cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpfunimed@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurnal Pendidikan Fisika, Publications Unit, The Magister of Physics Education Departement in State University of Medan, Jl. Williem Iskandar, Medan, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : 2252732X     EISSN : 23017651     DOI : 10.22611/jpf
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 320 Documents
DEVELOPMENT OF COMPLEX PROBLEM SOLVING TESTS IN NEWTON’S DYNAMIC FOR HIGH SCHOOL Nurhikmah Weisdiyanti; Sahyar Sahyar; Rita Juliani
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.48639

Abstract

Complex problem solving (CPS) is important for students, but educators rarely provide tests that hone CPS, because the available tests are not up to standard. The aim of the study was to develop a physics test instrument based on CPS for high school that met the qualifications in the aspects of validity, reliability, discriminatory power and level of difficulty. The type of research used is the Borg & Gall research and development (R&D) model with 9 stages, namely: (1) preliminary study of problem-solving test instruments, (2) planning of instrument development and testing, (3) development of problem-solving-based test instruments, (4) initial field test by 5 material, construction and language expert validators, (5) main product revision, (6) main field test on 20 test takers, (7) operational product revision, (8) operational field test on 100 participants tests, and (9) final product revisions. This research uses a mixed method approach with qualitative and quantitative analysis. The developed test instrument consists of 15 essay test items. The results of the initial field test obtained 30 valid test items with minor revisions on the material, construction and language aspects. The results of the main field test obtained 14 test items valid and very reliable. The operational field test results obtained 14 valid and very reliable test items so that the CPS test is suitable for use and can be useful in helping educators to hone students' CPS ability.
STUDI KORELASI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA MAHASISWA DENGAN PENCAPAIAN KOGNITIF FISIKA UMUM KONSEP GERAK PELURU PADA TINGKATAN BERPIKIR APLIKASI (C3) DAN ANALISIS (C4) Salman Hamja Siombone; Amelia Niwele
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.49418

Abstract

Kemampuan awal matematika mahasiswa dan tingkatan berpikir (aspek kognitif) dalam pemberian tes fisika menjadi perhatian khusus bagi pengajar dalam memantau dan mengontrol pencapaian hasil belajar fisika mahasiswa. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis hubungan korelasional antara kemampuan awal matematika mahasiswa dengan pencapaian kognitif fisika umum. Capaian kognitif fisika yang dimaksud adalah kemampuan penyelesaian soal-soal tes fisika konsep gerak peluru. Sampel dalam penelitian yang dilakukan berupa sampel jenuh, yaitu 29 orang mahasiswa Pendidikan Matematika Semester II. Instrumen penelitian berupa dua bentuk tes essay yaitu tes kemampuan awal matematika dan tes kemampuan menyelesaikan soal fisika. Instrumen tes kemampuan matematika digunakan untuk mengukur kemampuan konsep aritmatika, aljabar dan trigonometri. Sedangkan tes kemampuan fisika digunakan untuk mengukur capaian kognitif fisika umum mahasiswa pada tingkatan berpikir aplikasi (C3) dan analisis (C4). Teknik analisis data dalam penelitian yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian kompetensi kognitif fisika umum mahasiswa untuk materi gerak peluru pada tingkatan berpikir C3 memiliki peresentase keberhasilan lebih tinggi yaitu 79,310% dibandingkan pada tingkatan berpikir C4 yaitu 24,137%. Hasil analisis korelasional menunjukkan adanya korelasi yang positif dan tinggi antara kemampuan awal matematika mahasiswa dengan pencapaian kognitif fisika umum pada materi gerak peluru dengan koefisien korelasi sebesar  = 0,895.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS GUIDED INQUIRY DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Giawa, Indah Mawati; Sirait, Motlan; Tampubolon, Togi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.50728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan, kepraktisan, keefektifan dan pengaruh pengembangan bahan ajar fisika berbasis guided inquiry dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester 2 jurusan MIPA di SMA Swasta Dwitunggal Tanjung Morawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research & Development (R&D), yaitu metode penelitian yang menghasikan sebuah produk dalam bidang keahlian tertentu. Tahapan perancangan pembelajaran dengan menggunakan model Borg and Gall. Penelitian menggunakan pendekatan dengan analisis secara kualitatif dan kuantitatif. instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ada tiga yaitu angket yang digunakan untuk validasi bahan ajar oleh tim ahli materi dan desain, penilaian guru fiiska dan respon siswa terhadap bahan ajar berbasis guided inquiry. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa uji kelayakan bahan ajar oleh validator memperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 91,07%, persentase uji kepraktisan bahan ajar oleh validator sebesar 90,75% dengan kategori sangat praktis, persentase uji keefektifan bahan ajar oleh guru dan siswa sebesar 88,75% dengan kategori sangat efektif dan pengembangan bahan ajar berbasis guided inquiry berpengaruh pada peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa.
EFEK MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA Siagian, Rhodo Mauritz; Motlan, Motlan; Simanjuntak, Mariati P; Siagian, Candra Tandi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.21582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan peningkatan menggunakan model problem based learning terhadap keterampilan berpikir kreatif fisika siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMA. Variabel pada penelitian ini adalah keterampilan berpikir kreatif dan model Problem-Based Learning. Instrument penelitian menggunakan test dalam bentuk essay dengan jumlah 7 soal yang telah dinyatakan valid. Hasil uji analisis covariate menunjukkan lebih kecil dari 0,05, yang berarti terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif yang diajarkan menggunakan model PBL. Model Problem-Based Learning meningkatkan keterampilan berpikir kreatif lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Penggunaan model PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif kecuali pada indikator berpikir flexibility.
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN MACROMEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATERI USAHA DAN ENERGI KELAS X SMAN 12 PEKANBARU Pani Dwi Putri; Syahril Syahril; Zudi Maaruf
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.45457

Abstract

Peserta didik yang pasif dan kurangnya motivasi belajar dalam pembelajaran, akan berdampak pada hasil belajar peserta didik. Guru hendaknya menerapkan model dan juga media pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi peserta didik, contohnya model learning cycle 7E berbantuan macromedia flash. Penelitian bertujuan mendeskripsikan dan mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif kelas eksperimen yang menggunakan model learning cycle 7E berbantuan macromedia flash dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian dilaksanakan di SMAN 12 Pekanbaru pada bulan Maret-Mei 2023. Populasi penelitian yang digunakan adalah seluruh kelas X MIPA yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah 216 siswa. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random samping dengan cara acak melalui undian, sehingga diperoleh kelas X MIPA 5 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 6 sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Experiment dengan model Posttest Only Non-Equivalen Control Group Design. Instrumen penelitian terdiri dari silabus, RPP, LKPD dan instrumen pengumpulan data diperoleh dari hasil posttest hasil belajar kognitif yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data diperoleh dari uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan SPSS 25, yang menyatakan kedua kelas homogen dan terdistribusi normal serta terdapat perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol
PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA Simangunsong, Ika Trisni; Uskenat, Kristina; Gebze, Delson A.
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.56702

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan, yaitu PBL. Kolaborasi model pembelajaran PBL dengan memanfaatan teknologi menjadi salah satu pilihan untuk menghasilkan lingkungan belajar yang variatif, dan efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran, dan mencapai nilai-nilai profil pelajar Pancasila, salah satunya nilai kemampuan berpikir peserta didik. Penelitian yang sudah dilakukan ini memiliki tujuan melihat sejauh apa Problem Based Learning berbasis Artificial Intelligence dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Merauke kelas X.A.5 semester ganjil Tahun Ajaran 2023/2024. Kelas yang digunakan 1 kelas, jumlah siswa sebanyak 36 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Jenis penelitian yang diterapkan quasi eksperimen, data diambil melalui instrumen test berbentuk essay sebanyak 5 soal yang sudah divalidasi terlebih dahulu. Desain yang digunakan one group pretest posttest. Perlakuan yang diberikan melalui model PBL dilaksanakan dengan mengikuti 5 tahapan, yaitu: orientasi siswa kepada masalah, pengorganisasian/kelompok, membimbing penyelidikan, pengembangan-demonstrasi hasil, dan evaluasi, proses dibantu dengan media pembelajaran berbasis teknologi AI, yakni Tome.App. Analisis n-gain menggunakan SPSS 25. PBL berbasis AI memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir siswa pada topik Pengukuran, hasil yang diperoleh bahwa kemampuan berpikir fisika siswa rata-rata bernilai 62, dimana n-gain menunjukkan 0.41 yang artinya berada pada kategori sedang. PBL berbasis AI sebagai salah satu solusi dalam menciptakan pembelajaran fisika yang efektif di kelas.
STUDI LITERATUR: ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA Yuna Sutria; Loriana R Nababan; Marlinda Manalu; Naillah Putri Ramadani
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.53304

Abstract

Model pembelajaran inquiri sering diimplementasikan pada penelitian pembelajaran fisika untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan eksplorasi penelitian yang ada pada pemanfaatan model pembelajaran inquiri untuk lebih mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Meta-Analisis yang memiliki tahap sebagai berikut: pengumpulan data, membuat rangkuman data, mereview dan menyelidiki informasi dari hasil penelitian sebelumnya. Proses pengumpulan informasi dilakukan dengan membaca dan menjelajahi berbagai artikel di web dengan periode 2013-2023 mengenai model pembelajaran inquiri terhadap keterampilan berpikir pada mata pelajaran Fisika. Tahap pertama yang dilakukan adalah pengumpulan artikel, yang terseleksi menjadi 20 artikel yang mempunyai desain penelitian yang mirip, dan megkalkulasi Effect Size ditinjau berdasarkan tahun penelitian, tingkat satuan pendidikan, materi pembelajaran dan model inkuiri. Berdasarkan hasil dari penelitian meta-analisis yang telah dilaksanakan, maka dapat diasumsikan bahwa besarnya Effect Size model pembelajaran inquiri dalam mengembangkan lebih lanjut kemampuan penalaran siswa dalam pembelajaran fisika adalah sebesar 2,45, yang termasuk dalam  klasifikasi tinggi. Selanjutnya materi pembelajaran yang secara umum layak untuk pembelajaran berbasis masalah adalah materi Gerak Harmonik Sederhana dengan Effect Size sebesar 6,91. Berdasarkan tingkat kelas yang benar-benar menggunakan model pembelajaran inquiri, khusus pada tingkat sekolah menengah atas kelas XI dengan klasifikasi tinggi memperoleh Effect Size sebesar 2,55
DEVELOPMENT OF PHYSICS MODULE BASED ON AL-QUR’AN VALUES TO IMPROVE SPIRITUAL ATTITUDE Nur Igawati; Khaeruddin Khaeruddin; Jasruddin Jasruddin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.38947

Abstract

This research is development research where the background of this research is the aim of national education, namely creating students who are intelligent, have faith and are devoted to God Almighty and have noble morals. Developing a spiritual attitude is one way to realize the goal of national education, namely to form pious people. The aim of the research is to describe the validity of the physics module based on Al-Qur'an values, the practicality of the physics module based on Al-Qur'an values and the effectiveness of the physics module based on Al-Qur'an values. The subjects of this research were 24 students. This research uses the development of the ADDIE model (Analysis, Design, Development or Production, Implementation, and Evaluation). The instruments used in this research were module validation sheets, practitioner response questionnaires (educators/teachers and students), as well as student spiritual attitude questionnaires. Module eligibility criteria are seen from the aspect of validity. The practicality criteria are seen from the teacher's assessment and students' responses to the module, and the effectiveness criteria are seen from the increase in students' spiritual attitude test results. Based on the results of the analysis, a conclusion was obtained: the physics module based on Al-Qur'an values which was developed based on expert assessment was declared valid and suitable for use with minor revisions, the physics module based on Al-Qur'an values was reviewed from the responses of physics teacher practitioners and participants students are in the very good category, the effectiveness of the physics module based on Al-Qur'an values is seen from the spiritual attitudes of students which are analyzed using N-gain. The average score is 0.43, which is in the medium category, which means that there is an improvement in attitude. students' spirituality so it can be said that the physics module based on Al-Qur'an values developed is effective in improving students' spiritual attitudes.
ANALISIS HASIL PEMBELAJARAN FISIKA PETERNAKAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Jua, Selestina Kostaria; Yuliatun, Tutik
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.57187

Abstract

Menganalisis hasil dan kesulitan belajari mahasiswa selama proses perkuliahan, membantu pengajar dalam memahami karakter, kemampuan, dan pemahaman konsep fisika dasar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menganalisis tugas, kuis, dan hasil tes mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah soal-soal esai yang diselesaikan oleh 17 mahasiswa aktif semester II jurusan peternakan. Jawaban mahasiswa dianalisis menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Rata-rata hasil belajar mahasiswa mencapai nilai 62,67 dan dikategorikan cukup dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 58,82%. Kesulitan-kesulitan belajar yang dialami oleh mahasiswa antara lain: 1) latar belakang pendidikan sekolah menengah atas bukan dari jurusan IPA atau eksata; 2) mahasiswa tidak memahami dan kurang menguasai konsep-konsep dasar fisika; 3) rasa takut karena pelajaran fisika banyak rumus dan pemecahan masalah; 4) tidak mengetahui peran ilmu fisika dalam bidang peternakan; 5) kesulitan menerapkan operasi hitung dasar; 6) malu bertanya dan bekerja sama; dan 7) kesiapan pengajar dan memilah konsep-konsep fisika yang sesuai dengan bidang ilmu peternakan.
ANALYSIS OF STUDENT’S PROBLEM-SOLVING ABILITIES AS AN EFFORT TO IMPLEMENT THE STEM-BASED MICROLEARNING APPROACH Ekasari, Aprilita; Yuliatun, Tutik
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.56744

Abstract

Advancements in science and innovation influence the progress of education in Indonesia. The current situation in Indonesia is characterized by a lack of competent human resources (HR). Quality education helps students develop the values they need for life. The purpose of this research is to describe students' problem-solving abilities so that the implementation of the STEM-based Microlearning approach can yield optimal results. The research will be conducted in the eighth-grade class of Ibn Sina Islamic Middle School. A quantitative descriptive approach is used in this research. A set of 10 problem-solving based descriptive questions is the instrument used in this research. The instrument to be used has been validated. The expert validation results for the questions yielded an average score of 95.33. Data analysis results show that students' problem-solving abilities on the "useful description" indicator obtained an average score of 64%, which can be interpreted as falling into the "good" category. On the "physics approach" indicator, an average score of 64% was obtained, also interpreted as "good." On the "specific application of physics" indicator, an average score of 64% was obtained, which falls into the "good" category. Similarly, on the "mathematical procedures" indicator, the average score obtained by students was 60%, categorized as "satisfactory." Additionally, on the "logical progression" indicator, students obtained an average score of 60%, which can be interpreted as "satisfactory." The research results are used as a reference for further research to improve students' problem solving abilities by developing learning media technology or learning models.