cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah (NPB) pada Karyawan di Kantor PLN Wilayah Aceh Riyan Mulfianda; Nanda Desreza; Rizka Maulidya
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1415

Abstract

Kebanyakan nyeri punggung bawah bersifat akut dan self limiting, hanya 2-7% akan mengarah menjadi kronis. World Health Organization (WHO) merilis disetiap negara industri tercatat 2-5% pertahun penderita mengalami nyeri punggung bawah. National Safety Council juga melaporkan bahwa sakit akibat kerja dengan frekuensi kejadian terus menerus yang menduduki data paling tinggi diantaranya adalah sakit/nyeri pada punggung bawah, yang mencapai 22% dari 1.700.000 kasus. Data yang diperoleh dari Kantor PLN wilayah Aceh, pegawai cenderung mengalami nyeri punggung bawah bila duduk dalam waktu yang lama dan posisi duduk tidak ergonomis, akibat jam kerja yang lama sehingga selama berada di lingkungan kantor di habiskan di tempat duduk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian nyeri punggung bawah (NPB) pada karyawan di Kantor PLN Wilayah Aceh tahun 2019. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor PLN Wilayah Aceh bagian pengembangan SDM dengan pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling berjumlah 59 orang. Hasil penelitian ada hubungan usia (p=0,008), indeks massa tubuh (p=0,003), jenis kelamin (p=0,007), merokok (p=0,007), masa kerja (p=0,000), lama kerja (p=0,016) dan posisi kerja (p=0,004), menunjukkan bahwa faktor resiko lamanya bekerja dan repetisi yang dilakukan selama bekerja agar dapat menurunkan angka kejadian nyeri punggung bawah.Kata Kunci : Faktor Risiko, Nyeri Punggung, karyawan
PERSPEKTIF AGAMA (ISLAM) DAN KESEHATAN TENTANG PENGGUNAAN IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS SIMPANG KANAN KECAMATAN SIMPANG KANAN KABUPATEN ACEH SINGKIL TAHUN 2020 Eva Nurseptiana; Razia Begum Suroyo; Fatma Sylvana Dewi Harahap
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1478

Abstract

ABSTRAKProgram imunisasi merupakan program preventif dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dan dijadikan sebagai prioritas Di tingkat Association South East Asean Nation (ASEAN) tahun 2012, Indonesia angka kematian bayinya 34/1.000 kelahiran hidup yaitu hampir 5 kali lipat dibandingkan dengan angka kematian bayi di Malaysia 6/1.000 kelahiran hidup, 2 kali dibandingkan dengan Thailand 11/ 1.000 kelahiran hidup, dan 1,3 kali dibandingkan dengan Philipina sekitar 8/1.000 kelahiran hidup, Brunei Darusalam 6/ 1.000 kelahiran hidup, Singapure 2/1.000 kelahiran hidupTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Perspektif Agama Islam dan Kesehatan Tentang Penggunaan Imunisasi Campak Puskesmas Simpang Kanan Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil. Jenis penelitian ini menggunakan Mix Methods dengan menggunakan Strategi Explanatory Sekuensial. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 57 orang, sedangkan untuk informan kualitatif 2 ibu yang memiliki anak usia 9-18 bulan, 2 suami, 2 bidan, 1 penanggung jawab imunisasi 2 kepala Desa dan 1 Ustad Kampung.  Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh pada Pengetahuan p = 0,000 KIPI p = 0,006, Jarak Pelayanan Kesehatan p = 1,000, Dukungan Suami p = 0,079, sikap = 0,006. Secara kualitatif berdasarkan wawancara mendalam terhadap informan didapatkan  bahwa yang menyebabkan ibu tidak ingin membawa anaknya imunisasi adalah kurangnya dukungan yang diberikan oleh suami dan efek yang ditimbulkan oleh imunisasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh Pengetahuan, KIPI,  dan Sikap dengan Penggunaan Imunisasi Campak di Puskesmas Simpang kanan Kecamatan Simpang kanan Kabupaten Aceh singkil. Saran diharapkan Kerjasama dimulai Dinas Kesehatn Aceh Singkil yang memberikan sosialisasi kepada tenaga kesehatan, tokoh agama (ustadz), tokoh masyarakat, suami dan ibu tentang diperbolehkannya penggunaan imunisasi Campak oleh Majelis ulama indonesia sehingga meningkatkan minat masyarakat dalam penggunaan imunisasi campak. Kata Kunci        : Islam, Kesehatan, Imunisasi Campak.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN BIDAN DENGAN KEBERHASILAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT DI PUSKESMAS TEUPUN RAYA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Eva Sri Rahmi; Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Putri Humaira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1394

Abstract

Manajemen Terpadu Balita Sakit adalah suatu pendekatan dalam menangani balita sakit dan bayi muda di fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Keterbatsan dari pedoman ini hanya mencakup penanganan sebagian besar penyakit yang menjadi alasan utama anak dibawa ke fasilitas kehatan. Penyakit-penyakit tersebut seperti batuk, diare, demam, sakit telinga, faktor nutrisi, imunisasi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan bidan dengan keberhasilan MTBS di Puskesmas Teupin Raya Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan bidan dengan keberhasilan MTBS di Puskesmas Teupin Raya Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional Study, Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Teupin Raya Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie pada tanggal 15 Mei sampai dengan 17 juni 2017, dengan populasi seluruh bidan sebanyak 35orang dan sampel  total  seluruh  populasi.  Data  yang  dikumpulkan  pada  penelitian  ini diperoleh melalui wawancara. Berdasarkan hasil uji statistik sub variabel tingkat pengetahuan bidan dengan sub variabel keberhasilan MTBS diperoleh nilai p = 0,001 yang menunjukkan angka <a = 0,05 sehingga dapat disimpulkan hipotesa kerja diterima, menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan bidan dengan keberhasilan MTBS. Kepada Masyarakat khususnya Ibu-Ibu agar        lebih memperhatikan kesehatan anak-anaknya, jika anak sakit segera bawa kepelayanan kesehatan terdekat, dan supaya menghadiri posyandu atau kegiataan yang lain yang diselenggarakan oleh kader setempat.
HUBUNGAN KONSEP DIRI WANITA YANG MENGALAMI KEKERASAN RUMAH TANGGA Hartini Mudarsa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.1450

Abstract

Tingginya prosentase KDRT di Indonesia dan parahnya dampak yang dialami oleh korban maupun saksi dariKDRT adalah latar belakang diadakannya penelitian ini. Pada umumnya, remaja yang pernah mengalami danmenyaksikan KDRT dalam keluarganya akan melakukan tindakan kriminal sebagai dampak dari keadaankeluarganya yang tidak dapat memberikan kehangatan dan kasih sayang yang cukup. Tindakan kriminal yangmereka lakukan bersama teman-teman sebaya, membuat mereka mendapatkan kepuasan dan kebahagiaanyang tidak pernah mereka dapatkan dari keluarganya. KDRT yang para remaja alami dan saksikan memberikanpengaruh yang besar dalam perkembangan konsep dirinya dan mempengaruhi penyesuaian mereka dalamkehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan konsep diri remaja yangpernah mengalami KDRT.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Subjek dalampenelitian adalah dua orang remaja akhir, mengalami, dan menyaksikan KDRT selama lebih dari sepuluh tahun.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam (depth interview) danobservasi. Hasil wawancara mendalam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip dan dianalisis untukmenemukan makna psikologis, kumpulan unit makna, pemetaan konsep, dan esensi terdalam dari hasilpenelitian.Penelitian ini menemukan bahwa konsep diri remaja yang pernah mengalami KDRT memilikikecenderungan berkembang ke arah negatif. Mereka merasa dirinya tidak berharga dan merasa inferior saatberada di lingkungan sosial. Namun keadaan subjek yang tidak lagi mengalami KDRT membuat konsep dirimereka memiliki kesempatan untuk berkembang ke arah positif. Konsep diri yang mereka miliki mempengaruhisikap mereka terhadap hubungan interpersonal. Mereka tidak memiliki penilaian yang positif terhadappernikahan. Sebaiknya remaja yang pernah mengalami KDRT meningkatkan religiusitasnya dan melibatkan diridalam aktivitas yang dapat mengembangkan potensi mereka. Orangtua juga disarankan untuk berperan aktifmengurangi pertengkaran. Masyarakat yang mengetahui keluarga dengan KDRT diharapkan menghubungiPolisi atau lembaga sosial yang terkait dan memberikan dukungan bagi para korban, misalnya Woman CrisisCenter (WCC) dan Pusat Studi Wanita (PSW).Kata kunci: Konsep Diri Remaja, Kekerasan dalam Rumah Tangga
Hubungan Kebutuhan Psikologi terhadap Perspektif Taking pada Penunggah Insta Story di Universitas Ubudiyah Indonesia Banda Aceh Uswatun Hasanah; Anisah Ridwan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.1441

Abstract

Perspective taking adalah kemampuan memahami pikiran serta perasaan orang lain dengan cara menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dialami oleh orang lain. Individu dikatakan memiliki perspective taking tinggi ketika mampu membayangkan, berfikir dan merasakan kondisi orang lain. Sebaliknya, individu yang mempunyai perspective taking rendah akan mengakibatkan timbulnya perilaku egosentrisme. Maka dari itu perspective taking sangat dibutuhkan tak terkecuali dalam media sosial yaitu instragram dengan fitur terbaru yaitu instastory. Mengunggah instastory merupakan tingkah laku yang bermotivasi, karena tingkah laku tersebut dilator belakangi oleh kebutuhan dari dalam individu. Kebutuhan yang dimiliki tiap individu bermacam-macam.Teori kebutuhan yang digunakan yaitu teori 3 kebutuhan McClelland. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut bermacam-macam cara maka dari itu perspective taking diperlukan, karena setiap individu memiliki potensi dapat mempengaruhi orang lain melalui unggahan dalam instastory.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang diukur menggunakan skala kebutuhan psikologis yang didasari teori 3 kebutuhan McClelland dan skala perspective taking. Teknik pengambilan sample menggunakan random sampling. Sampel penelitian sebanyak 350 orang dengan rincian perempuan 274 orang dan laki-laki 76 orang. Analisis yang dilakukan adalah analisis deskripsi dan regresi.Pada penelitian ini ditemukan bahwa dari 3 aspek kebutuhan psikologi tidak ada yang menonjol semuanya sedang yaitu tidak terlalu tinggi tetapi tetap memiliki kebutuhan tersebut. Ditemukan juga mayoritas pengunggah instastory memiliki tingkat perspective taking yang sedang dengan presentase sebanyak 61,4% (215 orang) sedangkan 37,7% (132 orang) memiliki tingkat perspective taking tinggi, dan sebanyak 0,9% (3 orang) memeiliki tingkat perspective taking rendah.Hasil penelitian adanya pengaruh kebutuhan psikologi sebesar 21,6% terhadap perspective taking pada pengunggah instastory. Dari 3 dimensi kebutuhan psikologi yang paling menentukan individu memiliki perspective taking adalah kebutuhan affiliasi (t=0,000, p<0,05).Kata kunci : pengunggah instastory, kebutuhan psikologi, perspective taking
EVALUASI HYGIENE MAKANAN JAJANAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 064972 KOTA MEDAN TAHUN 2020 Mona Paskah Sumbayak; Irawaty A. Kahar; Evawani Silitonga
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1366

Abstract

Penelitian ini pengeksplor focus hygiene makanan jajanan siswa sekolah dasar  yang berada pada kantin sekolah dan pedagang di luar sekolah dasar negeri 064972 kota medan tahun 2020 dengan aspek (higyenen makanan jajanan, lingkungan kerja, dan  peralatan pengolahan makanan). Tujuan penelitian agar pedangang didalam kantin lebih meningkatkan kualitas hygiene makanan jajanan dan untuk pedagang diluar sekolah lebih memperhatikan hygiene makanan jajanan. Metode penelitian bersifat deskriptif menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penetapan informan menggunakan teknik purposive sampling,  dengan jumlah informan 11 orang. Hasil penelitian terhadap pedagang didalam sekolah menunjukkan 95% informan menyatakan  hygenen makanan jajanan, lingkungan pedangan dan pengolahan makanan cukup baik. Sedangkan pedagang diluar sekolah sekitar 65 % informan menyatakan higyene makanan jajanan masih kurang baik. Untuk meningkatkan hygiene makanan jajanan disarankan agar informan lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, peralatan serta kebersihan diri saat mengolahan makanan, seperti membuang sampah seusai berjualan. sebelum menggunakan peralatan yang sudah digunakan terlebih dahulu menyuci dengan menggunakan air bersih dan sabun secara rutin serta memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan disaat melakukan  pengolahan makanan. Juga membangun komunikasi dengan pedagang luar sekolah untuk menghimbau mereka agar menjajakan makanan sesuai dengan persyaratan kesehatan yang telah ditetapkan. Kata Kunci    : Hygiene, Makanan Jajanan siswa Sekolah Dasar
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Peran Tenaga Kesehatan dengan Perawatan Payudara pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Lamteuba Kecamatan Seulimum Aceh Besar Anwar, Chairanisa; Andika, Fauziah; Rosdiana, Eva; Soviawati, Soviawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1422

Abstract

Pada pelaksanaan kelas ibu hamil yang diberikan tidak ada perawatan payudara padamateri perawatan nifas. Tidak adanya pemberian materi perawatan payudara juga terdapat pada buku KIA tahun 2015, semestinya pemberian materi perawatan payudara diberikan pada ibu karena menyangkut pemberian ASI eksklusif itu sendiri. Sehingga pemberian pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara perlu diberikan pada kelas ibu hamil. Waktu yang terbaik  untuk  memberikan  pendidikan  kesehatan  tentang perawatan payudara masa nifas paling  tepat  diberikan  kepada  ibu  hamil trimester  III,  karena  jika  pendidikan  kesehatan tentang perawatan payudara masa nifas diberikan pada trimester I dan II akan membutuhkan jarak  waktu 15-20  minggu  sampai  memasuki  masa  nifas,  semakin  lama  informasi  yang tersimpan maka akan semakin menghilang karena dimasuki oleh informasi-informasi baru (Dewi, 2019).Penyebab seorang ibu hamil tidak melakukan perawatan payudara, antara lain disebabkan oleh faktor-faktor berikut kurangnya informasi yang didapat dari tenaga kesehatan, adanya rasa takut dan malas, serta ketersediaan waktu untuk melakukan perawatan payudara selama kehamilan. Perawatan payudara sangat penting supaya tidak terjadi komplikasi pada saat menyusui bayinya nanti. Sehingga diperlukan tingkatan perilaku khususnya pada ibu primigravida tentang pentingnya perawatan payudara saat hamil (Taqiyah, Sunarti and Rais,2019).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan dengan perawatan ibu hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Lamteuba Aceh Besar. Jenis penelitian ini adalah analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester III yang tinggal di wilayah kerja Puskemas Lamteuba Kabupaten Aceh Besar pada November 2020 yang berjumlah 141 orang. Dikarenakan keterbatasan waktu dan tenaga sehingga sampel penelitian berjumlah  105 ibu hamil. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat. Kata Kunci: perawatan payudara, ibu hamil Trimester III, pengetahuan, sikap, peran tenaga kesehatan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI DESA COT BUKET KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN AFRIANA, AFRIANA; ARNIKA, VIVI
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1490

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lainnya pada bayi berumur 0-6 bulan.Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif di Desa Cot Buket Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Cot Buket dari tanggal 16-21 Juni 2019. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 7-11 bulan. Teknikpengambilan sampel secara Total Sampling, dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan adapengaruh yang bermakna antara pengetahuan dengan pemberianASI eksklusif dengan nilai p (0,002) < α (0,05). Dan hasiluji statistic chi-square juga menunjukkan ada pengaruh bermakna antara dukungan keluarga denganpemberian ASI eksklusif dengan nilaipengujian p (0,011) < α (0,05).Diharap kan bagi orang tua dan keluarga terutama ibu untuk dapat memberikan ASI eksklusif  kepada bayinya selama 6 bulan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal dan diharapkan bagi tenaga kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif sehingga banyak ibu yang mengetahui bahwa ASI eksklusif lebih baik dari pada susu formula. Kata Kunci: Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Pemberian ASI eksklusif.
PENGARUH EFFLURAGE MASSAGE TERHADAP KECUKUPAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI BPM ROSITA KOTA PEKANBARU Susanti, Komaria; Ruspita, Rika; Rahmi, Rifa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1655

Abstract

ASI adalah makanan paling utama untuk bayi karena mengandung zat-zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk tumbuh kembang. Di indonesia hanya 8 % ibu yang memberikan ASI ekslusif kepada bayinya sampai umur 6 bulan. Padahal 21.000 kematian bayi baru lahir di indonesia dapat dicegah melalui pemberian ASI. Salah satu upaya untuk meningkatkan kecukupan  ASI adalah dengan pijat punggung teknik effleurage. Tujuan penelitian untuk mentahui pengaruh efflurage massage terhadap peningkatan kecukupan ASI ibu post partum di BPM Rosita Kota Pekanbaru.Metode penelitian ini  menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan penelitian Pre Eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttes. Populasi penelitian adalah adalah ibu post partum di BPM Rosita Kota Pekanbaru dengan jumlah sampel 11 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental  sampling.Data diperoleh melalui pengamatan menggunakan kuesioner dan lembar observasi.Rata-rata produksi ASI sebelum intervensi efflurage massageadalah 39,18 mL (SD=14,105), nilai maksimal 70 mL dan nilai minimal 30 mL, setelah intervensi efflurage massagekemudian produksi ASI meningkat menjadi 98,00 mL (SD=10,770), nilai maksimal 120 mL dan nilai minimal 80 mL, terjadi peningkatan rata-rata produksi ASI sebesar 58,82 mL. Hasil Uji Wilcoxon Rank Test didapatkan p value = 0,003 atau p value< 0,05. Diharapkan klinik bersalin dan petugas kesehatan  lainnya khususnya bidan agar dapat menjadi fasilitator bagi ibu post partum yang mengalami masalah padakecukupan ASI salah satunya dengan menggunakan metode efflurage massage .Kata Kunci :Efflurage Massage, Kecukupan  ASI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVSI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS JAMBI KECIL Pinandita, Priliyan; Marisdayana, Rara; Yenni, Melda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1576

Abstract

Untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasien, perawat tidak hanya mempunyai pendidikan dan skill yang baik pula, namun harus mempunyai motivasi yang tinggi untuk menunjang pelayanan yang maksimal. Di Puskesmas Jambi Kecil, perawat pelaksana diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Jambi Kecil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah perawat yang ada di Puskesmas Jambi Kecil sebanyak 34 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian adalah kesioner. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Uji statistik yang digunakana adalah uji chi-square. Hasil penelitian diketahui sebanyak 64,7% responden memiliki motivasi tinggi, 58,8% pengawasan sudah baik, 52,9% kondisi kerja fisik baik, 64,7% penghargaan baik dan 55,9% tanggung jawab tinggi. Ada hubungan antara pengawasan (p=0,036), kondisi kerja fisik (p=0,006), penghargaan (p=0,008) dan tanggung jawab (p=0,020) dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Jambi Kecil. Diharapkan kepada puskesmas tetap memperhatikan tenaga kerja yang motivasinya kurang namun masih memiliki kesadaran untuk tetap melaksanakan aktivitas kerja dengan maksimal dengan memberikan motivasi yang cukup sehingga hasil kerja yang dicapainya lebih maksimal. Kata Kunci             :   Motivasi Kerja, Pengawasan, Kondisi Kerja Fisik, Penghargaan, Tanggung Jawab

Page 39 of 123 | Total Record : 1226