cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23379049     EISSN : 25024671     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun, pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA KELAS VIII B SMP NEGERI 2 JATIPURNO TAHUN PELAJARAN 2010/2011 (UPAYA PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF, MENYENANGKAN) Slamet Riyadi; Joko Widiyanto
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.337 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i1.777

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam melalui metode ekpserimen baik dari segi penguasan materi pelajaran maupun motivasi belajar. Penelitian ini dilakasanakan di SMP Negeri 2 Jatipurno kabupaten Wonogiri mulaitanggal 5 Desember 2010 sampai dengan 20 Maret 2011 pada kelas VIII B dengan jumlah pesertadidik 32 terdiri dari 18 laki-laki dan 14 perempuan. Metode yang digunakan adalah eksperimen yaitudengan melakukan pengujian terhadap pewarna maknan (siklus 1), efek bahan pemutih terhadaplingkungan air (siklus 2), dan pengawet bakso yang menggunakan boraks (siklus 3). Berdasarkanhasil penelitian bahwa penggunaan metode eksperimen dapat memberikan kontribusi yang positifterhadap peningkatan prestasi belajar siswa, peran aktif siswa, prestasi belajar siswa secara signifikandisamping itu juga menumbuhkan rasa keingintahuan dan sikap kritis terhadap permasalahankehidupan sehari-hari yang terjadi, serta dapat mempengaruhi terhadap perbaikan kinerja guru dalampembelajaran.
Peningkatan Creative Thinking Skill Peserta Didik melalui Model Cooperative Learning Berbantu Peta Konsep pada Tema Pencemaran Lingkungan Lailil Mukarrom; Bayu Widiyanto; Yuni Arfiani
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.22 KB) | DOI: 10.25273/jems.v7i2.5294

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan creative thinking skill peserta didik antara penerapan model cooperative learning berbantu peta konsep dengan penerapan model cooperative learning tanpa peta konsep pada tema pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 8 Pemalang. Desain penelitian ini adalah pretest-postest control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengujian penelitian ini menggunakan uji paired sample t-test. Instrumen yang digunakan yaitu soal pretest dan postest berbentuk uraian dengan 7 soal,  lembar observasi dan lembar penilaian hasil tugas mandiri peserta didik.  Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan yang signifikan dengan nilai signifikansi pada kelas eksperimen sebesar 0,016<0,05 dan pada kelas kontrol sebesar 0,013<0,05 antara penerapan model cooperative learning berbantu peta konsep dan model cooperative learning tanpa peta konsep untuk meningkatkan creative thinking skill peserta didik pada tema pencemaran lingkungan. This study aims to determine the improvement of students' creative thinking skills between the application of cooperative learning models assisted with concept maps and the implementation of cooperative learning models without concept maps on the theme of environmental pollution. This research was conducted on grade VII students at SMP Negeri 8 Pemalang. The design of this study was the pretest-posttest control group design. The sampling technique used was purposive sampling. The testing of this study used a paired sample t-test. The instrument used was a matter of pretest and posttest in the form of a description with seven questions, an observation sheet, and an assessment sheet of students' independent assignment results. The results showed a significant increase with a significance value in the experimental class of 0.016 <0.05 and in the control class of 0.013 <0.05 between the application of cooperative learning models assisted with concept maps and cooperative learning models without concept maps to improve participants' creative thinking skills students on the theme of environmental pollution.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA MELALUI PEMBERIAN POST TEST PADA MATA KULIAH TELAAH KURIKULUM DAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH ATAS DENGAN PENDEKATAN TERPADU Nur Rokhimah Hanik; Sri Harsono; Tri Wiharti
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.107 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i1.198

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Telaah Kurikulum dan Perangkat Pembelajaran Biologi SMA melalui pemberian post-test dengan pendekatan terpadu. Harapannya akan diperoleh suatu strategi dan model pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi kurangnya aktivitas dan rendahnya prestasi belajar mahasiswa yang disebabkan oleh jumlah mahasiswa putri yang dominan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus. Tiap siklus terdiri atas 4 tahapan dasar yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-ratahasil belajar siklus I: 78,75tuntas 85% nilai aktivitas 3,72, siklus II: 68,64 tuntas 50% nilai aktivitas 3,4, dan siklus III: 80,45 tuntas 100% dan nilai aktivitas 3,82 semakin terjadi peningkatan yaitu mulai 3,47 ,  3,72 , 3,75 dan 3,82. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian post-test dan pendekatan terpadu dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. 
Peningkatan Keaktifan Siswa Dan Prestasi Belajar Matematika Dengan Model Pembelajaran Tipe Tai (Team Assisted Individualization) Pada Kelas IX-A Semester Ganjil SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2015/2016 Dewi Agust Setyawati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.056 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan keaktifan siswa dan prestasi belajar matematika dalam kegitan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pembelajaran siklus I siswa aktif dalam kelompok 10 siswa dengan prosentase 33,33%, siswa yang cukup aktif 6 siswa dengan prosentase 20%, siswa yang kurang aktif 6 siswa dengan prosentase 20%, siswa yang tidak aktif 8 siswa dengan prosentase 26,67%. Siswa yang aktif dalam individu 12 siswa dengan prosentase 40%, siswa yang cukup aktif 5 siswa dengan prosentase 16,67%, siswa yang kurang aktif 9 siswa dengan prosentase 30%, siswa yang tidak aktif 4 siswa dengan prosentase 13,33%. Pada siklus II siswa aktif dalam kelompok 12 siswa dengan prosentase 40%, siswa yang cukup aktif 7 siswa dengan prosentase 23,33%, siswa yang kurang aktif 6 siswa dengan prosentase 20%, siswa yang tidak aktif 5 siswa dengan prosentase 16,67%. Siswa yang aktif dalam individu 14 siswa dengan prosentase 46,67%, siswa yang cukup aktif 7 siswa dengan prosentase 23,33%, siswa yang kurang aktif 5 siswa dengan prosentase 16,67%, siswa yang tidak aktif 4 siswa dengan prosentase 13,33%. Siklus III siswa aktif dalam kelompok 19 siswa dengan prosentase 63,33%, siswa yang cukup aktif 8 siswa dengan prosentase 26,67%, siswa yang kurang aktif 2 siswa dengan prosentase 6,67%, siswa yang tidak aktif 1 siswa dengan prosentase 3,33%. Siswa yang aktif dalam individu 18 siswa dengan prosentase 60%, siswa yang cukup aktif 9 siswa dengan prosentase 30%, siswa yang kurang aktif 3 siswa dengan prosentase 10%, siswa yang tidak aktif tidak ada. Hasil lain dari penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I siswa yang tuntas belajar hanya 102 siswa dengan prosentase 33,33%, pada siklus II siswa yang tuntas 17 siswa dengan prosentase 56,67%, dan pada siklus III mengalami peningkatan yang signifikan siswa yang tuntas menjadi 27 siswa dengan prosentase 90%.
Uji Validasi Bahan Ajar Berbasis Keunggulan Lokal di SDN Gili Matra, Lombok Utara Nusa Tenggara Barat Akhmad Sukri; Bq. Muli Harisanti; Bq. Sri Wahyuni; Suharti Suharti; Amirudin Amirudi
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.203 KB) | DOI: 10.25273/jems.v5i2.2074

Abstract

Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra yang terdiri dari Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan merupakan lokasi wisata populer dan banyak dikenal oleh wisatawan nusantara dan mancanegara. TWP Gili Matra terkenal dengan pesona pantai dan alam bawah laut yang eksotis terutama terumbu karang. Kerusakan terumbu karang di daerah Nusa Tenggara Barat dan TWP Gili Matra telah terjadi selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Kerusakan terumbu karang di TWP Gili Matra disebabkan oleh faktor pemutihan karang (coral bleaching), pengeboman ikan, dan pelepasan jangkar. Akibat kerusakan ekosistem terumbu karang di TWP Gili Matra dikhawatirkan berpengaruh terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat sekitar. Pelestarian ekosistem terumbu karang melalui pembentukan kesadaran telah dilakukan oleh Sukri (2016) melalui penyusunan bahan ajar berbasis keunggulan lokal di Sekolah Dasar Gili Matra. Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini kepada peserta didik akan pentingnya keberadaan dan upaya pelestarian ekosistem terumbu karang di Gili Matra. Bahan ajar yang telah disusun tersebut perlu divalidasi untuk memperoleh bahan ajar siap pakai yang memilik kelayakan dari berbagai aspek seperti penggunaan bahasa yang baik dan benar, kebenaran isi atau substansi, dan aspek tampilan dan penyajian. Berdasarkan hasil uji validasi isi atau substansi bahan ajar, diketahui bahwa secara keseluruhan substansi atau isi bahan ajar telah sesuai dan berada pada kategori sangat baik (rerata skor = 3,4), sedangkan dari segi ketepatan penggunaan bahasa, bahan ajar yang telah disusun berada pada kategori sangat baik (rerata skor = 3,5), dan dari segi kelayakan penyajian dan tampilan, bahan ajar berbasis keunggulan lokal yang telah disusun berada pada kategori sangat baik (rerata skor = 3,8). Secara keseluruhan, baik dari aspek isi atau substansi, ketepatan penggunaan bahasa, dan kelayakan penyajian dan tampilan, bahan ajar yang telah disusun berada pada kategori sangat baik dan layak untuk digunakan.
PENGARUH INTENSITAS MUSIM HUJAN TERHADAP KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI WADUK BENING SARADAN Klaudia Putri Nirmalasari; Marheny Lukitasari; Joko Widianto
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.844 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i1.178

Abstract

This study aims to determine the effect of the intensity of the rainy season to the abundance of phytoplankton in the reservoir Bening Madison County. As well as exploit some results of research on the abundance of phytoplankton as a medium of learning materials were shaped poster on the types of phytoplankton. This study uses a quantitative approach to the exploration technique. There are six points each station with two sample replicates. The results showed that in Reservoir Bening Saradan found 16 species of phytoplankton that is Synedra acus, Synedra ulna, Navicula grevillei, Tetragonodium verum, Crucigenia rectangularis, Ulothrix cylindricum, Nitzchia paleaceae, Ceratium candelabrum, Goniochloris sculpta, Scenedesmus ocuminatus, Navicula sp, Nitzchia acicularis, Spirulina major, Ceratoneis acus, Pediastrum simplex, Pleurota eniumtrabecula. Phytoplankton abundance is the most ubiquitous class Bacillariophyceae. Phytoplankton abundance is influenced by monsoon intensity 40,9%. While 59,1% of other factors influenced the agricultural wastes that contain elements of N, P, K, which can improve nutrient. The highest phytoplankton abundance in December is 138,64 ind/l with 12 species of phytoplankton. The number of rainy days in the December low at 25/31 days allows a maximum of phytoplankton photosynthesis. Lowest phytoplankton abundance in February which is 65,14 ind/l. Phytoplankton abundance is directly proportional to the intensity of the rainy season. The number of higher intensity, phytoplankton abundance is also higher, and vice versa. Physical and chemical conditions Bening Reservoir categorized according to the results of research in the waters of the state are less fertile and less than optimal for the growth ofphytoplankton.
MODEL PEMBELAJARAN GUIDE INQUIRY PADA PEMBELAJARAN MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR I Restu Lusiana; Tri Andari
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.072 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i1.245

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran yang baik dengan menggunakan model pembelajaran Guide Inquiry pada mata kuliah Struktur Aljabar I Materi Grupoida. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bahwa mata kuliah Struktur Aljabar I merupakan salah satu mata kuliah prasyarat untuk mata kuliah lainnya, sehingga mata kuliah ini penting untuk dipahami oleh mahasiswa. Penggunaan model pembelajaran Guide Inquiry dalam pembelajaran merupakan salah satu cara untuk menarik minat mahasiswa dalam mengikuti dan memahami materi Grupoida, karena dalam model pembelajaran ini (Guide Inquiry) menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah umum melalui latihan pemecahan masalah, praktek membentuk dan menguji hipotesis secara mandiri. Dalam model Guide Inquiry dosen hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Penerapan model pembelajaran Guide Inquiry diharapkan dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa sehingga dapat mendorong mahasiswa untuk mempelajari materi pembelajaran dengan lebih baik. Penelitian pengembangan ini dilakukan menggunakan pendekatan pengembangan 4-D Thiagarajan, dkk.. Pendekatan Thiagarajan terdiri dari 4 tahap yang dikenal dengan pendekatan 4-D (four D pendekatan). Keempat tahap tersebut adalah tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (development), dan tahap penyebaran (disseminate).  Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Madiun Semester V. Model pengumpulan data melalui  angket dan tes. Beberapa data yang diperoleh pada pelaksanaan ujicoba perangkat pembelajaran meliputi aktivitas mahasiswa, kemampuan dosen mengelola pembelajaran, kemampuan mahasiswa dalam memahami materi, tes hasil belajar, dan respon mahasiswa. Perangkat pembelajaran yang telah didapatkan dinyatakan valid oleh para validator dan memenuhi kriteria yaitu aktivitas mahasiswa efektif, kemampuan dosen mengelola pembelajaran baik, kemampuan mahasiswa dalam memahami materi baik, tes hasil belajar sensitif, valid, dan reliabel, serta respon mahasiswa positif. Perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran Guide Inquiry yang dihasilkan meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP),  Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), dan Tes Hasil Belajar (THB) pada mata kuliah Struktur Aljabar I materi Grupoida.
PENINGKATAN KETUNTASAN BELAJAR MATAKULIAH FISIKA INTI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN FISIKA IKIP PGRI MADIUN MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY Farida Huriawati; Jeffry Handhika; Erawan Kurniadi
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.703 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i2.151

Abstract

Berdasarkan data tentang prestasi belajar mahasiswa untuk matakuliah Fisika Intimempunyai ketuntasan belajar 65% dengan nilai ketuntasan 65. Ketuntasan belajar mahasiswa uga ditentukan oleh keprofesionalan dosen dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan. Untuk itu setiap dosen diharapkan selalu merencanakan pembelajaran, merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan dan kemudian merencanakan perbaikan untuk pembelajaran berikutnya yang dilakukan secara terus menerus. Kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran akan lebih baik jika dilakukan secara kolaboratif di antara dosen matakuliah serumpun. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip Lesson Study (Sumar Hendayana,dkk.: 2006: 20). Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah kegiatan Lesson Study dapat meningkatkan ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika? Untuk memperjelas rumusan masalah tersebut, perludiajukan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimanakah interaksi mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-dosen, dosen-dosen dalam kegiatan Lesson Study pada matakuliah Fisika Inti? (2) Bagaimanakah pengelolaan pembelajaran Fisika Inti oleh dosen dalam mengimplementasikan Lesson Study? (3) Bagaimanakah ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika dengan mengimplementasikan Lesson Study?. Tujuan Penelitian (1) Mendeskripsikan interaksi mahasiswa-mahasiswa, mahasiswadosen, dosen-dosen dalam kegiatan Lesson Study pada matakuliah Fisika Inti. (2) Mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran Fisika Inti oleh dosen dalam mengimplementasikan Lesson Study. (3) Mendeskripsikan ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika dengan mengimplementasikan Lesson Study. Adapun manfaat penelitian ini adalah: (1) Dosen dapat memilih bentuk kegiatan yang menunjang keprofesionalannya melalui Lesson Study. (2) Sebagai masukan bagi dosen lain bahwa Lesson Study dapat meningkatkan aktivitas dan ketuntasan belajar mahasiswa. (3)Dapat terjalin kerjasama antar dosen matakuliah serumpun (kolegalitas), meningkatkan penguasaan materi dan cara pembelajarannya. Hasil penelitian: a) terjadinya interaksi yang efektif antara mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-dosen dan mahasiswa dengan lingkungan belajar, ini berarti pengelolaan pembelajaran oleh dosen lebih baik dari sebelumnya, dan (b) sebagai akibatnya ketuntasan belajar mahasiswa meningkat menjadi 75%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DISERTAI MEDIA RIIL DAN MEDIA VIRTUIL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR M. Soeprijadi Djoko Laksana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.193 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.226

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif melalui media riil dan media virtuil, gaya belajar dan interaksinya terhadap prestasi belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Prodi Biologi semester I IKIP PGRI Madiun Tahun Akademik 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik sampling jenuh terdiri dari 2 kelas. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes.Data dianalisis menggunakan anava dua jalan dengan SPSS 18. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment Karl Pearson dan uji reliabilitas menggunakan persamaan Kuder Richardson. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: 1) ada pengaruh penggunaan model pembelajaran generatif terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa; 2) ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa; 3) tidak ada interaksi antara model pembelajaran generatif melalui media riil dan virtual dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor;
Analisis Kemampuan Memori Mahasiswa Prodi Pendidikan Sains Pada Materi Tata Nama Senyawa Kompleks Luluk Fajri
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.123 KB) | DOI: 10.25273/jems.v5i1.1782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kemampuan memori mahasiswa Prodi Pendidikan Sains pada materi tata nama senyawa kompleks; 2) mengidentifikasi pengaruh kemampuan memori mahasiswa prodi pendidikan sains pada materi tata nama senyawa kompleks. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1) kemampuan memori dalam penyelesaian soal tata nama senyawa kompleks dibagi menjadi 3, yaitu kemampuan memori tinggi, sedang dan rendah, a) subyek dengan kemampuan memori tinggi menunjukkan kecenderungan memiliki kemampuan memori yang cukup dalam penyelesaian soal tata nama senyawa kimia dengan perolehan nilai 97 untuk subyek 1 dan nilai 70 untuk subyek 2; b) subyek dengan kemampuan memori sedang menunjukkan kecenderungan memiliki kemampuan memori yang kurang dalam penyelesaian soal tata nama senyawa kimia dengan perolehan nilai 60 untuk subyek 3 dan nilai 47 untuk subyek 4; c) subyek dengan kemampuan memori rendah menunjukkan kecenderungan memiliki kemampuan memori yang sangat kurang dalam penyelesaian soal tata nama senyawa kimia dengan perolehan nilai 34 untuk subyek 5 dan nilai 27 untuk subyek 6, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan memori mahasiswa dalam penyelesaian tata nama senyawa kompleks yaitu kurangnya perhatian mahasiswa serta faktor pribadi, yaitu minat, motivasi dan emosi mahasiswa.

Page 9 of 39 | Total Record : 381