cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpfunimed@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurnal Pendidikan Fisika, Publications Unit, The Magister of Physics Education Departement in State University of Medan, Jl. Williem Iskandar, Medan, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : 2252732X     EISSN : 23017651     DOI : 10.22611/jpf
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 320 Documents
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATERI FLUIDA DINAMIS BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERORIENTASI PEMAHAMAN PESERTA DIDIK SMA Nurhayati, Hanifah; Efendi, Ridwan; Sasmita, Dedi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.57513

Abstract

Upaya membantu peserta didik memahami fluida dinamis, implementasi modul ajar berbasis discovery learning ialah solusi yang efisien. Penelitian memiliki tujuan untuk mengevaluasi kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan modul ajar materi fluida dinamis dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Penelitian dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D), yang memanfaatkan model pengembangan ADDIE dengan tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian melibatkan 67 peserta didik kelas XI MIPA SMA yang terdiri dari 31 peserta didik pada uji coba kelompok kecil dan 36 peserta didik pada uji coba kelompok besar. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar validasi isi dan konstruk, pre-test dan post-test, serta angket respons peserta didik. Teknik analisis data yang dipakai untuk mengukur kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan ialah persentase nilai validator, persentase respons peserta didik, dan N-gain. Berdasarkan data yang diperoleh, disimpulkan bahwa hasil uji validasi memperoleh nilai 83,33% untuk validasi isi dan 82,15% untuk validasi konstruk, yang mana keduanya memiliki kategori sangat layak. Respons peserta didik terhadap modul ajar memperoleh nilai 82,90% dengan kategori sangat praktis pada uji coba kelompok kecil dan memperoleh nilai 78,72% dengan kategori praktis pada uji coba kelompok besar. Selain itu, hasil N-Gain menunjukkan bahwa penggunaan modul ajar dikategorikan tinggi dengan nilai 0,79 dan efektif dalam mengembangkan pemahaman peserta didik. Penggunaan modul ajar memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan pemahamannya sekaligus berfungsi sebagai panduan bagi guru di kelas.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN TIPE HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) PADA MATA KULIAH FISIKA MODERN Aprilita Ekasari; Algiranto Algiranto; Helga C. Antonia Silubun
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.51594

Abstract

Latar belakang dari penelitian, ditemukanya banyak jawaban dari mahasiswa yang memiliki kesalahan, yang akhirnya dijadikan petunjuk untuk mengetahui seberapa jauh penguasaan materi mahasiswa. Materi dualisme gelombang partikel digunakan dalam penelitian ini dikarenakan memiliki sifat-sifat yang harus dipahami mahasiswa, sehingga kesalahan-kesalahan mahasiswa dengan mudah ditemukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana mahasiswa menggunakan Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk memecahkan masalah pada matakuliah fisika modern. Sepuluh mahasiswa semester 5 berpartisipasi dalam penelitian yang bersifat deskriptif. Instrumen pengambilan data terdiri dari tes yang berupa 10 soal uraian dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan temuan penelitian, mahasiswa melakukan kesalahan menyelesaikan permasalahan pada  materi fisika modern dengan permasalahan tipe Higher Order Thingking Skills (HOTS). Kesalahan dalam membaca, transformasi, keterampilan proses, dan menulis jawaban akhir pada analisis aspek yang termasuk dalam kesalahan konseptual dan kesalahan teknik. Selain itu mengenai aspek evaluasi yaitu kemampuan mengolah kesalahan dan menyusun tanggapan akhir. Pada aspek mencipta, khususnya kesalahan dalam pemahaman dan penulisan jawaban akhir. Penelitian ini dapat digunakan untuk acuan pembelajaran berikutnya, dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai sehingga dapat meminimalisir kesahanan pada jawaban mahasiswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK Meirliana Lebang Somalinggi; Albert Lumbu; Triwiyono Triwiyono
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.49661

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu aspek dan menjadi perhatian dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, pentingnya pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan peningkatan dan perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik pada pembelajaran pokok bahasan gelombang bunyi yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL)  sebagai kelas eksperimen dan Direct instruction (DI) sebagai kelas kontrol. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalen control group design. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura, dengan jumlah peserta didik 31 orang pada kelas eksperimen dan 27 orang pada kelas kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis N-gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran dengan menggunakan model PBL dapat meningkatkan kemampuan keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan N-gain rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi seluruh konsep pada kelas eksperimen 0,47 yang tergolong sedang dan kelas kontrol 0,34 tergolong sedang juga, dan (2) terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program pembelajaran yang mengupayakan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi bagi peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS CTL BERBANTUAN AUDIO-VISUAL POWTOON UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Nainggolan, Rini Siti; Derlina, Derlina; Sinulingga, Karya
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.50796

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kelayakan, kepraktisan, keefektifan dan peningkatkan hasil belajar siswa terhadap pengembangan media pembelajaran fisika berbasis CTL berbantuan audio-visual powtoon. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI semester 2 jurusan MIPA di SMA Swasta Dwi Tunggal Tanjung Morawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research & Development dengan model Brog & Gall, penelitian dilakukan hanya sampai pada tahap development atau pengembangan saja. Sampel yang diambil dari populasi adalah sebanyak dua kelompok yaitu kelompok kecil dan kelompok besar. Penelitian menggunakan pendekatan dengan analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner atau angket berupa lembar checklist, dengan indikator kelayakan yang diukur dari segi kevalidan, kepraktisan, & keefektifan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa uji kelayakan media pembelajaran CTL dari segi valid oleh validator ahli materi dan media dengan kategori layak, dan persentase uji kepraktisan media pembelajaran CTL oleh validator dengan kategori praktis, uji keefektifan media pembelajaran CTL berdasarkan hasil ketuntasan belajar adalah tuntas dan hasil keterlaksanaan pembelajaran kategori berhasil dan pengembangan media pembelajaran berbasis CTL berbantuan audio-visual powtoon berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN E-MODUL FISIKA BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGANALISIS SISWA SMK Dewi, Indah Kurnia Permata; Sulistiawati, Sulistiawati; Lubis, Patricia H. M
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.49111

Abstract

E-modul merupakan media sekaligus bahan ajar yang efesien ketika digunakan dalam pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan media ajar berupa e-modul dengan berbantuan flipbook serta berbasis project based learning guna meningkatkan kemampuan menganalisis peserta didik. Materi yang dimasukkan kedalam e-modul merupakan materi usaha dan perubahannya, penelitian dilakukan di SMK PGRI 2 Palembang dengan subjek penelitian sebanyak 35 orang dari kelas X TKL 1. Penelitian menggunakan metode R&D dan menggunakan model pengembangan rowntree, terdiri dari beberapa tahapan berupa: self- evaluation, expert riview, one to one evaluation, small group, dan field test. Metode pengumpulan menggunakan observasi, wawancara, walkthrough, penilaian pengumpulan proyek, dan penilaian presentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul fisika berbasis project based learning pada materi usaha dan perubahannya valid dan praktis (nilai validitasnya 3,76 interpretasi sangat valid) dan ( 80% hasil dari tahap one to one evaluation kategori praktis, 90% tahap small group kategori sangat praktis), nilai uji N-gain sebesar 0,60 dengan kategori sedang, kemudian pada tahap penilaian pengumpulan proyek rata-rata yang didapat sebesar 3,15 kategori baik, dan pada tahap penilaian presentasi sebesar 3,375 kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan dalam proses belajar dan e-modul fisika berbasis project based learning layak.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL JAYAPURA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP Jan Pieter; Putu Victoria M. Risamasu; Indah S. Budiarti
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.49444

Abstract

Siswa yang hidup dalam adat dan budaya yang kental memerlukan bahan ajar yang mampu memediasi peralihan kehidupan dari sains alamiah ke sains ilmiah, sehingga mereka mampu mengikuti pelajaran IPA di sekolah. Tujuan penelitian untuk mengembangkan bahan ajar yang ditemui dalam kearifan lokal masyarakat suku Enggros dan Tobati di Jayapura dan melihat dampaknya terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan model 4D. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII dari empat SMP di Kota Jayapura. Sampel penelitian diambil delapan kelas yaitu empat kelas sebagai kelas eksperimen yang belajar dengan bahan ajar berbasis kearifan lokal Jayapura dan empat kelas sebagai kelas kontrol dengan bahan ajar konvensional, setiap kelas berjumlah 30 orang siswa. Selanjutnya dipergunakan eksperimen semu menggunakan randomized pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memberikan dampak positif, dan ditemukan adanya perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep antara siswa yang belajar dengan bahan ajar yang dikembangkan dan yang belajar dengan bahan ajar konvensional. Bahan ajar yang dikembangkan mampu memediasi peralihan belajar siswa dan mendukung keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa dalam belajar IPA.
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATHEMATICS (STEM) PADA MATERI FLUIDA DINAMIS Muliani, Muliani; Novita, Nanda; Saputra, Rahmat; Retnowulan, Sri Rahayu; Ratno, Suyit
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.58167

Abstract

Lembar kerja siswa (LKS) merupakan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Namun LKS yang selama ini digunakan belum mengarahkan siswa untuk mengintegrasikan konsep science, technology, engineering and mathematics (STEM) pada proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran belum tercapai. Penelitian iini bertujuaniiuntuk  mengetahui kelayakan, daya tarik dani kemudahan LKS berbasisiSTEMiipada materi fluida dinamis dan  mengetahui respon siswa terhadap penggunaan LKS berbasis STEM pada materi fluida dinamis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Instrumen pengumpulan data berupa lembar uji validitas materi, lembar uji validitas oleh ahli media,  lembar angket kelayakan,  kemudahan, kemenarikan oleh guru. Lembar angket respon siswa terhadap penggunaan LKS berbasis STEM. Berdasarkan hasili penelitiani menunjukkanibahwa LKSiberbasis STEM layak digunakan dengan imemperoleh nilaii persentaseisebesar 82,38% denganikriteriaisangatilayak. Hasiliuji cobairespon siswa terhadap LKS STEM pada materi fluida dinamis yang telah dikembangkan menunjukkanibahwa padaiuji coba produk persentase responisiswaiterhadapipenggunaan LKS berbasis STEM pada materi fluida dinamis sebesar 90,55% dengan sangat kriteria baik, pada uji coba penggunaan persentase respon siswa terhadap penggunaan LKS berbasis STEM pada materi fluida dinamis sebesar 84,85% dengan kriteria sangat baik.
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWTOON UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA MATERI ALAT-ALAT OPTIK Mixsen, Muhammad Iqbal; Setiawan, Iwan; Purwanto, Andik
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.36804

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan analisis kebutuhan media pembelajaran berbasis powtoon untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada materi alat-alat optik. Jenis penelitian ini adalah penelitian research and development (R&D) dengan menggunakan metode penelitian 3D (define, design, develop). Pada penelitian ini peneliti membatasi hanya sampai tahap define. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa angket analisis kebutuhan guru dan siswa yang terdiri dari 30 peserta didik dari kelas XI MIPA dan 4 guru fisika dari SMA Negeri 2 Kota Bengkulu dan SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Analisis angket kebutuhan dianalisis menggunakan skala pengukuran mengacu pada salah satu skala tertentu yaitu skala Guttman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa peserta didik membutuhkan media pembelajaran berbasis powtoon untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada materi alat-alat optik. Hal ini di dasarkan data yang diperoleh bahwa 100% peserta didik menjawab sangat setuju dan 100% guru menjawab sangat setuju diperlukannya pengembangan media pembelajaran berbasis powtoon untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada materi alat-alat optik.
EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA Parno Sumanro Mahulae; Tineke Makahinda
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.51509

Abstract

Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran semakin pesat di era teknologi digital tahun 2023 Hal ini menuntut para calon guru untuk menguasai penggunaan teknologi digital dalam membuat media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan seberapa efektif model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi-eksperimen dengan desain one grup pretest-posttest. Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Negeri Manado semester 5. Teknik pengambilan sampel purposive. Instrumen penelitian ini berupa tes hasil belajar mahasiswa dalam bentuk uraian sebanyak 10 soal, dari hasil tes tersebut dilakukan uji n-gain. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan nilai rata-rata pretest 45 dan nilai rata-rata posttest 77. Hasil analisis n-gain adalah 0,57 yang menunjukkan kategori keefektifan sedang. Oleh karena itu, pembelajaran mata kuliah pengembangan media pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis proyek efektif terhadap hasil belajar mahasiswa dengan peningkatan pengetahuan dan tentang pembuatan media pembelajaran berbasis digital.
PROFIL KEMAMPUAN INTERPRETASI GRAFIK GERAK PARABOLA PADA SISWA SMA NEGERI 8 KOTA BENGKULU Sidauruk, Sri Hartati; Syarkowi, Ahmad; Hamdani, Dedy
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.40068

Abstract

Grafik adalah suatu bentuk penyajian data yang menggambarkan hubungan atau perbandingan antara berbagai variabel data. Kemampuan untuk menginterpretasi grafik merupakan keterampilan penting yang menjadi kunci dalam memahami informasi yang tepat atas data yang ditampilkan. Pada pembelajaran fisika, sebagian besar data disajikan dalam bentuk grafik, salah satunya dalam materi gerak parabola. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif kuantitatif yang tujuannya guna mengetahui kemampuan siswa untuk menginterpretasikan grafik materi gerak parabola SMA kelas X di SMA Negeri 8 Kota Bengkulu. Metode yang dipakai adalah survei cross-sectional. Teknik penentuan sampel dengan random sampling. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa. Instrumen penelitian berupa tes dalam bentuk soal pilihan ganda sebanyak 10 soal dan telah memenuhi kriteria valid.  Sesuai analisis data yang dilakukan diperoleh bahwa rata-rata siswa yang dapat menjawab dengan benar pada indikator memahami (C2) adalah 7,14%, pada indikator mengaplikasikan (C3) 27,14%, pada indikator menganalisis (C4) 43,57% dan pada indikator mengevaluasi (C5) 32,58%. Dan secara keseluruhan rata-rata kemampuan interpretasi grafik siswa adalah sebesar 27,61% termasuk dalam kategori rendah. Analisis tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam menyusun bahan rancangan pembelajaran yang tepat dalam upaha perbaikan.