cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,642 Documents
UJI SKRINING FITOKIMIA DAN STANDARISASI EKSTRAK LABU KUNING AKAR MANIS (CUCURBITA MOSCHATA) SEBAGAI BAHAN SEDIAAN FARMASI Syarifah Yanti Astryna; Siti Samaniyah; Nurhayati Nurhayati; Ruhul Maghfirah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5736

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai bahan baku sediaan farmasi karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis. Kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid, dan tanin diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam formulasi farmasi. Oleh karena itu, diperlukan uji skrining fitokimia dan standarisasi ekstrak untuk menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi bahan baku. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder melalui uji skrining fitokimia serta mengevaluasi potensi ekstrak labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) sebagai bahan sediaan farmasi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan melakukan skrining fitokimia secara kualitatif terhadap ekstrak menggunakan pereaksi Mayer, Wagner, dan Dragendorff untuk alkaloid serta uji spesifik untuk flavonoid, saponin, terpenoid, dan tanin. Pengamatan dilakukan berdasarkan perubahan warna dan pembentukan endapan sebagai indikator keberadaan senyawa. Hasil Penelitian: Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak labu kuning akar manis positif mengandung alkaloid yang ditandai dengan terbentuknya endapan kuning keputihan (Mayer), endapan coklat (Wagner), dan endapan merah (Dragendorff). Uji flavonoid menunjukkan terbentuknya warna orange, uji saponin menghasilkan busa stabil dalam air, uji terpenoid menunjukkan warna merah, serta uji tanin menghasilkan warna kuning kehijauan. Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai bahan aktif farmasi. Kesimpulan dan Saran: Ekstrak labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) terbukti mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, dan tanin berdasarkan hasil skrining fitokimia. Kandungan metabolit sekunder tersebut menunjukkan potensi ekstrak sebagai bahan sediaan farmasi. Disarankan dilakukan penelitian lanjutan terkait standarisasi parameter spesifik dan non-spesifik serta pengujian aktivitas farmakologis untuk mendukung pengembangan fitofarmaka. Kata Kunci: Labu Kuning, Skrining fitokimia, standarisasi
POTENSI TANAMAN OBAT TRADISIONAL ACEH SEBAGAI SUMBER KANDIDAT FITOFARMAKA BERBASIS BUKTI ILMIAH Maulidella Maulidella; Syarifah Yanti Astryna; Silmi Kaffah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5738

Abstract

Provinsi Aceh memiliki kekayaan biodiversitas dan tradisi etnofarmakologi yang berpotensi dikembangkan menjadi fitofarmaka berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi serta menganalisis potensi bioaktivitas tanaman obat tradisional Aceh melalui pendekatan systematic literature review terhadap publikasi tahun 2010–2026. Sebanyak 25 spesies dari 13 famili teridentifikasi memiliki kandungan metabolit sekunder dominan berupa flavonoid (88%), terpenoid (72%), dan senyawa fenolik (64%). Aktivitas biologis yang paling banyak dilaporkan meliputi antioksidan (100%), antiinflamasi (80%), antimikroba (72%), antikanker (60%), dan antidiabetes (40%). Temuan ini menegaskan potensi strategis tanaman obat Aceh sebagai sumber kandidat fitofarmaka nasional berbasis biodiversitas lokal.
ANALISIS KESIAPSIAGAAN DAN RESPON MASYARAKAT ACEH TERHADAP BENCANA HIDROMETEOROLOGI: STUDI KASUS PASCA-BANJIR BANDANG SUMATERA TAHUN 2025 Rahmat Akbar; Finaul Asyura; Novita Novita; Faradilla Safitri; Fitria Fitria
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5741

Abstract

Banjir bandang yang terjadi di Sumatera pada tahun 2025 menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang signifikan, dengan lebih dari 1.000 korban meninggal dan ratusan ribu pengungsi. Bencana ini menunjukkan rendahnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi, termasuk literasi kebencanaan, perencanaan evakuasi, dan respon cepat pasca-bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesiapsiagaan dan respon masyarakat pasca-banjir bandang 2025. Pendekatan kuantitatif deskriptif analitik digunakan dengan kuesioner daring berisi 30 pertanyaan dikotomis (ya/tidak) yang terbagi ke dalam tiga kategori: Pengetahuan dan Informasi Kebencanaan (Q1), Kesiapsiagaan dan Perencanaan (Q2), serta Respon Cepat Pasca Bencana (Q3). Data dianalisis melalui tabulasi skor, persentase, dan nilai rata-rata, kemudian diklasifikasikan menjadi Baik, Cukup, dan Kurang Baik. Hasil menunjukkan seluruh kategori berada di bawah nilai ideal 33,33%, dengan Q2 tertinggi (24,16%), Q3 (20,18%), dan Q1 (19,30%). Mayoritas responden berada pada kategori “Cukup” (47,36%), menandakan kesiapsiagaan dasar yang perlu ditingkatkan melalui literasi, kapasitas sosial, budaya lokal, dan dukungan kebijakan pemerintah. Kata kunci: Kesiapsiagaan masyarakat, banjir bandang, respon bencana, literasi kebencanaan, Aceh
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH Nonong Mailisa; Gunarmi Gunarmi; Siswanto Pabidang
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5744

Abstract

Departemen Kesehatan Republik Indonesia melaporkan terjadinya penurunan usia menarche di Indonesia pada responden yang berusia lebih tua yaitu 55-59 tahun, usia menarche13-14 tahun sekitar 26,5% dan yang mengalami menarche di bawah usia 12 tahun sebanyak 15,3%, sementara pada responden yang berusia 15-19 tahun mengalami menarche pada usia 13-14 tahun sebanyak 51,3% dan yang dibawah usia 12 tahun sebanyak 30%. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kesiapan Menghadapi Menarche pada Remaja Putri di di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling yaitu 369 orang. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value dari 4 variabel independent yang diteliti yaitu pengetahuan (0,000), keterpaparan informasi (0,000), sikap (0,000), dan dukungan keluarga (0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa 4 variabel memiliki hubungan dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche yaitu pengetahuan, sumber informasi, sikap dan dukungan dukungan keluarga. Kemudian variabel yang paling dominan mempengaruhi yaitu variabel pengetahuan dan dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan pengetahuan, sumber informasi, sikap dan dukungan keluarga dengan kesiapan menghadapi menarche Kabupaten Nagan Raya tahun 2024.
STUDI DIFUSI OBAT SECARA IN VITRO PADA BERBAGAI SEDIAAN FARMASI TRANSDERMAL Nurhayati Nurhayati; Syarifah Yanti Astrina; Silmi Kaffah; Syarifah Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5746

Abstract

Pengembangan sistem penghantaran obat melalui rute transdermal terus menunjukkan peningkatan signifikan seiring kemampuannya dalam menyediakan pelepasan obat yang lebih terkontrol, meningkatkan kepatuhan terapi, serta meminimalkan efek metabolisme lintas pertama di hati. Meskipun demikian, keberagaman desain formulasi dan variasi metode evaluasi menyebabkan hasil uji difusi in vitro antarpenelitian sulit dibandingkan secara setara. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan berbagai pendekatan sistem transdermal berdasarkan parameter difusi in vitro guna mengidentifikasi determinan utama yang memengaruhi permeasi obat melalui kulit. Penelitian disusun dalam bentuk narrative literature review terhadap publikasi periode 2020–2025 yang diakses melalui Scopus, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, DOAJ, dan Google Scholar. Artikel yang diikutsertakan merupakan studi yang melaporkan parameter fluks, koefisien permeabilitas, lag time, serta pelepasan kumulatif menggunakan metode Franz diffusion cell. Sebanyak 22 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif-komparatif dengan mempertimbangkan jenis sediaan, komposisi formulasi, metode pengujian, dan karakteristik membran. Hasil telaah menunjukkan bahwa sistem vesikular dan nanoformulasi seperti etosom, transfersom, nanoemulgel, nanopartikel, dan solid lipid nanoparticle cenderung menghasilkan peningkatan fluks dan penurunan lag time yang lebih nyata dibandingkan sistem patch matriks konvensional, yang berkaitan dengan ukuran partikel yang lebih kecil dan fleksibilitas struktur pembawanya. Teknologi microneedle menunjukkan laju difusi paling cepat, meskipun implementasinya masih dibatasi oleh aspek biaya dan kompleksitas manufaktur. Secara keseluruhan, performa difusi dipengaruhi oleh berbagai faktor formulasi dan metodologis, sehingga diperlukan harmonisasi metode uji, studi komparatif langsung, serta verifikasi in vivo dan uji stabilitas untuk memperkuat relevansi klinis dan aplikabilitas industrinya. Kata Kunci: Sistem transdermal, difusi in vitro, permeasi kulit, nanoformulasi.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MELALUI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI Nani Evila; Eva Rosdiana; Febri Yusnanda; Marniati Marniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5755

Abstract

Latar Belakang: Malnutrisi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global dan nasional, khususnya pada kelompok ibu dan balita. Tingginya prevalensi stunting dan masalah gizi lainnya menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu memiliki peran penting dalam pencegahan malnutrisi. Edukasi gizi merupakan salah satu upaya promotif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang kebutuhan gizi balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental melalui rancangan one group pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Uteun Pulo Kabupaten Nagan Raya pada tanggal 20 Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pengetahuan ibu dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi gizi menggunakan media leaflet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan ibu dari 12,13 pada pretest menjadi 14,87 pada posttest. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan edukasi gizi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi. Kesimpulan dan Saran: Edukasi kesehatan melalui media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Oleh karena itu, media leaflet disarankan untuk digunakan secara berkelanjutan sebagai salah satu strategi promosi kesehatan di puskesmas guna mendukung pencegahan masalah gizi pada balita. Kata Kunci : Edukasi gizi, pengetahuan, Status Gizi
PENGARUH RIWAYAT ASI EKSLUSIF DAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Miswari Miswari; Faradilla Safitri; Rossi Aulia Pratiwi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5757

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita merupakan indikator penting kesehatan masyarakat karena berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Permasalahan gizi balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat, khususnya di Provinsi Aceh dan Kabupaten Nagan Raya, yang ditandai dengan tingginya prevalensi gizi kurang dan stunting. Riwayat pemberian ASI eksklusif dan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan faktor penting yang diduga memengaruhi status gizi balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh riwayat ASI eksklusif dan praktik pemberian MP-ASI terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–2 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas balita memiliki status gizi kurang (61,4%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara riwayat ASI eksklusif dengan status gizi balita (p = 0,391) serta tidak terdapat pengaruh antara praktik pemberian MP-ASI dengan status gizi balita (p = 0,400). Kesimpulan dan Saran: Disimpulkan bahwa riwayat ASI eksklusif dan praktik MP-ASI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap status gizi balita. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi gizi secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada ASI eksklusif dan MP-ASI, tetapi juga pada pemenuhan gizi seimbang, pencegahan penyakit infeksi, dan perbaikan pola asuh serta lingkungan keluarga.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Ermayana Ermayana; Faradilla Safitri; Rossi Aulia Pratiwi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5758

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan intervensi nutrisi paling efektif untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan bayi. Meskipun cakupan ASI eksklusif secara global menunjukkan peningkatan, angka di Indonesia masih berada di bawah target nasional. Data Survei Kesehatan Nasional tahun 2023 menunjukkan cakupan ASI eksklusif sebesar 55,5%. Di Kabupaten Nagan Raya, cakupan ASI eksklusif masih menunjukkan tren fluktuatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga dan sosial budaya terhadap keberhasilan ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–2 tahun. Sampel sebanyak 75 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak memberikan ASI eksklusif (58,7%). Sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan keluarga (60%), sedangkan faktor sosial budaya mayoritas berada pada kategori mendukung (54,7%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,000), dimana 70% ibu yang mendapatkan dukungan keluarga berhasil memberikan ASI eksklusif. Selain itu, terdapat pengaruh signifikan antara sosial budaya terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,000), dimana 68,3% ibu dengan sosial budaya yang mendukung berhasil memberikan ASI eksklusif. Kesimpulan: Dukungan keluarga dan faktor sosial budaya berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Ibu yang memperoleh dukungan keluarga serta berada dalam lingkungan sosial budaya yang mendukung memiliki peluang lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Saran: Diperlukan peningkatan edukasi dan promosi kesehatan yang melibatkan keluarga serta pendekatan berbasis budaya dalam program peningkatan cakupan ASI eksklusif. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan peran keluarga dan tokoh masyarakat dalam mendukung praktik menyusui eksklusif.
PENGARUH PERILAKU PICKY EATER TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Zelfiana Rahmi; Eva Rosdiana; Rossi Aulia Pratiwi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5765

Abstract

Latar Belakang : Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat karena masa balita merupakan periode emas yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi status gizi balita adalah perilaku makan, khususnya perilaku picky eater, yang ditandai dengan kebiasaan pilih-pilih makanan dan keterbatasan variasi konsumsi pangan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku picky eater terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun sebanyak 986 orang, dengan jumlah sampel 92 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi normal (54,3%) dan lebih dari setengah balita menunjukkan perilaku picky eater (55,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku picky eater terhadap status gizi balita dengan nilai p = 0,009 (p < 0,05). Balita dengan perilaku picky eater cenderung lebih banyak mengalami status gizi kurang dibandingkan dengan balita non picky eater. Kesimpulan dan saran : kesimpulan penelitian ini adalah perilaku picky eater berpengaruh terhadap status gizi balita. Oleh karena itu, disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan pengelolaan perilaku makan anak melalui pemberian makanan yang beragam dan bergizi seimbang, serta kepada tenaga kesehatan untuk memperkuat kegiatan edukasi dan promosi gizi guna mencegah terjadinya masalah gizi pada balita.
PENTINGNYA PERAN GIZI SEIMBANG BAGI REMAJA DALAM MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Rossi Aulia Pratiwi; Ibrahim Ibrahim; Rauzatun Nisa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5770

Abstract

Gizi merupakan zat atau elemen yang terkandung di dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh. Agar kebutuhan gizi itu bisa terpenuhi maka perilaku mengkonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi oleh para remaja harus teratur. Masa remaja merupakan masa transisi yang ditandai dengan adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa ini merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan tersebut, remaja sangat membutuhkan gizi seimbang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Gizi seimbang merupakan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dengan jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh, serta menerapkan prinsip pangan beraneka ragam, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan menjaga berat badan ideal. Adapun tujuan penelitian ini agar mengetahui peran gizi seimbang bagi remaja dalam meunjang proses pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur review, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk mencari literatur seperti jurnal, buku, artikel koran, internet atau website. Peran gizi seimbang bagi para remaja dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah sangatlah penting karena Peran gizi bagi perkembangan dan pertumbuhan pada masa balita sangatlah penting, karena asupan nutrisi yang cukup dan bervariasi serta tidak melewatkan sarapan sebelum berangkat ke sekolah terbukti dapat meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta mencegah kelelahan fisik di sekolah. Selain itu, kebiasan anak hebat Indonesia adalah makan-makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat dan bergizi yang mengandung nutrisi yang seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak yang sehat, vitamin, mineral untuk energi dan imunitas .