cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Tradisi meugang masyarakat Kota Langsa dan relevansinya dalam pembelajaran sejarah Prasetyo, Okhaifi; Rahman, Aulia; Anis, Madhan
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.19319

Abstract

Generasi muda saat ini cenderung lemah pengetahuan budaya serta pembelajaran sejarah di sekolah sedikit menjadikan tradisi lokal sebagai sumber belajar, salah satunya tradisi meugang. Penelitian bertujuan mengidentifikasi tradisi meugang masyarakat kota Langsa dan bagaimana relevansi terhadap pembelajaran sejarah. Metode menerapkan jenis kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai proses membantu pengumpulan data. Kemudian, di analisis melalui reduksi, penyajian dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan di kota Langsa tradisi meugang yang paling meriah adalah saat menyambut bulan puasa dan hari raya Idulfitri. Tradisi meugang memiliki relevansi  dalam pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah di SMA mengadopsi dua kurikulum, yaitu 2013 dan merdeka. Pada Kurikulum 2013, pembelajaran sejarah terbagi menjadi sejarah wajib (Indonesia) dan sejarah peminatan. Tradisi meugang memiliki relevansi dengan materi sejarah Indonesia pada masa Islam dan masa kolonial. Pada pembelajaran sejarah peminatan, terutama materi berpikir sejarah, sumber sejarah, dan penelitian sejarah untuk kelas X, serta pada tema perkembangan budaya pada era orde baru dan reformasi untuk kelas XII. Pada kurikulum merdeka relevan pada fase E untuk kelas X, mencakup materi masa kerajaan islam di Indonesia.
Kerusakan hutan jati di Jawa oleh eksploitasi VOC, 1611-1796 Salsabila, Faza
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i1.15041

Abstract

Di Pulau Jawa, hutan jati tersebar di berbagai daerah dan dikenal sebagai hutan tertua dengan pengelolaan hutan yang terbaik di Indonesia. Sejak abad ke-12, tepatnya masa kerajaan Singasari dan Majapahit, kayu jati dimanfaatkan sebagai pembangunan kota dan bahan pembuatan kapal-kapal sebagai sarana transportasi dan armada angkatan laut. Namun, seiring berjalannya waktu, pemanfaatan tersebut justru menimbulkan eksploitasi pada hutan jati. Eksploitasi hutan jati di Jawa semakin meningkat ketika VOC berhasil menguasai sebagian hutan di pesisir utara pulau Jawa dengan melakukan penebangan paksa, memungut hak kayu jati dari penguasa-penguasa lokal, dan memberikan upah rendah pada para pekerja. Melalui metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi, tulisan ini mengkaji lebih lanjut kegiatan eksploitasi hutan jati di Jawa yang dilakukan VOC demi memenuhi kebutuhan mereka seperti industri pembuatan kapal dan penjualan ke pasar internasional. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan eksploitasi oleh VOC mengakibatkan banyaknya hutan jati yang menghilang di daerah pesisir utara Jawa, merusak hutan di area bekas tebangan, dan memiskinkan rakyat di sekitar hutan. Puncak kerusakan ini terjadi bersamaan dengan bangkrutnya VOC pada tahun 1796.
Analisis nilai karakter kepemimpinan hayam wuruk untuk sumber pembelajaran sejarah Sekolah Menengah Atas Wijayanti, Finna; Maulana, Wildhan Ichzha; Astana, Cornelius Bayu; Fathurrahman, F; Fadli, F
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.19478

Abstract

  Tujuan penelitian menyajikan analisis nilai karakter dalam kepemimpinan hayam wuruk dan potensi integrasinya sebagai sumber pembelajaran karakter berbasis holistik. Penelitian kualitatif ini dengan jenis studi pustaka. Sumber data penelitian, yakni terjemahan kitab kakawin nagarakrtagama, pararaton, kakawin sutasoma, prasasti canggu (1358 M), serta literatur relevan sejenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan hayam wuruk memuat nilai karakter, yakni beriman dan bertakwa pada tuhan ditunjukkan melalui ketaatan dalam melakukan puja (ibadah), menyebarkan ajaran hindu saiwasiddhanta, serta membangun dan memugar bangunan suci keagamaan. Gotong royong ditunjukkan dengan menjalin kerja sama dengan kerajaan asing tetangga serta penguasa lokal. Toleransi dengan upaya menyatukan umat beragama melalui wadah bhineka tunggal ika dan mendukung tatanan sosial masyarakat yang pluralisme. Berpikir kritis dan kreatif ditunjukkan melalui ketelitian membaca peluang penguasaan Majapahit terhadap perdagangan maritim di Jawa dan nusantara. Nilai karakter diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah berbasis karakter holistik, khususnya siswa kelas X melalui fase E materi kerajaan hindu buddha di Indonesia melalui problem based learning guna menyeimbangkan pemahaman terhadap nilai karakter kognitif, psikomotor dan afektif.
Pemanfaatan pabrik gula Ceper sebagai sumber belajar sejarah lokal di era digital Abdian, Rahmat Catur; Wijaya, Tunggul; Agustina, Fitri Dwi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.12376

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan bagaimana pemanfaatan pabrik gula Ceper di kabupaten Klaten untuk dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal pada era digital. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Data penelitian didapatkan dari beberapa sumber pustaka, seperti buku, artikel, prosiding, dan berbagai literatur lainnya. Di sisi lain juga melakukan wawancara kepada beberapa narasumber dan disertai dengan melakukan observasi langsung ke lokasi pabrik gula Ceper. kemudian diolah dan dianalisis untuk dijadikan sebagai sub-sub bab pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan benda-benda bekas peninggalan pabrik gula Ceper dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah lokal dengan cara dikemas dan disajikan dalam bentuk modul digital. Modul digital pabrik gula Ceper bisa diajarkan pada peserta didik kelas XI sejarah peminatan, lebih tepatnya pada kompetensi dasar 3.7 yang membahas mengenai pengaruh imperialisme dan kolonialisme bangsa barat di Indonesia dalam bidang ekonomi.
Perubahan gunung kunci dari fungsi benteng pertahanan menjadi taman hutan raya, 1917-2023 Mutawally, Anwar Firdaus; Dienaputra, Reiza D.
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i1.16717

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelusuri perkembangan fungsi benteng gunung kunci di Kabupaten Sumedang. Selama ini dikenal masyarakat karena unsur mistis, sehingga belum banyak yang mengetahui sisi historis maupun upaya konservasi alam. Diperlukan kajian ilmiah yang membahas gunung kunci dari segi sejarah maupun konservasi alam. Fokus penelitian adalah perkembangan gunung kunci mulai benteng pertahanan pada masa kolonial hingga menjadi taman hutan raya pada masa kemerdekaan. Metode sejarah digunakan dalam penelitian ini dengan empat tahap yakni heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Penulis mendapatkan data sejarah dari perpustakaan, lembaga kearsipan, sumber daring, lokasi benteng dan koleksi pribadi. Sumber penelitian dari dokumen, buku, jurnal, laporan penelitian, prasasti dan sumber lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gunung kunci bermula sebagai benteng pertahanan pada 1917. Hal ini dilakukan sebagai bentuk preventif pemerintah kolonial untuk menghindari serangan dari luar atau pemberontakan. Perubahan fungsi benteng dari infrastruktur pertahanan. Di mulai sejak tahun 1960-an dengan utilisasi gunung kunci sebagai kawasan hutan produksi pinus. Sejak tahun 1977 menjadi objek wisata yang dibuka bebas untuk pengunjung. Pada tahun 2004, beserta Gunung Palasari ditetapkan statusnya menjadi taman hutan raya di Indonesia.
Filsafat pendidikan progresivisme dan implikasinya pada pembelajaran sejarah Maulidan, Aldi Cahya; Yulifar, Leli
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v15i1.19484

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena selama pembelajaran sejarah kurang memberikan ruang kepada peserta didik sebab lebih menekankan kepada penguasaan hafalan, namun dalam filsafat progresivisme, peserta didik diberikan kesempatan untuk mengembangkan selagala potensi yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan filsafat pendidikan progresivisme dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Studi literatur merupakan metode melibatkan peninjauan berbagai literatur, seperti buku, jurnal, dan sumber tertulis lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Studi literatur dimulai dengan menentukan topik penelitian, mencari literatur yang relevan melalui berbagai sumber, menganalisis setiap sumber dengan mempertimbangkan kredibilitas, relevansi, dan kekuatan argumen yang ditawarkan. Pada tahap analisis dilakukan dengan tiga langkah yaitu proses identifikasi, interpretasi, dan sintesis. Berdasarkan hasil kajian filsafat pendidikan, progresivisme lahir sejak abad ke-19, dan abad ke-20 mulai berkembang. Pendidikan progresivisme bertujuan untuk mengembangkan setiap potensi dan kemampuan yang dimiliki individu. Implementasi pembelajaran, berdasarkan progresivisme adalah memberikan ruang kemandirian dan kebebasan kepada peserta didik untuk mampu mengembangkan kemampuannya secara mandiri. Hal ini membuat peserta didik menjadi lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada guru.
Eksistensi sarekat rakyat Pontianak, 1924-1926 Prabowo, Mohammad Rikaz
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v15i1.19580

Abstract

Sarekat rakyat Pontianak merupakan organisasi afiliasi PKI tahun 1924 dan hasil gabungan sarekat islam (merah) dan National Indische Partij. Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses terbentuk, gerakan, dan berakhirnya SR Pontianak (1924-1926). Penelitian menggunakan metode sejarah melalui heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Temuan menunjukkan bahwa vakumnya SI di Kalimantan Barat 1920 mendorong aktivisnya mengembangkan SI merah yang terpengaruh komunis. Berkembang pula NIP berhaluan nasionalisme. Pada November 1924 pengurus SI merah dan NIP sepakat berfusi membentuk sarekat rakyat Pontianak berafiliasi dengan PKI pimpinan Gusti Sulung Lelanang. SR Pontianak menggunakan agitasi dan propaganda melalui penerbitan surat kabar berhaluan kiri. Gunanya menyadarkan rakyat dan sarana kritik terhadap penguasa kolonial. Surat kabar tersebut, yakni warta Borneo (1924), halilintar-Hindia (1924), dan Berani (1925). Organisasi ini juga mendirikan klub debat serta mengirimkan kader ke daerah untuk memperluas pengaruh. Aktivitas SR Pontianak yang dianggap radikal mendorong pemerintah kolonial melakukan pelarangan terbit surat kabar dan hak berserikat. Momentum perlawanan PKI 1926-1927 di Banten dan Sumatera Barat turut mempengaruhi eksistensinya. Langkah preventifnya adalah aparat kolonial menangkap pengurus kemudian diasingkan ke Boven Digul.
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan pemahaman sejarah di Sekolah Menengah Admaja Putri, Ayun Wike; Soebijantoro, S
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v15i1.19507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dalam meningkatkan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS di SMA N 1 Nglames. Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen, penelitian ini melibatkan dua kelas: kelompok eksperimen yang diajar menggunakan metode GI dan kelompok kontrol yang diajar dengan metode ceramah. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan T-test dan ANOVA untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode GI secara signifikan meningkatkan skor post-test pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Peningkatan ini mencerminkan keefektifan metode GI dalam mendukung pemahaman konsep sejarah, berpikir kritis, dan keterlibatan siswa. Selain itu, metode ini juga mendukung pengembangan keterampilan kolaborasi dan komunikasi, yang penting dalam pembelajaran abad ke-21. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk partisipasi kelompok yang tidak merata dan kendala manajemen waktu selama implementasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur pendidikan dan menawarkan wawasan praktis untuk meningkatkan pembelajaran sejarah di sekolah menengah.