatan Jayastamba dan prasasti tersebut sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada masyarakat Anjuk Ladang yang telah membantu selama peperangan melawan tentara melayu dari kerajaan Sriwijaya, sehingga berhasil memenangkan perang. Isi dari prasasti Anjuk Ladang adalah ditetapkannya daerah Anjuk Ladang sebagai sima swatantra, artinya daerah Anjuk Ladang dibebaskan dari kewajiban membayar pajak. Sebagai gantinya hasil bumi yang awalnya untuk membayar pajak digunakan untuk merawat bangunan suci yang berupa Candi Lor. Berdasarkan Kurikulum KTSP, Prasasti Anjuk Ladang dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah pada satuan pendidikan SMP kelas VII semester 2 sebagai pengayaan materi dalam standar kompetensi 5. Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai sekarang, tepatnya kompetensi dasar 5.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Hindu-Budha, serta peninggalan-peninggalannya.
Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pacitan Dalam Pelestarian Museum Buwono Keling Di Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan Rizky Nindya Nunggalsari; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.31 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i01.2037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh tentang kebijakan Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam pelestarian Museum Buwono Keling di Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Pengumupulan data menggunakan observasi wawancara, dokumentasi. Validasi yang digunakan adalah trianggulasi sumber. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Buwono Keling adalah museum arkeologi yang berada di Dukuh Krajan Kulon Desa Mantren Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan. Museum ini dibangun pada bulan April tahun 1995 oleh suaka peninggalan sejarah purbakala Jawa Timur, dan difungsikan pada tahun 1996 yakni sebagai tempat penyimpanan peninggalan prasejarah. Peranan Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam pengelolaan dan pelestarian Museum Buwono Keling dibutuhkan, agar Museum tetap terjaga dan terlestarikan. Berkaitan dengan hal itu  diterapkan kebijakan dalam pengelolaan Museum. Namun kebijakan yang telah disepakati belum terealisasikan dengan baik. Kenyataannya Pemerintah Kabupaten Pacitan kurang tanggap atau tidak mempedulikan keberadaan Museum Buwono Keling. Padahal museum tersebut dapat menjadi suatu objek wisata yang tidak hanya mempunyai unsur rekreatif tapi memiliki unsur edukatif terutama mengenai kehidupan pra sejarah yang berhubungan dengan awal peradaban manusia.
Perubahan Sosial Kaum Perempuan Samin Di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora Tahun 1995-2012 Irma Septikawati; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.532 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk Perubahan Sosial Kaum Perempuan Samin Di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora Tahun 1995-2012.. Adapun bentuk dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif datanya tidak berbentuk angka, menekankan pada kondisi obyek yang alamiah untuk memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa, kenyataannya tidak ada rekayasa dalam aktifitas tersebut saat penelitian berlangsung. Pengambilan data melalui sumber data primer diperoleh dari wawancara dengan informan, dan sumber data sekunder diperoleh dari Desa Klopoduwur dan profil sejarah Samin serta bahan pustaka. Validasi yang digunakan yaitu validasi sumber dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bentuk perubahan kaum perempuan Samin meliputi perubahan secara cepat yakni pemanfaatan teknologi yang memberi efek pada perempuan Samin, dan perubahan  lambat berupa pola perilaku yang membutuhkan penyesuaian lebih lama seperti peralihan cara berpakaian dari kebaya ke pakaian modern. Perubahan yang direncanakan seperti pernikahan dengan mencatatkan ke KUA, pendidikan ada kemauan bersekolah serta ada kesediaan patuh terhadap pemerintah. Perubahan tidak direncanakan yakni mereka tidak memiliki lahan pertanian (akibat ketidaksadaran) dalam persoalan ekonomi sekitar tahun 1997. Faktor yang berpengaruh dalam perubahan  yakni intern meliputi keterbukaan dengan masyarakat, adanya penduduk baru, dan ketidakpuasan pada pola hidup yang lama. Faktor ekstern meliputi mata pencaharian di bidang pertanian, sistem kepercayaan, media masa dalam penambahan informasi baru. Dampak perubahan yang dialami oleh kaum perempuan Samin antara lain 1).kehidupan kaum perempuan Samin dulunya tradisional, mulai mengalami kemajuan akibat arus globalisasi berupa kemajuan teknologi yang telah memasuki ranah keseharian mereka. 2). Ekonomi perempuan Samin dulunya kekurangan sekarang kondisi baik, 3).Perubahan dalam diri perempuan Samin, dapat menyamakan derajat dengan masyarakat sekitar
Implementasi Filsafat Perenialisme Dalam Pembelajaran Sejarah Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 01 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.819 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i01.908

Abstract

Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi dan solusi terhadap pendidikan progresif dan atas terjadinya suatu keadaan yang mereka sebut krisis kebudayaan dalam kehidupan manusia modern. Perenialisme menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Jalan yang ditempuh oleh kaum perenialis adalah dengan jalan mundur, dengan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kuat, kukuh pada zaman kuno dan abad pertengahan. Metode pembelajaran yang digunakan oleh para kaum perenialis adalah membaca dan diskusi, yaitu membaca dan mendiskusikan karya-karya yang termashur dalam rangka mendisplinkan pikiran. Guru berperan bukan sebagai perantara antara dunia dan jiwa anak, melainkan guru juga sebagai murid yang mengalami proses belajar.
Batik Pring: Sejarah Perkembangan Batik Modern Desa Sidomukti Tahun 2002-2015 Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Nia Ulfia Krismawati
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.396 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan industri batik dan perkembangan motif batik. Lokasi penelitian  di Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, khususnya di dua kelompok usaha bersama (KUBE) yaitu KUBE Mukti Rahayu dan Mukti Lestari. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari lokasi penelitian berupa wawancara dengan pendiri dan pembatik dan dokumentasi. Data sekunder berupa studi pustaka yang terkait dengan sejarah perkembangan industri batik di Desa Sidomukti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Industri Batik Pring Desa Sidomukti didirikan pada tahun 2002 oleh kepala desa yang bernama Pak Tikno, KUBE pertama yang didirikan diberi nama Mukti Rahayu dengan anggota sebanyak 36 pembatik. Pada tahun 2006 didirikan KUBE baru dengan nama Mukti Lestari yang beranggotakan 30 orang. Pada tahun 2014 mulai dirintis KUBE baru yang diberi nama Sri Tanjung yang mempunyai konsep berbeda dari 2 KUBE sebelumnya. Perkembangan industri diiringi dengan perkembangan motif batik diantaranya Motif Batik Pring Sedapur, Pring Sulur, Bambu Batu, Pring Bonggolan, Jalak Lawu,  Pring Ijen, Pring Sekar Jagad, Pring Sekar Melati, Pring Bunga, Pring Kipas, Pring Cecek, Pring Kuning, Magetan Kumandang, Pring Polos, Bambu Rumput, Pring Gunungan, Pring Naga, Pring Bunga Krisan, dan Pring Parang Garuda. Pembuatan Batik Pring Sidomukti dari segi pembuatan, masih dengan teknik tradisional yaitu teknik tulis yang memberikan kesan batik yang sebenarnya.
INTERAKSIONISME SIMBOLIK DALAM KAJIAN SEJARAH Debi Setiawati
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.92 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v1i1.137

Abstract

Ilmu sejarah sebagai bagian dari ilmu sosial membutuhkan teori interaksionisme simbolik dalam mengungkap kebenaran peristiwa masa lampau. Teori tersebut memiliki peran dalam mengungkap dan memaknai simbol-simbol yang terdapat di dalam setiap realitas kehidupan manusia. Oleh sebab itu makna dan kebenaran yang ada di setiap peristiwa sejarah dapat diungkap secara utuh dan menyeluruh, sehingga memiliki hubungan keterkaitan dan bersifat integral yang tidak dapat dipisahkan. Seorang guru sejarah memiliki peran penting dalam proses pembelajaran sejarah, maka dibutuhkan kesadaran yang tinggi dalam menginterpretasi makna yang ada dalam peristiwa-peristiwa sejarah secara obyektif. 
Sejarah Dan Peranan Tari Kang Potro Dalam Melestarikan Nilai-Nilai Budaya Lokal (Studi Kasus Di Desa Banyudono Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Tahun 2006-2012) Zulfa Khoirun Nisa`; Yudi Hartono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.547 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan, peranan Tari Kang Potro dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal di Desa Banyudono Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo, serta upaya masyarakat dalam melestarikan  Tari Kang Potro sebagai produk budaya yang mencerminkan segala aspek kehidupan yang berada didalalmnya. Jenis penelitian studi kasus, Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif tiga komponen Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nama Tari Kang Potro secara historis berasal dari nama tokoh Potro Joyo-Potro Tholo, dua abdi pengikut Pangeran Bujangganom. Berangkat dari cerita inilah Tari Kang Potro diciptakan, dan mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Tarian ini tidak hanya berperan sebagai tontonan, namun juga menjadi sarana penyebaran informasi efektif untuk mendidik masyarakat melalui nilai-nilai budaya lokal yang terkandung di dalamnya. Upaya pelestarian Tari Kang Potro terus dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah, dengan cara mendirikan Sanggar Tari, mengikutkan tarian ini dalam event-even tertentu, dan mendokumentasikan dalam bentuk CD.
Persepsi Dan Sikap Masyarakat Terhadap Penanggalan Jawa Dalam Penentuan Waktu Pernikahan (Studi Kasus Desa Jonggrang Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Tahun 2013) Rohmaul Listyana; Yudi Hartono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 01 (2015)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.963 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v5i01.898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap masyarakat terhadap peanggalan Jawa dalam penentuan waktu pernikahan tahun 2013. Selain itu peneliti juga ingin mengetahui bagaimana sebuah tradisi bisa bertahan sampai saat ini. persepsi dan sikap masyarakat Desa Jonggrang terhadap penanggalan Jawa dalam penentuan waktu pernikahan memeliki perbedaan. Masyarakat yang masih menggunakan tradisi penentuan waktu pernikahan adalah masyarkat Jawa yang masih memegang nilai budaya. Tradisi yang menjadi warisan turun temurun dari sesepuh menjadi sebuah pitutur yang harus dilestariakn oleh masyarakat. Dari sebuah pitutur tersebut terkandung sebuah makna untuk menjalani kehidupan terutama dalm sebuah pernikahn yang membutuhkan waktu yang baik. Persepsi masyarakat akan muncul ketika melihat sebuah fenomena yang ada di lingkunagn dan persepsi akan mempengaruhi sebuah sikap masyarakat. Jika persepsi dari masyarakat positif maka sikap masyarakat akan menerima dan jika persepsi masyarakat negatif maka sikap yang ditunjjukan adalah menolak.